LAPORAN PENELITIAN OPSI
CACAO SHELL LOTION :
Inovasi Pembuatan Lotion Dari Theobroma cacao L. Jenis Trinitario Guna Meregenerasi dan Antioksidan Bagi Kulit
TIM PENELITI : NAILAH ZAHIRAH PUTRI ZASKIA RAMADHANI
Bidang Kompetisi Penelitian:
Lingkungan : Botani, Zoologi, Genetika, Kelautan
SMA Negeri 1 Sumatera Barat
Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat
Tahun 2023
i
ii
CACAO SHELL LOTION : Inovasi Pembuatan Lotion Dari Theobroma cacao L. Jenis Trinitario Guna Meregenerasi dan Antioksidan Bagi Kulit
Oleh:
Nailah Zahirah Putri Zaskia Ramadhani
SMA Negeri 1 Sumatera Barat, Jalan Syekh Ibrahim Musa, Sigando, Padang Panjang Tim., Kota Padang Panjang, Sumatera Barat 27126
e-mail: [email protected] tel: +62 812 7781 7996
ABSTRAK
Limbah di Negara Indonesia kian tahun terus meningkat, hal ini disebabkan oleh pemanfaatan limbah yang tidak sesuai dengan standar operasional produksi. Banyak industri yang mengabaikan SOP tersebut. Ini juga menjadi salah satu indikator kenapa limbah di Indonesia kian meningkat.
Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan solusi konkret. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah limbah yang pada awalnya tidak memiliki nilai ekonomis menjadi memiliki nilai ekonomis sehingga tidak berakhir menjadi limbah. Penelitian ini berfokus pada bidang pengurangan limbah organik yakni kulit kakao. Dimanfaatkan menjadi salah satu bahan baku dalam pembuatan lotion. Produk yang peneliti ciptakan bernama cacao shell lotion.
Dengan bahan utama kakao dalam bentuk bubuk, selain bubuk kakao, produk ini juga memiliki bahan baku lain seperti beeswax (lilin lebah), Shea Butter, minyak zaitun dan coconut oil juga.
Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, dalam kasus ini mendeskripsikan proses pembuatan lotion secara rinci dan detail, metode studi dokumen yang mengkaji penelitian terdahulu yang telah membahas mengenai kulit kakao, dan metode eksperimen sebagai implementasi dari studi dokumen yang dilakukan. Produk cacao shell lotion memiliki beberapa kelebihan unggulan seperti antioksidan dan re-generasi kulit. Inovasi pada produk ini, terletak pada bahan alami sebagai pengganti bahan sintetik buatan dalam pembuatan lotion. Serta inovasi pada kemasan, dengan menciptakan kemasan produk yang berbentuk seperti buah kakao yang belum pernah ada sebelumnya. Penelitian ini berpotensi menjadi solusi tepat bagi pengolahan limbah Indonesia, sebagai salah satu langkah pencegahan peningkatan angka limbah organik di Negara Indonesia.
KATA KUNCI: Limbah organik, pengolahan limbah, Cacao Shell Lotion.
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan anugerah kesempatan dan kesehatan kepada para peneliti karya ilmiah untuk dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang sederhana ini sehingga bisa dapat menyalurkan bakat yang telah dimiliki.
Dengan penuh rasa terima kasih dan juga kerendahan hati peneliti mengucapkan dengan rasa hormat yang sebesar – besarnya kepada :
1. Ibu Surya Netti. S.pd, selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Sumatera Barat yang telah memberi apresiasi dan juga inspirasi dan terus memberi motivasi kepada peneliti untuk terus berkarya.
2. Ibu Nilma Herrita Wisda Syam, S.Pd, M.Si sebagai guru pembimbing yang setia dan selalu menemani peneliti dalam membuat karya tulis ilmiah ini.
3. Dewan guru SMA Negeri 1 Sumatera Barat yang telah memberikan izin dan juga motivasi kepada peneliti dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini.
Peneliti sangat berharap agar karya tulis ilmiah ini bisa dapat menambah ilmu pengetahuan yang sebelumnya telah ada menjadi ilmu pengetahuan dalam kajian yang lebih luas. Peneliti juga sangat berusaha membahas materi karya tulis ilmiah ini dengan secara rinci dan terstruktur dengan menggunakan bahasa yang lugas dan juga jelas serta sesuai dengan kaidah kebahasaan dan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar pembaca dapat memahami karya tulis ilmiah ini.
Peneliti juga selalu menanti kritik dan juga saran dari pembaca untuk mengoreksi peneliti agar dapat memperbaiki karya ilmiah ini untuk kedepannya. Akhir kata banyak maaf peneliti ucapkan, semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembacanya. Aamiin.
Kota Padang Panjang, 30 September 2023
Peneliti
iv DAFTAR ISI
PERNYATAAN ORISINALITAS PENELITI ... i
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR DIAGRAM ... vi
BAB 1.PENDAHULUAN ... 1
1.1 LATAR BELAKANG ... 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ... 2
1.3 TUJUAN PENELITIAN ... 2
1.4 MANFAAT PENELITIAN ... 2
BAB 2.TINJAUAN PUSTAKA ... 3
2.1 PENELITIAN TERDAHULU ... 3
2.2 CACAO SHELL ... 3
2.3 LOTION ... 4
2.4 ANTIOKSIDAN ... 4
2.5 RE-GENERASI KULIT ... 4
BAB 3.METODE PENELITIAN ... 5
3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN ... 5
3.2 ALUR PENELITIAN ... 5
3.3 SUMBER DATA ... 5
3.4 ALAT DAN BAHAN ... 5
3.5 METODE PEMEROLEHAN DATA ... 6
3.6 METODE PENGOLAHAN DATA ... 6
3.7 METODE ANALISIS DATA ... 6
BAB 4.HASIL DAN PEMBAHASAN ... 7
4.1 PENGOLAHAN BUAH KAKAO MENJADI CACAO SHELL LOTION ... 8
4.2 MANFAAT CACAO SHELL LOTION ... 9
4.3 INOVASI DALAM PEMBUATAN CACAO SHELL LOTION ... 10
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN ... 11
v
5.1 KESIMPULAN ... 11
5.2 SARAN ... 11
UCAPAN TERIMA KASIH ... 12
DAFTAR PUSTAKA ... 13
LAMPIRAN ... 14
LAMPIRAN 1. SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS
... 15LAMPIRAN 2. SURAT REKOMENDASI KEPALA SEKOLAH
... 16LAMPIRAN 3. ALAT DAN BAHAN
... 17LAMPIRAN 4. DAFTAR BAHAN BERBAHAYA PEMBUATAN KOSMETIK
... 21LAMPIRAN 5. PERSENTASE KADAR AIR DALAM PROSES PENGERINGAN
... 33LAMPIRAN 6. DESAIN KEMASAN PRODUK
...34
LAMPIRAN 7. DOKUMENTASI PENELITIAN
... 35LAMPIRAN 9. DOKUMENTASI PENGAPLIKASIAN PRODUK PADA SUBYEK
... 37vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Bagian Buah Kakao ... 13
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 1 Alur Penelitian... 10
1
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Penghasilan Limbah di Negara Indonesia kian tahun semakin bertambah. Limbah Industri, Limbah Pangan, Limbah rumah tangga, dan limbah-limbah jenis lain yang sangat banyak jenisnya.
Volume limbah perkapita Negara Indonesia mencatat peringkat ke-128 dari 211 negara yang didata Bank dunia, dan menjadi urutan ke-5 terbesar di Asia Tenggara. Dari segi limbah makanan, Negara Indonesia menjadi penyumbang terbanyak urutan ke-4 skala dunia, sedangkan dalam lingkup Asia Tenggara, menurut laporan data dari United Nations Enviroment Programme (UNEP), Negara Indonesia adalah penghasil terbanyak yang menduduki peringkat 1 dalam menghasilkan limbah makanan yang tiap tahunnya dapat mencapai angka 20,9 juta ton. Salah satunya adalah limbah kakao.
Negara Indonesia memegang peringkat nomor 2 dunia dalam komoditas pertanian buah kakao (Theobroma cacao L.). Buah kakao tentu tidak lagi menjadi sesuatu yang asing didengar pada kalangan masyarakat. Buah ini telah mendunia dan menjadi rasa favorit bagi sebagian orang, melalui pemanfaatan pada bagian biji kakao yang dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan coklat itu sendiri. Pohon kakao memiliki tinggi 3-4 meter yang berkambium sehingga termasuk jenis pohon kayu keras. Buah yang dapat dihasilkan pohon ini bergantung pada baiknya perawatannya serta cahaya matahari yang cukup. Pada dasarnya pemanfaatan kakao hanya pada bagian biji kakao itu saja, sementara bagian lain seperti kulit kakao tersebut tidak dimanfaatkan lebih lanjut. Akibat tidak adanya pemanfaatan lebih lanjut dari kulit kakao tersebut tentu saja bisa memicu terjadinya peningkatan jumlah limbah organik pada daerah tersebut.
Salah satu poin penting dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 Tentang Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, pasal 1 ayat 4 & 6 dapat disimpulkan bahwa dibutuhkannya kebijakan dan strategi pengelolaan sampah melalui pengurangan dan penanganan sampah. Namun, nyatanya masih belum banyak ditemukannya strategi serta solusi tepat dalam pengelolaan sampah tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari para masyarakat yang tidak mempunyai keinginan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tata cara lebih lanjut pengelolaan limbah menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis. Hal ini juga membuat angka peningkatan limbah di Indonesia semakin naik.
Pada umumnya, pemanfaatan kulit kakao sendiri masih belum banyak diketahui. Namun, telah banyak penelitian yang menyebutkan tentang pemanfaatan kulit kakao itu sendiri. Berdasarkan penelitian terdahulu, telah diketahui bahwa zat yang terkandung pada kulit kakao sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Hanya saja pemanfaatan kulit kakao ini belum terealisasikan secara penuh.
Pada kulit buah kakao terdapat beberapa senyawa kimia yaitu lignin, polifenol, dan theobromin.
Kulit buah kakao juga mengandung beberapa mineral yang kadarnya cukup tinggi, terutama kalium dan nitrogen. Kulit buah kakao menjadi salah satu sumber polifenol yang bersifat sebagai antioksidan . Antioksidan dapat menangkal senyawa beracun pada kulit, serta dapat meregenerasi sel kulit sehingga lebih sehat.
Salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan menciptakan sebuah strategi pengelolaan limbah untuk mengurangi limbah di Indonesia. Strategi yang dimaksud adalah dengan mengolah limbah, khususnya limbah kulit kakao menjadi sebuah lotion yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selain berkurangnya angka peningkatan limbah organik di Indonesia, dengan adanya produk cacao shell lotion ini mempunyai banyak manfaat bagi bidang kesehatan.
Oleh karena itu, menimbang banyaknya dampak positif yang timbul apabila penelitian ini dilakukan. Maka dalam penelitian kali ini, peneliti memilih tema inovasi teknologi dan alam
2
pengetahuan dalam bidang Sains dan Teknologi dengan judul Inovasi Pembuatan Lotion Dari Theobroma cacao L. Jenis Trinitario Guna Meregenerasi dan Antioksidan Bagi Kulit.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara mengolah limbah kulit kakao menjadi produk lotion?
2. Apa manfaat yang ditimbulkan dari produk
lotion yang dibuat oleh peneliti bagikulit yang membutuhkan re-generasi dan antioksidan ?
3. Apa inovasi penelitian dalam pembuatan cacao shell lotion?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
1. Mengetahui cara pengolahan limbah kulit kakao guna mengurangi angka peningkatan limbah organik di Negara Indonesia
2. Mengetahui manfaat dari kandungan yang terdapat pada kulit kakao khususnya bagi kesehatan kulit manusia
3.
Mengetahui letak inovasi yang terdapat pada penelitian pembuatan
cacao shell lotion1.4 MANFAAT PENELITIAN
1. Mengembangkan cara pengolahan limbah organik melalui proses dan bahan pembuatan yang ramah lingkungan.
2. Mengembangkan cara pembuatan
lotion dengan menggantikan bahan sintetikbuatan menjadi bahan alami.
3. Menciptakan inovasi baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang
pengolahan limbah organik serta dampak positif yang ditimbulkan terhadap
lingkungan.
3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 PENELITIAN TERDAHULU
Dikutip dari Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia (JFIKI), penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kulit buah kakao mengandung banyak senyawa polifenol dan flavonoid sehingga berpotensi memiliki aktivitas antioksidan . Ekstrak etanol 70% dari kulit buah kakao terbukti memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat yang ditandai dengan nilai IC50 16,74 ± 0,72 ppm. Menurut Dhanang Puspita(2018) Berdasarkan pada hasil pengujian aktivitas antioksidan (IC-50) terhadap sampel kakao, baik menggunakan VDO dan oven konvensional sebagai kontrol, aktivitas antioksidan dari NIB yang disangrai menggunakan VDO memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi hampir tiga kali lebih kuat.
Aktivitas antioksidan dari NIB menunjukkan semakin kecil nilai konsentrasi IC-50, maka semakin kuat aktivitas antioksidan dalam suatu sampel. Menurut Dhanang Puspita(2018) Berdasarkan pada hasil pengujian aktivitas antioksidan (IC-50) terhadap sampel kakao, baik menggunakan VDO dan oven konvensional sebagai kontrol, aktivitas antioksidan dari nib yang disangrai menggunakan VDO memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi hampir tiga kali lebih kuat. Aktivitas antioksidan dari nib menunjukkan semakin kecil nilai konsentrasi IC-50, maka semakin kuat aktivitas antioksidan dalam suatu sampel.
Penelitian terdahulu digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian, khususnya dalam pemanfaatan limbah kulit kakao dalam pembuatan lotion sebagai antioksidan dan re-generasi sel kulit mati. Sehingga produk yang dihasilkan dapat menjaga kesehatan kulit melalui zat yang terkandung dalam kulit kakao.
2.2 CACAO SHELL
Cacao Shell atau kulit Theobroma cacao L. ini memiliki kandungan senyawa polifenol yang tinggi, antioksidan , zat antibakteri, serta teobromin. Buah ini memiliki klasifikasi:
• Divisi : Spermatophyta
• Sub Divisi : Angiospermae
• Kelas : Dicotyledonae
• Sub Kelas : Dialypetalae
• Ordo : Malvales
• Family : Sterculiaceae
• Genus : Theobroma
• Spesies : Theobroma cacao L.
Morfologi Buah : Buah kakao yang saat muda berwarna hijau muda atau agak putih ketika sudah tua atau matang maka akan berubah menjadi kuning, sedangkan buah yang ketika masih muda berwarna merah maka warnanya berubah menjadi oranye ketika sudah matang. Pada umumnya buah akan matang pada umur 6 bulan. Ukurannya pun bermacam-macam tergantung pada kultivar serta faktor lain yang mendukung perkembangan buah. Biji kakao berwarna agak kecoklatan, dan diselubungi oleh daging buah (pulpa) tipis yang warnanya putih dan rasanya agak asam, daging buah ini sendiri dipercaya mengandung zat penghambat perkecambahan, namun demikian jika buah terlambat dipanen dan daging buahnya mengering, biji kakao akan berkecambah didalam buah.
Tanaman kakao memiliki sistem perakaran tunggang, daun tanaman kakao berbentuk bulat memanjang, dan meruncing pada kedua ujungnya, bunga tanaman kakao tumbuh di bekas ketiak daun dengan warna yang berbeda setiap kultivarnya, buah kakao yang matang berwarna kuning ataupun oren, sedangkan biji kakao berwarna agak kecoklatan dan diselubungi daging buah berwarna putih.
4
2.3 LOTION
Lotion adalah produk perawatan kulit tubuh yang sangat penting untuk digunakan. Lotion mengandung humektan, yakni bahan aktif yang bekerja dengan menarik kandungan air di udara atau menarik air dari lapisan kulit paling dalam. Beberapa jenis kandungan humektan, antara lain ceramide, gliserin, sorbitol, hyaluronic acid, dan lecithin. Produk ini melembapkan kulit melalui beberapa cara. Pertama, kandungan minyak di dalamnya akan menarik air ke permukaan kulit.
Ketika dioleskan, minyak dalam lotion akan berinteraksi dengan protein khusus yang membuat kulit terasa halus.
2.4 ANTIOKSIDAN
Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Serta berfungsi melindungi molekul lain dari proses kimia yang disebut oksidasi. Oksidasi bisa menyebabkan rusaknya molekul vital dalam sel tubuh, termasuk DNA dan protein, yang bertanggung jawab pada banyak proses yang berlangsung dalam tubuh. Macam – macam antioksidan adalah Antioksidan Enzim yang berasal dari protein dan mineral dari makanan.
Antioksidan Vitamin seperti vitamin C, A, E, Asam folat dan beta-karoten, Antioksidan Fitokimia berasal dari tanaman yang secara alami dihasilkan untuk melindungi diri dari radikal bebas.
Fungsi antioksidan untuk kulit adalah Menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel kulit
• Meningkatkan produksi kolagen yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit
• Mengurangi garis halus, kerutan, dan bintik hitam yang disebabkan oleh penuaan
• Mengurangi peradangan, kemerahan, dan jerawat pada kulit yang sensitif
• Melindungi kulit
2.5 RE-GENERASI KULIT
Regenerasi kulit didefinisikan sebagai proses memperbarui lapisan kulit di seluruh tubuh.
Lapisan kulit mendorong lahirnya sel-sel kulit baru hingga naik ke permukaan. Naiknya sel-sel baru ini membuat sel-sel lama di permukaan epidermis terluar menjadi sel-sel kulit mati. Kamu pun perlu menyingkirkan sel-sel yang mati ini dengan eksfoliasi secara teratur agar kulit tidak terlihat kusam.
5
BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Kampus SMAN 1 Sumatera Barat. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2023.
3.2 ALUR PENELITIAN
Alur pelaksanaan penelitian secara garis besar dapat dilihat pada Diagram 1.
Diagram 1 Alur Penelitian
3.3 SUMBER DATA
Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber data primer. Peneliti memperoleh data bersumber dari buku dan sumber data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada. Seperti studi literatur atau laporan-laporan peneliti terdahulu.
3.4 ALAT DAN BAHAN
Alat utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah oven, blender,spritus, gelas kimia, tabung Erlenmeyer. Oven akan digunakan untuk proses pengeringan (drying), guna mengurangi kadar air yang terdapat pada kulit kakao. Blender akan digunakan dalam proses penghalusan (grinding) untuk menghasilkan kulit kakao dalam bentuk bubuk. Spritus akan digunakan untuk proses pencairan shea butter, cocoa butter, beeswax. Gelas kimia akan digunakan sebagai wadah pada saat proses pencairan shea butter, cocoa butter, beeswax. Tabung Erlenmeyer akan digunakan sebagai wadah untuk pencampuran seluruh bahan yang telah dicairkan.
Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kakao, shea butter, cocoa butter, beeswax, minyak zaitun, minyak kelapa. Kulit kakao akan digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan lotion, sebagai bahan alami yang menggantikan CoQ10 Beads Pill dan AHA, BHA, PHA yang berfungsi sebagai antioksidan dan re-generasi bagi kulit. Shea butter akan digunakan untuk melembabkan kulit. Cacao Butter akan digunakan untuk mencegah penuaan dini. Beeswax akan digunakan sebagai bahan pengemulsi lotion, sehingga tekstur lotion tidak terlalu cair. Minyak Zaitun akan digunakan sebagai pengangkat sel kulit mati. Minyak Kelapa akan digunakan sebagai antijamur dan anti bakteri. Spesifikasi alat dan bahan yang digunakan disediakan pada lampiran 3.
D
MERUMUSKAN MASALAH
STUDI LITERATUR
PERENCANAAN PENELITIAN
PERSIAPAN PENELITIAN MELENGKAPI
ALAT & BAHAN EKSPERIMEN
PRODUK
UJI COBA
PRODUK EVALUASI PENYUSUNAN
LAPORAN
6
3.5 METODE PEMEROLEHAN DATA
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data. Metode- metode tersebut adalah studi literatur, penelitian eksperimen, pengujian produk. Studi literatur digunakan sebagai dasar dalam penelitian melalui pengumpulan data pustaka, serta pengolahan bahan penelitian. Penelitian eksperimen merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan data dan hasil yang akurat mengenai keberhasilan dalam penelitian tersebut, dengan melakukan percobaan secara langsung pada pembuatan produk lotion tersebut. Sehingga bisa mendapatkan data dan informasi secara langsung tentang penelitian yang sebelumnya telah dilakukan perancangan.
Pengujian produk merupakan metode yang dilakukan dengan pengujian produk lotion terhadap subyek (manusia) secara langsung, melalui beberapa orang subyek yang memiliki kondisi kulit yang berbeda.
3.6 METODE PENGOLAHAN DATA
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode pengolahan kualitatif. Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu mencari informasi dan data akurat mengenai topik yang akan diteliti. Metode pengolahan data kualitatif didasari dengan beberapa tahapan yaitu, kategorisasi data, penyajian data dan kesimpulan. Tahapan kategorisasi data dilakukan dengan pengumpulan data berupa teori yang sesuai mengenai topik, proses pemilahan data yang telah dikumpulkan yang menyatakan bahwa kulit kakao memiliki kandungan beberapa zat yang berfungsi sebagai antioksidan bagi kulit, kandungan zat yang terkandung pada bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan lotion. Penelitian terdahulu yang sebelumnya pernah menyatakan tentang kandungan zat antioksidan pada kulit kakao
Tahapan penyajian data dilakukan dengan menyediakan data yang telah didapatkan dalam bentuk narasi. Teori-teori yang mendukung penelitian dan data dari penelitian yang telah terlaksanakan yang kemudian disajikan menjadi sebuah bentuk tulisan. Tahapan kesimpulan merupakan tahap terakhir dalam metode pengolahan kualitatif. Tahapan ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan pada awal saat perencanaan penelitian. Pada kesimpulan ini terdapat jawaban mengenai penelitian yang dilakukan berhasil atau membutuhkan beberapa tahapan pada penelitian eksperimen untuk menyempurnakan penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.
3.7 METODE ANALISIS DATA
Analisis data yang digunakan dalam penelitian kali ini secara umum adalah jenis analisis data kualitatif, yakni :
1. Teknik deskriptif
Metode penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel independen, baik hanya pada satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain (Sugiyono, 2017). Teknik deskriptif dalam penelitian ini digunakan dalam penjelasan bahan, alat dan langkah pembuatan cacao shell lotion.
2. Teknik Studi Dokumen
Teknik pengumpulan data kualitatif yang pertama adalah studi dokumen. Sesuai namanya, teknik ini dilakukan dengan mengkaji sejumlah dokumen yang berhubungan dengan topik penelitian.
Teknik Studi dokumen dalam penelitian ini digunakan dalam pengumpulan data-data yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu tentang kandungan buah kakao dan mengkajinya secara
7
seksama hingga akhirnya mendapatkan informasi bahwa kandungan buah kakao dapat sangat berguna dalam kulit.
3. Teknik Eksperimen
Setelah melewati tahapan teknik deskriptif dan studi dokumen, tahapan yang dilakukan selanjutnya adalah eksperimen, yaitu eksperimen membuat cacao shell lotion dengan bahan yang telah dikaji dan diuarikan secara rinci. Teknik eksperimen dalam penelitian ini digunakan dalam langkah pembuatan cacao shell lotion.
4. Penarikan Kesimpulan Cacao Shell Lotion
Penarikan kesimpulan merupakan proses perumusan makna dari hasil penelitian yang diungkapkan dengan kalimat yang singkat-padat dan mudah dipahami, serta dilakukan dengan cara berulangkali melakukan peninjauan mengenai kebenaran dari penyimpulan itu, khususnya berkaitan dengan relevansi dan konsistensinya terhadap judul, tujuan dan perumusan masalah yang ada. Setelah melakukan eksperimen, Ditarik kesimpulan bahwa cacao shell lotion berhasil dibuat dengan berbagai kandungan yang sangat berguna dan bermanfaat bagi kulit manusia.
8
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 PENGOLAHAN BUAH KAKAO MENJADI CACAO SHELL LOTION 1. Kriteria Bahan Pembuatan Lotion
Dalam pembuatan lotion, bahan yang digunakan adalah bahan – bahan yang sudah terverifikasi aman oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) menurut Permenkes 006 & 007 tentang izin produksi dan izin edar. Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk tidak tercantum dalam daftar bahan berbahaya untuk bahan makanan dan obat yang diterbitkan oleh BPOM. Daftar bahan berbahaya akan disediakan dalam lampiran 4.
Kriteria Kulit Kakao yang Digunakan :
a. Kondisi buah kakao yang segar, memiliki pengaruh terhadap kualitas kulit kakao itu sendiri, untuk bahan dasar pembuatan lotion kulit kakao yang digunakan adalah yang masih segar dengan jenis trinitario.
b. Kulit buah kakao yang masih berwarna kecoklatan atau masih muda. Dengan ukuran menegah, karena ukuran buah kakao itu sendiri akan berpengaruh pada daging bagian dalam dari buah kakao tersebut. Bagian kakao dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1 Bagian Buah Kakao
2. Langkah Pembuatan Cacao Shell Lotion
a. Pilihlah kulit coklat yang memenuhi kriteria yang telah dicantumkan. Kemudian cuci kulit bagian luar coklat dengan menggunakan air hinggga bersih.
b. Kupas bagian luar kulit buah, lalu ambillah bagian kulit bagian dalam kakao. Setelahnya bilas kembali hingga bersih bagian daging kulit coklat yang telah diambil
c. Iris tipis kulit daging buah untuk memudahkan proses pengeringan (drying). Perlakuan sebelum pengeringan dilakukan inaktivasi enzim melalui asidifikasi untuk mengurangi kadar air dalam kulit kakao. Proses Sulfuring untuk inaktivikasi enzim polifenolase yang menimbulkan reaksi kecoklatan
9
pada kulit kakao. Selanjutnya perlakuan setelah pengeringan dengan melakukan proses pengayakan serta pemisahan benda-benda asing dari kulit kakao yang telah kering. Pada proses pengeringan (drying) dapat dilakukan dengan mengoven kulit kakao hingga pada titik persentase kadar air yang telah ditentukan, grafik dapat dilihat pada lampiran 5.
d. Hancurkan kulit coklat yang telah kering menggunakan blender, kemudian akan dilanjutkan dengan proses penggilingan halus(grinding) hingga menghasilkan kulit coklat dalam bentuk bubuk.
e. Lakukan proses sterilisasi pada alat – alat yang akan digunakan.
f. Masukkan beeswax kedalam gelas ukur, panaskan dan aduk pelan hingga beeswax mencair, lakukan perlakuan yang sama terhadap cacao butter dan shea butter.
g. Campurkan semua yang telah dicairkan ke dalam labu erlemenyer. Aduk perlahan campuran cocoa butter, shea butter dan beeswax. Lalu tambahkan kulit kakao yang telah berbentuk bubuk, minyak zaitun dan coconut oil. Dan aduk semua bahan hingga menjadi lotion.
h. Pindahkan campuran lotion ke dalam kemasan produk, yang sebelumnya telah didesain khusus.
i. Cacao Shell Lotion siap untuk digunakan
4.2 MANFAAT CACAO SHELL LOTION
1. Manfaat Cacao Shell Lotion Bagi Kesehatan Kulit
Kulit kakao memiliki banyak manfaat seperti antioksidan bagi tubuh, anti kanker, dapat mencegah obesitas , mencegah stres, menurunkan kolesterol dalam tubuh, menyehatkan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi dan dapat membersihkan sel-sel kulit mati. Bahan utama produk Cacao Shell Lotion ini adalah kulit coklat yang bisa membersihkan sel kulit mati, jadi manfaat yang pasti ada di produk peneliti adalah dapat membersihkan sel kulit mati pada kulit. Selanjutnya yang dibutuhkan untuk membuat cacao shell lotion ini adalah cacao butter yang memiliki manfaat melembabkan kulit dan mengencangkan kulit. bahan pendukung lainnnya yaitu beeswax, beeswax adalah lilin yang dihasilkan dari lebah madu bergenus Apis. Mengandung paling tidak 284 senyawa, terutama variasi rantai panjang alkana, asam, esters, polyester, dan hydroxy esters. Beeswax berfungsi sebagai surfaktan yang dapat membentuk penghalang pada permukaan kulit yang dapat melindungi kulit dari iritasi dengan tetap memberi ruang untuk kulit bernapas beeswax juga dapat melindungi bagian kulit yang lembut seperti kulit bibir.
Minyak Zaitun memiliki banyak kandungan vitamin, termasuk A, D, dan K, serta vitamin E.
Selain vitamin, minyak zaitun juga memilki kandungan squalene yang bermanfaat sebagai antioksidan . Minyak zaitun berguna sebagai pelembab kulit yang tidak menyumbat pori, menghilangkan sel kulit mati, dan dapat mengurangi keriput dan tanda tanda penuaan. Coconut Oil memberikan khasiat lembut bagi kulit, serta mempercepat penyembuhan pada kulit. Bahan pembuatan lotion memiliki banyak zat yang terkandung sehingga lotion yang peneliti kembangkan bermanfaat sebagai antioksidan , dapat membersihkan sel kulit mati, menjaga kulit dari penuaan dini, melembabkan kulit dan surfaktan yang dapat menjaga kulit dari iritasi dengan tetap memberikan kebebasan bernapas untuk pori pori kulit.
10
4.3 INOVASI DALAM PEMBUATAN CACAO SHELL LOTION
1. Peran kandungan cacao shell lotion yang menggantikan bahan sintetik buatan
Inovasi dalam pembuatan lotion berbahan baku coklat ini terletak pada bahan utamanya yakni kulit kakao. Kulit kakao merupakan limbah yang belum dimanfaatkan, sehingga produk ini juga ikut andil dalam inovasi pengolahan limbah. Limbah yang kian tahun terus meningkat dapat di atasi salah satunya dengan penciptaan produk cacao shell lotion ini. Kulit kakao sendiri mempunyai kandungan senyawa polifenol dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan . Namun, pada umumnya pembuatan lotion menggunakan CoQ10 Beads Pill
dan
AHA, BHA, PHA yakni beberapa bahan sintetik buatan dalam pembuatan lotion.Dalam penelitian kali ini, peneliti menemukan solusi yang dijadikan sebagai sebuah inovasi dalam pembuatan lotion. Ditemukannya bahan alami pengganti bahan sintetik buatan yang sebelumnya kerap digunakan sebagai bahan pembuatan lotion. Bahan pendukung lainnya seperti beeswax yang merupakan salah satu bahan pendamping pembuatan cacao shell lotion yang berasal dari lilin lebah, sebagai bahan alami yang digunakan sebagai pengemulsi dalam pembuatan lotion. Cacao butter yang berasal dari bahan alami melalui proses pemanggangan kulit kakao yang dikupas dari cangkangnya yang kemudia dihancurkan dan digiling menjadi cairan kakao melalui proses pemisahan lemak. Selanjutnya shea butter yang merupakan bahan alami yang berasal dari pohon shea, yang berasal dari dua kernel berminyak di dalam biji pohon shea. Minyak zaitun yang berasal dari ekstrak buah zaitun. Coconut oil yang berasal dari proses ekstrak daging buah kelapa.
Melalui uraian diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh bahan yang digunakan dalam pembuatan cacao shell lotion adalah bahan -bahan alami yang murni berasal dari alam. Dengan adanya inovasi ini menjadi strategi dalam pengelolaan limbah, khususnya limbah kulit kakao, yang kini telah ditemukan inovasi dalam pemanfaatannya sehingga limbah kulit kakao bisa direalisasikan secara penuh menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis tinggi yaitu produk cacao shell lotion.
2. Kemasan yang digunakan pada produk cacao shell lotion
Inovasi pada pengemasan cacao shell lotion adalah dengan membuat kemasan berbentuk seperti buah kakao yang berdiameter sekitar 8 cm dengan tinggi sekitar 15 cm. Kemasan dibuat dengan desain yang praktis. Untuk dapat menggunakan produk cacao shell lotion, pengguna dapat memutar kedua sisi kemasan secara bersamaan dengan arah yang berlawanan. Warna kemasan sesuai dengan kondisi warna buah kakao jenis trinitario, yaitu berwarna kecoklatan. Merek produk akan ditempel pada bagian tengah. Desain kemasan produk dapat dilihat pada lampiran 6.
11
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULANSetelah dilaksanakannya penelitian Cacao Shell Lotion, Perumusan masalah, mengkaji penelitian terdahulu, mempersiapkan dan melengkapi alat dan bahan, melakukan eksperimen, pengujian pada produk, evaluasi produk yang dihasilkan hingga penyusunan laporan maka didapatkanlah kesimpulan sebagai berikut ini.
1. Cacao Shell Lotion memiliki tahapan-tahapan dalam proses penelitiannya. Berikut ini adalah kesimpulan pada masing-masing tahapan.
a. Pemilahan kulit coklat yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan b. Kulit kakao harus melalui proses pengeringan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan menjadi
produk.
c. Bahan padat yang digunakan dalam pembuatan harus dicairkan terlebih dahulu.
d. Seluruh bahan harus dicampurkan hingga menjadi produk cacao shell lotion.
e. Uji coba prroduk dilakukan kepada subyek yang merupakan peneliti sendiri dan subyek yang dengan suka rela ingin mengaplikasikan produk.
2. Proses eksperimen menghasilkan produk yang siap digunakan dengan manfaat dapat digunakan sebagai antioksidan dan re-generasi kulit. Proses eksperimen berlangsung dalam rentang waktu sekitar 14 hari.
5.2 SARAN
Adapun saran-saran untuk pelaksanaan penelitian lebih lanjut adalah sebagai berikut.
1. Perlunya pengembangan atau peningkatan kualitas alat yang digunakan dalam memproduksi cacao shell lotion. Misalnya spray dring yang merupakan salah satu alat yang cocok digunakan dalam pembuatan kulit kakao menjadi bentuk bubuk dengan jumlah yang banyak dalam waktuu yang relatif singkat.
2. Pengembangan bahan pendamping yang lebih berkualitas dan memiliki banyak khasiat bukan hanya untuk kulit, namun juga bisa digunakan pada kulit sensitif seperti kulit bibir dan kulit wajah.
12
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulisan laporan hasil penelitian ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pihak- pihak yang telah membantu:
1. Umi Nilma Herrita Wisda Syam, S.Pd., M.Si. selaku guru pembimbing dalam melakukan penelitian ini yang senantiasa memberikan bimbingan kepada penulis.
2. Ibu Surya Netti, S.Pd. selaku kepala sekolah yang berperan sebagai penanggung jawab dalam melakukan penelitian ini
3. Salsabilla Efendi dan Raisya Rabbani Humairah, Kayla Adena Emte dan teman-teman yang telah membantu peneliti dalam pelaksanaan penelitian.
4. Semua pihak-pihak lainnya yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian penelitian ini.
Peneliti memohon maaf jika ada hal yang kurang pada penelitian ini. Peneliti telah melakukan penelitian dan penulisan laporan ini dengan maksimal. Tetapi masih terdapat beberapa keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian. Peneliti memohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenaan.
Semoga penelitian ini membawa segenap manfaat bagi para pembaca dan nantinya bisa menjadi acuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan Indonesia
13
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, I Gusti Ayu Meia. 2021. "Karakteristik Ekstrak Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) sebagai Sumber Antioksidan pada Perlakuan Suhu dan Waktu Maserasi",
https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/561b262bc09452c108f49eef29b0af97.pd f [29 September 2023]
Fitria, Linda. 2021. "Antioksidan Cokelat Dipengaruhi oleh Kandungan Kakao di Dalamnya", https://www.kompas.com/parapuan/read/532817032/antioksidan -cokelat-dipengaruhi oleh- kandungan-kakao-di-dalamnya [25 Maret 2023]
Ikhsania, Annisa Amalia. 2021. “7 Manfaat Lotion dan Cara Menggunakannya dengan Tepat”, https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-body-lotion-dan-cara-menggunakannya [22 Januari 2023]
Indotama, Freyabadi. 2020. "Inilah Jenis-Jenis Kakao di Dunia",
https://www.freyabadi.com/id/blog/jenis-jenis-kakao-di-dunia [29 September 2023]
Manfaat, Redaksi. 2020. “10 Manfaat Kulit Kakao untuk Kesehatan”, https://manfaat.co.id/manfaat-kulit-kakao [25 Maret 2023]
Mardatila, Ani. 2020. ” 8 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kulit”, https://www.merdeka.com/sumut/8- manfaat-minyak-zaitun-untuk-kulit-simak-cara-memakainya-kln.html [28 Maret 2023]
Melisa. 2015. “Manfaat beeswax Untuk Kecantikan”, https://www.beautynesia.id/beauty/manfaat- beeswax-untuk-kecantikan/b-126928 [ 28 Maret 2023]
Rusli, Rolan. 2015. "Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Kakao Masak dan Kulit Buah Kako Muda", https://www.researchgate.net/publication/298629884_Aktivitas_Antioksidan_Kulit_Buah_Kaka o_Masak_dan_Kulit_Buah_Kako_Muda [29 Septermber 2023]
LAMPIRAN
14
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1. SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS LAMPIRAN 2. SURAT REKOMENDASI KEPALA SEKOLAH LAMPIRAN 3. ALAT DAN BAHAN
LAMPIRAN 4. DAFTAR BAHAN BERBAHAYA PEMBUATAN KOSMETIK LAMPIRAN 5. PERSENTASE KADAR AIR DALAM PROSES PENGERINGAN LAMPIRAN 6. DESAIN KEMASAN PRODUK
LAMPIRAN 7. DOKUMENTASI PENELITIAN
LAMPIRAN 9. DOKUMENTASI PENGAPLIKASIAN PRODUK PADA SUBYEK
LAMPIRAN 1. SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS
15
16
LAMPIRAN 2. SURAT REKOMENDASI KEPALA SEKOLAH
17
LAMPIRAN 3. ALAT DAN BAHAN
No ALAT FUNGSI FOTO
1. Oven &
Kompor
•
Mengeringkan kulit kakao dan Memanaskan oven
2. Pisau
•Mengiris kulit kakao
3. Gelas Ukur
•
Mencairkan cacao
butter, shea butter,
beeswax
18
4. Labu
Erlenme yer
•
Mencampurkan cacao butter, shea butter, beeswax
5. Spritus
•Memanaskan gelas ukur, labu
erlenmeyer
6. Kaki Tiga
•
Meletakkan pembahak spritus
7. Kawat Kasa
•
Meratakan api dan
pemanasan
19
8. Blender
•Menghaluskan
kulit kakao
No BAHAN FUNGSI FOTO
1. Buah Kakao
•Bahan utama pembuatan cacao
shell lotion
2. Cacao Butter
•
Mencegah
penuaan dini
20
3. Beeswax
•Pengemulsi cacao
shell lotion
4. Shea Butter
•Melembabkan kulit
5. Coconut Oil
•Sebagai antijamur dan
antibakteri
6. Minyak Zaitun
•
Mengangkat sel
kulit mati
21
LAMPIRAN 4. DAFTAR BAHAN BERBAHAYA PEMBUATAN KOSMETIK
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
LAMPIRAN 5. PERSENTASE KADAR AIR DAN MEKANISME KILN DRYING PADA OVEN DALAM PROSES PENGERINGAN
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
90%
Kulit Kakao Kulit Kakao Kering
Persentase Pengurangan Kadar Air Pada Proses Pengovenan
Kadar Air
34
LAMPIRAN 6. DESAIN KEMASAN PRODUK
➢
Kemasan Produk
➢
Logo Produk
35
LAMPIRAN 7. DOKUMENTASI PENELITIAN
36
37