• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1. Konsep Pembinaan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "1.1. Konsep Pembinaan"

Copied!
202
0
0

Teks penuh

Gautama membandingkan institusi ketenteraman awam ini dengan "brek kecemasan" yang kita dapati di setiap kereta api. Oleh itu, pembinaan ketenteraman dan ketenteraman awam adalah satu usaha untuk meningkatkan ketenteraman dan ketenteraman awam dengan melibatkan agensi keselamatan negara serta kerajaan pusat dan wilayah serta masyarakat.

Tugas pokok POLRI adalah dalam bidang keamanan dan ketertiban (KAMT|B)

Apabila diperlukan, pejabat daerah yang bertugas memelihara ketenteraman dan ketertiban dapat diminta untuk membantu Polri. Menyelenggarakan pembangunan ketenteraman dan ketertiban dalam skala regional dan lokal untuk mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan ketenteraman dan ketertiban di tingkat nasional.

BAB II

MAKNA DEMOKRASI

Menurut Hans Kelsen, keadilan sosial akan melahirkan kebahagiaan bagi segelintir orang yang tidak mendapatkan keadilan tersebut. Partai politik adalah sekumpulan orang yang mempunyai asumsi pembangunan daerah dan pelaksanaannya berdasarkan dukungan dari orang-orang yang termasuk dalam keanggotaan.

BAB III

PEMERINTAHAN UMUM

Memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara

Artinya, Mahkamah Agung merupakan lembaga peradilan tertinggi yang menangani jenis perkara berupa kasasi, revisi, dan pengawasan yudisial terhadap peraturan perundang-undangan. Kemudian dalam undang-undang no. 5 Tahun 1974, Pasal 10) urusan umum kenegaraan dirumuskan dengan jelas sebagai berikut. UU no. 23 Tahun 2014 sebagai penyempurnaan dari UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengatur urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat8, yaitu.

Pertama, bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia tidak menganut ideologi sentralisme, melainkan membagi wilayah Indonesia menjadi wilayah besar dan kecil yang diatur dengan undang-undang; Kedua, ketentuan dalam undang-undang harus melihat dan mengingat dasar musyawarah dalam sistem usul di daerah khusus; Ketiga, wilayah besar dan kecil bukanlah negara, melainkan wilayah yang tidak terpisahkan dan terbentuk dalam kerangka negara kesatuan (unitary state); Empat pola wilayah utama. Disebutkan dalam pasal 1 angka 1 UUD 1945 “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik”. Dalam literatur administrasi umum, istilah padanan dalam bahasa Belanda adalah istilah manajemen umum.

Hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara penyelenggaraan pemerintahan umum dan otonomi Pemerintahan Daerah. adalah prinsip kesetimbangan yang membutuhkan pengetahuan tentang seberapa jauh devolusi dapat diambil hingga batasnya di . dimana pelaksanaan desentralisasi tidak dirugikan, melainkan diuntungkan.

Memfasilitasi terwujudnya keselarasan hubungan antarstrata pemerintahan, yaitu antara pemerintahan pusat dengan provinsi,

Dalam pasal-pasal tersebut ditegaskan bahwa pemerintahan terdiri atas pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang diatur dengan undang-undang. Pembagian Kewenangan dan Urusan Pemerintah Pusat - Organisasi daerah yang besar dan kompleks seperti negara Indonesia. Doktrin ultra yrles, yaitu pemerintah pusat menyerahkan kewenangan kepada daerah otonom dengan menjabarkannya satu per satu.

Cara penyerahan ini dianut oleh UU No. 22 Tahun 1gggg, UU No. 32 Tahun 2004 dan UU No. 23 Tahun 2014 bahwa kewenangan daerah meliputi seluruh bidang pemerintahan kecuali kewenangan dalam politik luar negeri, pertahanan, keamanan, peradilan, moneter dan fiskal dan agama. Artinya, tidak mungkin negara menyelenggarakan pemerintahan daerah secara penuh dalam arti dapat mengurus semua urusan negara. Pemerintah pusat masih menangani sebagian urusan yang diserahkan ke daerah, seperti pengawasan dan penetapan standar, kriteria, dan prosedur.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 mendefinisikan devolusi sebagai pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.

Kewenangan yang tidak atau belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten dan daerah kota

Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Pengendalian secara represif terhadap peraturan daerah, keputusan kepala daerah dan keputusan DPRD serta keputusan pimpinan DPRD kabupaten/kota. Pelayanan lintas kabupaten/kota dimaksudkan untuk mencakup beberapa atau seluruh kabupaten/kota dalam satu provinsi. Sejak DPRD memilih Gubernur, Gubernur bertanggung jawab kepada DPRD yang memilihnya, yaitu menurut UU No. 22 Tahun 1999.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten/kota merupakan sisa kewenangan pemerintah. Adapun kewenangan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, baik undang-undang maupun peraturan pemerintah tidak mengaturnya secara khusus. Kewenangan yang dimaksud bukan berdasarkan pendekatan sektoral, departemen dan non departemen yang ada, tetapi berdasarkan pembagian kewenangan.

Daerah/kota dapat membuat rincian kewenangan kemudian mengagregasi menjadi kewenangan yang setara/setingkat antar sektor.

Kesehatan

Sehingga penggunaan nomenklatur didasarkan pada kelompok kerja yang memiliki sifat dan sifat yang mirip dan saling terkait serta pada pekerjaan yang memerlukan perlakuan khusus.

Pertanian 5. Perhubungan

Tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada kabupaten/kota meliputi beberapa tugas di bidang politik luar negeri. Tugas pembantuan yang diberikan oleh provinsi sebagai wilayah administrasi kepada kabupaten/kota meliputi beberapa tugas di bidang pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubernur sebagai wakil. Jadi, tugas pembantuan kabupaten/kota adalah badan yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi baik sebagai daerah otonom maupun sebagai wilayah administrasi.

Pemerintah pusat memberikan pedoman berupa pertanggungjawaban, laporan dan evaluasi atas pertanggungjawaban kinerja gubernur, bupati, dan walikota. Pemerintah pusat memberikan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi aparatur pemerintah provinsi/kabupaten/kota dalam bentuk pendidikan dan pelatihan. Untuk melaksanakan pembinaan tersebut, pemerintah pusat dapat melimpahkan kewenangannya kepada gubernur selaku wakil pemerintah daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengawasan yang dilakukan oleh Negara untuk menjamin pelaksanaan otonomi daerah berjalan sesuai dengan tujuannya berupa.

BAB IV KEPEMIMPINAN

Unsur interaksi atau kegiatan atau usaha' din proses

Dalam wawancara, sembilan belas dari dua puluh anak mengatakan bahwa mereka lebih menyukai pemimpin demokratis daripada pemimpin otokratis. Gaya kepemimpinan demokratis berada di antara satu agresif dan empat apatis dalam kelompok otokratis. Filippo (1994) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai pola perilaku yang dirancang untuk mengintegrasikan kepentingan organisasi dan organisasi.

Nilai-nilai demokrasi dalam kepemimpinan ini dapat dilihat dari kebijakan pemimpin yang berorientasi pada hubungan antar manusia. Pemahaman literatur yang membahas tentang tipologi kepemimpinan langsung menunjukkan bahwa semua ilmuwan yang mencoba mendalami berbagai aspek kepemimpinan mengatakan bahwa seorang pemimpin yang tergolong pemimpin otokratis. Seorang pemimpin otokratis akan memaknai disiplin kerja yang tinggi yang ditunjukkan oleh bawahannya sebagai wujud kesetiaan bawahan kepadanya, padahal disiplin kerja itu didasarkan pada rasa takut, bukan loyalitas.

Dengan egoisme yang besar, seorang pemimpin otokratis melihat perannya sebagai sumber dari segala sesuatu dalam kehidupan organisasi seperti kekuasaan untuk tidak dibagi dengan orang lain dalam organisasi, ketergantungan total.

Menggunakan pendekatan hukuman dalam hal terjadinya penyimpangan oleh bawahan

Perbedaan kedua gaya kepemimpinan tersebut didasarkan pada asumsi pemimpin tentang sumber kekuasaan atau otoritas Konsep ini menjelaskan hubungan antara gaya kepemimpinan yang efektif dengan tingkat kematangan pengikut, bagi pemimpin Misionaris (pelindung dan penyelamat), yang menunjukkan perilaku kepemimpinan sebagai tambahan yang lemah dan meringankan masalah yang dihadapi.

Otokrat (otokratis), yaitu menunjukkan perilaku kepemimpinan yang keras kepala dan membandel karena merasa benar sendiri. Birokrat atau birokrat yang menampilkan perilaku kepemimpinan yang patuh dan taat aturan, memiliki kemampuan berorganisasi, cenderung naif. Otokrat yang baik hati atau otokrat yang lembut atau halus yang menunjukkan perilaku kepemimpinan dengan bekerja dengan lancar dan benar, ahli dalam mengatur,.

Eksekutif atau eksekutif biasanya memiliki peran sebagai pemimpin, yang menunjukkan perilaku kepemimpinan yang berkualitas, memiliki kemampuan untuk memotivasi anggota sebagai bawahan, dan berpikiran terbuka.

KONFLIK SOSIAL

Peraturan ini dimaksudkan sebagai instrumen bagi pemerintah untuk mengambil sejumlah langkah yang diperlukan pada tahap awal untuk mencegah konflik sosial. Dengan demikian, konflik sosial dapat diminimalkan jika semua pihak yang terlibat dapat bekerja secara sinergis melalui mekanisme sistem penyebaran bibit-bibit pemicu konflik. Realitas keragaman tersebut telah ada dan melebur menjadi satu sejak Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Tidak dipungkiri bahwa bangsa bukan hanya sebagai modal pembangunan tetapi juga memiliki potensi konflik sosial di Indonesia.

Indonesia Perbedaan karakteristik, perilaku, strata sosial serta budaya dan agama merupakan faktor yang berpengaruh besar terhadap terjadinya konflik sosial itu sendiri 5s. Bupati/walikota bertanggung jawab dan wajib melaporkan perkembangan penyelesaian konflik kepada Gubernur dengan tembusan menteri yang membidangi urusan dalam negeri dan/atau menteri terkait serta DPRD kabupaten/kota. Rekonsiliasi dapat dilakukan dengan lembaga adat dan lembaga sosial atau gugus tugas penyelesaian konflik sosial.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah melaksanakan rehabilitasi di daerah pasca konflik dan daerah konflik sesuai dengan tugas, tanggung jawab, dan kewenangannya.

Dalam menentukan kebijakan yang akan diambil dalam menangani konflik hendaknya melalui pendekatan sosio-

  • Studi Kasus Konflik Sosial di Banten

BMN. pelaksanaan kajian, pendokumentasian, pendidikan, pelatihan dan penyadaran konflik sosial secara terus menerus dan aktif, terutama di daerah-daerah yang berpotensi konflik tinggi. Pada kenyataannya, upaya penyelesaian konflik sosial sulit dilaksanakan secara komprehensif dan sistematis karena belum adanya sistem yang mengatur langkah-langkah penyelesaian konflik sosial di Indonesia. Selain itu, belum adanya regulasi yang jelas tentang kompetensi penyelesaian konflik sosial menjadi faktor lain yang menyebabkan ketidakpastian pemerintah dalam menangani konflik sosial di daerah.

Di sisi lain, Ormas sebagai perwakilan fungsional masyarakat terkadang memiliki peran yang dilematis dalam menghadapi konflik sosial di daerah. Peran berlebihan dalam menangani konflik sosial melalui pembentukan kekuatan atau unit fungsional di masyarakat sebagai sayap organisasi seperti Pamswakarsa atau Banser NU dianggap sebagai tindakan yang mengambil alih fungsi dasar pemerintahan. Berkaitan dengan konflik pemilukada, mantan Menteri Dalam Negeri Rl Gamawan Fauzi menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan eskalasi konflik sosial di masyarakat.

Karena konflik sosial tidak stagnan akibat aktivitas sosial yang berubah setiap hari, maka Provinsi Banten juga harus melakukan antisipasi dan sistem peringatan dini terhadap ancaman konflik sosial.

Iabel 1

Beberapa permasalahan konflik sosial di Provinsi Banten di atas, selama ini ternyata belum ditemukan peraturan khusus, baik itu Peraturan Daerah Provinsi Banten maupun Peraturan Gubernur yang secara khusus mengatur teknis pelaksanaan konflik sosial67. Karena jenis konflik sosial di Provinsi Banten berbeda-beda, maka konflik agama yang timbul dari aspek sosial lainnya merupakan konflik yang lebih banyak terjadi di Provinsi Banten. 67 Penulis menelusuri situs resmi pemerintah daerah provinsi Banten (http://idi Hukum.bantenprov.qq.id/product-hukurn-area.html).

Perda Provinsi Banten 2002 hingga 2014 dan Pergub Banten 2010 hingga 2014. Namun, konflik akibat pembangunan tempat ibadah yang biasa terjadi di Provinsi Banten juga menjadi penyebabnya. Saat ini Pemprov Banten telah memanfaatkan peran Dinas Sosial Provinsi dalam rangka penyelamatan dan perlindungan korban konflik di.

Peran kepala daerah dan gagasan pembentukan tim terpadu di tingkat daerah di Provinsi Banten terkait penetapan penanganan kasus konflik sebagai tindak lanjut Inpres nomor 2 tahun 2A1g.

Tabel diatas menunjukkan konflik sosial  yang  terjadi di  Pandeglang sudah berada pada level high karena beberapa konflik yang terjadi  sudah menelan  korban  jiwa  dan kerugian  negara  dan beberapa  lagi  berpotensi konflik  besar  jika  pemerintah  dae
Tabel diatas menunjukkan konflik sosial yang terjadi di Pandeglang sudah berada pada level high karena beberapa konflik yang terjadi sudah menelan korban jiwa dan kerugian negara dan beberapa lagi berpotensi konflik besar jika pemerintah dae

BAB VI

TUGAS POKOK DAN FUNGSI PEMERINTAHAN

Esensi kekuasaan adalah hak untuk menjatuhkan sanksi.83 Sanksi merupakan bentuk perampasan kekuasaan dengan tujuan untuk memperkuat posisi struktur kekuasaan yang ada. Hanya orang yang berilmu yang memiliki akses ke kekuatan ini, yang lebih tahu tentang kekuatan yang mereka pahami. Norma dan hukum merupakan produk pemerintah yang tujuannya adalah untuk menjamin tercapainya tujuan pemerintah itu sendiri.

Menurut Machiavelli, kekuasaan harus digunakan oleh penguasa untuk menyelamatkan kehidupan negara dan mempertahankan kemerdekaan. setiap penguasa memiliki wilayah yang harus dia pertahankan. Istilah domain kekuasaan menjawab pertanyaan dan mengacu pada siapa yang berkuasa. Jika ilmuwan ekonomi tertarik pada distribusi barang dan jasa, maka ilmuwan politik tertarik pada bagaimana suatu sistem politik dapat membagi dan membagi secara proporsional kekuasaan yang menjadi pusat tubuh sistem politik utama ke dalam sub-subsistem sistem politik. dan merata di semua kelompok bahkan individu. Kelas penguasa memonopoli kekuasaan yang ada, mendapatkan keuntungan dan akses melalui berbagai penggunaan kekuasaan.

Pemisahan atau pemisahan kekuasaan bertujuan agar pusat kekuasaan tidak berada di satu tangan, karena kekuasaan absolut cenderung mengarah pada tindakan korupsi absolut seperti yang dikemukakan oleh Thomas Hobes.

DAFTAR PUSTAKA

Gambar

Tabel diatas menunjukkan konflik sosial  yang  terjadi di  Pandeglang sudah berada pada level high karena beberapa konflik yang terjadi  sudah menelan  korban  jiwa  dan kerugian  negara  dan beberapa  lagi  berpotensi konflik  besar  jika  pemerintah  dae

Referensi

Dokumen terkait

The research goal is to understand the appropriateness of E learning based on Moodle that is applied as learning material for increasing student class XI independence and study