LAPORAN HASIL PENELITIAN SOSIOLOGI PERKOTAAN
Di susun oleh:
KELOMPOK 6
Resni Mangelo Lutemadi E031231045
Annisa Wulandari E031231041
Achmad Hardandy E031231044
Chrisna Resa Adiputra Nathaniel E031231015 Sitti Fadillah Alam Saputri E031231069
Nurfadia Ilyas E031231085
Muammar Khadafi Arrafi Putra Rum E031231055 Muh Fhadel Muhaimin S E031211030
PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR 2024
Hasil Wawancara: Informan Marini 1. Profil Informan
Nama/Kelompok: Marini/Kelompok 6
Usia: 23 Tahun
Jenis Kelamin: Perempuan
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Status Sosial-Ekonomi: Ibu Marini adalah seorang IRT. Suami informan bekerja sebagai buruh bangunan
Latar Belakang: Ibu Marini adalah penduduk asli Kecamatan Moncongloe yang telah tinggal disana selama dari 23 tahun. Ia memiliki pengalaman langsung dengan perubahan fungsi lahan di daerahnya.
2. Deskripsi Hasil Wawancara
Pertanyaan 1: Bagaimana perubahan lahan di wilayah ini memengaruhi pola interaksi sosial antarwarga?
Jawaban Informan: “Setelah adanya pembangunan, penduduk di area sini mulai bertambah padat. Interaksi sudah jarang terjadi karena orang-orang disini sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mayoritas penduduk disini bekerja sebagai buruh bangunan dan petani”.
Pertanyaan 2: Apakah solidaritas atau kebersamaan diantara warga berubah setelah transformasi lahan?
Jawaban Informan: ”Tidak ada perubahan, sama seperti dulu. Karena masih sering diadakan kegiatan sosial seperti kerja bakti dan lain lain”
Pertanyaan 3: Menurut anda, bagaimana nilai-nilai budaya atau adat setempat dipertahankan atau berubah akibat transformasi lahan?
Jawaban Informan: “Tidak ada perubahan. Masih sering diadakan seperti acara-acara dan ramai yang datang membantu”
Pertanyaan 4:Bagaimana anda menilai perubahan kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal anda setelah transformasi lahan?
Jawaban Informan: ”Sudah mulai tercemar, udara mulai panas, kebisingan karena banyak kendaraan lalu Lalang di depan rumah. Banyak yang buang sampah sembarangan karena tidak adanya mobil sampah”
Pertanyaan 5: Apakah transformasi lahan berdampak pada Kesehatan anda atau keluarga anda?
Jika ya, bagaimana dampaknya?
Jawaban Informan : ”Belum berdampak”
Pertanyaan 6 : Seberapa penting keberadaan ruang terbuka hijau bagi anda? Apakah ruang tersebut masih tersedia?
Jawaban Informan : ”Penting, karena menghalangi polusi udara. Untuk ruang terbuka hijaunya tidak ada disini, tapi di daerah lain”.
Pertanyaan 7 : Bagaimana transformasi lahan memengaruhi pekerjaan anda atau anggota keluarga lainnya
Jawaban Informan : ”Tidak berpengaruh, karena sebelum Pembangunan, bapak bekerja sebagai buruh bangunan”
Pertanyaan 8 : Apakah pendapatan anda berubah setelah transformasi lahan? Jika ya, apa yang menjadi penyebab utamanya
Jawaban Informan : ”Berubah menjadi lebih baik. Karena lebih banyak perumahan yang mau dibangun, lebih banyak juga panggilannya sebagai buruh bangunan”
Pertanyaan 9 : Bagaimana perubahan harga tanah atau properti memengaruhi kehidupan ekonomi Masyarakat di sini?
Jawaban Informan : “Semakin mahal harga tanah disini, dan sudah banyak warga yang menjual tanahnya”
Pertanyaan 10 : Bagaimana anda menilai perubahan akses terhadap fasilitas umum seperti sekolah, pasar, atau layanan Kesehatan setelah transformasi lahan?
Jawaban Informan : “Tidak ada perubahan, belum keliatan mungkin”
Pertanyaan 11: Apakah transportasi public di wilayah ini lebih mudah diakses setelah transformasi lahan? Mengapa dan mengapa tidak
Jawaban Informan: “Untuk akses ke transportasi public nya masih sama sperti dulu, harus jalan ke jalan poros baru bisa dapat transportasi public. Kecuali seperti ojek online itu sudah bisa sampai depan rumah”
Pertanyaan 12: Bagaimana kualitas penerangan jalan umum dan jaringan Listrik di lingkungan anda saat ini?
Jawaban Informan: ”Untuk lampu jalan itu ada, cukuplah untuk menerangi jalan kalau malam disini. Dan untuk Listrik itu sampai ji kedalam sini”
Pertanyaan 13: Menurut anda, apakah kehidupan di wilayah ini menjadi lebih Sejahtera setelah transformasi lahan? Mengapa?
Jawaban Informan: ”Iya, karena lebih padat penduduk lebih beragam disini, tidak hanya keluarga saja. Dan lebih banyak yang berdagang disini”
Pertanyaan 14: Bagaimana transformasi lahan berdampak pada anak-anak di lingkungan ini?
Jawaban Informan: “Tidak ada yang berdampak, sama seperti dulu”
Pertanyaan 15: Seberapa puas anda dengan kualitas hidup anda saat ini dibandingkan dengan sebelum transformasi lahan?
Jawaban Informan: “Sebelum nya itu masih enak disini, masih segar udara, dingin kalau malam. Tapi setelah nya ini ada Pembangunan, mulai mi panas udaranya, banyak polusi, dan banyak kendaraan yang lalu Lalang bikin berisik”.
3. Analisis Jawaban Informan 1. Tema Utama yang Muncul
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, maka diperoleh tema umum yaitu:
“Dampak Pembangunan terhadap Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Moncongloe”
2. Kaitan dengan Pertanyaan Penelitian
Jawaban informan mengungkapkan hubungan langsung antara transformasi lahan dalam hal ini Pembangunan terhadap kualitas hidup, terkhusus pada masalah lingkungan, ekonomi, dan transportasi
3. Kutipan Kunci
Adapun kutipan yang memperkuat kaitan dengan pertanyaan penelitian antara lain:
a. “Sebelum nya itu masih enak disini, masih segar udara, dingin kalau malam. Tapi setelah nya ini ada Pembangunan, mulai mi panas udaranya, banyak polusi, dan banyak kendaraan yang lalu Lalang bikin berisik.”
b. ”Sudah mulai tercemar, udara mulai panas, kebisingan karena banyak kendaraan lalu Lalang di depan rumah. Banyak yang buang sampah sembarangan karena tidak adanya mobil sampah.”
c. "Berubah menjadi lebih baik. Karena lebih banyak perumahan yang mau dibangun, lebih banyak juga panggilannya sebagai buruh bangunan”
d. “Untuk akses ke transportasi public nya masih sama sperti dulu, harus jalan ke jalan poros baru bisa dapat transportasi public. Kecuali seperti ojek online itu sudah bisa sampai depan rumah”
4. Catatan Tambahan
Observasi Lapangan:
Kondisi tempat tinggal informan berada di pinggir jalan dan berdekatan dengan perumahan yang ada disana. Suasana saat wawancara cukup dikatakan kondusif, hanya saja informan perlu meninggalkan peneliti beberapa saat untuk melayani pembelinya di warung yang berada di depan rumah informan
LAMPIRAN
1. PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (DEEP INTERVIEW) A. Perubahan Sosial dan Budaya
1. Bagaimana perubahan lahan di wilayah ini memengaruhi pola interaksi sosial antarwarga?
2. Apakah solidaritas atau kebersamaan di antara warga berubah setelah transformasi lahan?
3. Menurut Anda, bagaimana nilai-nilai budaya atau adat setempat dipertahankan atau berubah akibat transformasi lahan?
B. Kualitas Lingkungan
4. Bagaimana Anda menilai perubahan kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal Anda setelah transformasi lahan?
5. Apakah transformasi lahan berdampak pada kesehatan Anda atau keluarga Anda? Jika ya, bagaimana dampaknya?
6. Seberapa penting keberadaan ruang terbuka hijau bagi Anda? Apakah ruang tersebut masih tersedia?
C. Ekonomi Lokal dan Pekerjaan
7. Bagaimana transformasi lahan memengaruhi pekerjaan Anda atau anggota keluarga lainnya?
8. Apakah pendapatan Anda berubah setelah transformasi lahan? Jika ya, apa yang menjadi penyebab utamanya?
9. Bagaimana perubahan harga tanah atau properti memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat di sini?
D. Infrastruktur dan Fasilitas Umum
10. Bagaimana Anda menilai perubahan akses terhadap fasilitas umum seperti sekolah, pasar, atau layanan kesehatan setelah transformasi lahan?
11. Apakah transportasi publik di wilayah ini lebih mudah diakses setelah transformasi lahan? Mengapa atau mengapa tidak?
12. Bagaimana kualitas penerangan jalan umum dan jaringan listrik di lingkungan Anda saat ini?
E. Kesejahteraan dan Pendidikan
13. Menurut Anda, apakah kehidupan di wilayah ini menjadi lebih sejahtera setelah transformasi lahan? Mengapa?
14. Bagaimana transformasi lahan berdampak pada pendidikan anak-anak di lingkungan ini?
15. Seberapa puas Anda dengan kualitas hidup Anda saat ini dibandingkan dengan sebelum transformasi lahan?
2. Transkrip wawancara Nama Informan : Marini
Usia : 23 Tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Nama pewawancara : Chrisna Resa Adiputra Nathaniel & Resni Mangelo Lutemadi Rekaman Suara:
https://drive.google.com/file/d/1ooomxhK8oOU2LXHr23pCPA67QxkVZSKL/view?
usp=drivesdk
No Pertanyaan Informan/umur Jawaban
1. Bagaimana perubahan lahan di wilayah ini memengaruhi pola interaksi sosial antar warga?
Marini (23 tahun)
Setelah adanya pembangunan, penduduk di area sini mulai bertambah padat. Interaksi sudah jarang terjadi karena orang-orang disini sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mayoritas penduduk disini bekerja sebagai buruh bangunan dan petani.
2. Apakah solidaritas atau kebersamaan diantara warga berubah setelah transformasi lahan?
Marini (23 tahun)
Tidak ada perubahan, sama seperti dulu. Karena masih sering diadakan kegiatan sosial seperti kerja bakti dan lain lain.
3. Menurut anda, bagaimana nilai-nilai budaya atau adat setempat dipertahankan atau berubah akibat transformasi lahan?
Marini (23 tahun)
Tidak ada perubahan. Masih sering diadakan seperti acara-acara dan ramai yang datang membantu.
4. Bagaimana anda menilai Marini (23 Sudah mulai tercemar, udara mulai
perubahan kualitas lingkungan di sekitar tempat tinggal anda setelah transformasi lahan?
tahun) panas, kebisingan karena banyak kendaraan lalu Lalang di depan rumah. Banyak yang buang sampah sembarangan karena tidak adanya mobil sampah.
5. Apakah transformasi lahan berdampak pada Kesehatan anda atau keluarga anda? Jika ya, bagaimana dampaknya?
Marini (23 tahun)
Belum berdampak.
6. Seberapa penting keberadaan ruang terbuka hijau bagi anda?
Apakah ruang tersebut masih tersedia?
Marini (23 tahun)
Penting, karena menghalangi polusi udara. Untuk ruang terbuka hijaunya tidak ada disini, tapi di daerah lain.
7. Bagaimana transformasi lahan memengaruhi pekerjaan anda atau anggota keluarga lainnya
Marini (23 tahun)
Tidak berpengaruh, karena sebelum Pembangunan, bapak bekerja sebagai buruh bangunan.
8. Apakah pendapatan anda berubah setelah transformasi lahan? Jika ya, apa yang menjadi penyebab utamanya
Marini (23 tahun)
Berubah menjadi lebih baik. Karena lebih banyak perumahan yang mau dibangun, lebih banyak juga panggilannya sebagai buruh bangunan
9. Bagaimana perubahan harga tanah atau properti memengaruhi kehidupan ekonomi Masyarakat di sini?
Marini (23 tahun)
Semakin mahal harga tanah disini, dan sudah banyak warga yang menjual tanahnya.
10. Bagaimana anda menilai perubahan akses terhadap fasilitas umum seperti sekolah, pasar, atau layanan Kesehatan setelah transformasi lahan?
Marini (23 tahun)
Tidak ada perubahan, belum keliatan mungkin.
11. Apakah transportasi public di wilayah ini lebih mudah diakses setelah transformasi lahan? Mengapa dan mengapa tidak
Marini (23 tahun)
Untuk akses ke transportasi public nya masih sama sperti dulu, harus jalan ke jalan poros baru bisa dapat transportasi public. Kecuali seperti ojek online itu sudah bisa sampai depan rumah.
12. Bagaimana kualitas
penerangan jalan umum dan jaringan Listrik di lingkungan
Marini (23 tahun)
Untuk lampu jalan itu ada, cukuplah untuk menerangi jalan kalau malam disini. Dan untuk Listrik itu sampai
anda saat ini? ji kedalam sini 13. Menurut anda, apakah
kehidupan di wilayah ini menjadi lebih Sejahtera setelah transformasi lahan? Mengapa?
Marini (23 tahun)
Iya, karena lebih padat penduduk lebih beragam disini, tidak hanya keluarga saja. Dan lebih banyak yang berdagang disini.
14. Bagaimana transformasi lahan berdampak pada anak-anak di lingkungan ini?
Marini (23 tahun)
Tidak ada yang berdampak, sama seperti dulu.
15. Seberapa puas anda dengan kualitas hidup anda saat ini dibandingkan dengan sebelum transformasi lahan?
Marini (23 tahun)
Sebelum nya itu masih enak disini, masih segar udara, dingin kalau malam. Tapi setelah nya ini ada Pembangunan, mulai mi panas udaranya, banyak polusi, dan banyak kendaraan yang lalu Lalang bikin berisik.
Narasi Informan Kualitatif
24 November 2024 di desa Moncongloe kami melakukan wawancara mendalam pada seorang warga desa yang bernama Marini. Marini yang berusia 23 Tahun berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Wawancara dimulai pukul 14.50 WITA, dilakukan di teras rumah informan.
Marini melihat dengan adanya pembangunan yang sedang dilakukan di desa nya, interaksi orang-orang sudah jarang terjadi karena mayoritas penduduk desa Moncongloe yang bekerja sebagai buruh bangunan dan petani disibukkan dengan urusan pekerjaan masing-masing. Adanya pembangunan yang dilakukan juga menjadi faktor kepadatan penduduk di desa informan tinggal.
Namun pembangunan tidak mengubah tingkat solidaritas masyarakat disitu, informan menerangkan bahwa, walau interaksi sudah jarang terjadi, masyarakat masih sering bekerja sama untuk melakukan kegiatan sosial seperti kerja bakti, acara pernikahan dan lain-lain.
Tetapi dengan adanya pembangunan, informan menjelaskan bahwa ada perubahan yang terjadi pada lingkungan tempatnya tinggal. Setelah pembangunan, udara mulai tercemar, banyak polusi dan debu yang diakibatkan oleh kendaraan-kendaraan yang keluar masuk wilayah desa.
Tidak terkelolanya sampah juga menjadi salah satu penyebab tercemarnya lingkungan, masyarakat disana tidak mendapatkan pengelolaan sampah yang terjadwal, menyebabkan orang-orang disana membakar sampahnya atau membuang sampah sembarangan. Meski begitu, transformasi lahan belum mempunyai dampak yang signifikan pada sektor kesehatan.
Ketika ditanyakan tentang ruang terbuka hijau (RTH), informan sangat menyetujui tentang konsep RTH yang penting untuk menghalangi polusi udara, namun sangat disayangkan bahwa tidak ada RTH di sekitar wilayah informan tinggal.
Transformasi lahan juga tidak mengubah mata pencaharian informan dan suaminya yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Namun dengan adanya pembangunan, suami informan lebih banyak mendapat job untuk membangun perumahan, sehingga hal ini menambah pendapatan rumah tangganya.
Harga properti hunian juga mendapat dampak yang signifikan setelah adanya transformasi lahan, informan mengatakan bahwa sekarang harga tanah di wilayahnya mengalami kenaikan harga. Ini karena kawasan perumahan di pusat kota sudah terlalu banyak dan para investor mulai menaruh perhatian pada daerah pinggiran kota seperti Moncongloe. Sudah banyak juga warga di desa itu yang menjual sawahnya pada investor untuk dibangun perumahan.
Fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas masih seperti dulu sebelum adanya transformasi lahan. Marini menjelaskan akses untuk ke fasilitas umum seperti itu tidak mengalami perubahan setelah adanya transformasi lahan. Dahulu sebelum adanya transformasi lahan, sekolah dasar menjadi satu-satunya fasilitas pendidikan yang terdekat dari tempat tinggal informan.
Sekolah menengah pertama dan atas masih harus menggunakan kendaraan untuk bisa sampai ke sekolah itu. Begitu juga dengan fasilitas kesehatan dan pasar, harus menggunakan kendaraan untuk sampai ke lokasi nya.
Transportasi publik juga belum mengalami dampak dari adanya transformasi lahan.
Sebelum adanya transformasi lahan, transportasi publik belum masuk ke wilayah desanya, sehingga untuk mengakses, para warga harus menuju ke jalan poros dulu baru bisa mengakses transportasi publik seperti angkot, bus, dan lain-lain.
Namun transportasi online sudah bisa masuk ke wilayah desa itu, apalagi jaringan internet dengan gampang bisa diakses. Marini mengatakan bahwa transportasi online seperti grab atau maxim bisa mengantar atau menjemputnya di depan rumah sehingga memudahkan untuk bepergian kemana-mana.
Di sekitar rumah informan, terdapat beberapa lampu jalan yang menerangi jalanan ketika malam hari. Walau hanya sedikit, Marini mengatakan bahwa itu sudah cukup untuk membantu pengendara jika berkendara di malam hari. Begitu juga dengan pasokan listrik, rumah Informan sudah tersedia jaringan listrik yang memadai untuk membantunya dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.
Marini juga menerangkan bahwa dengan adanya transformasi lahan, orang-orang di sekitarnya lebih sejahtera. Banyak para warga yang terbantu ekonominya karena telah menjual tanahnya pada para investor. Kepadatan penduduk juga memberikan keberagaman di desa itu, yang dulu hanya keluarga atau kerabat dekat saja, sekarang mulai banyak pendatang yang menetap Di desa Moncongloe, dijadikan kesempatan bagi beberapa orang untuk mulai berdagang dan membuka warung di desa itu.
Secara keseluruhan, Marini lebih puas dengan lingkungan hidupnya sebelum transformasi lahan. Bagaimana tidak, sebelum adanya pembangunan, udara di desa itu masih segar, ketika malam hari udara menjadi dingin, dan juga sangat tenang. Tetapi setelah dibangunnya perumahan, udara disitu mulai panas karena polusi yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan, asap kendaraan, dan lain-lain. Wilayah desa Moncongloe juga sudah tercemar dengan polusi suara
akibat pembangunan yang dilakukan, menimbulkan suara berisik yang mengganggu ketenangan informan dan keluarganya.
Dokumentasi
https://drive.google.com/drive/folders/1omKbz7FeFgM-eCxb2Ujng9ZegSsgIOxk