Peserta didik dinyatakan NAIK KELAS, apabila yang bersangkutan memiliki :
1. Tidak lebih dari 3 mata pelajaran, pada kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum tuntas
2. Kehadiran mengikuti peroses pembelajaran minimal 90 %.
3. Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan (Fisika, Kimia, dan Biologi) mencapai ketuntasan minimal (KKM) 4. untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas
Ilmu Pengetahuan Sosial (ekonomi, geografi, dan sosiologi) mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM)
5. Berprilaku Baik, tidak melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib berat dan ketentuan hukum yang berlaku
Berdasarkan Permendikbud No. 21 Tahun 2022 Pasal 10 tentang Standar Penilaian Pendidikan, penentuan kenaikan kelas dilakukan dengan
mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian peserta didik pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler, serta prestasi lain selama 1 (satu) tahun ajaran. Selain itu, pendidik dan satuan pendidikan
diberikan keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas, dengan mempertimbangkan:
1. Laporan Kemajuan Belajar
2. Laporan Pencapaian Projek Profil Pelajar Pancasila 3. Portofolio peserta didik
4. Ekstrakurikuler/prestasi/penghargaan peserta didik 5. Tingkat kehadiran
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
2. Kehadiran dalam kegiatan pembelajaran minimal 90% (maksimal ketidakhadiran 18 hari tanpa keterangan dalam satu tahun).
3. Berperilaku baik (tidak melakukan pelanggaran berat terhadap tata tertib di sekolah).
4. Peserta didik telah mencapai KKM pada semua Indikator, Kompetensi Dasar (KD), dan Standar Kompetensi (SK) untuk semua mata pelajaran di semester I dan II dengan ketentuan berikut:
1. Untuk setiap mata pelajaran, jika pada semester I dan II tuntas, maka mata pelajaran tersebut dinyatakan tuntas.
2. Untuk setiap mata pelajaran, jika di semester I dan II tidak tuntas, maka mata pelajaran/muatan lokal tersebut dinyatakan tidak tuntas.
3. Untuk setiap mata pelajaran, jika salah satu dari semester I dan II terdapat mata pelajaran yang tidak tuntas, maka dilakukan
penghitungan nilai rata-rata semester I dan II, serta penghitungan KKM rata-rata semester I dan II. Apabila nilai dari rata-rata mata pelajaran ≥ rata-rata KKM, maka mata pelajaran tersebut dinyatakan tuntas.
Sebaliknya, jika nilai rata-rata mata pelajaran < rata-rata KKM, maka mata pelajaran tersebut dinyatakan tidak tuntas.
5. Bila ada mata pelajaran yang tidak tuntas, tidak lebih dari 2 (dua) mata pelajaran.
6. Tidak memiliki nilai yang kurang dari 70 (tujuh puluh).