LAPORAN PENDAHULUAN
STASE KEHAMILAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Profesi Bidan Di Institut Kesehatan Deli Husada Delitua
ANNISA TAHARA 22.23.025
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN PROGRAM PROFESI FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN
DELI HUSADA DELITUA TAHUN 2022/2023
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELLITUS TERHADAP NY “P” G2P1A0 DI RUMAH SAKIT UMUM SINAR HUSNI
ANNISA TAHARA 22.23.025
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN PROGRAM PROFESI FAKULTAS KEBIDANAN INSTITUT KESEHATAN
DELI HUSADA DELITUA TAHUN 2022/2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kehadiran ALLAH SWT, berkat rahmat dan bimbingan-Nya kami dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Di Rumah sakit umum Sinar Husni. Asuhan kebidanan ini merupakan salah satu tugas dalam rangkaian Program Studi Pendidikan Profesi Kebidanan Profesi Bidan Program Profesi Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua.
Bersama ini perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. Johanes Sembiring, M.Pd, M.Kes Rektor Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua.
2. Bd. Peny Ariani SST, M.Keb selaku Dekan Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua.
3. Bd. Gf Gustina Siregar, SST, M.Kes selaku Ketua Program Studi pendidikan Profesi bidan program profesi.
4. Bd. Septa Dwi Insani, S.Keb, MMRS selaku dosen pembimbing saya yang telah memberikan bimbingan serta dukungan kepada saya selama menjalani program pendidikan profesi.
5. Kepada Orang Tua Kami dan seluruh keluarga kami yang saba dalam mendukung dan memberikan nasehat-nasehat serta membantu baik moral maupun materi.
Semoga Allah SWT membalas budi baik semua pihak yang telah memberi kesempatan, dukungan dan bantuan dalam penyelesaikan asuhan kebidanan ini.Saya sadari bahwa asuhan kebidanan ini masih kurang sempurna, maka dari itu saya berharap kritik dan saran dari pembaca dan semoga bermanfaat bagi pembaca.
Marelan, November 2022
Annisa Tahara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolisme yang merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah diatas normal. Penyakit ini disebabkan karena gangguan metabolisme glukosa sebagai akibat kekurangan insulin baik secara absolut maupun relativ. Diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemi kronik yang disertai berbagai kelainan akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah (Astuti, 2015).
Menurut World Health Organization 2015 (WHO) secara global diperkirakan 422 juta orang dewasa yang hidup dengan diabetes pada tahun 2014, dibandingkan tahun 1980 sekitar 108 juta orang. Pervalensi global diabetes usia standar hampir dua kali lipat sejak tahun 1980, naik dari 4,7% menjadi 8,5% pada populasi dewasa. Ini mencerminkan peningkatan faktor resiko yang terkait seperti kelebihan berat badan. Selama dekade terakhir ini, pervalensi diabetes telah meningkat cepat di negara berpenghasilan rendah dibanding negara-negara yang berpenghasilan tinggi.
Di Indonesia penderita dia betes mellitus mengalami peningkatan dari tahun 2007 sebesar 1,1% sedangkan hasil pelaporan terakhir tahun 2013 sebesar 2,1%. Prevalensi yang terdiagnosis diabetes mellitus oleh dokter. tertinggi di Indonesia adalah Yogyakarta sebesar (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%). Prevalensi diabetes mellitus pada perempuan cenderung lebih tinggi dari pada laki-laki.
Menurut laporan Survailan Terpadu Penyakit (STP) Provinsi DIY Tahun 2012 terdapat 7,434 kasus, DM termasuk dalam urutan kelima dari 10 besar penyakit STPSIRS. Laporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2015 menjelaskan bahwa kunjungan rawat jalan di RS. Panembahan Senopati didominasi oleh penyakit
tidak menular yaitu hipertensi, myalgia kemudian diabetes non dependen sebanyak 17.088 kasus berdasarkan distribusi 10 besar penyakit di pelayanan kesehatan sekabupaten Bantul Tahun 2015.
Klasifikasi diabetes salah satunya adalah diabetes mellitus pada kehamilan, salah satu upaya untuk mengskrinig penyakit diabetes mellitus dalam kehamilan adalah melalui program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Program tersebut pelaksanaannya bersamaan dengan Antenatal Care (ANC), yaitu ketika seorang ibu hamil melakukan kunjungan ANC, ibu tersebut akan mendapatkan pendidikan atau penyuluhan dan informasi tentang kesehatan dan gizi selama kehamilan. Melaksanakan pelayanan Antenatal Care, ada empat belas standar pelayanan yang harus dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang dikenal dengan 14 T (Dinkes,2016).
Antenatal care adalah pengawasan kehamilan untuk mengetahui kesehatan umum ibu, menegakan secara dini penyakit yang menyertai kehamilan, menegakan secara dini komplikasi kehamilan, dan menetapkan resiko kehamilan.. Diabetes mellitus pada ibu hamil merupakan penyakit yang menyertai kehamilan, wanita yang beresiko tinggi mengalami diabetes mellitus gestasional adalah berusia lebih dari 30 tahun, multiparitas, sering abortus, riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, terdapat riwayat DM pada keluarga serta riwayat melahirkan >4000gr. Selain itu, diabetes melitus pada kehamilan dapat mengakibatkan berbagai komplikasi pada ibu diantaranya: abortus spontan, persalinan prematur, polihidramnion, infeksi. Pada janin yaitu hipoglikemia, hiperglikemia, makrosomia (Elisa,2015).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Diabetes Millitus ? 2. Apa penyebab pada Diabetes Millitus ?
3. Apa komplikasi pada Diabetes Millitus ?
4. Bagimana penatalaksanaan pada Diabetes Millitus?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui maksud Diabetes Millitus 2. Untuk mengetahui komplikasi Diabetes Millitus 3. Untuk mengetahui penatalaksanan Diabetes Millitus 1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Teoritis
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan khususnya dalam memberikan informasi tentang kunjungan antenatal care dan kesehatan ibu dan anak yang diberikan pada ibu hamil.
1.4.2 Manfaat Praktis a. Bagi pasien
Keluarga dan masyarakat Untuk memberikan informasi tentang pelayanan kebidanan secara professional pada ibu hamil.
b. Bagi Institusi Pendidikan
Untuk menambah sumber informasi dan bahan bacaan mahasiswa di perpustakaan.
c. Bagi Penulis
Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman penulis dalam menerapkan manajemen kebidanan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil secara terstandart.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep dasar kehamilan 2.1.1 Pengertian
Kehamilan adalah suatu keadaan di dalam rahim seorang wanita terdapat hasil konsepsi (pertemuan ovum dan spermatozoa).Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis (Yanti, 2017)
2.1.2 Tanda – tanda Kehamilan
Tanda – tanda kehamilan dibagi menjadi 3 : Tanda – tanda Presumtif (dugaan) hamil 1. Ameneora (tidak dapat haid)
2. Mual dan muntah (nausea dan emesis)
3. Mengidam
4. Tidak tahan suatu bau
5. Pingsan
6. Tidak ada selera makan 7. Lelah / Letih
8. Payudara tegang
9. Sering buang air kecil 10. Konstipasi sering 11. Pigmenrasi kulit
2.1.3 Tanda –tanda tidak pasti / kemungkinan kehamilan 1. Perut membesar
2. Uterus membesar
3. Tanda Chadwick, vulva dan vagina kebiruaan 4. Kontraksi – kontraksi kecil uterus
5. Test kehamilan
2.1.4 Tanda Positif ( Tanda pasti hamil ) 1. Gerakan janin
2. Denyut jantung janin
3. Terlihat badanya gambaran janin melalui USG (Padila, 2014) 2.1.5 Usia Kehamilan
Usia kehamilan normal dan sehat selama 280 hari atau 40 minggu, dan dapat di bagi menjadi tiga trimester.
a. Trimester I
Kehamilan trimester pertama adalah keadaan mengandung embrio atau fetus didalam tubuh 0 – 14 minggu. Mual dan muntah adalah gejala yang wajar dan sering terjadi pada kehamilan trimester pertama. Mual biasanya timbul pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat dan pada malam hari. Gejala ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 6 mingu hinngga 10 mingggu (Wardani, 2012). Keadaan mual dan muntah ini menyebabkan terjadinya peningkatan suasana asam dalam mulut. (Kemenkes RI,2012).
Menurut Astuti (2015) adapun cara pencegahan yaitu :
1) Pada saat mual, hindari menghisap atau mengulum permen terus menerus karena akan mendukung terjadinta kerusakan / karies gigi atau memperparah kerusakan gigi yang sudah ada.
2) Apabila ibu hamil mengalami muntah – muntah, setelah itu berkumur dengan larutan soda kue (sodium bikarbonat) dan menyikat gigi setelah 1 jam
3) Hindari minuman obat anti muntah, obat dan jamu penghilang rasa sakit tanpa persetujuan dokter, karena ada beberapa obat dapat menyebabkan cacat bawaan.
b. Trimester II
Kehamilan trimester kedua adalah mengandung embrio atau fetus dalam tubuh 14- 28 minggu. Pada masa ini ibu hamil akan merasa lebih tenang, tentram tanpa gangguan berarti. Pada trimester kedua janin berkembang menuju maturasi, maka pemberian obat- obatan harus dijaga agar jangan menganggu pembentukan gigi geligi janin seperti antibiotika, tetrasiklin, klindamisin (Wardani, 2012).
Pada usia kehamilan trimester kedua ini biasanya merupakan saat terjadinya perubahan hormonal dan faktor lokal ( plak ) dapat menimbulkan berbagai kelainan dalam rongga mulut, diantaranya :
1) Peradangan pada gusi, warnanya kemerahan –merahan dan mudah berdarah terutama pada waktu menyikat gigi. Bila timbul pembengkakan maka dapat disertai dengan rasa sakit.
2) Timbulnya benjolan pada gusi antar dua gigi yang disebut Epulis Gravidarum, terutama pada sisi yang berhadapan dengan
pipi. Pada keadaan ini, warna gusi menjadi merah keunguan sampai kebiruan,mudah berdarah dan gigi terasa goyang (Kemenkes RI, 2012).
3) Peradangan pada gusi, warnanya kemerahan –merahan dan mudah berdarah terutama pada waktu menyikat gigi. Bila timbul pembengkakan maka dapat disertai dengan rasa sakit.
4) Timbulnya benjolan pada gusi antar dua gigi yang disebut Epulis Gravidarum, terutama pada sisi yang berhadapan dengan pipi. Pada keadaan ini, warna gusi menjadi merah keunguan sampai kebiruan,mudah berdarah dan gigi terasa goyang.
Benjolan ini dapat membesar hingga menutupi gigi (Kemenkes RI, 2012).
c. Trimester III
Trimester ketiga adalah keadaan mengandung embrio atau fetus di dalam tubuh pada 28 – 40 minggu. Pada trimester ketiga rasa lelah, ketidaknyamanan, dan depresi ringan akan meningkat. Tekanan darah ibu hamilbiasanya meninggi, dan kembali normal setelah melahirkan (Wardani,2012).Peningkatan hormon estrogen dan progestero nmemuncak pada trimester ini.
2.1.6 Perubahan Hormonal Selama Kehamilan
Perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan meliputi peningkatan konsentrasi hormon seks yaitu estrogen dan progesteron.
Progesteron merupakan hormon seks kehamilan yang utama. Kadarnya meningkat sampai bulan kedelapan kehamilan dan menjadi normal kembali setelah melahirkan. Kadar estrogen meningkat secara lambat sampai akhir kehamilan. Pada awal kehamilan, estrogen dan
progesteron diproduksi oleh korpus luteum. Kemudian terjadi pergantian fungsi korpus luteum kepada plasenta, yang terjadi pada minggu keenam sampai minggu kedelapan kehamilan, dimana plasenta berperan sebagai organ endokrin yang baru.Pada akhir trimester ketiga, progesteron dan estrogen mencapai level puncaknya yaitu 100 ng/ml dan 6 ng/ml, yang merupakan 10 dan 30 kali lebih tinggi dari konsentrasinya pada saat menstruasi (Trisnayati ,2014).
2.2Diabetes Melitus 2.2.1 Definisi
Diabetes melitus adalah suatu gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin dan kerja insulin (Smeltzer et al, 2013; Kowalak, 2011).
Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Kadar glukosa darah setiap hari bervariasi, kadar gula darah akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar glukosa darah normal pada pagi hari sebelum makan atau berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah normal biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun mengandung karbohidrat (Irianto, 2015).
2.2.2 Klasifikasi
Klasifikasi diabetes melitus menurut Smeltzer et al, (2013) ada 3 yaitu:
1. Tipe 1 (Diabetes melitus tergantung insulin)
Sekitar 5% sampai 10% pasien mengalami diabetes tipe 1. Diabetes melitus tipe 1 ditandai dengan destruksi sel-sel beta pankreas akibat faktor genetik, imunologis, dan juga lingkungan. DM tipe 1 memerlukan injeksi insulin untuk mengontrol kadar glukosa darah.
2. Tipe 2 (Diabetes melitus tak – tergantung insulin)
Sekitar 90% sampai 95% pasien mengalami diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 disebabkan karena adanya penurunan sensitivitas terhadap insulin (resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah insulin yang diproduksi.
3. Diabetes mellitus gestasional
Diabetes gestasional ditandai dengan intoleransi glukosa yang muncul selama kehamilan, biasanya pada trimester kedua atau ketiga. Risiko diabetes gestasional disebabkan obesitas, riwayat pernah mengalami diabetes gestasional, glikosuria, atau riwayat keluarga yang pernah mengalami diabetes.
2.2.3 Etiologi
Diabetes melitus menurut Kowalak, (2011); Wilkins, (2011); dan Andra, (2013) mempunyai beberapa penyebab, yaitu:
1. Hereditas
Peningkatan kerentanan sel-sel beta pancreas dan perkembangan
antibodi autoimun terhadap penghancuran sel-sel beta.
2. Lingkungan (makanan, infeksi, toksin, stress)
Kekurangan protein kronik dapat mengakibatkan hipofungsi pancreas. Infeksi virus coxsakie pada seseorang yang peka secara genetic. Stress fisiologis dan emosional meningkatkan kadar hormon stress (kortisol, epinefrin, glucagon, dan hormon pertumbuhan), sehingga meningkatkan kadar glukosa darah.
3. Perubahan gaya hidup
Pada orang secara genetik rentan terkena DM karena perubahan gaya hidup, menjadikan seseorang kurang aktif sehingga menimbulkan kegemukan dan beresiko tinggi terkena diabetes melitus.
4. Kehamilan
Kenaikan kadar estrogen dan hormon plasental yang berkaitan dengan kehamilan, yang mengantagoniskan insulin.
5. Usia
Usia diatas 65 tahun cenderung mengalami diabetes melitus 6. Obesitas
Obesitas dapat menurunkan jumlah reseptor insulin di dalam tubuh.
Insulin yang tersedia tidak efektif dalam meningkatkan efek metabolic.
7. Antagonisasi efek insulin yang disebabkan oleh beberapa medikasi, antara lain diuretic thiazide, kortikosteroid adrenal, dan kontraseptif hormonal.
2.2.4 Patofisiologi
Ada berbagai macam penyebab diabetes melitus menurut Price, (2012) dan Kowalak (2011) yang menyebabkan defisiensi insulin, kemudian menyebabkan glikogen meningkat, sehingga terjadi proses pemecahan gula baru (glukoneugenesis) dan menyebabkan metabolisme lemak meningkat.
Kemudian akan terjadi proses pembentukan keton (ketogenesis).
Peningkatan keton didalam plasma akan mengakibatkan ketonuria (keton dalam urin) dan kadar natrium akan menurun serta pH serum menurun dan terjadi asidosis.
Defisiensi insulin mengakibatkan penggunaan glukosa menurun, sehingga menyebabkan kadar glukosa dalam plasma tinggi (hiperglikemia).
Jika hiperglikemia parah dan lebih dari ambang ginjal maka akan menyebabkan glukosuria. Glukosuria akan menyebabkan diuresis osmotik yang meningkatkan peningkatan air kencing (polyuria) dan akan timbul rasa haus (polidipsi) yang menyebabkan seseorang dehidrasi (Kowalak, 2011).
Glukosuria juga menyebabkan keseimbangan kalori negatif sehingga menimbulkan rasa lapar yang tinggi (polifagia). Penggunaan glukosa oleh sel menurun akan mengakibatkan produksi metabolisme energi menurun sehingga tubuh akan menjadi lemah (Price et al, 2012).
Hiperglikemia dapat berpengaruh pada pembuluh darah kecil, sehingga menyebabkan suplai nutrisi dan oksigen ke perifer berkurang.
Kemudian bisa mengakibatkan luka tidak kunjung sembuh karena terjadi infeksi dan gangguan pembuluh darah akibat kurangnya suplai nutrisi dan
oksigen (Price et al, 2012).
Gangguan pembuluh darah mengakibatkan aliran darah ke retina menurun, sehingga terjadi penurunan suplai nutrisi dan oksigen yang menyebabkan pandangan menjadi kabur. Akibat utama dari perubahan mikrovaskuler adalah perubahan pada struktur dan fungsi ginjal yang menyebabkan terjadinya nefropati yang berpengaruh pada saraf perifer, sistem saraf otonom serta sistem saraf pusat (Price et al, 2012).
2.2.5 Komplikasi
Komplikasi dari diabetes mellitus menurut Smeltzer et al, (2013) dan Tanto et al, (2014) diklasifikasikan menjadi komplikasi akut dan komplikasi kronik. Komplikasi akut terjadi karena intoleransi glukosa yang berlangsung dalam jangka waktu pendek yang mencakup:
1. Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah keadaan dimana glukosa dalam darah mengalami penurunan dibawah 50 sampai 60 mg/dL disertai dengan gejala pusing,gemetar, lemas, pandangan kabur, keringat dingin, serta penurunan kesadaran.
2. Ketoasidosis Diabetes (KAD)
KAD adalah suatu keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolic akibat pembentukan keton yang berlebih.
3. Sindrom nonketotik hiperosmolar hiperglikemik (SNHH)
Suatu keadaan koma dimana terjadi ganagguan metabolisme yang
menyebabkan kadar glukosa dalam darah sangat tinggi, menyebabkan dehidrasi hipertonik tanpa disertai ketosis serum.
Komplikasi kronik menurut Smeltzer et al, (2013) biasanya terjadi pada pasien yang menderita diabetes mellitus lebih dari 10 – 15 tahun.
Komplikasinya mencakup:
1. Penyakit makrovaskular (Pembuluh darah besar): biasanya penyakit ini memengaruhi sirkulasi koroner, pembuluh darah perifer, dan pembuluh darah otak.
2. Penyakit mikrovaskular (Pembuluh darah kecil): biasanya penyakit ini memengaruhi mata (retinopati) dan ginjal (nefropati); kontrol kadar gula darah untuk menunda atau mencegah komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular.
3. Penyakit neuropatik: memengaruhi saraf sensori motorik dan otonom yang mengakibatkan beberapa masalah, seperti impotensi dan ulkus kaki.
BAB III TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “P” G2P1 UK 16-18 MINGGU DENGAN DIABETES MELITUS DI RSUD SINAR HUSNI
Pengkajian Tanggal : 18 November 2022 Pukul : 11.15 WIB
I. PENGKAJIAN A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama Ibu : Ny. P Nama Bapak : Tn. S
Umur : 31 tahun Umur : 33 tahun
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan :Karyawan Alamat : Tanah 600
2. Kunjungan ke- II 3. Alasan Kunjungan
Ibu ingin memeriksakan kehamilannya 4. Keluhan Utama
Ibu mengatakan tidak haid sejak tanggal 20 Agustus 2022, ibu mengatakan terasa kram di perut bawah
5. Riwayat Menstruasi Menarche : 12 tahun Siklus Haid : 28 hari Lama Haid : 7 hari
Sifat Darah : Merah Kehitaman
Banyak Darah: 3 kali ganti pembalut dalam sehari Dismenorhea : Tidak Pernah
Fluor Albus : Tidak Pernah
6. Riwayat Kesehatan, Persalinan dan Nifas Yang Lalu
Umur Anak
UK JP Tempat Komplikasi Penolong Bayi Nifas
Ibu Bayi JK PB/
BB
Keadaan Keadaan Laktasi
4 Th - SC RS - - Dokter Lk50/4000
g
Baik Baik Lancar
H A M I L I N I
7. Riwayat Kehamilan Sekarang
HPHT : 20 Agustus 2022 TP : 27 Mei 2023 Imunisasi : TT1 : Saat bayi TT4 : Saat SD
TT2 : Saat Bayi TT5 : Saat SD TT3 : Saat SD
8. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Penyakit Yang Pernah Diderita
Ibu mengatakan sejak hamil mengalami diabetes millitus b. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan bahwa keluarganya tidak ada yang mengalami diabetes millitus.
9. Pola Kehidupan Sehari-hari a. Pola Nutrisi dan Cairan
Sebelum Hamil : Makan 2 kali sehari, menu nasi, sayur, lauk dan buah. Minum 5 gelas sehari, air putih
Selama Hamil : Makan 4 kali sehari, menu nasi, sayur, lauk dan
buah. Minum 8 gelas sehari, air putih. Terakhir makan pukul 08.00 WIB dan terakhir minum pukul 08.00 WIB
b. Pola Eliminasi
Sebelum Hamil : BAK 3 kali sehari dan BAB 2 kali sehari
Selama Hamil : BAK 6 kali sehari dan BAB 1 kali sehari. Terakhir BAK pukul 06.00 WIB dan terakhir BAB pukul 06.00 WIB
c. Pola Aktifitas
Sebelum Hamil : Memasak, mencuci, menyapu dan membersihkan rumah
Selama Hamil : Memasak, mencuci, menyapu dan membersihkan rumah
d. Pola Istirahat
Sebelum Hamil : Malam hari 8 jam dan Ibu tidak tidur siang
Selama Hamil : Malam hari 9 jam, terakhir tidur pukul 21.00 WIB dan ibu tidak pernah tidur siang
e. Pola Personal Hygiene
Sebelum Hamil : Mandi 3 kali sehari, gosok gigi 3 kali sehari Selama Hamil : Mandi 3 kali sehari, gosok gigi 3 kali sehari dan
terakhir mandi dan gosok gigi pukul 05.00 WIB f. Pola Hubungan Seksual Sebelum
Hamil : 2 kali seminggu
Selama Hamil : 2 minggu sekali , terakhir berhubungan seksual 2 minggu yang lalu
10. Riwayat Pernikahan
Ibu menikah 1 kali pada usia 25 tahun dan lama pernikahannya 7 tahun 11. Riwayat Psikososial dan Spiritual
Kehamilan ini : Diinginkan
Penerimaan Ibu terhadap Kehamilannya : Ibu senang atas kehamilannya
Pengambilan Keputusan : Keputusan diambil berdasarkan hasil diskusi ibu dan suaminya
Tinggal Serumah Dengan : Suami dan anaknya
Penerimaan Keluarga terhadap Kehamilannya: Keluarga senang atas kehamilannya 12. Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan kontrasepsi B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum a. Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah : 140/80 mmHg Nadi : 82 kali permenit
Suhu : 36,4˚ C
Pernafasan : 22 kali permenit b. Keadaaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis 2. Pemeriksaan Antropometri
1. Berat Badan : 80 kg 2. Tinggi Badan : 140 cm 3. Lingkar Lengan Atas : 35 cm 3. Pemeriksaan Fisik
1. Muka : Tidak ada cloasma gravidarum, tidak pucat dan tidak terdapat oedema
2. Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterus dan tidak ada
oedema palpebra
3. Mulut dan Gigi : Bersih dan terdapat karies gigi
4. Leher : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid dan kelenjar limfe serta tidak ada bendungan vena jugularis
5. Payudara : Simetris, puting menonjol, tidak ada massa dan tidak ada nyeri tekan
6. Abdomen : Tidak terdapat linea nigra dan linea alba, tidak ada bekas operasi dan tidak ada nyeri tekan
7. Perineum : Bersih dan tidak ada bekas jahitan 8. Genetalia : Oedema : Tidak terdapat oedema
Varices : Tidak terdapat varices 9. Anus : Tidak terdapat hemoroid
10. Ekstermitas : Atas : Tidak terdapat oedema
Bawah : Tidak terdapat oedema dan varices 11.Pemeriksaan Penunjang
Plano test : Hasil +, cek kgd glucose : 256 mg/dl
II. INTERPRETASI DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN A. Diagnosa
Ny. “R” Usia 32 tahun G2 P1 Ab0 uk 16-18 minggu dengan diabetes mellitus Dasar
Data Subyektif : Ibu mengatakan tidak haid sejak tanggal 20 Agustus 2021, ibu mengatakan terasa keram di perut bawah
Data Obyektif : Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 82 kali permenit, suhu 36,4˚ C, pernafasan 22 kali permenit, Plano test hasil +, cek kgd glucose : 256 mg/dl.
B. Masalah
Sering buang air kecil, mudah lelah dan penglihatan buram C. Kebutuhan
Melakukan diet sehat dan pemeriksaan kadar gula darah rutin.
III. ANTISIPASI MASALAH/DIAGNOSA POTENSIAL Preeklamsi ringan
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA - Diet rendah garam
- Pemberian terapi oleh dokter yaitu pemberian aspirin 1x80 mg/hari - Istirahat yang cukup
V. PERENCANAAN
Tanggal : 18 November 2022 Pukul : 10.30 WIB
Diagnosa : Ny. “R” Usia 32 tahun G2 P1 Ab0 uk 16-18 minggu dengan diabetes mellitus
Tujuan : Setelah diberikan asuhan kebidanan diharapkan tidak terjadi komplikasi selama kehamilan dan persalinannya nanti
Kriteria Hasil : 1. Keadaan umum ibu dan janin baik
2. Tekanan darah sistolik 140 mmHg-150 mmHg dan siastolik 90 mmHg-100 mmHg, nadi 80 kali permenit,-100 kali permenit, suhu 36,5˚ c-37,5˚ C dan pernafasan 20 kali permenit - 24 kali permenit
3. Ibu dapat mengulang kembali penjelasan yang diberikan dan akan melakukan anjuran yang telah disampaikan Rencana : 1. Lakukan pendekatan pada ibu dan bina hubungan saling
percaya
R/ menjalin kepercayaan pasien terhadap petugas kesehatan dengan ibu sehingga ibu bersedia memberikan informasi untuk mempermudah penggalian masalah dan data yang diperlukan
2. Beritahu kondisi ibu saat ini
R/ menjelaskan kondisi ibu saat ini sangat penting agar
ibu dapat mengetahui perkembangan kondisinya 3. Berikan KIE tentang nutrisi, pola istirahat dan personal
hygiene selama kehamilan
R/ nutrisi yang baik, istirahat yang cukup dan personal hygiene yang bersih sangat mendukung lancarnya proses kehamilan dan dapat mencegah komplikasi selama kehamilan
4. Beritahu ibu untuk diet rendah garam R/ agar kondisi tekanan darah ibu tidak naik 5. Pemeriksaan gula darah rutin
R/ untuk mengetahui gula darah ibu 6. Beritahu ibu jadwal kunjungan ulang
R/ pemeriksaan kehamilan yang teratur dapat mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan
VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 18 November 2022 Pukul: 11.15 WIB
1. Melakukan pendekatan terapeutik pada ibu dengan cara memperkenalkan diri, menanyakan keluhan, menggali informasi dengan menggunakan prinsip 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) pada pukul 10.40 WIB 2. Memberitahu kondisi ibu saat ini bahwa ibu sedang hamil, usia kehamilan
ibu 16-18 minggu dilakukan pada pukul 10.45 WIB
3. Memberikan KIE tentang nutrisi, pola istirahat dan personal hygiene pada pukul 10.55 WIB
a. Nutrisi : Selama kehamilan ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang terutama sayur-sayuran, buah dan daging, ikan, tahu, tempe. Jumlahnya pun harus lebih banyak karena sekarang kebutuhan ibu untuk ibu dan janin
b. Istirahat : Selama hamil ibu harus istirahat cukup dan jangan kerja yang berat-berat
c. Personal hygiene: Selama hamil harus sering mengganti celana dalam karena biasanya organ kewanitaan ibu hamil lebih lembab. Selain itu setelah BAK dan BAB dikeringkan dulu dengan tisu atau handuk kecil, dengan cara mengusap dari depan ke belakang
4. Memberitahu ibu untuk diet rendah garam 5. Anjurkan ibu untuk pemeriksaan darah rutin
Cek kgd glucose : 256 mg/dl
6. Memberitahukan ibu jadwal kunjungan ulang 1 bulan lagi pada tanggal 18 Desember 2022
VII. EVALUASI
Tanggal : 18 November 2022 Pukul: 11.35 WIB
S : Ibu mengatakan telah memahami penjelasan bidan dan bersedia melakukan anjuran/penjelasan yang telah disampaikan
O : Ibu sudah paham dan mengerti dengan penjelasan yang telah diberikan A : Ny. “R” Usia 32 tahun G2 P1 Ab0 uk 16-18 minggu dengan diabetes mellitus P : - Ibu sudah mengerti tentang penjelasan yang diberikan
- Ibu sudah melakukan cek kgd glucose : 256 dl/mg
- Mengingatkan kembali untuk kontrol 1 bulan lagi yaitu pada tanggal 18 Desember 2022
BAB IV PEMBAHASAN
Pada pembahasan ini dibahas tentang kesenjangan ataupun keseusaian anatara teori dan tinjauan kasus pada pelaksanaan manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Sinar Husni Pada Tanggal 18 November 2022. Untuk memudahkan pembahasan maka penulis akan menguraikan sebagai berikut.
4.1 Pengkajian Dan Analisa Data Dasar
Ibu mengatakan ini kehamilan ke duanya G2P1A0 UK 16-18 minggu, ibu mengalami diabetes mellitus, sehingga ibu harus melakukan diet rendah garam dan pemeriksaan gula darah
rutin. Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 82 kali permenit, suhu 36,4˚ C, pernafasan 22 kali permenit, kontraksi baik,tinggi badan 140 cm dan berat badan 80 kg, hasil kgd glucose : 256 dl/mg. Pemeriksaan fisik pada ibu dengan keadaan baik, respon suami dan keluarga mengerti dengan keadaan ibu.
4.2 Menurut Diagnosa / Atau masalah
Berdasarkan kasus di atas, diagnosa didapatkan dari hasil pengkajian data subjektif yang berasal dari anamnesa dan data objektif yang berasal dari pemeriksaan penunjang dengan melakukan cek kgd. Pada kasus Ny.P dengan diangnosa diabetes millitus dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Diagnosa ditegakkan dengan pengkajian melalui anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Beradasarkan data yang ada pada studi kasus Ny.P didapatkan. Kebutuhan dari masalah ini yaitu Melakukan diet sehat dan pemeriksaan kadar gula darah rutin.
4.3 Identifikasi Diagnosa Masalah Potensial
Berdasarkan tinjauan pustaka manajemen kebidanan adalah mengidentifikasi adanya masalah yang akan terjadi sehingga bisa segera diatasi. Berdasarkan data yang ada pada studi kasus Ny P terjadi Preeklamsia ringan terdapat diagnosa yang harus segera diatasi.
Berdasarkan FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Tahun 2018, Preeklampsia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, umur, paritas, riwayat hipertensi, hamil kembar, obesitas, dan diabetes mellitus (Bothamley et al, 2012).
4.4 Tindakan Segera dan kolaborasi
Berdasarkan data yang memberikan gambaran dan indikasi adanya tindakan segera dimana harus menyelamatkan jiwa klien. Pada kasus Ny.P ditemukan adanya diagnosa diabetes mellitus akan menyebabkan terjadinya preeklamsia ringan sehingga tindakan segera dan kolaborasi yang dilakukan yaitu melakukan diet rendah garam dan pemeriksaan gula darah rutin.
Peran bidan dalam mencegah preeklampsia pada kehamilan yaitu mengurangi faktor risiko dengan melakukan deteksi dini faktor resiko, memberi konseling kepada ibu untuk mengatur umur
reproduksi sehat ibu (20-35 tahun), mengatur berat badan ibu, serta memberikan pemeriksaan ANC minimal 4 kali (TM I = 1 kali, TM II = 1 kali, dan TM III= 2 kali), akan tetapi masih banyak ibu hamil yang kurang memanfaatkan pelayanan prapersalinan, khususnya di daerah perdesaan.
(KemenKes, 2015).
4.5 Rencana Asuhan / Intervensi
Pada manajemen kebidanan suatu rencana tindakan yang komprehensif di tunjukan pada indikasi apa yang timbul berdasarkan kondisi klien serta hubungannya dengan masalah yang sedang dialami klien. Rencana tindakan harus dengan persetujuan klien dan semua tindakan harus berdasarkan rasional dan relefan dan diakui kebenarannya. Pada ibu hamil dengan diabetes millitus penulis merencanakan asuhan kebidanan berdasarkan diagnosa / masalah aktual yaitu lakukan pendekatan pada klien dan bina hubungan saling percaya, beritahukan kondisi ibu saat ini, berikan ibu asupan nutrisi berupa makanan MB, lakukan KIE pada ibu untuk kebersihan (personal hygiene), observasi TTV, kontraksi janin, serta kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi.
Dari rencana asuhan kebidanan tersebut yang telah diberikan pada kasus ini ada kesesuaian antara teori dan kasus yang ada.
4.6 Implementasi Asuhan Kebidanan
Berdasarkan tinjauan manajemen asuhan kebidanan bahwa melaksanakan rencana tindakan harus efisien dan menjamin rasa aman klien. Implementasi dapat dikerjakan seluruhnya oleh bidan maupun sebagian dilaksanakan oleh klien dan kerja sama dengan tim kesehatan lainnya. Pada studi kasus Ny. P ibu hamil dengan diabetes millitus, semua dapat di laksanakan dengan lancar karena adanya kerja sama yang baik antara klien dengan petugas di Klinik Niar Patumbak.
4.7 Evaluasi
Evaluasi asuhan kebidanan merupakan langkah akhir dari proses manajemen asuhan kebidanan dalam mengevaluasi pencapaian tujuan, membandingkan data yang dikumpulkan dengan kriteria yang diidentifikasikan, memutuskan apakah tinjauan telah tercapai atau tidak
dengan tindakan yang sudah diimplementasikan. Berdasarkan studi kasus Ny. P ibu hamil dengan diabetes millitus, ibu dapat menjaga kebersihan, menjaga keseimbangan pola nutrisi, dan mengkonsumsi obat-obatan. Oleh karena itu bila dibandingkan dengan tinjauan pustaka dan studi kasus Ny. P secara garis besar tidak ditemukan kesenjangan.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
S : - ibu Ny. P mengatakan bahwa merasa sering buang air kecil dan mudah lemas - ibu mengatakan ini kehamilan keduanya, G2P1 Uk 16-18 minggu
O : Keadaan umum baik, kesadaran composmentis, tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 82 kali permenit, suhu 36,4˚ C, pernafasan 22 kali permenit, kontraksi baik,tinggi badan 140 cm dan berat badan 80 kg, hasil kgd glucose : 256 dl/mg.
A : ibu Ny. P dengan diagnosa diabetes millitus P : - Anjurkan ibu untuk diet rendah garam
- Pemberian terapi oleh dokter yaitu pemberian aspirin 1x80 mg/hari - Ajurkan ibu untuk periksa gula darah rutin
- Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup 5.2 Saran
- Perawat harus memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan kewenanggan yang benar pada ibu hamil, melakukan ajuran yang sesuai pemberian dokter obgyn.
- Selalu mendokumentasikan setiap tindakan yang dilakukan sebagai pembuktian pertanggung jawaban petugas kesehatan terhadap asuhan yang diberikan.
DAFTAR PUSTAKA
Muryani Ns. Anik. Buku Saku Diabetes Mellitus Pada Kehamilan.
Jakarta:Trans Infomedia. 2008
Elisa Simarmata, Siska. Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di kecamatan Tidolok Pribunan. [Skripsi] Medan. Akademi Audi
Husada Tersedia Dalam:
http://audihusadamedan.ac.id/files/pdf/160617165331
Oroh, Arlina Kaitan Makrosomnia Dengan Diabetes Mellitus Gestasional Bagian Obsgin Blu RSUP Prof. Dr. D Kondak Manado Periode September 2012- September 2013 [ Skripsi]., Mei-Agusus Vol.3 Tersedia Dalam:
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/download/8774/8616.
Diakses pada tanggal 5 Januari 2017
M, Shadine. Mengenal Penyakit Hipertensi, Diabetes, Stroke dan Serangan Jantung. Jakarta: Keenbooks, 2010.
Listiyanawati mutiara dewi, Dkk. Factors Affecting Diet Failure in Diabetes Patients Mellitus in Hospital Cares Diabetes Mellitus (Rumpi Pendiam), Tlogo,
Bantul, Yogyakarta: Jurnal Gizi Dietik Indonesia, 2017, volume 5.No.3 Tersedia Dalam: http://ejournal.almaata.ac.id/index.php/JNKI/search/search Diakses Pada Tanggal: 29 Mei 2018