• Tidak ada hasil yang ditemukan

KISI-KISI PENULISAN SOAL GEOGRAFI

N/A
N/A
M

Academic year: 2024

Membagikan "KISI-KISI PENULISAN SOAL GEOGRAFI "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Pelajaran Kurikulum Alokasi waktu Jumlah Soal Bentuk Soal Tahun Pelajaran Penyusun

: GEOGRAFI : KTSP-2006/K-13 : 90 Menit

: 50

: Pilihan Ganda : 2018/2019

: Iswahyudiharto (SMAN 1 Pagak) Kisi-kisi soal Pilihan Ganda:

No. Kompetensi Dasar

Bahan Kls/

Semester

Konten/Materi Level

Kognitif Indikator Soal Nomor

Soal 1 Peserta didik mampu:

3.1 Memahami konsep wilayah dan

perwilayahan dlm perencanaan tata ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

XII/1

Konsep Wilayah dan Tata Ruang:

 Konsep wilayah dan tata ruang.

Pemahaman

(L1) Peserta didik dapat mengemukakan arti wilayah dalam Geografi.

1

 Konsep wilayah dan

tata ruang. Aplikasi

(L2) Disajikan peta, peserta didik dapat menjelaskan alasan bahwa peta yang

tersaji tersebut termasuk kategori specific region. 2

 Konsep wilayah dan

tata ruang. Aplikasi

(L2) Disajikan beberapa contoh wilayah frmal, peserta didik dapat memilih

wilayah formal yang bersifat budaya (nofisik). 3

 Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat menjelaskan tema pembangunan Koridor Ekonomi (KE) Jawa adalah pendorong industri dan jasa nasional.

4

 Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Aplikasi

(L2) Disajikan kalimat stimulus dan peta, peserta didik dapat menunjukkan Wilayah Pembangunan yang memiliki potensi perikanan, sumberdaya energi, dan pertambangan, kemudian dalam pengembangan Tol Laut didukung tiga Pelabuhan Utama.

5

 Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat menjelaskan latar belakang Batulicin dijadikan pusat Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) di Kalimantan Selatan.

6

 Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Pemahaman (L1)

Disajikan peta, peserta didik dapat menentukan wilayah fungsional sebagai pusat pertumbuhan regional yang dimaksud.

7

 Pembangunan dan pertumbuhan wil.

Analisis (L3)

Disajikan gambar, peserta didik dapat menentukan alasan zona (A) pada gambar di bawah ini memperoleh pelayanan terbanyak.

8

(2)

Semester 3.1 Memahami konsep wilayah

dan

perwilayahan dlm perencanaan tata ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

XII/1  Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat menjelaskan proses perkembangan dan kemajuan dapat dicapai oleh wilayah pinggiran berdasarkan backwash effect.

9

 Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Analisis (L3)

Disajikan stimulus tentang pengaruh pusat pertumbuhan, peserta didik dapat memilih pengaruh pusat pertumbuhan dalam kehidupan penduduk yang berkaitan dengan kajian Geografi Ekonomi

10

 Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat menjelaskan bahwa nodal sangat bergantung pada wilayah formal di sekitarnya.

11

 Pembangunan dan pertumbuhan wilayah.

Analisis

(L3) Peserta didik dapat merumuskan terjadinya multiplier effect dari

berkembangnya pusat pertumbuhan. 12

 Perencanaan tata ruang nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Aplikasi

(L2) Peserta didik dapat menjelaskan bahwa konsentrasi geografis merupakan

daya tarik pusat pertumbuhan bagi wilayah di sekitarnya. 13

 Permasalahan dalam penerapan tata ruang

wilayah.

Menciptakan (L3)

Dengan disajikan stimulus tentang penyalagunaan lahan yang tidak sesuai dengan RTRW sering ditemukan di lapangan, di antaranya pendirian bangunan untuk permukiman di lereng perbukitan, peserta didik dapat mengkonstruksi tindakan yang harus dilakukan oleh pihak terkait untuk mengatasi hal tersebut.

14

 Permasalahan dalam penerapan tata ruang

wilayah.

Aplikasi (L2)

Dengan disajikan stimulus, peserta didik dapat mengemukakan pemanfaatan sumberdaya alam yang sesuai dengan pembangunan berkelanjutan.

15

2 3.2 Menganalisis struktur

keruangan desa dan kota, interaksi desa dan kota, serta kaitannya dengan usaha pemerataan pembangunan.

XII/1 Interaksi Keruangan Desa dan Kota:

 Struktur keruangan desa dan kota.

Pemahaman (L1)

Peserta didik dapat mengemukakan unsur desa yang menghambat kemajuan desa.

16

Interaksi Keruangan Desa dan Kota:

 Struktur keruangan

Aplikasi (L2)

Disajikan stimulus tentang beberapa potensi desa, peserta didik dapat menentukan potensi fisik yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di desa.

17

(3)

Semester

desa dan kota.

 Struktur Keruangan desa dan kota.

Pemahaman (L1)

Peserta didik dapat menerangkan satu karakteristik penduduk desa ditinjau dari sudut Geografi.

18

 Struktur Keruangan desa dan kota.

Pemahaman (L1)

Peserta didik dapat menerangkan cara masyarakat desa tradisional memenuhi kebutuhan hidup mereka.

19

 Pola dan faktor- faktor interaksi desa dan kota.

Aplikasi (L2)

Disajikan gambar pada pilihan jawaban, peserta didik dapat menunjukkan bentuk desa mengelilingi fasilitas tertentu.

20

 Usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota.

Analisis (L3)

Disajikan tabel tipologi suatu desa, peserta didik dapat menyimpulkan tingkat perkembangan desa yang dimaksud.

21

 Struktur Keruangan desa dan kota.

Pemahaman (L1)

Disajikan karakteristik kota, peserta didik dapat menunjukkan penanda karakteristik kota secara fisik.

22

 Pola dan faktor- faktor interaksi desa dan kota.

Aplikasi (L2)

Disajikan stimulus, peserta didik dapat menunjukkan gaya sentrifugal yang mempengaruhi persebaran permukiman kota.

23

 Struktur Keruangan desa dan kota.

Pemahaman (L1)

Disajikan ciri-ciri kota, peserta didik dapat menentukan klasifikasi kota berdasarkan ciri-ciri tersebut.

24

 Struktur Keruangan desa dan kota.

Pemahaman (L1)

Disajikan gambar pola keruangan kota menurut teori tertentu, peserta didik dapat menunjukkan fungsi wilayah bernomor tertentu.

25

 Struktur Keruangan desa dan kota.

Analisis (L3)

Peserta didik dapat mengidentifikasi zona tertentu berdasarkan karakteristik tertentu berdasarkan teori konsentris.

26

 Usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat menjelaskan alasan yang mendasar dari adanya alih fungsi lahan untuk mendukung perkembangan kota mengarah ke wilayah pinggiran.

27

 Struktur Keruangan desa dan kota.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat menjelaskan alasan zona permukiman kelas tinggi pada teori Inti Ganda dan juga pada teori Konsentris.

28

 Usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat menjelaskan wujud fungsi desa sebagai hinterland berkaitan dengan interaksi desa—kota.

29

 Usaha pemerataan pembangunan di

Analisis (L3)

Disajikan data yg berkaitan dengan teori Titik Henti, peserta didik dapat menganalisis lokasi yang baik untuk mendirikan suatu tempat untuk

30

(4)

Semester

desa dan kota. kegiatan tertentu.

 Usaha pemerataan pembangunan di desa dan kota.

Analisis

(L3) Disajikan peta jaringan jalan pulau tertentu, peserta didik dapat

menganalisis tingkat konektivitas dan pola jaringan jalannya. 31

 Dampak

perkembangan kota terhadap masyarakat desa dan kota.

Analisis (L3)

Disajikan narasi, peserta didik dapat peserta didik dapat menganalisis faktor yang melatar-belakangi bentuk interaksi yang terjadi antara Jepara dengan Kota Surabaya.

32

 Dampak

perkembangan kota terhadap masyarakat desa dan kota.

Aplikasi (L2)

Peserta didik dapat mengemukakan dampak positif dari interaksi desa dengan kota.

33

3. 3.3 Menganalisis jaringan

transportasi dan tata guna lahan dengan peta dan/atau citra penginderaan jauh serta Sistem Informasi Geografis (SIG) kaitannya dengan potensi wilayah dan kesehatan lingkungan.

XII/1 Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis:

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Analisis

(L3) Disajikan dua peta yang berbeda skala, peserta didik dapat menyimpulkan

hasil perbandingan dari kedua peta tersebut. 34

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Aplikasi (L2)

Disajikan peta, peserta didik dapat mengubah skala dari skala grafik menjadi skala numerik.

35

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata

Analisis (L3)

Disajikan peta kontur, peserta didik dapat menunjukkan daerah yang berpeluang tumbuh lebih maju berdasarkan topografinya.

36

(5)

Semester

guna lahan.

XII/1  Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Analisis

(L3) Disajikan peta kontur, peserta didik dapat menentukan kemiringan lereng

dan tanaman yang bisa diusahakan. 37

Pemahaman

(L1) Peserta didik dapat menjelaskan informasi keruangan yang diperoleh dari

peta rupabumi. 38

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Analisis

(L3) Disajikan ciri-ciri obyek dalam citra Indraja hitam-putih, peserta didik

dapat menentukan obyek yang dimaksud. 39

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Analisis (L3)

Disajikan citra foto udara, peserta didik dapat menganalisis obyek yang dimaksud.

40

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Analisis (L3)

Disajikan ciri-ciri sebuah citra foto udara, peserta didik dapat menentukan obyek yang tergambar pada sebuah citra tersebut.

41

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Aplikasi (L2)

Disajikan sebuah citra Indraja, peserta didik dapat memperkirakan tata guna lahan yang dominan yang terekam pada citra Indraja tersebut.

42

 Interpretasi peta dan pengolahan citra

Pemahaman (L1)

Peserta didik dapat mengemukakan kajian Indraja untuk tata guna lahan kehutanan yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

43

(6)

Semester

penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

 Interpretasi peta dan pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dan tata guna lahan.

Pemahaman

(L1) Peserta didik dapat menjelaskan peran Indraja dalam pembangunan rel

keretaapi baru untuk pengembangan jaringan transportasi. 44

 Analisis keruangan pada Sistem

Informasi Geografi (SIG) terkait potensi wilayah dan

kesehatan lingkungan.

Aplikasi

(L2) Disajikan peta yang ditumpang susunkan, peserta didik dapat mengemukakan fasilitas umum tertentu yang direncanaan pembangunannya dengan menggunakan hasil kegiatan tersebut.

45

 Analisis keruangan pada Sistem

Informasi Geografi (SIG) terkait potensi wilayah dan

kesehatan lingkungan.

Analisis (L3)

Disajikan aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis citra Penginderaan Jauh dari Google yang ditanam dalam perangkat telepon seluler, peserta didik dapat menunjukkan informasi keruangan yang diperoleh pengguna.

46

 Analisis keruangan pada Sistem

Informasi Geografi (SIG) terkait potensi wilayah dan

kesehatan lingkungan.

Menciptakan (L3)

Disajikan citra satelit, peserta didik dapat memberikan solusi terbaik untuk perencanaan tata guna lahan yang sesuai dan dapat dikembangkan di daerah Bajulmati, Malang Selatan.

47

XII/2  Analisis keruangan

pada Sistem Aplikasi

(L2) Disajikan macam-macam permodelan dalam SIG, peserta didik dapat

menunjukkan rermodelan SIG yang digunakan untuk mengevaluasi obyek 48

(7)

Semester

Informasi Geografi (SIG) terkait potensi wilayah dan

kesehatan lingkungan.

Geografi.

Peserta didik dapat menganalisis hubungan antara pola persebaran permukiman dengan letak geografis suatu wilayah dengan benar.

 Analisis keruangan pada Sistem

Informasi Geografi (SIG) terkait potensi wilayah dan

kesehatan lingkungan.

Aplikasi (L2)

Disajikan peta penderita penyakit malaria di kecamatan X, peserta didik dapat mengemukakan peran SIG untuk kajian kesehatan lingkungan.

49

 Analisis keruangan pada Sistem

Informasi Geografi (SIG) terkait potensi wilayah dan

kesehatan lingkungan.

Analisis (L3)

Disajikan peta penggunaan lahan, peserta didik dapat menganalisis wujud penggunaan data olahan Sistem Informasi Geografis yang tersaji pada peta yang menunjukkan keterkaitan antara keberadaan waduk Gajahmungkur dengan upaya peningkatan produksi pertanian tanaman padi.

50

Penyusun

Guru Geografi SMAN 1 Pagak

Iswahyudiharto

NIP. 19621104 198512 1 002

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik penginderaan jauh dengan cara interpretasi manual citra IKONOS Multispektral resolusi 4m yang ditunjang dengan peta garis

Cerita Rakyat (Hikayat) Disajikan sebuah teks hikayat, peserta didik dapat menjelaskan ciri kebahasaan dari teks hikayat yang telah disajikan.. Orang pertama pelaku utama

Metode penelitian dengan melakukan interpretasi citra penginderaan jauh dan pengolahan dengan Sistem Informasi Geografi untuk mengkaji kinerja ruas jalan dan pola jaringan

Metode penelitian dengan melakukan interpretasi citra penginderaan jauh dan pengolahan dengan Sistem Informasi Geografi untuk mengkaji kinerja ruas jalan dan pola jaringan

Pembelajaran geografi dengan alat bantu utama peta dan citra penginderaan jauh menuntun persepsi dan pemahaman siswa tentang geo-spasial, termasuk geo-spasial Indonesia, sehingga

Indikator Soal : Disajikan melalui gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen pada rantai makanan Level Kognitif : L3 – C4 (Menganalisis).. Soal

Peta topografi siswa dapat mengkorelasi kan ketinggian tempat dengan jenis tanaman budi daya.

Bahan Kajian - Ekstraksi informasi data geospasial melalui Interpretasi Citra secara visual dan Interpretasi Citra Digital - Citra penginderaan Jauh Sebagai Sumber data geospasial dan