• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Media Pembelajaran a

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Konsep Media Pembelajaran a"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Sebagaimana dikemukakan oleh para ahli dan lembaga, termasuk AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977), mereka mendefinisikan media sebagai segala macam bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi. Media audio merupakan suatu media yang isi pesannya berupa suara yang hanya dapat diterima oleh khalayak. Media visual dapat ditampilkan dengan menggunakan alat proyeksi atau proyektor, melalui media ini perangkat lunak (software) melengkapi proyeksi tersebut sehingga dapat menghasilkan cahaya atau gambar yang bias sesuai dengan materi yang diinginkan. 3) Media Audio Visual.

Video merupakan media yang pesannya mengandung dua unsur yang menjadi satu yaitu audio dan visual. Bahan cetak merupakan media yang berfungsi sebagai perantara dari sumber informasi yaitu guru, dosen, pengajar hingga penerima informasi yaitu siswa untuk memperlancar kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Poster merupakan media yang terdiri dari kata-kata atau simbol sederhana dan umumnya berisi larangan atau ajakan.

Keunggulan media poster selanjutnya menurut Notoatmodjo (2012) dalam bukunya (Putra Apriadi Siregar, 2020) beberapa keunggulan media poster dibandingkan media lainnya adalah sebagai berikut.

Kelemahan Media Poster

Sehingga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menelaah atau mengingat kembali apa yang telah dipelajarinya dari poster tersebut. d) Dapat menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik pada siswa yang melihatnya. Media poster sebagai media promosi kesehatan mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan dengan media promosi kesehatan lainnya, yaitu sebagai berikut: a) Tujuan dari media poster terbatas, media poster hanya dapat . diberikan kepada peserta peserta promosi kesehatan dan kepada penonton saja.

Taman Kanak-kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan pra sekolah, lembaga ini menyelenggarakan program pendidikan usia dini bagi anak berusia minimal 4 tahun hingga memasuki pendidikan dasar. Taman Kanak-kanak merupakan jenjang pendidikan formal pertama yang dimasuki anak usia 4-6 tahun hingga masuk sekolah dasar. Pendidikan anak usia dini khususnya taman kanak-kanak merupakan pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada perkembangan seluruh aspek kepribadian anak, hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Anderson. didaktik metodis yang perlu diperhatikan, yang tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi perkembangan kepribadian anak.”

Oleh karena itu, pendidikan prasekolah khususnya taman kanak-kanak harus menawarkan kegiatan berbeda yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan, yang meliputi aspek kognitif, bahasa, sosial, emosional, fisik, dan motorik (Suriansyah dan Aslamiah. Menurut (Susanto, 2015) menyatakan bahwa, anak-anak Anak usia dini dengan kelompok umur 0 – 6 tahun, terutama antara usia 2 sampai 6 tahun, disebut sebagai anak dengan masa sensitif atau kepekaan tinggi, yaitu masa dimana fungsinya harus distimulasi dan dikendalikan agar dapat berkembang. tidak menghambat ilmunya, karakter anak pada masa ini dibangun oleh orang tua, keluarga dan guru untuk menciptakan perkembangan budi pekerti (moral) yang baik pada diri anak.

Perkembangan karakter pada masa anak prasekolah (TK/RA) dapat dilihat dari beberapa ciri khas yang dijelaskan sebagai berikut: . 1) Perkembangan fisik (fisik dan motorik). Menurut (Rahma, 2009), perkembangan motorik pada anak terdiri dari dua bagian, ada yang kasar dan ada pula yang halus. Anak-anak dicirikan oleh emosi yang kuat, dan emosi ini sering kali terlihat dan emosi mereka untuk sementara tidak stabil.

Secara umum menurut (Susanto, 2015) mengemukakan ciri-ciri anak usia dini meliputi anak yang suka meniru, dunia anak adalah dunia bermain, anak masih dalam masa perkembangan, anak masih anak-anak, anak mempunyai kreativitas yang tinggi dan Anak masih polos. individu. Salah satu hal yang perlu dipelajari anak kecil adalah cara buang air kecil dan besar yang dapat diterima secara sosial di masyarakat. Cap pendidikan akhlak pertama yang kemudian menjadi ciri anak”, yang artinya “Pendidikan toilet adalah pendidikan akhlak pertama bagi anak yang dapat diterima.

Konsep Covid-19

Covid-19 pertama kali tercatat di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 dengan jumlah kasus terpapar Covid-19 sebanyak 2 orang. Gejala Covid-19 antara lain gangguan pernapasan akut, demam di atas 38°, batuk dan sesak napas, sering disertai lemas, nyeri otot, dan diare. Pada orang yang sangat terpapar Covid-19, menurut (Kementerian Kesehatan RI, 2021) dapat menimbulkan gejala pneumonia, penyakit pernafasan akut, gagal ginjal bahkan kematian.

Penularan Covid-19 terutama melalui percikan cairan dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, bahkan saat berbicara. Ketika seorang pasien yang terpapar Covid-19 batuk atau bersin, droplet yang mengandung virus tersebut akan mengenai orang yang rentan dan membuat mereka terpapar Covid-19. Kontak langsung dengan seseorang yang terkena Covid-19, baik disengaja maupun tidak, dapat menyebabkan orang tersebut tertular.

Kontak tidak langsung dapat terjadi karena droplet yang mengandung virus mengenai permukaan benda, dan benda tersebut disentuh dengan jari, setelah itu jari yang terinfeksi menyentuh mulut, hidung, atau mata. Menurut penelitian, Covid-19 mampu bertahan selama 5 hari pada suhu 20°C, dan mampu bertahan kurang dari 48 jam di udara kering. Pada keluarga yang salah satu anggota keluarganya terpapar Covid-19, sangat umum terjadi penularan.

Hal ini bisa terjadi jika tidak ada yang mengetahui salah satu dari mereka terpapar Covid-19 dan akhirnya seluruh anggota keluarga tertular. Aerosol dapat bertahan di udara selama 24-48 jam dan dapat menyebar dari beberapa meter hingga puluhan meter, pada ruangan tertutup dengan ventilasi yang buruk hal ini dapat terjadi.

Protokol Kesehatan

Menurut (Syamsul, 2020), protokol kesehatan adalah pedoman atau tata cara kegiatan yang dilakukan untuk menjamin kesehatan individu dan orang lain agar terhindar dari penyakit tertentu. Tujuan dari protokol kesehatan adalah untuk meningkatkan upaya pengendalian dan pencegahan penularan Covid-19 pada individu dan masyarakat di tempat umum. Jika masyarakat dapat mengikuti seluruh aturan yang disebutkan dalam protokol kesehatan, maka penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan dikurangi.

Memutus rantai penyebaran Covid-19 memerlukan peran penting dari masyarakat untuk tidak bepergian ke luar rumah, di tempat yang banyak terjadi pergerakan orang, interaksi manusia dan tempat banyak orang berkumpul, sehingga menjadi sumber penularan baru atau klaster baru. jangan membuat. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, masyarakat harus terus dapat kembali beraktivitas dengan melakukan adaptasi terhadap kebiasaan baru yang lebih sehat, bersih, dan patuh, yang harus diterapkan di seluruh lapisan masyarakat. Secara umum protokol kesehatan menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NOMOR HK.01.07/MENKES/382/202 adalah sebagai berikut.

Salah satu cara penularan Covid-19 adalah melalui droplet atau percikan cairan pernapasan, yang dapat menulari seseorang dengan membiarkan droplet yang mengandung virus masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut, dan mata. Masker digunakan saat beraktivitas di luar ruangan atau saat berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya. Penggunaan masker yang benar adalah yang mampu menutupi seluruh area, mulai dari hidung, mulut, hingga dagu. Jika menggunakan masker kain disarankan menggunakan masker kain 3 lapis, lebih baik lagi jika menggunakan masker ganda.

Pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19 memerlukan perlindungan kesehatan masyarakat yang harus diupayakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Penularan Covid-19 di tempat umum disebabkan oleh adanya kerumunan atau interaksi manusia yang dapat mengakibatkan kontak fisik. Peran pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum dalam melindungi kesehatan masyarakat sangat penting untuk terwujudnya hal-hal berikut.

Konsep Dasar Perilaku a. Pengertian Perilaku

Ranah perilaku dapat dibagi menjadi tiga bagian, tujuan bagian ini adalah untuk tujuan pendidikan dalam pengembangan atau peningkatan ketiga ranah perilaku, yang terdiri dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik (Wellina, dkk, 2018), hal ini tiga domain perilaku. domain dapat diukur berdasarkan aspek yaitu sebagai berikut. Tanpa adanya ilmu maka seseorang tidak dapat mengambil keputusan dan menentukan tindakan terhadap permasalahan yang dihadapinya, karena tanpa adanya ilmu maka seseorang tidak mempunyai dasar untuk melakukan hal tersebut. Sikap merupakan reaksi atau respon tertutup yang dihasilkan seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.

Ada beberapa tingkatan sikap, yaitu sebagai berikut: a) Penerimaan, subjek dapat menyadari rangsangan yang diberikan objek. Pengukuran perilaku juga dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan menggunakan teknik wawancara mengenai suatu kegiatan yang telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya (recall). Sebelum seseorang menerapkan suatu perilaku baru, terdapat beberapa proses yang berurutan, yaitu sebagai berikut.

Tingkah laku setiap orang dapat berubah sesuai dengan hal-hal yang dapat menimbulkan perubahan dalam perkembangan kehidupannya. Menurut (Irwan, 2017), perilaku manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal yang dapat menyebabkan perubahan perilaku antara lain sebagai berikut. Beberapa faktor internal yang relevan dapat menyebabkan perubahan perilaku, yaitu ras atau keturunan, jenis kelamin, ciri fisik, kepribadian, bakat, dan kecerdasan.

Tingkah laku seseorang bisa berbeda-beda sesuai dengan tipe fisiknya, antara lain orang yang bertubuh pendek, bulat, gemuk, dengan wajah berminyak termasuk tipe piknik. Perilaku yang dipengaruhi oleh kecerdasan adalah perilaku cerdas dimana seseorang dapat bertindak cepat, tepat dan mudah terutama dalam mengambil keputusan. f) Bakat. Agama akan menjadikan individu bertindak sesuai dengan norma dan nilai yang diajarkan oleh agama yang dianut oleh individu tersebut.

Kerangka Teori

Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses belajar mengajar, hasil dari proses belajar mengajar tersebut berupa perubahan tingkah laku. Dan Skinner juga menyatakan bahwa respon atau reaksi itu ada dua yaitu respon responden atau respon refleksif yang dalam hal ini adalah respon yang dihasilkan oleh suatu stimulus tertentu dan respon operan atau respon instrumental yaitu respon yang terjadi dalam hal ini dan juga berkembang, yang mana kemudian akan diikuti oleh rangsangan lainnya. Menurut Notoatmodjo, 2010, dalam teori “S-O-R” perilaku manusia dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu perilaku tertutup yaitu perilaku yang akan terjadi apabila respon terhadap suatu stimulus tidak dapat atau tidak dapat diamati dari luar oleh orang lain, dan yang lainnya adalah perilaku terbuka yaitu perilaku yang terjadi jika dalam hal ini respon terhadap suatu stimulus dapat dilihat dalam bentuk suatu tindakan.

Kerangka Konsep

Hipotesis

Gambar

Gambar 1 Bagan Kerangka Teori
Gambar 2. Bagan Kerangka Konsep

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran tiga dimensi untuk siswa tunanetra, mengetahui kelayakan media hasil pengembangan, mengetahui peningkatan

Penelitian pengembangan ( Research and Development) ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video game yang dapat meningkatkan penguasaan konsep dan

merupakan pendapat individu terhadap dirinya sendiri yang kemudian terbagi lagi menjadi tiga bagian, yakni dimensi identitas diri, perilaku diri, dan penerimaan

Pada perancangan perangkat keras dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian masukan, bagian pengendali dan bagian keluaran. Pada bagian masukan terdapat sensor debu, sensor

Teknik lari jarak pendek, pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu start jongkok, gerakan lari, dan teknik memasuki garis finish.. Berikut ketiga bagian

Hasil penelitian yang telah dilakukan dirangkum dan dituangkan dalam bentuk karya ilmiah yang disebut tesis. Tesis ini dibagi dalam tiga bagian yaitu bagian awal,

Lubang post screwing tersebut dibagi tiga bagian, yaitu lubang kontrol yaitu lubang yang tidak diberi perlakuan pemberian apapun, kemudian lubang yang diberi

Gerzon juga menyebutkan, dalam pembuatan film dokumenter gaya atau bentuk dapat dibagi ke dalam tiga bagian besar.. Pembagian ini merupakan ringka- san dari aneka ragam bentuk