KUNJUNGAN INDUSTRI di PT Angga Cahaya Dewata
BAB I : PENDAHULUAN -MANFAAT
1. Mengetahui secara langsung profil perusahaan, fisik bangunan, serta mekanisme kerja perusahaan baik dari sisi manajemen operasional, SDM, keuangan, dan pemasaran.
2. Mempraktikkan teori-teori yang telah diperoleh dalam proses kegiatan di perusahaan/institusi.
3. Terinspirasi serta termotivasi untuk mendirikan usaha/bisnis setelah memperoleh gambaran di lapangan.
-TUJUAN
Dengan dilaksanakannya kegiatan KUNJUNGAN INDUSTRI ini,siswa dapat melakukan perbandingan antara teori yang diterima di sekolah dengan praktik yang ada di lapangan. Serta, siswa juga dapat memberikan penilaian atas kinerja dari institusi maupun perusahaan yang dikunjungi.
Adapun tujuan dari kegiatan KUNJUNGAN INDUSTRI ini, dapat diperinci sebagai berikut:
1. Mendapatkan pengalaman praktis aplikatif dan implementatif dalam rangka pengembangan
ilmu yang telah didapat selama dibangku sekolah
2. Memberikan gambaran secara langsung tentang praktik operasional suatu
institusi/perusahaan dari sisi produksi, pemasaran, keuangan, serta sumber daya manusia.
3. Memberikan pengetahuan secara langsung tentang sejarah institusi/perusahaan, masalah,
serta solusi yang mereka lakukan.
4. Mengembangkan jiwa enterpreneurship serta memperkaya wawasan menjadi seorang
wirausahawan.
5. Mempersiapkan wirausaha muda yang handal, profesional, dan amanah sesuai dengan visi
ekonomi.
-Visi Dan Misi a. Visi Perusahaan
Dewata konveksi ini memiliki Visi “ Untuk menjadikan kumpulan perusahaan berstandar International dengan tetap berpegang pada kearifan dan norma-norma luhur”.
b. Misi Perusahaan
1.Membantu mengurangi angka pengangguran
2.Menjadi bagian yang berarti dan berkesan bagi semua masyarakat dan keluarga.
3.Ikut berperan, meningkatkan serta memajukan pariwisata Bali dan pembangunan pemerintahan pada umumnya.
4.Mampu mensejahterakan karyawan
BAB II : PEMBAHASAN PERUSAHAAN
-Sejarah Dewata Wisata Belanja Oleh-oleh Khas Bali
Kisah berdirinya pusat perbelanjaan Wisata Belanja Dewata Pusat Oleh-Oleh Khas Bali ini, bermula pada tahun 1990, saat ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Denpasar. Saat itu ia berkenalan dengan Gusti Putu Darmayuda, atau Agung
Darmayuda seorang pegawai negeri di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Denpasar.
Dari perkenalan ini keduanya saling menaruh perhatian dan berujung pada jatuh hati.
Namun sayang, hubungan itu tidak mendapat restu orang tua Kadek. Tentu ini membuat hatinya teriris, pedih dan kecewa. Orang tua Kadek yang saat itu melihat sosok Agung bukan pria yang layak untuk mendapingi putrinya. Padahal Bagi Kadek, cinta bukan melihat
penampilan dan kekayaan. Cinta itu muncul dari ketulusan hati yang paling dalam jujur dan apa adanya.
Kadek berada ada di persimpangan jalan. Jika menuruti kehendak orang tua, hatinya hancur karena harus berpisah dengan pria yang dicintainya. Namun jika membangkang kehendak orang tua, resikonya ia harus bisa hidup mandiri. Atau paling tidak, akan
menimbulkan ketidaknyamanan hubungan antara anak dan orang tua. Diantara dua pilihan yang sama-sama berat itu akhirnya ia memilih untuk mendampingi pria yang dicintainya.
Perasaan gundah dan sedih ini justru membangkitkan semangat dan keberanian untuk belajar hidup mandiri.
Agung Darmayuda kekasihnya. Kadek minta dicarikan pekerjaan untuk kesibukkan sekaligus sebagai pembelajaran untuk hidup mandiri. Agung pun kemudian mencarikan pekerjaan di perusahaan garmen. Pekerjaan ini didapat atas rekomendasi dari teman Agung yakni yakni I Bagus Wiyasa seorang karyawan di Bank Exim Denpasar Selanjutnya ibu dua anak ini bertutur, kegundahan hati itu kemudian diungkapkan kepada. Kebetulan Bagus Wiyasa banyak memiliki relasi yang berbisnis garmen.
Di situ Ia belajar dan dengan tekun selama 3 minggu. Dari soal desain, menjahit hingga potong memotong kain termasuk membuat mute dan sekuin. Saking semangatnya bekerja, sampai-sampai ia sering lupa makan yang akhirnya jatuh sakit. Ia terkena gejala tipes dan mag. Ia terbaring untuk beristirahat selama 2 bulan. Ketika sembuh mau masuk kerja lagi Kadek merasa malu dan tidak enak pada pemilik perusahaan dan teman-teman nya. Akhirya ia memutuskan untuk mengundurkan diri.
Sekeluarnya dari perusahaan garmen itu kemudian muncul ide untuk mencari order yang bisa dikerjakan di rumah, yakni pembuatan mute dan sekuin. Pekerjaan borongan ini bisa dikerjakan sendiri di rumah selebihnya dilimpahkan kepada masyarakat sekitarnya. Dengan begitu, ia juga bisa memberikan pekerjaan kepada masyarakat di sekitarnya sekaligus ikut menumbuhkembangkan home industri.
Ide itu juga disetujui oleh sang pacar yakni Agung, sehingga ia semakin bersemangat.
Keseriusannya dalam menjalankan usaha di rumah itu akhirnya ia mendapat kepercayaan dan order pembuatan sekuin untuk 1000 baju. Borongan pekerjaan itu kemudian dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah selebihnya ia diberikan kepada tetanggga dikampung dan daerah lain seperti Negara, dan Singaraja.
-PERSONALIA PERUSAHAAN
-KEGIATAN USAHA/PRODUK YANG DIHASILKAN
Pusat Souvenir dan Oleh - Oleh Khas Bali yang TERLENGKAP, TERBESAR dan BERKUALITAS Dewata Kaos telah memiliki perusahaan di bidang :
1. Angga Collection bergerak di bidang konveksi.
2. Dewata Gym bergerak di bidang olahraga.
3. Dewata Kaos menjual bahan kaos.
4. Dwix Bordir bergerak di bidang pelayanan baju bordir.
5. Dewata Oleh-Oleh Khas Bali menjual souvenir oleh-oleh bali.
Macam-macam produknya antara lain kaos khas Bali sebagai unggulan utama yang bermerekkan Dewata Kaos Bali. Juga menjual kaos barong, sarung pantai, baju adat Bali, assesories/pernak-pernik, sandal Bali dan berbagai makanan khas Bali.
-DAERAH PEMASARAN
Pemasarannya dengan cara menyetorkan barang produksi ke beberapa tempat perbelanjaan yang ramai di kunjungi wisatawan, tetapi masih dalam lingkup daerah sekitar. Produksinya hanya dijual belikan didaerah wisata bali dan tidak diperjual belikan diluar daerah bali. Untuk limbah dari hasil produksi pakaian tidak dibuang begitu saja, melainkan didaur ulang kembali untuk dibuat kerajinan tangan dan berbagai macam baju anak, sehingga limbah tersebut juga memiliki nilai jual yang tinggi.
BAB III:PENUTUP -KESIMPULAN
Harus ada tekad dan kerja keras untuk memulai suatu usaha. Dan usaha itu bisa dimulai dari hal yang kecil yang akan berkembang menjadi besar.
· Ada beberapa faktor yang mempengarui berkembangnya suatu usaha yakni faktor internal dan faktor eksternal.
· Faktor internal yang berpengaruh terhadap suatu perusahaan antara lain : sistem keuangan/modal, Sumber Daya Manusia (SDM), Sistem Pemasaran, Sistem operasi dll.
· Faktor eksternal perusahaan meliputi : Pemerintah, Pemasok, Pelanggan/konsumen, masyarakat sekitar, pesaing dan kemajuan teknologi
· Banyak permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya akan tetapi harus ada solusi-solusi alternative yang dipersiapkan untuk menghadapi hal tersebut.
-KESAN PESAN
· Karena sudah banyak pengunjung/wisatawan wisatawan yang mencari mungkin ada baiknya perlu membuka cabang di tempat lain agar lebig mudah didapatkan/dicari oleh para wisatawan
· Demi kelancaran perusahaan dalam menjalankan sebuah bisnis perlu pemasaran yang lebih optimal, maka perlu perluasan area perusahaan.
-LAMPIRAN