• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi Terapeutik Yeni Huriani

N/A
N/A
SILMI HAFIYANI

Academic year: 2023

Membagikan "Komunikasi Terapeutik Yeni Huriani"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Bentuk kegiatannya adalah pengabdian masyarakat dengan memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seksual dengan pendekatan keagamaan. Selain itu juga untuk memperoleh data akurat mengenai kondisi dan situasi korban kekerasan seksual di Desa Ciseureuh, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Teori yang dijadikan Dasar PkM

Teori ini menjelaskan bagaimana teori ini digunakan untuk mempelajari pemahaman dan perilaku keagamaan korban kekerasan seksual. Pengalaman keagamaan ini akan membuat masyarakat dan korban kekerasan seksual percaya akan kekuasaan dan kebesaran Tuhan.

Demografi

Kemudian waktu tempuh dari desa Cijambu menuju ibu kota provinsi Jawa Barat jika menggunakan sepeda motor sekitar 3 jam. Sudah ada beberapa masyarakat yang mempunyai kegiatan rutin di tempat pengabdian masyarakat di Desa Ciseureuh, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor.

Tahapan Kegiatan

Setelah tim pengabdian memahami permasalahan yang dihadapi korban kekerasan seksual, maka dilakukan program pemberdayaan, antara lain pendampingan terapi individu dan kelompok. Atau korban kekerasan seksual dapat kembali hidup normal seperti sebelum kekerasan seksual terjadi.

Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat Dampingan

Banyaknya penduduk Desa Cijambu yang bekerja dan mempunyai tingkat perekonomian yang cukup terlihat pada kepemilikan rumah masyarakat. Masyarakat Desa Ciseureuh, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor hidup dengan tradisi dan budaya Sunda yang sangat kental.

Partisipasi dan Pelibatan Para Pihak

Tim Pengabdian kepada Masyarakat senantiasa melibatkan dan berkonsultasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat. Hal ini mencakup kebijakan pelayanan terkait penanganan, penanggulangan, dan advokasi terhadap korban kekerasan seksual. Oleh karena itu, masuknya layanan sosial diharapkan dapat membantu setidaknya membuka peluang yang lebih baik bagi korban kekerasan seksual, serta keluarga korban.

Berkat kewaspadaan, ketangkasan dan kesabaran Ketua RT Kampung Ciseureh, banyak masyarakat khususnya korban kekerasan seksual yang bersedia mengikuti program yang dijalankan tim pengabdian masyarakat. Komitmen masyarakat terhadap korban kekerasan seksual adalah memulihkan kesehatan mental para korban agar bisa kembali normal seperti semula. Tak hanya korban kekerasan seksual, masyarakat Ciseureuh juga ikut terlibat dan dijadikan objek pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Memang sasaran utamanya adalah para korban kekerasan seksual, namun alangkah baiknya masyarakat secara umum juga ikut merasakan dampak positif dari kegiatan pengabdian masyarakat.

Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Pengetahuan dan Wawasan Korban tentang Kekerasan Seksual

Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Desa Ciseureuh, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu kasus kekerasan seksual. Namun masyarakat Desa Ciseureuh belum memahami bahwa wilayah mereka merupakan wilayah yang sering terjadi kekerasan seksual. Mereka memahami bahwa kekerasan seksual adalah pemerkosaan, atau dalam hubungan seks antara laki-laki dan perempuan, laki-laki memperlakukan perempuan dengan sangat kasar jika ingin mendapatkan kepuasan dalam berhubungan intim.

Jika dilihat dari bentuk-bentuk kekerasan seksual yang dijelaskan Suyanto, banyak sekali tindak kekerasan seksual yang terjadi di Desa Ciseureuh, antara lain: Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan kekerasan seksual kepada para korban dan masyarakat. masyarakat. Hal ini dilakukan pada saat kegiatan terapi, pendampingan atau pada saat melakukan dialog dengan korban dan masyarakat Desa Ciseureuh.

Selain itu, masyarakat akan semakin berhati-hati karena khawatir tanpa disadari menjadi korban kekerasan seksual.

Pengetahuan dan Wawasan Korban tentang Cara Mengatasi dan Menanggulangi Kekerasan Seksual

Pihak eksternal yang ingin mengetahui lebih jauh adalah jurnalis, aparat kepolisian, dan instansi yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual ini. Salah satu perangkat desa, tepatnya Ketua RT Kampung Ciseureuh, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, harus rela menyerahkan sepeda motor kesayangannya karena tidak lagi memiliki sumber daya operasional untuk menyelesaikan masalah tersebut. Suatu saat kejadian tersebut terekam dan diketahui oleh media, yang kemudian diberitakan oleh media hingga kejadian tersebut diketahui masyarakat luas, termasuk lembaga P2TP2A yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak di Jawa Barat yang mendapat pemberitaan tentang kejadian tersebut. kejadian kekerasan seksual yang memilukan bagi masyarakat Jawa Barat.

Setelah mengumpulkan informasi dan bukti terkait peristiwa kekerasan seksual tersebut, tim P2TP2A memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga korban. Ada pula kegiatan pengabdian masyarakat yang didalamnya tim belajar menghadapi dan menangani kekerasan seksual. Tim melakukan pendekatan kepada korban dan keluarga korban yang sudah kembali hidup normal seperti sebelum kejadian, dan tim memberikan edukasi bagaimana pelaku kekerasan seksual akan melakukan perbuatan bejatnya jika ada gejala atau peluang.

Prinsipnya, tim pendamping meyakinkan korban atau keluarga korban, atau bahkan warga Desa Ciseureuh, untuk berani melaporkan kejadian yang dialaminya kepada lembaga atau layanan terkait.

Tingkat Percaya Diri Korban Kekerasan Seksual Korban kekerasan seksual pada umumnya memiliki

Korban dan keluarga korban yang masuk dalam kategori rendah diri adalah mereka yang pernah mengalami kekerasan seksual berat, atau mungkin pernah berulang kali mengalami kekerasan seksual hingga benar-benar mengalami depresi. Korban dan keluarga korban kekerasan seksual yang memiliki tingkat rasa percaya diri rendah akan mendapat tindakan atau pengobatan dari tim yang memakan waktu lama dan memakan waktu lama. Korban kekerasan seksual yang berada pada tingkat kepercayaan diri sedang ini diantaranya adalah mereka yang pernah mengalami kekerasan seksual seperti menyentuh bagian vital tubuh seperti payudara, payudara, pinggang, dan paha.

Korban kekerasan seksual merasa bahwa hal tersebut tidak terlalu serius dan tidak terlalu merugikan mereka. Korban dan keluarga yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi adalah mereka yang hanya mengalami kekerasan seksual ringan. Korban yang termasuk dalam kategori rasa percaya diri yang tinggi akan melupakan masa lalu dengan mudah dan cepat.

Korban yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi biasanya hanya perlu menjelaskan dan melakukan pendekatan pendekatan komunikasi terapeutik secara singkat dan padat, setelah itu mereka akan mudah untuk kembali normal dan mendapatkan kembali rasa percaya dirinya.

Keterampilan Komunikasi Korban Kekerasan Seksual Para korban kekerasan seksual di Kampung Ciseureuh

Bahkan, para korban tidak sadar bahwa mereka kerap dipandangi, dipegang tangan, dan dibelai rambutnya sebagai bentuk kekerasan seksual. Para korban secara bersamaan berkomunikasi dengan orang lain, baik secara verbal maupun melalui pesan verbal dan pesan melalui bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang diungkapkan. Menurut Ekman, jawaban mengapa korban kekerasan seksual bersedia menerima komunikasi nonverbal dari kelompok kerja masyarakat adalah karena komunikasi nonverbal lebih mengutamakan pesan relasional, perasaan, atau emosi, dibandingkan dengan pesan verbal yang lebih banyak mengenai pikiran (dalam Tubbs dan Moss.

Mungkin korban kekerasan seksual tidak memiliki kemampuan berbahasa sehingga membuat mereka kurang berani mengungkapkan pengalaman pribadinya saat diperkosa, sehingga butuh waktu lama untuk mengungkap kasus kekerasan seksual di Cipongkor. Dengan melakukan perundungan, korban menjadi takut, posisinya terancam, dan akhirnya hanya diam dan tidak mau melaporkan pengalaman kekerasan seksualnya. Korban kekerasan seksual di Desa Ciseureuh bermacam-macam usia, mulai dari anak-anak hingga remaja.

Tak terkecuali korban kekerasan seksual, emosinya tidak stabil dan ketika diminta menceritakan pengalaman masa lalunya, ia akan marah dan dipenuhi kebencian sehingga merusak komunikasinya.

Pemahaman dan Pengamalan Agama Para Korban Kekerasan Seksual

Karena fitrah manusia selalu ada titik jenuh, jenuh dan lalai, sehingga harus ada yang mengingatkan dan terus menyarankan atau menyerukan kebaikan, seperti lebih meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Sebab jika tidak mensyukuri berbagai anugerah-Nya maka Allah SWT akan murka kepada manusia. Dengan demikian, Allah SWT akan mengunci hatinya dari jalan yang diridhai-Nya (Al-Kahfi 18:5), dan manusia akan menjadi sahabat setan (Thaaha 20:124).

Allah SWT memaklumkan bahawa hikmah penciptaan jin dan manusia ialah mereka hanya menyembah Allah SWT. Tidak ada yang dapat menenangkan dan mendamaikan serta membuatkan seseorang itu merasai nikmat sebenar apa yang dilakukannya, melainkan ibadah kepada Allah SWT semata-mata. Sehingga dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan tentang ajaran Islam, diharapkan masyarakat peralihan akan lebih yakin dengan keesaan Allah SWT.

Jamaah atau komunitas peralihan juga mendapat ilmu bagaimana Allah SWT memerintahkan manusia untuk bekerja. Dengan begitu, orang yang bekerja keras tidak hanya bisa meraih keuntungan materi, namun juga pahala dari Allah SWT. Toleransi yang diajarkan kepada korban kekerasan seksual tidak hanya toleransi terhadap sesama manusia mulai dari teman, saudara, keluarga, namun juga toleransi terhadap makhluk hidup lain yang merupakan ciptaan Allah SWT.

Evaluasi Kegiatan

Sebagaimana dikatakan Abu Ju’la: “Semua makhluk bergantung kepada Allah, dan yang paling dicintai-Nya adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya.” Sebagaimana dikatakan Al-Baihaqi: “Barangsiapa menampakkan aib orang lain di dunia ini, niscaya Allah (nantinya) akan menampakkan aibnya di hari kiamat.” Tidak ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mendanai kegiatan korban untuk kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya, terutama bagi korban yang masih ragu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Faktor Pendukung dan Penghambat

Karena sebagian korban ada yang semangat belajar, namun kondisi keuangan keluarga tidak mendukung, mereka akhirnya terpaksa menjadi pengangguran, padahal potensi keberhasilannya sangat tinggi setelah pulih dari kekerasan seksual pasca trauma. Masyarakat Desa Ciseureuh mempunyai latar belakang pendidikan menengah ke bawah, sehingga pola pikir atau cara berpikir dan cara pandang mereka terhadap isu kekerasan seksual kurang baik. Banyak warga yang tidak berani melaporkan karena takut, atau nanti akan dihukum karena pelakunya adalah oknum, kalau melaporkan sama saja dengan membuka aibnya sendiri, dan sebagainya.

Masyarakat kurang melek teknologi komunikasi padahal anak-anaknya sudah paham dan memiliki perangkat teknologi komunikasi seperti telepon genggam yang aktif di media sosial. Hal inilah yang memudahkan akses informasi apapun bagi anak yang masih membutuhkan bimbingan dan arahan orang tua. Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa pasangannya (istri) dan anak-anaknya telah menjadi korban kekerasan seksual, namun tidak mengetahui ciri-ciri dan cara mendeteksinya.

Lokasinya jauh dari pusat kota, aksesnya cukup sulit sehingga menyulitkan tim dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Kesimpulan

Pemahaman dan pengamalan agama korban kekerasan seksual sebelum melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sudah baik, namun pemahaman dan pengamalannya hanya sebatas ibadah ritual saja, seperti shalat, pembacaan Al-Quran, puasa dan zakat. Dan setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pemahaman dan pengamalan agama mulai meningkat, tidak hanya sekedar ibadah ritual saja, seperti menegakkan keadilan, berani melawan kejahatan dan ketidakadilan dan lain sebagainya.

Rekomendasi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian adalah (1) Pengadaan sarana dan prasarana di SD Negeri 01 Tohudan diadakan berdasarkan perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana yang disusun pada awal tahun

Paket Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Desa Bancea Kecamatan Pamona Selatan Lokasi : Desa Bancea Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso.. HPS

Pembangunan Sarana dan Frasarana Air Bersih Pedesaan (Pengembangan Sarana dan Prasarana Air Bersih Desa Bencuiuk). Kecamatan

1.05.01 DCKTRESDM Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Bersih/Air. Minum Desa

Metode penelitian yang dilakukan didasarkan pada tahap-tahap pengembangan produk, yaitu perencanaan, identifikasi kebutuhan pelanggan, penetapan spesifikasi target,

Paket Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih Desa Bancea Kecamatan Pamona Selatan Lokasi : Desa Bancea Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso.. HPS

Tampak Sarana dan Prasarana Pendukung di Kantor Desa Setelah ada program Smart Kampung ... Pelayanan Satu Pintu (one stop services) di Desa Kampunganyar

IDENTIFIKASI KENYAMANAN PENGUNJUNG TERHADAP KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA DI KAMPUNG WISATA BATIK KAUMAN Umi Khofifah Khasanah Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik