i
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING GURU BK BAGI SISWI KELAS XI MADRASAH ALIYAH AR-RISALAH
AJUNG JEMBER
SKRIPSI
diajukan kepada Universitaa Islam Negeri Kiai haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Fakultas Dakwah
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam
Oleh:
Trianti Nur Afifah NIM : D2183104
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER
FAKULTAS DAKWAH
JULI 2022
ii
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING GURU BK BAGI SISWI KELAS XI MADRASAH ALIYAH AR-RISALAH
AJUNG JEMBER
SKRIPSI
diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Fakultas Dakwah
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam
Oleh:
Trianti Nur Afifah NIM : D20183104
Disetujui Pembimbing
Haryu, S.Ag., M.Si.
NIP. 197404022005011005
iii
SKRIPSI
Telah diuji dan diterima untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Fakultas Dakwah
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Hari : Senin
Tanggal : 04 Juli 2022 Tim Penguji : Ketua
H. Zainul Fanani, M.Ag NIP. 197107272005011001
Sekretaris
Ahmad Hayyan Najikh, M.Kom.I.
NIP. 198710182019031004 Anggota
1. Muhibbin, S.Ag., M.Si. ( )
2. Haryu, S.Ag., M.Si. ( )
Menyetujui Dekan Fakultas Dakwah
Prof. Dr. Ahidul Asror, M.Ag NIP. 197406062000031003
iv MOTTO
Serulah(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan Hikmah dah pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Q.S An-Nahl : 1251)
1 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Surat An-Nahl Ayat 125
v
PERSEMBAHAN
Penelitian ini saya persembahkan kepada :
1. Alm. Bapak saya M. feqih dan Ibu saya Suwatin, terimakasih atas segala kasih saying, didikan dan curahan do’a setiap harinya.
2. Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi
3. Saudara Perempuan saya, Siti Juwariyah dan Fadlilatul Istiqomah
4. Keluarga besar Bimbingan dan Konseling Islam, Sahabat-sahabat saya Angkatan 2018 khususnya dikelas BK2 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu
5. Keluarga Besar Program Banyuwangi Cerdas UIN KHAS Jember
6. Teman rasa keluarga yang saya temui di tanah rantau : Ainiy, Masruroh dan Teh I’is
7. Rekan dan rekanita Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Sempu
terimakasih yang mendalam atas doa’, dukungan dan juga cinta kalian sehingga penelitian ini bisa diselesaikan
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat, taufiq dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana dapat selesai dengan lancar. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. yang senantiasa diharapkan syafaatnya kelak di Yaumul Qiyamah.
Tak terlupakan dukungan dan bimbingan dari banyak pihak, maka sudah sepantasnya penulis menyampaikan terimakasih banyak kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM. selaku rektor Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember.
2. Bapak Prof. Dr. Ahidul Asror, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember.
3. Bapak Ardiansyah, M.Ag. Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
4. Bapak Haryu, S.Ag, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi.
5. Bapak/Ibu dosen dan segenap staf serta civitas akademika UIN KHAS Jember
6. Ibu Maspupah, S.Pd.I selaku Kepala Sekolah MA Ar-Risalah.
7. Ibu Muarofah, S.Pd selaku guru Bimbingan dan Konseling MA Ar-Rsalah.
8. Dan semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan skripsi.
vii
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Semoga ridho Allah selalu menyertai kita dan juga semoga skrispsi ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Amin.
Jember, 30 April 2022
Penulis
viii ABSTRAK
Trianti Nur Afifah, 2022 : “Layanan Bimbingan Dan Konseling Guru BK Bagi Siswi Kelas XI Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember”
Kata Kunci : Layanan, Bimbingan dan Konseling
Layanan bimbingan dan konseling merupakan pemberian bantuan dari konselor/tenaga ahli kepada konseli secara langsung baik individual ataupun kelompok dalam hal memahami dirinya, potensi yang dimilikinya. Urgensi dari diadakanya layanan bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah Ar-Risalah adalah peneliti tertarik untuk meneliti tentang bentuk layanan yang di gunakan guru bk dalam pengentasan masalah yang dialami oleh siswi kelas XI.
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Guru BK melakukan bimbingan dan konseling kepada siwi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah? 2) Apa bentuk layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan Guru BK bagi siswi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah ?
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan dan Menjelaskan tentang Guru BK dalam melaksanakan bimbingan dan konseling kepada siswi yang menghadapi masalah. 2) Menjelaskan tentang bentuk layanan yang diterapkan Guru BK dalam menghadapi masalah.
Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis peneltian Field research (penelitian lapangan) dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Adapun triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil dari penelitian ini: 1. Guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan bimbingan dan konseling adalah dengan menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal. adapun pendekatan komunikasi interpersonal yang digunakan adalah: a) Keterbukaan (Opennes). b) Empati (empathy). c) Perilaku suportif (Suportiveness). d) Perilaku Positif (positiveness). e) Kesamaan/kesetaraan (Equality). 2. Bentuk layanan bimbingan dan konseling yang digunakan Guru Bk dalam menangani masalah yang dialami oleh siswi adalah dengan menggunakan layanan konseling individu. Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling tidak luput dengan dukungan dan juga hambatan. Faktor pendukung keberhasilan bimbingan dan konseling adalah mendapat dukungan dari pihak sekolah dan juga mendapat dukungan fasilitas ruangan. Sedangkan faktor penghambat guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling adalah penjadwalan kegiatan bimbingan dan konseling kurang maksimal
ix DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus Penelitian ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 6
E. Definisi Istilah ... 7
F. Sistematika Pembahasan ... 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 10
A. Penelitian terdahulu ... 10
B. Kajian Teori ... 17
BAB III METODE PENELITIAN ... 28
A. Pendekatan dan Jenis Penelitan ... 28
B. Lokasi Penelitian ... 29
C. Subyek Penelitian ... 29
x
D. Tekhnik Peengumpulan Data ... 30
E. Analisis Data ... 31
F. Keabsahan Data ... 32
G. Tahap-tahap Penelitian ... 33
BAB IV PENYAJIAN DATA ... 35
A. Gambaran Obyek penelitian ... 35
B. Penyajian Data dan Analis ... 40
C. Pembahasan Temuan ... 53
BAB V PENUTUP ... 64
A. Simpulan ... 64
B. Saran-saran ... 66
DAFTAR PUSTAKA ... 67
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Hasil Penelitian yang relevan ... 14
xii
DAFTAR GAMBAR
Tabel 4.1 Sekolah Madrasah Aliyah Ar-Risalah ... 35 Tabel 4.2 Struktur Organisai Madrasah Aliyah Ar-Risalah ... 40
1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian
Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial yang memiliki kebutuhan bersosialisasi tidak memandang laki-laki ataupun perempuan. Manusia merupakan Makhluk yang saling timbal balik, mereka membutuhkan manusia lain untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya.
Manusia dalam hidupnya yang saling tolong menolong kepada yang lainya, dari waktu lahir sampai mati tidak memandang saudara, teman ataupun tetangga. Manusia dalam berinteraksi membutuhkan orang lain memenuhi kebutuhan hidup nya yaitu berupa kebutuhan biologis dan kebutuhan Psikologis. Dalam hal ini individu satu dengan individu yang lain harus hidup saling berdampingan. 1
Interaksi yang terjadi antar manusia satu dengan yang lainya adalah melalui komunikasi. Menurut Hardjana dalam dalam Ascharisa Manusia dapat hidup untuk berkembang dan berperan sebagai manusia dengan menjalin Interaksi dengan Orang lain. Komunikasi sangat berperan penting dalam melangsungkan kelanjutan hidup suatu individu. Kenapa berperan penting?
karena setiap hari nya individu bertemu dengan individu yang lain dan saling berinteraksi dan menjalin hubungan melalui komunikasi. Dalam menjalin
1 Ira Suryani dan Willi neilicya ”Upaya Guru BK dalam meningkatkan Kemampuan komunikasi Interpersonal siswa di mal UIN SU Medan”, Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 8 No. 2 (Juli-Desember 2018) : 2.
hubungan baik antara seseorang dengan yang lainya adalah melalui komunikasi.2
Al-Qur’an dalam Surat Al-Hujurat(49) ayat13, sebagai berikut :
Artinya : Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.3
Ayat diatas menjelaskan bahwasanya kita sesama manusia untuk saling mengenal dan saling berhubungan baik dengan individu lainya. Ketika kita saling mengenal maka untuk bersosialisasi dengan lainya akan dengan mudah.
Manusia dalam proses hidupnya yang di mulai sejak lahir sampai dewasa memiliki masa perkembangan dan masa pertumbuhan hal ini juga dialami oleh remaja. Menurut Hurlock Masa remaja merupakan suatu Masa peralihan baik Fisik maupun Psikis berubah dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini merupakan masa dimana banyak konflik muncul, banyak ke-ingin tahuan dengan dunia luar dan juga membina hubungan antarpribadi yang baik agar dia dapat diterima baik oleh lingkungan sosialnya.
Masa remaja yang baik adalah masa remaja yang mampu menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya. Dalam Fase remaja seringkali
2 Ascharisa Mettasya Afrilia dan Anisa Setya Arifina, Buku Ajar Komunikasi Interpersonal (Magelang: Pustaka rumah c1nta), V.
3 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Surat Al-Hujurat :13
mengalami permasalahan tentang Kepribadianya, hubungan dengan orang tua, teman sebaya, masalah belajar dan masalah tentang masa depan. Dari beberapa permasalahan tersebut ada masalah yang mereka mampu untuk mengatasinya sendiri dengan baik tanpa bantuan orang lain ada juga yang tidak mampu mengatasinya sehingga permasalahan tersebut menumpuk pada diri remaja yang mengakibatkan Tindakan yang sifatnya negatif. Permasalahan tersebut apabila tidak diselesaikan atau tidak diatasi dengan baik maka akan menjadi perilaku yang menyimpang. Adapun faktor yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan adalah faktor internal dan eksternal, yang mana untuk faktor internal ini berada pada diri remaja itu sendiri, sedangkan pada faktor eksternal berada pada luar diri yaitu lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat.
Siswi Madrasah Aliyah kelas XI (Sebelas) masuk dalam kategori Remaja. Karena pada kelas tersebut mereka sudah berusia kisaran 16-17 tahun. Pada usia tersebut banyak masalah-masalah yang dihadapi, seperti mudah emosi, memiliki ego yang tinggi dan pola komunikasi yang kurang baik dengan teman sebayanya. Hal ini juga di alami oleh siswi kelas XI Madrasah Aliyah Ar-Risalah yaitu memiliki permasalahan yang sama sebagaimana dijelakan tersebut dengan teman seusianya dan juga dengan tenaga pendidik yang ada di sekolahnya, yang mana dalam kelas tersebut ada grup-grupan (geng-gengan) dalam lingkar pertemanan nya yang membuat hubungan antar siswi terhalang grup nya.4 Tidak hanya kondisi itu saja, ada
4 Pra Observasi pada tanggal 24 Oktober 2021
beberapa siswi yang kurang bisa menyampaikan pendapatnya dan cenderung tertutup dengan guru dan juga teman kelas nya. Kondisi tersebut juga menjadi penghambat dalam proses belajar mengajar pada kelas XI.
Pelaksanaan bimbingan dan konseling ini memiliki peranan penting pada lingkungan sekolah dalam membantu penyelesaian permasalahan peserta didik. Bimbingan dan konseling merupakan suatu bentuk pemberian bantuan yang diberikan oleh konselor yang berguna untuk menangani masalah ataupun dalam pengembangan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Pelaksana dari layanan bimbingan konseling ini merupakan tenaga ahli/professional yang disebut dengan guru bimbingan dan konseling.
Guru Bimbingan Konseling adalah tenaga pendidik yang berada di lingkungan Pendidikan yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam proses layanan bimbingan dan konseling secara penuh. Fungsi dari guru bimbingan dan konseling melalui layanan konseling adalah mendampingi juga mengarahkan kepada anak didik dalam mengembangkan kompetensi yang dimilikinya. Hal ini dicantumkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar isi satuan Pendidikan Dasar dan Menengah guru Bimbingan dan Konseling/Konselor Sekolah, yaitu5 :
“Layanan konseling berfokus pada pengembangan individu, pengembangan Sosial, pekerjaan dan Pendidikan. Layanan konseling dapat dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan didalam ataupun diluar ruangan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.”
5 Peraturan Menteri Pendidikan/ Organisasi Perburuhan Internasional.Panduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Karir pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (ILO: Jakarta).
2011
Layanan bimbingan dan konseling merupakan pemberian bantuan dari konselor/tenaga ahli kepada konseli secara langsung baik individual ataupun kelompok dalam hal memahami dirinya, potensi yang dimilikinya. Urgensi dari diadakanya layanan bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah Ar- Risalah adalah peneliti tertarik untuk meneliti tentang bentuk layanan yang di gunakan guru bk dalam pengentasan masalah yang dialami oleh siswi kelas XI. Berdasarkan kontesk penelitian diatas maka peneliti merumuskan penelitian yang berjudul “ LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING GURU BK BAGI SISWI KELAS XI MADRASAH ALIYAH AR-RISALAH AJUNG JEMBER”
B. Fokus Penelitian
1. Bagaimana Guru BK melakukan bimbingan dan konseling kepada siwi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah ? 2. Apa bentuk layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan Guru BK
bagi siswi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah ?
C. Tujuan Penelitian
1. Mendeskripsikan dan Menjelaskan tentang Guru BK dalam melaksanakan bimbingan dan konseling kepada siswi yang menghadapi masalah.
2. Mendeskripsikan dan Menjelaskan tentang bentuk layanan yang diterapkan Guru BK dalam menghadapi masalah.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Secara Teoritis.
a. Memberikan Pengetahuan dan juga wawasan tentang Guru BK dalam melaksanakan bimbingan dan konseling.
b. Sebagai sumber bacaan dan Informasi bagi pembaca mengenai bentuk- bentuk layanan bimbingan dan konseling.
c. Bisa menjadi bekal bagi konselor dalam melakukan layanan bimbingan dan konseling
2. Manfaat secara Praktis a. Bagi Peneliti
Penelitian ini harapanya mampu membuat peneliti dalam meningkatkan keterampilan menulisnya. Selain itu juga membantu dalam meningkatkan berfikir kritis untuk menganalisis fenomena- fenomena yang telah ditemukan.
b. Bagi Kampus UIN KHAS Jember
Manfaat yang dapat diberikan oleh peneliti kepada kampus UIN KHAS Jember, khususnya pada Fakultas dakwah adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber referensi tambahan terkait Guru BK dan bentuk Layanan Bimbingan dan konseling.
c. Bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam
Manfaat dari penelitian ini bagi program Studi BKI adalah memberikan wawasan baru terkai dengan Guru BK dan layanan
bimbingan dan konseling serta dapat dijadikan sebagai sumber referensi dalam pengembangan penelitian berikutnya.
d. Bagi Lembaga terkait/ MA Ar-Risalah
Manfaat penelitian ini bagi Madrasah Aliyah Ar-Risalah adalah mampu memberikan pengetahuan baru terkait bentuk layanan bimbingan dan konseling kepada Siswi Kelas XI sehingga mampu mengentaskan dari permasalahan yang dihadapi pada kelas tersebut.
E. Definisi Istilah
1. Layanan Bimbingan dan Konseling
Layanan bimbingan dan konseling merupakan suatu bentuk usaha membantu yang laksanakan oleh tenaga ahli/konselor kepada konseli yang harapanya konseli tersebut bisa menyelesaikan permasalahannya secara mandiri.
2. Guru BK
Guru Bimbingan dan Konseling merupakan tenaga pendidik yang berada dilingkungan sekolah, yang mana tugas dari guru bimbingan dan konseling tidak hanya mengajar pada suatu mata pelajaran tertentu tetapi juga memiliki tugas dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Siswi.Guru Bimbingan Konseling memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam proses layanan bimbingan dan konseling secara penuh.tidak hanya itu Guru Bimbingan dan Konseling sekolah juga memiliki Tanggung jawab dalam pengembangan pribadi, sosial dan juga Pendidikan.
F. Sistematika Pembahasan
Pembuatan sistematikan pembahasan ini berguna untuk memudahkan dalam penyusunan skripsi. Berikut dijelaskan susunan sistematika pembahasan nya:
Bab pertama, pada bab ini berisi tentang pendahuluan yang didalamnya terdapat konteks penelitian yang berisikan tentang permasalahan yang akan diangkat, kemudian jelaskan tentang fokus dari penelitian yang ingin diambil, setelah fokus kemudian tujuan dari penelitian, setelah tujuan dari penelitian selesai kemudian manfaat yang bisa diambil dari penelitian, pengertian-pengertian dari beberapa istilah dan sistematika dalam penulisan skripsi pembahasan.
Bab kedua ini berisikan tentang Kajian kepustakaan di dalamnya terdapat penelitian yang relevan dengan penelitian kita ambil, memuat teori- teori yang relevan dengan penelitian dan juga memuat tentang kajian teori sebagai landasan dalam melakukan analisis.
Bab ketiga berisi Metode Penelitian yang didalam nya memuat jenis penelitian dan juga pendeketan, Tempat penelitian, Informan penelitian, tekhnik pengumpul data, analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.
Bab keempat berisi tentang Penyajian data dan analisis, bab ini menjelaskan tentang tempat penelitian berisi profil dari lembaga yang diteliti , penyajian data dan analisis, pembahasan temuan.
Bab terahir ini merupakan bab kelima dalam penulisan skripsi, didalamnya membahas penutup yakni simpulan dan juga saran-saran.6
6 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah(Jember: IAIN Jember,2020), 86- 87
10 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu
Pada sub bab ini peneliti membuat daftar penelitian yang sekiranya sesuai dengan penelitian yang penulis ambil, Adapun tujuan dari penelitian terdahulu imi digunakan untuk mengetahui orisinalitas dan juga posisi yang dilakukan sebagaiman berikut:
1. Penelitian yang ditulis oleh Nadya Yulia Andini ini Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan lampung. Dengan judul penelitian “ Penerapan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Wiyatama Bandar Lampung”.7 Tujuan dari penelitian yang dilaksanakan oleh Nadya ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di SMP Wiyatama. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan dari layanan bimbingan dan konseling nya menunjukan kualitas yang cukup baik walaupun guru BK nya bukan berasal dari latar belakang lulusan bimbingan konseling. Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling yang dimulai pada need assessment hingga dilakukan pelaksanaan sudah sesuai dengan prosedur namun pada tahap evaluasi dan kegiatan pelaporan belum sesuai dengan prosedur yang ada. Hal yang menjadi hambatan pada pelaksanaan tersebut adalah kurang nya tenaga
7 Nadya Yulia Andini, penerapan layanan bimbingan dan konseling di SMP Wiyatama Bandar Lampung. Universitas Bandar Lampung, 2020.
ahli/ guru BK dan kurangnya jam pelajaran yang diberikan oleh pihak sekolah.
Dalam Skripsi ini Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Nadya dan Penelitian dalam Skripsi ini adalah, keduanya sama-sama membahas tentang bagaimana layanan bimbingan dan konseling yang ada disekolah dan menggunakan metode penelitian yang sama yaitu jenis penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaanya adalah pada penelitian miliki Nadya ini ini pada jenis penelitian yang digunakan, yaitu penelitian milik Nadya ini menggunakan jenis penelitian studi kasus (case study) dan jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research)
2. Skrispi yang ditulis oleh Debby Andini mahasiswa program Studi Komunikasi dan penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Raden Intan Lampung yang ditulis pada tahun 2017 dengan judul “ Upaya Guru Konseling dalam Komunikasi Interpersonal terhadap pembinaan interaksi Sosial remaja di SMP Negeri 21 Bandar Lampung”.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan guru Bimbingan dan Konseling terhadap pembinaan interaksi sosial Remaja. Penelitian ini menggunakan 5 Sampel Siswi yang ditetapkan dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling terhadap interkasi sosial remaja.
Persamaan penelitian yang dilakukan Debby dan Penelitian ini adalah sama-sama membahas tentang upaya dan peran guru bimbingan dan konseling. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian yang sama yaitu metode penelitian kualitatif . Sedangkan perbedaannya penelitian yang dilakukan Deby ini berfokus pada pembinaan interaksi sosial pada remaja SMP dan penelitian ini adalah meningkatkan komunikasi Interpersonal siswa Madrasah Aliyah Kelas XI.8
3. Jurnal yang ditulis Mia Desni Sardi, Fitria Kasih dkk Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat yang ditulisa pada tahun 2017 dengan judul “ Peran Guru BK dalam meningkatkan Komunikasi Interpersonal siswi kelas XI SMA Negeri 12 Padang”. Jurnal Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kuantitatif Deskriptif dengan jumlah sampel 77 Siswi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan komunikasi Interpensonal antara siswi dengan guru dan siswi dengan teman sebayanya.9
Persamaan penelitian yang dilakukan Mia Desni Sardi dkk dan penelitian ini adalah sama-sama meneliti peran dari guru bimbingan konseling dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswi. Sedangkan perbedaanya terletak pada metode penelitian, penelitian yang dilakukan Mia Desni Sardi dkk menggunakan Metode penelitian Kuantitatif sedangkan
8 Debby Andini, Upaya Guru Konseling dalam komunikasi interpersonal terhadap pembinaan interkasi sosial remaja di SMP Negeri 21 Bandar Lampung. Universitas Islam Negeri raden Intan Lampung (2017)
9 Mia Desni Sardi dkk, peran guru bk dalam meningkatkan komunikasi interpersonal Siswi di kelas XI SMA Negeri 12 Padang. Jurnal STKIP PGRI Sumatera Barat. http://jim.stkip- pgri-sumbar.ac.id/jurnal/download/7859 (diakses pada tanggal 12 November pukul 13.39)
penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian lapangan.
Tabel 2.1 Hasil Penelitian yang relevan dengan judul yang diangkat oleh peneliti
No Judul Variabel Tujuan Subyek Metode Hasil Relevansi
1 2 3 4 5 6 7 8
1. Penerapan Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP
Wiyatama Bandar Lampung
a. Layanan bimbingan dan
konseling
untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan
bimbingan dan konseling di SMP Wiyatama
a. Peserta didik b. Guru BK
Penelitian Kualitatif dengan jenis Studi Kasus
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan dari layanan
bimbingan dan
konselingnya
menunjukan kualitas yang cukup baik walaupun guru BK nya bukan berasal dari latar belakang lulusan bimbingan konseling.
Dalam pelaksanaan
bimbingan dan
konseling yang dimulai pada need assessment hingga dilakukan pelaksanaan sudah sesuai dengan prosedur namun pada tahap evaluasi dan kegiatan pelaporan belum sesuai dengan prosedur yang ada
Pada penelitian
terdahulu ini
menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan fokus penelitian Yaitu pelaksanaan bimbingan layanan
bimbingan dan
konseling. Subyek penelitian nya merupakan peserta SMP Wiyatama.
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan berfokus pada peran guru BK dalam meningkatkan
Komunikasi
Interpersonal Siwi Kelas XI.
No Judul Variabel Tujuan Subyek Metode Hasil Relevansi
1 2 3 4 5 6 7 8
2. Upaya Guru Konseling dalam Komunikasi Interpersonal terhadap pembinaan interaksi Sosial remaja di SMP Negeri 21 Bandar Lampung
a. Guru Konseling b. Interaksi
sosial
Untuk
mengetahui upaya guru konseling dalam komunikasi interpersonal untuk merubah sikap dan juga perbuatan yang kurang baik dari Remaja SMP di Bandar Lampung
Remaja SMP di Bandar Lampung
Penelitian Kualitatif
Hasil dari penelitian
terdahulu ini
menjelaskan bahwa masih banyak remaja yang bertengkar karena masalah kecil, bermula dari saling mengejek yang menyebabkan sampai berkelahi.
Banyak remaja yang
masih banyak
melanggar peraturan sekolah seperti Ketika
Upacara tidak
menggunakan atribut yang lengkap. Upaya guru konseling dalam komunikasi
interpersonal ini adalah dengan face to face sehingga hasilnya pun bisa terlihat langsung.
Dengan upaya tersebut banyak membantu para siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pada penelitian terdahulu menjelaskan tentang upaya yang dilakukan guru
bimbingan dan
konseling dengan komunikasi
interpersonal terhadap interaksi sosial remaja dengan menggunakan komunikasi
interpersonal secara face to face, sedangkan subyek penelitian yang digunakan adalah remaja yang masih duduk di bangku SMP.
Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana peran dari
Guru BK agar
komunikasi
interpersonal siswi kelas XII meningkat.
No Judul Variabel Tujuan Subyek Metode Hasil Relevansi
1 2 3 4 5 6 7 8
3. Peran Guru BK dalam meningkatk an
Komunikas i
Interperson al peserta didik kelas XI SMA Negeri 12 Padang
a. Guru BK b. Komunikas
i
Interperson al
Peran guru BK dalam meningkatkan Komunikasi Interpersonal Peserta didik terhadap guru dan juga dengan teman sebayanya.
Peserta didik kelas XI SMA Negeri Padang
Penelitian Kuantitatif
Peran guru BK dalam meningkatkan
komunikasi
interpersonal peserta didik terhadap guru dan teman sebaya masuk pada kategori cukup baik. Hal ini terlihat dari hasil penelitian
dengan jumlah
presentae 50.65 % dari jumlsh keseluruhsn sampel 77 siswi. Dari total presentase 100 % terdapat 23, 38 % dan 2,6% menunjukan bahwa peran dari guru BK kurang baik.
Pada penelitian
terdahulu ini
menggunakan penelitian Kuantitatif dengan mengambil sampel 77 peserta didik. Fokus dari penelitian terdahulu ini adalah dalam meningkatakan
komunikasi terhadap guru dan teman sebayanya. Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana peran dari
Guru BK agar
komunikasi
interpersonal siswi kelas XII meningkat.dan juga agar mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung dalam meningkatkan
komunikasi interpersonal
B. Kajian Teori
1. Bimbingan dan Konseling a. Pengertian Bimbingan
Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus tercapai dalam sistematis dalam sistematis dari pembimbinga kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan perwujudan diri, dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam penyesuaian diri di lingkungan.10 Bimbingan adalah suatu proses yang berkelanjutan, yang berarti kegiatan bimbingan dilaksanakan secara sengaja, terencana , tersusun dan memiliki arah pada tujuan tertentu11
b. Pengertian Konseling
Konseling adalah suatu proses yang terjadi dalam hubungan seseorang dengan seorang individu yang mengalami masalah yang tak dapat mengatasinya, dengan seorang yang professional yang memiliki pengalaman dalam membantu konseli dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.12 Sedangkan menurut Insano Koseling merupakan suatu hubungan professional antara Konselor Profesional dan Konseli.
Hubungan ini biasanya bersifat individual ataupun kelompok yang di bentuk untuk membantu konseli dalam memahami pandangan terhadap
10 Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah,(
Jakarta: Rineka Cipta, 2000), 20
11 Sofyan S, Willis. Konseling Individual Teori dan Praktek, (Bandung : Alfabeta 2017), 14
12 Sofyan S. Wilis, 18
ruang lingkup kehidupanya sehingga konseli mampu membuat pilihan yang berguna bagi dirinya.13
c. Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konselingyaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensinya secara optimal dan secara mandiri.14
Bimbingan dan konseling ialah sesuatu proses pemberian dorongan kepada seorang secara Continue/ terus menerus serta secara tersusun yang dilaksanakan oleh konselor yang bertujuan supaya seorang tersebut sanggup menguasai dirinya dan lingkungannya serta pula bisa membiasakan dirinya sesuai dengan area tinggalnya sehingga bisa meningkatkan kemampuan yang dimilikinya secara maksimal..15
Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam Surah Asy-Syuro Ayat 52 yang berbunyi sebagaimana berikut:
Artinya: dan demikianlah kami wahyukan kepadamu (Muhmmad) roh (Al-Quran) dengan perintah kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah kitab (Al-Qur’an) dan apakah
13 Insano, Evaluation Research (New Jersey: Practice Hall Inc, 2008) 11
14 Nadya Yulia Andini, 16
15 Anas Salahudin, Bimbingan dan Konseling. (Bandung: CV Pustaka Setia,2016), 16
iman itu, tetapi kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, dengan itu kami memberi petunjuk siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. Dan sungguh, engkau benar- benar membimbing (Manusia) kepada jalan yang lurus.16 Dari beberapa uraian ayat diatas dapat difahami bahwa Allah SWT, menghendaki hambanya (Konselor) untuk diberi petunjuk agar mampu memberikan arahan yang diberikan kepada seseorang (konseli) agar dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dan mampu mengubah pola hidup yang salah kemudian bisa menjadi benar.
d. Tujuan Bimbingan dan Konseling
Menurut H.M Umar dalam Anas Tujuan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut:
1) Memberi layanan kepada peserta didik dalam meningkatkan uraian diri yang relevan dengan kecakapan, atensi, individu, hasil belajar dan peluang yang tersedia.
2) Memberikan dorongan kepada peserta didik dalam mencapai proses pengajaran yang maju dan bermakna, sehingga hal ini mampu membantu siswa dalam meningkatkan motif dalam belajar 3) Mendorong peserta didik pada pengarahan diri sendiri,
penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, dan partisipasi dalam proses belajar.
16 Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Surat Asy-Syuro: 52
4) Membantu peserta didik dalam mencapai kesenangan pribadi sehingga mampu beradaptasi secara baik di lingkungan masyarakat
5) Memberikan arahan kepada peserta didik pada segi fisik, mental dan sosial dalam mencapai kehidupan yang sepadan di lingkungan masyarakat.17
e. layanan bimbingan dan konseling
layanan bimbingan dan konseling merupakan sebuah bentuk bantuan serta arahan kepada siswi secara individu ataupun kelompok dalam menghindari ataupun mengatasi kesulitan yang dialaminya. Oleh karena itu layanan bimbingan dalam suatu institusi Pendidikan sangat diperlukan untuk dapat mengurangi Problem yang dihadapi siswi.
Layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah sebagai berikut18: 1) layanan orientasi
suatu bentuk layanan yang dilakukan untuk siswi baru atau orang baru yang berguna untuk mengenalkan lingkungan yang akan dimasukinya. Individu/siswi baru penting untuk segera memahami lingkungan baru yang ditempatinya. Bagi siswi jika mereka belum mengetahui tentang lingkungan di sekolahnya dapat menghambat jalannya pembelajaran dan tidak dapat mencapai hasil pembelajaran yang diinginkanya. Keadaan yang perlu diketahui
17 Anas Salahudin, 23
18 Prayitno dan Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling(Jakarta: Rineke Cipta,2013),60-72
siswi baru seperti keadaan Gedung sekolahnya, materi jenis kegiatan, peraturan, hak dan kewajiban yang harus dipenuhi siswi.
2) layanan informasi
merupakan suatu layanan yang berguna bagi siswi sebagai cerminan dalam bersikap dan bertingkah laku sehari-hari yang berguna untuk pertimbangan bagi arah peningkatan diri dan dasar dalam mengambil ketetapan. Adapun materi dari layanan informasi mencakup : informasi pendidikan, informasi pekerjaan, informasi sosial budaya dan informasi diri peserta didik
3) layanan penempatan
layanan ini merupakan suatu wadah yang memungkinkan peserta didik memperolah penempatan yang sesuai dengan potensi, minat dan bakat yang dimilikinya. Hal yang yang dapat mengganggu berjalanya perkembangan individu adalah para siswi merasakan kesusahan dalam memutuskan pilihanya. Hal ini dapat menghambat kemampuan siswi sehingga tidak bisa disalurkan dengan baik.
4) layanan bimbingan belajar
suatu bentuk layanan yang berguna bagi siswi dalam mengembangkan kemampuan diri yang berkesinambungan dengan bentuk kebiasaan belajar yang maksimal. Metode belajar yang sesuai mampu membantu
5) layanan konseling perorangan/individu
merupakan suatu layanan yang berhubungan langsung dan bertemu secara langsung secara face to face antara konselor dan konseli untuk membahas dan juga penyelesaian masalah. Layanan ini dilakukan untuk satu konseli dan satu konselor.
6) layanan bimbingan dan konseling kelompok
suatu usaha konselor untuk melaksanakn konseling pada beberapa siswi yang dibentuk dengan kelompok dan secara Bersama-sama dalam memperoleh pengambilsn keputusan dan pengentasan masalah.
f. Asas-asas Bimbingan Dan Konseling
Pada proses pemberian layanan konseling terdapat beberapa asas yang ada didalamnya. Asas-asas bimbingan dan konseling secara umum meliputi 12 asas yakni :
1) Asas kerahasiaan dalam proses konseling menuntut dirahasiakannya informasi maupun data dari konseli selaku individu yang menjadi sasaran layanan yang bersifat pribadi dan tidak layak juga tidak diperkenankan untuk diketahui orang lain.
2) Asas kesukarelaan ini bermakna sebagai sifat suka rela dari konseli dalam menerima layanan bimbingan, sedangkan kesukarelaan bagi konselor adalah sikap tanggungjawab dalam membina serta mengembangkan sikap dari kesukarelaan konseli.
3) Asas keterbukaan dalam konseling yang dimaksud adalah tidak adanya kepura-puraan, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri selama proses bimbingan konseling.
Keterbukaan ini juga berlaku dalam menerima berbagai informasi serta materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya.
Sedangkan konselor dalam asas keterbukaan ini bertanggungjawab mengembangkan keterbukaan konseli.
4) Asas kegiatan dalam layanan bimbingan konseling dilakukan oleh konselor selaku pelaksana layanan berupa upaya mengembangkan minat konseli agar aktif dalam proses kegiatan bimbingan konseling.
5) Asas kemandirian dalam proses bimbingan konseling berorientasi pada tujuan dasar diadakannnya bimbingan konseling.
Kemandirian konseli yang ingin dicapai meliputi ciri-cirinya yakni mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitarnya serta mampu mengambil keputusan sehingga mampu mewujudkan diri sendiri.
6) Asas kekinian dalam bimbingan konseling yang dimaksud lebih mengarah pada permasalah yang dialami konseli. Asas kekinian ini lebih pada masalah yang dialami konseli terjadi di masa dan keadaan sekarang.
7) Asas kedinamisan yang dimaksud adalah isi dari layanan bimbingan konseling yang dinamis, bergerak maju, tidak monoton serta berkembang dan mengalami kelanjutan.
8) Asas keterpaduan yang dimaksud adalah korelasi yang dilakukan berbagai pihak dalam proses bimbingan konseling. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses bimbingan konseling turut serta menunjang dan terpadu secara baik.
9) Asas kenormatif yang dimaksud berkaitan dengan norma maupun nilai baik terkait agama, hukum, adat istiadat serta norma maupun nilai dalam ilmu pengetahuan.
10) Asas keahlian ini bermaksud agar layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah layanan konseling dan dilaksanakan oleh ahli professional.
11) Asas alih tangan yang dimaksud adalah Ketika konselor atau pihak pelaksana bimbingan merasa tidak mampu dalam penyelenggaraan bimbingan maka proses alih tangan dapat dilakukan dan dipasrahkan kepada ahli yang lebih professional.
12) Asas tut wuri handayani yang dimaksud adalah berlandaskan pada tut wuri handayani. Dimana selama proses bimbingan dan konseling diiharap konselor mampu membangun proses konseling yang mengayomi, mengembangkan keteladanan serta memberi rangsangan sesuai dengan filosofi dari tut wuri handayani.19
19 Anas Salahudin, 40
2. Guru Bimbingan dan Konseling
a. Pengertian Guru Bimbingan dan Konseling
Guru merupakan seseorang yang memiliki tugas sebagai tenaga pendidik.20 Guru merupakan seseorang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada para anak didik. Guru ini dalam kata luas ada manuisa yang memberikan ilmunya kepada seseorang yang membutuhkan, lokasinya tidak hanya disekolah bisa juga dirumah ataupun tempat yang sediakan oleh Lembaga untuk proses belajar mengajar.21
Guru bimbingan dan konseling ialah tenaga pendidik yang membagikan dorongan kepada anak didik secara psikologi serta secara professional sehingga sanggup menghasilkan komunikasi baik antara guru bk dengan murid dalam mengalami kasus yang dialami.22
b. Peran Guru Bimbingan dan Konseling 1) Konselor sekolah
Guru bimbingan dan konseling bertugas sebagai konselor sekolah yang dimana bertanggung jawab penuh atas keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. Tidak hanya itu, konselor sekolah juga membantu menegakan segala peraturan-peraturan yang yang ada di Lembaga Pendidikan yang di naungi. Dalam pelaksanaan tugas nya guru bk di sekolah membuat
20 https://kbbi.web.id/guru
21 Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif: suatau pendekatan teoretis Psikologis.( Jakarta : rineka Cipta, 2010), 31
22 Dewa Ketut Sukardi, Proses Bimbingan dan Konseling Di Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta, 2008) 6
sejumlah program dan juga layanan yang sesuai untuk siswa yang memiliki berbagai masalah berupa Pendidikan, sosial ataupun belajar.
2) Persevaratif (pengembangan Potensi diri)
Peran dari guru bimbingan dan konseling selanjutnya adalah sebagai pengembangan potensi diri siswa. Pengembangan potensi diri ini dirasa sangat penting karena dapat menyangkut dengan perilaku ataupun sikap dari siswa. Tidak hanya itu peran dari guru bimbingan konseling juga membantu mengembangkan minat ataupun bakat yang dimilikinya dengan membantu memfasilitasinya di sekolah. Hal ini sesuai dengan departemen Pendidikan Nasional mengatakan bahwa :
“layanan bimbingan dan konseling bagi konselor dapat berperan secara maksimal dan baik dalam memfasilitasi siswi/konseli dalam mengaktualisasi potensi yang dimilikinya secara optimal” 23
3) Preventif (pencegahan masalah)
Guru Bimbingan dan konseling memiliki peran sebagai agen Preventif atau pencegahan. Dalam hal ini guru Bimbingan dan Konseling memiliki tanggung jawab dalam mencegah masalah
23 Departemen Pendidikan Nasional, Penataan Pendidikan Konselor dan layananan bimbingan dan konseling dalam jalur Pendidikan formal. Jakarta, 2008, 215
yang kedepanya akan timbul siswi, seperti mengadakan kegiatan yang bersifat positif.24
4) Mendidik
Guru bimbingan dan konseling juga memiliki tugas mendidik para siswa dan siswi di Lembaga yang dinaungi,dalam hal ini guru merupakan tokoh,dan juga panutan bagi siswinya yang harus memiliki kualitas pribadi, berwibawa dan juga bertanggung jawab secara optimal. Guru bimbingan dan konseling tidak hanya berperan mendidik dalam tanda kutip transfer Knowledge saja tapi juga mendidik, aspek Attitude dan kepribadian peserta didik.25
24 Bimo Walgito, Bimbingan dan Konseling Studi dan Karir(Yogyakarta: Andii Offset, 2010) 40
25 Edward Chornelis, Peran Guru 20
28 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang prosedurnya menghasilkan data deskriptif berupa hasil lisan ataupun objek yang diteliti dan juga kata-kata tertulis. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan maksud menarasikan fenomena yang temui oleh subjek, baik itu peilaku, persepsi, motivasi dan Tindakan yang dituangkan dalam serangkaian kata.26 Tujuan penelitian kualitatif adalah unutuk memperoleh pemahaman tentang gambaran fenomena dan menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif yang terjadi dilapangan dalam bentuk rangkaian kata.27
Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (Field Research) yang berisi Realitas pada obyek yang diteliti secara langsung atau pengamatan fenomena secara alamiah.28 Dalam hal ini peneliti melihat kenyataan ataupun kejadian yang terjadi pada lapangan. Jenis penelitian lapangan ini dipilih oleh peneliti karena ingin menjelaskan dan memaparkan suatu kejadian yang sesuai dengan tema yang diambil oleh peneliti yaitu tentang layanan bimbingan dan konseling yang berada di Madrasah Aliyah Ar-Risalah.
26 Lexy.J. Moloeng. Metodologi Penelitian Kualitatif(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007),06
27 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D(Bandung:
Alfabeta,2016),14
28 Sugiyono,
B. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat atau objek penelitian yang digunakan sebagai tempat dilaksanakanya penelitian. Lokasi penelitian ini berada di Curah Kates Klompangan Ajung Jember, tepatnya berada di Madrasah Aliyah Ar-Risalah. Madrasah Aliyah Ar-Risalh merupakan Sekolah yang berada di lingkup pesantren, yaitu pondok pesantren Ar-Risalah. Alasan Peneliti memilih lokasi Madrasah Aliyah Ar-Risalah sebagai tempat penelitian adalah untuk melihat layanan bimbingan dan konseling yang digunkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswi kelas XI.
C. Subyek penelitian
Subjek penelitian adalah dalam penelitian ini merupakan Narasumber ataupun Informan yang dianggap mampu memberikan informasi terkait data yang akan digali. Pemilihan subyek penelitian ini menggunakan tekhnik purposive sampling. Pada tekhnik ini sampling dipilih berdasar pada pertimbangan yang sudah ditentukan dan memenuh persyaratan seperti informan yang paling mengetahui dan memiliki keterlibatan dengan data dilapangan29. Adapun informan yang ditetapkan dalam penelitian diantaranya:
1. Guru bimbingan dan konseling Madrasah Aliyah Ar-Risalah, yaitu Ibu Siti Mu’arofah, S.Pd.
2. Siwi kelas XI Madrasah Aliyah Ar-Risalah yang berjumlah 5 orang.
3. Wali kelas Kelas XI, yakni ibu Febiyani Cita Marli, S.E.
29 Fenti Hikmawati, Metodologi Penelitian.( Depok: Gaja Grafindo, 2017),60
D. Tekhnik Pengumpul Data
Tekhnik yang digunakan dalam mengumpulkan data dan informasi dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut :
1. Observasi
Observasi dapat diartikan sebagai dasar dari ilmu pengetahuan.30 Hal ini karena observasi sebagai tekhnik pengumpulan data bertujuan untuk belajar tentang perilaku dan arti dari perilaku tersebut. Melalui observasi peneliti dapat mengamati fenomena yang kurang atau tidak dilihat oleh orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan tersebut. Melalui observasi peneliti dapat mengungkapkan informasi yang tidak ditemui dalam wawancara. Peneliti dalam melaksanakan observasi menggunakan pedoman observasi guna memperoleh beberapa data, meliputi :
a. Lokasi dan letak geografis Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember b. Kondisi ataupun suasana para siswi didalam kelas .
2. Wawancara
Wawancara merupakan tekhnik pengumpulan data untuk mengetahui informasi secara mendalam dengan melibatkan pandangan dari responden. Metode wawancara dapat dimanfaatkan apabila dalam tekhnik observasi peneliti belum mendapatkan kepuasan dalam pengambilan data. Dalam hal ini maka peneliti perlu mengajukan beberapa
30 Sugiyono,106.
pertanyaan terkait permasalahan yang ingin diketahui. Peneliti menggunakan dua jenis wawancara yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Peneliti dalam melakukan wawancara terstruktur menyiapkan pertanyaan yang sudah disusun dengan baik.
Sedangkan wawancara tidak terstruktur dengan pertanyaan yang dapat diubah dan disesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan.31
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan tekhnik pengumpul data yang digunakan untuk mencatat peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi ini berupa foto, catatan harian, biografi, tulisan. Dokumentasi dalam tekhnik pengumpul data merupakan pelengkap dari penggunakan metode observasi dan wawancara.32 Adapun data dokumentasi yang diperoleh dalam penelitian ini diantaranya:
a. Letak geografis MA Ar-Risalah Curahkates Ajung Jember.
b. Profil Singkat MA Ar-Risalah Curahkates Ajung Jember.
c. Struktur MA Ar-Risalah Curahkates Ajung Jember.
d. Dokumen lain yang sesuai dari berbagai sumber yang diakui validitasnya.
E. Analisis Data
Analisis data merupakan suatu proses pencarian dan penyusunan data yang didapat dari lapangan yang berupa wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga mudah difahami dan dapat diinformasikan kepada orang
31 Lexy J. Moleong, 186
32 Sugiyono, 124
lain.33 Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Reduksi data (Data Reduction)
Merupakan tahap awal pengelolaan data yang masih bersifat luas, dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok atau yang dianggap penting yang bertujuan agar peneliti dapat melihat gambaran fokus masalah dengan mudah.
2. Penyajian data ( Data Display)
Dalam proses ini data yang direduksi kemudian disajikan dengan teks narasi dengan tujuan agar peneliti dapat memahami apa yang terjadi serta dapat merencanakan untuk Tindakan selanjutnya.
3. Kesimpulan (Conclusion) dan Verifikasi
Proses ini merupakan tahap ahir dalam analisis data. Apabila data-data yang sudah disajikan dapat didukung dengan bukti-bukti yang valid, maka hal tersebut akan menghasilkan kesimpulan yang kredibel. Namun, apabila data tersebut tidak ada kevalidanya, maka kesimpulanya dihasilkan sementara. Tujuan dari kesimpulan ini adalah untuk menemukan temuan- temuan baru yang sifatnya sudah jelas.
F. Keabsahan Data
Keabsahan data dilaksanakan untuk membuktikan kebenaran dari data dalam suatu penelitian.34 dalam menguji keabsahan data menggunakan Triangulasi. Tringulasi meruoakan suatu tekhnk pengujian keabsahan data
33 Sugiyono,130
34 Sugiyono, 185
dengan mengecek Kembali sumber, pengumpulan data, dan waktu.35 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik. Adapun pengertian pengertian dari triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik adalah sebagai berikut:
1. Tringulasi sumber merupakan proses mendapatkan data dari sumber lain, Baik itu teman ataupun orangtua dari dari narasumber yang berkaitan.
Tujuan dari triangulasi sumber adalah untuk pengecekan data yang diperoleh apakah sesuai dengan hasil sebelumnya. Adapun Narasumber yang terlibat dalam triangulasi sumber ini merupakan narasumber yang telah dipilih melalui purposive sampling. Melalui tekhnik ini peneliti kemudian membandingakan dan melihat data yang diperolah dari guru bk, siswi kelas XI dan juga wali kelas.
2. Triangulasi tekhnik adalah suatu metode pengecekan data melalui tekhnik yang telah ditetapkan, hal ini bisa dilihat dari tekhnik pengumpulan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang sudah didapat oleh peneliti kemudian dilihat dan dicek melalui hasil dari observasi dan juga dokumentasi.36
G. Tahap-tahap penelitian
Tahap penelitian ini dilaksanakan sesuai jalan kerja penelitian yang dilakukan secara berurutan. Berikut merupakan uraian proses pelaksanaan penelitian :
35 Sugiyono, 274
36 Sugiyono, 242
1. Tahap Pra- Penelitian
a. Pembuatan rancangan penelitian.Tahap pra-penelitian merupakan tahap awal dengan membuat kerangka penelitian yang fleksibel, menulis poin-poin atau gagasan yang akan dituju oleh peneliti.
b. memilih dan survei lokasi penelitian, memilih objek penelitian,dan juga administrasi penelitian yang ditujukan kepada instansi/Lembaga terkait, lokasi penelitian kali ini bertempat di Madrah Aliyah Ar- Risalah Curah Kates.
c. Menyiapkan peralatan penelitian dalam pengumpulan data, peneliti menyiapkan pedoman wawancara, pedoman Observasi dan juga pedoman dokumentasi dalam memenuhi tahap selanjutnya.
2. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan penelitian selanjutnya adalah tahapan kegiatan lapangan, yaitu dimana peneliti turun secara langsung ke lapangan untuk memperoleh data, yang dimulai dengan mengamati objek penelitian, melaksanakan wawancara dengan mengajukan pertanyaan yang sudah disediakan yang berguna untuk memperoleh data secara lebih detail.
3. Tahap Ahir
Setelah tahap pekerjaan lapangan selesai maka tahap selanjutnya adalah tahap penyajian data dan kemudian dianalisis data yang sudah diperoleh, tahap sebelumnya kemudian diolah dengan baik yang berupa data hasil wawancara, observasi dan juga dokumentasi.
35 BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Obyektif Penelitian
Gambar 4.1 Sekolah MA Ar-Risalah 1. Sejarah berdirinya MA Ar-Risalah
Madrasah Aliyah Ar-Risalah merupakan salah satu sekolah Swasta yang berdiri dibawah Kementrian Agama. Madrasah Aliyah Ar- Risalah merupakan Lembaga Pendidikan yang berada dibawah naungan Pondok Pesantren Ar-Risalah. Adapun Lembaga Pendidikan yang berada dibawah naungan pondok pesnatren Ar-Risalah meliputi : MI Miftahul Huda, MTs Miftahul Huda dan juga Lembaga Taman Pendidikan AL- Qur’an.
Madrasah Aliyah Ar-Risalah adalah Madrasah Aliyah Swasta yang terletak ± 6 km disebelah selatan kota Jember, tepatnya di desa Klompangan Kecamatan Ajung. Madrasah Aliyah Ar-Risalah sudah
berdiri sejak tahun 2005 atas prakarsa beberapa tokoh masyarakat Dusun Curah kates Desa Klompangan yang memiliki perhatian serta wawasan luas tentang pendidikan, mengusahakan adanya Madrasah Aliyah untuk memfasilitasi warga sekitar supaya bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan jarak yang tidak jauh. Karna disini sudah ada Madrasah Tsanawiyah jadi warga sekitar jika ada lulusan MTs bisa langsung melanjutkan ke Madrasah Aliyah tanpa jauh-jauh. Sejarah penamaan madrasah ini sebagai Madrasah Aliyah Ar-Risalah berhubungan dengan tujuannya sebagai sarana ukhuwah Islamiyah berbasis madrasah atau Lembaga pendidikan. Madrasah ini saat pertama kali berdiri masih menggunakan gedung Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda dengan status menumpang dengan jumlah siswa adalah 5 siswa laki-laki 1 dan perempuan 4. Di tahun 2005 dengan keadaan gedung kelas yang masih menumpang akhirnya mempunyai 20 siswa dengan rincian laki-laki 13 dan perempuan 7.
Pada awalnya Madrasah Aliyah Ar-Risalah statusnya menumpang di MAN 1 Jember. Karena masih belum turun ijin operasionalnya, saat melaksanakan Ujian Nasional, kita menumpang di MA Darus Sholah.
Sedangkan untuk pengurusan ijazah langsung di MAN 1 jember. Pada tahun 2006 beberapa pendiri ingin mengembangkan Madrasah Aliyah Ar- Risalah untuk mewujudkan gedung Madrasah. Madrasah ini berdiri sebagai bentuk bukti terhadap kesadaran masyarakat Desa Klompangan
pada pendidikan, yang berkarakter islami dengan bekal kepercayaan dan animo yang besar dari masyarakat.
Madrasah ini mengalami masa perkembangan di tahun 2006 dan terus berprogres hingga saat ini. Pada tahun 2011 pengurus yayasan dan pengelolah Madrasah mendaftarkan Madrasah Aliyah Ar- Risalah untuk mengikuti Akreditasi dan berstatus trakreditasi B sebagai perwujudan keinginan dalam mengembangkan madrasah ini ke arah yang lebih baik.
Perkembangan Madrasah Aliyah Ar-Risalah hingga dititik ini merupakan hasil kerja keras para pendiri dan tokoh masyarakat dalam merealisasikan tujuan berdirinya madrasah ini sesuai dengan latar belakang dibentuk hingga dapat melahirkan ratusan siswa dan beberapa prestasi yang diraih oleh siswa-siswi MA Ar-Risalah.
2. Visi dan Misi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Visi Madrasah
“ Terwujudnya Siswi yang unggul, mandiri, dan berakhlakul karimah”
Indikator Visi
a. Siswa mampu menerjemahkan kitab Akhlaqul Banin/Banat.
b. Siswa Mampu Menerapkan gaya disiplin dilingkungan Madrasah c. Siswa dapat mengoperasikan computer dalam program MS Word,
MS Excel, Corel Draw, Photoshop CS6 dan MS Powerpoint.
d. Siswa terbiasa mengucapkan salam antar warga Madrasah
Misi Madrasah
a. Memberikan pembelajaran bimbingan membaca kitab amsilati b. Memberikan pelatihan memaknai kalimat Bahasa arab pendek c. Menyediakan sarana prasarana Lab Komputer
d. Memberikan pelatihan dasar computer satu minggu sekali
e. Menerapkan dua Bahasa(Arab/inggris) sebagai Bahasa pengantar Proses pembelajaran
f. Memberikan pelatihan persiapan lomba kaligrafi dan design grafis g. Menerapkan keteladanan moral bagi siswa
h. Memberikan peringatan/menasehati siswa yang menyimpang dari pembelajaran Akhlaq
3. Kondisi Sarana Prasana Sarana
a. Komputer : ada
b. Meja : ada
c. Kursi : ada
d. Almari : ada
e. LCD : ada
f. Sound dan Mic : ada Prasarana
a. Tanah/Status : Pribadi
b. No Statistik Sekolah : 131235090001 c. Luas Bangunan : 1200 m2
d. Akte Notaris : -
e. Ruang Kelas : 9 Ruang f. Perpustakaan : 1 Ruang g. Lab. IPA : 1 Ruang h. Lab. Komputer : 1 Ruang i. Ruang Guru : 2 Ruang j. Ruang Tata Usaha : 1 Ruang k. Ruang Pimpinan : 1 Ruang
l. Ruang BK : 1 Ruang
m. Tempat Ibadah : 2 Ruang
n. Ruang UKS : 1 Ruang
o. Tempat Olahraga : 1 Ruang p. Ruang OSIS : 1 Ruang q. Ruang Lainya : 1 Ruang 4. Struktur organisasi
Struktur Organisasi Tenaga Pendidik MA Ar-Risalah Ajung Jember tahun pelajaran 2021-2022 digambarkan dalam bentuk struktural sebagai berikut37 :
37 MA Ar-Risalah, “Struktur Organisasi MA Ar-Risalah”, 06 April 2022
Bagan 4.2 Struktur Organisasi MA Ar-Risalah Ajung Jember B. Penyajian dan Analisis Data
Pada tahap penyajian data dan Analisis data berisikan uraian data serta temuan yang diperoleh melalui metode ataupun prosedur yang menjelaskan informasi data seperti pada BAB III.38 Analisis data dan penyajiannya ini sebagai bukti dari hasil penelitian sehingga perlu adanya penyajian dari beberapa Teknik perolehan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai penunjang hasil penelitian. Berikut data-data yang hasil penelitian yang mengacu pada fokus penelitian diantaranya :
38 Tim penyusun, 94
KEPALA SEKOLAH Binti Maspupah, S.pd.
KOMITE SEKOLAH Mustamim
KORD. TATA USAHA M. Nur Hamzah, S.Sos
WAKA KURIKULUM Lutfi Takjudin, S.Pd
WAKA KESISWAAN Muhammad Subandi, S.Pd
WAKA SARPRAS Ahmad Baidowi M. S.Pd
WALI KELAS Pembina OSIS Guru BK
Siti Mu’arofah, S.Pd Dewan Guru
Peserta Didik
1. Guru BK dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada siswi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah.
Bimbingan dan konseling merupakan upaya pemberian bantuan yang dilaksanakan oleh tenaga ahli kepada konseling agar mampu menyelesaikan permasalahan yang dialami secara mandiri dan juga agar konseli mampu mengembangkan kompetensi yang dimilikinya, baik pada lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat. Guru bimbingan konseling dalam ranah Pendidikan juga berperan sebagai tenaga pendidik yang mengajar pada mata pelajaran yang sudah ditetapkan pada lembaga sekolah, hal ini sesuai berdasarkan hasil wawancara kepada guru bk Ibu Mua’arofah:
“selain menjadi guru bk saya juga mengajar pelajaran tertentu dari kelas X sampai kelas XII, pada kelas XI ini saya mengajar pada hari rabu, kamis dan Sabtu. Mata pelajaran yang saya ampu adalah sosiologi geografi dan TIK”39
Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Wali kelas XI:
“ iya mba, Bu rofah juga mengajar mata pelajaran juga tidak hanya memberikan layanan konseling, ya dikarenakan kurang nya tenaga pendidik pada lembaga kami” 40
Selaras dengan yang ditemukan peneliti dilapangan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwasanya guru