Twenty-fourth session of the Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP-24 UNFCCC); The third part of the first meeting of the Conference of the Parties, which is the meeting of the Parties to the Paris Agreement (CMA 1.3).
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan
Buku aturan perjanjian dapat memfasilitasi tindakan dan memastikan bahwa tidak hanya tujuan tercapai, tetapi juga mempertimbangkan berbagai tahap perkembangan negara-negara peserta, terutama negara-negara berkembang.
DELEGASI REPUBLIK INDONESIA
Komposisi DELRI
Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Papua Barat, Provinsi Gorontalo, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Bali, Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Pidie, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kabupaten Kaimana; . Harian Kompas, Kompas TV, Tempo / Kompas Media, Media Indonesia, Media Nasional, Detik.com, Jawa Pos, ANTARA, Media Siber, Tribun Pontianak, Berita Metro TV dan Metro TV, Koran Jakarta, Suara NTB, TV ONE, Rakyat Merdeka , Kumparan dan TVRI yang langsung terdaftar sebagai media terakreditasi.
Perimbangan Gender
SESI PERSIDANGAN/ NEGOSIASI
Pertemuan Persiapan dan Koordinasi G77 and China
Pembukaan Katowice Climate Change Conference
Michal Kurtyka mengimbau para pihak untuk melakukan segala upaya agar Perjanjian Paris dapat berfungsi sepenuhnya, sehingga para pihak dapat meninggalkan Katowice setelah menyusun seperangkat pedoman implementasi, disertai dengan pengetahuan yang akan dibagikan kepada dunia dan komunitas global. berdedikasi. María Fernanda Espinosa Garcés, Presiden Majelis Umum PBB mengingatkan para peserta bahwa dunia sedang mengamati bagaimana negosiator bernegosiasi, dan mengakui bahwa persidangan akan sulit, tetapi tetap meminta para pihak untuk melihat COP24 sebagai kesempatan untuk menunjukkan efektivitas demonstrasi multilateralisme di tingkat saat legitimasinya dipertanyakan.
Agenda dan Hasil Negosiasi
- Agenda Persidangan/ Negosiasi
- Hasil Persidangan/Negosiasi
- Koordinasi Tim Negosiasi
Global Inventory (matters related to Article 14 of the Paris Agreement and paragraphs 99-101 of Decision 1/CP.21) on the Agenda APA 1.7 Agenda Item 6: Global Inventory Matters. SBI49 a.i.8 Matters related to the mechanisms under the Kyoto Protocol - 8 (a) Review of the modalities and procedures for clean. 4 (b) Work of the Advisory Group of Experts on National Communications of Parties not included in Annex I to the Convention.
4 Implementation of paragraphs 8 and 9 of Article 4 of the Convention: 4 (b) Matters relating to the least developed countries. Matters related to Article 14 of the Paris Agreement and Paragraphs 99-101 of Decision 1/ CP .21, merupakan sekreni detil pakistan ilikanganan GST (modalitas) in sumber input untuk GST. SBI49 a.i.8 Matters relating to mechanisms under the Kyoto Protocol: 8 (a) Review of modalities and procedures for the Clean Development Mechanism.
SBI49 a.i.8 Matters relating to the mechanisms under the Kyoto Protocol: 8 (b) Report of the administrator of the international transaction log under the Kyoto Protocol. 8 Development and transfer of technologies and implementation of the Technology Mechanism: 8 (a) Joint annual report of the Technology Executive Committee (TEC) and the Climate Technology Center and Network (CTCN).
LEADERS SUMMIT DAN HIGH LEVEL SEGMENT
Leaders Summit
High- Level Segment
Deputy Director of MRV and Registry for Land Sectors of the General Directorate for Climate Change. Head of the Agency for Climate Change and Forest and Land Fires for the Kalimantan Region Directorate General for Climate Change of the Ministry of Environment and Forestry. Lia Kartikasari, Head of REDD+ Partner Networking Department, Directorate General for Climate Change, Ministry of Environment and Forestry.
GHG Inventory and Monitoring, Reporting and Verification (MRV) Directorate General Climate Change Ministry of Environment and Forestry. Deputy Director of Planning for Forest and Land Fires Control Directorate General for Climate Change. Amanda Katili Head of the Office of the Expert Team of the President's Special Envoy for Climate Change.
PERTEMUAN NON PERSIDANGAN / NON NEGOSIASI
Mandated Events
- High-Level Mandated Events
- Workshop
Acara wajib adalah kegiatan yang dikenakan atau berasal dari hasil keputusan proses UNFCCC pada sesi sebelumnya dan diselenggarakan oleh Sekretariat UNFCCC. Dalam rangkaian COP24/CMP14/CMA1.3, acara mandat diadakan dalam bentuk acara dan lokakarya mandat tingkat tinggi. Dialog Menteri Tingkat Tinggi Dua Tahunan ke-3 tentang Pendanaan Iklim pada 10 Desember 2018; Indonesia diwakili oleh Deputi IV Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Kelautan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan staf ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional;
Tinjauan status implementasi dan ambisi sebelum 2020: yang dibagi menjadi (a) bagian teknis (Minggu I) dan (b) bagian tingkat tinggi/kementerian pada 10 Desember 2018; Indonesia diwakili oleh Penasihat Senior Menteri Pengendalian Perubahan Iklim dan Konvensi Internasional/National Focal Point UNFCCC; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku ketua delegasi Indonesia mempresentasikan langkah-langkah yang telah dilakukan Indonesia untuk mencapai NDCs, termasuk berbagai kebijakan mitigasi dan adaptasi serta langkah-langkah untuk mencapai penurunan emisi dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim sesuai dengan berbagai keputusan COP . Forum Titik Fokus Program Kerja Nairobi ke-12; Agenda ini berfokus pada isu diversifikasi ekonomi;
COP Presidency Events
Side Events UNFCCC
Parallel Events
Paviliun Indonesia
Expert staff of the Minister of Energy and Natural Resources, Ministry of Environment and Forestry. Sigit Reliantoro Secretary of the Directorate General for Pollution and Environmental Management Ministry of Environment and Forestry. Identification and analysis of vulnerabilities Directorate for Adaptation to Climate Change Ministry of Environment and Forestry.
Deputy Director for Greenhouse Gas Inventory in Non-Land Sectors, Greenhouse Gas Inventory Directorate and MRV Directorate General for Climate Change Ministry of Environment and Forestry.
PERTEMUAN BILATERAL DAN MULTILATERAL
Kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
- High-Level Dialogue on the Integrative Global Agenda to Protect the Marine
Menteri LHK mengusulkan kerjasama baru terkait pengelolaan pencemaran plastik di laut, pengelolaan International Tropical Peatland Center (ITPC) dan dukungan terhadap upaya Indonesia meningkatkan keberlanjutan produk minyak sawit ramah lingkungan. Pemerintah Inggris menanggapi dengan baik usulan kerjasama baru Indonesia tanpa harus mengesampingkan kerjasama erat yang telah terjalin selama ini. Namun beberapa kerjasama yang dilakukan oleh Indonesia dan Australia juga dibahas, khususnya terkait upaya pembentukan kelompok kerja perubahan iklim dan lingkungan dalam kerangka kerjasama bilateral antara Indonesia dan Australia.
Australia telah menyatakan bahwa prioritas lingkungan mereka adalah untuk mendukung pelaksanaan Perjanjian Paris dan untuk mendukung sektor pertanahan, khususnya dalam kaitannya dengan pertanian berkelanjutan. Terkait pengelolaan gambut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan meminta Norwegia mendukung inisiatif International Tropical Peatland Center (ITPC). Pada pertemuan ini, Menlu juga menyampaikan beberapa isu terkait hubungan Indonesia dengan Uni Eropa, khususnya terkait FLEGT.
Kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan
Kegiatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Melissa Price, membahas perdagangan dan investasi, perlindungan sumber daya laut, lingkungan perairan dan karbon biru. Pertemuan ini akan dilanjutkan dengan courtesy meeting pejabat dari Australian Department of the Environment dan CSIRO ke Jakarta pada tanggal 11 Februari 2019 untuk membahas area spesifik dan peluang kerjasama terkait blue carbon; Ola Elvestuen yang membahas isu-isu lingkungan antara lain sampah laut dan kehutanan, kelapa sawit dan kerjasama bisnis.
Sebagai tindak lanjut, kepemimpinan Indonesia dalam menangani sampah laut harus ditunjukkan pada pertemuan G20 yang akan diselenggarakan di Jepang pada Juni 2019; Pertemuan bilateral dengan Director of Environment and Natural Resources Global Practice - World Bank yang membahas marine debris, mangrove, terumbu karang dan ketahanan pesisir.
Kegiatan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional / Kepala
- Kegiatan Menteri PPN / Kepala Bappenas dalam Pertemuan Inisiatif
- Kegiatan Bilateral Menteri PPN / Kepala Bappenas
- Kegiatan Lain Menteri PPN/ Kepala Bappenas
Pertemuan Menteri PPN/Kepala Bappena dengan IIASA berlangsung pada 10 Desember 2018 di Hotel Monopol, Katowice. Menteri PPN/Kepala Bappena mengatakan, UKCCU diharapkan dapat mendukung kegiatan yang lebih bersifat lokal, dengan inisiatif dan kepemimpinan yang tinggi dari pemerintah daerah. Menteri PPN/Kepala Bappena berharap IFC dapat melihat potensi pengembangan energi terbarukan dalam skala yang lebih kecil.
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menindaklanjuti Letter of Intent yang ditandatangani oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas dan CEO AFD pada Pertemuan Tahunan IMF-WB di Bali pada Oktober 2018 tentang dukungan AFD untuk pembangunan rendah karbon. Pada kesempatan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan laporan dampak ekonomi dari Pertemuan Tahunan IMF-WB yang diselenggarakan Oktober 2018. Selain berbagai kegiatan tersebut di atas, Menteri PPN/Kepala Bappenas mendapatkan permintaan wawancara dengan DW, salah satu media Jerman, yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2018 di ruang rapat kantor delegasi Rep.
TINDAK LANJUT
Sebagai salah satu pendukung Deklarasi Solidaritas dan Transisi Adil Silesia dan mengingat esensi deklarasi tersebut sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan mengingat minimnya keterlibatan Kementerian Ketenagakerjaan dalam hal ini, Kementerian Ketenagakerjaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus memfasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan dalam mensosialisasikan isu Transisi Berkeadilan dan mendorong integrasi dalam program-programnya, termasuk isu gender dalam transisi berkeadilan dalam ketenagakerjaan terkait perubahan iklim. Identifikasi sistem pendukung implementasi PA dan komunikasi pihak terkait untuk implementasi penuh pada tahun 2020. Mendorong kemauan politik untuk menurunkan emisi untuk implementasi KDH di sektor energi dan sektor lain yang memungkinkan.
Sosialisasi SRN agar dapat dilembagakan dan menjadi satu-satunya pendaftar perubahan iklim sampai ke tingkat masyarakat. Penguatan REDD+ dan pendampingannya di Sub-Nasional dan masyarakat, serta penguatan langkah kerja dan pelembagaan REDD+ di pemerintah daerah dan swasta serta masyarakat. Melakukan dialog dengan kelompok masyarakat adat maupun kelompok masyarakat lokal agar dapat terlibat secara konstruktif dalam mekanisme Local Community and Indigenous People (LCIP).
PENUTUP
LAMPIRAN
Statements of Indonesia
Therefore, Indonesia wants to call on our partners in developed countries to fulfill their commitment before 2020 and rapidly increase their ambitions in meeting the goals of the Paris Agreement, both in reducing emissions and in providing implementation funds to developing countries. Indonesia wishes to reiterate our common goal of fully balancing and aligning the outcome of the Paris Agreement Work Program to be adopted in Katowice to enable all Parties with different national circumstances, capacities and capabilities to implement their NDCs. In light of the Paris Agreement, strengthened mitigation measures before 2020 are more urgent than ever.
My delegation would like to express its deep gratitude to all Chairs for their leadership and tireless efforts in guiding our work to complete the work program of the Paris Agreement. We thank all parties for their commitment to our common goal under the Paris Agreement. Implementing the rules of the Paris Agreement requires fundamental change in many developing countries, including Indonesia.
List of Participants
Senior Advisor to the Minister for International Trade and Industry, Ministry of Environment and Forestry. Senior Advisor to the Minister for Human Ecology and Village Development, Ministry of Environment and Forestry. Kuwat Sri Hudoyo Secretary General Directorate of Public Health Ministry of Health Mr.
Dokumentasi Delegasi Republik Indonesia
Dirjen PPI dan Indonesia NFP untuk UNFCCC memimpin koordinasi awal tim perunding DELRI pada 3 Desember 2018. Ketua Negosiator masalah Pasal 6 Perjanjian Paris menjadi fasilitator pada Pertemuan Konsultasi Informal Antar Pihak tentang Pasal 6 dari PA. NFP Indonesia untuk UNFCC menjadi panelis pada ITUC Side Event: Just Transition and Decent Work.