• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konservasi Alam Berbasis Spiritualitas Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Konservasi Alam Berbasis Spiritualitas Islam"

Copied!
280
0
0

Teks penuh

Agama Hijau: Konservasi Alam Berbasis Spiritualitas Islam Penulis: Dr. Editor: Nurmaidah, M.Pd.I, dan Muhamed, M.Pd.I Tata Letak & : Muhamed Amalahanif. Pelestarian alam berdasarkan spiritualitas Islam semoga berakhir, shalawat dan salam semoga terus melimpah untuk Nabi Muhammad SAW.

Daftar Isi

Keseimbangan Peran Manusia Sebagai Khalifah dan 'Abdullah 151 Bab IV Dialektika Teori Etika Lingkungan Islam dan Etika Lingkungan Modern ~ 158 .

Pendahuluan

Seyyed Hossein Nasr menekankan perlunya merangkul kembali spiritualitas bagi masyarakat modern untuk mengatasi krisis lingkungan. Namun penelitian ini juga dilengkapi dengan fakta atau data lapangan yang bersifat kuantitatif, khususnya terkait krisis lingkungan hidup.

Krisis Lingkungan dan Ide, Gerakan Konservasi Lingkungan

Perdebatan Mengenai Akar Krisis Lingkungan

  • Careless Teknologi
  • Ledakan Pertumbuhan Penduduk
  • Ekonomi Kapitalisme
  • Worldview atau paradigma

Ehrlich menekankan, pertumbuhan penduduk dan peningkatan kekayaan berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas lingkungan. Di daerah dengan curah hujan rendah, pengelolaan irigasi yang tidak tepat seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius, yaitu masalah salinisasi (peningkatan kandungan garam dalam tanah).

Tabel  di  atas  dapat  diperjelas  dengan  Tabel  Estimasi  pertumbuhan  populasi  penduduk  dunia  dalam  peringkat  10  negara  dengan populsi terbesar: 12
Tabel di atas dapat diperjelas dengan Tabel Estimasi pertumbuhan populasi penduduk dunia dalam peringkat 10 negara dengan populsi terbesar: 12

Data Krisis Lingkungan Global dan Lokal Indonesia

  • Pencemaran Lingkungan
  • Eksploitasi Sumber Daya Alam
  • Renewable Resources
  • Non-Renewable Resources

Namun jika dilihat dari sudut pandang hukum yang berlaku di Indonesia, permasalahan lingkungan hidup dikelompokkan menjadi dua bentuk saja, yaitu pencemaran lingkungan hidup dan perusakan lingkungan hidup. Undang-undang ini juga hanya mengakui dua bentuk permasalahan lingkungan hidup, yaitu pencemaran lingkungan hidup dan perusakan lingkungan hidup. Permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia, namun juga menimbulkan berbagai permasalahan sosial bahkan telah berkembang menjadi permasalahan bagi para politisi di tingkat lokal dan internasional.

UUPLH juga hanya mengetahui dua bentuk permasalahan lingkungan hidup, yaitu: pencemaran lingkungan hidup dan perusakan lingkungan hidup.

Ide, Gerakan Konservasi Lingkungan

  • Konsep Ecodevelopment dan Sustainable Development Kesadaran global tentang masalah lingkungan dalam bentuk
  • KTT Climate Change dari Rio ke Kopenhagen

Pada masa sebelum pembangunan berkelanjutan dicanangkan, pertumbuhan ekonomi hanya menjadi tujuan pelaksanaan pembangunan tanpa mempertimbangkan aspek lain seperti aspek sosial dan lingkungan. 84 Krisis dan Gagasan Lingkungan, Gerakan Pelestarian Lingkungan ... ukuran sederhana pembangunan berkelanjutan yang dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pemerintah dalam menerapkan proses pembangunan berkelanjutan. Keenam tolok ukur tersebut antara lain: pro lingkungan hidup, pro masyarakat miskin, pro kesetaraan gender, pro penciptaan lapangan kerja, pro bentuk NKRI dan harus anti korupsi, konspirasi dan nepotisme. Konsep pembangunan berkelanjutan kemudian dikemukakan secara lebih rinci dalam dokumen dan pernyataan KTT Bumi atau Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 yang dihadiri lebih dari seratus kepala negara dan pemerintahan.

Agenda ini bertujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan konsep pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan.

Spiritualitas Agama sebagai Etika Lingkungan Global Berbagai dekalarasi dan konvensi internasional tentang

  • Text
  • Temple

Sebaliknya, hal ini bertujuan untuk mengartikulasikan dan menegaskan potensi agama-agama dalam membangun landasan etika bersama dalam upaya mengatasi krisis lingkungan hidup yang sangat mendesak. Kerja sama antara agama dan ilmu pengetahuan diyakini dapat mengurangi dampak dan kerusakan lingkungan serta menciptakan solusi terhadap krisis lingkungan yang terjadi di planet bumi. Cobb juga menekankan pentingnya peran teologi sebagai landasan etika penyelamatan lingkungan.97.

Dari uraian dan argumentasi di atas, tampak bahwa agama berpotensi menjadi landasan etika pelestarian lingkungan.

Konseptualisasi Etika Lingkungan

Prinsip-prinsip Ecotheology Islam

Di dalam Al-Qur’an kita menemukan nama-nama binatang seperti surat al-Baqarah (sapi), al-An’ām (hewan), al-Fîl (gajah), al-Adiyāt (kuda), An- Naml (semut), an-Nahl (lebah), al-Ankabūt (laba-laba) dan nama-nama tumbuhan seperti at-Tîn (tumbuhan), al-hadîd (mineral) atau nama ekosistem lainnya seperti ad-Zariyāt (angin) , an - Najm (bintang),. Lebih lanjut Ozdemir menyatakan bahwa Al-Qur'an menyebut alam dan berbagai spesies dengan menggunakan istilah umma (komunitas), sama seperti manusia (QS. al-An'ām /6:38).8. Kata al-‗alamin digunakan sebanyak 71 kali dalam Al-Qur'an dalam bentuk frasa dan kombinasi kata.

Tegasnya, Al-Quran dan hadits tidak membatasi makna ummat hanya pada kelompok manusia saja.

Dalam kitabnya al-ummah wa al-imamah, Ali Syari'ati menyebutkan keistimewaan kata ummah dibandingkan dengan kata seperti bangsa atau qabilah (suku). Beliau mendefinisikan kata ummat – dalam konteks sosiologis – sebagai “perkumpulan manusia yang anggota-anggotanya berjalan bersama dalam satu arah, bekerja sama dan bergerak secara dinamis di bawah kepemimpinan bersama.”10 Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa dunia binatang sebagai suatu ummat atau Masyarakat juga merupakan anggota suatu perkumpulan yang mempunyai hak-hak, kebutuhan-kebutuhan, keadaan-keadaan, dan sebagainya, layaknya suatu komunitas manusia, walaupun tentu saja dengan berbagai perbedaan – diarahkan pada satu arah dalam satu pimpinan.

أاٌَ ۚ

يطم هاور( ًملا ٌَ تاٍلنا

آيخلة تسمل ًملا ٌَ بكللا لٔل

Tawhîd; An Affirmation of Wholeness

Tidak ada kata “tauhid” (dalam bentuk masdar) dalam Al-Qur’an, istilah ini sebenarnya merupakan rumusan awal para teolog untuk menjelaskan keesaan Tuhan. Hati atau “inti” Islam adalah hati Islam itu sendiri, yaitu keutamaan ruhani atau ihsan yang membuat kita “melihat Tuhan dimana-mana” dan menjadi. dari mutiara yang berada tepat di tengah-tengah setiap pesan Tuhan.19.

Al-Quran menjelaskan bahawa Allah akan memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan) di seluruh pelusuk dunia dan pada manusia, sehingga jelas kebenaran Al-Quran kepada manusia (QS. Fushilat 41:53).

بر فسع رلف ّطفُ فسع ٌَ

Amānah

Manusia hanya mempunyai kedudukan sebagai pengelola dan pemelihara alam dalam rangka pemenuhan tujuan yang telah direncanakan Allah (QS. Al-Ahqaf /46:3). Keunggulan, kekuasaan, dan penguasaan manusia terhadap makhluk lain, termasuk alam, merupakan bagian dari amanah yang diterima manusia dari Allah. Manusia harus mampu menunjukkan tanggung jawabnya terhadap pemanfaatan dan pemeliharaan alam beserta segala fasilitasnya dalam rangka menjalankan amanah dan amanah yang diberikan Tuhan.

Sardar mengatakan lebih pasti bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an dan syariatnya untuk membantu manusia menunaikan amanah yang diterimanya.

Akhirah ( Responsibility )

Akhirat adalah waktu dan tempat dimana manusia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang dilakukannya selama hidupnya di dunia. Murata dan Chittick menjelaskan bahwa akhirat sebenarnya merupakan konsep dasar yang mendasari seluruh perilaku dan praktik Islam di dunia ini. 40 Kepercayaan terhadap adanya hari gajian memunculkan konsep bahwa segala perbuatan di dunia ini mempunyai akibat di akhirat.

Bahkan konsep ini dapat menjadi pedoman dan orientasi bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupannya di dunia agar tidak menimbulkan kerugian di dunia ini.

Kosmologi Islam Sebagai Basis Etika Lingkungan Global Kosmologi sering didefiniskan sebagai ilmu tentang sejarah,

  • Kosmologi Paripatetis
  • Kosmologi Iluminasionis ( Isyraqi )
  • Theosophy dan Mysticism (Gnostics/Irfan)

Dan tokoh terakhir adalah Umar Khayam (w. 526/1132), seorang penyair dan ahli metafisika yang sangat dipengaruhi oleh Ibnu Sina. Namun Ibnu Sina membedakan wujud wajib alam dengan istilah wujud wajib lizatihi, sedangkan ia menyebut wujud wajib (Tuhan) sebagai wujud wajib lizatihi. Lebih lanjut, kosmologi Ibnu Sina juga berkaitan dengan angleologi dan mengikuti kosmologi Platonis, meskipun menurut Nasr dalam beberapa hal keduanya berbeda.

Skema kosmologi ini merupakan pengenalan kosmologi yang dikembangkan oleh Suhrawardi sebagai pendiri aliran iluminasi (Isyraqiyah) satu setengah abad setelah era Ibnu Sina.50.

جِنانزن

Percanggahan dilihat antara yang zahir (al-Zahir) dan batin (al-Batin), antara awal (al-Auvel) dan akhir (al-Akhir), antara Yang Esa (al-Wahid) dan yang Banyak (al -Katsir) dan antara ketaksamaan (tanzih) dan persamaan (tasibih).56 Dalam menjelaskan hubungan ontologi antara al-Hakk dan al-Halk, Ibn ‗Arabi menggunakan banyak simbol. Pertama untuk menjelaskan sebab atau tujuan penciptaan alam, di mana al-Haqq (Tuhan) mempunyai kebolehan dengan mudah melihat dirinya (al-tara'i) sehingga mampu melihat dirinya, kemudian al-Haqq menciptakan al - Khalk ( alam) sebagai cermin (al-Mir'ah).

فسعاجليذف

لاعىا

Kosmologi Trancendent Theosophy

Dalam risalahnya, Mulla Sadra memaparkan prinsip-prinsip umum dan rinciannya sendiri mengenai lebih dari 150 permasalahan, gagasan dan teori. Mulla Sadra berkeyakinan bahwa segala bentuk lahiriah, kuat atau lemah, sebab dan akibat, merupakan substansi yang sistematik dan yang membentuk keanekaragamannya adalah kesatuannya dan kesatuannya adalah keanekaragamannya (ma bihi al-isytirak 'ain ma bihi al-iftirak wa ma bihi al-iftirak 'ain ma bih al-isytirak) berasal dari silsilah yang disebut tasykik al-wujud (gradasi keberadaan). Menurut Oliver Leaman, Mulla Sadra menyebut tasykik al-wujud sebagai kemampuan wujud untuk mewujudkan dirinya melalui banyak corak dalam realitas.61.

Hal inilah yang dimaksud Nasr dengan menyatakan bahwa tujuan akhir kosmologi Islam adalah memberikan ilmu yang dapat menunjukkan hubungan antar benda dan hubungan hierarki kosmis satu sama lain dan pada akhirnya dengan prinsip utama (Prinsip Tertinggi).

Alam sebagai Ayat ( Sign ) Tuhan

71 Faktanya, alam bekerja menurut kehendak dan hukum Tuhan (Hukum Tuhan), oleh karena itu hukum yang berlaku di alam disebut hukum alam, dan alam tidak pernah bertentangan dengan hukum tersebut. Dalil lain yang mendukung bahwa alam itu Islami adalah sesuai dengan ayat yang menjelaskan bahwa segala alam mengagungkan dan memuji Allah SWT, (QS. Al-Isra/17:44).

اًٍي يَحاًرٔ فَغ

Keseimbangan Peran Manusia Sebagai Khalifah dan

Dalam perspektif Islam, manusia di muka bumi ini dijadikan khalifah (wakil Tuhan)81 (QS. Al-Baqarah ayat 30) dan fungsinya. Konsep hubungan manusia dengan alam mengandung makna bahwa perlindungan dan pemeliharaan alam merupakan kewajiban manusia yang dipilih oleh Tuhan sebagai khalifah di muka bumi. Konsep hubungan manusia dengan alam sebenarnya juga merupakan salah satu pilar syariat Islam.

Al-Maidah/5:54, bahkan Nabi Ibrahim dinobatkan sebagai kekasih-Nya (QS.an-Nisa/4:125), dan ayat lainnya menjelaskan keutamaan dan kedekatan orang beriman di mata Allah (QS.

Dialektika Teori Etika Lingkungan Islam dan Etika Lingkungan Modern

Geneologi Teori Etika

Artinya etika lingkungan hidup merupakan suatu sistem komprehensif yang dianggap sebagai bentuk hubungan moral antara manusia dengan lingkungan alam manusia.4. Sedangkan Keraf mengartikan etika lingkungan sebagai bentuk hubungan moral antara manusia dan lingkungan. Ini juga merupakan kritik terhadap bentuk-bentuk moralitas dan etika yang selama ini hanya didominasi oleh manusia. 5. Odum mendefinisikan etika lingkungan sebagai pertimbangan filosofis dan biologis mengenai hubungan masyarakat dengan tempat di mana mereka tinggal dan dengan semua makhluk selain manusia.

Sejarah perkembangan etika lingkungan hidup telah melahirkan berbagai model teori etika lingkungan hidup yang mempengaruhi pola perilaku manusia dalam berinteraksi dengan alam atau lingkungan hidup.

Dominasi dan Eksploitasi Manusia dalam Etika Antroposentrisme

Model teoritis etika lingkungan adalah antroposentrisme, biosentrisme, ekosentrisme, ekologi sosial, dan ekofeminisme.7 Beberapa model etika ini mempunyai paradigma atau pandangan dunia yang berbeda mengenai hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam. Antroposentrisme adalah penyebab utama krisis lingkungan hidup 9 Antroposentrisme adalah etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat ekosistem. Menurut Passmore, etika lingkungan tidak diperlukan, karena yang dibutuhkan adalah komitmen yang kuat terhadap kebaikan manusia.

Menurut mereka, landasan etika lingkungan hidup harus dicari dalam berbagai kepentingan manusia, khususnya kepentingan estetika.

Equality dalam Etika Biosentrisme dan Ekosentrisme 1. Etika Biosentrisme

  • Ekosentrisme

Ada dua model etika yang dapat digolongkan dalam etika ekosentrisme, yaitu Landetikken karya Aldo Leopold dan Deep Ecology karya Arne Naess37. Istilah 'ekologi dalam' digunakan dalam tiga pengertian, yaitu pengalaman mendalam, penyelidikan mendalam, dan keterlibatan mendalam. Dalam pengertian ini, ekologi mendalam berkaitan dengan filsafat lingkungan dan kritik radikal terhadap pandangan dunia manusia dalam hubungannya dengan alam.

Biosentrisme memperluas etika pada komunitas biotik, sedangkan deep ecology memperluas etika pada komunitas ekologi secara keseluruhan.

Referensi

Dokumen terkait