• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kinerja Proyek Manajemen

N/A
N/A
REG.A/40521100017/RAMDAN NUGRAHA

Academic year: 2024

Membagikan " Laporan Kinerja Proyek Manajemen"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ULANGAN AKHIR SEMESTER

NAMA : RAMDAN NUGRAHA NPM : 40521100017

MATKUL : MANAJEMEN PROYEK

DOSEN : DR. ARIEF RAHMANA, S.T., M.T., IPU, ASEAN ENG NOMOR 1

a. Berapa Perencanaan Waktu Pelaksanaan Proyek?

Perhitungan :

Expected Time:WaktuOptimis+(4×Waktu Paling Sering)+Waktu Pesimis 6

1) 4+(4×5)+7

6 =5,175Hari 2) 7+(4×7)+9

6 =7,337Hari 3) 3+(4×4)+6

6 =4,174Hari 4) 2+(4×4)+8

6 =4,334Hari 5) 6+(4×8)+10

6 =8Hari

(2)

6) 4+(4×5)+7

6 =5,175Hari

Sehingga didapatkan durasi waktu proyek selama 34 Hari

b. Tentukan lintasa kristis, dengan mengisi tabel di bawah ini.

(3)

NOMOR 2 - Analisa EVM (earned value management)

Suatu proyek direncanakan berlangsung selama 12 bulan dan diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar 180 juta. Setelah proyek mulai dilaksanakan, pada akhir bulan ke-5 dilakukan audit kondisi proyek dan didapat bahwa nilai yang telah didapat (earned value) dari pelaksanaan proyek adalah sebesar 65 juta dan biaya aktual (actual cost) yang telah dihabiskan adalah sebesar 75 juta. Jika pada tahap perencanaan proyek, diharapkan nilai rencana (planned value) yang akan dihasilkan proyek sampai akhir bulan ke-5 adalah sebesar 85 juta.

Dari studi kasus diatas, diperoleh parameter sebagai berikut:

Budget at Completion (BAC) = Rp.180.000.000

Planned Value (PV) = Rp.85.000.000

Actual Cost (AC) = Rp.75.000.000

Earned Value (EV) = Rp.65.000.000

Dalam analisis EVM, ada 2 tahap yaitu Progress Proyek saat ini (performance) dan Progress Proyek saat selesai (forecasting). Berikut perhitungannya :

1) Project Performance

 Schedule Variance (SV) Rumus : EV – PV

Rp.65 .000 .000−Rp.85 .000.000=−Rp.20.000 .000

SV bernilai negatif, artinya behind schedule dimana progress proyek lebih lambat dari rencana.

Cost Variance (CV) Rumus : EV – AC

Rp.65 .000 .000−Rp.75 .000.000=−Rp.10.000 .000

CV bernilai negatif, artinya cost overrun dimana biaya proyek yang dikeluarkan lebih tinggi dari hasil yang didapatkan (over-budget).

Schedule Performance Indeks (SPI) Rumus:EV

PV Rp.65 .000.000 Rp.85 .000.000=0,77

(4)

SPI bernilai ≤ 1, artinya progress pekerjaan yang dihasilkan 77% dari 100%

Cost Performance Indeks (CPI) Rumus:EV

AC Rp.65 .000.000 Rp.75 .000.000=0,86

CPI bernilai ≤ 1, artinya progress pekerjaan saat ini secara biaya lebih rendah sehingga terhitung over-budget.

2) Forecasting

Estimate at Completion (EAC) Rumus:BAC

CPI 180Juta

0,86 =209,3Juta

Berdasarkan kinerja proyek saat ini, maka proyek tersebut akan bisa diselesaikan dengan total biaya 209,3 Juta.

Estimate to Complete (ETC) Rumus : EAC – AC

209,3Juta−75Juta=134,3Juta

Untuk menyelesaikan proyek ini, membutuhkan dana 134,3 juta lagi.

Variace at Completion (VAC) Rumus : BAC – EAC

180Juta−209,3Juta=−29,3Juta

Terdapat indikasi bahwa dana proyek kekurangan 29,3 juta dibandingkan rencana total biaya awal.

(5)

NOMOR 3 – Project Risk 1) Identifikasi Risiko

Proses yang terus menerus dan sistematis dilakukan untuk mengenali potensi risiko atau kerugian terhadap proyek yang dijalankan seperti aset, pekerja dan lainnya. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan seperti brainstorming, inspection, risk breakdown structure, risk assessment workshop dan lainnya. Terdapat 4 kata kunci dalam idetifikasi risiko yaitu penyebab, risiko dan efeknya. Berikut contohnya:

 Penyebab : Mesin produksi perlu maintenance

 Risiko : Maintenance mesin memakan banyak waktu dan biaya

 Efek : Berdampak pekerja menjadi kurang produktif dan target produksi tidak tercapai.

2) Analisis Risiko

Analisis Risiko merupakan proses bagaimana dan seberapa besar probabilitas terjadinya risiko serta dampaknya. Analisis risiko bertujuan untuk membedakan risiko yang dapat diterima yang berskala kecil dari risiko yang lebih besar, serta menyediakan informasi sebagai panduan dalam menetapkan prioritas dan mengelola risiko. Berikut contohnya:

 Probabilitas : Kemungkinan maintenance mesin memakan banyak waktu sebesar 80%

 Dampak : maintenance mesin mengakibatkan penurunan target produksi sebanyak 10 unit

 Tingkat Risiko : Risiko waktu maintenance mesin yang lama : 80% x 10

= 8,0

3) Evaluasi Risiko

Evaluasi Risiko merupakan proses bagaimana tingkat risiko dan hasil analisis dirancang untuk penanganan selanjutnya. Misalkan kita mengambil parameter berikut :

(6)

Nilai maintenance/perbaikan mesin yaitu 8, maka skor tingkat resikonya termasuk “Sangat Tinggi” dan diperlukan penanganan sesegera mungkin.

4) Respon Risiki (Penanganan)

Ada beberapa jenis penanganan risiko sebagai berikut :

Beberapa pertimbangan dalam menangani risiko yaitu:

Cost & Benefit (Biaya dan Manfaat)

Risk Appetite (Perspektif Risiko)\

Secondary Risk (Risiko Sekunder)

Dari kasus “Maintenance dan perbaikan mesin produksi” Berikut Contoh respon serta penangannnya :

(7)

 Risiko : Waktu proses maintennace mesin yang memakan banyak waktu

 Penanganan : - Membuat rencana perbaikan yang efisien dan terkendali

- Melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk proses produksinya

Keterangan : Memperhitungkan dengan cermat faktor-faktor penting sehingga perbaikan/maintenance mesin menjadi lebih cepat dan sesuai dengan batas waktu yang direncanakan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis percepatan diperoleh penambahan tenaga kerja pada 6 item kegiatan kritis diperoleh pengurangan durasi waktu penyelesaian proyek selama 8 hari sehingga

Dalam Tugas Akhir ini dilakukan penelitian dengan mengevaluasi kinerja dari segi biaya dan waktu pada proyek reparasi kapal A di PT.XXX menggunakan metode Earned Value

Hasil analisis dengan menggunakan metode Earned Value Analysis terhadap waktu dan biaya pada Proyek Pembangunan Spillway di waduk Gajah Mungkur

Perhitungan durasi akhir proyek dari titik pengamatan dengan menggunakan metode EVM ( Earned Value Method ) akan dilakukan dengan cara menghitung nilai dari SPI ( Schedule

Di dalam Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis) akan dikaji unt uk meramalkan apakah waktu penyelesaian proyek sesuai dengan rencana awal jadwal proyek dalam

Metode Earned Value (nilai hasil) memberikan informasi status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan

Setelah dilakukan perhitungan dengan metode earned value analysis yang dapat memperkirakan biaya dan waktu penyelesaian proyek maka dapat diketahui bahwa sampai dengan evaluasi bulan

Laporan kemajuan proyek dengan metode EVA Earned Value Analysis adalah alat manajemen proyek yang kuat yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja proyek dengan membandingkan pekerjaan