• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Bahasa Indonesia

N/A
N/A
RS GULO

Academic year: 2024

Membagikan "LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Bahasa Indonesia "

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Satuan

Satuan Pendidikan Pendidikan : : SMP SMP Negeri Negeri JakartaJakarta Mata

Mata Pelajaran Pelajaran : : Bahasa Bahasa IndonesiaIndonesia Kelas/Semester

Kelas/Semester : : IX IX / / GenapGenap Materi

Materi Pokok Pokok :: Teks Cerita Inspiratif Teks Cerita Inspiratif    Alokasi

Alokasi Waktu Waktu ::

A.

A.   KompetensKompetensi ii intinti KI-3

KI-3 Memahami Memahami pengetahuan pengetahuan (faktual, (faktual, konseptual, konseptual, dan dan prosedural) prosedural) berdasarkan berdasarkan rasa rasa inginingin tahunya

tahunya tentang tentang ilmu ilmu pengetahuan,teknologi, pengetahuan,teknologi, seni, seni, budaya budaya terkait terkait fenomena fenomena dandan kejadian tampak mata.

kejadian tampak mata.

KI-4

KI-4 Mencoba, mengolah, Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam dan menyaji dalam ranah konkret (mengguranah konkret (menggunakan, mengurai,nakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.

B.   KompetensKompetensi Dasar i Dasar dan Indikatordan Indikator Kompetensi

Kompetensi Dasar/KD Dasar/KD Indikator Indikator Pencapaian Pencapaian Kompetensi/IPKKompetensi/IPK 3.12Menelaah struktur,

3.12Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi teks kebahasaan, dan isi teks cerita inspiratif 

cerita inspiratif   

3.12.1

3.12.1  Menganalisis struktur teks cerita inspiratifMenganalisis struktur teks cerita inspiratif 3.12.2

3.12.2  Menganalisis Menganalisis kebahasaan kebahasaan teks teks ceritacerita inspiratif

inspiratif 4.12Mengungkapkan rasa

4.12Mengungkapkan rasa simpati, empati, simpati, empati, kepedulian, dan perasaan kepedulian, dan perasaan dalam bentuk cerita dalam bentuk cerita inspiratif dengan inspiratif dengan memperhatikan struktur memperhatikan struktur cerita dan aspek cerita dan aspek kebahasaan

kebahasaan

4.12.1

4.12.1  Membuat Membuat kerangka kerangka teks teks cerita cerita inspiratifinspiratif dengan memperhatikan struktur dan aspek dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan

kebahasaan 4.12.2

4.12.2  Menyusun teks cerita inspiratif denganMenyusun teks cerita inspiratif dengan memperhatikan struktur dan aspek memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan

kebahasaan Nama

Nama Siswa Siswa ::  

Kelompok :

Kelompok :  

Kelas :

Kelas :  

Hari/Tanggal : Hari/Tanggal :  

LEMBAR KERJA

LEMBAR KERJA

PESERTA DIDIK

PESERTA DIDIK

(2)

Materi Teks Cerita Inpiratif Materi Teks Cerita Inpiratif

1.

1.   Struktur teks cerita inspiratifStruktur teks cerita inspiratif --   OrientasiOrientasi  

--   Perumitan peristiwaPerumitan peristiwa --   KomplikasiKomplikasi

--   ResolusiResolusi --   KodaKoda   2.

2.   KebahasaaKebahasaan teks n teks cerita inspiratifcerita inspiratif A.

A.   Berisi kalimat faktaBerisi kalimat fakta

Merupakan hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar- Merupakan hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-  benar ada atau terjadi.

 benar ada atau terjadi.

Ciri-Ciri Kalimat Fakta Ciri-Ciri Kalimat Fakta   1.

1.   Dapat dibuktikan kebenarannya.Dapat dibuktikan kebenarannya.

2.

2.   Memiliki data yang akurat misalnya tanggal, tempat ,waktu kejadian.Memiliki data yang akurat misalnya tanggal, tempat ,waktu kejadian.

3.

3.   Memiliki narasumber yang dapat dipercaya.Memiliki narasumber yang dapat dipercaya.

4.

4.   Bersifat obyektif (apa adanya dan tidak dibuat-buat) yang dilengkapi dengan dataBersifat obyektif (apa adanya dan tidak dibuat-buat) yang dilengkapi dengan data  berupa keterangan atau angka yang m

 berupa keterangan atau angka yang menggambarkan keadaan.enggambarkan keadaan.

5.

5.   Biasanya dapat menjawab pertanyaan: apa, siapa, di mana, kapan, berapa denganBiasanya dapat menjawab pertanyaan: apa, siapa, di mana, kapan, berapa dengan  jawaban yang pasti.

 jawaban yang pasti.

6.

6.   Berdasarkan kenyataan.Berdasarkan kenyataan.

B.

B.   Kata penghubung/ KonjungsiKata penghubung/ Konjungsi

Merupakan kata yang menghubungkan dua klausa, kalimat, atau paragraf. Kata penghubung Merupakan kata yang menghubungkan dua klausa, kalimat, atau paragraf. Kata penghubung dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu:

dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu:

1.

1.   Kata penghubung koordinatifKata penghubung koordinatif

--   Hubungan Hubungan penambahan penambahan ::dandan   --   Hubungan Hubungan pemilihan pemilihan :: atauatau   --   Hubungan Hubungan perlawanan perlawanan :: tetapitetapi   2.

2.   Kata penghubung subordinatifKata penghubung subordinatif

--   Hubungan Hubungan waktu waktu :: setelah, saat, sejak, sehingga, sesudah, sebelu setelah, saat, sejak, sehingga, sesudah, sebelum, ketikam, ketika   --   Hubungan Hubungan syarat syarat :: jika, jikalau, kalau, bila, man jika, jikalau, kalau, bila, manakal akal   

--   Hubungan Hubungan pengandaian pengandaian :: seandainya, sekiranya, umpama seandainya, sekiranya, umpamanya, andaikannya, andaikan --   Hubungan Hubungan tujuan tujuan :: agar, supaya, biar agar, supaya, biar   

--   Hubungan Hubungan konsesif konsesif :: sekalipun, meskipun, sesungguhnya sekalipun, meskipun, sesungguhnya --   Hubungan Hubungan pemiripan pemiripan :: seakan-akan, seolah-olah, laksan seakan-akan, seolah-olah, laksana, bak,a, bak, --   Hubungan Hubungan penyebaban penyebaban :: sebab, karena, oleh karena sebab, karena, oleh karena  

--   Hubungan pengakibatanHubungan pengakibatan : akibat, maka: akibat, maka --   Hubungan penjelasanHubungan penjelasan : bahwa: bahwa

--   Hubungan Hubungan cara cara :: dengandengan  

--   Hubungan Hubungan harapan harapan : : mudah-mudahan, mudah-mudahan, semogasemoga --   Hubungan Hubungan urutan urutan : : lalu, lalu, terus, terus, kemudiankemudian 3.

3.   Kata Kata penghubung penghubung korelatif korelatif :: tetapi, dengan demikian, bahkantetapi, dengan demikian, bahkan

(3)

4.

4.   Kata Kata penghubung penghubung antarkalimat antarkalimat :: selain itu, akan tetapi, kemudian, o selain itu, akan tetapi, kemudian, oleh karenaleh karena itu, bahwasanya, sesungguhnya, oleh sebab itu

itu, bahwasanya, sesungguhnya, oleh sebab itu 5.

5.   Kata Kata penghubung penghubung antarparagraf antarparagraf :: di samping itu, di samping itu, namun, sebagaimana, jadi,namun, sebagaimana, jadi, akibatnya, sementara itu

akibatnya, sementara itu C.

C.   Kata gantiKata ganti

  

1.

1.   Kata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda atau orang. JenisKata ganti adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda atau orang. Jenis kata ganti dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu:

kata ganti dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu:

  

a.

a.   Kata ganti orang pertama (tunggal)Kata ganti orang pertama (tunggal)   contoh : saya, aku, hamba, daku, ku- contoh : saya, aku, hamba, daku, ku-  b.

 b.   Kata ganti orang pertama (jamak)Kata ganti orang pertama (jamak)   contoh : kami, kita

contoh : kami, kita c.

c.   Kata ganti orang kedua (tunggal)Kata ganti orang kedua (tunggal)  

contoh : kamu, engkau, kau, Anda, dikau, kau- contoh : kamu, engkau, kau, Anda, dikau, kau- d.

d.   Kata ganti orang kedua (jamak)Kata ganti orang kedua (jamak)  

contoh : kalian, sekalian, Anda sekalian contoh : kalian, sekalian, Anda sekalian e.

e.   Kata ganti orang ketiga (tunggal)Kata ganti orang ketiga (tunggal)   contoh : ia, dia, beliau

contoh : ia, dia, beliau f.

f.   Kata ganti orang ketiga (jamak)Kata ganti orang ketiga (jamak)   contoh : mereka

contoh : mereka   2.

2.   Kata ganti petunjuk Kata ganti petunjuk   

Kata ganti petunjuk adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukan letak suatu Kata ganti petunjuk adalah kata ganti yang digunakan untuk menunjukan letak suatu  benda. Kata ganti petunjuk dapat dibedakan

 benda. Kata ganti petunjuk dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :menjadi tiga, yaitu : a.

a.   Petunjuk Petunjuk umum umum :: Ini, itu Ini, itu    b.

 b.   Petunjuk Petunjuk letak/tempat letak/tempat :: Sini, situ, sana, ke sana, ke sini, di sini, di sanaSini, situ, sana, ke sana, ke sini, di sini, di sana   c.

c.   Kata ganti petunjuk ikhwal :Kata ganti petunjuk ikhwal : Begitu, begitu Begitu, begitu   3.

3.   Kata ganti tanyaKata ganti tanya  

Kata ganti tanya adalah kata ganti yang digunakan untuk menanyakan waktu, tempat, Kata ganti tanya adalah kata ganti yang digunakan untuk menanyakan waktu, tempat, orang, atau keadaan.

orang, atau keadaan.

a.

a.   Penanya Penanya waktu waktu :: Kapan Kapan    b.

 b.   Penanya Penanya tempat tempat : : di di manamana c.

c.   Penanya Penanya orang orang atau atau benda benda ::  Apa, siapa, yang  Apa, siapa, yang manamana   d.

d.   Penanya Penanya keadaan keadaan :: Bagaimana, men Bagaimana, mengapa, berapa, kenapagapa, berapa, kenapa   4.

4.   Kata ganti kepunyaanKata ganti kepunyaan  

Kata ganti kepunyaan adalah kata ganti yang digunakan sebagai pengganti kepemilikan.

Kata ganti kepunyaan adalah kata ganti yang digunakan sebagai pengganti kepemilikan.

-ku, -mu, -nya -ku, -mu, -nya   5.

5. Kata ganti penghubungKata ganti penghubung

Kata ganti penghubung adalah kata ganti yang digunakan untuk menghubungkan anak Kata ganti penghubung adalah kata ganti yang digunakan untuk menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat

kalimat dengan induk kalimat “yang”“yang”  

D.

D.   Kata SifatKata Sifat

Kata sifat ialah perkataan yang menerangkan sifat atau keadaan sesuatu.

Kata sifat ialah perkataan yang menerangkan sifat atau keadaan sesuatu.

Contoh: Besar, kuat, banyak, sedikit, hitam, dll.

Contoh: Besar, kuat, banyak, sedikit, hitam, dll.

E.

E.   Kata BendaKata Benda

Kata Benda adalah segala sesuatu yang kita lihat atau dapat kita bicarakan dan yang Kata Benda adalah segala sesuatu yang kita lihat atau dapat kita bicarakan dan yang menunjukkan orang, benda, tempat, tumbuhan, hewan, gagasan dan sebagainya.

menunjukkan orang, benda, tempat, tumbuhan, hewan, gagasan dan sebagainya.

(4)

Contoh:

Contoh:

 Nama orang

 Nama orang : Andi, Sinta, Bona, Krisna: Andi, Sinta, Bona, Krisna  Nama binatang

 Nama binatang : tikus, anjing, kucing, gajah: tikus, anjing, kucing, gajah  Nama tempat

 Nama tempat : rumah, taman, kantor pos, rumah m: rumah, taman, kantor pos, rumah makanakan  Nama obyek

 Nama obyek : meja, kursi, kertas, pensil: meja, kursi, kertas, pensil F.

F.   Kata KeteranganKata Keterangan  

Kata keterangan atau yang disebut juga dengan adverbia adalah suatu jenis kata yang Kata keterangan atau yang disebut juga dengan adverbia adalah suatu jenis kata yang sifatnya memberikan keterangan (penjelasan) terhadap kata kerja (verba), kata sifat sifatnya memberikan keterangan (penjelasan) terhadap kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva) maupun kata bilangan, serta mampu dalam memberikan keterangan (adjektiva) maupun kata bilangan, serta mampu dalam memberikan keterangan (penjelasan) terhadap semua kalimat. Kata keterangan (adverbia) terbagi menjadi lima (penjelasan) terhadap semua kalimat. Kata keterangan (adverbia) terbagi menjadi lima macam yaitu, kata keterangan tempat, kata keterangan waktu, kata keterangan alat, kata macam yaitu, kata keterangan tempat, kata keterangan waktu, kata keterangan alat, kata keterangan syarat dan kata keterangan sebab. Berikut penjelasannya :

keterangan syarat dan kata keterangan sebab. Berikut penjelasannya :   --   Kata keterangan tempatKata keterangan tempat  

Keterangan tempat adalah suatu jenis kata yang memberikan/ menjelaskan informasi Keterangan tempat adalah suatu jenis kata yang memberikan/ menjelaskan informasi tentang suatu tempat atau lokasi.

tentang suatu tempat atau lokasi.

Contoh:

Contoh:

   Ayah menjemur sepatuAyah menjemur sepatu diterasditeras..

   Aisyah joggingAisyah jogging ditamanditaman..

   Ibu menaruh sendalIbu menaruh sendal di rak di rak ..

   Disini Disini tempat aisyah dan ogi bertemu. tempat aisyah dan ogi bertemu.

--   Kata keterangan waktuKata keterangan waktu  

Keterangan waktu adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menjelaskan Keterangan waktu adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menjelaskan tentang suatu informasi berlangsungnya sesuatu pada waktu tertentu.

tentang suatu informasi berlangsungnya sesuatu pada waktu tertentu.

Contoh:

Contoh:

   Besok siang  Besok siang  saya akan berangkat. saya akan berangkat.

   Siang nantiSiang nanti saya akan berkunjung ke taman safari. saya akan berkunjung ke taman safari.

   Saya akan ke samarindaSaya akan ke samarinda lusa nantilusa nanti..

   Pembukaan acara market job fair dimulaiPembukaan acara market job fair dimulai besok pagibesok pagi..

--   Kata keterangan alatKata keterangan alat  

Keterangan alat adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menjelaskan Keterangan alat adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menjelaskan tentang alat apa yang digunakan seseorang dalam melakukan sesuatu hal.

tentang alat apa yang digunakan seseorang dalam melakukan sesuatu hal.

Contoh:

Contoh:

   Ayah berangkat kerjaAyah berangkat kerja dengandengan mobil. mobil.

   Aisyah membawa buahAisyah membawa buah dengandengan keranjang. keranjang.

   Azriel pergi ke kampusAzriel pergi ke kampus dengandengan motor. motor.

   Rian memukul bola kastiRian memukul bola kasti dengandengan tongkat. tongkat.

--   Kata keterangan syaratKata keterangan syarat  

Keterangan syarat adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menjelaskan Keterangan syarat adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menjelaskan tentang hubungan persyaratan.

tentang hubungan persyaratan.

Contoh:

Contoh:

   SeandainyaSeandainya kamu tidak berbohong, aku pasti  kamu tidak berbohong, aku pasti memilihmu.memilihmu.

   Aku akan menerimamuAku akan menerimamu asalkanasalkan kamu mau berubah. kamu mau berubah.

   SeandainyaSeandainya dia menerimaku, aku sangat merasa bahagia. dia menerimaku, aku sangat merasa bahagia.

   Aku bisa saja kembali ke rumahmuAku bisa saja kembali ke rumahmu jikalau jikalau kamu memaafkan semua kesalahanku. kamu memaafkan semua kesalahanku.

(5)

--   Kata keterangan sebabKata keterangan sebab  

Keterangan sebab adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menunjukkan Keterangan sebab adalah suatu jenis kata keterangan yang memberikan/ menunjukkan tentang penyebab mengapa sesuatu hal bisa terjadi.

tentang penyebab mengapa sesuatu hal bisa terjadi.

Contoh:

Contoh:

   Ayah marahAyah marah karenakarena azriel bertengkar dengan adiknya. azriel bertengkar dengan adiknya.

   Azriel takut keluar malam,Azriel takut keluar malam, sebab sebab sering dimarahi oleh ibu. sering dimarahi oleh ibu.

Langkah-Langka

Langkah-Langkah Menulis h Menulis Teks Cerita Inspiratif Teks Cerita Inspiratif   

   Tokoh yang Tokoh yang menginspiramenginspirasisi

   OrientasiOrientasi

   Perumitan peristiwaPerumitan peristiwa

   KomplikasiKomplikasi

   ResolusiResolusi

   KodaKoda

   Berisi Berisi fakta-faktfakta-faktaa

   Pengeditan/Pengeditan/

revisi revisi Penentuan

Penentuan tema

tema

Perincian Perincian susunan / susunan / kerangka kerangka

Pengumpulan Pengumpulan data/informasi data/informasi

Pengembangan Pengembangan tulisan

tulisan

   MemperhatikanMemperhatikan struktur kebahasaan struktur kebahasaan teks cerita inspiratif teks cerita inspiratif

(6)

RASA SIMPATI, EMPATI, KEPEDULIAN, DAN PERASAAN RASA SIMPATI, EMPATI, KEPEDULIAN, DAN PERASAAN

Simpati Simpati

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) simpati diartikan sebagai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) simpati diartikan sebagai keikutsertaan seseorang dalam merasakan perasaan orang lain, seperti senang, sedih, susah, keikutsertaan seseorang dalam merasakan perasaan orang lain, seperti senang, sedih, susah, gembira, dan lain sebagainya. Simpati adalah

gembira, dan lain sebagainya. Simpati adalah suatu proses kejiwaan di suatu proses kejiwaan di mana seorang individumana seorang individu merasa tertarik pada seseorang atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wibawa, merasa tertarik pada seseorang atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya yang sedemikian rupa. Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang atau perbuatannya yang sedemikian rupa. Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang  peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk  peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk

memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.

Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain.

mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain.

Dalam simpati, perasaan memegang peranan penting. Simpati akan berlangsung apabila Dalam simpati, perasaan memegang peranan penting. Simpati akan berlangsung apabila terdapat pengertian pada kedua belah pihak. Simpati lebih banyak terlihat dalam hubungan terdapat pengertian pada kedua belah pihak. Simpati lebih banyak terlihat dalam hubungan  persahabatan,

 persahabatan, hubungan hubungan bertetangga, bertetangga, atau atau hubungan hubungan pekerjaan. pekerjaan. Seseorang Seseorang merasa merasa simpatisimpati dari pada orang lain karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya.

dari pada orang lain karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya.

Contoh Simpati Contoh Simpati

Beragam contoh yang dapat kita temukan dalam bentuk simpati di dalam kehidupan Beragam contoh yang dapat kita temukan dalam bentuk simpati di dalam kehidupan  bermasyarakat. Berikut inilah beberapa contohnya;

 bermasyarakat. Berikut inilah beberapa contohnya;

1.

1.   Seseorang memberikan ucapan turut sedih dan rasa bela sungkawa kepada teman yangSeseorang memberikan ucapan turut sedih dan rasa bela sungkawa kepada teman yang tertimpa musibah, seperti kecelakaan bermotor, kecelakaan mobil, atau dalam bela tertimpa musibah, seperti kecelakaan bermotor, kecelakaan mobil, atau dalam bela sungkawa lainnya. Ayah meninggal dunia, dan kasus-kasus lainnya. Ucapan yang sungkawa lainnya. Ayah meninggal dunia, dan kasus-kasus lainnya. Ucapan yang dilakukan inilah adalah salah satu sikap simpati.

dilakukan inilah adalah salah satu sikap simpati.

2.

2.   Memberikan ucapan selamat dan turut bergembira kepada orang lain yang menerimaMemberikan ucapan selamat dan turut bergembira kepada orang lain yang menerima kebahagiaan. Ucapan ini dilakukan lantaran, sahabt atau keluarga kita sedang mengalami kebahagiaan. Ucapan ini dilakukan lantaran, sahabt atau keluarga kita sedang mengalami hal gembira, seperti melangsungkan pernikahan, mendapatka juara kelas di sekolah, atau hal gembira, seperti melangsungkan pernikahan, mendapatka juara kelas di sekolah, atau  bahkan saat ia menjadi seorang lulus kuliah dan menjadi seorang

 bahkan saat ia menjadi seorang lulus kuliah dan menjadi seorang sarjana.sarjana.

3.

3.   Apabila tetangga mendapat kebahagiaan, kita sendiri merasa ikut bahagia. Hal demikianApabila tetangga mendapat kebahagiaan, kita sendiri merasa ikut bahagia. Hal demikian dapat dinamakan dengan simpati.

dapat dinamakan dengan simpati.

Empati

Empati

(7)

Empati berasal dari bahasa Yunani yaitu

Empati berasal dari bahasa Yunani yaitu  Emphatia Emphatia  yang berarti gairah atau  yang berarti gairah atau ketertarikan fisik yang mengacu pada kemampuan pikiran, emosi, niat dan ciri-ciri ketertarikan fisik yang mengacu pada kemampuan pikiran, emosi, niat dan ciri-ciri kepribadian dari orang lain dan memahami apa yang diinginkan. Istilah tersebut didefinisikan kepribadian dari orang lain dan memahami apa yang diinginkan. Istilah tersebut didefinisikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk merasakan kondisi emosional sebagai kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk merasakan kondisi emosional (perasaan) yang dimiliki orang lain. Ada beberapa pengertian terkait dengan istilah empati, di (perasaan) yang dimiliki orang lain. Ada beberapa pengertian terkait dengan istilah empati, di antaranya :

antaranya :

   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empati merupakan suatu kondisiMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empati merupakan suatu kondisi mental di mana seseorang bisa merasakan atau mengidentifikasi dirinya dalam kondisi mental di mana seseorang bisa merasakan atau mengidentifikasi dirinya dalam kondisi emosional, perasaan, serta pemikiran yang serupa dengan orang lain maupun dengan emosional, perasaan, serta pemikiran yang serupa dengan orang lain maupun dengan kelompok lainnya.

kelompok lainnya.

   Menurut Eileen R. dan Sylvina S, empati merupakan kegiatan berfikir yang dimilikiMenurut Eileen R. dan Sylvina S, empati merupakan kegiatan berfikir yang dimiliki manusia sebagai makhluk individu terkait dengan rasa yang dihasilkan ketika ia manusia sebagai makhluk individu terkait dengan rasa yang dihasilkan ketika ia  berhubungan deng

 berhubungan dengan orang lain.an orang lain.

Empati adalah kemampuan untuk menyadari perasaan orang lain dan bertindak untuk Empati adalah kemampuan untuk menyadari perasaan orang lain dan bertindak untuk membantu. Konsep Empati terkait erat dengan rasa iba dan kasih sayang. Empati merupakan membantu. Konsep Empati terkait erat dengan rasa iba dan kasih sayang. Empati merupakan kemampuan mental untuk memahami dan berempati dengan orang lain, apakah orang kemampuan mental untuk memahami dan berempati dengan orang lain, apakah orang diempati setuju atau tidak tetapi disini memiliki niat untuk membantu.

diempati setuju atau tidak tetapi disini memiliki niat untuk membantu.

Empati adalah proses mental yang kompleks yang melibatkan : Empati adalah proses mental yang kompleks yang melibatkan :

1.

1.   Apa yang dirasakan oleh orang lain (empati afektif)Apa yang dirasakan oleh orang lain (empati afektif) 2.

2.   Bagaimana menempatkan diri sebagai orang lain(empati kognitif), danBagaimana menempatkan diri sebagai orang lain(empati kognitif), dan 3.

3.   Menjadi orang lain yang merasakan (diri sendiri / Menjadi orang lain yang merasakan (diri sendiri / lainnya) (empati akurasi).lainnya) (empati akurasi).

Ketiga mekanisme dianggap saling terkait dan tergantung satu sama lain maka empati Ketiga mekanisme dianggap saling terkait dan tergantung satu sama lain maka empati  pun

 pun terjadi. terjadi. Dalam Dalam proses proses empati empati maka maka ada ada hubungan hubungan yang yang saling saling berinteraksi berinteraksi antaraantara  penularan

 penularan emosi, emosi, pengambilan pengambilan perspektif perspektif dan dan akurasi akurasi empati empati satu satu sama sama lain lain untukuntuk menghasilkan respon adaptif

menghasilkan respon adaptif

Empati mencakup respon tersendiri terhadap perasaan orang lain, seperti rasa kasihan, Empati mencakup respon tersendiri terhadap perasaan orang lain, seperti rasa kasihan, kesedihan, dan rasa sakit. Keadaan empati, atau pemahaman empatik merupakan cara untuk kesedihan, dan rasa sakit. Keadaan empati, atau pemahaman empatik merupakan cara untuk memahami kerangka acuan internal lain dengan memaknai komponen emosional yang memahami kerangka acuan internal lain dengan memaknai komponen emosional yang dikandungnya, seperti yang dirasakan orang lain, dengan kata lain, menempatkan diri di dikandungnya, seperti yang dirasakan orang lain, dengan kata lain, menempatkan diri di tempat lain, seperti

tempat lain, seperti “seolah“seolah--olah menjadi”olah menjadi”  

Seseorang bisa berempati dengan orang lain dengan cara memberikan kontribusi Seseorang bisa berempati dengan orang lain dengan cara memberikan kontribusi untuk memahami emosi orang lain dan berkomunikasi dengan sesama manusia. Tanpa bicara untuk memahami emosi orang lain dan berkomunikasi dengan sesama manusia. Tanpa bicara

(8)

empati pun bisa dipahami satu sama lain atau dengan ketidaksepakatan pun empati akan empati pun bisa dipahami satu sama lain atau dengan ketidaksepakatan pun empati akan muncul. Empati bisa muncul dari pesan verbal dan non-verbal dalam 'membaca' atau muncul. Empati bisa muncul dari pesan verbal dan non-verbal dalam 'membaca' atau  pemahaman dari orang lain.

 pemahaman dari orang lain.

Contoh lain dari perwujudan rasa empati adalah manakala kita mendengar adanya Contoh lain dari perwujudan rasa empati adalah manakala kita mendengar adanya  berita

 berita duka duka dari dari salah salah satu satu teman teman kita kita yang yang saudaranya saudaranya meninggal meninggal dunia, dunia, maka maka kita kita akanakan menyampaikan rasa bela sungkawa kita sekaligus melayat ke rumah duka.

menyampaikan rasa bela sungkawa kita sekaligus melayat ke rumah duka.

Kepedulian Kepedulian

Kata peduli memiliki makna yang beragam. Banyak literatur yang menggolongkannya Kata peduli memiliki makna yang beragam. Banyak literatur yang menggolongkannya  berdasarkan

 berdasarkan orang orang yang yang peduli, peduli, orang orang yang yang dipedulikan dipedulikan dan dan sebagainya. sebagainya. Oleh Oleh karena karena ituitu kepedulian menyangkut tugas, peran, dan hubungan. Kata peduli juga berhubungan dengan kepedulian menyangkut tugas, peran, dan hubungan. Kata peduli juga berhubungan dengan  pribadi,

 pribadi, emosi emosi dan dan kebutuhan kebutuhan (tronto (tronto dalam dalam phillips, phillips, 2007). 2007). Tronto Tronto (1993) (1993) mendefinisikanmendefinisikan  peduli

 peduli sebagai sebagai pencapaian pencapaian terhadap terhadap sesuatu sesuatu diluar diluar dari dari dirinya dirinya sendiri. sendiri. Peduli Peduli juga juga seringsering dihubungkan dengan kehangatan, postif, penuh makna, dan

dihubungkan dengan kehangatan, postif, penuh makna, dan hubungan (phillips, 2007).hubungan (phillips, 2007).

Swanson (1991) mendefinisikan kepedulian sebagai salah satu cara untuk memelihara Swanson (1991) mendefinisikan kepedulian sebagai salah satu cara untuk memelihara hubungan dengan orang lain, dimana orang lain merasakan komitmen dan tanggung jawab hubungan dengan orang lain, dimana orang lain merasakan komitmen dan tanggung jawab  pribadi.

 pribadi. Noddings Noddings (2002) (2002) menyebutkan menyebutkan bahwa bahwa ketika ketika kita kita peduli peduli dengan dengan orang orang lain, lain, makamaka kita akan merespon positif apa yang dibutuhkan oleh orang lain dan mengeksresikannya kita akan merespon positif apa yang dibutuhkan oleh orang lain dan mengeksresikannya menjadi sebuah tindakan.

menjadi sebuah tindakan.

Menurut bender (2003) kepedulian adalah menjadikan diri kita terkait dengan orang Menurut bender (2003) kepedulian adalah menjadikan diri kita terkait dengan orang lain dan apapun yang terjadi terhadap orang tersebut. Orang yang mengutamakan kebutuhan lain dan apapun yang terjadi terhadap orang tersebut. Orang yang mengutamakan kebutuhan dan perasaan orang lain daripada kepentingannya sendiri adalah orang yang peduli. Orang dan perasaan orang lain daripada kepentingannya sendiri adalah orang yang peduli. Orang yang peduli tidak akan menyakiti perasaan orang lain. Mereka selalu berusaha untuk yang peduli tidak akan menyakiti perasaan orang lain. Mereka selalu berusaha untuk menghargai, berbuat baik, dan membuat yang lain senang. Banyak nilai yang merupakan menghargai, berbuat baik, dan membuat yang lain senang. Banyak nilai yang merupakan  bagian dari

 bagian dari kepedulian, seperti kepedulian, seperti kebaikan, dermawan, kebaikan, dermawan, perhatian, membantu, perhatian, membantu, dan rasa dan rasa kasihan.kasihan.

Kepedulian juga bukan merupakan hal yang dilakukan karena mengharapkan sesuatu sebagai Kepedulian juga bukan merupakan hal yang dilakukan karena mengharapkan sesuatu sebagai imbalan.

imbalan.

May (dalam leininger 1981) mendefinisikan kepedulian sebagai perasaan yang May (dalam leininger 1981) mendefinisikan kepedulian sebagai perasaan yang menunjukkan sebuah hubungan dimana kita mempersoalkan kehadiran orang lain, terdapat menunjukkan sebuah hubungan dimana kita mempersoalkan kehadiran orang lain, terdapat hubungan pengabdian juga, bahkan mau menderita demi orang lain. Kepedulian bermula dari hubungan pengabdian juga, bahkan mau menderita demi orang lain. Kepedulian bermula dari  perasaan,

 perasaan, tetapi tetapi bukan berbukan berarti arti hanya hanya sekedar sekedar perasaan. perasaan. Ketika Ketika sesuatu sesuatu terjadi terjadi maka maka kita kita relarela

(9)

memberikan tenaga, agar yang baik dan positiflah yang terjadi pada orang yang kita memberikan tenaga, agar yang baik dan positiflah yang terjadi pada orang yang kita  pedulikan.

 pedulikan. Kepedulian Kepedulian atau atau memperdulikan memperdulikan itu itu meminta meminta perasaan perasaan berubah berubah ke ke dalam dalam bentukbentuk  perilaku. Perilaku dan perasaan tersebut tentunya berdasarkan pemikiran.

 perilaku. Perilaku dan perasaan tersebut tentunya berdasarkan pemikiran.

Leininger (1981) menyimpulkan bahwa kepedulian adalah perasaan yang ditujukan Leininger (1981) menyimpulkan bahwa kepedulian adalah perasaan yang ditujukan kepada orang lain, dan itulah yang memotivasi dan memberikan kekuatan untuk bertindak kepada orang lain, dan itulah yang memotivasi dan memberikan kekuatan untuk bertindak atau beraksi, dan mempengaruhi kehidupan secara konstruktif dan positif, dengan atau beraksi, dan mempengaruhi kehidupan secara konstruktif dan positif, dengan meningkatkan kedekatan satu sama lain. Kepedulian juga dapat didefenisikan sebagai sesuatu meningkatkan kedekatan satu sama lain. Kepedulian juga dapat didefenisikan sebagai sesuatu yang memiliki tiga komponen, yaitu :

yang memiliki tiga komponen, yaitu :

1. Pemahaman dan empati kepada perasaan dan pengalaman orang lain 1. Pemahaman dan empati kepada perasaan dan pengalaman orang lain 2. Kesadaran kepada orang lain

2. Kesadaran kepada orang lain

3. Kemampuan untuk bertindak berdasarkan perasaan tersebut dengan perhatian dan empati.

3. Kemampuan untuk bertindak berdasarkan perasaan tersebut dengan perhatian dan empati.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kepedulian merupakan cara Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kepedulian merupakan cara memelihara hubungan dengan orang lain yang bemula dari perasaan dan ditunjukkan dengan memelihara hubungan dengan orang lain yang bemula dari perasaan dan ditunjukkan dengan  perbuatan seperti memperhatikan orang lain, berbelas kasih, dan menolong

 perbuatan seperti memperhatikan orang lain, berbelas kasih, dan menolong..

Perasaan Perasaan

Menurut Chaplin (1972) perasaan adalah keadaan atau state individu sebagai akibat Menurut Chaplin (1972) perasaan adalah keadaan atau state individu sebagai akibat dari persepsi sebagai akibat stimulus baik externel maupun internal. Suatu keadaan dalam diri dari persepsi sebagai akibat stimulus baik externel maupun internal. Suatu keadaan dalam diri individu sebagai suatu akibat dari yang dialaminya atau yang dipersepsinya. Jadi, perasaan individu sebagai suatu akibat dari yang dialaminya atau yang dipersepsinya. Jadi, perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subyektif.

tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subyektif.

Ada beberapa sifat tertentu yang ada padanya yaitu:

Ada beberapa sifat tertentu yang ada padanya yaitu:

1)

1) Pada Pada umumnya umumnya perasaan perasaan berkaitan dberkaitan dengan engan persepsi, persepsi, dan dan merupakan merupakan reaksi terhadapreaksi terhadap stimulus yang mengenainya.

stimulus yang mengenainya.

2)

2) Perasaan bPerasaan bersifat subjektif, ersifat subjektif, lebih lebih subjektif subjektif apabila apabila dibandingkan dibandingkan dengan dengan peristiwa pperistiwa psikissikis yang lain.

yang lain.

3)

3) Perasaan Perasaan dialami oleh dialami oleh individu individu sebagai sebagai perasaan senang perasaan senang atau atau tidak senang tidak senang sekalipunsekalipun tingkatannya dapat berbeda-beda.

tingkatannya dapat berbeda-beda.

(10)

Unsur-unsur perasaan adalah sebagai berikut.

Unsur-unsur perasaan adalah sebagai berikut.  

   Bersifat subyektif daripada gejala mengenalBersifat subyektif daripada gejala mengenal

   Bersangkut paut dengan gejala mengenal.Bersangkut paut dengan gejala mengenal.

   Perasaan dialami sebagai rasa Perasaan dialami sebagai rasa senang atau tidak senang, yang tingkatanya tidak sama.senang atau tidak senang, yang tingkatanya tidak sama.

Perasaan lebih erat hubungannya dengan pribadi seseorang dan berhubungan pula Perasaan lebih erat hubungannya dengan pribadi seseorang dan berhubungan pula dengan gejala-gejala jiwa yang lain. Oleh sebab itu, tanggapan perasaan seseorang terhadap dengan gejala-gejala jiwa yang lain. Oleh sebab itu, tanggapan perasaan seseorang terhadap sesuatu tidsak sama dengan tanggapan perasaan orang lain, terhadap hal yang sama. Sebagai sesuatu tidsak sama dengan tanggapan perasaan orang lain, terhadap hal yang sama. Sebagai contoh ada 2 (dua) orang bersama-sama menyaksikan pementasan drama. Seorang contoh ada 2 (dua) orang bersama-sama menyaksikan pementasan drama. Seorang diantaranya menanggapi pementasan para pemeran tersebut dengan rasa kagum dan senang, diantaranya menanggapi pementasan para pemeran tersebut dengan rasa kagum dan senang, singkatnya dia menilai penampilan pementasaan drama itu sangat sempurna, tapi seorang singkatnya dia menilai penampilan pementasaan drama itu sangat sempurna, tapi seorang yang lain menanggapi pementasan tersebut dengan acuh tak acuh, tampaknya pementasan itu yang lain menanggapi pementasan tersebut dengan acuh tak acuh, tampaknya pementasan itu  biasa-biasa saja dan tidak menarik.

 biasa-biasa saja dan tidak menarik.

Gejala perasaan bergantung pada:

Gejala perasaan bergantung pada:  

   Keadaan jasmani, misal badan dalm keadaan sakit, perasaan mudah tersinggung dariKeadaan jasmani, misal badan dalm keadaan sakit, perasaan mudah tersinggung dari  pada badan dalam keadaan sehat dan segar.

 pada badan dalam keadaan sehat dan segar.

   Pembawaan, ada orang yang pembawaan berperasaan halus, sebaliknya ada pula yangPembawaan, ada orang yang pembawaan berperasaan halus, sebaliknya ada pula yang kebal perasaannya.

kebal perasaannya.

   Perasaan seseorang berkembang sejak ia mengalami sesuatu. Keadaan yang dpatPerasaan seseorang berkembang sejak ia mengalami sesuatu. Keadaan yang dpat memengaruhi perasaan dapt memberikan orak dalam perkembangan perasaan.

memengaruhi perasaan dapt memberikan orak dalam perkembangan perasaan.

Perasaan selain bergantung kepada stimulus yang datang dari luar, perasaan juga Perasaan selain bergantung kepada stimulus yang datang dari luar, perasaan juga bergantung kepada :

bergantung kepada :  

   Keadaan jasmani individu yang bersangkutan.Keadaan jasmani individu yang bersangkutan.

   Keadaan dasar individu. Hal ini Keadaan dasar individu. Hal ini erat hubungannya dengan struktur individu.erat hubungannya dengan struktur individu.

   Keadaan individu pada suatu waktu, atu keadaan yang temporer seseorang.Keadaan individu pada suatu waktu, atu keadaan yang temporer seseorang.

(11)

Teks inspiratif Teks inspiratif

Kisah Inspiratif Susi Pudjiastuti:

Kisah Inspiratif Susi Pudjiastuti:

Sukses Menekuni Bisnis Maskapai Penerbangan Sukses Menekuni Bisnis Maskapai Penerbangan

Susi Pudjiastuti yang saat ini menjabat sebagai seorang Menteri Perikanan Dan Susi Pudjiastuti yang saat ini menjabat sebagai seorang Menteri Perikanan Dan Kelautan di Tanah Air. Kesuksesan dan jabatan yang begitu penting ini tidak semata ia Kelautan di Tanah Air. Kesuksesan dan jabatan yang begitu penting ini tidak semata ia dapatkan dengan mudah dan tanpa perjuangan, namun dengan kerja keras dan ketidakputus- dapatkan dengan mudah dan tanpa perjuangan, namun dengan kerja keras dan ketidakputus- asaannya, membuatnya menjemput kesuksesan dan menggapai gerbang kebahagiannya asaannya, membuatnya menjemput kesuksesan dan menggapai gerbang kebahagiannya dengan tangannya sendiri.

dengan tangannya sendiri. Ia lahir di Pangandaran pada tanggal 15 Januari tahun 1965 danIa lahir di Pangandaran pada tanggal 15 Januari tahun 1965 dan tergolong keluarga berkecukupan. Ayah dan ibunya, H. Ahmad Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah tergolong keluarga berkecukupan. Ayah dan ibunya, H. Ahmad Karlan dan Hj. Suwuh Lasminah adalah sepasang suami istri yang berprofesi sebagai seorang saudagar sapi dan kerbau yang adalah sepasang suami istri yang berprofesi sebagai seorang saudagar sapi dan kerbau yang mendatang

mendatangkan hewan ternak tersebut dari kan hewan ternak tersebut dari Jawa Tengah untuk dijual Jawa Tengah untuk dijual kembali di Jawa Barat.kembali di Jawa Barat.  

Selepas menyelesaikan pendidikan SMP, Susi langsung melanjutkan pendidikan ke Selepas menyelesaikan pendidikan SMP, Susi langsung melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah di Jawa Tengah. Hanya saja pada saat memasuki tahun ke dua jenjang sekolah menengah di Jawa Tengah. Hanya saja pada saat memasuki tahun ke dua jenjang  pendidikannya,

 pendidikannya, ketika ketika itu itu ia ia barua barua berusia berusia 17 17 tahun tahun dirinya dirinya memutuskan memutuskan untuk untuk berhentiberhenti sekolah, keputusan yang diambilnya tentu sangat disesalkan oleh orangtuanya. Namun, sekolah, keputusan yang diambilnya tentu sangat disesalkan oleh orangtuanya. Namun,  berkat keuletan dan

 berkat keuletan dan kerja kerasnya, kerja kerasnya, Susi lebih Susi lebih memilih kembali ke memilih kembali ke Pangandaran dan mencariPangandaran dan mencari segala peluang bisnis, mulai dari berjualan baju dan

segala peluang bisnis, mulai dari berjualan baju dan bedcovebedcover ia tekuni dengan tanpar ia tekuni dengan tanpa mengeluh. Namun pada akhirnya, potensi Pantai Pangandaran yang menjadi salah satu mengeluh. Namun pada akhirnya, potensi Pantai Pangandaran yang menjadi salah satu kawasan penghasil ikan mendorong Susi untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai kawasan penghasil ikan mendorong Susi untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai  peluang

 peluang berbisnis. berbisnis. Berbekal Berbekal modal modal seadanya seadanya hanya hanya Rp. Rp. 750.000,-, 750.000,-, itupun itupun adalah adalah hasil hasil daridari menjual perhiasaannya berupa cincin, Susi pun memulai bisnis ikan pertamanya.

menjual perhiasaannya berupa cincin, Susi pun memulai bisnis ikan pertamanya.

Ketika baru memulai bisnis di bidang perikanan, Susi membeli ikan dari tempat Ketika baru memulai bisnis di bidang perikanan, Susi membeli ikan dari tempat  pelelangan

 pelelangan dan dan mulai mulai memasarkannya memasarkannya ke ke sejumlah sejumlah restoran restoran yang yang ada ada di di Pangandaran.Pangandaran.

Meskipun pemasaran ke sejumlah restoran tidak selalu berjalan mulus, namun hal tersebut Meskipun pemasaran ke sejumlah restoran tidak selalu berjalan mulus, namun hal tersebut tidak pernah menyurutkan niat dan tekadnya untuk berjuang dan berusaha. Hanya tidak pernah menyurutkan niat dan tekadnya untuk berjuang dan berusaha. Hanya membutuhkan waktu satu tahun, Susi berhasil menjadi pebisnis yang menguasai bursa membutuhkan waktu satu tahun, Susi berhasil menjadi pebisnis yang menguasai bursa  pelelangan

 pelelangan ikan ikan di di Pangandaran. Pangandaran. Bahkan Bahkan ia ia sendiri sendiri langsung langsung meluncur meluncur ke ke Jakarta Jakarta untukuntuk menawarkan ikan segar jualannya untuk ditawarkan ke sejumlah restoran sekaligus untuk di menawarkan ikan segar jualannya untuk ditawarkan ke sejumlah restoran sekaligus untuk di ekspor. Mengingat pada saat itu, jumlah permintaan stok lobster dari luar negeri begitu besar, ekspor. Mengingat pada saat itu, jumlah permintaan stok lobster dari luar negeri begitu besar, maka tak lantas kesempatan ini ia sia-siakan, ia sampai rela memburu lobster ke segala maka tak lantas kesempatan ini ia sia-siakan, ia sampai rela memburu lobster ke segala  penjuru Indonesia.

 penjuru Indonesia.

Kesuksesan dalam bidang perikanan ternyata turut pula mendatangkan suatu Kesuksesan dalam bidang perikanan ternyata turut pula mendatangkan suatu hambatan baru untuk Susi. Stok lobster dan ikan yang melimpah yang ia dapatkan justru hambatan baru untuk Susi. Stok lobster dan ikan yang melimpah yang ia dapatkan justru malah terhambat masalah transportasi yang kurang memadai, terutama sulitnya menemukan malah terhambat masalah transportasi yang kurang memadai, terutama sulitnya menemukan transportasi udara. Sementara jika dikirim melalui jalur laut dan darat kualitas ikan dan transportasi udara. Sementara jika dikirim melalui jalur laut dan darat kualitas ikan dan lobster akan menjadi tidak segar ketika sampai ke tangan pemesan. Namun, dari hambatan lobster akan menjadi tidak segar ketika sampai ke tangan pemesan. Namun, dari hambatan inilah yang ternyata memunculkan sebuah ide baru yang cemerlang untuk seorang Susi inilah yang ternyata memunculkan sebuah ide baru yang cemerlang untuk seorang Susi Pudjiastuti si wanita tangguh yang tak pernah menyerah, terlintaslah dalam benaknya untuk Pudjiastuti si wanita tangguh yang tak pernah menyerah, terlintaslah dalam benaknya untuk membeli sebuah pesawat.

membeli sebuah pesawat.

Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan menggunakan pinjaman bank. Melalui PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan digunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di digunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi

(12)

menyewakan pesawatnya itu untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka menyewakan pesawatnya itu untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka  perusahaan

 perusahaan penerbangan penerbangan ini ini semakin semakin berkembang berkembang hingga hingga memiliki memiliki 14 14 pesawat, pesawat, ada ada 4 4 didi Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera.

Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera.  Menteri Susi Pudjiastuti merupakanMenteri Susi Pudjiastuti merupakan sosok yang tegas seperti keputusan tegasnya dalam memberantas pencurian ikan yang sering sosok yang tegas seperti keputusan tegasnya dalam memberantas pencurian ikan yang sering terjadi di wilayah perairan nusantara serta usahanya dalam meningkatkan kesejahteraan terjadi di wilayah perairan nusantara serta usahanya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.

nelayan.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA I LEMBAR KERJA I Individu

Individu

Petunjuk kerja Petunjuk kerja

  

1.

1.   Bacalah teksBacalah teks

C Ce erriita ta II nsp nspiirra attiif Susi P f Susi Pud udjjiia ast stut uti  i 

 dengan saksama! dengan saksama!

2.

2.   Analisislah struktur teks cerita inspiratif yang berjudulAnalisislah struktur teks cerita inspiratif yang berjudul

C Ce erriitta a II nsp nspiirra attiif Susi f Susi Pudjiastuti

Pudjiastuti

berdasarkaberdasarkan n format berikut!format berikut!

Latihan 1 Latihan 1  

Orientasi Orientasi

Perumitan Perumitan peristiwa peristiwa

Komplikasi Komplikasi

(13)

LEMBAR KERJA II LEMBAR KERJA II Tugas Kelompok Tugas Kelompok

Petunjuk kerja Petunjuk kerja 1.

1.   Bacalah teksBacalah teks

C Ce erriita ta II nsp nspiirra attiif Susi P f Susi Pud udjjiia ast stut uti  i 

 dengan saksama! dengan saksama!

2.

2.   Analisislah kebahasan isi teks cerita inspiratif yang berjudulAnalisislah kebahasan isi teks cerita inspiratif yang berjudul

C Ce erriitta a II nsp nspiirra attiif Susi f Susi Pudjiastuti

Pudjiastuti

berdasarkan format berikut!berdasarkan format berikut!

No.

No. Kebahasaan Kebahasaan Teks Teks CeritaCerita Inspiratif

Inspiratif

Jawaban dan Hasil Analisis Jawaban dan Hasil Analisis

1.

1.   Berisi kalimat faktaBerisi kalimat fakta

2.

2. Kata penghubung/Kata penghubung/

konjungsi konjungsi

3.

3. Kata bendaKata benda

4.

4. Kata keteranganKata keterangan Latihan 2 Latihan 2   Resolusi

Resolusi

Koda Koda

(14)

5.

5. Kata ganti orangKata ganti orang

6.

6. Kata sifatKata sifat

LEMBAR KERJA III LEMBAR KERJA III Tugas Bepasangan Tugas Bepasangan

Petunjuk kerja Petunjuk kerja 1.

1.   Bacalah langkah-langkah dalam menyusun teks cerita inspiratif dengan saksama!Bacalah langkah-langkah dalam menyusun teks cerita inspiratif dengan saksama!

2.

2.   Buatlah kerangka penulisan teks cerita inspiratif berdasarkan teks inspiratif yangBuatlah kerangka penulisan teks cerita inspiratif berdasarkan teks inspiratif yang kamu dapatkan berdasarkan format dibawah ini

kamu dapatkan berdasarkan format dibawah ini secara bepasangan!secara bepasangan!

Judul Teks Cerita Inspiratif:

Judul Teks Cerita Inspiratif:

Sumber : Sumber : No.

No. Kerangka Kerangka Penulisan Penulisan Teks Teks Cerita Cerita InspiratifInspiratif 1.

1.

2.

2.

3.

3.

4.

4.

5.

5.

6.

6.

7.

7.

8.

8.

9.

9.

10.

10.

Latihan 3 Latihan 3  

(15)

LEMBAR KERJA IV LEMBAR KERJA IV

Petunjuk Kerja Petunjuk Kerja 1.

1.   Bacalah langkah-langkah dalam menulis teks cerita inspiratif dengan Bacalah langkah-langkah dalam menulis teks cerita inspiratif dengan saksama!saksama!

2.

2.   Tulislah teks cerita inspiratif pada lembar kerja peserta didik denganTulislah teks cerita inspiratif pada lembar kerja peserta didik dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan teks cerita inspiratif bersama memperhatikan struktur dan kebahasaan teks cerita inspiratif bersama kelompokmu!

kelompokmu!

3.

3.   Lakukan penilaian terhadap hasil tulisan kelompok lain dengan memperhatikanLakukan penilaian terhadap hasil tulisan kelompok lain dengan memperhatikan rubrik penilaian sebagai berikut!

rubrik penilaian sebagai berikut!

LEMBAR KERJA V LEMBAR KERJA V

Petunjuk Kerja Petunjuk Kerja

1.

1.   Amatilah video yang berjudulAmatilah video yang berjudul ““  Kisah Abil, Anak Sekolah yang Tertidur di  Kisah Abil, Anak Sekolah yang Tertidur di Trotoar Selepas Jualan”

Trotoar Selepas Jualan” di rumah dengan saksama!di rumah dengan saksama!

2.

2.   Setelah mengamati video yang berjudulSetelah mengamati video yang berjudul ““  Kisah Abil, Anak Sekolah yang  Kisah Abil, Anak Sekolah yang Tertidur di Trotoar Selepas Jualan”

Tertidur di Trotoar Selepas Jualan” ungkapkanlah rasa simpati, empati,ungkapkanlah rasa simpati, empati, kepedulian, dan perasaan dalam bentuk cerita

kepedulian, dan perasaan dalam bentuk cerita inspiratif dengan memperhatikaninspiratif dengan memperhatikan rubrik penilaian di bawah ini!

rubrik penilaian di bawah ini!

Latihan 4 Latihan 4  

Latihan 5 Latihan 5  

(16)

FORMAT PENILAIAN MENGUNGKAPKAN RASA SIMPATI, FORMAT PENILAIAN MENGUNGKAPKAN RASA SIMPATI,

EMPATI, KEPEDULIAN, DAN PERASAAN DENGAN EMPATI, KEPEDULIAN, DAN PERASAAN DENGAN

MEMPERHATIKAN STRUKTUR DAN KEBAHASAAN SECARA MEMPERHATIKAN STRUKTUR DAN KEBAHASAAN SECARA

INDIVIDU INDIVIDU

Penskoran:

Penskoran:

4= jika terdapat semua unsur 4= jika terdapat semua unsur 3= jika terdapat 3 unsur

3= jika terdapat 3 unsur 2= jika terdapat 2 unsur 2= jika terdapat 2 unsur 1= jika terdapat 1 unsur 1= jika terdapat 1 unsur

RUBRIK PENILAIAN RUBRIK PENILAIAN

No

No Aspek Aspek Indikator Indikator SkorSkor KategoriKategori

1.

1.  

Kelancaran Kelancaran Bercerita Bercerita

Dikatakan sangat baik jika dalam Dikatakan sangat baik jika dalam  bercerita lancar

 bercerita lancar

4

4 Sangat BaikSangat Baik

Dikatakan Baik jika dalam bercerita Dikatakan Baik jika dalam bercerita kurang lancar

kurang lancar

3

3 BaikBaik Dikatakan cukup jika dalam bercerita

Dikatakan cukup jika dalam bercerita tidak lancar

tidak lancar

2

2 CukupCukup Dikatakan kurang jika dalam bercerita

Dikatakan kurang jika dalam bercerita membaca teks

membaca teks

1

1 KurangKurang

Mata Pelajaran

Mata Pelajaran : ……….: ……….   HariHari : ………: ………  

Siswa yang Dinilai

Siswa yang Dinilai : ……….: ……….   KelasKelas : ………: ………  

Penilai

Penilai : ……….: ……….  

No.

No. Aspek Yang DinilaiAspek Yang Dinilai

Rentang Nilai Rentang Nilai  

SkorSkor  

Komentar dan Komentar dan Penilaian Sikap Pada Penilaian Sikap Pada Saat Proses Bercerita Saat Proses Bercerita   1 2 3 4

1 2 3 4

1.

1. Kelancaran berceritaKelancaran bercerita

2.

2. Ketepatan urutan strukturKetepatan urutan struktur cerita

cerita

3.

3. Intonasi dan kejelasan lafalIntonasi dan kejelasan lafal

4.

4.

Mimik dan gestur Mimik dan gestur

5.

5. Percaya diriPercaya diri

Total Skor Total Skor  

Nilai =

Nilai =   

 

       

(17)

2.

2.  

Ketepatan Ketepatan Urutan Cerita Urutan Cerita

Dikatakan sangat baik jika rangkaian Dikatakan sangat baik jika rangkaian  peristiwa berurutan

 peristiwa berurutan

4

4 Sangat BaikSangat Baik

Dikatakan baik jika ada beberapa Dikatakan baik jika ada beberapa rangkaian peristiwa yang tidak berurutan rangkaian peristiwa yang tidak berurutan

4

4 BaikBaik Dikatakan cukup jika banyak rangkaian

Dikatakan cukup jika banyak rangkaian  peristiwa yang tidak berurutan

 peristiwa yang tidak berurutan

3

3 CukupCukup Dikatakan kurang jika rangkaian cerita

Dikatakan kurang jika rangkaian cerita tidak berurutan

tidak berurutan

2

2 KurangKurang

3.

3.

Intonasi dan Intonasi dan Kejelasan Lafal Kejelasan Lafal

Dikatakan sangat baik jika intonasi tepat Dikatakan sangat baik jika intonasi tepat dan lafal jelas

dan lafal jelas

4

4 Sangat BaikSangat Baik

Dikatakan baik jika intonasi tepat dan Dikatakan baik jika intonasi tepat dan lafal kurang jelas

lafal kurang jelas

3

3 BaikBaik Dikatakan cukup jika intonasi kurang

Dikatakan cukup jika intonasi kurang tepat dan lafal kurang jelas

tepat dan lafal kurang jelas

2

2 CukupCukup Dikatakan kurang jika intonasi tidak

Dikatakan kurang jika intonasi tidak tepat dan lafal tidak jelas

tepat dan lafal tidak jelas

1

1 KurangKurang

4.

4.

Mimik dan Mimik dan

Gestur Gestur

Dikatakan sangat baik jika mimik dan Dikatakan sangat baik jika mimik dan gestur tepat

gestur tepat

4

4 Sangat BaikSangat Baik

Dikatakan baik jikamimik tepat dan Dikatakan baik jikamimik tepat dan gestur kurang tepat

gestur kurang tepat

3

3 BaikBaik Dikatakan cukup jikamimik dan gestur

Dikatakan cukup jikamimik dan gestur kurang tepat

kurang tepat

2

2 CukupCukup Dikatakan kurang jikamimi dan gestur

Dikatakan kurang jikamimi dan gestur tidak tepat

tidak tepat

1

1 KurangKurang

5.

5. Percaya Percaya DiriDiri

Dikatakan sangat baik jika sangat Dikatakan sangat baik jika sangat  percaya diri

 percaya diri

4

4 Sangat BaikSangat Baik

Dikatakan

Dikatakan baik baik jika jika cukup cukup percaya percaya diri diri 33 BaikBaik Dikatakan cukup jika kurang percaya

Dikatakan cukup jika kurang percaya diri

diri

2

2 CukupCukup Dikatakan

Dikatakan kurang kurang jika jika tidak tidak percaya percaya diri diri 11 KurangKurang

(18)

Daftar Pustaka Daftar Pustaka

Kemdikbud. 2017.

Kemdikbud. 2017. Bahasa Indonesia Bu Bahasa Indonesia Buku Siswa Kelas IX ku Siswa Kelas IX . Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian. Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemdikbud. 2017.

Kemdikbud. 2017. Bahasa Indonesia Bu Bahasa Indonesia Buku Guru Kelas IX Edisi Revisiku Guru Kelas IX Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Pendidikan dan Kebudayaan Waridah, Ernawati. 2017.

Waridah, Ernawati. 2017. Pedoman Umum  Pedoman Umum Ejaan Bahasa IndonesiaEjaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Ruang Kata. Jakarta: Ruang Kata

Referensi

Dokumen terkait

Data Kualitatif Data kuantitatif merupakan data yang menunjang kualitas atau mutu sesuatu, baik keadaan, proses, peristiwa atau kejadian lainnya yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan

Tujuan:  Siswa dapat memahami pengertian perpindahan energi melalui radiasi, konveksi, dan konduksi  Siswa dapat menjelaskan perbedaan antara perpindahan energi melalui radiasi,

Melalui power point dan vidio pembelajaran siswa dapat menganalisis kosakata yang terdapat pada teks yang berkaitan dengan lingkungan sehat menggunakan bahasa lisan dengan benar!. Siswa

Apabila dalam suatu komputer ada salah satu komponen yang tidak bekerja, maka apa yang terjadi.. Jelaskan

Simple Past Tense Verb 2 Named, killed, fell, wanted, felt, did not want, made, agreed, started, know, thought, got, woke up, ordered, failed, cursed, turned into, regretted, went

On seeing Princess Rara Jonggrang’s beauty, Bandung Bondowoso fell in love with her and wanted to marry her.. Meanwhile, Princess Rara jonggrang felt sad due to her death

AYO KUMPULKAN DATA Setelah memahami masalah tersebut, tuliskan info yang diketahui untuk menjawab permasalahan AYO MENCOBA Setelah menuliskan informasi yang diketahui tuliskan

Lembar kerja untuk membantu peserta memahami dan menerapkan pembelajaran sesuai tahap belajar peserta