RESUME MINGGUAN
PRAKTIKUM SIMULASI PRODUKSI DAN RESERVOIR PANAS BUMI
“NATURAL STATE AND HISTORY MATCHING”
Nama : Duan Yoga Crestiano Kwando NIM : 113210179
Plug : B
Acara kedua, minggu kedua Praktikum Simulasi Produksi dan Reservoir Panas Bumi membahas membahas tentang “Natural State dan History Matching”
menggunakan software Petrasim. Tujuan dari praktikum minggu ke-2 ini adalah untuk mendapatkan model yang menggambarkan kondisi sebenarnya pada reservoir dari melanjutkan data yang sudah dikerjakan pada minggu sebelumnya agar dapat membuat prediksi perilaku reservoir pada masa yang akan datang seperti history matching yang menghitung rate dan entalphy, pressure dan temperature.
Natural state atau inialisasi adalah sebuah proses yang ada pada software Petrasim untuk mendapatkan kondisi yang sebenarnya dengan model sehingga bisa dijadikan sebuah patokan atau acuan untuk pengembangan sebuah sumur dalam periode waktu tertentu. Natural state dilakukan dengan menyamakan kondisi tekanan dengan temperature model dengan kondisi aktual. Parameter yang diubah dalam melakukan inisialisasi adalah porositas, permeabilitas, dan konduktivitas.
Kemudian setelah dilakukan natural state matching kita dapat melakukan history matching. History Matching adalah proses memodifikasi parameter yang digunakan untuk membuat model, sehingga terbentuk dan mencapai keselarasan antara model dengan kondisi aktual reservoir yang bertujuan untuk melakukan validasi terhadap model dengan kondisi aktual. Parameter yang dibutuhkan dalam
melakukan History Matching yaitu permeabilitas, konduktivitas, dan productivity index.
Pada case minggu kedua ini, data-data yang diberikan untuk melakukan history matching adalah berupa data koordinat sumur, data P-T, PI, Pressure &
Gradient sumur. Lalu, data forecasting berisikan data koordinat, rate, dan entalphy nya (penambahan sumur injeksi dan sumur produksi PRD-A1 dan PRD- B1).
Hasil dari simulasi yang dilakukan pada software Petrasim digunakan untuk memprediksi kemampuan produksi dan perilaku reservoir yang akan dikembangkan di masa yang akan datang. Sumur produksi bertujuan untuk mempertahankan kapasitas produksi fluida panas bumi, terkait dengan kapasitas terpadang pembangkir dan untuk meningkatkan perolehan fluida panas bumi berdasarkan area potensial yang tersisa setelah dilakukannya history matching, peletakan sumur produksi berdasarkan kedalaman reservoir paling dangkal yang telah memiliki temperature yang tinggi yang berada di atas patahan supaya dapat mengalir. Sumur injeksi bertujuan untuk mengetahui perilaku reservoir-nya sendiri akibat pengaruh dari sumur injeksi nya sendiri, peletakan sumur injeksi sendiri harus jauh dari sumur produksi agar temperatur reservoir tidak menurun akibat adanya sumur injeksi dan air yang diinjeksikan tidak langsung terproduksi (backthrough).
Langkah pengerjaan dalam menjalankan Natural State dan History Matching pada software Petrasim diawali dengan data-data koordinat sumur produksi PRD-A1, PRD-B1, dan sumur injeksi INJ-A1. Kemudian, kita melakukan load initial conditions. Selanjutnya kita melakukan running dengan end time infinite, lalu dengan menggunakan excel NS_Matching dilakukan penginputan data sumur sesuai dengan kolom yang telah disediakan di dalam excel. Kemudian, load file, dan kemudian akan muncul grafik output data P, T, dan P model agar kita dapat mengetahui apakah data natural state tersebut sudah matching atau belum. Lalu kemudian dilakukan history matching dengan running yang kedua mengubah end time infinite sampai dengan kondisi steady state.
Setelah mencapai kondisi steady state, dilakukan input properties well mode, data PI, dan pressure yang kemudian output print time pada tiap sumur yang akan di running harus di-checklist terlebih dahulu dan mengubah end time 5 tahun pada solution control sebelum di-running.
Setelah dilakukan running, akan muncul hasil data berupa excel GOFT dan FOFT yang akan dilakukan matching terhadap pressure dan temperature (FOFT) dan rate dan entalphy (GOFT) pada setiap sumur. Jika grafik aktual dengan modelnya masih belum matching maka perlu dilakukan perubahan pada temperature, pressure, atau wet heat conductivity. Persen kesalahan matching untuk panas bumi adalah 5%.