• Tidak ada hasil yang ditemukan

leaflet Panduan Praktis Mesin Tetas itik

N/A
N/A
raharja peternakan made urip

Academic year: 2024

Membagikan "leaflet Panduan Praktis Mesin Tetas itik"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PANDUAN PRAKTIS PENGGUNAAN MESIN

TETAS TELUR ITIK

DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI KALIMANTAN

TIMUR 2023

HANDLING TELUR TETAS (HE)

Sebelum memasukkan telur siapkan terlebih dahulu mesin tetas. Mesin dibersihkan dan dipastikan semua peralatan sudah terpasang.

Isi air bak penampung untuk menjaga kelembaban. Hidupkan mesin (running) selama

Setting Telur Tetas (HE)

Setelah mesin tetas siap, masukkan telur (HE) ke dalam mesin (Setting Telur). Pastikan telur dengan posisi bagian tumpul di atas. Setting suhu mesin dengan menghidupkan pemanas

kondisi mesin dalam keadaan bersih dan Telur Tetas (HE) Dikumpulkan & Dibersihkan

Lakukan Seleksi Bentuk dan Kondisi Fisik Telur

Cover Urutan 1 Urutan 2

(2)

➢ Seleksi Telur Fertil (Candling

1. Hidupkan senter atau teropong telur dan

2. Senter atau teropong telur tetas, apabila berwarna terang atau tidak gelap (infertil) telur dikeluarkan dari mesin

3. candling

4.

rubah settingan pemanas dengan

➢ Proses Penetasan

Proses penetasan telur itik berlangsung dari usia 25-28 hari. Selama proses penetasan tidak diperlukan proses pembalikan telur dan diusahakan seminimal mungkin untuk tidak membuka pintu mesin tetas dan menjaga air bak penampung tetap terisi penuh. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban agar proses penetasan atau pemecahan cangkang dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan bibit (DOD) yang berkualitas.

➢ 1.

2.

melihat kondisi fisik meliputi kelengkapan organ tubuh, kondisi pusat (idealnya tertutup sempurna) tidak

menempel. Pisahkan bibit yang dalam kondisi baik atau tidak cacat.

3.

diseleksi pada tempat atau wadah yang sudah diberi alat penghangat (dapat

Lakukan sanitasi atau pembersihan mesin tetas setelah panen bibit selesai. Diawali dengan pembersihan kotoran dan setelah mesin bersih lakukan penyemprotan

Urutan 3 Urutan 4 Urutan 5

Referensi

Dokumen terkait

1.2.1 Membuat mekanis proses bolak-balik telur dan kemiringan pada mesin tetas di gerakan dengan motor DC dan di atur dengan system microcontroller dan

Mesin ini belum dilengkapi dengan beberapa komponen untuk otomatisasi, sehingga cara pemutaran telur masih dikerjakan secara manual.. Kelemahan mesin tetas konvensional ini

Penetasan dengan mesin tetas juga dapat meningkatkan skala produksi dan daya tetas telur karena aspek lingkungan yang dibutuhkan dalam proses penetasan seperti

Bahan rak tempat telur dapat dibuat dari kawat lurus seperti pada gambar, dapat pula dipakai kawat ram atau Anda dapat berkreasi lain dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar

Kondisi ini dapat dipahami dari sajian Tabel 3, bahwa karakteristik hubungan antara bobot tetas cenderung lebih tinggi terhadap lebar telur dibandingkan dengan panjang telur,

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa efisiensi penetasan pada mesin tetas tidak dapat diperbaiki dengan cara mengubah manajemen peletakkan posisi telur, karena

Dari hasil KKN yang sudah dilaksanakan diharapkan mesin tetas telur yang telah disumbangkan kepada warga berikut dengan sosialisasi cara penggunaan mesin dan cara pembiakan ayam yang

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membantu mitra PkM dalam menetaskan telur ayam menggunakan mesin tetas dengan maksimal.. Mesin tetas teur memiliki banyak