EARLY HEPATIC LIPIDOSIS PADA AYAM BROILER
Gambar 1. Gambar A (kiri) merupakan lesi makroskopik early hepatic lipidosis di hepar pada ayam broiler. Gambar B (kanan) merupakan lesi mikroskopik early hepatic lipidosis di hepar (Gerspach et
al., 2017).
A. Deskripsi Morfologi Lesi Makroskopik
Pada gambar makroskopik (gambar 1A) dari kasus early hepatic lipidosis di hepar pada ayam broiler, ditemukan lesi berjumlah 1 dengan jenis lesi berupa perubahan warna fokal pada permukaan hati. Lesi berdistribusi fokal, tampak hanya pada satu area lobus hati.
Demarkasi lesi cukup jelas, dengan batas tegas antara jaringan hati normal dan area lesi pucat, dimensi tidak diketahui secara spesifik, namun jika dilihat berukuran sekitar 1,5 × 1 cm. Bentuk lesi oval, dengan konsistensi lebih lunak dibanding jaringan hati sekitarnya. Area lesi berwarna kekuningan pucat dibanding jaringan hati normal yang merah tua dengan area paparan sekitar 10–15% dari total permukaan hati. Lesi ini berlokasi pada lobus kanan hepar ayam.
B. Diagnosis Histopatologi/Lesi Mikroskopis
Pada gambar mikroskopik (gambar 1B) dari kasus early hepatic lipidosis di hepar, menunjukkan stadium awal (early stage) hepatic lipidosis (Grade 1). Hepatosit tampak mengandung vakuola lipid kecil (berwarna merah terang) di dalam sitoplasmanya. Distribusi masih terbatas, terutama pada hepatosit di sekitar vena sentral (zona sentral – zona 3 acinus hepatikus). Namun tidak semua sel hepatosit mengalami perubahan, sebagian besar masih tampak normal. Vakuola lipid bersifat intrasitoplasmik (terletak di dalam sitoplasma hepatosit).
Nukleus hepatosit tetap sentral atau hanya sedikit terdorong ke tepi (Gerspach et al., 2017).
C. Diagnosis Patologi Anatomi
Hepatic lipidosis fokal, berukuran kecil, menunjukkan tahap awal (early) dari proses penumpukan lemak dalam hepatosit. Lesi berbentuk fokal dengan distribusi terbatas, menunjukkan bahwa akumulasi lipid masih dalam fase awal dan belum menyebar secara luas di seluruh jaringan hati. Pada pemeriksaan mikroskopis, ditemukan hepatosit yang mengalami distensi vakuola lemak dengan konsentrasi terbatas, tanpa adanya tanda-tanda peradangan, degenerasi, atau nekrosis yang signifikan. Struktur anatomi hati secara umum masih utuh, dan tidak ditemukan perubahan morfologi yang menunjukkan kerusakan hati tingkat lanjut.
Kehadiran lipidosis fokal ini mencerminkan proses awal dari hiperakumulasi lipid di dalam hati yang mungkin akan berkembang menjadi lipidosis lebih luas jika tidak dilakukan intervensi atau perubahan faktor etiologi yang mendasarinya (Lin et al., 2021).
D. Diagnosis Banding
1. Early Hepatic Lipidosis: Kondisi di mana terjadi akumulasi lemak di hepar yang ditandai dengan adanya lesi berwarna pucat, lunak, dan bertekstur seperti lemak. Pada tahap ini, lesi biasanya terbatas dan menunjukkan fokus yang tidak menyeluruh, sesuai dengan distribusi fokal yang khas. Tidak terdapat tanda perdarahan atau ruptur yang mencolok, sehingga kondisi ini merupakan tahap awal dari penumpukan lemak di hati sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Lesi ini umumnya terjadi pada ayam yang sedang dalam fase pertumbuhan cepat dan tidak menunjukkan tanda-tanda peradangan atau nekrosis yang signifikan. Early hepatic lipidosis dapat dikenali dari penampakan makroskopis berupa bagian hati yang lebih cerah dan teksturnya lebih lembut dibandingkan hepar normal (Lin et al., 2021).
2. Early Stage Fatty Liver Hemorrhagic Syndrome (FLHS): Pada kondisi ini, hepar sudah mulai mengalami penumpukan lemak yang menyebabkan pembesaran dan perubahan warna hati menjadi kekuningan dan berminyak. Namun, pada tahap awal FLHS, biasanya belum terlihat perdarahan subkapsular atau ruptur hati yang menjadi ciri khas FLHS yang sudah parah. Perubahan ini difokuskan pada akumulasi lipid di hati yang masih dalam proses berkembang, sehingga belum menimbulkan perdarahan atau komplikasi vaskular yang signifikan. Maka dari itu, kondisi ini menjadi diagnosis banding dekat karena keduanya berawal dari penumpukan lemak di hati, namun belum menunjukkan gejala perdarahan yang nyata (Kumar et al., 2019).
3. Hepatitis Fokal/Non Supuratif: Lesi yang berwarna pucat pada hati dapat disebabkan oleh infiltrasi sel radang, sehingga bukan hanya akibat akumulasi lemak. Namun, hepatitis umumnya disertai dengan perubahan tekstur hati yang menjadi lebih padat dan kemungkinan adanya nekrosis, fibrosis, atau infiltrasi limfosit yang dapat diamati secara mikroskopis. Untuk membedakan ini dari lipidosis, dapat dinilai bahwa tanpa adanya tanda-tanda radang aktif maupun nekrosis secara makroskopik, kemungkinan besar lesi tersebut bukan termasuk hepatitis fokal yang terkait dengan proses inflamasi (Higuita et al., 2025).
4. Hepatosis Toksik/Keracunan Pakan: Pada kondisi ini, hati cenderung berwarna pucat dan rapuh, serta dapat menunjukkan pembesaran. Namun, pada lesi, tidak ditemukan adanya pembesaran hati secara difus maupun tanda nekrosis sentrilobular yang khas, sehingga hubungan langsung dengan hepatosis toksik ini menjadi kurang mendukung. Perubahan histopatologis akibat toksin umumnya meliputi perubahan warna hati menjadi lebih
pucat, konsistensi yang lebih rapuh, dan kemungkinan adanya nekrosis (Moenek dkk., 2016).
5. Neoplasia Hati Primer: Contohnya seperti hemangiosarkoma atau limfoma. Namun, kondisi ini sangat kecil kemungkinannya terjadi pada ayam broiler muda berumur 4–6 minggu, karena neoplasma biasanya ditemukan pada ayam dewasa atau layer yang lebih tua. Selain itu, tumor pada neoplasma hati cenderung berbentuk massa padat, menonjol, dan menyebar dengan karakteristik yang berbeda dari lemak, sehingga berbeda dengan gambaran hati dengan lipidosis awal yang umumnya menunjukkan perubahan berlemak pada jaringan hati (Sutrisno dkk., 2021).
E. Deskripsi dan Skema Patogenesis
Gambar 2. Skema patogenesis lesi
Early Hepatic Lipodosis pada ayam broiler merupakan kondisi patologis yang ditandai oleh akumulasi lemak berlebihan di hati, disertai perdarahan dan sering berakhir dengan kematian mendadak. Patogenesis Early Hepatic Lipodosis dimulai dari pemberian pakan tinggi energi, terutama yang kaya karbohidrat dan lemak namun rendah protein, yang menyebabkan peningkatan sintesis lemak (lipogenesis) di hati. Hati ayam sebagai organ utama metabolisme lipid mulai mengalami penumpukan trigliserida di dalam sel hepatosit,
sehingga terjadi steatosis hepatik atau perlemakan hati. Seiring waktu, hati menjadi membesar, berwarna kuning pucat, dan rapuh. Penumpukan lemak yang berlebihan ini mengganggu fungsi sel hati, termasuk dalam hal metabolisme, detoksifikasi, dan produksi protein penting seperti faktor pembekuan darah. Akibatnya, hati yang telah mengalami degenerasi menjadi sangat rentan terhadap ruptur, baik karena stres mekanik maupun trauma ringan. Ketika pecah, terjadi perdarahan hebat ke dalam rongga perut yang dapat menyebabkan syok hemoragik dan kematian mendadak. Faktor-faktor lain seperti stres lingkungan, kekurangan nutrisi esensial seperti kolin, metionin, dan vitamin E, serta obesitas akibat konsumsi pakan berlebihan turut memperparah kondisi ini(Kumar et al,2019).
F. Referensi
Gerspach, C., Imhasly, S., Klingler, R., Hilbe, M., Hartnack, S., dan Rütten, M. (2017). Variation in Fat Content Between Liver Lobes and Comparison with Histopathological Scores in Dairy Cows With Fatty Liver. BMC Veterinary Research, 13(1), 1-11.
https://doi.org/10.1186/s12917-017-1004-9
Higuita, J., Arango, M., Forga, A., Rowland, M., Liu, J., Wolfenden, R., and Graham, D. (2025).
Development of a Horizontal Transmission Model to Assess the Effects of Exposure to Pathogenic E. cecorum during the Hatching Phase in Broiler Chickens. Poultry Science, 104(1), 1-11. https://doi.org/10.1016/j.psj.2024.104488
Kumar, Y. R., Sandhayarani, K., Ramesh, G., Mahesh, B., Sawale, G. K., and Lakshman, M.
(2019.) Fatty Liver Haemorrhagic Syndrome (FLHS) in Broilers. Journal of Animal Research, 9(6), 879-882. https://doi.org/10.30954/2277-940X.06.2019.13
Lin, C., Huang, T., Peng, Y., Lin, Y., Mersmann, H. J., Ding, S. (2021). A Novel Chicken Model of Fatty Liver Disease Induced by High Cholesterol and Low Choline Diets. Poultry Science, 100(3), 1-13. https://doi.org/10.1016/j.psj.2020.11.046
Moenek, D. Y., Haryanto, A., & Tabu, C. R. (2016). Perubahan Patologis Hepar Akibat Cemaran Aflatoksin B1 pada Pakan Ayam Pedaging Komersial di Kota Kupang. Jurnal Kajian Veteriner, 4(1), 5-11. https://doi.org/10.35508/jkv.v4i1.1010
Sutrisno, B., Wasito, R., Kurniasih, Widyarini, S., Kristianingrum, Y. P., dan Sugiyono. (2021).
Gangguan Pertumbuhan Organ Limfoid Ayam Broiler yang Menderita Omfalitis. Jurnal Sain Veteriner, 39(3), 241-249. https://doi.org/10.22146/jsv.60465