• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kreatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Kreatif"

Copied!
186
0
0

Teks penuh

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah, karena atas limpahan rahmat dan kuasa-Nya, buku yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Kreatif: Konsep, Prosedur dan Teori yang Mendasarinya” ini dapat terselesaikan. Buku ini penting untuk digunakan oleh para guru dan tenaga pendidikan lainnya dalam upaya membantu mereka memberikan pelayanan yang maksimal kepada dunia pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semuanya.

KONSEP BAHAN AJAR

Konsep dan Perencanaan Bahan Ajar

Menurut Majid, bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu siswa belajar. Penyusunan bahan ajar bertujuan untuk: (1) menyediakan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan kurikulum dengan memperhatikan kebutuhan siswa, sekolah, dan daerah, (2) membantu siswa memperoleh bahan ajar alternatif, dan (3) menjadikannya bahan ajar alternatif. memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pannen (1965) mengartikan bahan ajar sebagai bahan atau bahan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

Karakteristik Bahan Ajar

Keempat, adaptable, yaitu bahan ajar harus mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahan ajar hendaknya memuat materi yang dapat menambah pengetahuan pembacanya terhadap perkembangan zaman atau lebih khusus lagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat bahan ajar yang memungkinkan siswa belajar mandiri dan mencapai ketuntasan dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.

Jenis- jenis Bahan Ajar

Berdasarkan fungsi dan tujuan penggunaan handout dalam pembelajaran di atas, hendaknya guru dan siswa dapat menggunakan handout tersebut dengan bijak. Buku sebagai bahan pembelajaran adalah buku yang berisi pengetahuan yang diperoleh dari analisis kurikulum dalam bentuk tertulis. Modul adalah bahan pembelajaran yang ditulis dengan tujuan agar siswa belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru.

Peran Bahan Ajar

Dalam hal ini bahan ajar dapat berupa: (a) petunjuk cara mempelajari materi yang akan dibahas dalam buku induk; (b) petunjuk atau instruksi dari guru kepada siswa untuk mencatat penjelasan lebih rinci mengenai materi yang dibahas dalam buku induk; (c) petunjuk cara mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah; (d) gambar atau ilustrasi yang merupakan penjelasan lebih rinci dibandingkan penjelasan deskriptif materi dalam buku induk; (e) buku kerja siswa. Dalam hal ini, materi pembelajaran dapat memuat hal-hal sebagai berikut: (a) Materi pengayaan pada buku materi pokok; (b) Deskripsi materi latar belakang; (c) Penjelasan koreksi yang perlu diketahui siswa dari materi utama buku; (d) Materi pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi. Materi pembelajaran dalam pembelajaran individu merupakan materi pokok dan peranannya menentukan ketenangan proses pembelajaran.

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Mengapa Bahan Ajar Perlu

Padahal, setiap bahan ajar pendidikan agama Islam harus selaras dan mendukung tujuan pendidikan Islam dan tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, pendidikan akhlak peserta didik menjadi tujuan pertama dan utama. Kedua: Siswa SMA yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan agama (pondok pesantren) sangat mudah terpengaruh dengan model Islam literal yang diajarkan oleh guru atau ustadznya.

Arah Pengembangan Bahan Ajar

Dalam konteks Pendidikan Agama di berbagai sekolah, materi pembelajaran agama baik berupa bahan cetak maupun hasil teknologi informasi sudah cukup tersedia, namun materi yang tersedia perlu dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan berbagai teori pengembangan pengajaran agar sesuai dengan tren. dalam kebutuhan pengembangan keilmuan serta mampu menghadirkan nuansa pembelajaran agama baru yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Lingkungan pembelajaran agama yang miskin sumber daya diasumsikan akan mengakibatkan pemahaman agama siswa menjadi sangat terbatas. Mereka hanya akan menerima bahwa kebenaran yang diperolehnya adalah benar, sedangkan kebenaran agama yang diperoleh pihak lain dari sumber berbeda dianggap salah.

Memahami kelemahan dan keterbatasan penyelenggaraan pendidikan agama selama ini, maka upaya peningkatan mutu pendidikan agama di sekolah perlu dilakukan secara sistematis. Jenis produk yang dihasilkan adalah paket pengajaran pendidikan agama yang berisi bahan ajar dan petunjuk. Produk ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pembelajaran agama saat ini dan mampu meningkatkan kualitas partisipasi siswa dalam pembelajaran, serta menciptakan kondisi yang mendukung terciptanya proses pembelajaran agama yang menarik dan menyenangkan.

Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi juga patut dipertimbangkan sebagai arah baru pengembangan bahan ajar untuk semua bidang studi. Teknologi informasi dan komunikasi diartikan sebagai studi tentang perancangan, pengembangan, implementasi, pengelolaan sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras. Menurut definisi ini, teknologi informasi berkaitan dengan penggunaan elektronik komputer dan perangkat lunak komputer untuk memodifikasi, menyimpan, melindungi, memproses, mengirimkan, dan mengambil semua informasi secara aman.

Ada beberapa jenis teknologi informasi yang biasa digunakan dalam pembelajaran seperti; Surat elektronik (email), telepon genggam, kamera digital, pemutar MP3, website, Wikipedia, YouTube.com, blogging dan podcasting.

Langkah-Langkah Pengembangan

Langkah terakhir dalam proses analisis pembelajaran adalah menunjukkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap apa yang disebut sebagai masukan perilaku, pengetahuan awal, yang diperoleh siswa untuk dapat memulai belajar. Tujuan pembelajaran menjadi pedoman bagi perkembangan pengajaran, karena memuat rumusan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang akan dicapai siswa pada akhir proses pembelajaran. Kelima, mengembangkan instrumen penilaian, misalnya dengan menyusun soal tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam mencapai apa yang tertuang dalam pernyataan tujuan.

Keenam, pengembangan strategi pembelajaran, yaitu prosedur sistematis dalam mengkomunikasikan isi pembelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu, dalam hal ini tujuan pembelajaran spesifik. Strategi yang dimaksud adalah pembelajaran yang digunakan oleh siswa, baik dengan atau tanpa bantuan guru, sehingga bahan ajar dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Untuk mengetahui kelayakannya perlu dilakukan perbandingan dengan bahan ajar lain yang digunakan siswa di tempat lain dengan standar yang sama.

Handout biasanya merupakan bahan tertulis tambahan yang dapat memperkaya pengetahuan siswa dalam belajar untuk mencapai kompetensinya. Lembar kerja siswa tidak terstruktur merupakan lembaran-lembaran yang berisi sumber belajar untuk membantu aktivitas siswa yang digunakan untuk menyampaikan pelajaran. Pertanyaan subjektif disebut juga pertanyaan deskriptif dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih dan menentukan jawaban.

Soal berbentuk objektif ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain: (a) Siswa menunjukkan keseragaman data, baik yang menjawab benar maupun yang menjawab salah; b) Subjektivitas guru rendah; (c) Memudahkan guru dalam memberikan penilaian: (d) Tidak membutuhkan waktu lama dalam melakukan koreksi.

Teori- Teori Pengembangan Model

Tujuan utama pengembangan model pembelajaran adalah untuk menghasilkan model pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik, yang dapat digunakan untuk memudahkan dan mempermudah siswa dalam mencapainya. Terdapat pula model pembelajaran yang dirancang khusus untuk pembelajaran di kelas, seperti model ASSURE yang dikembangkan oleh Smaldino, Russell, Heinich dan Molenda. Selain model-model tersebut di atas, terdapat juga model pengembangan pembelajaran sirkular yang dikembangkan oleh Kemp.

Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menganalisis kebutuhan calon pengguna akan pentingnya hadirnya paket pembelajaran baru yang dapat menjamin terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, serta menjamin tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Penggunaan paket pembelajaran yang tepat dapat menjamin proses pembelajaran berlangsung sesuai rencana sehingga hasil belajar siswa dapat tercapai secara maksimal. Paket pembelajaran yang dikembangkan mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis khususnya pada aspek perumusan tujuan dan metode pembelajaran.

Angket dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai kejelasan dan/atau kesesuaian komponen-komponen paket pembelajaran yang saling berkaitan satu sama lain. Eksperimen individu melibatkan 3 siswa yang dipilih sesuai dengan karakteristik populasi sasaran. Uji coba dalam kelompok kecil yang diikuti 9 orang peserta bertujuan untuk mengidentifikasi kekurangan produk pengembangan setelah direvisi berdasarkan hasil percobaan individu.

Hasil uji coba lapangan dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan revisi akhir terhadap produk pengembangan.

Gambar 1: Model Dick and Carey (Sumber : Dick dan  Carey, 2010.)
Gambar 1: Model Dick and Carey (Sumber : Dick dan Carey, 2010.)

Teori- Teori Pembelajaran

Beberapa teori belajar yang dikembangkan dari teori behavioris adalah teori pengkondisian klasik Ivan Pavlov, koneksionisme Thorndike, dan teori pengkondisian operan Skinner. Salah satu teori atau pandangan yang paling terkenal terkait dengan teori belajar konstruktivis adalah teori perkembangan mental Piaget. Dunia eksternal dianggap sebagai sumber masukan, namun begitu sensasi dirasakan dan memasuki memori kerja, tugas-tugas penting diasumsikan terjadi “di kepala” individu (Schunck, 2000; Vera & Simson, 1993).

Inti dari teori ini berkaitan dengan berbagai teori pembelajaran seperti Teori Perubahan Konsep, Teori Pembelajaran Bermakna dan Teori Skema. 'Kesalahpahaman' dalam memahami sesuatu, menurut teori konstruktivis dan teori perubahan konsep, bukanlah akhir dari segalanya, namun sebenarnya merupakan awal dari perkembangan yang lebih baik. Implikasi teori belajar konstruktivis dalam pendidikan anak (Poedjiadi) adalah sebagai berikut: (a) tujuan pendidikan menurut teori.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Tasker telah melakukan tiga penekanan berikut dalam teori pembelajaran konstruktivis. Terlepas dari penekanan dan tahapan tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori pembelajaran konstruktivis, Hanbury (1996:3) mengemukakan beberapa aspek yang berkaitan dengan pembelajaran matematika, yaitu (1) siswa mengkonstruksi pengetahuan matematika dengan mengungkapkan ide-ide yang telah mereka integrasikan (2 ) matematika menjadi lebih bermakna karena siswa memahaminya, (3) strategi siswa lebih bernilai, dan (4) siswa. Dalam upaya penerapan teori belajar konstruktivis, Tytler mengajukan beberapa saran mengenai desain pembelajaran, sebagai berikut: (1) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya dalam bahasanya sendiri, (2) memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pengalamannya sehingga agar mereka menjadi lebih kreatif dan imajinatif, (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba ide-ide baru, (4) memberikan pengalaman yang berhubungan dengan ide-ide yang sudah dimiliki siswa, (5) mendorong siswa berpikir untuk mengubah ide-idenya, dan (6 ) menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

Oleh karena itu, teori belajar yang dikemukakan Thorndike sering disebut teori belajar koneksionis atau teori asosiasi. Oleh karena itu, lingkungan harus diubah, untuk menghindari hukuman. (5) dalam proses pembelajaran, aktivitas sendiri lebih penting. (6) Perilaku yang diinginkan pendidik diberi imbalan, dan sebaiknya imbalan itu diberikan dengan menggunakan jadwal variabel rasio daya hambat. Beliau merupakan seorang psikolog yang terkenal dengan pembelajaran sosial atau teori kognitif sosial dan efikasi diri.

Gambar

Gambar 1: Model Dick and Carey (Sumber : Dick dan  Carey, 2010.)
Gambar 2. Model Pembelajaran Assure
Gambar 3 Model Hannafin and Peck.
Gambar 4 : Model ADDIE
+2

Referensi

Dokumen terkait

Malik Fadjar, Visi Pembaharuan Pendidikan Islam, Alfa Grafika Tma, Jakarta 1988, Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru. 1989),.. Ngalim

Dengan pembentukan struktur kromosom begini (iaitu tiada penetapan bilik kuliah untuk waktu kelas pengajaran tertentu), pembangunan perisian sistem jadual waktu

Sebagaimana diketahui tujuan dan ditebitkannya Buku Data Statistik Sektoral ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan data statistik yang diperlukan oleh instansi tertentu

Dalam mengembangkan modul kuliah berbasis STEM diperlukan validasi terhadap modul dan semua instrument penelitian, adanya respon dosen terhadap modul pembelajaran, dan

Penggunaan metode pengajaran jarak jauh dengan menggunakan Modul Interaktif merupakan inovasi dalam dunia pendidikan yang mengadaptasi perkembangan teknologi komputer. Pembuatan

 16 Buku Rancangan Pengajaran (BRP) Modul Preklinik di bawah pembinaan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.. Integrasi Biokimia dalam Modul Kedokteran (Endah Wulandari

Salah satu media yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan diatas adalah “Pengembangan Buku Suplemen Dengan Teknologi 3D Augmented Reality Sebagai Bahan

Modul ini berjudul “Analisis Kebijakan Kesehatan” disusun untuk memenuhi tugas mata