• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN SIAP KIRIM KP. new.docx 02

N/A
N/A
kiky

Academic year: 2024

Membagikan "LAPORAN SIAP KIRIM KP. new.docx 02"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PRODUKTIVITAS BULDOZZER D-65PX PADA PEKERJAAN TI MBUNAN BADAN JALAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL S OLO – YOGYAKARTA SEKSI 1 STA 39+100 – 39+700 DESA BAYEN PURWA

MARTANI SLEMAN

PENYUSUN : RAHMAD SURYADI

C2A021301

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2024

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTIK

Disusun Oleh

Nama : Rahmad Suryadi

(2)

Nomor Induk Mahasiswa : C2A021301

Jurusan : Teknik Mesin

Waktu Kerja Praktik : 06 Mei s.d 05 Juni 2024 2024

Telah diperiksa, disetujui dan disahkan pada tanggal:

………

Mengetahui,

Koordinator Kerja Praktik Universitas Muhammadiyah Semarang

Ir. Rubijanto Juni Pribadi, S . T., M.T.

NIK.28.6.1026.091

Dosen Pembimbing

Universitas Muhammadiyah Semarang

M. Subri, S.T., M.T.

NIK. 28.6.1026.356

Menyetujui, Ketua Program Studi

M. Subri, S.T., M.T.

NIK. 28.6.1026.356 DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN...2

BAB I. PENDAHULUAN... 4

1.1 Latar Belakang...4

1.3 Tujuan Penelitian...5

1.4 Manfaat Penelitian... 5

BAB II. STUDI PUSTAKA... 6

(3)

2.1 Proyek Konstruksi...6

2.2 Pemindahan Tanah Mekanis (PTM)...6

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN...8

3.1 Jenis Penelitian... 8

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian...8

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN...9

4.1 Data Produksi Kinerja Bulldozer D-65px...9

4.2 Data Quantity Produksi Kinerja Bulldozer D-65px...10

4.3 Pengolahan Data...12

BAB V. PENUTUP...19

5. Penutup...19

DAFTAR PUSTAKA...21

(4)

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Tingginya tingkat pertumbuhan di wilayah perkotaan,menyebabkan meni ngkatnya arus urbanisasi. Hal ini menyebabkan penduduk di wilayah perkotaan ber kembang secara pesat. Sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk yang disertai pa da peningkatan kebutuhan akan bangunan sipil, seperti gedung, jembatan dan jalan tol. Saat ini banyak sekali pembangunan dilakukan secara besar – besaran, karena i tu diperlukan langkah – langkah yang tepat baik dalam perencanaan maupun dala m pelaksanaan sehingga sumber daya yang ada dapat digunakan seoptimal mungki n. Keberhasilan suatu proyek dapat diukur dari dua hal, yaitu kemampuan yang did apat serta ketepatan waktu penyelesaian proyek (Soeharto: 1997).

Pelaksanaan proyek dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya yang akan di perlukan, termasuk pula dalam proyek Pembangunan jalan. Ketersediaan tersebut dap at mempengaruhi efektifitas dan efisiensi pada pelaksanaan proyek, baik dalam hal bi aya maupun waktu pelaksanaan proyek. Salah satu sumber daya yang berperan pentin g adalah alat berat. Oleh karena itu, konstribusi alat berat terhadap pelaksanaan pekerjaan timbunan badan jalan pada proyek pembangunan jalan tolSolo - Yogyakarta sesi 1 STA 39+100 - 39+700 Desa Bayen Purwamartani Sleman.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam analisa produktivitas Bulldoser ini sebag ai berikut:

1.Berapa Availability Rate pada mesin Buldozzer D-65px?

2. Berapa Rerformance pada mesin Buldozzer D-65px?

3. Berapa Quality Rate pada mesin Buldozzer D-65px?

4. Berapa OEE (Overall Equipment Effectiveness) pada mesin Buldozzer D-65px?

1.3 Tujuan Penelitian

(5)

Adapun tujuan dalam analisa produktivitas Bulldoser ini adalah sebagai b erikut:

1. Mengetahui Availability Rate yang menggambarkan pemanfaatan waktu yang te rsedia untuk kegiatan operasi pada mesin Buldozzer D-65px

2. Mengetahui Rerformance Rate yang menggambarkan kemampuan dalam meng hasilkan kinerja pada mesin Buldozzer D-65px

3. Mengetahui Analisis Quality Rate yang menggambarkan kemampuan perlatan d alam menyelesaikan pekerjaan dengan standar yang telah ditentukan pada mesi n Buldozzer D-65px

4. Mengetahui OEE (Overall Equipment Effectiveness) yang menggambarkan efektifitas pada mesin Buldozzer D-65px

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dalam analisa produktivitas Bulldoser adalah sebagai ber ikut:

1. Dapat Menganalisis Availability Rate untuk kegiatan operasi pada mesin Buldoz zer D-65px

2. Dapat Menganalisis Performance Rate untuk menghasilkan kinerja pada mesin Buldozzer D-65px

3. Dapat Menganalisis Analisis Quality rate untuk mengetahui kemampuan perlata n dalam menyelesaikan pekerjaan dengan standar yang telah ditentukan

4. Dapat Menganalisis untuk mengetahui efektifitas pada mesin Buldozzer D-65px

(6)

BAB II. STUDI PUSTAKA 2.1 Proyek Konstruksi

Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu k ali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek (Ervianto: 2002). Menurut (Dipohusodo: 1996), proyek konstruksi Tanah merupakan material yang selalu ber hubungan dengan teknologi konstruksi sipil. Karena besarnya pengaruh tanah terha dap perencanaan seluruh konstruksi, maka tanah menjadi komponen yang sangat p enting dalam perencanaan konstruksi.

2.2 Pemindahan Tanah Mekanis (PTM

Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) adalah kegiatan penggalian, pemuatan, menggunakan alat berat.

Dengan menggunakan alat berat, pekerjaan pemindahan tanah dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan menghasilkan mutu akhir yang lebih baik dibandingkan dpengangkutan, penimbunan, perataan, dan pemadatan tanah atau batuan dengan engan menggunakan tenaga manusia. Namun, pemilihan alat berat yang tepat sangat penting untuk memastikan kelancaran proyek. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemindahan tanah mekanis, yaitu:

Pengaruh gravitasi terhadap tenaga mesin. Semakin tinggi elevasi suat u tempat, maka kepadatan kadar oksigennya akan berkurang, yang berdampak pada hasil pembakaran dan tenaga mesin.

Geseran antara permukaan jalan dengan roda alat berat. Geseran yang cukup akan menghasilkan tenaga traksi maksimal, sedangkan geseran yang tidak m encukupi dapat menyebabkan selip.

Pengetahuan mengenai alat berat dan pengelolaannya untuk mendapat kan hasil yang lebih efektif dan efisien.

(7)

2.2.1 Pekerjaan Galian

Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan saluran air dan selok an untuk formasi galian atau pondasi pipa, gorong – gorong, pembuangan atau stru ktur lainnya. Untuk pembuangan lahan yang tak terpakai dan tanah humus, untuk p ekerjaan stabilisasi lereng dan pembuangan bahan longsoran untuk galian bahan ko ntruksi dan pembuangan sisabahan galian, untuk pengupasan dan pembuangan bah an pekerasan beraspal lama dan umumnya untuk pembentukan profil dan penampa ng badan jalan.

2.2.2 Pekerjaan Timbunan

Timbunan pilihan akan digunakan sebagai lapis penopang (capping layer) untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar, juga digunakan di daerah saluran ai r dan lokasi serupa dimana bahan yang plastis sulit dipadatkan dengan baik. Timbu nan pilihan dapat juga digunakan untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran timbunan jika diperlukan lereng yang lebih curam karena keterbatasan ruangan, da n untuk pekerjaan timbunan lainnya dimana kekuatan timbunan adalah faktor yang kritis.

2.2.3 Pemadatan Tanah

Pemadatan tanah adalah salah satu faktor terpenting keberhasilan proyek kontruksi. Ini menjadi penting karena pemadatan tanah dapat meningkatkan daya d ukung tanah, memperkecil daya rembes dan pengaruh air terhadap lahan serta me mbantu menahan beban dari bangunan

(8)

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan studi kasus mengenai produktivitas alat ber at yang akan digunakan untuk pekerjaan timbunan pada proyek pembangunan jala n tol Solo – Yogyakarta paket 1 STA 39+100 – 39+700 Desa Bayen Purwamartani Sleman.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian dilaksanakan di area lahan proyek pembangunan jalan t ol Solo – Yogyakarta paket 1 STA STA 39+100 – 39+700 Desa Bayen Purwamarta ni Sleman. Waktu penelitian dan penyusunan dilakukan mulai dari bulan Mei samp ai dengan bulan Juni 2024.

(9)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Produksi Kinerja Bulldozer D-65px

Data yang dikumpulkan adalah data production time, operating time, dow n time dan quality produksi Bulldozer pada bulan Mei sampai Juni 2024.Berikut a dalah data production time, operating time,down time, quantity Bulldozer D-65px:

Tabel 4.1 Data Produksi Kinerja Bulldozer D-65px

Waktu

Producti on Time

Operating Time

Down Time

Ideal Cycle Time (Menit) (Menit) (Menit) (Menit)

06-May-24 480 420 60 60

07-May-24 480 310 170 60

08-May-24 480 420 60 60

09-May-24 480 400 80 60

10-May-24 480 420 60 60

11-May-24 480 420 60 60

12-May-24 480 390 110 60

13-May-24 480 420 60 60

14-May-24 480 420 60 60

15-May-24 480 390 110 60

16-May-24 480 420 60 60

17-May-24 480 420 60 60

18-May-24 480 350 130 60

19-May-24 480 420 60 60

20-May-24 480 420 60 60

21-May-24 480 420 60 60

22-May-24 480 360 120 60

23-May-24 480 420 60 60

24-May-24 480 410 470 60

25-May-24 480 420 60 60

(10)

26-May-24 480 420 60 60

27-May-24 480 410 470 60

28-May-24 480 420 60 60

29-May-24 480 420 60 60

30-May-24 480 420 60 60

31-May-24 480 420 60 60

01-Jun-24 480 420 60 60

02-Jun-24 480 300 180 60

03-Jun-24 480 420 60 60

04-Jun-24 480 420 60 60

05-Jun-24 480 420 60 60

4.2 Data Quantity Produksi Kinerja Bulldozer D-65px

Tabel4.2. Quantity Produksi Kinerja Bulldozer D-65px

Waktu

Total Actual

Production Total Defect

Total Good Proses

m3 m3 m3

06-May-24 4000 50 3950

07-May-24 4000 150 3850

08-May-24 4000 50 3950

09-May-24 4000 100 3900

10-May-24 4000 50 3950

11-May-24 4000 50 3950

12-May-24 4000 100 3900

13-May-24 4000 50 3950

14-May-24 4000 50 3950

15-May-24 4000 105 3895

16-May-24 4000 50 3950

17-May-24 4000 50 3950

18-May-24 4000 50 3950

(11)

19-May-24 4000 200 3800

20-May-24 4000 50 3950

21-May-24 4000 175 3825

22-May-24 4000 50 3950

23-May-24 4000 50 3950

24-May-24 4000 150 3850

25-May-24 4000 50 3950

26-May-24 4000 50 3950

27-May-24 4000 215 3785

28-May-24 4000 50 3950

29-May-24 4000 50 3950

30-May-24 4000 175 3285

31-May-24 4000 50 3950

01-Jun-24 4000 50 3950

02-Jun-24 4000 50 3950

03-Jun-24 4000 50 3950

04-Jun-24 4000 200 3800

05-Jun-24 4000 50 3950

4.3 Pengolahan Data 4.3.1 Availaibility Ratio

Availaibility Ratio adalah rasio yang menggambarkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kegiatan operasi mesin/ peralatan. Dengan demikian formula y ang digunakan untuk mengukur Availaibilit ratio:

Avalability 06 Mei s.d 05 Juni = Operating Time

Production Time x100

Table 4.3.Avability Bulldozer D-65px

(12)

Waktu

Production Time Operating Time

Avability (Menit) (Menit)

06-May-

24 480 420 87,50%

07-May-

24 480 310 64,58%

08-May-

24 480 420 87,50%

09-May-

24 480 400 83,33%

10-May-

24 480 420 87,50%

11-May-

24 480 420 87,50%

12-May-

24 480 390 81,25%

13-May-

24 480 420 87,50%

14-May-

24 480 420 87,50%

15-May-

24 480 390 81,25%

16-May-

24 480 420 87,50%

17-May-

24 480 420 87,50%

18-May-

24 480 350 72,92%

19-May-

24 480 420 87,50%

(13)

20-May-

24 480 420 87,50%

21-May-

24 480 420 87,50%

22-May-

24 480 360 75,00%

23-May-

24 480 420 87,50%

24-May-

24 480 410 85,42%

25-May-

24 480 420 87,50%

26-May-

24 480 420 87,50%

27-May-

24 480 410 85,42%

28-May-

24 480 420 87,50%

29-May-

24 480 420 87,50%

30-May-

24 480 420 87,50%

31-May-

24 480 420 87,50%

01-Jun-24 480 420 87,50%

02-Jun-24 480 300 62,50%

03-Jun-24 480 420 87,50%

04-Jun-24 480 420 87,50%

05-Jun-24 480 420 87,50%

Rata - Rata 84,40%

(14)

4.3.2 Performance Ratio

Performance Ratio merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan d ari peralatan dalam menghasilkan barang. Adapun formulasi yang digunakan untuk menghitung performance ratio:

Perfomance 06 Mei s.d 05 Juni = Total Good Prosesperating Time x Ideal Cycle Time

Production Time x100

Table 4.4 Performance Kinerja Bulldozer D-65px

Waktu

Productio n Time

Ideal Cycle Time

Total Good

Proses Performanc e (Menit) (Menit) m3

06-May-24 480 60 3950 49,37%

07-May-24 480 60 3850 48,12%

08-May-24 480 60 3950 49,37%

09-May-24 480 60 3900 48,75%

10-May-24 480 60 3950 49,37%

11-May-24 480 60 3950 49,37%

12-May-24 480 60 3900 48,75%

13-May-24 480 60 3950 49,37%

14-May-24 480 60 3950 49,37%

15-May-24 480 60 3895 48,68%

16-May-24 480 60 3950 49,37%

17-May-24 480 60 3950 49,37%

18-May-24 480 60 3950 49,37%

19-May-24 480 60 3800 47,50%

20-May-24 480 60 3950 49,37%

21-May-24 480 60 3825 47,81%

22-May-24 480 60 3950 49,37%

(15)

23-May-24 480 60 3950 49,37%

24-May-24 480 60 3850 48,12%

25-May-24 480 60 3950 49,37%

26-May-24 480 60 3950 49,37%

27-May-24 480 60 3785 47,31%

28-May-24 480 60 3950 49,37%

29-May-24 480 60 3950 49,37%

30-May-24 480 60 3285 41,06%

31-May-24 480 60 3950 49,37%

01-Jun-24 480 60 3950 49,37%

02-Jun-24 480 60 3950 49,37%

03-Jun-24 480 60 3950 49,37%

04-Jun-24 480 60 3800 47,50%

05-Jun-24 480 60 3950 49,37%

Rata - Rata 48,72%

4.3.3 Quality rate

Quality rate adalah suatu rasio yang menggambarkan kemampuan perlata n dalam menghasilkan produk sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Denga n demikian formula yang digunakan untuk menghitung Quality rate adalah sebagai berikut:

Quality rate 06 Mei s.d 05 Juni = Total Good Proses

Total Actual Productionx100 Table 4.5 Quality Kinerja Bulldozer D-65px

Waktu

Total Actual Production

Total Good Proses

Quality

(Ton) (Ton)

06-May-24 4000 3950 98,75%

07-May-24 4000 3850 96,25%

08-May-24 4000 3950 98,75%

09-May-24 4000 3900 97,50%

(16)

10-May-24 4000 3950 98,75%

11-May-24 4000 3950 98,75%

12-May-24 4000 3900 97,50%

13-May-24 4000 3950 98,75%

14-May-24 4000 3950 98,75%

15-May-24 4000 3895 97,38%

16-May-24 4000 3950 98,75%

17-May-24 4000 3950 98,75%

18-May-24 4000 3950 98,75%

19-May-24 4000 3800 95,00%

20-May-24 4000 3950 98,75%

21-May-24 4000 3825 95,63%

22-May-24 4000 3950 98,75%

23-May-24 4000 3950 98,75%

24-May-24 4000 3850 96,25%

25-May-24 4000 3950 98,75%

26-May-24 4000 3950 98,75%

27-May-24 4000 3785 94,63%

28-May-24 4000 3950 98,75%

29-May-24 4000 3950 98,75%

30-May-24 4000 3285 82,13%

31-May-24 4000 3950 98,75%

01-Jun-24 4000 3950 98,75%

02-Jun-24 4000 3950 98,75%

03-Jun-24 4000 3950 98,75%

04-Jun-24 4000 3800 95,00%

05-Jun-24 4000 3950 98,75%

Rata - Rata 97,45%

4.3.4 OEE (Overall Equipment Effectiveness)

(17)

OEE adalah besarnya efektivitas yang dimiliki oleh peralatan atau mesin. OE E dihitung dengan memperoleh availibilitas dari alat – alat perlengkapan, efisiensi ki nerja dari proses dan rate mutu produk:

OEE 06 Mei s.d 05 Juni = Avability x Performance x Quality Table 4.6. Nilai OEE Kinerja Bulldozer D-65px

Waktu Avability

Performanc

e Quality OEE

06-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

07-May-24 64,58% 48,12% 96,25% 30%

08-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

09-May-24 83,33% 48,75% 97,50% 40%

10-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

11-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

12-May-24 81,25% 48,75% 97,50% 39%

13-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

14-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

15-May-24 81,25% 48,68% 97,38% 39%

16-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

17-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

18-May-24 72,92% 49,37% 98,75% 36%

19-May-24 87,50% 47,50% 95,00% 39%

20-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

21-May-24 87,50% 47,81% 95,63% 40%

22-May-24 75,00% 49,37% 98,75% 37%

23-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

24-May-24 85,42% 48,12% 96,25% 40%

25-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

26-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

(18)

Table 6. Nilai OEE Kinerja Bulldozer D-65px

27-May-24 85,42% 47,31% 94,63% 38%

28-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

29-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

30-May-24 87,50% 41,06% 82,13% 30%

31-May-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

01-Jun-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

02-Jun-24 62,50% 49,37% 98,75% 30%

03-Jun-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

04-Jun-24 87,50% 47,50% 95,00% 39%

05-Jun-24 87,50% 49,37% 98,75% 43%

Rata - Rata 84,40% 48,72% 97,45% 40,07%

(19)

BAB V. PENUTUP 5. Penutup

5.1 Kesimpulan

Metode analisis data menganalisis hasil pengolahan data untuk mengetahu i seberapa besar perubahan tingkat efektivitas penggunaan mesin atau peralatan pr oduksi dan untuk memperoleh penyelesaian dari masalah yang ada, antara lain:

1. Analisis perhitungan OEE = Availibility x Performance rate x Quality rate.

a. Analisis perhitungan Availability ratio merupakan suatu rasio yang menggamba rkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kegiatan operasi mesin/ peralatan.

sehingga berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada bulan 06 Mei s.d 05 Juni yaitu memiliki rata-rata 84,40%.

b. Analisis perhitungan performance rate merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan dari peralatan dalam menghasilkan barang. sehingga berdasarkan h asil pengolahan data yang telah dilakukan pada bulan 06 Mei s.d 05 Juni yaitu memiliki rata-rata 48,72%.

c. Analisis Quality rate adalah suatu rasio yang menggambarkan kemampuan perl atan dalam menghasilkan produk sesuai dengan standar yang telah ditentukan. s ehingga berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan pada bulan 06 Mei s.d 05 Juni yaitu memiliki rata-rata 97,45%.

d. Analisis overall equipment effectiveness adalah besarnya efektivitas yang dimili ki oleh peralatan atau mesin. sehingga berdasarkan hasil pengolahan data yang t elah dilakukan pada bulan 06 Mei s.d 05 Juni yaitu memiliki rata-rata 40,07%.

5.2 Saran

Berdasarkan data yang didapat, nilai overall equipment effectiveness M esin Discmill hampir seluruhnya dibawah standar World class untuk nilai OEE yaitu Availability ratio rata-rata 84,40% performance rate rata-rata 48,72%, Qu ality rate rata-rata 97,45%, OEE rata-rata 40,07%. Adapun usulan untuk perusahaan adalah sebagi berikut :

(20)

a. Peningkatan operating time kinerja bulldozer D-65px untuk mengurangi dow n time pada kinerja Bulldozer D-65px

b. Pengawasan pada bahan baku supaya pada saat proses tidak banyak deffect c. Peningkatan waktu kerja supaya Bulldozer tidak mengalami Down time d. Peningkatan maintenance pada kinerja Bulldozer D-65px

e. Ketepatan dalam menentukan planing lapangan dalam sekala hitungan harian.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Afrilia, Triyas, 2018, “Analisa Produktivitas Alat Berat Pada Proyek Pembangunan J alan Tol Balikpapan Samarinda Km 28”. JUTATEKS, Vol 2, No.1, 94-98.

Dipohusodo, Istimawan.1996. “Manajemen Proyek & Konstruksi.Kanisius”. Jogjakar ta.

Ervianto, Wulfram I. 2002. “Manajemen Proyek Konstruksi”, Edisi Pertama, Salemba Empat, Yogyakarta.

Iman Soeharto, Ir. 1997 , “Manajemen Proyek”, Erlangga, Jakarta.

Rochmanhadi. 1986. “Alat-Alat Berat Dan Penggunaannya”, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Rostiyanti, Fatena. 2002. “Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi”. Jakarta: Rineka Cipt a.

Rostiyanti, S.F. 2008. “Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi” – Edisi Kedua. Jakarta:

Rineka Cipta.

Suryadharma, H. Dan, Wigroho, H. Y. 1998, “Alat-Alat Berat”, Universitas Atma Jay a, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Tenriajeng, Tenrisukki Andi. 2003. “Pemindahan Tanah Mekanis”. Guna Darma. Jak arta.

Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No 28 (2016). : “Analisa Harga Satuan Peker jaan” Indonesia,Jakarta.

SNI 2835-2008. (2008). “Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah Unt uk Konstruksi Bangunan Gedung.

Gambar

Tabel 4.1  Data Produksi Kinerja Bulldozer D-65px
Table 4.3.Avability Bulldozer D-65px
Table 4.4 Performance Kinerja Bulldozer D-65px
Table 6. Nilai OEE Kinerja Bulldozer D-65px

Referensi

Dokumen terkait

Peralatan atau alat berat dalam pekerjaan sipil banyak berkaitan dengan pemindahan tanah (earth moving) dan segala aspek yang timbul dari peralatan yang digunakan untuk

Tabel 4.2 Hasil dan Rekapitulasi alternatif dan existing Sumber: Hasil Perhitungan Tertera bahwa kombinasi alat berat yang di rekomendasikan untuk pekerjaan galian dan pemindahan

Jika Anda bergerak dalam industri rak telur atau memiliki rencana untuk memulai bisnis di bidang ini, penggunaan mesin rak telur adalah langkah strategis yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memberikan berbagai keuntungan kompetitif. Mengapa Memilih Mesin Rak Telur? 1. Efisiensi Produksi Maksimal Dengan mesin rak telur, proses produksi dapat berjalan secara otomatis dan jauh lebih cepat dibandingkan metode manual. Dalam waktu yang sama, Anda dapat memproduksi lebih banyak rak telur dengan kualitas yang seragam. 2. Kualitas Produk yang Konsisten Mesin rak telur dirancang untuk menghasilkan produk dengan bentuk dan ukuran yang seragam. Ini penting untuk menjaga standar kualitas produk yang diminati konsumen, khususnya dalam industri telur dan logistik. 3. Hemat Biaya Operasional Menggunakan mesin rak telur secara signifikan mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual. Selain itu, mesin ini mampu mengoptimalkan penggunaan bahan baku sehingga mengurangi limbah produksi. 4. Ramah Lingkungan Bahan baku untuk pembuatan rak telur dapat menggunakan material daur ulang seperti kertas bekas atau serat alami. Proses produksi dengan mesin juga lebih hemat energi dibandingkan metode tradisional. 5. Fleksibilitas Produksi Mesin rak telur modern dapat disesuaikan untuk memproduksi berbagai jenis dan ukuran rak telur sesuai dengan kebutuhan pasar. Fleksibilitas ini memungkinkan Anda untuk menjangkau berbagai segmen konsumen. Investasi yang Menguntungkan Mesin rak telur bukan hanya alat produksi, tetapi juga investasi yang dapat meningkatkan daya saing bisnis Anda di pasar. Dengan kemampuan memproduksi rak telur dalam jumlah besar dan kualitas tinggi, Anda memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar lokal maupun ekspor. Dukungan Teknologi Modern Mesin rak telur dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti panel kontrol digital yang memudahkan pengaturan suhu, tekanan, dan waktu produksi. Kemudahan ini memungkinkan siapa pun, bahkan tanpa pengalaman teknis yang mendalam, untuk mengoperasikan mesin dengan efisien.