PEMBAHASAN
Latar Belakang
Analisis kinerja adalah disiplin khusus yang melibatkan pengamatan sistematis untuk meningkatkan kinerja dan pengambilan keputusan, terutama dengan menyediakan data statistik objektif (analisis data) dan umpan balik visual (analisis video). Analisis kinerja didorong oleh kebutuhan olahraga untuk memahami dan meningkatkan taktik, teknik, dan gerakan, yang dicapai dengan memberikan umpan balik obyektif secara real-time dan historis. Disiplin ini berfokus pada peningkatan intervensi dalam proses pembinaan untuk mencapai peningkatan kinerja dan meningkatkan pembelajaran.
Pada dasarnya memberikan informasi kepada atlet dan pelatih tentang apa yang sebenarnya terjadi, bukan apa yang mereka pikirkan sedang terjadi. Untuk mencapai kesuksesan yang berulang, pelatih dan atlet perlu mengetahui dan memahami apa yang mereka lakukan agar berhasil atau tidak, dan mengambil keputusan yang tepat pada waktu yang tepat. Namun penelitian menunjukkan bahwa rata-rata atlet dan pelatih hanya mampu mengingat 30% performanya dengan benar.
Rumusan Masalah
Tujuan
PEMBAHASAN
Pengertian Analisis
Secara umum pengertian analisis adalah suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa kegiatan seperti; menganalisis, membedakan dan memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian mencari kaitannya dan menafsirkan maknanya. Pendapat lain mengatakan bahwa pengertian analisis adalah suatu usaha mengamati sesuatu secara rinci dengan cara menguraikan komponen-komponennya atau menyusun komponen-komponen tersebut untuk dipelajari lebih lanjut. Untuk memahami pengertian analisis lebih mendalam, Anda juga perlu mengetahui pendapat para ahli mengenai masalah ini.
Wiradi : Menurut Wiradi, analisis adalah suatu kegiatan yang meliputi kegiatan memilah, memecah, membedakan sesuatu yang kemudian diklasifikasi dan dikelompokkan menurut kriteria tertentu kemudian dicari makna dan hubungannya masing-masing. Dwi Prastowo Darminto : Pengertian Analisis Menurut Dwi Prastowo Darminto, Analisis adalah penguraian suatu pokok bahasan menjadi berbagai bagiannya dan pengkajian terhadap bagian-bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian-bagian tersebut untuk memperoleh pemahaman yang akurat dan pemahaman tentang keseluruhan. arti. Husein Umar : Menurut Husein Umar, pengertian analisis adalah suatu proses kerja yang terdiri dari serangkaian tahapan kerja pra penelitian yang didokumentasikan dengan tahapan pembuatan laporan.
Fungsi dan Tujuan Analisis
Mengenai kelemahan analisis, dapat dikatakan bahwa analisis lebih mengacu pada kegiatan menguraikan sesuatu yang nantinya akan dijadikan hal-hal yang lebih kecil untuk kemudian dianalisis sesuai dengan kebutuhan. Fungsi dan tujuan analisis ini adalah agar data yang diperoleh lebih spesifik dan mudah dipahami. Pilih langkah alternatif untuk mengatasi permasalahan dan tentukan langkah terbaik untuk menemukan persiapan yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
Tujuannya adalah untuk menarik kesimpulan dan memperoleh pemahaman yang lebih rinci mengenai banyaknya data yang diperoleh dari berbagai sumber, dan diperlukan analisis lebih lanjut. Selain itu data yang diuji disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami, biasanya dalam bentuk tabel atau diagram. Setelah itu dapat diperoleh kesimpulan, teori atau prediksi yang perlu diperiksa kembali untuk mengetahui derajat kebenarannya.
Manfaat Analisis
Masih dalam sebuah bisnis, kegiatan analisis juga akan membantu dalam memberikan promosi jabatan kepada karyawan, yang dilakukan berdasarkan analisis kinerja oleh HRD. Dengan banyaknya manfaat yang ditawarkan, tidak heran jika hampir setiap orang akan melakukan aktivitas analitis untuk tujuan tertentu. Dari sinilah menghubungkan analisis uang menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan.
Tidak hanya itu, informasi yang diperoleh juga lebih detail sehingga akan membantu dalam mencapai suatu keputusan atau hasil akhir yang benar-benar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Selain itu juga terkait dengan analisis-analisis yang selama ini banyak dilakukan di berbagai bidang. Dengan begitu, kegiatan analisis dapat selesai dengan cepat dan tentunya akan memberikan manfaat bagi Anda dan masyarakat luas.
Jenis-Jenis Analisis
Tindakan analisis sendiri meliputi kegiatan memilah-milah berbagai hal menjadi unsur-unsur yang lebih kecil sehingga akan memudahkan dalam mendeskripsikan dan menganalisis. Namun untuk melakukan kegiatan tersebut, seseorang juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan bila perlu melibatkan berbagai pihak. 9 2) Analisis dikotomi atau analisis dua kelompok yang terpisah ditinjau dari ketentuan positif dan ketentuan negatif, dimaknai sebagai analisis berdasarkan hukum logika (asas eksklusi eksklusif) dengan asas menghilangkan jalan tengah.
Analisis realis merupakan analisis yang berkaitan dengan desain dengan rangkaian objek berdasarkan sifat perwujudan objek tersebut.
Cara Melakukan Analisis yang Tepat
Pengertian Performa
Anwar Prabu Mangkunagara: Prestasi ialah kualiti dan kuantiti kerja yang dicapai oleh seorang penjawat awam dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Prestasi ditakrifkan sebagai pencapaian yang dicapai untuk melaksanakan tugasan yang diberikan dengan keputusan yang konsisten dengan piawaian yang ditetapkan. Di samping itu, orang yang melaksanakan mestilah menepati apa yang telah dipersetujui untuk memberikan hasil yang baik.
12 Dunia kerja kita pahami sebagai kinerja seseorang sesuai dengan kewajiban kerjanya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Edy Soetrisno, MS Menurut Lowler & Poter, prestasi kerja adalah keberhasilan yang dicapai seseorang melalui tindakannya. Dalam suatu pertandingan atau permainan, performa adalah keadaan yang ditunjukkan seorang pemain dalam menyelesaikan suatu permainan.
Kinerja dapat diartikan sebagai kualitas perjalanan atau kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perjalanan tersebut. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa kinerja adalah kemampuan seseorang dalam menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan, dan hasilnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Semakin baik kinerja seseorang maka hasilnya akan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
13 Dalam konteks pencak silat, pertunjukan mengacu pada kemampuan seseorang untuk menampilkan teknik pencak silat dengan baik, baik dalam latihan maupun dalam situasi pertarungan atau kompetisi.
Tujuan Performa
Pertunjukan dalam pencak silat mencakup berbagai aspek antara lain kekuatan, ketangkasan, keseimbangan, koordinasi, teknik, strategi dan mentalitas. 14 - Persiapan Kompetisi atau Bela Diri: Bagi mereka yang tertarik pada aspek kompetitif seni bela diri atau menggunakan seni bela diri untuk pertahanan diri, tujuan seni bela diri adalah untuk mempersiapkan individu secara fisik, mental, dan teknis menghadapi suatu situasi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Performa
Memahami lawan atau situasi: Kemampuan seseorang dalam membaca gerak lawan, mengantisipasi serangan dan merespon dengan tepat juga mempengaruhi performanya dalam pencak silat. Keseimbangan Emosi dan Kondisi Mental: Keseimbangan emosi dan kondisi mental seseorang dapat memengaruhi performanya dalam seni bela diri. Stres, kecemasan, atau gangguan mental lainnya dapat mengganggu kinerja seseorang, sedangkan keseimbangan emosi dan ketenangan pikiran dapat meningkatkannya.
Dukungan dan lingkungan: Lingkungan pelatihan dan dukungan dari instruktur dan rekan satu tim juga dapat mempengaruhi performa seseorang dalam seni bela diri. Perlengkapan dan Sarana Penunjang Kualitas perlengkapan dan sarana penunjang seperti ruang latihan yang luas, matras dan alat pelindung diri yang berkualitas juga dapat mempengaruhi performa seseorang dalam pencak silat. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut dan berusaha meningkatkan atau mengoptimalkan setiap aspeknya, seseorang dapat meningkatkan performanya dalam seni bela diri.
Aspek Penting yang Mempengaruhi Performa Atlet
Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip tersebut, diharapkan latihan yang dilakukan akan cepat membaik dan tidak berdampak buruk pada aspek fisik, teknik, taktis, maupun mental. Tujuan latihan jasmani menurut Harsono, (2018, p. 40) adalah “meningkatkan potensi jasmani dan mengembangkan kemampuan biomotorik setinggi-tingginya sehingga dapat dicapai pula prestasi tertinggi”. Menurut Badriah, (Kusnadi, Nanang dan Rd. Herdi Hartadji, 2014, p.3) “Latihan jasmani adalah suatu kegiatan jasmani menurut aturan-aturan tertentu dan dilakukan secara sistematis dalam jangka waktu yang relatif lama dan bebannya semakin bertambah.”
Latihan penguasaan teknik-teknik gerak yang diperlukan dalam kompetisi, baik teknik yang sudah ada maupun pembelajaran teknik yang sudah ada. Latihan teknik menurut Harsono, (2018, p. 41) “Latihan untuk menguasai teknik gerak diperlukan atlet agar mahir dalam cabang olahraga yang digelutinya. Menurut Badriah, (Kusnadi, Nanang dan Rd. Herdi Hartadji, 2014, hal.4) “Teknik adalah gambaran kemampuan atau keterampilan melakukan gerakan-gerakan dalam suatu olahraga, mulai dari gerakan dasar hingga gerakan yang rumit dan sulit, termasuk trik-trik yang menjadi ciri disiplin tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa latihan teknik merupakan gambaran gerak keterampilan dalam suatu olahraga, mulai dari gerak dasar hingga gerak yang rumit dan sulit. Latihan teknik bertujuan untuk menguasai teknik-teknik gerak yang diperlukan agar atlet terampil dalam melakukan latihan gerak pada cabang olahraga yang digelutinya. Taktik melibatkan strategi dan rencana yang dipilih untuk menghadapi lawan atau situasi tertentu dalam seni bela diri.
Menurut Harsono, latihan-latihan tersebut menekankan pada pengembangan kematangan atlet serta perkembangan emosi dan impulsif; misalnya semangat bersaing, sikap pantang menyerah, keseimbangan emosi walaupun dalam situasi penuh tekanan, sportifitas, percaya diri, jujur dan sebagainya. olahraga." Keseimbangan emosi dan fokus yang tinggi membantu seorang praktisi bela diri untuk tetap tenang dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang penuh tekanan.
Dapat disimpulkan bahwa latihan mental adalah latihan yang menekankan pada kedewasaan serta perkembangan atlet serta mencakup latihan-latihan yang direncanakan dan dirancang secara sistematis agar atlet dapat menguasai dan melatih keterampilan mental yang berguna untuk meningkatkan prestasi dalam olahraga.
Analisis Performa Cabor Taekwondo
Poomsae atau rangkaian jurus merupakan rangkaian teknik gerakan serangan dasar dan bela diri yang dilakukan terhadap lawan imajiner dengan mengikuti diagram tertentu. Sebelum naik ke sabuk hitam, biasanya naik ke jalur merah satu dan jalur merah dua dulu. Momtong Bakat Makki = Dipasangkan dari dalam menggunakan lengan bawah bagian dalam, dari dalam ke luar.
Momtong An Makki = Menangkis dari dalam dengan lengan bawah bagian luar, ke arah tengah dari luar ke dalam. Bina Makko An Makki = Tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan harus melalui lengan atas saat masuk. Kriteria poin sah dalam pertandingan taekwondo adalah 2 poin untuk tendangan di area badan, 3 poin untuk tendangan di area kepala, 4 poin untuk tendangan bulat di area tubuh, dan 5 poin untuk tendangan bulat di area kepala.
Saat ini sistem penilaian pada pertandingan kyorugi taekwondo menggunakan 2 sistem penilaian yaitu penilaian PSS dan DSS. Pelanggaran yang dilakukan dalam Taekwondo dapat mengakibatkan sanksi berupa kyeong-go (경고) dan gam-jeom (감점).
PENUTUP
Kesimpulan