LAPORAN STUDI KASUS
Pada Diskriminasi Mitra Tuli PT Grab Holdings Inc
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia
Dosen Pengampu: Chintya Prabawati, S.pd
Disusun Oleh:
Nama : Hidayat Nurwahid NIM : 2023020075
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV ADMINISTRASI BISNIS INTERNASIONAL
POLITEKNIK BALEKAMBANG JEPARA
TAHUN 2025
2
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan kelancaran kepada penulis untuk dapat menyelesaikan dan menyusun makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen SDM.
Kami menyadari bahwa hal tersebut terlaksana berkat bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Karunia-Nya.
2. Keluarga di rumah yang selalu memotivasi penulis demi terselesaikanya penyusunan laporan ini.
3. Bapak Miftahuddin, S.Ag, M.M, selaku Direktur Politeknik Balekambang Jepara.
4. Ibu Mar’atus Sholikhah M.Pd, selaku Ketua Program Studi Politeknik Balekambang Jepara.
5. Ibu Chintya Prabawati, S.pd, selaku Dosen Pengampu mata kuliah Manajemen SDM di Politeknik Balekambang Jepara.
Kami juga menyadari bahwa makalah kami masih jauh dari sempurna walaupun kami telah berusaha dengan semaksimal mungkin dan daya upaya yang ada pada kami. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak, penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jepara, 21 Januari 2025
Penulis
3 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 2
DAFTAR ISI ... 3
BAB I ... 4
PENDAHULUAN ... 4
A. Latar Belakang ... 4
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan ... 4
BAB II ... 5
PEMBAHASAN ... 5
A. Landasan Teori Studi Kasus ... 5
B. Analisa Studi Kasus ... 6
BAB III ... 8
PENUTUP ... 8
A. Kesimpulan ... 8
B. Saran ... 8
DAFTAR PUSTAKA ... 9
4 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era modern, inklusi dan keberagaman di tempat kerja menjadi isu penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan, terutama dalam konteks penyandang disabilitas.
Kasus yang melibatkan calon mitra Tuli, Tonan, saat menjalani proses interview di Grab menunjukkan adanya perlakuan diskriminatif yang tidak seharusnya terjadi. Perlakuan tidak baik dari karyawan security terhadap Tonan, termasuk tes baca dengan keras dan tes pendengaran, mencerminkan kurangnya pemahaman dan kesadaran mengenai hak-hak penyandang disabilitas. Meskipun Indonesia memiliki berbagai regulasi yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas, seperti UU No. 13 Tahun 2003 dan UU No. 19 Tahun 2011, implementasi di lapangan masih sering menemui kendala. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kerangka hukum yang jelas, tantangan dalam penerapan kebijakan tetap ada, baik dari sisi perusahaan maupun pencari kerja.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dalam proses rekrutmen di perusahaan swasta, khususnya perusahaan berbasis aplikasi seperti Grab?
2. Bagaimana peran perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas?
3. Apa saja kendala yang dihadapi perusahaan dalam menerapkan kebijakan inklusi bagi penyandang disabilitas?
C. Tujuan
1. Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya diskriminasi terhadap penyandang disabilitas dalam proses rekrutmen di perusahaan swasta.
2. Mengembangkan model implementasi kebijakan inklusi bagi penyandang disabilitas di perusahaan.
3. Memberikan rekomendasi kepada perusahaan, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas di dunia kerja.
BAB II PEMBAHASAN
A. Landasan Teori Studi Kasus
perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi. kasus yang sempat ramai itu terjadi saat Salah satu Calon Mitra Tuli yang tengah ingin menjalani test interview namun di perlakukan tidak baik oleh salah satu karyawan security dari pihak grab . Kejadian pada kasus tersebut terjadi pada Tonan ( Mitra Tuli Grab) dengan beberapa Karyawan Security pada saat proses Interview, dimana Tonan saat menghadiri proses interview disambut dengan tatapan musam dari pihak security. Bahkan Tonan juga sempat Di test Baca dengan keras hingga test pendengaran dimana sikap tersebut tidak pantas untuk dilakukan. Dimana sebenarnya hal semacam itu telah dalam UU ketenagakerjaan sudah tercantum pasal yang menjelaskan mengenai perlindungan dan hak tenaga kerja yaitu UU No. 13 tahun2003 paragraf 5 pasal 1 mengatur tentang keselamatan dan kesehatan kerja, yaitu: setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas: keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama. . Terdapat juga beberapa pengaturan mengenai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Indonesia. PerUndang-Undangan tersebut mecakup:
1. Undang-Undang Dasar Negara RI tahun 1945 Pasal 28/I ayat 2 mengenai keberhakkan seseorang untuk mendapatkan perlakukan bebas dari diksriminsai 2. Undang-Undang Tahun 1997 No.4 Tentang Penyandang Cacat yang menekankan
mengenai pemenuhan hak disbalitas dalam pekerjaan.
3. Undang-Undnag Thaun 2002 No,13 Tentang Ketenakerjaan menegnai kesmepatan yang sama bagi setiap pekerja tanpa diskriminasi
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011 tentang pengesahan konvensi hak-hak penyandang disabilitas.
Walaupun Peraturan mengenai Hak penyandang Disabilitas dalam penempatan Kerja Sudah ada , Namun hal tersebut masih belum dapat menjamin para penyandang disabilitas mendapatkan hak mereka dalam bekerja secara optimal. Hal ini bisa disebabkan oleh fakor pekerja maupun penyedia kerja, terkadang perusahaan mendapatkan kesulitan akses informasi mengenai data penyandang disabilitas yang Membutuhkan kerja. Demikin juga sebaliknya pencari kerja tidak mengetahui perusahaan mana saja yang menyediakan kesempatan kerja buat mereka dengan keterbatas yang dimiliki. Faktor lain yang
mengakibatkan hal tersebut adalah kurang matangnya perusahaan dalam mempersiapkan kebutuhan penyandang disabilitas mulai dari peraturan perusahaan yang menekan hak penyandang disabilitas, maupun juga kurang nya pemeliharaan karyawan yang mengakibatkan diskriminasi masih kerap terjadi.
B. Analisa Studi Kasus
Hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan Grab adalah dengan melakukan pemeliharaan Karyawan khususnya bagi penyandang disabilitas. Dimana Menurut Edwin B. Flippo, fungsi pemeliharaan karyawan adalah memberikan perhatian terhadap kondisi fisik, mental dan emosi karyawan. pemeliharaan disabilitas tersebut meliputi, menetapkan kebijakan bagi penyandang disabilitas. Dimana dalam menentukan kebijakan disabilitas sebaiknya meliputi tiga hal, yang pertama adalah startegi perusahaan dengan tujuan jangka panjang tehadap kesinambungan pekerjaan dengan para penyandang disabilitas, hal ini sangat penting dalam startegi dalam ketenagakerjaan penyandang disabilitas. Hal ini juga berkaitan dengan mempertimbangkan isu pekerja disabilitas yang akan dicakup dan isu mana yang harus dikaitkan dengan kebijakan yang sudah ada. Yang kedua adalah pelatihan bagi pekerja maupun pihak perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka pada penyandang disabilitas. Yang terakhir adalah kebijakan perekrutan untuk penyandang disabilitas. Hal tersebut sangat penting dalam mempertimbangkan dalam hal jumlah perekrutan penyandang disabilitas, melakukan koneksi terhadap penyandang disabilitas yang membutuhkan pekerjaan, serta analisis pekerjaan untuk penyandang disabilitas agar mampu sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan penyandang disabilitas.
Selanjutnya adalah sebaiknya perusahaan grab menjalin hubungan dan berkonsultasi dengan organisasi penyandang Disabilitas. Dukungan yang bisa didapat dari OPD dalam berbagai bidang, misalnyaimplementasi kebijakan disabilitas; saran dan pertimbangan mengenai akomodasi bagi penyandang disabilitas di tempat kerja; pelatihan bagi manajer dan karyawan mengenai bagaimana cara memperlakukan penyandang disabilitas;
pelatihan bagi penyandang disabilitas agar dapat memenuhi persyaratan kerja; dan memberikan konsultasi pada perusahaan dalam mencari penyandang disabilitas yang berminat bekerja untukperusahaan atau yang memenuhi persyaratan keahlian kerja.
Penyesuaian tempat kerja juga harus diperhatikan oleh perusahaan yang hendak membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas, hal yang dapat dilakukan adalah memberikan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas seperti; menyiapkan
akomodasi fisik yang layak, tempat kerja yang bersih dan rapi, menata koridor yang luas dan bebas hambatan, membuat tanda atau simbol yang mudah dibaca, memastikan fasilitas kamar kecil dapat diakses oleh penyandang disabilitas, menambahkan jalur melandai (ramps) atau susuran tangan di mana akan dibutuhkan.
Dan hal terakhir yang harus dilakukan perusahaan adalah menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas pada lingkungan kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan terhadap karyawan tentang bagaimana memperlakukan disabilitas, hak-hak yang harus didapatkan oleh penyandang disabilitas, keberagaman, dan memotivasi lingkungan kerja serta mempromosikan non diskriminasi di tempat kerja yang lebih baik bagi penyandang disabilitas. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagiperusahaan tetapi juga seluruh masyarakat dengan membuat mereka mengubah pola pikir mereka dan menghilangkan stigma negatif.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Kasus diskriminasi yang dialami Tonan menyoroti masih adanya kesenjangan antara regulasi yang ada dengan implementasi di lapangan. Meskipun Indonesia telah memiliki sejumlah peraturan yang melindungi hak-hak penyandang disabilitas, namun praktik diskriminasi masih terjadi, terutama dalam dunia kerja. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman mengenai inklusivitas bagi penyandang disabilitas masih perlu ditingkatkan, baik di kalangan perusahaan maupun masyarakat secara umum.
B. Saran
1. Menyesuaikan kebijakan perusahaan agar lebih inklusif dan mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas
2. Bagi pemerintah dapat melakukan sosialisasi secara masif mengenai pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas
3. Membentuk tim khusus yang bertugas mengelola program inklusivitas dan memastikan bahwa semua kebijakan dilaksanakan dengan baik
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kompasiana.com/andreastanaputra3053/6460dcd908a8b574c90679d5/studi- kasus-msmd-pad-kasus-dikriminasi-mitra-tuli-pt-grab-holdings-
inc?page=1&page_images=1
https://www.grab.com/id/press/consumers-drivers/pernyataan-lanjutan-grab-terkait-proses- rekrutmen-calon-mitra-grab-penyandang-disabilitas/
https://news.detik.com/berita/d-6058219/aksi-grab-copot-sana-sini-di-kasus-diskriminasi- calon-mitra-tuli