PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Kedua, Pembahasan: Pengawasan BMT untuk Mengatasi Risiko Produk Murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah. Pengawasan BMT dalam Mengatasi Risiko Produk Murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah. Analisis Mekanisme Pengawasan BMT Untuk Mengatasi Risiko Pada Produk Murabahah Di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah.
BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah memiliki eksistensi yang tidak kalah dengan BMT lainnya.
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian dan Sifat Penelitian
- Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
Peneliti untuk mendapatkan data yang objektif dan valid terkait mekanisme monitoring BMT untuk mengatasi resiko produk murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah. Wawancara atau wawancara adalah “proses memperoleh informasi untuk kepentingan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan penjawab atau jawaban, dengan menggunakan alat yang disebut pedoman wawancara (interview guide)”. 17 Pandangan lain mengatakan bahwa wawancara adalah percakapan, dengan maksud tertentu, bahwa percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara dilakukan oleh pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan, dan dari pihak yang diwawancarai (interviewer) yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. . Wawancara terbimbing adalah wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa rangkaian pertanyaan yang lengkap dan terperinci sebagaimana dirujuk dalam wawancara terstruktur.
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti menggunakan wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa seperangkat pertanyaan yang lengkap dan terperinci.
Teknik Analisis Data
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa dokumentasi adalah kumpulan data yang diperoleh melalui berbagai register. Analisis data adalah “Proses penyederhanaan data menjadi bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan.” 22 Analisis dalam penelitian merupakan bagian yang sangat penting dalam proses penelitian, karena dengan menganalisis data yang ada akan terlihat manfaatnya terutama dalam penyelesaian penelitian. masalah dan mencapai tujuan akhir penelitian. Analisis kualitatif adalah “proses meneliti dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga mudah dipahami dan temuannya dikomunikasikan kepada orang lain”.
Berdasarkan informasi di atas, dalam menganalisis data peneliti menggunakan data yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder.
Sistematika Pembahasan
Ali Yurja Sharbani, Ulama dan Ketua Pondok Pesantren Asy-Syafiiyah, Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. 65. 74 Hasil wawancara dengan pengelola BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah, 18 Januari 2018, 10.00 WIB. 75 Hasil wawancara dengan pengelola BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah, 18 Januari 2018, Pukul 10.00 WIB.
Pemantauan yang dilakukan oleh BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah dapat dikatakan penting dalam mengantisipasi potensi masalah pendanaan sehingga dapat diambil tindakan untuk menghindari masalah. Dari segi penjaminan, BMT Asy-Syafiiyah, Kota Gajah, Lampung Tengah memiliki dua kategori penjaminan yaitu; Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa pelaksanaan tim pengawas dalam memitigasi risiko pembiayaan murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah sudah cukup baik.
Menggunakan sistem jemput bola, BMT akan mendatangi pegawai Asy-Syafiiyah yang berasal dari Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. Dalam hal ini BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah menerapkan prinsip tersebut dan melakukan pembiayaan sesuai prosedur. Dalam hal ini BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Lampung Tengah menggunakan prinsip 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral dan Condition.
Pengawasan yang dilakukan terhadap BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah perlu ditingkatkan untuk memastikan portofolio pembiayaan yang sehat. Meski dinilai cukup baik untuk melakukan pengawasan pembiayaan murabahah bagi BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah, namun masih terdapat kelemahan yang perlu diminimalisir.
LANDASAN TEORI
Pengertian Pengawasan
Pengawasan dapat diartikan sebagai instrumen untuk memantau pembiayaan, agar penyimpangan yang terjadi yang berakibat pada kualitas pembiayaan diketahui sedini mungkin (early warning system). Pengawasan keuangan dapat diartikan sebagai salah satu fungsi manajemen yang bertujuan untuk menjaga dan mengamankan keuangan sebagai aset. Pengawasan adalah proses pengawasan terhadap pelaksanaan semua kegiatan organisasi untuk memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.27 Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, pengertian pengawas adalah orang yang memberi peringatan.28 .
Otoritas Pengawas Keuangan merupakan upaya untuk menjaga dan memastikan pengelolaan aset BMT dalam bentuk pembiayaan yang lebih baik dan efisien, mencegah terjadinya penyimpangan dengan mematuhi kebijakan pembiayaan yang telah ditetapkan dan berupaya menyusun administrasi pembiayaan yang benar. Pengamanan untuk mengurangi terjadinya pembiayaan bermasalah adalah sistem pengawasan yang efektif, begitu diketahui ada peminjam yang mengalami kesulitan keuangan, maka pengurus BMT harus segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya. Melalui laporan-laporan baik lisan maupun tulisan dari supervisor yang secara langsung mengawasi kegiatan tersebut setiap hari.
Dengan penyeliaan, BMT boleh segera mengambil langkah yang betul dan pantas untuk melaksanakan penambahbaikan. Maksudnya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya sebelum hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dari ayat aats dapat dijelaskan bahwa dalam setiap kegiatan perlu dilakukan pengawasan atau penilaian dalam setiap fungsi.
Dari ayat dan hadits di atas dapat dijelaskan bahwa dalam Islam pengawasan dilakukan untuk mengoreksi yang bengkok, mengoreksi yang salah dan membenarkan yang benar. Orang yang meyakini bahwa Allah pasti menjaga hamba-Nya, maka orang itu akan bertindak hati-hati.
Tujuan Pengawasan
Ketika dia sendirian, dia percaya pada Allah kedua, dan ketika dia bersama, dia percaya pada Allah ketiga. Mengutamakan efisiensi di bidang pengelolaan dan pelaksanaan urusan di bidang pembiayaan serta menggairahkan rencana-rencana yang telah dibuat. Meningkatkan kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan dan garis besar buku pegangan pendanaan untuk mencapai tujuan seperti di atas.
Prinsip peringatan dini (early warning system) merupakan tindakan preventif terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang dapat merugikan bank dalam pembiayaan, atau terjadinya praktik pembiayaan yang tidak sehat. Prinsip built-in control, dimana petugas keuangan melakukan pengawasan sehari-hari untuk memastikan kegiatan pembiayaan dilakukan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan dan ketentuan operasional lainnya dalam pembiayaan. Prinsip audit internal
Pemantauan bertujuan untuk memantau pembiayaan guna mengetahui secepat mungkin (early warning system) apa saja yang akan mengakibatkan penurunan kualitas pembiayaan. Data yang disiapkan perusahaan harus sedemikian rupa sehingga bank selalu dapat memantau munculnya masalah moneter sesegera mungkin. Demikian pula halnya dengan pembiayaan, karena kegiatan pengawasan merupakan perlindungan dan pengamanan kekayaan bank yang diarahkan atau diinvestasikan.
Manfaat Pengawasan
Secara konseptual dan filosofis, pentingnya pengawasan berangkat dari kenyataan bahwa orang yang menyelenggarakan kegiatan operasional adalah manusia yang tidak sempurna dan secara inheren memiliki keterbatasan, baik dalam hal menafsirkan makna suatu rencana, pengetahuan maupun keterampilan. Pendapat lain menyatakan bahwa terlepas dari teknik mana yang dianggap paling tepat untuk digunakan, manfaat utama pengawasan adalah sebagai berikut. Pengawasan pembiayaan berfungsi untuk mendeteksi secara dini penyimpangan yang timbul dalam pemberian pembiayaan kepada debitur (nasabah pinjaman).
Dengan pengawasan, BMT dapat segera mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk melakukan perbaikan.
Bentuk Pengawasan
Capacity merupakan penilaian atau analisis terhadap seberapa besar kemampuan calon anggota untuk membayar kewajibannya kepada BMT.
Pelaku Pengawasan
Pengawasan hanyalah kegiatan mengawasi atau sekedar mencermati sesuatu dan melaporkan hasil dari kegiatan pengawasan tadi. Pengawasan bukan hanya sifat melihat secara seksama sesuatu dan melaporkan hasil kegiatan pengawasan, tetapi juga mengandung pengertian pengendalian, dalam arti mengalihkan, mengoreksi dan memperbaiki agar tujuan dan sasaran tercapai sesuai dengan yang diinginkan atau menjadi tujuan. berencana. .
Pembiayaan Murabahah
- Pengertian Murabahah
- Dasar Hukum Murabahah
- Rukun dan Syarat Pemberian Pembiayaan Murabahah
- Aplikasi Pembiayaan Murabahah di Lembaga Keuangan
Misi KSPPS BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah adalah : . . 66 Wawancara dengan pengelola BMT Asy-Syafiiyah, Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah, 2015, Pukul 10.00 WIB, 18 Januari. Asy-syafiiyah, Kota Gajah, Lampung Tengah, bertujuan untuk mengetahui dengan jelas apakah pelaksanaan berbagai kegiatan operasional sudah tepat dan ada penyimpangan atau tidak. Peneliti melakukan wawancara dengan Ahmad Musbikh selaku Manager BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah bahwa beliau telah melakukan supervisi yaitu proses kegiatan yang menentukan standar yang menggambarkan pekerjaan yang diinginkan, mengkaji hasil yang dicapai, membandingkan implementasi dengan standar untuk menemukan perbedaan dan penyimpangan.
Fungsi dan tugas marketing BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Lampung Tengah adalah menyusun, menyusun dan menginterpretasikan laporan anggaran dan laporan keuangan. Pengawasan dilakukan melalui proses pengamatan dan pengawasan untuk menjaga dan menjamin kekayaan BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah dalam bentuk pembiayaan yang efisien, guna mencegah terjadinya penyimpangan yaitu melalui penyiapan administrasi pembiayaan yang baik. . Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dapat dipahami bahwa dalam melakukan pengawasan untuk meminimalisir resiko dalam pembiayaan murabahah, BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Lampung Tengah melakukan beberapa langkah diantaranya pengawasan internal, pengawasan eksternal, pengawasan preventif dan represif. pengawasan.
Pegawai BMT perlu memahami karakter calon pegawai yang akan mengajukan pembiayaan murabahah agar tidak terjadi pembiayaan macet oleh anggota BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Lampung Tengah. BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Lampung Tengah harus memiliki tim pemasaran yang tujuannya untuk mengetahui apa saja tujuan dan nominal yang diajukan calon anggota kepada BMT. Dalam hal ini, BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Lampung Tengah akan melihat bagaimana keadaan ekonomi calon anggota dapat menutupi kebutuhan dan kewajibannya.
Marketing harus mengetahui kondisi rumah, usaha, pendapatan dan kepemilikan yang mendukung pengajuan pembiayaan murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Lampung Tengah. Dari sisi pendanaan, BMT Asy-Syafiiyah, Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah diuntungkan karena jumlah anggota yang mengajukan dana cukup sedikit dan hanya sedikit yang mengalami dana kurang atau bermasalah. Tim supervisi melakukan supervisi sebagai berikut: Pertama, tim supervisi melakukan prinsip peringatan dini (early warning system) dimana BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah melakukan pencegahan dini terhadap pembiayaan murabahah yang sedang berlangsung.
Prinsip ini merupakan prinsip yang ketiga yaitu BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah meyakini bahwa setiap kegiatan memiliki indikator tersendiri sehingga dapat dikatakan baik. Pelayanan di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah dilaksanakan dengan sangat baik karena dengan pelayanan yang baik maka anggota merasa aman dan puas dengan pelayanan sehingga anggota enggan pindah ke BMT lain. Berdasarkan teori dan hasil penelitian dapat dipahami bahwa mekanisme pengendalian BMT dalam mengatasi risiko pada produk Murabahah di BMT Asy-Syafiiyah Kota Gajah Kabupaten Lampung adalah dengan menggunakan seluruh pengawasan menurut Victor M.