Nama : Gede Dejan Galang Mahardhika Nim : 2464817006
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Kesimpulan Penguasaan Materi ‘Perjalanan Pendidikan Nasional’
Perjalanan pendidikan nasional memberikan pemaknaan dan gambaran suatu sistem pendidikan baru yang berdasarkan atas kebudayaan kita sendiri dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Intelektualisme harus dijauhi dan harus dipraktekkan sistem mengajar yang dinamai sistem among yang menyokong kodrat alam anak-anak didik, bukan dengan
"perintah-paksaan", tetapi dengan tuntunan, agar berkembanglah hidup lahir dan batin anak atas kodratnya sendiri.
Praktik pendidikan nasional itu haruslah ada kemerdekaan yang seluas-luasnya yang dikenalkan Ki Hajar Dewantara yang berkenalan dengan gagasan-gagasan tokoh-tokoh pendidikan dunia seperti JJ Rousseau, Dr Frobel, dr Montessori, Rabindranath Tagore, John Dewey, dan Kerschensteiner pada masa pembuangannya ke negeri Belanda.
Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa untuk memberikan kesempatan dan hak pendidikan yang sama bagi para pribumi yang tidak didapatkan seperti priyayi atau orang-orang belanda. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan dan pengajaran adalah proses memanusiakan manusia sehingga harus memerdekakan manusia dalam segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental, jasmani, dan rohani.
Ki Hajar dewantara juga memberikan nasehat agar mendidik anak-anak bangsa dengan cara yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam merupakan isi dan bentuk kondisi lingkungan sedangkan kodrat zaman adalah pendidikan dan pengajaran yang diberikan sesuai dengan era zaman nya agar anak- anak dapat mengikuti perkembangan zaman.
Gagasan Ki hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tulodo (pendidik berada di depan memberi teladan); in madyo mangun karso (pendidik selalu berada di tengah dan terus menerus memprakarsai/memotivasi), dan tut wuri handayani (pendidik selalu mendukung dan mendorong peserta didik untuk maju) diharapkan tidak menjadi semboyan dan slogan semata. System pendidikan yang masih membelenggu harus diperbaiki agar dapat sejalan dengan dedikasi Ki Hajar Dewantara dalam mengembangkan jati diri kultural anak bangsa untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter.
Pembelajaran nasional terus berbenah dan semakin baik dalam perkembangannya dari masa ke masa. Hal terbukti pada masa pada masa penjajahan kolonial sudah ada pendidikan dengan baik meski tidak secara menyeluruh. Misalnya pada masa kolonial salah satu pemuda cendikiawan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah taman siswa di yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, perkembangan pendidikan dan pembelajaran Indonesia berkembang pesat setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofi pembelajaran Ki Hajar dijadikan pedoman untuk guru pamong Indonesia.
Pengalaman yang saya alami saat pembelajaran kelas yaitu saya memberi contoh kepada peserta didik tentang sikap yang baik saat dalam proses belajar. Seperti mengerjakan soal-soal dengan urutan yang baik. Sehingga siswa memahami alur pengerjaan proses pembelajaran tersebut. Saya juga membantu peserta didik saat peserta didik mengalami kesulitan dalam belajar dan mengerjakan tugas. Serta saya selalu memberi motivasi kepada peserta didik tentang jangan gampang menyerah dalam proses memahami materi sebelum menguasai materi tersebut.
Kesimpulannya adalah perkembangan perjalanan pendidikan nasional dari waktu- ke waktu semakin baik dan terus berbenah dalam menuju pendidikan dan pembelajaran yang cocok untuk bangsa indonesia yang latar belakang beragam ras, suku, ekonomi, sosial dan politik di negara Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
1. https://www.kompasiana.com/rikasafitrinurazizah62/636760a908a8b54f054b8 532/kesimpulan-penguasaan-materi-perjalanan-pendidikan-indonesia
2. https://berandainspirasi.id/koneksi-antar-materi-relevansi-perjalanan- pendidikan-nasional/
3.