• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KKN KULIAH KERJA NYATA (KKN)

N/A
N/A
lukman

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN KKN KULIAH KERJA NYATA (KKN) "

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

KULIAH KERJA NYATA (KKN) DESA AMBULU KECAMATAN WRINGIN

KABUPATEN BONDOWOSO

Oleh :

NAMA : LUTFIAH ANGGRAENI

NIM : 202191260029

PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (P3M) INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA BPNDOWOSO

2024

(2)

PERSETUJUAN LAPORAN MAHASISWA KULIAH KERJA NYATA

INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA BONDOWOSO TAHUN AKADEMIK 2023/2024

DESA : Ambulu

KECAMATAN : Wringin

KABUPATEN : Bondowoso

Bondowoso, 4 Maret 2024 Disahkan dan diterima oleh :

Kepala Desa DPL

Ahmad Hairul M Ikrom Karyodiputro M.Pd

Mengetahui,

Kepala P3M IAI At-Taqwa Bondowoso

Dr. Miftahus Salam, M.Pd.I NIDN : 2125128701

(3)

PENGESAHAN

HASIL LAPORAN KEGIATAN KULIAH NYATA POSKO 01

INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA BONDOWOSO TAHUN AKADEMIK 2023/2024

DI

DESA AMBULU KECAMATAN WRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO

Pada Hari : Senin

Tanggal : 04 Maret 2024

Koordinator Desa Sekretaris

M Lukman Hakim Lutfiah Anggraeni

Disetujui dan Disahkan Oleh

Kepala Desa DPL

Ahmad Hairul M Ikrom Karyodiputro, M.Pd

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan kegiatan KKN ini. KKN IAI At-Taqwa Bondowoso Moderasi Beragama Berbasis Keluarga Mashlahah yang telah dilaksanakan sejak 31 Januari Sampai 8 Maret 2024 di Desa Ambulu Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso.

Dalam terselesaikannya kegiatan dan laporan KKN ini kami sampaikan terimakasih kepada:

1. Allah SWT yang telah memberikan Nikmat sehat, Lindungan, dan Hidayah kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan kegiatan dan laporan KKN ini.

2. Dr. Suheri, M.Pd.I. selaku Rektor IAI At-Taqwa Bondowoso

3. Dr. Miftahus Salam, M.Pd.I. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M).

4. M Ikrom Karyodiputro, M.Pd.I. selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang telah membimbing kami sejak pelaksanaan KKN sampai terselesaikannya laporan ini 5. Ahmad Hairul selaku Kepala Desa Ambulu Kecamatan Wringin Kabupaten

Bondowoso

6. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Desa Ambulu Kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso

7. Orang tua dan keluarga yang selalu memberikan semangat dan dukungan sehingga kami bisa melaksanakan KKN dengan baik

8. Teman-teman KKN Posko 01 yang saling membantu dan bekerja sama dalam pelaksanaan KKN sampai terselesaikannya laporan ini

9. Dan segenap pihak yang telah membantu yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu.

(5)

Penyusun menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan KKN ini. Oleh karena itu, kami mohon maaf serta kritik dan saran sangat kami harapkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih

Bondowoso, 04 Maret 2024

M Lukman Hakim

(6)

LAPORAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) IAI AT-TAQWA BONDOWOSO

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan

3. Kegunaan

BAB II : MONOGRAFI MEDAN KKN 1. Keadaan Geografis

2. Kependudukan 3. Tata Pemerintah 4. Keadaan Sosial

4.1. Keagamaan 4.2. Pendidikan

4.3. Wawasan Lingkungan 4.4. Kesehatan

4.5. Kewirausahaan 5. Keadaaan Sosial

BAB III : LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KKN 1. Kegiatan KKN dan Hasil yang dicapai 2. Hambatan dan Kesulitan yang dihadapi

3. Tanggapan masyarakat terhadap kegiatan KKN

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN LAMPIRAN-LAMPIRAN :

(7)

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Moderasi beragama mengacu pada pendekatan yang seimbang dan toleran terhadap keberagaman agama dan keyakinan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan di mana berbagai kelompok agama dapat hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Moderasi beragama mendorong toleransi terhadap perbedaan keyakinan dan praktik keagamaan. Yang mencakup penghargaan terhadap hak setiap individu untuk memilih dan menjalani keyakinan agamanya tanpa mendapat tekanan atau diskriminasi.

Mashlahah merujuk pada tujuan atau kemaslahatan dalam hukum Islam. Yang merupakan pokok utama dalam pemikiran hukum Islam yang bertujuan untuk mencapai kebaikan dan kesejahteraan bagi individu dan masyarakat. Mashlahah menunjukkan bahwa hukum Islam bukan hanya tentang penerapan peraturan, tetapi juga tentang mencapai tujuan kemaslahatan dan kebaikan bagi umat manusia.

Keluarga mashlahah mendorong toleransi terhadap perbedaan, baik dalam hal keyakinan agama maupun dalam hal pandangan dan sikap. Anggota keluarga menghargai keberagaman dan berusaha untuk hidup berdampingan secara damai.

Berusaha utuk senantiasa memelihara dan menjungjung tinggi yaitu keagamaan, kesehatan, pendidikan, wawasan lingkungan, kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat dengan cara melaksanakannya secara terpadu dan menyeluruh. Salah satu upaya untuk mewujudkan pengabdian ditengah-tengah masyarakat secara nyata, IAI AT-Taqwa bondowoso dalam rangka menyelenggarakan salah satu kegiatan akademik yaitu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama dan Keluarga Mashlahah sebagai aplikasi teori pendidikan yang diterima selama perkuliahan dan memadukannya dengan fenomena-fenomena nyata yang ada di masyarakat.

Perguruan Tinggi sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bertujuan untuk mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta kegairahan untuk meneliti dan memiliki sikap tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara. Kiprah perguruan tinggi dan mahasiswa bagi usaha pembangunan nasional dan daerah ini perlu ditingkatkan peranannya sesuai dengan kebutuhan era kini dan masa mendatang.

1

(8)

Tugas perguruan tinggi adalah melaksankan Tri Darma Perguruan tinggi sebagai diatur dalam Permenristek-Dikti Nomor 44 tahun 2015, tentang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Wujud dari pendidikan dan pengajaran adalah menyelenggarakan proses pembelajaran secara teoritik dan praktik, baik dalam bentuk Micro teaching, micro leading, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pelaksanaan Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL) serta bentuk lainnya yang dilaksanakan secara terprogram, terencana dan tugas mandiri oleh masing-masing Dosen IAI At-Taqwa Bondowoso.

Pelaksanaan KKN di IAI At-Taqwa Bondowoso dengan menggunakan metode PAR. KKN (Kuliah Kerja Nyata) berbasis PAR (Participatory Action Research) merupakan suatu pendekatan dalam pelaksanaan program KKN yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam penelitian aksi partisipatif. Pendekatan ini menggabungkan elemen KKN dengan metode penelitian aksi partisipatif untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memberikan dampak positif pada masyarakat.

KKN berbasis PAR menekankan pada konsep partisipasi, pemberdayaan masyarakat, dan pencapaian perubahan yang berkelanjutan. Dengan demikian, melibatkan mahasiswa dalam proses penelitian aksi partisipatif dapat memberikan manfaat lebih besar dan memberikan kontribusi positif pada pembangunan masyarakat.

Diantara 5 (lima) program adalah 1) Keagamaan, 2) Pendidikan, 3) Wawasan Lingkungan, 4) Kesehatan, dan 5) Kewirausahaan. Lima aspek ini menjadi sangat urgen diperhatikan karena menyangkut hak mendasar yang harus dipahami dan dilakukan oleh masing-masing dengan penuh kesadaran. Dalam konteks inilah kesadaran keluarga dalam memenuhi haknya dalam bidang keagamaan, pendidikan, wawasan lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan harus diperhatikan oleh semua pihak, untuk mewujudkan keadilan, kesejahteran dan kemakmuran bersama.

Berangkat dari narasi di atas maka kuliah kerja nyata (KKN) IAI At-Taqwa Bondowoso ini merupakan momentum dalam membangun kesadaran masyarakat secara terencana, sistematis dan metodologis melalui berbagai pendekatan. Pada aspek inilah kehadiran perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam membangun masyarakat dinamis dan beradab. Diantara pusat kegiatan strategis mahasiswa tersentral pada toleransi agama, masjid dan sekitarnya.

(9)

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Tujuan umum KKN Moderasi Beragama Dan Keluarga Mashlahah dibagi tiga, yaitu: Pertama, untuk kepentingan mahasiswa bertujuan membantu para mahasiswa meningkatkan kemampuan belajar bersama dengan masyarakat, menerapkan ilmu agama integrasi dengan teknologi seni dan budaya yang telah dipelajari secara langsung dan melihat apakah proses penerapan tersebut sesuai dengan teori yang diperoleh selama kuliah, serta membawa manfaat bagi masyarakat.

Kedua, untuk kepentingan keluarga dan masyarakat, bertujuan membantu pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui pembinaan keagamaan, penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang wirausaha, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, serta pembinaan lingkungan untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah bahagia dan sejahtera, serta memiliki ketahanan mental spiritual yang kuat.

Ketiga, untuk kepentingan dosen, bertujuan untuk mengembangkan profesionalisme dosen dalam memberdayakan masyarakat dan melakukan penelitian sosial keagamaan integratif dengan isu-isu pembangunan khususnya dalam transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa dalam mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga dan masyarakat melalui bantuan penyusunan rencana dan pendampingan pada pelaksanakan program yang inovatif dan kreatif melalui penerapan ilmu dan teknologi bersama masyarakat dan lembaga terkait.

b. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan sosial keagamaan dan pengembangan masyarakat sesuai kompetensi, potensi, Sumberdaya dan kemampuan lingkungan dalam wadah kerjasama masyarakat, pemerintah, swasta dan lembaga lainnya.

c. Menggalang komitmen, kepedulian dan kerjasama berbagai stakehoiders (Tokoh Agama, Pemerintah setempat, swasta, LSM dan masyarakat) dalam upaya pembinaan keagamaan, pengentasan kemiskinan, mengatasi permasalahan dan ketidakberdayaan masyarakat melalui KKN Moderasi

(10)

Beragama Dan Keliuarga Mashalahah untuk mewujudkan keluarga sejahtera mandiri dalam suasana sakinah, mawaddah dan rahmah.

d. Membantu mempersiapkan keluarga dan masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan fasilitas dan dukungan dalam perencanaan dan pengelolaan program yang bersifat partisipatif.

e. Meningkatkan kompetensi, bakat dan minat mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni.

f. Meningkatkan profesionalisme dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

C. KEGUNAAN

1. Kegunaan Bagi Mahasiswa

a. Memberikan pengalaman belajar dan bekerja kepada para mahasiswa tentang penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi di luar kampus.

b. Melatih para mahasiswa agar lebih terampil dalam memecahkan masalah yang ada di dalam masyarakat agar dapat mampu memberdayakan masyarakat desa itu sendiri.

c. Mendalami penghayatan mahasiswa terhadap manfaat ilmu pengatahuan yang dipelajari dalam pelaksaan kegiatan.

d. Melalui pengalaman belajar dan bekerja dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat secara langsung, akan menumbuhkan sifat professional dan tanggung jawab pada diri mahasiswa.

e. Mendalami dan menghayati adanya hubungan ketergantungan dan keterkaitan kerjasama antar sektor.

2. Kegunaan Bagi IAI At-Taqwa

a. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dengan proses penerapan di tengah-tengah masyarakat sehingga kurikulum, materi perkuliahan dan penerapan ilmu pengetahuan yang di asuh di IAI At- Taqwa dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata dari penerapan.

b. Memperoleh berbagai kasus yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.

c. Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi masyarakat yang berguna bagi penerapan ilmu

(11)

pengetahuan, teknologi dan seni serta dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata.

d. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan instansi terkait atau departemen lain melalui kerjasama mahasiswa yang melaksanakannya.

3. Manfaat bagi Masyarakat, Mitra dan Pemerintah Daerah

a. Memperoleh bantuan pemikiran dan ilmu pengetahuan dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.

b. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan, dan melaksanakan pembangunan

c. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan didalam masyarakat sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan.

d. Memajukan institusi

(12)

BAB II

MONOGRAFI MEDAN KKN A. KEADAAN GEOGRAFIS

Asal-usul nama Desa Ambulu dari kata ambu yang artinya berhenti dan

“gelluh” yang artinya dahulu. Mayoritas masyarakat ambulu berasal dari suku madura, tidak heran pemberian nama Desa Ambulu menggunakan bahasa Madura.

Menurut cerita rakyat, putri cantik dari Argopuro Dewi Rengganis mengembara ke seluruh dunia dan dalam pengembaraannya Dewi Rengganis lewat di Desa ambulu.

Mayarakat ingin menyapa dan melihat Dewi Rengganis secara langsung dan mereka berteriak “ambu gelluh” yang artinya berhenti dahulu, Dewi Rengganis-pun berhenti dan beristirahat di Desa ambulu. Masyarakat antusias dengan kedatangan Dewi Rengganis, mereka tidak menyangka Dewi Rengganis bisa datang ke tempat mereka.

Setelah kejadian itu, banyak pengembara yang melewati wilayah tersebut. Untuk mengabadikan peristiwa kedatangan Dewi Rengganis mereka memberi nama tempat itu “Ambugelluh” yang kemudian disingkat ambulu..

Desa Ambulu terdiri dari 6 Dusun yaitu: Dusun Nangger, Dusun Lokacar, Dusun Krajan, Dusun Timur Sungai, Dusun Accem, Dusun Laok Pe. Desa Ambulu merupakan salah satu desa di kecamatan Wringin Kabupaten Bondowoso yang terdiri dari:

1. Dusun : 6 Dusun

2. Rukun Warga : 6 RW 3. Rukun Tetangga : 13 RT

Geografis Desa Ambulu memiliki batas-batas wilayah diantaranya:

1. Sebelah Utara : Desa Jatisari (Kec. Wringin) 2. Sebelah Selatan : Desa Petung (Kec. Pakem) 3. Sebelah Barat : Desa Glingseran (Kec. Wringin) 4. Sebelah Timur : Desa Bukor (Kec. Wrigin) B. KEPENDUDUKAN

Berdasarkan data administrasi pemerintah desa, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total 2.311 jiwa. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki laki berjumlah 1.171 jiwa, sedangkan berjenis kelamin perempuan berjumlah 1.140 jiwa.

(13)

N O

URAIAN SUMBER DAYA MANUSIA JUMLAH SATUAN

1 Penduduk dan Keluarga

a. Jumlah Penduduk Laki-Laki 1.171 Orang

b. Jumlah Penduduk Peempuan 1.140 Orang

2 Sumber Penghasilan Utama Penduduk

a. Petani 656 Orang

b. Buruh Tani 43 Orang

c. Pegawai Negeri Sipil - Orang

d. Pengrajin Rumah Tangga 554 Orang

e. Pedagang 22 Orang

f. Karyawan Honorer 15 Orang

g. Buruh Harian Lepas 8 Orang

h. Wiraswasta 220 Orang

i. Pensiunan PNS/TNI/POLRI - Orang

j. Pengusaha Besar - Orang

k. Lain Lain 6 Orang

3 Tenaga Kerja Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan a. Lulusan SD

b. Lulusan SMP c. Lulusan SMA

d. Lulusan Diploma IV/S1

e. Tidak Tamat SD/Tidak Sekolah

Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat desa Ambulu memiliki kondisi lahan pertanian yang sangat bagus untuk aliran air. Disisi lain, Air irigasi sudah cukup dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian didesa Ambulu secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Tetapi masih harus ada perbaikan setiap irigasi, dan masyarakat desa Ambulu memiliki alternatif pekerjaan lain disektor buruh tani, buruh bagunan dan pengrajin industri rumah tangga.

C. TATA PEMERINTAH

(14)

Desa Ambulu dikepalai oleh kepala desa yang dibantu oleh 14 Aparat desa.

Dan sebagai kepala desa saat ini adalah bapak Ahmad Hainur yang benjabat kurang lebih 3 tahun yang dipilih langsung oleh rakyat.

Susunan Organisasi Pemerintah Desa Patemon Adalah Sebagai Berikut:

(Format Terlampir:)

1. Kepala Desa 1 Orang

2. Perangkat Desa 14 Orang

 Sekretaris Desa 1 Orang

 Bidang Urusan 3 Orang

 Pelaksana Teknis 3 Orang

 Pelaksana Kewilayahan 7 Orang

D. KEADAAN SOSIAL a) Keagamaan

Masyarakat Dusun Nangger Desa Ambulu ini dapat dikategorikan sebagai kelompok masyarakat yang awam, dan anak-anak yang ada di desa ini mempunyai semangat yang tinggi untuk terus belajar mengaji terbukti dengan mereka yang setiap hari selalu sekolah dan meluangkan waktunya pada sore dan malam hari untuk belajar mengaji pada TPQ sekitarnya. Akan tetapi problem yang ditemukan adalah bacaan Al-qur’an anak-anak desa ini masih dikategorikan cukup karna masih ada diantara mereka yang belum bisa memahami hukum tajwid serta pelafadzan makhorijul huruf yang benar dan tepat. Dan juga ditemukan anak-anak desa ini yang masih belum mengenal tentang sholat sunnah. Selain itu juga menemukan kelompok ibu-ibu muslimat yang ada pada desa ini sangat begitu antusias dalam melaksanakan program kerja rutinan mereka.

b) Pendidikan

Dalam kondisi pendidikan yang ada pada Dusun Nangger Desa Ambulu ini bisa dikategorikan sangat peduli terhadap pendidikan terbukti dengan anak-anak yang ada pada desa ini mempuyai semangat tinggi untuk bersekolah, dan tidak jarang ditemui mereka berjalan kaki dari rumah ke sekolah hanya untuk menimba ilmu. Akan tetapi problema yang ditemukan adalah anak-anak desa ini hanya cukup pada tingkat SMA bahkan SMP saja dan jarang melanjutkan pada tingkat kuliah disebabkan faktor ekonomi orang tua.

c) Kesehatan dan Wawasan Lingkungan

Kondisi kesehatan dan lingkungan di Dusun Nangger Desa Ambulu pada kesehatan masyarakat sekitar di kategorikan kurangnya pemahaman dan kesadaran akan pentingnya tanaman obat keluarga (TOGA) keluarga bagi kesehatan seperti pada tanaman kunyit, jahe, lengkuas dan lainnya. Sehingga berdampak kurangnya pembudidayaan tanaman obat keluarga (TOGA) didusun Nangger.

d) Kewirausahaan

(15)

Pada kondisi sosial dan ekonomi pada desa ini mayoritas masyarakat sekitar adalah pengrajin,petani dan peternak, sehingga di desa ini banyak diperjual belikan hasil kerajian dan bercocok tanam mereka dan hasil tersebut dapat menjadi penghasilan bagi masyarakat sekitar.

E. KEADAAN SOSIAL

1. KEADAAN/SITUASI PENDUDUK

1.1. Penduduk : 1.171 Laki-Laki, 1.140 Perempuan Jumlah : 2.311

1.2. Pemeluk Agama :

1.2.1. Islam 2.311 Jiwa, Aktif 100 %, Tidak Aktif - % 1.2.2. Kristen - Jiwa; Aktif - %, Tidak Aktif - % 1.2.3. Hindu - Jiwa; Aktif - %, Tidak Aktif - % 1.2.4. Budha - Jiwa; Aktif - %, Tidak Aktif - % 1.3. Penghayatan Kepercayaan / Aliran Batin :

1.3.1 ___-____,_______Jiwa;Aktif____-____%, Tidak Aktif__-____%

1.3.2 ___-____,_______Jiwa;Aktif____-____%, Tidak Aktif___-___%

2. TEMPAT IBADAH

2.1. Masjid : ___2___ Buah, Permanent _______Tidak ____0___

Langgar: ___12__ Buah. Permanent ___12__Tidak____0___

3. ORGANISASI/LEMBAGA

3.1 Keagamaan :___4___ Buah 3.2 Kemasyarakatan :___1___ Buah

3.3 Desa :___3___ Buah

4. SARANA PENDIDIKAN 4.1 Pendidikan Pra Sekolah 4.2 Sekolah Dasar

4.3 SLTP

4.4 Sekolah Menengah 4.5 MTs

4.6 Ibtidaiyah 4.7 Pesantren 4.8 PT

5. SARANA KESEHATAN

(16)

5.1 PONKESDES

6. SARANA PEREKONOMIAN 7. MATA PENCAHARIAN

7.1 Petani

7.2 Pengrajin Besek Ikan 7.3 Produksi Tahu

Bondowoso, 4 Maret 2024 Mengetahui,

Kepala Desa DPL

Ahmad Hairul M Ikrom Karyodiputro M.pd

(17)

BAB III

LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KKN A. KEGIATAN KKN DAN HASIL YANG DICAPAI

Kegiatan KKN dilakukan selama 43 hari yang diawali dengan pra KKN dan pembekalan KKN yang bertujuan untuk memberikan suatu arahan agar ketika kami di lokasi menjadi mudah. Dihari sebelum pelepasan KKN kami mensurvei lokasi dan kemudian menyusun program dikampus bersama DPL. Pada saat survey lapangan kami melakukan kunjungan ke tokoh agama karena utuk mencari informasi terkait apa saja yang ada di setiap dusun, pada saat pelepasan kami berkunjung ke masjid dan lembaga pendidikan yang ada di desa Ambulu, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Setelah kegiatan kujungan kami selalu mendiskusikan dan melakukan evaluasi setiap malam.

1. Keagamaan

a. Sholat berjamaah lima waktu

Peserta kkn setiap harinya rutin berjamah lima waktu di musholla dan peserta kkn mengajak masyarakat sholat berjamaah dalam artian , bahwasanya sholat berjamaah di mushollah pahala nya lebih bsar dari pada sholat senidrian di rumah yang beetepatan tugas di desa ambulu juga mengajak para remaja untuk sholat di musholla, karna dari yang kami lihat mayoritas jamaah musholla adalah kaum sesepuh. Selain itu mayoritas adalah petani, jadi untuk sholat dhuhur dan ashar jamaah nya lebih sedikit.

b. Khotmil qur`an

Kegiatan ini di lakukan oleh anggota kkn takmir masjid dan remaja masjid dengan sistem anjangsana pada setiap masjid dan musholla yang ada di desa ambulu dusun nangger , setiap satu minggu sekali . pelaksanaannyadi lasanakan setelah selesai sholat isyak sampai selesai. Antusias warga baik dalam mengikuti acra tersebut , karena dari peranhkat desa itu sendiri mendukung dengan adanya kegiatan tersebut. kegiatan ini di buka dengan tawassul kepada kanjeng nabi dan para ulama dan juga kepada sesepuh desa ambulu. Dan setalah itu langsung melanjutkan perorangan membaca satu juz.

(18)

Jika sudah selesai maka di lanjukan membaca do`a khotmil qur`an.

Acara tersebut sudah berjalan dari dulu hanya di lakukan oleh orang dewasa yaitu bapak –bapak memulai hal baru yaitu degan kelompok remaja, antusias dari minggu ke minggu sangat baik dan mungkin sangat mendung kegiatan ini.

c. Sholat dhuha dan pembacaan rotibul haddad di musholla

Anggota kkn sebelun melakukan kegatan di awali dengan sholat dhuha dan untuk pembacaan rotibul haddad di laksanakan sebelum sholat magrib yang dimana rutin dari jam 17:25 sampai selesai. Tujuan nya untuk membiasakan sholat dhuha berjamaah dan pembacaan rotibul haddad. Sebagai mana kita ketahui sebagai amalan yang sangat di tekan kan oleh rosulullah SAW. Beliyau mengingin kan kita beruksaha semak simal mungkin agar mendapat lebaikan dunia maupun akhitat.

d. Tahlil dan yasinan

Kegiatan ini di lakukan oleh anggota kkn dan santri di musholla dan juga masyarakat, hal tersebut di lakukan untuk mengajarkan kepada santri dan masyarakat agar senantiasa membiasakan santri pada ajararan yang di sudah di ajarkan oleh para ulama dan bisa menjadi penerus ajaran nabi muhammad SAW.

e. Pelatihan adzan

Kegiatan ini dilakukan oleh anggota kkn kepada santri di musholla supaya mereka dapat melatih mental mereka untuk melantunkan adzan dengan baik dan benar. Dan harapan masyarakat untuk mencetak generasi penerus dari usia dini, agar nantinya bisa menggantikan bapak yang sudah usia lanjut yang seriing adzan di masjid maupun di musholla.

f. Sarwa'an

Kegiatan ini di lakukan oleh anggota kkn bersama masyarakat, untuk tetap melestarikan adat dan menyambung silaturahmi kepada seluruh masyarakat dan juga untuk mensyiarkan agama islam serta menjaga ajaran nabi muhammad saw.

g. Diba'an

Kegiatan ini diikuti oleh anggota kkn dan masyarakat yg ada, kegiatan ini dilakukan untuk terus menjaga dan menuruskan ajaran

(19)

nabi muhammad saw serta untuk menumbuhkan rasa cinta kepada nabi muhammad saw

h. Kegiatan Belajar Mengajar TPQ

Baca Tulis Al Quran merupakan pembelajaran tentang cara membaca dan menulis Al-qur’an secara tepat dan benar. Di desa ambulu mengaji al quran dilakukan di musholla yang ada di sana ,masing masing musholla pasti akan ada santri yang mengaji .kami KKN POSKO 1 membentuk jadwal rolling setiap harinya ke berbagai musholla di sana untuk mengajari adik adik mengaji . kegiatan ini diterapkan kepada semua santri dengan tahapan yang berbeda. Untuk santri di TPQ kecil diajarkan baca tulis al qur’an dengan metode tilawati .sedangkan santri di besar yang telah lancar baca tulis al qur’an dan di nyatakan lulus dari metode ini, maka akan di lanjutkan dengan mengaji Al Qur’an.

Kegitan belajar mengajar di TPQ ini bertujuan membantu mengajar dalam mengkondisikan kelas yang berlangsung serta meringankan tugas ustadz dan ustadzah. Kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi mahasiswa KKN dalam meningkatan bacaan al qur’an yang tepat dan benar pada santri. Harapan kami semoga para santri TPQ di drsa ambulu dapat mengamalkan apa yang telah di dapat selama belajar di TPQ, sehingga mereka terbentengi dengan nilai agama dan tidak sampai terpengeruh dalam hal-hal yang jauh dari agama.

Mahasiswa KKN desa ambulu berharap para santri lebih bersemangat dalam membaca al qur’an sehingga dapat menjadi santri yang berkualitas, menjadikan insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan menjadi ahlul quran dan ahlullah sehingga sangat mengutamakan kecintaannya kepada Alquran dan menjunjung sang pembawa risalah yakni nabiyullah muhammad SAW.

2. Pendidikan

a. Les Privat Bahasa Inggris dan bahasa arab.

Program les privat bahasa inggris merupakan program kerja KKN yang dilaksanakan di Posko 1 di desa ambulu kecamatan wringin kabupaten bondowoso. Kami selaku mahasiswa KKN mengumpulkan anak anak di sekitar posko kami untuk belajar bersama dengan

(20)

kami.Kami berharap dengan kegiatan les privat bahasa inggris ini dapat memberikan sedikit kontribusi di dalam memajukan dan mengembangkan wawasan keilmuan khususnya dalam bidang pengetahuan bahasa inggris yang dimiliki oleh anak anak desa ambulu ,sehingga kelak mereka akan menjadi generasi yang dapat membangun desa menjadi desa yang makmur dan berdaya.

b. Kegiatan Belajar Mengajar RA

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pembinaan anak dari sejak lahir hingga usia 6 tahun. Pembinaan ini dilakukan sebagai bantuan perkembangan rohani dan jasmani agar anak siap memasuki pendidikaan lebih lanjut. Selain itu pendidikan usia dini dapat menstimulus perkembangan emosional anak dan intelektual anak.

Salah satu program kerja rutin yang di laksnakan oleh mahasiswa KKN yaitu membantu mengajar paud. Sasaran kegiatan ini bertempat di RA NURUL HIKMAH desa.ambulu. Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan cara belajar baru dengan bermain.

Dengan bermain pemahaman atau ilmu yang di berikan kepada anak lebih mudah di mengerti dan di ingat, hal ini dapat dilihat dari keikutsertaan mereka semua yang ingin mencoba semua materi yang di berikan berupa permainaan yang di buat oleh mahasiswa KKN.

Harapan kami dengan adanya program kerja KBM RA dapat meningkatkan bersosialisasi anak dengan orang lain agar anak lebih siap kejenjang pedidikan selanjutnya.

c. kegiatan belajar mengajar MI dan MTS

Kegiatan belajar mengajar MI dan MTS NURUL HIKMAH ini dilkukan oleh peserta KKN posko 1 ini dilakukan sebagai perkembangan pengetahuan anak agar bisa lebih cakap dalam menjelaskan materi dan siap dalam pembelajaran beih lanjut kejenjang yang lebih tinggi. Selain itu pendidikan usia dini dapat menstimulus perkembangan emosional anak dan intelektual anak.

Lebaga MI dan MTS nurul hikmah sangatlah kurang tenaga guru pengajar kami KKN posko satu sangatlah membantu di setiap kelas yang kosong . Harapan kami untuk lembaga MI dan MTS nurul hikmah kedepannya semoga para siswa dan siswinya tetap semangat

(21)

dalam belajarnya dan bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi nusa, bangsa dan negara.

3. Wawasan Lingkungan

a. Sosialisasi Lingkungan Bersih

Masalah lingkungan bersih merupakan salah satu isu yang cukup serius di banyak komunitas, termasuk di wilayah tempat dilaksanakannya program KKN ini. Sampah yang berserakan, kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta minimnya akses informasi tentang cara pengelolaan sampah yang baik menjadi faktor utama dalam hal ini. Langkah yang diambil adalah sebagai berikut :

1)

Melakukan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dampak negatif dari sampah yang tidak dikelola dengan baik, serta cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mengelola sampah.

2)

Menggunakan media-media komunikasi yang efektif seperti ceramah, pamplet, dan poster untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat.

b. Minggu Bersih

Mengajak Masyarakat khususnya Remas Miftahul Jannah untuk membentuk kelompok-kelompok kecil yang bertanggung jawab atas kebersihan Masjid.

c. Tanaman TOGA

ada rencana ini untuk masyarakat desa Ambulu terutama pada dusun Nangger, untuk ikut serta berpartisipasi meneruskan program yang direncanakan ini ,yang mana tujuannya untuk membudidayakan TOGA (Tanaman Obat Herbal Keluarga) yang mana tanaman ini sangat bermanfaat dalam kesehatan sehingga sangat baik dalakan tetap kembali kepada masyarakat Dusun Nangger Desa Ambulu.

4. Kesehatan

a. Ikut Serta Pelaksanaan Posyandu

Posyaandu merupakan salah satu program pemerintah di desa ambulu yang dilaksanakan setiap bulan di minggu ketiga. Posyandu ini

(22)

melayani masyarakat khususnya bayi, ibu hamil, dan lansia dalam program KB, imunisasi dan program kesehatan lainnya dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat di seda patemon.

Kami peserta KKN ikut serta dalam pelaksanaan posyandu di desa ambulu yang di laksanakan di minggu ke tiga selama 4 hari di laksanakannya posyandu. Kegiatan ini peserta KKN ikut bantu dalam hal menimbang, mengukur berat badan bayi/balita dan juga pemberian bantuan gizi anak atau yang sering di sebut dengan (PMT) Pemberian Makanan Tambahan.

Setelah kami melakukan analisis ternyata masyarakat desa ambulu sangat berpartisipatif dalam kegiatan PONKESDES yang sudah terstruktur dalam program kerja dinas kesehatan.

b. Pemberian Vitamin dan sub polio

Pemberian vitamin dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, kondisi kesehatan, dan jenis vitamin yang dibutuhkan. Dokter atau ahli gizi dapat memberikan rekomendasi yang tepat berdasarkan faktor- faktor tersebut. Vitamin umumnya diperoleh melalui makanan sehari- hari, tetapi suplemen dapat diberikan jika ada kekurangan atau kondisi khusus. Konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk panduan yang sesuai dengan kebutuhan individu Anda.

Sistem Operasional Penanggulangan KLB (SOP Polio) adalah serangkaian prosedur yang digunakan untuk menanggapi kejadian luar biasa (KLB) polio. Ini termasuk upaya imunisasi massal, surveilans penyakit, dan langkah-langkah lainnya untuk meminimalkan penyebaran virus polio. Program ini dijalankan oleh pihak kesehatan setempat atau organisasi kesehatan internasional untuk mengatasi situasi darurat terkait polio.

Kami peserta KKN bekerja sama dengan PONKESDES di desa ambulu dalam hal pemberian vitamin dan sop polio. Kegiatan ini kami lakukan bersamaan dengan pelaksanaan posyandu. Selain pemberian vitamin dan sop polio kami juga ikut serta membantu dalam pembagian, Obat cacing. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan

(23)

pencerahan atau motivasi kepada masyarakat akan pentingnya kegiatan posyandu agar masyarakat memperhatikan kesehatan anak balita, ibu hamil.

5. Kewirausahaan

a. Kerajinan Besek Ikan

1)

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin besek ikan dalam teknik pembuatan besek yang berkualitas.

2)

Mendampingi pengrajin dalam memperluas jaringan pasar bagi produk-produk besek ikan mereka.

3)

Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pengrajin besek ikan serta masyarakat sekitar.

b. Hilirisasi Produk Tahu

Tahu mercon merupakan produk olahan tahu yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan di daerah ini. Namun, pengembangan tahu mercon memerlukan peningkatan kualitas produk, inovasi dalam proses produksi, serta strategi pemasaran yang efektif untuk memasarkannya secara luas. Adapun tujuan dari adanya Program hilirisasi tahu mercon ini adalah sebagai berikut :

1)

Meningkatkan kualitas dan variasi produk tahu mercon.

2)

Mengembangkan inovasi dalam proses produksi tahu mercon untuk meningkatkan daya saing produk.

3)

Membantu pengrajin tahu mercon dalam meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran produknya.

Program pengembangan produk tahu mercon ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memberikan manfaat ekonomi bagi pengrajin serta masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pengrajin tahu mercon, diharapkan dapat tercipta inovasi yang berkelanjutan dalam pengembangan produk lokal dan peningkatan daya saing industri mikro di daerah Desa Ambulu.

B. HAMBATAN DAN KESULITAN YANG DIHADAPI

Hambatan dan kesulitan yang kami alami dari semua bidang diantaranya:

1. KEAGAMAAN

(24)

Hambatan dalam program KKN tentang keagamaan bagi anak-anak dapat berasal dari berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut beberapa hambatan yang dihadapi dalam program KKN terkait keagamaan bagi anak-anak:

a.

orang tua tidak mendukung atau tidak memberikan izin kepada anak- anak untuk mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh program KKN, hal ini dapat menjadi hambatan serius.

b.

Anak-anak mungkin memiliki pengetahuan yang terbatas tentang agama atau keyakinan mereka sendiri, yang dapat membuat sulit untuk memahami atau mengikuti kegiatan keagamaan

c.

Materi keagamaan yang disampaikan mungkin tidak disesuaikan dengan usia atau tingkat pemahaman anak-anak, sehingga sulit bagi mereka untuk memahami atau tertarik.

d.

Budaya atau tradisi lokal yang berbeda-beda dapat memengaruhi cara anak-anak menerima dan mengikuti kegiatan keagamaan.

Ketidaksamaan ini mungkin menyebabkan anak-anak merasa tidak nyaman atau tidak tertarik untuk berpartisipasi.

e.

Kurangnya sumber daya, baik dalam hal fasilitas fisik maupun personel yang berkualitas untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan bagi anak-anak, dapat menjadi hambatan dalam memberikan pendidikan keagamaan yang efektif.

2. PENDIDIKAN

Dalam program KKN (Kuliah Kerja Nyata), terdapat beberapa hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan program kerja yang berkaitan dengan pendidikan bagi anak-anak. Berikut beberapa hambatan tersebut:

a. memiliki akses terbatas terhadap fasilitas pendidikan seperti sekolah atau perpustakaan. Infrastruktur yang kurang memadai, seperti jalan rusak atau transportasi umum yang tidak tersedia, dapat menghambat akses anak-anak ke pendidikan.

b. Kurangnya sumber daya manusia, dana, atau materi dapat menghambat pelaksanaan kegiatan pendidikan yang efektif. Hal ini termasuk kurangnya guru atau tenaga pendidik yang berkualifikasi, kurangnya

(25)

buku atau bahan ajar, serta kekurangan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang memadai.

c. Meskipun guru atau tenaga pengajar mungkin tersedia, mereka mungkin tidak memiliki keterampilan atau pelatihan yang memadai dalam metode pengajaran yang efektif. Kurangnya keterampilan ini dapat memengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak- anak.

d. Anak-anak yang mengalami masalah kesehatan atau kekurangan gizi mungkin mengalami kesulitan dalam memperoleh pendidikan yang optimal karena memengaruhi konsentrasi, kesejahteraan, dan kinerja akademis mereka.

3. WAWASAN LINGKUNGAN

Program kerja Wawasan Lingkungan pada KKN IAI At-Taqwa Bondowoso posko 01 di sini berfokus pada pemahaman, perlindungan, dan pemeliharaan lingkungan. Beberapa kegiatan yang mungkin dilakukan dalam program tersebut meliputi penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan, pengelolaan sampah, penanaman pohon, kampanye pengurangan penggunaan plastik, dan kegiatan-kegiatan lain yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Dari sekian program di atas salah satunya yaitu penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan, di sini kami memberikan pemahaman kepada adik-adik pemuda dan sebagian masyarakat sekitar untuk tetap menjaga dan merawat lingkungan dengan cara, minimal di mulai dari rumah masing-masing sehingga dari konsep seperti ini masyarakat bisa memulai membiasakan menjaga lingkungan rumah masing-masing dan akhirnya ketika setiap penghuni rumah bisa menjaga lingkungan rumah masing-masing juga otomatis akan ber imbas pada kebersihan lingkungan sekitarnya juga.

4. KESEHATAN

Tingkat kesehatan di desa ambulu masi tergolong rendah karna tidak semua masyarakat perduli akan pentingnya kesehatan baik balita, ibu haamil dan lansia. Salah satu masalah yang terjadi yaitu sebagian masyarakat masi belum bisa rutin dalam menghadiri kegiatan posyandu. Maka kami peserta KKN posko 01 IAI AT-Taqwa Bondowoso bekerja sama dengan

(26)

PONKESDES untuk melakukan pemberian Vitamin kepada anak- anak dan sop polio kepada balita.

5. KEWIRAUSAHAAN

Dalam program KKN yang berfokus pada kewirausahaan, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi oleh peserta KKN. Berikut adalah beberapa hambatan tersebut:

a.

Salah satu hambatan utama adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan di kalangan peserta KKN. Banyak mahasiswa yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan yang cukup dalam bidang kewirausahaan untuk merencanakan dan menjalankan proyek bisnis secara efektif.

b.

Keterbatasan sumber daya, seperti modal awal, infrastruktur, atau akses ke pasar, dapat menjadi hambatan serius dalam mengembangkan bisnis atau proyek kewirausahaan. Tanpa dukungan yang memadai, sulit bagi peserta KKN untuk melaksanakan ide bisnis mereka dengan baik.

c.

Lingkungan bisnis yang tidak stabil atau tidak pasti, termasuk peraturan yang berubah-ubah atau persaingan pasar yang ketat, dapat menjadi hambatan bagi peserta KKN untuk merencanakan dan mengimplementasikan proyek bisnis mereka.

d.

Peserta KKN menghadapi kesulitan dalam membangun jaringan dan mendapatkan dukungan dari pihak terkait, seperti investor, mentor bisnis, atau lembaga pendukung kewirausahaan.

C. TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN KKN

Tanggapan yang kami dapatkan dari warga Desa Ambulu khususnya tempat yang kami jadikan posko sangat menerima bahkan mendukung kegiatan yang kami lakukan. Mereka menerima kami tanpa berpendapat negatif. Begitu pula dengan anak-anak TPQ yang sangat senang dengan kehadiran kami ditengah-tengah mereka. Dan juga Yayasan yang sudah menerima kami untuk membantu mendampigin pembelajaran baik di RA,Mi dan MTS dengan kedatangan kami mereka sangat merasa di bantu dalam hal KB. Semoga semua hasil kegiatan kami berdampak baik dan positif untuk Desa Ambulu.

(27)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

1. Melalui kegiatan keagamaan yang telah dilakukan di lapangan, maka mendapatkan sebuah kerjasama yang sangat baik antar masyarakat. Karena masyarakat Dusun Nangger Desa Ambulu sangat antusias berpartisipasi dalam semua program yang direncanakan, dan anak-anak desa ini sudah bisa membaca al-qur’an dengan baik dan benar serta pelafadzan makhorijul huruf yang benar.

2. Melalui kegiatan pendidikan yang telah dilakukan di lapangan, selain itu juga mendapat kerja sama yang sangat baik dengan pihak-pihak terkait, seperti mereka sudah mengikuti semua perlombaan yang diadakan, dan juga mereka memahami dengan cepat pembelajaran bahasa inggris, bahasa arab, dan Matematika yang diberikan baik dari materi maupun media pembelajaran yang ditempel pada barang-barang yang menjadi objek, selain itu para guru juga lebih bisa menguasai bagaimana seharusnya menghadapi siswa/i yang memiliki kepribadian berbeda dengan siswa lainnya.

3. Melalui kegiatan sosial yang telah dilakukan di lapangan mendapatkan kerja sama yang sangat baik dengan pemerintahan desa Ambulu para remaja dusun Nangger , bahkan para Remaja yang ada di dusun Nangger sangat antusias dalam semua kegiatan Peserta KKN.

4. Melalui kegiatan kesehatan dan lingkungan yang telah dilakukan di lapangan mendapatkan kerja sama yang sangat baik dengan masyarakat sekitar, terutamanya Masyarakat Dusun Nangger Desa Ambulu yang ikut serta membantu dalam mensukseskan kegiatan ini, menjadikan masyarakat Dusun Nangger yang sehat.

B. Saran

Dengan adanya program-program, semoga pihak-pihak yang terkait tetap selalu bersedia untuk meneruskan program yang telah direncanakan, gunanya untuk

(28)

mensejahterakan masyarakat Dusun Nangger, dan menjadikan Dusun Nangger yang bersih. Oleh karena itu sangat diharapkan kepada Masyarakat sekitar, Organisasi yang ada di Masyarakat, Tokoh Masyarakat serta Pemerintah Desa untuk ikut serta merealisasikan prorgam yang telah direncanakan.

(29)

Referensi

Dokumen terkait

7. Deskripsi Kegiatan Program kerja Sosialisasi Dusun Bersih merupakan program kelompok non fisik yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dusun Kwagean,

Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan selama beberapa hari di sekitar lokasi KKN dengan mencermati segala potensi yang dimiliki oleh Desa Bulu Cindea, Kecamatan

Kebanyakan dari program kami mengikuti program desa yang mana sebagai mahasiswa kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat desa dengan hasil pendidikan kami

Dari program reboisasi tersebut alhamdulillah mendapat dukungan dari pemerintah desa Margorejo terlihat dari sambutan dan ramah tamah dari pemerintah desa yang

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk kegiatan pembelajaran lapangan yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Rektor

1) Waktu yang terbatas karenahanya satu bulan diberikan waktu untuk melaksanakan program kerja KKN di dusun Pulegundes II ini. 2) Kurangnya istirahat menyebabkan beberapa

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa S1 untuk mengembangkan kemampuan berkehidupan masyarakat sesuai dengan

14 17 Melakukan gotong royong di dusun 2 Mejuah Juah Desa Garunggang Mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menyediakan prasarana desa seperti perbaikan jalan serta sebagai wadah