Literasi Keuangan Bisnis UMKM
Oleh : Baratadewa Sakti Perdana
Baratadewa Sakti Perdana
Lahir
13 Mei 1981
Pendidikan
S2 EKO. SYARIAH UIN GUSDUR | S1 T. SIPIL UNSOED
Pengalaman Kerja
Praktisi Mengajar Kemendikbud RI (2023- saat ini) | Founder & CEO Shafa Consulting (2015 - saat ini) | Kontributor Kolom
Keuangan & Bisnis, Republika & ANTARA
(2019 – saat ini) | Pendamping UMKM (2016 – saat ini) | Narsum Podcast Keuangan RRI Pro 4 FM JAKARTA (2021 – saat ini )
S.T, CPMM, CPP, CAP, AWP
Pengalaman Organisasi
Waketum KADIN Kab Pekalongan (2022 –
saat ini) | Ketua IV MES Pekalongan (2021 –
saat ini) | Anggota Asosiasi Perencana
Keuangan Indonesia (2019 – saat ini) |
KELEMAHAN-KELEMAHAN UMKM
(dari Aspek PENGELOLAAN KEUANGAN)
1. Tidak ada pencatatan aktivitas, hanya mengandalkan ingatan saja.
2. Pengelolaan keuangan usaha bercampur dengan keuangan keluarga.
3. Tidak dilakukan evaluasi kondisi usaha, sehingga
tidak diketahui tingkat perkembangannya.
Masalah Keuangan yang Sering Dihadapi UMKM
Penjualan
meningkat, namun KAS tetap pas-
pasan
Aset berkurang, namun KAS tetap
seret
Tidak mengetahui posisi ASET dan KEUANGAN usaha
Utang bertambah, namun tidak menambah KAS
dan LABA
1.Meninggal Dunia 2.Transfer
3.Dilikuidasi
4.Dimerger
5.Dijual
ANALOGI PERJALANAN BISNIS
Penting mana Gan?
Ø MARKETING Ø FINANCE
Ø OPERATION
Ø HUMAN RESOURCE
HR, Operation dan Marketing bisa di
delegasikan FINANCE,
You Harus Paham
95% Pengusaha yg
bangkrut, memiliki ciri-ciri yg hampir sama, yaitu
tidak paham dengan
Business Blueprint
(Heppy Trenggono, Pengusaha
Multinasional dengan Aset ±7 Triliun)
MANAJEMEN KEUANGAN SUMBER
DANA
MODAL USAHA
PERENCANAAN
MONITOR +
EVALUASI
KEPUTUSAN BISNIS
ASET
SALES
PROFIT
CASH
GAMBAR ALIRAN KAS
KAS USAHA
MODAL TAMBAHAN
PENJUALAN ASET USAHA
PENJUALAN BARANG/JASA
MEMBELI ASET USAHA OPERASIONAL
USAHA MEMBAYAR
UTANG
TIGA KATEGORI LAPORAN CASH FLOW
OPERATIONS INVESTING FINANCING
Uang Masuk Uang Masuk Uang Masuk
- Penjualan - Penjualan Aset Tetap / Peralatan - Penjualan Paper Aset (saham, sukuk)
- Biaya Produksi - Gaji Karyawan - Beban Pajak - Beban Bunga - Beban Lainnya
- Modal owner - Penjualan Saham - Hutang
Uang Keluar Uang Keluar Uang Keluar
- Pembelian Aset Tetap / Peralatan - Pembelian Paper Aset (saham, sukuk)
- Dividen
- Pembayaran Hutang
Cash Flow pada Perusahaan StartUp
• Perusahaan tidak ada penjualan kecuali sedikit dengan investasi tinggi.
• Perusahaan “confident” pada prospeknya sendiri dan terus melakukan investasi.
• Kurangnya uang tunai di suplai oleh hutang atau
suntikan modal dari Investor.
• Bila pola ini terjadi pada perusahaan yg sudah besar, maka model bisnis
perusahaan sudah tidak baik untuk dilanjutkan.
Keterangan Jumlah
Operating Cash Flow (110.000.000) Investing Cash Flow (340.000.000) Financing Cash Flow 440.000.000
+/- Cash Flow (10.000.000) Kondisi Awal Uang Tunai 250.000.000 Kondisi Akhir Uang Tunai 240.000.000
Cash Flow pada Perusahaan yg “Collapse”
• Perusahaan yang akan collapse, memiliki OCF yg negative meskipun ICF
positive dikarenakan menjual asset. Perusahaan memiliki hutang yg sudah jatuh tempo sehingga FCF negative.
• Kekurangan uang tunai sulit ditutup oleh hutang atau jual saham. Yg memungkinkan adalah menjual asset.
• Cek sumber penyakit dengan penelusuran di Cash
Conversion Cycle.
Keterangan Jumlah
Operating Cash Flow (40.000.000) Investing Cash Flow 100.000.000 Financing Cash Flow (75.000.000) +/- Cash Flow (15.000.000) Kondisi Awal Uang Tunai 35.000.000 Kondisi Akhir Uang Tunai 20.000.000
5 TUAS OPERATING CASH FLOW (OCF)
Jika kita tidak puas dengan operating cash flow bisnis kita, maka ada 5 tuas yang bisa kita gunakan:
Pada Lap Laba Rugi, gerakkan melalui 2 tuas:
1. Angkat penjualan 2. Tekan biaya-biaya
Pada Lap Posisi Keuangan (Neraca), gerakkan melalui 3 tuas:
1. Tekan Account Receivable Days (PIUTANG) 2. Tekan Inventory Days (PERSEDIAAN)
3. Naikan Account Payable Days (UTANG LANCAR)
Cash Conversion Cycle =
Lama Uang Bisnis Berputar
CASH CONVERSION CYCLE
HARI PIUTANG HARI
PERSEDIAAN
HARI HUTANG
+ -
Berapa Lama Uang Bisnis Berputar
Hari Persediaan =
Hari Piutang =
Hari Hutang =
PERBAIKAN CASH CONVERSION CYCLE DENGAN MENGURANGI WAKTU PELUNASAN PIUTANG
Jika perusahaan hendak minta percepatan waktu pelunasan piutang dari 60 hari menjadi 30 hari dengan tawaran diskon 20% bila dilunasi
dengan data:
• Total Piutang Customer A = 100.000.000
• Diskon Pelunasan = 20%
• Kas Masuk = 80.000.000
Keterangan Jumlah
Operating Cash Flow (50.000.000) Investing Cash Flow 100.000.000 Financing Cash Flow (75.000.000) +/- Cash Flow (25.000.000) Kondisi Awal Cash 35.000.000 Kondisi Akhir Cash 10.000.000
Keterangan Jumlah
Operating Cash Flow 30.000.000 Investing Cash Flow 100.000.000 Financing Cash Flow (75.000.000) +/- Cash Flow 55.000.000 Kondisi Awal Cash 35.000.000 Kondisi Akhir Cash 90.000.000
Seberapa efesien manajemen dalam
menjalankan usaha akan terlihat dari profit yang dihasilkan.
Seberapa banyak sales yang menjadi profit menandakan perusahaan semakin efisien.
Semakin kecil biaya yang dikeluarkan, maka
semakin banyak profit yang di peroleh.
PILIH MANA?
Jika ada perusahaan asetnya 500 juta, dalam satu tahun mampu menghasilkan laba bersih 100 juta.
Lalu ada perusahaan lain dengan aset 200 juta mampu menghasilkan laba bersih 100 juta setahun, atau ada perusahaan dengan aset 300 juta dan dalam setahun justru menghasilkan kerugian bersih 50 juta, mana yang lebih lebih bagus?
Fungsi tools ROA : kondisi sales, efisiensi biaya (proses kerja & variable
cost), dan menekan asset (dioptimalkan / dijual).
Menyiapkan DATA
LAPORAN KEUANGAN
MODEL 3 in 1
AKTIVA PASIVA
Aktiva Lancar Utang Lancar
Kas Piutang
Bahan baku di gudang
Barang ½ jadi di luar Barang jadi
Beban dimuka
Aktiva Tetap
Peralatan Bangunan Kendaraan Depresiasi Aset
TOTAL AKTIVA
Utang usaha Utang gaji
Utang Tidak Lancar
Utang Bank
Ekuitas
Modal
Penj. Tunai Penj. Tdk Tunai Pend. lainnya Return
Beban Pokok Penjualan Beban Keuangan
Laba/Rugi berjalan Laba/Rugi ditahan Beban Lainnya
TOTAL PASIVA
Bahan baku di luar
Barang ½ jadi di gudang
TERIMA KASIH
0813 9336 2828
baratadewasakti