TUGAS MANDIRI HARI KE 2
NAMA : ROCHADY SETIANTO INSTITUSI : RS Sultan Agung Semarang
PEMBIMBING : Ibu Minarni, S.Kep. Ners, M.Kes.
LAPORAN SURVEILANS HAI’s dan IDO
I. Laporan Surveilans HAI’s
Gambar grafik survelans HAI’s di ruang ICU pada bulan Juli 2022
Analisis : Kejadian infeksi pada Ruangan ICU di RS.X bulan Juli 2022 didapatkan hasil tertinggi terjadi pada kasus Plebitis sebanyak 12,5
% dan hasil terendah pada kasus ISK sebanyak 4 %.
Faktor Prediksi Penyebab
: Dari hasil kajian supervisi Bundles di ruang ICU pada bulan juli diperoleh data :
1. Kepatuhan pengisian bundles Plebitis oleh perawat di ruang ICU capaiannya 85 % dari target yang seharusnya 100%. Sehingga kejadian Plebitis tidak terdeteksi paska pemasangan IV cateter.
2. Kepatuhan pengisian bundles ISK oleh perawat di ruang ICU capaiannya 95 % dari target yang seharusnya 100%. Kejadian ISK kemungkinan karena faktor- factor kondisi pasien (intrinsik).
3. Angka capaian kepatuhan cuci tangan masih belum maksimal yaitu 90% dari target 100% sehinggan kejadian HAI’s di ruang ICU dimungkinkan karena : perawat kurang memperhatikan tehnik aseptik.
VAP IADP PLEBITIS ISK
RATE 5,9 4,8 12,5 4
TARGET 5,8 3,5 4 3,5
0 2 4 6 8 10 12 14
Rerata
SURVAILANS HAIS DI RUANGAN ICU RS.X BULAN JULI
TAHUN 2022
Rekomendasi : Usulan dari komite PPI bagi perawat ICU :
a) Konsolidasi dengan penanggung jawab ruang ICU untuk menurunkan angka HAI’s di ruang ICU.
b) Re-edukasi kebersihan tangan bagi perawat/petugas lain di ICU c) Perencanaan general cleaning di ruang ICU.
Rencana Tindak Lanjut
: 1. Koordinasi dengan bagian keperawatan pada bulan Agustus tahun 2022.
2. Re-edukasi perawat ICU terkait kebersihan tangan pada bulan Agustus tahun 2022.
II. Laporan IDO
Gambar grafik survelans IDO bulan Juli 2022 Gambar grafik hasil kultur kuman IDO bulan Juli 2022
Analisis : Hasil surveilans bulan juli didapatkan hasil tertinggi pada operasi Appendix (5.9%) dan hasil terendah pada operasi katarak (4.2%). Dan sesuai hasil pemeriksaan kultur kuman penyebab IDO tertinggi adalah kuman Staphylococus Aureus sebanyak 5 dan hasil terendah yaitu Pseudomonas sebanyak 1 mikroorganisme.
Faktor Prediksi Penyebab
: Dari hasil kajian supervisi Bundles IDO di unit keperawatan dan kamar bedah pada bulan juli diperoleh data : 1. Kepatuhan pengisian bundles IDO oleh perawat di ruang rawat inap capaiannya 85 % dari target yang
seharusnya 100%. Kurangnya kepatuhan ini memungkinkan pengkajiaan pada saat pra bedah dan pengkajian paska bedah tidak lengkap atau tidak bisa menjadi monitoring pencegahan IDO.
2. Belum ada penyusunan peta kuman, sehingga antibiotic profilaksis yang harus dipersiapkan pada operasi dengan kategori High risk tidak optimal.
Operasi Sectio Cacarea
Operasi
Apendiktomy Operasi Katarak
RATE 5,1 5,9 4,2
TARGET 2 2 2
0 1 2 3 4 5 6 7
Rerata
S U RV E I L A N S I D O R S . X B U L A N J U L I TA H U N 2 0 2 2
Staphylococcus
aureus Enterobacter Pseudomonas
Jumlah 5 3 1
0 1 2 3 4 5 6
Jumlah Mikroorganisme
Hasil Kultur Kuman RS. X Pada Kasus IDO Bulan Juli Tahun 2022
3. Angka capaian kepatuhan cuci tangan masih belum maksimal yaitu 90% dari target 100% sehinggan kejadian IDO dimungkinkan karena : perawat kurang memperhatikan tehnik aseptik.
4. Supervisi alat di ruang CSSD tidak lengkap. Ketidak lengkapan supervise di ruang CSSD mempengaruhi monitoring proses dekontaminasi, sterilisasi dan distribusi instrument medis.
Rekomendasi : Usulan dari komite PPI :
a) Dilakukan RCA Bersama dengan komite KMKP dan bagian keperawatan.
b) Investigasi di tiga unit : ruang rawat inap, kamar bedah dan CSSD.
c) Perencanaan general cleaning di Instalasi Bedah Sentral.
Rencana Tindak Lanjut
: 1. Menyelenggarakan RCA bekerjasama dengan komite KMKP dan Bagian Keperawatan pada bulan Agustus tahun 2022.
2. Investigasi bulan Agustus tahun 2022.
3. Monitoring general cleaning bekerjasama dengan komite K3