PT MULTI AGRO GEMILANG PLANTATION Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2022
PT MULTI AGRO GEMILANG PLANTATION Tbk AND SUBSIDIEARIES
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE PERIOD ENDED MARCH 31, 2022
Halaman/
Pages
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 3
Consolidated Statements of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian 4
Consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5
Consolidated Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 6 Consolidated Statements of Cash Flow
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 7 - 61
Notes to the Consolidated Financial Statements
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which are
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan bank 2.382.603.315 2g,4,29 2.970.178.243 Cash on hand and in b anks
Piutang usaha 3.500.778.636 2g,5,29 5.099.529.622 Trade receivab les
Piutang lain-lain 3.525.804.466 2f,g,6,27,29 3.529.308.666 Other receivab les
Persediaan 11.583.136.263 2i,7 7.119.907.030 Inventories
Biaya dibayar di muka dan Prepaid expenses and
uang muka 171.380.309.146 2j,9 171.374.309.146 advances
Pajak dibayar di muka 4.095.114.325 2s,18a 4.052.967.757 Prepaid taxes
Aset biologis 9.452.643.150 2l,8 9.452.643.150 Biologis assets
Jumlah Aset Lancar 205.920.389.301 203.598.843.614 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aset keuangan yang tersedia Financial assets – available
untuk dijual 558.514.524 2h,29 558.514.524 for sale
Tanaman produktif -bersih 286.383.732.092 2m,10 287.736.122.997 Bearer plantation - net
Aset tetap - bersih 280.578.263.510 2n,11 284.750.118.708 Fixed assets - net
Aset pajak tangguhan - bersih 62.620.633.673 2s,18d 62.620.633.673 Deferred tax assets - net
Aset lain-lain 4.130.337.499 2h,o,12,29 4.176.750.176 Other assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 634.271.481.298 639.842.140.078 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 840.191.870.599 843.440.983.692 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITY AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA CURRENT LIABILITIES
PENDEK
Utang bank jangka pendek 240.911.388.890 2h,q,15,29 240.911.388.890 Short-term b ank loan
Utang usaha 15.147.840.266 2h,29 16.205.642.955 Trade payab les
Utang lain-lain 308.571.974.245 2f,h,13,27,29 306.417.436.332 Other payab les
Beban masih harus dibayar 59.103.447.784 2h,14,29 52.734.454.666 Accrued expenses
Utang pajak 12.329.655.500 2s,18b 12.314.798.050 Taxes payab le
Current maturities of long
2h,q,29 long-term liab ilities
Utang sewa pembiayaan 9.900.568.803 2k,16 9.900.568.803 Financial lease payab le
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 645.964.875.488 638.484.289.696 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA NON-CURRENT LIABILITIES
PANJANG
Long-term liab ilities net of
2h,q,29 current maturities:
Utang sewa pembiayaan 107.893.709.428 2k,16 107.943.709.428 Financial lease payab le
Cadangan imbalan pasca kerja Allowance for post -
Karyawan 10.409.375.326 2r,17 10.409.375.326 employment b enefits
Jumlah Liabilitas Jangka Total Non - Current
Panjang 118.303.084.754 118.353.084.754 Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 764.267.960.242 756.837.374.450 TOTAL LIABILITIES
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun:
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which are
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attrib utab le to owners
kepada pemilik Entitas Induk of he parent entity
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per Share capital - Rp 100
saham par value per share
Modal dasar - Authorized capital -
15.000.000.000 saham 15,000,000,000 share
Modal ditempatkan dan 900.000.000.400 19 900.000.000.400 Issued and paid-up capital
dan disetor - 9.000.000.004 - 9,000,000,004
Tambahan modal disetor (14.391.716.260) 2e,20 (14.391.716.260) Additional paid-in capital
Defisit (812.005.700.094) (801.432.371.010) Deficits
Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan Total Equity Attributable to
kepada Pemilik Entitas Induk 73.602.584.046 84.175.913.130 Owners of the Parent Entity
Kepentingan non-pengendali 2.321.326.311 2d 2.427.696.112 Non-controlling interest
JUMLAH EKUITAS 75.923.910.357 86.603.609.242 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN TOTAL LIABILITIES AND
EKUITAS 840.191.870.599 843.440.983.692 EQUITY
PENJUALAN 32.269.704.270 2t,21 28.225.351.042 SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN (35.701.382.161) 2t,22 (35.746.713.785) COST OF SALES
RUGI BRUTO (3.431.677.891) (7.521.362.743) GROSS LOSS
Beban umum dan adminstrasi (1.917.947.031) 2t,23 (1.767.428.199) General and administration expenses
Penghasilan keuangan 288.856 2h,t,25 411.580 Financial income
Beban keuangan (6.373.047.000) 2h,t,24 (12.228.259.413) Financial expenses
Penghasilan lainnya - bersih 1.042.684.181 2t,25 389.242.888 Other income - net
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (10.679.698.885) (21.127.395.887) LOSS BEFORE INCOME TAX
MANFAAT (BEBAN) PAJAK INCOME TAX BENEFIT
PENGHASILAN 2s (EXPENSES)
Kini - 18c - Current
Tangguhan - 18d - Deferred
Jumlah Beban Pajak Total Income Tax Benefits
Penghasilan - Bersih - - - Net RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN
TAHUN BERJALAN (10.679.698.885) (21.127.395.887) NET LOSS FOR YEAR
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Pengukuran kembali imbalan 2r,17
pasca kerja karyawan employment b enefit
- 2r,18d -
- - JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (10.679.698.885) (21.127.395.887) LOSS FOR THE YEAR
RUGI BERSIH
TAHUN BERJALAN NET LOSE FOR THE YEAR
Pemilik entitas induk (10.573.329.084) (20.780.164.288) Owner of the parnet entity
Kepentingan non-pengendali (106.369.801) 2d (347.231.599) Non-controling interest
Jumlah (10.679.698.885) (21.127.395.887) Total
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN LOSE FOR THE YEAR
Pemilik entitas induk (10.573.329.084) (20.780.164.288) Owner of the parnet entity
Kepentingan non-pengendali (106.369.801) 2d (347.231.599) Non-controling interest
Jumlah (10.679.698.885) (21.127.395.887)
(1,17) 2u,26 (2,31)
Rugi bersih per saham dasar Basic net loss per shares
TOTAL COMPREHENSIVE OTHER COMPERHENSIVE
Remeasurement post -
Pos yang tidak akan
Pajak penghasilan tangguhan terkait Related deferred income tax
Jumlah
Items that will not be
-
Total
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian See accompanying Notes to the Consolidated Financial Statements which are Modal Saham /
Share Capital
Disetor / Additional Paid-In
Capital Defisit / Deficits
Sub-jumlah /Sub- total
/ Non- Controlling
Interest
Jumlah Ekuitas / Total Equity 900.000.000.400 (14.391.716.260) (727.703.795.118) 157.904.489.022 3.169.439.630 161.073.928.652
berjalan - - (20.780.164.288) (20.780.164.288) (347.231.599) (21.127.395.887) loss for the period
900.000.000.400 (14.391.716.260) (748.483.959.406) 137.124.324.734 2.822.208.031 139.946.532.765
900.000.000.400 (14.391.716.260) (801.432.371.010) 84.175.913.130 2.427.696.112 86.603.609.242
berjalan - - (10.573.329.084) (10.573.329.084) (106.369.801) (10.679.698.885) loss for the period
900.000.000.400 (14.391.716.260) (812.005.700.094) 73.602.584.046 2.321.326.311 75.923.910.357 Jumlah rugi komprehensif periode
Saldo 31 Maret 2021
Saldo 31 Desember 2020 Balance as of December 31, 2020
Total comprehensive
Jumlah rugi komprehensif periode
Saldo 31 Maret 2022
Balance as of March 31, 2021
Balance as of March 31, 2022 Total comprehensive
Saldo 31 Desember 2021 Balance as of December 31, 2021
OPERASI OPERATING ACTIVITIES
32.810.652.567 29.533.500.821 (29.521.295.302) (27.748.465.661) (1.917.947.031) (1.134.721.601)
operasional lainnya (789.998.286) (632.444.489) expenses
(8.142.800) - 1.043.693.837 (312.364.461)
untuk) Aktivitas Operasi 1.616.962.985 (294.495.391) operating activities
INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
berelasi - (4.877.648.052) related parties
Investasi - (4.877.648.052) Investing Activities
PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
lain-lain pihak berelasi (2.154.537.913) 5.965.306.630 payables - related party (50.000.000) (281.311.000)
Pendanaan (2.204.537.913) 5.683.995.630 Financing Activities
DAN BANK (587.574.928) 511.852.187 CASH ON HAND AND IN BANKS
2.970.178.243 268.295.559 BEGINNING OF PERIOD
2.382.603.315 780.147.746 END OF PERIOD CASH FLOWS FROM (FOR)
Cash receipt from customers Cash payment to suppliers Cash payment to employees Cash payment to other operating Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok Pembayaran kas kepada karyaw an ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
Pembayaran kas kepada beban
Penurunan (kenaikan) piutang pihak Decrease (increase) of receivable from
Pembayaran beban keuangan Penerimaan (pembayaran) lain
Payment in financial expense Other receipt (payment)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan Net Cash Provided by (Used in)
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS CASH FLOWS FROM (FOR)
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS CASH FLOWS FROM (FOR)
Penerimaan dari (pengeluaran untuk) utang
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Net Cash Used in
Receipt from (payment for) other
Payments of finance lease payables Pembayaran utang sew a pembiayaan
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE
CASH ON HAND AND IN BANKS AT
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Net Cash Provided by
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS NET INCREASE (DECREASE) IN
KAS DAN BANK AWAL PERIODE
CASH ON HAND AND IN BANKS AT
a. Pendirian Perusahaan a. Company Establishment PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk,
("Perusahaan") didirikan dengan nama PT Jo Perkasa Agro Technologies berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 13 April 2005 dari Herlina Pakpahan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-12513 HT.01.01.TH.2005 tanggal 10 Mei 2005, serta diumumkan dalam lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 101 tanggal 20 Desember 2005, Tambahan No. 13083.
PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (the
"Company") was established as PT Jo Perkasa Agro Technologies based on the notarial deed No.
4 dated April 13, 2005 of Herlina Pakpahan, S.H.
Notary in Jakarta. The deed of establishment has been approved by the Ministry of Justice of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. C- 12513 HT.01.01.TH.2005 date May 10, 2005, and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 101 dated December 20, 2005, Supplement No. 13083.
Berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 8 November 2010 dari Notaris H. Teddy Anwar, S.H., SpN., nama Perusahaan yang semula PT Jo Perkasa Agro Technologies diubah menjadi PT Multi Agro Gemilang Plantation. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- 00961.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 7 Januari 2011.
Based on Notarial Deed No. 17 dated November 8, 2010 of Notary H. Teddy Anwar, S.H., SpN., the name of the Company which previously PT Jo Perkasa Agro Technologies, has been changed to PT Multi Agro Gemilang Plantation. The amendment Deed has obtained approval from the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia with Decision Letter No. AHU- 00961.AH.01.02.Tahun 2011 dated January 7, 2011.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 47 tanggal 18 Desember 2020 yang dibuat di hadapan H. Teddy Anwar, S.H., SpN., Notaris di Jakarta, terkait dengan perubahan susunan Direksi dan Komisaris. Perubahan data perseroan tersebut masih dalam proses pemberitahuan ke Kementerian Hukum dan HAM.
The Company’s Articles of Association has been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 47 dated December 18, 2020 of H. Teddy Anwar, S.H., SpN., Notary in Jakarta, in connection of the changes of Board of Directors and Commisioners. The changes to the company's data are still in progress notification to the Ministry of Law and Human Rights.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah dalam bidang perkebunan kelapa sawit.
Based on the article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of activities of the Company is mainly to engage in oil palm plantation.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Gedung Bank Panin Pusat Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat 1027.
The head office is located at Panin Bank Tower 2nd Floor, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1 Gelora Tanah Abang, Central Jakarta 1027.
Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 2005.
The Company commenced commercial operations in 2005.
PT Santika Griya Persada merupakan entitas induk Perusahaan. Sedangkan Bobby Alianto merupakan pemegang saham akhir Perusahaan.
PT Santika Griya Persada is the parent entity of the Company. Whereas Bobby Alianto is its ultimate shareholder.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan b. Public Offering of Shares of the Company Pada tanggal 28 Desember 2012, Perusahaan
memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Penawaran dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dengan suratnya No. S- 14783/BL/2012 untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) sejumlah 4.000.000.000 saham dengan nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 110 (nilai penuh) persaham. Pada tanggal 16 Januari 2013, seluruh saham tersebut telah dicatat di Bursa Efek Indonesia.
On December 28, 2012, the Company obtained the Effective Notification Letter of Offering Statement from Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) through its Letter No. S-14783/BL/2012 for the Company's Initial Public Offering (IPO) of 4,000,000,000 shares with a par value of Rp 100 (full amount) per share to the public at an offering price of Rp 110 (full amount) per share. On January 16, 2013 all the shares were listed on the Indonesia Stock Exchange.
Pada Juli 2016, perusahaan mencatatkan 4 saham sebagai hasil pelaksanaan waran seri I. Dengan demikian, maka jumlah saham perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia menjadi sebanyak 9.000.000.004 saham.
In July 2016, the company listed 4 shares as a result of the implementation of the Series I warrants. Thus, the total number of shares listed in the Indonesia Stock Exchange amounted to 9,000,000,004 shares.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan
c. Boards of Commissioners, Director, Audit Committee, and Employees
Pada tanggal 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021, Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit adalah sebagai berikut:
As of March 31, 2022 and December 31, 2021, the composition of the Board of Commissioners, Directors, and Audit Committee are as follows:
31 Maret 2022/
March 31, 2022
31 Desember 2021/
December 31, 2021
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama dan President Commissioner and
Komisaris Independen : Burhanuddin Andi Burhanuddin Andi : Commissioner Independent
Komisaris : Agung Sabar Santoso Agung Sabar Santoso : Commissioner
Komisaris : Petrus Tjandra Petrus Tjandra : Commissioner
Komisaris : Laili Qadrina Laili Qadrina : Commissioner
Komisaris : Afrizal Afrizal : Commissioner
Direksi Directors
Direktur Utama : Suherman Suherman : President Director
Wakil Direktur Utama : Frans Lebu Raya Frans Lebu Raya : Vice President Director Wakil Direktur Utama : Shiddiq Yanuar Robbani Shiddiq Yanuar Robbani : Vice President Director
Komite Audit Audit Committee
Ketua : Mia Vinita Mia Vinita : Chairman
Anggota : Alfajri Alfajri : Member
Anggota : Ravi Mas’ud Ravi Mas’ud : Member
Perusahaan dan entitas anak mempunyai 220 karyawan tetap per 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021.
The Company and subsidiaries had 220 permanent employees as of Marc 31, 2022 and December 31, 2021.
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
d. Entitas Anak d. Subsidiaries
Berikut rincian dan informasi umum kepemilikan Perusahaan pada masing-masing entitas anak:
The following is detail nad general information of the Company’s ownership in subsidiaries:
e. Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian e. Issuance of Consolidated Financial Statements Laporan keuangan konsolidasian ini telah disetujui
oleh Direksi Perusahaan, untuk diterbitkan pada tanggal 27 Mei 2022.
The consolidated financial statements were approved by the Director of Company, and authorized for issue on May 27, 2022.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
a. Compliance with Financial Accounting Standards (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak (bersama-sama disebut sebagai “Grup”) telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK - IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAS) IAI, serta Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
The consolidated financial statements of the Company and subsidiaries (together as “Group”) have been prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards which include, the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Institute of Indonesia Chartered Accountants (DSAK-IAI) and the Board of Sharia Accounting Standards (DSAS) of IAI and OJK Regulation No. VIII.G.7 regarding
“Presentation and Disclosures of Public Companies’
Financial Statements”.
Mulai beroperasi komersial/
Kegiatan Commenccement
Entitas anak/ Domisili/ Usaha/ Scope 31 Maret 2022/ 31 Des 2021/ of comercial 31 Maret 2022/ 31 Des 2021/
Subsidiaries Dpmicile of business March 31,2022 Dec 31,2021 operations March 31,2022 Dec 31,2021
Entitas anak / Sub sidiaries
PT Boswa Megalopolis Aceh Perkebunan 93,58% 93,58% 1982 187.059.144.317 189.248.884.330
PT Bumi Orion Sawit Subur Riau Perkebunan 99,99% 99,99% 2008 469.196.038 469.196.038
PT Brent Multidaya Kalimantan
Barat Perkebunan 99,99% 99,99% 2007 823.010.881 879.192.507
PT Meta Epsi Agro Kalimantan
Tengah/Ria Perkebunan 99,99% 99,99% 2007 352.339.738.589 353.146.620.016
Melalui MEA / Throught MEA
PT. Sabut Mas Abadi Kalimantan
Tengah
Perkebunan, Pengolahan tandan buah
segar
99,99% 99,99% 2002 63.643.849.526 64.376.183.589
Direct ownership
Kepemilikan tidak langsung / Indirect ownership Kepemilikan langsung /
Persentase kepemilikan/
Percentage of ownership
%
Jumlah aset sebelum eliminasi/ total assets before elimination
%
b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
b. Basis of Preparation of Consolidated Financial Statements
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan”. Dasar pengukuran yang digunakan adalah berdasarkan biaya historis, kecuali untuk akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi terkait.
The consolidated financial statements are prepared in accordance PSAK No. 1, “Presentation of Financial Statements”. The measurement basis used is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk periode sebelumnya, kecuali untuk penerapan beberapa PSAK dan ISAK baru yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.
The accounting policies adopted in the preparation of the consolidated financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the consolidated financial statements in respect of the previous period, except for the adoption of several amended and new PSAK and ISAK effective January 1, 2020 as disclosed in this Note.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan dasar akrual. Laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokan arus kas atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting.
The consolidated statement of cash flows has been prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan.
The preparation of consolidated financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian.
Although these estimation are based on management’s best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ from those estimation. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where assumptions and estimation are significant to the consolidated financial statements are disclosed in Note 3 to the consolidated financial statements.
c. Penerapan Standar dan Interpretasi Baru dan Revisi
c. Adoption of New and Revised Standards and Interpretation
Berikut ini adalah Standar baru, revisi dan interpretasi yang relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 sebagai berikut:
The following are new Standards, revisions and interpretations that are relevant to financial reporting and are effective for the years beginning on or after January 1, 2020 as follows:
• PSAK 15 (amandemen), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
• PSAK 15 (amendment), Investments in Associates and Joint Ventures: Long Term Interest in Associate and Joint Ventures
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Penerapan Standar dan Interpretasi Baru dan Revisi (lanjutan)
c. Adoption of New and Revised Standards and Interpretation (continued)
• PSAK 62 (amandemen), Kontrak Asuransi- Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi
• PSAK 62 (amendment), Insurance Contract:
Applying PSAK 71: Financial Instruments with PSAK 62: Insurance Contracts
• Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25: Definisi Material berlaku efektif 1 Januari 2020.
Amandemen ini mengklarifikasi definisi materi dengan tujuan menyelaraskan definisi yang digunakan dalam kerangka kerja konseptual dan beberapa PSAK terkait. Selain itu, juga memberikan panduan yang lebih jelas mengenai definisi material dalam konteks pengurangan pengungkapan yang berlebihan karena perubahan ambang batas definisi material.
• Amendments to PSAK 1 and PSAK 25:
Definition of Material, effective January 1, 2020.
The amendments clarify the definition of material with the aim of harmonizing the definitions used in the conceptual framework and some relevant PSAKs. In addition, it also provides clearer guidance regarding the definition of material in the context of reducing over disclosure due to changes in the threshold of the material definition.
• PSAK 71: Instrumen Keuangan, berlaku efektif 1 Januari 2020. PSAK ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen.
• PSAK 71: Financial Instruments, effective January 1, 2020. This PSAK provides classification and measurement of financial instruments based on the characteristics of contractual cash flows and business model of the entity; expected credit loss impairment model resulting in information that are more timely, relevant and understandable to users of the financial statements; accounting for hedging that reflect the entity's risk management better by introducing a more general requirement based on management's.
• PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, berlaku efektif 1 Januari 2020.
PSAK ini adalah standar tunggal untuk pengakuan pendapatan yang merupakan hasil dari join proyek yang sukses antara International Accounting Standards Board (“IASB”) dan Financial Accounting Standards Board (“FASB”), mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan.
• PSAK 72: Revenue from Contracts with Customers, effective January 1, 2020. This PSAK is a single standard that is a joint project between the International Accounting Standards Board (“IASB”) and the Financial Accounting Standards Board (“FASB”), provides revenue recognition from contracts with customers, and the entity is expected to perform analysis before recognizing the revenue.”
• PSAK 73: Sewa, berlaku efektif 1 Januari 2020.
PSAK ini menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak guna (right of use assets) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 (dua) pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka-pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya (underlying assets) bernilai rendah.
• PSAK 73: Leases, effective January 1, 2020.
his PSAK establishes the principles of recognition, measurement, presentation, and disclosure of the lease by introducing a single accounting model, with the requirement to recognize the right of use assets and liability of the lease. There are 2 (two) optional exclusions in the recognition of the lease assets and liabilities: (i) short-term lease and (ii) lease with low-value underlying assets.
d. Prinsip Konsolidasian d. Principle of Consolidation Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan
aset dan liabilitas pada akhir periode pelaporan dan hasil usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal- tanggal tersebut dari Grup di mana Perusahaan memiliki kemampuan untuk mengendalikan entitas tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
The consolidated financial statements incorporate assets and liabilities at the end of the reporting period and results of operations for the years then ended of the Group in which the Company has the ability to control the entities, both directly or indirectly.
Kepentingan non-pengendali atas jumlah laba rugi dan penghasilan komprehensif lain entitas anak diidentifikasi sesuai proporsinya dan disajikan sebagai bagian dari jumlah laba rugi dan penghasilan komprehensif lain yang dapat diatribusikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Kepentingan non-pengendali atas aset neto entitas anak diidentifikasi pada tanggal kombinasi bisnis yang selanjutnya disesuaikan dengan proporsi atas perubahan ekuitas entitas anak dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Non-controlling interests in the total profit or loss and others comprehensive income of subsidiaries is identified at its portion and presented as a part of total attributable profit or loss and others comprehensive income in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. Non-controlling interests in the net assets of subsidiaries is identified at the date of business combination afterwards adjusted by proportion of changes in equity of subsidiaries and presented as a part of equity in the consolidated statements of financial position.
Bila pengendalian atas suatu entitas diperoleh dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai. Bila pengendalian berakhir dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut dimasukkan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk bagian tahun dimana pengendalian masih berlangsung.
Where control of an entity is obtained during a financial year, its results are included in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income from the date on which control commences. Where control ceases during a financial year, its results are included in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income for the part of the year during which control existed.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian dalam semua hal yang material telah diterapkan secara konsisten oleh entitas anak, kecuali dinyatakan lain.
The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements in all material respects have been consistently applied by the subsidiaries, unless otherwise stated.
Seluruh transaksi dan saldo yang material antara perusahaan-perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian.
All material transactions and balances between consolidated companies have been eliminated in preparing the consolidated financial statements.
Kepentingan non-pengendali merupakan proporsi atas hasil usaha dan aset bersih entitas anak yang tidak diatribusikan pada Grup.
Non-controling interest represents the proportion of the results and net assets of subsidiaries not attributable to the Group.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Ketika pengendalian atas entitas anak hilang, bagian kepemilikan yang tersisa di entitas tersebut diukur kembali pada nilai wajarnya dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laba rugi.
Changes in a parent’s ownership interest in a subsidiary that do not result in the loss of control are accounted for as equity transactions. When control over a previous subsidiary is lost, any remaining interest in the entity is remeasured at fair value and the resulting gain or loss is recognised in profit or loss.
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
d. Prinsip Konsolidasian (lanjutan) d. Principle of Consolidation (continued) Bagian Perusahaan atas transaksi ekuitas entitas
anak disajikan sebagai "komponen ekuitas lainnya"
dalam bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
The Company’s portion of equity transactions of subsidiaries is presented as "other equity component" under the equity section of the consolidated statements of financial position.
e. Kombinasi Bisnis e. Business Combinations
Entitas Tidak Sepengendali Among Entities Not Under Common Control Kombinasi bisnis, kecuali kombinasi bisnis entitas
sepengendali, dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap kepentingan non-pengendali (KNP) pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau sebesar proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disajikan sebagai beban administrasi.
Business combinations, except business combination among entities under common control, are accounted for using the acquisition method.
The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value and the amount of any non-controlling interests (NCI) in the acquiree. For each business combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree’s identifiable net assets. Acquisition related costs incurred are directly expensed and included in administrative expenses.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
When the Group acquires a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as of the acquisition date.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pada tanggal akuisisi pihak pengakuisisi mengukur kembali nilai wajar kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam komponen laba rugi.
If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the acquirer’s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss.
Imbalan kontinjensi yang dialihkan oleh pihak pengakuisisi diakui sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas, akan diakui dalam komponen laba rugi atau pendapatan komprehensif lain sesuai dengan PSAK 55. Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan kontinjensi tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Any contingent consideration to be transferred by the acquirer is recognised at fair value at the acquisition date. Subsequent changes to the fair value of the contingent consideration which is deemed to be an asset or liability is recognised in accordance with PSAK 55 either in profit or loss or as other comprehensive income. If the contingent consideration is classified as equity, it is not measured until it is finally settled within equity.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk KNP atas aset bersih teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih.
At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount recognised for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed.
Jika nilai agregat tersebut lebih kecil dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam komponen laba rugi.
If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognised in profit or loss.
e. Kombinasi Bisnis (lanjutan) e. Business Combinations (continued)
Entitas Tidak Sepengendali (lanjutan) Among Entities Not Under Common Control (continued)
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan dan/atau entitas anak yang diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut.
After initial recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the Company and/or its subsidiaries’ Cash-Generating Units (“CGU”) that are expected to benefit from the combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquired are assigned to those CGUs.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
Where goodwill forms part of a CGU and part of the operation within that CGU is disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is included in the carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.
Entitas Sepengendali Among Entities Under Common Control
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan dimana aset dan liabilitas yang diperoleh dari kombinasi bisnis dicatat oleh pengakuisisi pada jumlah tercatatnya.
Business combination of entities under common control that qualifies as a business are accounted for under pooling of interest method where assets and liabilities acquired in the business combination are recorded by the acquirer at their book values.
Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat disajikan sebagai tambahan modal disetor dan tidak diakui ke laba rugi.
The difference between the transfer price and the book value is presented as additional paid in capital and is not recycled to profit or loss.
Metode penyatuan kepemilikan diterapkan seolah- olah entitas telah bergabung sejak periode dimana entitas yang bergabung berada dalam sepengendali.
The pooling of interest method is applied as if the entities had been combined from the period when the merging entities were placed under common control.
f. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi f. Related Party Transaction Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang
terkait dengan entitas pelapor:
Related party represents a person or an entity who is related to the reporting entity:
(1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(1) A person or a close member of the person’s family is related to a reporting entity if that person:
(a) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(a) has control or joint control over the reporting entity;
(b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(b) has significant influence over the reporting entity;or
(c) Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
(c) is a member of the key management personel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
f. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi (lanjutan) f. Related Party Transaction (continued) (2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor
jika memenuhi salah satu hal berikut:
(2) An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies:
(a) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(a) The entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).
(b) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
(b) One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member).
(c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(c) Both entities are joint ventures of the same third party.
(d) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
(d) One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
(e) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
(e) One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member).
(f) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(f) Both entities are joint ventures of the same third party.
(g) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
(g) One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.
(h) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja untuk imbalan pasca- kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
(h) The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of post-employment of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
(i) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam angka (1).
(i) The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (1).
(j) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (1) (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(j) A person identified in (1)(a) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).
g. Kas dan Bank g. Cash on hand and in banks Kas dan bank mencakup kas di tangan dan
penempatan kas pada bank. Kas dan bank merupakan aset yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi pencairannya.
Cash on hand and in banks include cash on hand and cash placement in banks. Cash on hand and in banks are assets which are not not used as collateral and are not restricted.
h. Instrumen Keuangan h. Financial Instruments
Aset Keuangan Financial Assets
Pengakuan dan pengukuran awal Initial Recognition and Measurement Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam
kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghaslan komprehensif lain, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
The Group classifies its financial assets into the following categories: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) financial assets measured at fair value through other comprehensive income, and (c) financial assets measured at amortised cost.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lain-lain, diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, serta penyertaan saham yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Grup tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
The Group’s financial assets consist of cash banks, trade receivables, other receivable and other assets classified as financial assets at amortized cost and investment in shares classified as financial assets measured at fair value through other comprehensive income. The Group has no financial assets measured at fair value through profit or loss and other comprehensive income.
Grup menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).
The Group used 2 (two) methods to classify its financial assets, based on the Group’s business model in managing the financial assets, and the contractual cash flow of the financial assets (“SPPI”).
Pengujian SPPI SPPI Test
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Grup menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
As the first step of the classification process, the Group assesses the financial contractual requirements to identify whether they meet the SPPI testing.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Principal for the purpose of this test is defined as the fair value of the financial asset at initial recognition and may change over the life of the financial asset (for example, if there are repayments of principal or amortisation of the premium/discount).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Grup menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
The most significant elements of interest within an arrangement are typically the consideration for the time value of money and credit risk. To make the SPPI assessment, the Group applies judgment and considers relevant factors such as the currency in which the financial asset is denominated, and the period for which the interest rate is set.
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
h. Instrumen Keuangan (lanjutan) h. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan) Financial Assets (continued)
Pengujian SPPI (lanjutan) SPPI Test (continued)
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
In contrast, contractual terms that introduce a more than de minimis exposure to risks or volatility in the contractual cash flows that are unrelated to a basic lending arrangement, do not give rise to contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. In such cases, the financial asset is required to be measured as Fair Value through Profit or Loss (“FVTPL”).
Penilaian Model Bisnis Business Model Assessment
Grup menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Grup mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
The Group determines its business model at the level that best reflects how it manages the Group’s financial assets to achieve its business objective.
Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing- masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:
- bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
- risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
- bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
- frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Grup.
The Groups business model is not assessed on an instrument-by-instrument basis, but at a higher level of aggregated portfolios and is based on observable factors such as:
- how the performance of the business model and the financial assets held within that business model are evaluated and reported to the entity’s key management personnel;
- the risks that affect the performance of the business model (and the financial assets held within that business model) and, in particular the way those risks are managed;
- how business managers are compensated (for example, whether the compensation is based on the fair value of the assets managed or on the contractual cash flows collected);
- the expected frequency, value, and timing of sales are also important aspects of the Group’s assessment.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario “worst case” atau
“stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Grup tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
The business model assessment is based on reasonably expected scenarios without taking
“worst case” or “stress case” scenarios into account. If cash flows after initial recognition are realised in a way that is different from the Group’s original expectations, the Group does not change the classification of the remaining financial assets held in that business model, but incorporates such information when assessing newly originated or newly purchased financial assets going forward.
h. Instrumen Keuangan (lanjutan) h. Financial Instruments (continued) Aset Keuangan (lanjutan) Financial Assets (continued)
Penilaian Model Bisnis (lanjutan) Business Model Assessment (continued) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Financial assets are measured at amortized cost if the financial asset is managed in a business model aimed at owning a financial asset in order to obtain a contractual cash flow and the contractual requirements of a financial asset that on a given date increases the cash flow solely from the principal and interest payments (“SPPI”) of the amount owed.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
At initial recognition, the financial assets measured at amortized cost are recognized at the fair value plus the transaction fee and subsequently measured at amortized cost by using the effective interest rate.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Penghasilan Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian penurunan nilai”.
Interest income from financial assets measured at amortized cost is recorded in the statement of profit and loss and other comprehensive income and is recognized as "Financial Income". When a decline in value occurs, the impairment loss is recognized as a deduction of the recorded value of the financial asset and is recognized in the financial statements as "Impairment loss".
Sebelum 1 Januari 2020, Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) pinjaman yang diberikan dan piutang, (c) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dan (d) aset keuangan tersedia untuk dijual.
Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.
Before January 1, 2020, the Company classified its financial assets into these categories: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) loans and receivables, (c) financial assets held to maturity, and (d) financial assets available for sale. The classification depends on the purpose of acquiring such financial assets. Management determines the classification of such financial assets at the initial recognition.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (“SBE”).
Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan sebagai
“Penghasilan Keuangan”. Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai
“Kerugian Penurunan Nilai”.
At the time of initial recognition, loans and receivables are recognized at their fair value plus transaction fees and are further measured on amortized acquisition costs using the Effective Interest Rate (“EIR”) method. Income from financial assets in the category of loans and receivables is recorded in the statement of profit or loss and other comprehensive income and is reported as
"Financial Income". In the event of impairment, impairment losses are reported as a deduction from the carrying value of the financial assets in loan and receivables and are recognized in the statement of profit and loss and other comprehensive income as
"Impairment Loss".