• Tidak ada hasil yang ditemukan

kompetensi profesional guru dalam mengembangkan minat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "kompetensi profesional guru dalam mengembangkan minat"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Fokus Penelitian

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

KAJIAN TEORI

  • Guru
  • Kompetensi Guru
  • Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan yang harus dimiliki guru dalam kaitannya dengan karakteristik peserta didik dilihat dari berbagai aspek fisik, moral, sosial, budaya, emosional dan intelektual. 17 Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktek, (Bogor: Kencana Prenada Media Group Siswa mempunyai karakter, sifat dan hubungan yang berbeda-beda. Kompetensi pedagogi adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran siswa paling sedikit meliputi: prinsip-prinsip pembelajaran pendidikan karena peserta didik mempunyai karakter dan pergaulan yang berbeda-beda.

Guru bertanggung jawab membantu siswa belajar dengan menjadikan pembelajaran lebih mudah, lancar, dan terfokus melalui penggunaan sumber belajar. Setidaknya ada empat komponen penting yang harus diperhatikan bagi pengembangan pembelajaran pendidikan agama Islam, yaitu:

TELAAH HASIL PENELITIAN TERDAHULU

Padahal, metode dalam proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan seorang guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Persamaan penelitiannya adalah sama-sama membahas tentang kompetensi guru, sedangkan perbedaannya peneliti lebih khusus membahas tentang peningkatan minat belajar siswa.

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan Dan Jenis Penelitian
  • Kehadiran Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Data
  • Tahapan-Tahapan Penelitian
    • Sistematika Pembahasan

Adapun sumber belajar lain yang biasa digunakan guru PAI dalam proses belajar mengajar di kelas, berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Muadina, S. Guru PAI menggunakan media elektronik dalam kegiatan belajar mengajar, kemudian berdasarkan hasil wawancara Bapak. Muadina, S. Mengenai media realia yang digunakan guru PAI dalam proses belajar mengajar, berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Muadin, S.

Ketika seorang guru PAI menggunakan media realia, hal tersebut didasarkan pada hasil wawancara dengan Bapak Muadin, S. Seorang guru PAI dalam melaksanakan penggunaan media realia, kemudian berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Muadin, S. tindakan seorang guru PAI bila ada siswa yang masuk kelas lambat atau terlambat, maka berdasarkan hasil wawancara Pak Muadin, S.

Mengenai upaya guru PAI dalam menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tidak bosan, hal ini berdasarkan hasil wawancara dari Bapak Muadin, S. Mengenai upaya guru PAI agar siswa juga dapat aktif dalam proses belajar mengajar apakah berdasarkan hasil wawancara bapak Muadin, S. Mengenai upaya guru PAI menghadapi siswa yang pasif dalam proses belajar mengajar, berdasarkan hasil wawancara bapak .Muadin, S.

Mengenai upaya guru PAI untuk memastikan siswa tidak keluar masuk kelas pada saat pembelajaran, berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Muadin, S.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Gambaran Umum MAN Pacitan
  • Letak Geografis
  • Profil Madrasah Aliyah Negeri Pacitan
  • Visi dan Misi MAN Pacitan
  • Sarana Prasarana MAN Pacitan
  • Kurikulum MAN Pacitan
  • Kondisi Siswa MAN Pacitan Tahun Ajaran 2021/2022

Madrasah Aliyah Negeri Pacitan dengan Nomor Kepala Sekolah Nasional 20511338 Nomor Statistik Madrasah berstatus Madrasah Negeri. Saat ini MAN Pacitan mempunyai 29 kelas kelompok belajar dengan jumlah siswa sebanyak 654 orang dari Kelas X sampai Kelas XII. Madrasah Aliyah Negeri Pacitan terletak di Jl. Gatot Subroto Nomor 100, Desa Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur 63515.

Terwujudnya masyarakat madrasah akademik yang cerdas, akademis, santun, tangkas, disiplin dan berkarakter serta berwawasan lingkungan dan anti narkoba. Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi mutu baik secara ilmiah (pengetahuan), keterampilan dan sikap (attitude, moral) serta sosial, guna mampu mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta imtaq.” sangat penting bagi sekolah, karena tanpa infrastruktur yang memungkinkan proses pendidikan tidak akan berjalan sesuai rencana.

Penyelenggaraan pendidikan di MAN Pacitan pada kegiatan pembelajaran kelas X menggunakan kurikulum mandiri, sedangkan kelas XI dan Dua dari delapan standar nasional adalah Standar Kompetensi Kelulusan dan Standar Isi (SI) yang dirancang oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Paparan Data

  • Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam di MAN Pacitan
  • Upaya yang Dilakukan Guru dalam Rangka Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada
  • Dampak Upaya Guru terhadap Minat Belajar Siswa pada Materi PAI Kelas X Agama di

Guru wajib selalu berpartisipasi dalam segala kegiatan yang berkaitan dengan tugasnya, termasuk selalu mengikuti pelatihan, kursus, seminar dan lokakarya yang diadakan baik oleh sekolah maupun oleh kementerian terkait, baik Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan Nasional.51 Sementara itu, hasil wawancara dari bapak Afiful Amin, M. Untuk pengaruh kompetensi guru PAI terhadap minat siswa dalam pembelajaran di kelas yang berbeda dan pola bimbingan yang dilakukan, berdasarkan hasil wawancara bapak. Muadin, S.

Kita lihat ciri-ciri siswanya supaya lebih efektif setelah melihat ciri-ciri siswanya seperti apa, karena walaupun di kelas 10 umurnya sama kadang tidak sama jadi ada beberapa di kelas ini yang kita mungkin memberi mereka tugas yang agak sulit, misalnya menulis makalah. Tentu saja kertas yang benar itu bukan sekedar copy paste saja, ada kelasnya bisa begitu, jadi tidak hanya copy paste saja, tapi ada juga yang langsung disuruh copy paste kertasnya, bahkan sampai iklan jualannya. pakaian juga dimasukkan ke dalam kertas karena di copy-paste, jadi mempersempit antara kelas satu dan kelas lainnya tidak sama. Ciri yang pertama apakah kita bisa melihat ciri-ciri siswanya, memang begitulah adanya. Jadi kita bisa menentukan metode atau media apa yang akan digunakan di kelas itu jika kita sudah mengetahui ciri-cirinya, maka kita menggunakan metode yang tepat dan media mengajar akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, dengan demikian siswa juga akan senang belajar karena jika kita cuek. Yang paling penting adalah menggunakan cara-cara kekerasan, kalaupun kekerasan itu bukan sekadar pukulan verbal, siswa tidak boleh melakukan itu. Ketika kita tidak mau menghadiri kelas, sering kali mereka menghilang atau bahkan tertidur. Dalam sebuah kelas pasti ada siswa yang tidur, namun minimalkan itu. Bagaimana kita dapat mengelola kelas dengan baik, salah satunya dengan memilih metode remedial berdasarkan kelas yang dirasa sesuai dengan karakteristik siswa, begitulah media yang digunakan.64 Sementara itu, hasil wawancara Pak Slamet , S. Sehubungan dengan permasalahan ketika seorang guru PAI menggunakan berbagai metode pengajaran di kelas

Untuk sasaran seorang guru PAI setelah melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan wawancara kepada Bapak. Muadin, S. Untuk mengetahui kapan siswa sibuk pada saat proses belajar mengajar, berdasarkan hasil wawancara dengan bapak. Muadin, S. Untuk mengantisipasi apabila ada siswa yang lambat dalam menerima pelajaran. , maka hasil wawancara bapak. Muadin, S.

Ketika ada siswa yang lambat menerima pembelajaran, hal pertama yang dilakukan guru adalah memotivasi dan mendorong siswa agar belajar lebih giat dan lebih fokus mengikuti pembelajaran. Apabila masih belum berhasil, dapat belajar kembali khusus bagi siswa yang lamban atau istilahnya remedial. 101. Sehubungan dengan upaya guru PAI, jika ada siswa yang sering tidak mengikuti pembelajaran dengan guru yang bersangkutan, maka berdasarkan hasil wawancara bapak. Muadin, S. Jika ada siswa yang sering tidak berpartisipasi dalam pembelajaran, hal pertama yang dilakukan guru adalah mencari alasan mengapa siswa tersebut tidak berpartisipasi dalam pembelajaran. Orang kedua yang terlibat adalah guru yang memberikan nasehat dan motivasi agar siswa semangat dalam belajar. 125.

Pembahasan

  • Analisis Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam di MAN Pacitan
  • Analisis Upaya yang Dilakukan Guru dalam Rangka Meningkatkan Minat Belajar Siswa
  • Analisis Dampak Upaya Guru terhadap Minat Belajar Siswa pada Materi PAI Kelas X

Berdasarkan temuan data pada bab IV subbab pada bagian penyajian data, kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam di MAN Pacitan adalah seluruh guru Pendidikan Agama Islam di MAN Pacitan mempunyai latar belakang pendidikan yang diperoleh selama kuliah yaitu Sarjana Pendidikan Agama Islam. Guru Pendidikan Agama Islam di MAN Pacitan dalam pengembangan kompetensi profesional mengajar selalu mengikuti berbagai bentuk pendidikan, antara lain pelatihan, kursus, seminar nasional guru, sertifikasi guru dan lain sebagainya. Rencana pembelajaran yang disusun oleh guru PAI MAN Pacitan dibuat sebelum dimulainya tahun ajaran baru (setelah kenaikan kelas).

Maka dalam pengembangan kompetensi profesional guru di MAN 1 Pacitan, guru PAI selalu mengikuti berbagai jenis pendidikan, antara lain pelatihan, kursus, seminar nasional guru, sertifikasi guru, seminar, dan lain-lain. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan minat belajar siswa pada materi keagamaan kelas X PAI di Madresah Aliyah Negeri Pacitan. Berbicara mengenai keberhasilan dalam suatu proses pembelajaran, tidak lepas dari minat siswa dalam belajar.

Dampak Upaya Guru Meningkatkan Minat Belajar Siswa Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Materi Keagamaan PAI Kelas X Di Madresah Aliyah Negeri Pacitan. Selain itu dalam pelaksanaannya guru PAI di MAN Pacitan harus menyusun RPP sebelum melaksanakan proses pengajaran. Upaya yang dilakukan guru di MAN 1 Pacitan untuk meningkatkan pembelajaran siswa adalah membentuk karakter siswa, memberikan motivasi, bimbingan, memberikan reward kepada siswa, dan lain-lain.

Kepada kepala sekolah agar terus mengembangkan dan membimbing guru agar selalu mengembangkan kompetensi profesional guru untuk meningkatkan minat belajar siswa.

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan agama Islam, kompetensi profesional guru di MAN Pacitan sangat mempengaruhi keberhasilan pendidikan siswanya, sehingga pendidikan guru atau pendidik sangatlah penting dan harus linier sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. pegangan. Langkah-langkah guru dalam menggunakan media pembelajaran antara lain menyiapkan media pembelajaran, tentunya menggunakan media dan juga memilih media yang sesuai untuk guru berdasarkan materi yang disampaikan. Minat siswa MAN Pacitan dalam belajar masih kurang antusias dan masih banyak siswa yang mengabaikan guru saat belajar, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor keluarga, lingkungan dan sekolah.

Saran

Ramayulis, Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, Kajian Sistem Pendidikan dan Pemikiran Tokohnya Cet.III; Jakarta: Radar Jaya Offset 2011. Jamil Suprihatiningrum, Guru Profesional, Pedoman Kinerja Kualifikasi dan Kompetensi Guru, (Cet. I; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media 2013), 24. Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Teori Pelatihan dan Sumber Belajar dan Pratek, (Bogor: Grup Media Kencana Prenada, 2011.

Nazarudin, Penerapan Manajemen Pembelajaran Konsep, Ciri dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum, Yogyakarta: Teras, 2007. Pinton Setya Mustafa, dkk., Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Olahraga, Fakultas Olahraga Sains, Universitas Negeri Malang: Malang, 2020. Suyanto dan Jihad Asep, Menjadi Guru Profesional: Strategi Peningkatan Kualifikasi dan Mutu di Era Global, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2013.

Referensi

Dokumen terkait