Laporan redaksi menyatakan bahwa buku ini merupakan produk pembelajaran berbasis masalah pada Mata Kuliah Profesi Bimbingan dan Konseling semester Juli Desember 2021 yang merupakan hasil gagasan mahasiswa sebanyak 56 orang. Era baru peradaban yang terjadi akibat kemajuan teknologi dimaknai sebagai tantangan, namun juga peluang bagi profesi Bimbingan dan Konseling. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan dampak yang signifikan terhadap layanan bimbingan dan konseling di Indonesia (Rakhmawati, 2017).
Konselor dapat mengembangkan diri sebagai pembuat konten, influencer dan pengembang platform serta host provider dalam pengembangan profesi bimbingan dan konseling. Peluang besar untuk memanfaatkan media online, berbagai aplikasi dan platform untuk mendukung tercapainya tujuan bimbingan dan konseling.
Budaya Berpikir Bebas
Bangsa Indonesia dalam budaya masyarakat modern dan masyarakat peradaban baru yang penuh resiko dengan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat, konseling berperan penting dalam membantu individu (klien) untuk membangun budaya baru berdasarkan nilai-nilai budaya. bangsa Indonesia, yaitu :.
Budaya Keterbukaan Emosional dan Intelektual
Konselor membantu individu (klien) mengembangkan kedewasaan dengan meningkatkan kemampuan mereka menganalisis dan mensintesis berbagai jenis informasi dan membuat keputusan dan sikap sendiri, baik secara intelektual maupun emosional.
Budaya Inklusivisme
Budaya Kebebasan untuk Menyatakan Sesuatu
Budaya Inovasi dan Pengambilan Risiko
Konseling akan membantu individu (klien) mengembangkan budaya inovasi dan pengambilan risiko dengan mendorong mereka untuk kreatif dan menghasilkan ide-ide baru serta berani mengambil risiko dari hasil inovasinya.
Budaya Kematangan
Budaya Investigasi
Budaya Unggul
Konseling akan membantu individu (klien) mengembangkan dirinya untuk mencapai keunggulan optimal, yaitu dengan terus berupaya menjadi yang terbaik, menjadi yang pertama dan berbeda dalam menghadapi masyarakat modern dan masyarakat beradab baru.
Budaya Berprestasi
Budaya Entrepreneur
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar dan menengah. Pengembangan tugas konselor sekolah (Guru BK) bekerjasama dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan pembelajaran siswa.
KONSELOR PROFESIMU KINI DAN NANTI 48 GAGASAN TERTULIS
HASIL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
FIP UNP
Bagaimana Kriteria Konselor Profesional?
PROFESIONALISME KONSELOR
Tentang Penulis
Kini penulis memutuskan untuk pindah dan melanjutkan pendidikannya di jurusan bimbingan dan konseling FIP UNP. Setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun di MAN, penulis melanjutkan pendidikan S1 bimbingan dan konseling di Universitas Negeri Padang pada tahun masuk/BP 2018 hingga saat ini. Berdasarkan pengalamannya menjadi guru BK, penulis melaksanakan Program Bimbingan dan Konseling Lapangan (PLBK-S) di SMP Negeri 31 Padang Jalan Andalas no.
Ide penulis kali ini adalah membahas tentang kinerja guru dalam bimbingan dan bimbingan di sekolah. Hal ini penting karena masih banyak oknum lain yang salah memahami guru bimbingan dan bimbingan, serta banyak guru bimbingan dan bimbingan yang menyimpang dari tugasnya yang sebenarnya. Oleh karena itu, penulis telah menyiapkan gambaran tertulis tentang kinerja nyata guru bimbingan dan konseling di sekolah. Saat ini bekerja sebagai mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Padang jurusan Bimbingan dan Konseling (S1).
Setelah lulus dari SMA N 2 Sawahlunto pada tahun 2017, saat ini beliau sedang menempuh pendidikan Diploma Bimbingan dan Konseling di FIP UNP. Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMAN 3 kota Solok, beliau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Universitas Negeri Padang dengan fokus pada bimbingan dan konseling. Penulis pernah tampil pada acara wisuda mata kuliah Bimbingan dan Konseling dan tampil sebagai chorister pada acara tersebut.
Tahun 2018 hingga sekarang, beliau menjadi mahasiswa di Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Gagasan ini membahas tentang pentingnya seorang konselor atau guru bimbingan dan konseling dalam pelatihan. Menyelesaikan pendidikan SD pada tahun 2012, pendidikan SMP pada tahun 2015, pendidikan SMK pada tahun 2018 dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang jurusan bimbingan dan konseling.
Stigma Negatif Mengenai Guru BK Perlu Diubah
STIGMA MENGENAI GURU BK
Tentang Penulis
Putri Melinda Sari merupakan mahasiswi BK FIP UNP semester 7 dan satu-satunya mahasiswi asal Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2018, ia mengikuti tes tertulis SBMPTN dan lulus jurusan BK Universitas Negeri Padang. Pada tahun yang sama, ia mulai menjadi mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling di Universitas Negeri Padang. Selain mengikuti perkuliahan di BK, penulis juga pernah menjadi anggota Paduan Suara Universitas Negeri Padang dan mengikuti lomba paduan suara yang diadakan oleh fakultas Universitas Negeri Padang. Selain mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) paduan suara, penulis juga pernah mengikuti UKM musik.
Hal ini penting karena konselor merupakan profesi yang saat ini banyak diminati oleh mahasiswa yang sedang menekuni bimbingan dan konseling, serta mahasiswa dari jurusan lain yang sedang menjalani pelatihan lebih lanjut dalam profesi konseling. Menurut penulis sendiri, profesi penasihat merupakan profesi yang sangat mulia, sama seperti profesi dokter dan psikolog. Seorang dokter membantu pasien yang sakit jasmani, seorang psikolog membantu pasien yang sakit jiwa dan seorang konselor membantu klien yang mempunyai permasalahan hidup yang sangat rumit, begitu juga dengan trauma dan gangguan jiwa ringan lainnya, konseling pernikahan, masalah remaja, gangguan kepribadian dan sejenisnya. segera.
Jadi menurut penulis, pentingnya profesi konselor sama pentingnya dengan pentingnya profesi dokter dan psikolog yang membantu seseorang mengatasi permasalahan. Adanya mata kuliah konseling profesional pada jurusan BK UNP sangat membuka pemahaman mahasiswa akan pentingnya profesi konseling.
Guru BK Pembimbing Masa Depan
JANGAN TAKUT PADA GURU BK
Guru BK di Mata Siswa
Guru bimbingan dan konseling merupakan guru yang mempunyai peranan sangat penting di lingkungan sekolah untuk membantu siswa mengatasi permasalahan dan mengembangkan potensi siswa. Jika melihat kenyataan yang ada, siswa menganggap konselor sebagai makhluk yang paling menakutkan, paling kejam, polisi sekolah, musuh siswa, bahkan ada yang menganggap konselor sebagai hantu yang menghantui lingkungan sekolah. Pola pikir ini sudah ada sejak awal munculnya istilah Guru BK atau dulu dikenal dengan BP di lingkungan sekolah dan berlanjut hingga era milenial saat ini.
Jika dilihat dari sikap positif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling, maka guru bimbingan dan konseling sangat bermanfaat bagi semua pihak di sekolah karena membantu mengatasi permasalahan serta dapat mengembangkan potensi, bakat dan minat siswa (Busmayaril & Heldayani, 2016). Sedangkan jika melihat sikap negatif siswa terhadap guru pembimbing, menurut Prasetiyono (2013), siswa menganggap guru pembimbing sebagai polisi sekolah dan tugasnya hanya menangani siswa bermasalah.
HITAM PUTIH BK (MINDSET SISWA
Tantangan Guru BK di Sekolah dan Solusinya
Ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa bimbingan dan konseling hanya bersifat saling melengkapi dalam dunia pendidikan, sehingga sekolah tidak perlu lagi bersusah payah memberikan layanan bimbingan dan konseling karena dianggap tersirat dalam pendidikan itu sendiri. Pada hakikatnya kedua unsur tersebut saling membutuhkan dan saling melengkapi.Bimbingan dan konseling mempunyai derajat dan tujuan yang sama dengan layanan pendidikan, yaitu mengantarkan peserta didik mencapai pengembangan diri yang optimal.
PROBLEMATIKA GURU BK DAN PERANGKAT
SEKOLAH LAINNYA
Selama bekerja di lapangan, banyak sekali ilmu yang saya peroleh tentang bekerja dengan guru bimbingan dan konseling, sehingga membuat saya merasa down. Lulus SMA N 1 Negeri Padang tahun 2018, memutuskan kuliah di UNP setelah lulus SNPTN jurusan bimbingan dan konseling sebagai pilihan kedua dan saat ini masih kuliah. Sejak tahun 2018, studi bimbingan dan konseling telah memberikan saya banyak pengetahuan tentang bimbingan dan konseling sehingga membuka wawasan saya mengenai permasalahan seputar BK di lingkungan sekitar.
Beliau mulai kuliah pada tahun 2018 jurusan bimbingan dan konseling dan saat ini sedang menempuh semester akhir di Universitas Negeri Padang. Pada awal perkuliahan tahun ajaran 2018/2019, peneliti tampil pada acara wisuda Jurusan Bimbingan dan Konseling dan peneliti tampil sebagai penari pada acara tersebut. Sejak tahun 2018 saat pertama kali bergabung dengan departemen FIP UNP tentunya banyak hal baru yang dipelajarinya, mulai dari cara menghadapi permasalahan sebagai guru BK atau sebagai konselor, cara mengatasi permasalahan yang dialami pelanggan dengan baik dan cara-caranya. memberikan pelayanan yang sesuai dengan permasalahan yang dialami siswa atau pelanggan.
Antara guru bimbingan dan administrasi, hal ini penting karena kita tahu bahwa kita banyak berurusan di sekolah atau di lapangan sebagai pembimbing. Konselor rahasia adalah seseorang yang telah menyelesaikan setidaknya gelar sarjana dalam pelatihan bimbingan dan nasehat dan juga telah menyelesaikan pelatihan kejuruan sebagai konsultan. Guru BK/BK adalah orang yang memberikan bimbingan berupa pemberian pelayanan kepada klien/siswa agar klien/siswa dapat memahami kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya.
Hal ini terlihat dari bidang bimbingan dan konseling yang mengandung makna bahwa konselor sekolah mempunyai tugas dan kewajiban yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, konselor sekolah wajib menyelenggarakan program layanan bimbingan dan konseling baik langsung maupun tidak langsung yang layak untuk pendidikan karakter. Dalam proses bimbingan dan konseling, seorang konselor memberikan fasilitas kepada konseli agar mampu memahami dirinya sendiri, mampu mengeksplorasi berbagai permasalahan yang dihadapinya dan mampu memilih alternatif pilihan penyelesaian permasalahan yang terbuka.
PERAN KONSELOR SEKOLAH
Kini beliau menjadi mahasiswa di Universitas ternama yaitu Universitas Negeri Padang (UNP), jurusan S1 Bimbingan dan Konseling angkatan 2018. Saat ini kuliah S1 Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang memasuki tahun 2018. Penulis adalah anak Anak kedua dari dua bersaudara. Penulis mempunyai hobi memasak dan berenang. Penulis belajar di SD Negeri 006 Ujungbatu, MTsN 2 Rokan Hulu dan SMA Negeri 1 Ujungbatu.
Selain mengikuti perkuliahan di BK FIP UNP, penulis bukan anggota organisasi manapun, namun selalu mengikuti kegiatan BK di kampus seperti acara BAKMAS, PKKMB dan KRIDA. Penulis juga pernah melakukan PLBK di SMA Negeri 1 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Banyak sekali pengalaman yang penulis peroleh dengan melakukan kegiatan PLBK di sekolah. Apakah penulis dapat menciptakan suasana yang menyenangkan di dalam kelas dan memberikan informasi tentang BK kepada siswanya?” Ternyata pada praktek lapangan pada saat PLBK-S di salah satu SMA di Kota Padang, penulis mampu membuktikan bahwa penulis dapat melakukan hal-hal yang tadinya cemas dan menjadi kurang cemas karena penulis dapat mengajar dan saya ingin mengetahui lebih banyak tentang BK secara umum karena siswa pada awalnya hanya mengira bahwa BK hanya diperuntukkan bagi siswa yang bermasalah.Penulis juga telah meluangkan waktu sebagai pembimbing dan guru BK pada Praktek Lapangan Bimbingan Konseling Sekolah (PLBK-S) di salah satu SMP Padang.
Kedepannya penulis sangat ingin menjadi seorang konselor profesional atau guru bimbingan dan konseling yang sangat digemari di sekolah-sekolah. Penulis mempunyai hobby membaca dan berenang Penulis mempunyai motto tentang mencintai diri sendiri yang mungkin sebagian besar orang juga mengetahui motto ini yaitu. Setelah lulus S1, penulis juga ingin melanjutkan pendidikannya menjadi konselor atau lebih lanjut ke Magister Bimbingan dan Konseling.
Penulis ingin mendalami lebih jauh apa saja yang harus dilakukan seorang konsultan dalam membimbing dan menasihati kliennya. Saat ini beliau menempuh pendidikan di Universitas Negeri Padang dengan gelar Sarjana Bimbingan dan Konseling sejak tahun 2018. Saya seorang mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang.
TENTANG EDITOR