• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR KERJA 1 TOPIK 5

N/A
N/A
Indah Chairunnisa

Academic year: 2024

Membagikan "LEMBAR KERJA 1 TOPIK 5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Indah Chairunnisa NIM : A2P222031

Rombel : R002 MIPA

LEMBAR KERJA 1 TOPIK 5

1. Sebelum melaksanakan pembelajaran dan asesmen, mengapa guru perlu mencermati dan memilih capaian pembelajaran sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru mengajar?

2. Apakah yang Anda pahami tentang pembelajaran, dan assessment yang efektif dak keterkaitan antara keduanya?

Capaian Pembelajaran merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan. Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompotensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi. Sedangkan Fase atau tingkatan perkembangan adalah capaian pembelajaran yang harus dicapai peserta didik, yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta kebutuhannya. Karakteristik, potensi, kesiapan, dan kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda pada tiap fase. Oleh karena itu guru pelu mencermati dan memilih capaian pembelajaran sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru tersebut mengajar agar antara capaian pembelajaran dan kemampuan peserta didik tiap fase akan sejalan sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan sesuai.

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara murid, guru, dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam. Sedangkan Asesmen yang efektif merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk guru, murid, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya. Kaitan antara keduanya adalah dalam pembelajaran sangat diperlukan untuk dilakukannya Asesmen, dimana pada awal pemebalajaran Asesmen digunakan untuk mengetahui kemapuan awal peserta didik, kebutuhan peserta didik maupun tingkat kognitif peserta didik. Pada pertengahan pembelajaran Asesmen digunakan untuk mengetahui perkembangan belajar peserta didik serta pada akhir pembelajaran Asesmen digunakan untuk mengetahui hasil capaian belajar peserta didik sehingga dapat menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

(2)

3. Mengapa guru perlu merencanakan pembelajaran dan asesmen yang efektif terlebih dulu sebelum melaksanakan pembelajaran paradigma baru?

4. Dalam bentuk dokumen apa perencanaan pembelajaran paradigma baru perlu diwujudkan oleh guru?

5. Mengapa guru perlu juga menyiapkan asesmen (diagnostik, formatif, atau sumatif) sebelum melaksanakan pembelajaran?

6. Menurut Anda, seperti apa gambaran perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan asesmen yang telah Anda buat untuk melaksanakan pembelajaran mikro (micro teaching) berbasis pembelajaran paradigma baru?

Guru perlu merencanakan pembelajaran dan asesmen yang efektif terlebih dulu sebelum melaksanakan pembelajaran paradigma baru karena agar terciptanya pembelajaran yang efektif, bermakna, dan sesuai dengan capaian pembelajaran. Dimana guru harus menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik. Jadi guru harus menyiapkan rencana pembelajaran dan asesmen yang tepat dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik.

Dokumen yang perlu disiapkan oleh guru dalam perencanaan pembelajaran paradigma baru yaitu dokumen berupa modul ajar yang disesuaikan dengan system pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Dimana modul ini dilengkapi dengan perencanaan kegiatan pembelajaran yang akan dilakuakan, LKPD, dan Asesmen yang akan dilakukan.

Karena Asesmen sangat erat kaitannya dengan pembelajaran. Setiap Asesmen mempunyai fungsinya masing-masing. Asesmen Diagnostik berfungsi untuk memberikan informasi mengenai bagaimana kemampuan awal, karakteristik, dan tingkat kognitif peserta didik sehingga guru dapat mengelompokkan peserta didik berdasarkan hal tersebut. Asesmen Formatif berfungsi untuk mengetahui bagaimana perkembangan peserta didik dalam pembelajaran. Sedangkan Asesmen Sumatif berfungsi untuk mengetahui bagaimana hasil pencapaian belajar peserta didik sehingga menjadi umpan balik bagi guru, peserta didik, dan orangtua.

Menurut saya gambaran perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan asesmen yang telah sayan buat untuk melaksanakan pembelajaran mikro (micro teaching) telah sesuai dengan kriteria modul ajar paradigma baru. Dimana telah terdapat tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran, telah menggunakan pembelajaran berdiferensiasi dimana sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan belajar peserta didik, telah menerapakan pembelajaran aman, dan nyaman di dalam pembelajaran, serta telah dilengkapi dengan LKPD dan Asesmen yang efektif (Asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif).

Referensi

Dokumen terkait

Agar LKM yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, peneliti mempelajari karakteristik mahasiswa dengan melakukan pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan

Dimana pengambilan sempel pada purposive sampling disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan peneliti yang bertujuan sesuai dengan tujuan dari penelitian, yaitu

Bagi para akademisi, perlunya dikembangkan model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pedagogy, andragogy, heutagogy sesuai dengan tujuan, karakteristik

Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together berpengaruh terhadap

LKPD elektronik ini dapat dirancang dan dikreasikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran serta kreativitas masing-masing guru, dimana nantinya peserta didik

Pembelajaran yang Berdiferensiasi Developmentally Appropriate Practice ● Diferensi konten sesuai dengan gaya belajarnya  Guru menyampaikan materi berupa video tata cara melakukan

PRINSIP PEMBELAJARAN BERPIHAK PADA MURID Mempertimbangkan kebutuhan capaian belajar murid saat itu Membangun kapasitas belajar murid menjadi pembelajar sepanjang hayat Mendukung

Upaya pemenuhan kebutuhan belajar murid yang heterogen melalui pembelajaran berdiferensiasi, baik diferensiasi konten,proses,dan produk dengan mengintegrasikan kompetensi sosial dan