• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 konflik internal tokoh mariah dalam novel terusir karya hamka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "1 konflik internal tokoh mariah dalam novel terusir karya hamka"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KONFLIK INTERNAL TOKOH MARIAH DALAM NOVEL TERUSIR KARYA HAMKA

Rensi Angraini1, Samsiarni2, Putri Dian Afrinda2

1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat

2Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]

ABSTRACT

The things behind the research as follows. 1) Hamka's propelled novel has a plot of conflict within the characters, since the main character suffered misfortune from the beginning to the end of the story, so in the research focused more on internal conflict, 2) This research uses psychoanalytic theory in conducting research. The type of research in Terangir is qualitative research. The research data is an excerpt of an event showing the internal conflicts of Mariah's character. The source of research data is the novel works Hamka. The research method is descriptive method. The results showed that the internal conflict form of Mariah figure is: 1) anxiety, arising from the urges of id, when Mariah hears Wirja will harm Sofyan, 2) fear, arise from impulse id, Mariah afraid of falling into the valley of prostitution, 3) insecurity, arising from impulse id, threats out there 4) feelings of wrong, arise from superego encouragement, apologize to be allowed home, 5) frustration, arise due to superego, can not stand his life, 6) hope, arise from impulse id, happy to see the success of children, 7) dependence, arise ego anger, arising from ego impulse, unable to hold the heart, 9) heartache, arising from an ego boost, new children entering school must be forcibly abandoned, 10) dissatisfaction , ego driven, Mariah believes God helps her, 11) caring, arising from id encouragement, Mariah giving money to the poor, 12) trust, arising out of superego, once a maid. The cause of Mariah's internal conflict is: 1) the primary cause, the condition must exist if the mental disorder in the character, 2) the cause of predisposition, the condition comes before the occurrence of disturbance in certain conditions experienced by the character, 3) the actual cause, the direct conditions give effect to the mental disorder, 4) , conditions tend to maintain maladaptive behavior is happening, ie the giver of attention figures.

Keywords: Internal Conflict, People, Novels

PENDAHULUAN

Novel Terusir bercerita tentang konflik internal yang dialami tokoh Mariah. Konflik internal itu terjadi sejak Mariah diusir oleh sang

suami dari rumah.. Mariah mengalami konflik disaat Mariah mengingat sang suami mengusirnya dengan ucapan yang tidak sepantasnya dilontarkan oleh suami.

1

(2)

Novel Terusir karya Hamka menarik, karena konflik diungkapkan menggunakan bahasa yang bagus yang membuat jalan cerita menjadi menarik, karena penggunaan gaya bahasa melayu pada novel ini menguatkan rasa “Sumatera” yang dibangun oleh Hamka. Selain itu, pada alur cerita mengandung nasihat kehidupan, karena tokoh utama perempuan mengalami kemalangan dari awal hingga akhir cerita. Hamka membuat pembaca membuka mata terhadap realita yang ada di sekitarnya, namun terkadang realita terlalu pahit untuk ditelan mentah- mentah, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami peristiwa- peristiwa yang terjadi. Hal itulah yang membuat peneliti tertarik untuk menganalisis konflik internal tokoh Mariah dalam novel Terusir karya Hamka. Novel Terusir karya Hamka menarik dan penting untuk diteliti karena menggambarkan perjuangan seorang manusia untuk menyelesaikan konflik internal (batin).

Berdasarkanrumusan

masalahdan tujuan penelitian yang hendak dicapai,(1) Mendeskripsikan

bentuk-bentuk Konflik Internal Tokoh Mariah dalam Novel Terusir karya Hamka, (2) Mendeskripsikan penyebabKonflik Internal Tokoh Mariah dalam Novel Terusir karya Hamka.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2010:5) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata- kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan metode ilmiah.

Penelitian kualitatif dalam penelitian ini hanya menjelaskan dan mendeskripsikan data-data berupa kata-kata bukan angka-angka.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis.

Ratna (2010:53) menyatakan bahwa metode deskriptif analisis adalah metode yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis.Ratna (2010:47) menjelaskan dalam ilmu sastra sumber datanya

(3)

adalah karya dan naskah sedangkan data penelitiannya sebagai data formal adalah kata, frasa, kalimat, dan wacana. Jadi data dalam penelitian ini yaitu kata, frasa, kalimat dan wacana dalam novelTerusir karya Hamka yang memperlihatkan konflik internal tokoh, sedangkan sumber data penelitian ini adalah novel Terusir karya Hamka.Moleong (2010:168) menyatakan bahwa instrumen adalah alat pengumpul data.Instrumen ini bertujuan untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan data agar lebih sistematis dan mudah. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan buku-buku pengetahuan tentang konflik internal yang khususnya berhubungan dengan masalah konflik internal itu sendiri.Data dikumpulkan melalui beberapa tahap yaitu sebagai berikut:

(1) membaca dan memahami novel secara keseluruhan, (2) menandai bagian-bagian tertentu yang berupa peristiwa atau kutipan dalam novel, (3) mencatat peristiwa yang berhubungan dengan konflik internal tokoh Mariah dalam novel Terusir karyaHamka,(4) mengiventarisasikan

data yang berhubungan dengan konflik internal tokoh Mariah ditinjau dari aspek id, ego dan super ego dari novel Terusir dengan menggunakan tabel. Menurut Patton (dalam Moleong, 2010:178) triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap hal tersebut.

Teknik pengabsahan data yang peneliti gunakan adalah teknik pengabsahan data triangulasi.Pada penelitian ini, teknik analisis data yang penulis gunakan adalah memahami isi novel Terusir karya Hamka, kemudian mengambil kesimpulan tentang permasalahan sesungguhnya. Langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis data ini adalah sebagai berikut: (1) mendeskripsikan temuan data penelitian, (2) menganalisis data yang berhubungan dengan konflik internal tokoh Mariah dalam novel Terusir karya Hamka, (3) membahas data sekaligus menginterpretasikan, (4) membuat kesimpulan dan, (5) menulis laporan penelitian.

(4)

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa tokoh Mariah mengalami konflik internal yang ditinjau dari aspek id, ego, dan superego.Muis (2009:42-59) menyatakan bahwa ada beberapa bentuk konflik internal, antara lain sebagai berikut. (1) cemas, (2) takut, (3) tidak aman, (4) rasa salah, (5) frustasi, (6) harapan, (7) ketergantungan, (8) marah, (9) sakit hati, (10) tidak puas, (11) perhatian, dan (12) kepercayaan. Sedangkan Wiramirhardja (2007:41-42) menyatakan bahwa penyebab konflik internal yang dialami oleh tokoh Mariah adalah: Penyebab Primer,penyebab predisposisi, penyebab actualdanpenyebab penguat.

Pada aspek bentuk-bentuk konflik internal, terkait dengan berbagai fakta konflik internal yang dialami tokoh Mariah dalam novel Terusir karya Hamka yang dipengaruhi aspek id, ego, dan superego.Pertama, perasaan cemas timbul bila tokoh merasa khawatir.Hal ini membuktikan

tahulah ia bahwa orang tengah mengatur perangkap untuk menjatuhkan anaknya ke lubang kehinaan; bulu romanya berdiri!

bahwa rasa cemas Mariah dikarenakan kekhawatiran terhadap anaknya. Kekhawatiran itu berupa bahaya yang akan terjadi kepada anaknya, Wirja yang membenci anak Mariah, karena Sofyan telah sukses.

Kekhawatiran tersebut

mengakibatkan tokoh merasa terganggu mengenai apa yang terjadi.

Hal ini ditimbulkan dari dorongan id, karena disebabkan timbulnya kecemasan pada diri tokoh merupakan indikasi mekanisme pertahanan melemah dan dekat pada

daerah yang bersifat

mengancam.Dan ancaman itu dapat muncul dari dorongan id itu sendiri.Kedua, rasa takut muncul bila tokoh dalam keadaan kekhawatiran atau gelisah, khawatir atau gelisah itu mengenai apa yang diyakini mungkin akan terjadi. Hal ini membuktikan

“tidak ada ayah bunda untuk mengadu, hanya ke rumah orang lain karena takut akan terjerumus kepada kesesatan”bahwa rasa takut Mariah dikarenakan bahwa kegelisahan

(5)

membuat perasaan Mariah menjadi takut. Kegelisahan berupa bahwa terpaksa Mariah menumpang hidup di rumah orang lain, karena takut terjerumus ke jalan yang salah.

Kegelisahan tersebut mengakibatkan tokoh menjadi lemah.Hal ini ditimbulkan dari dorongan id, yakni rasa takut merupakan salah satu sifat dan fungsi dasar dari id.Ketiga, rasa tidak aman bila tokoh merasa tidak selamat dan kurangnya keyakinan diri yang diperlukan untuk menghadapi ketidak-pastian.Hal ini membuktikan “orang hanya mau kalau kehormatannya dijadikan perkakas untuk mencari nasinya”bahwa rasa tidak aman Mariah dikarenakan bahwa ancaman dari luar. Ancaman berupa bahwa di luar sana orang jahat telah menunggunya untuk masuk ke jalan yang salah. Ancaman tersebut mengakibatkan tokoh hidup dalam ketegangan dan kecenderungan untuk bergantung kepada orang lain.

Hal ini ditimbulkan dari dorongan superego, karena disebabkan kurangnya pemecahan kecemasan dasar pada tokoh, dan kurangnya

kontrol terhadap

lingkungan.Keempat, rasa salah bila pikiran atau perilaku dia dianggap jahat.Mungkin individu merasa menyesal karena perilakunya.Hal ini membuktikan “berkali-kali pula Mariah berkirim surat kepada suaminya memohon supaya diampuni dan dibolehkan pulang kembali”bahwa perasaan bersalah Mariah dikarenakan Mariah menyesal atas perbuatannya.

Penyesalan berupa bahwa sudah berkali-kali Mariah mengirim surat kepada suaminya, dan meminta maaf. Akan tetapi, malah Azhar tak mempedulikan surat itu.Penyesalan tersebut mengakibatkan tokoh menimbulkan keinginan tokoh untuk dihukum.Hal ini ditimbulkan karena dorongan superego, karena timbul akibat dari penilaian pikiran oleh superego tokoh.Kelima, rasa frustasi bila tokoh merasa kecewa atau tidak puas.Hal ini membuktikan “sudah putus asa ia dari hidup, sudah timbul niatnya hendak membunuh diri saja”bahwa rasa frustasi Mariah

dikarenakan adanya

kekecewaan.Kekecewaan berupa bahwa Mariah putus asa atas perbuatannya.Ia berniat untuk

(6)

mencelakakan dirinya dengan mencoba bunuh diri. Hal ini ditimbulkan karena dorongan superego, karena kebanyakan penggantian perilaku disebabkan terlalu dominan atau peran aktif superego.Akibatnya, ada perasaan pada diri tokoh bahwa bukan itu sebenarnya diinginkan yang tidak disadari untuk membuat tokoh gagal.Keenam, pengharapan bila ia dalam ketiadaan bukti menganggap mampu mengantisipasi seseorang meramalkan hasil dari kejadian. Hal ini membuktikan “masih ada sesudut pengharapan hati saya untuk hidup, masih dapat timbul kegembiraan saya mendengar dan melihat kemajuan anak saya”bahwa harapan Mariah dikarenakan berdasarkan keyakinan bahwa Mariah mempunyai sesuatu hal yang baik terhadap masa depan anaknya yang membuat perasaan tokoh memiliki harapan. Keyakinan berupa bahwa masih ada rasa bahagia melihat anaknya menjadi orang berjaya di masa depan. Hal ini ditimbulkan dari dorongan superego, karena harapan dapat bersumber dari fungsi utama superego tokoh.Ketujuh,

ketergantungan individu terhadap seseorang lainnya, lembaga, atau gagasan ada dua bentuk, yaitu (1) ketergantungan percaya dan (2) ketergantungan parasit.Hal ini membuktikan“diminumnya minuman keras sehingga hati itu terhibur kembali.Maka, minuman keras itulah satu-satunya alat baginya untuk meredakan perasaan jantung yang

bergelora”bahwa rasa

ketergantungan pada diri Mariah dikarenakan penyerahan diri pada suatu hal.Penyerahan diri berupa bahwa ketika Mariah mengalami perasaan buruk, alat satu-satunya yang membuat hatinya tenang ialah meminum-minuman keras.Hal ini ditimbulkan karena dorongan ego, karena pemahaman ketergantungan menjadi penting, oleh sebab itu ketergantungan bersifat negatif untuk

perkembangan jiwa

tokoh.Kedelapan, perasaan marah bila merasa tersinggung oleh perilaku orang lain. Hal ini membuktikan

“rahasia itu mesti ditutup, sebab itu engkau mesti mati” kata Mariah yang matanya telah menyerupai mata orang gila”bahwa perasaan marah Mariah dikarenakania

(7)

tersinggung. Tersinggung berupa Wirja membicarakan Sofyan, untuk menghancurkannya.Mariah tidak dapat menahan hatinya. Hal ini ditimbulkan karena dorongan ego, karena suatu reaksi marah tidak lain dimaksudkan untuk mempersiapkan tokoh menyerang lawan yang nyata atau yang hanya ada dalam pikiran.

Kesembilan, perasaan sakit hati bila ada yang menghina atau bersikap kasar terhadapnya.Hal ini membuktikan “bagaimana hendak menunjukkan gembira kalau hati remuk dahulu.Baru saja enam bulan anaknya dimasukkan ke sekolah, masih boleh dikatakan dalam pangkuannya,

ditinggalkannya”bahwa rasa sakit hati Mariah dikarenakan bahwa hati Mariah remuk. Hati remuk berupa bahwa Mariah tak dapat melihatkan wajah kegembiraan lantaran ia masih mengingat anaknya yang baru beberapa bulan masuk sekolah harus ditinggalkannya. Hal ini ditimbulkan karena dari dorongan ego, karena sakit hati pada diri tokoh pada dasarnya menjadi penyebab suatu ego yang lemah tergantung kepada penilaian dari orang lain. Kesepuluh,

rasa tidak puas jika hidup dalam keadaan mengecewakan (kecewa dengan cara hidup). Hal ini membuktikan“hatinya tidak puas dan ia yakin bahwa pertolongan Tuhan itu pasti datang juga kepada dirinya”bahwa rasa tidak puas Mariah dikarenakan hidup dalam keadaan kecewa.Hidup dalam keadaan kecewa berupa bahwa Mariah masih tidak puas dalam hatinya.Hal ini ditimbulkan karena dorongan ego, yang mana perasaan tidak puas pada tokoh merupakan hasil perilaku pengganti.Perilaku pengganti disebabkan tokoh tidak mencapai apa yang betul-betul ia inginkan.

Kesebelas, rasa perhatian bila dia tertarik pada suatu yang berbentuk obyek atau bersifat subyek, sampai ia menganggap benar-benar menjadi masalah bagi dirinya. Hal itu membuktikan“ditaburkannya

uangnya kepada perempuan- perempuan janda yang malang, diberinya sedekah banyak-banyak kepada peminta-minta yang berjalan di hadapan rumahnya”bahwa rasa perhatian Mariah dikarenakan apa yang terjadi adalah hal penting bagi

(8)

dirinya. Hal ini ditimbulkan karena dorongan id, sebab terbentuknya perhatian didasari pada kebutuhan untuk melaksanakan tingkat awal psikoseksual yang sering mengambil bentuk kecemasan yang berkaitan dengan pikiran tokoh.Keduabelas, kepercayaan diartikan sebagai suatu tindakan atau perbuatan keyakinan.Kepercayaan mengandung suatu ketergantungan diri terhadap

integritas.Hal ini

membuktikan“dengan hati jujur dan patuh, anak-anak itu diasuhnya, dan

rumah tangga

diselenggarakannya”bahwa Mariah berupa rasa kepercayaan yang ada dalam dirinya, bahwa ketika Mariah pernah dahulu menjadi babu dirumah majikan kaya, dengan pekerjaan yang baik dilakukannya.Hal ini ditimbulkan dari keseimbangan antara id, ego, dan superego.Karena perasaan percaya berlaku melalui penggunaan mekanisme pertahanan yang minimal, dimana superego yang ideal dan ego tokoh sendiri tampil pada secara bersamaan. Pada saat yang sama, tuntutan id diterima sebagai kondisi normal, karena

kepercayaan tokoh melibatkan lebih dari satu individu.

Pada aspek penyebab konflik internal, terkait dengan gangguan- gangguan dalam kejiwaan yang mempengaruhi kepribadian tokoh.

Penyebab konflik internal yang dialami tokoh Mariah dalam novel Terusir karya Hamka, yakni:

Pertama, penyebab primer sebagai kondisi atau situasi yang harus ada seandainya gangguan terjadi. Hal ini membuktikan“saya masih ingat akan anak saya, saya kerap kali menangis di dalam kejahatan saya, bila saya terkenang akan ia. Saya telah jatuh sedalam-dalamnya, tetapi anak itulah yang senantiasa berdiri dalam ingatan saya”bahwa penyebab utama berupa bahwa dikarenakan jika pikiran atau perilaku dia dianggap jahat yang dapat membuat perasaan tokoh menjadi bersalah.Rasa salah berupa bahwa saat tokoh Mariah mengingat anaknya, ketika itupun Mariah

menangis di dalam

kejahatannya.Pikiran atau perilaku dianggap tercela atau jahat tersebut menyebabkan tokoh mengalami gangguan perilaku atau jiwa dari

(9)

penyebab utama yang disebut primer.Kedua, penyebab predisposisi adalah penyebab yang bersifat disposisi atau kecenderungan, yaitu suatu kondisi yang datang sebelum terjadinya gangguan pada suatu kondisi tertentu.Hal ini membuktikan“beratus perempuan baik-baik perempuan dari keturunan bangsawan ada yang sanggup menggantikan kedudukanku dalam rumahmu”bahwa penyebab kecenderungan tokoh Mariah dikarenakan bila ada yang menghina, atau bersikap kasar.Hal itu misalnya, berupa keluarga Azhar yang setiap kali datang kerumah hanya menyindir dan mengatakan Mariah tak tahu diri. Menyindir atau menghina tersebut menyebabkan tokoh mengalami penolakan dari orang lain yang dapat menjadi faktor predisposisi tokoh menghadapi kesukaran dalam membangun relasi dengan orang tertentu. Ketiga, penyebab aktual sebagai suatu kondisi yang secara langsung memberikan efek pada terjadinya gangguan dan bertindak sebagai pemicu. Hal ini membuktikan“kejam kepada diriku, tetapi lebih kejam

kepada anak kita yang selama ini kita harap-harapkan menjadi seorang anak yang berguna bagi masyarakat zaman yang akan datang”bahwa penyebab aktual berupa bahwa dikarenakan menganggap meramalkan hasil dari kejadian, hal itu misalnya, berupa sebagaimana Mariah berharap agar anaknya menjadi orang yang berguna di masa depan. Menganggap mampu meramalkan hasil dari situasi tersebut menyebabkan tokoh memiliki kondisi secara langsung memberikan efek terhadap terjadinya gangguan bertindak sebagai pemicu.Dan Keempat, penyebab penguat sebagai kondisi cenderung untuk memelihara perilaku maladaptif yang telah terjadi. Hal ini membuktikan“saya tidak mau ia terbawa dalam perkara ini, ia tidak bersalah, ia binasa kalau sekiranya ia tahu bahwa ibunya seorang perempuan hina”bahwa penyebab penguat berupa dikarenakan kekhawatiran yang dapat membuat perasaan tokoh menjadi takut, hal itu misalnya, berupa anaknya tidak boleh tahu, Mariah adalah seorang pelacur.Dibalik ketakutan Mariah,

(10)

tersimpan keinginan yang besar

terhadap anaknya,

Sofyan.Kekhawatiran tersebut menyebabkan tokoh mengalami kondisi dimana sering memelihara perilaku maladaptif, misalnya dilepaskannya tanggung jawab dari perbuatan salahnya dengan alasan sakit.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bentuk- bentuk konflik internal ditinjau dari aspek id, ego, dan superego yakni:

Pertama, rasa cemas didorong aspek id, ketika Mariah mendengar orang jahat ingin mencelakai anaknya.

Kedua, rasa takut didorong aspek id, takut akan terjeremus ke jalan yang salah. Ketiga, rasa tidak aman yang didorong id, karena ancaman telah menunggu di luar sana. Keempat, rasa salah di dorong oleh superego, karena Mariah menyesal atas perbuatannya.

Kelima, rasa frustasi didorong superego, ketika Mariah putus asa dengan kehidupan sendiri. Keenam, harapan didorong aspek id, karena Mariah ingin melihat anaknya

menjadi orang sukses.Ketujuh, ketergantungan didorong aspek ego, pada saat Mariah meminum- minuman keras.Kedelapan, rasa marah didorong aspek ego, ketika timbulnya perasaan marah Mariah kepada Wirja.Kesembilan, sakit hati di dorong aspek ego, ketika Mariah menghina pejabat tinggi.Kesepuluh, rasa tidak puas didorong aspek ego, Mariah yakin bahwa pertolongan

Tuhan pasti datang

untuknya.Kesebelas, rasa perhatian ditimbulkan dari id, ketika Mariah memberi uang kepada fakir miskin.Dan keduabelas, kepercayaan ditimbulkan dari Hal ini ditimbulkan dari keseimbangan antara id, ego, dan superego, bahwa Mariah pernah menjadi babu sebelum menjadi nyonya.

Penyebab konflik internal sesuai teori dan temuan data yang telah dilakukan pada peristiwa tokoh Mariah, yakni: Pertama, penyebab primer berupa ketika Mariah mengingat anaknya, dan menangis atas kejahatan selama ini. Kedua, penyebab predisposisi berupa ketika keluarga Azhar datang kerumah, dan mengatakan Mariah, perempuan tak

(11)

tahu diri.Ketiga, penyebab aktual berupa ketika Mariah berharap agar anaknya menjadi berjaya di masa depan. Keempat, penyebab penguat berupa Sofyan tidak boleh tahu, jika Mariah adalah seorang pelacur.

Setelah menganalisis konflik internal tokoh Mariah dalam novel Terusir karya Hamka, maka ada beberapa saran yang ingin di sampaikan peneliti.Adapun saran yang ingin peneliti sampaikan adalah sebagai berikut.Pertama, secara teori, buku sastra telah mengalami pembaruan teori yang signifikan, untuk itu diperlukan teori sastra sastra yang mapan sebagai penunjang penelitian sastra yang lebih luas.Kedua,bagi pembaca, diharapkan dapat memberikan penilaian terhadap sebuah karya sastra dengan persepsi dan interpretasi masing-masing.Ketiga, peneliti selanjutnya yang akan meneliti novel Terusir karya Hamka, disarankan untuk melakukan penelitian dengan aspek yang berbeda

DAFTAR PUSTAKA

Hamka. 2016. Terusir. Jakarta:

Gema Insani.

Moleong, Lexy. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya.

Muis, Saludin. 2009. Kenali Kepribadian Anda dan Permasalahannya: Dari Sudut Pandang Teori Psikoanalisa. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Ratna, Kutha, Nyoman. 2010. Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sayuti, Suminto. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi.

Yogyakarta: Gama Media.

Suroso, dkk. 2008. Kritik Sastra:

Teori, Metodologi, Dan Aplikasi. Yogyakarta:

Elmatera Publishing.

Wiramihardja, Sutardjo. 2007.

Pengantar Psikologi Abnormal. Bandung: Pt Refika Aditama.

Zaviera, Ferdinand.2008. Teori Kepribadian Sigmund Freud.

Yogyakarta: PrismaSophie.

Referensi

Dokumen terkait

Tokoh “aku” sebagai tokoh utama dalam novel Hidup Ini Brengsek dan Aku Dipaksa Menikmatinya digunakan pengarang untuk menggambarkan insting dan hawa nafsu seseorang dari sudut pandang

Dalam penelitian ini struktur kepribadian ada 3 yaitu id, ego,superego setelah dianalis dinyatakan banyak yang tergolong ke dalam superego karena dalam cerpen halusianasi karya harta