• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH “BUSSINESS MODEL CANVAS ”

N/A
N/A
annurul fadila

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH “BUSSINESS MODEL CANVAS ”"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“BUSSINESS MODEL CANVAS ”

Disusun oleh : Annurul Fadilla

2001136050

Ilmu Administrasi Bisnis Permodelan Bisnis B

Dosen Pengampu : Mashur Fadli, SE, M.Si

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU

2021/2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar dapat membantu penulis dalam menyelesaikan materi tentang “ Bussiness Model Canvas. Adapun tujuan dari pembuatan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Permodelan Bisnis . Dan tak lupa, penulis berterima kasih kepada Bapak selaku Dosen mata kuliah Mashur Fadli, SE, M.Si di Universitas Riau yang telah memberikan penulis tugas yang bermanfaat ini.

Penulis berharap agar makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan pembaca mengenai “Bussiness Model Canvas”. Penulis menyadari bahwa materi ini sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu masukan berupa kritikan dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan materi ini. Akhir kata, kiranya ini dapat berguna dan bisa menjadi pedoman bagi kita untuk dapat mempelajari serta memahami tentang “Bussiness Model Canvas”. Sekian dan terima kasih.

Pekanbaru, 26 November 2022

Annurul Fadilla

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB IPENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Masalah...2

C. Tujuan Penulisan...2

BAB IIPEMBAHASAN...3

A. Pengertian Perencanaan Strategis...3

B. Pentingnya Perencanaan Strategis...4

C. Perencanaan Strategi Produk...5

D. Matriks BCG...5

BAB III PENUTUP...13

A. Kesimpulan...13

B. Saran...14

DAFTAR PUSTAKA...15

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perencanaan merupakan salah satu empat fungsi manajemen yang penting dan saling terkait satu sama lain. Berbicara tentang perencanaan, kita dihadapkan pada pertanyaan apakah suatu rencana berjalan dengan baik atau tidak. Pertanyaan mendasar ini kiranya aktual diajukan manakala kita melihat realitas keseharian yang menunjukkan banyaknya kegagalan akibat perencanaan yang salah dan tidak tepat.

Kesalahan perencanaan dapat berada pada awal perencanaan itu sendiri ataupun pada saat proses perencanaan itu berlangsung. Banyak perencanaan yang gagal gara-gara apa yang direncanakan tersebut tidak mempunyai pijakan yang relevan dengan kondisi sosial budaya masyarakat.

Perencanaan strategis membutuhkan setiap organisasi dalam melihat lingkungan di mana organisasi berada bekerja dan membantu memfokuskan perhatiannya pada tantangan dan masalah kritis. Perencanaan juga membantu para pemimpin dari organisasi untuk memfokuskan perhatian mereka pada masalah- masalah yang dihadapi dan mengambil keputusan solusi dari masalah yang dihadapi.

Perencanaan strategi tidak hanya membantu organisasi dalam mengalokasikan sumber daya tetapi juga membantu organisasi dalam stabilitas keuangan organisasi.

Jika strategi tepat dirumuskan dan diimplementasikan maka akan menghasilkan keberhasilan organisasi jika tidak akan menghasilkan kegagalan organisasi (Ramaisa Aqdas Rana, et.al, 2017).

Beberapa tantangan dihadapi oleh organisasi. Tujuan setiap organisasi adalah ditentukan oleh perencanaan yang baik. Ada banyak sekali manfaat dari perencanaan strategis salah satunya adalah mendorong manajemen organisasi dan karyawan untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan. Kekuatan manajemen strategis adalah untuk memikirkan tentang organisasi mereka di masa depan dan juga untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Hal ini juga memotivasi organisasi untuk menanggapi kondisi lingkungan eksternalnya. Pada akhirnya organisasi akan menjadi lebih efektif dan efisien dalam mengkomunikasikan nilai-nilai mereka, visi dan misi (Cothran & Clouser, 2006).

(5)

Perencanaan strategis sangat diperlukan dan penting untuk semua keberhasian organisasi tanpa menghiraukan nirlaba organisasi atau organisasi nonprofit.

Perencanaan strategis membantu organisasi untuk mencapai misi, tujuan, dan meningkatkan kinerjanya secara efisien dan efektif. Meskipun dalam proses perencanaan strategi memakan waktu dan mengikut tahapan- tahapan prosedur yang lengkap tetapi perencanaan strategi memberikan ide- ide baru, energi dan kerja tim yang dapat meningkatkan akuntabilitas organisasi, arah dan visi. Perencanaan strategi juga memberikan peluang untuk berorganisasi karyawan dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Cothran & Clouser, 2006)

B. Rumusan Masalah

a. Apa defenisi dari perencanaan strategi?

b. Bagaimana pentingnya perencanaan strategi?

c. Bagaimana perencanaan strategi produk?

d. Bagaimana penerapan Matriks BCG?

C. Tujuan Penulisan

a. Untuk mengetahui pengertian perencanaan strategi b. Untuk mengetahui pentingnya perencanaan strategi c. Untuk mengetahui perencanaan strategi produk d. Untuk mengetahui penerapan matriks BCG

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Perencanaan Strategis

Perencanaan adalah susunan (rumusan) sistematik mengenai langkah (tindakan tindakan) yang akan dilakukan di masa depan, dengan didasarkan pada pertimbangan pertimbangan yang seksama atas potensi, faktor-faktor eksternal dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.

Dalam pengertian ini,termuat hal-hal yang merupakan prinsip perencanaan, yakni:

1. Apa yang akan dilakukan, yang merupakan jabaran dari visi dan misi 2. Bagaimana mencapai hal tersebut

3. Siapa yang akan melakukan 4. Lokasi aktivitas

5. Kapan akan dilakukan, berapa lama 6. Sumber daya yang dibutuhkan.

Bersesuaian dengan pendapat di atas, Tjokroamidjojo (1992, 12) mendefinisikan perencanaan sebagai suatu cara bagaimana mencapai tujuan sebaik- baiknya (maximum output) dengan sumber-sumber yang ada supaya lebih efisien dan efektif. Selanjutnya dikatakan bahwa perencanaan merupakan penentuan tujuan yang akan dicapai atau yang akan dilakukan, bagaimana, bilamana dan oleh siapa.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah suatu cara atau langkah tentang apa yang akan dilakukan dan dilaksanakan oleh seseorang atau suatu organisasi tentang apa yang akan dilakukan dan dicapai pada masa yang akan datang.

Pada awalnya kata "strategi" digunakan untuk kepentingan militer saja, tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti startegi bisnis, olahraga (misalnya sepak bola dan tenis), catur, ekonomi, pemasaran, perdagangan, manajemen strategik, dan lain sebagainya.

Menurut Hamel dan Prahalad (1995) Startegi merupakan tindakan. yang bersifat senantiasa meningkatkan/incremental dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa yang akan datang. Jadi, startegi sering kali dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu cara yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki.

Perencanaan strategis adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana suatu organisasi/perusahaan akan diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan. Perencanaan Strategic (Strategic Plans) juga merupakan suatu proses pemilihan tujuan-tujuan

(7)

organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan, program-program strategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut.

Rencana strategis adalah pernyataan rencana spesifik mengenai bagaimana untuk mencapai ke arah masa depan yang akan diambil oleh entitas. Sedangkan perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang akandialokasikan ke setiap program jangka panjang selama beberapa tahun ke depan.

Hasil dari proses perencanaan strategi berupa dokumen yang dinamakan strategic plan yang berisi informasi tentang program program beberapa tahunyang akan datang.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut.

Perencanaan strategis saat ini meliputi sejumlah pendekatan (yaitu: paket- paket konsep, prosedur, dan alat/metode) yang mempunyai ragam penerapannya dan keuntungannya untuk situasi yang berbeda.

B. Pentingnya Perencanaan Strategis

Semakin suatu organisasi berkembang dan banyak kegiatannya maka lembaga ini mempunyai resiko terlalu banyak kosentrasi pada kegiatan mengatasi tuntutan manajemen sehari-hari sehingga tidak terlalu terpusat pada tujuan jangka panjang.

Strategi perencanaan adalah mekanisme yang memperjelas tujuan organisasi dan prioritas dalam pencapaian tujuan. Perencanaan yang baik memberi kesempatan kepada pimpinan menentukan bagaimana sumberdaya yang terbatas itu digunakan untuk investasi.

Pada umumnya perencanaan startegis terbatas pada analisa organisasi dan kekuatan serta kelemahan untuk perencanaan jangka menengah. Sebagai hasil analisa ini, pimpinan mampu menentukan misi dan tujuan organisasi serta tindakan yang memadai untuk pencapaiannya.

Manajer memerlukan jenis perencanaan khusus yang disebut perencanaan strategis. Perencanaan strategis ini akan digunakan. untuk menentukan misi utama organisasi dan membagi-bagi sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya. Ada 3 (tiga) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :

1. Perencanaan strategic memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus di ambil.

2. Pemahaman terhadap perencanaan mempermudah pemahamanmbentuk- bentuk perencaaan lainnya.

3. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencaaan lainnya. Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta

(8)

rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.

C. Perencanaan Strategi Produk

Proses perencanaan strategi produk meliputi beberapa langkah, yaitu:

1. Analisis Produk

Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan tersebut.

2. Penentuan Tujuan Produk

Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.

3. Penentuan Sasaran Pasar/Produk

Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan segmentasi. Dengan demikian, alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun produk standar dengan modifikasi.

4. Penentuan Anggaran

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah penyusunan anggaran.

Anggaran ini bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi, sekaligus pengendalian.

5. Penetapan Strategi Produk

Dalam tahap ini, alternatif-alternatif strategi produk dianalisis dan dinilai keunggulan dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan.

6. Evaluasi Pelaksanaan

Strategi Aktivitas yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana yang telah disusun.

D. Matriks BCG

1. Sejarah BCG (Boston Consulting Grup) dan Matriks BCG

Pada awal tahun 1970, BCG ditemukan oleh Bruce D. Henderson sebagai divisi management dan konsultasi dari Boston Safe Deposit and Trust Company yang mana merupakan anak cabang dari perusahaan boston. Seorang mantan

(9)

penjual alkitab, Henderson sudah menjadi sarjana teknik di Universitas Vanderbilt . sebelum berkundung sekolah bisnis Harvard.

Beliau meninggalkan HBS 90 hari sebelum kelulusannya untuk bekerja di perusahaan Westinghouse, tempat dimana ia menjadi wakil presiden termuda sepanjang sejarah perusahaan tersebut. Dia akan meninggalkan Westinghouse untuk memimpin Unit manajemen pelayanan sebelum menerima tantangan yang mustahil dari pimpinan Boston Safe Deposit and Trust Company untuk memulai pelayanan konsultasi untuk bank. Matriks BCG dikembangkan oleh Bruce Henderson pada tahun 1970-an. Bruce Henderson juga merupakan pendiri Boston Consulting Group (BCG) yaitu sebuah perusahaan konsultan manajemen global yang terkemuka yang pernah menduduki peringkat ketiga perusahaan terbaik untuk bekerja versi Forbes pada tahun 2014.

Karena Matriks ini dikembangkan oleh pendiri Boston Consulting Group (BCG) maka matriks ini dinamakan dengan Matriks BCG yang singkatan dari Boston Consulting Group. Matriks BCG ini juga berkaitan erat dengan siklus hidup produk (Products life cycle) sehingga sering disebut juga dengan Product.

Portfolio Matrix (Matriks Portofolio Produk). Nama nama lain Matriks BCG diantaranya adalah BCG Growth-Share Matrix (Matriks Pertumbuhan dan Pangsa Pasar BCG), Boston Box dan Portfolio Diagram (Diagram Portofolio).

2. Pengertian BCG

Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston. Menurut Kotler (2002) Metode analisis BCG (Boston Consulting Group) merupakan metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan. Matriks BCG atau BCG Matrix adalah alat analisis bisnis yang digunakan untuk membantu. perusahaan dalam mempertimbangkan peluang pertumbuhan dengan perencanaan strategis jangka panjang dan meninjau portofolio produk perusahaan tersebut agar dapat mengambil keputusan untuk berinvestasi, mengembangkan atau menghentikan produknya. Matriks BCG ini juga membantu perusahaan dalam menentukan pengalokasian sumber daya dan sebagai alat analisis dalam pemasaran merek, manajemen produk, manajemen strategis dan analisis Portofolio.

(10)

3. Tujuan Matriks Boston Consulting Grup

Tujuan utama Matriks Boston Consulting Grup (BCG)adalah untuk mengetahui produk manakah yang layak mendapat perhatian dan dukungan dana agar produk tersebut bisa bertahan dan menjadi kontributor terhadap kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Setiap produk memiliki siklus hidup produk, dan setiap tahap dalam siklus hidup-produk mewakili profil risiko yang berbeda.

Secara umum, perusahaan harus menjaga portofolio yang seimbang dari produk yang dipasarkan. Portfolio tersebut bisa dalam rentang produk dengan prtumbuhan tinggi maupun pertumbuhan rendah. Sebuah produk dengan pertumbuhan tinggi membutuhkan beberapa upaya dan sumber daya untuk memasarkannya, untuk membangun saluran distribusi, dan untuk membangun infrastruktur penjualan, dengan harapan produk tersebut dapat membawa keuntungan di masa depan.

4. Konsep dan Tingkat Karakteristik Matriks BCG (Boston Consulting Group) a. Konsep Matriks Boston Consulting Group

Boston Consulting Group mengembangkan sebuah konsep kedalam model portofolio yang menghubungkan matriks pertumbuhan dan pangsa pasar. Matriks pertumbuhan dan pangsa pasar dikenal dengan Matriks BCG.

Matriks ini sangat sederhana dan dengan mudah dapat dihitung sehingga memberikan manfaat dalam menganalisis portofolio.

Dengan mengetahui angka pertumbuhan produk perusahaan secara keseluruhan dalam pasar yang dilayani dan identifikasi pangsa pasar atas produk perusahaan di dalam pasar sehingga mengetahui produk perusahaan berada di posisi yang mana. Matriks BCG dan istilah-istilah yang digunakan dalam matriks seperti gambar 1. Matriks Boston Consulting Group terbagi kedalam dua dimensi yaitu:

1) Dimensi Pertumbuhan

Pertumbuhan akan permintaan atas produk adalah informasi terbaik untuk sebuah organisasi sehingga organisasi berpeluang untuk menggali

(11)

potensi dari pemakai-pemakai baru yang datang walaupun belum mengembangkan loyalitas mereka terhadap produk.Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasar yang selalu. dihubungkan denga kurva pengalaman. Posisi produk dalam suatu pertumbuhan pasar akan dapat lebih buruk jika perusahaan berusaha untuk bertahan pada posisi tersebut.

Dalam pasar yang mengalami pertumbuhan, permintaan sering melebihi persediaan, kelebihan permintaan akan mendorong kenaikan harga dan penigkatan laba.Titik tengah dimensi pertumbuhan adalah berubah-ubah tetapi biasanya ditetapkan angka pertumbuhan pertumbuhan sampai pasar batas pada 10%. tingkat Jadi 10% dipertimbangkan sebagai pertumbuhan pasar yang tinggi, sebaliknya pertumbuhan yang dibawah 10% merupakan pasar yang pertumbuhannya rendah.

2) Dimensi Pangsa Pasar

Dimensi kedua dari matriks BCG adalah pangsa pasar yang ditunjukkan dalam sumbu horizontal. Pemimpin pasar adalah posisi terbaik untuk memanfaatkan kurva pengalaman karena organisasi akan menghimpun pengalaman yang lebih cepat dari pesaing-pesaing.

Sebagai contoh pengalaman produksi kumulatif akan menghasilkan harga-harga unit yang lebih rendah karena waktu pembelajaran, pengingkatan tekhnologi di dalam produksi atau operasional perusahaan, dan perancangan produk baru kembali untuk menggantikan produk yang sudah muali menurun (daur hidup produk). Bisnis dengan pangsa pasar yang tinggi berbeda dari bisnis pangsa pasar rendah pada kelompok besar. Secara khusus, bisnis yang dengan pangsa pasar tinggi memiliki manajemen yang lebih baik. dan mungkin lebih menguntungkan. Karena memiliki keahlian yang lebih baik di dalam pasar, jaringan distribusi, bauran promosi yang efektif, produk yang diidolakan oleh konsumen, pelayanan yang handal dan disukai oleh pihak- pihak berkepentingan (stakeholders).

b. Tingkatan Karakteristik Matriks Boston Consulting

(12)

Group Matriks BCG terdiri dari matriks yang berukuran 2 baris x 2 kolom atau terdiri dari 4 sel (4 kuadran). 4 sel tersebut pada dasarnya mewakili 4 kategori portofolio produk perusahaan dari 2 dimensi klasifikasi bisnis unit yaitu tingkat pertumbuhan pasar ( Market Growth Rate ) dan pangsa pasar relatif ( Relative Market Share ).

Karakteristik tersebut masing-masing diwakili oleh Bintang (Star), Tanda Tanya (Question Marks), Sapi Perah (Cash Cows), dan Anjing (Dogs)

Matriks Boston Consulting Group

1. Kategori Bintang ( Star )

Yang termasuk dalam kategori Bintang adalah produk atau unit bisnis yang memiliki pangsa pasar yang dominan dan pertumbuhan yang cepat serta menghasilkan uang (pendapatan) yang besar.Perusahaan membutuhkan banyak investasi untuk mempertahankan posisi produk-produk tersebut dan untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut serta mempertahankan keunggulan keunggulan atas produk tersebut agar dapat tetap bersaing dengan produk kompetitor lainnya. Produk-produk di kategori Bintang ini dapat berubah menjadi kategori Sapi Perah (Cash Cows) apabila mereka tetap dapat mempertahankan keberhasilan mereka hingga tingkat pertumbuhannya mengalami penurunan.

(13)

2. Kategori Tanda tanya (Question Marks)

Kategori Tanda Tanya kadang-kadang disebut juga dengan problem children atau wildcats. Yang termasuk dalam kategori Tanda Tanya ini adalah produk atau bisnis unit yang memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi tetapi pangsa pasarnya masih sangat rendah.Penghasilan (uang) yang didapat umumnya tidak sebanding dengan biaya-biaya yang dikeluarkan (lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan). Namun karena prospek pertumbuhannya sangat pesat sehingga berpotensi untuk berubah menjadi Bintang. Manajemen perusahaan tersebut disarankan untuk tetap berinvestasi pada produk atau bisnis unit yang berada dalam kategori Tanda Tanya ini karena pertumbuhan yang tinggi.

3. Sapi Perah (Cash Cows)

Yang termasuk dalam kategori Sapi Perah adalah produk atau unit bisnis yang merupakan pemimpin pasar, menghasilkan uang atau pendapatan yang lebih banyak dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaannya. Produk atau unit bisnis pada kategori ini memiliki pangsa pasar yang tinggi namun prospek pertumbuhan ke depan akan sangat terbatas.Pendapatan yang didapat pada tingkat Sapi Perah ini biasanya digunakan sebagai pendanaan untuk penelitian dan pengembangan produk- produk baru yang masih berada di kategori Tanda Tanya (Question Marks) atau membayar hutang-hutang perusahaan serta membayar dividen kepada pemegang saham. Perusahaan disarankan untuk tetap berinvestasi pada produk-produk dalam kategori Sapi Perah ini untuk mempertahankan produktivitas dan kualitas atau dapat juga dijadikan pendapatan pasif bagi perusahaan.

4. Anjing (Dogs)

Yang termasuk dalam Anjing atau juga dikenal dengan istilah hewan peliharaan. adalah produk atau unit bisnis yang memiliki pangsa pasar rendah dan mengalami tingkat pertumbuhan yang juga rendah. Produk-produk pada kategori ini biasanya hanya memberikan kontribusi keuntungan yang sangat rendah atau bahkan harus menderita kerugian. Produk atau bisnis unit kategori

(14)

menguras waktu manajemen dan sebagian besar sumber daya perusahaan. Unit bisnis atau produk yang telah berada pada kategori ini biasanya akan mengalami pengurangan, divestasi ataupun likuidasi oleh manajemen perusahaan.

c. Analisis Strategi Berdasarkan Matriks BCG

Setelah mengetahui posisi strategis, tahap selanjutnya adalah menerapkan strategi yang sesuai dengan kondisi pasar dan tingkat persaingan yang ada. Berikut ini, strategi-strategi yang dapat diterapkan pada bisnis unit atau produk-produk yang berada dalam Matriks BCG:

 Membangun (Build), yaitumeningkatkan investasi pada produk atau unit bisnis agar dapat meningkatkan pangsa pasar (mendorong Tanda Tanya menjadi Bintang dan akhirnya menjadi Sapi Perah).

 Mempertahankan (Hold), yaitu strategi untuk mempertahankan produk-produk agar tetap pada kategori yang sama. Strategi tersebut biasanya digunakan pada kategori Bintang.

 Memanen (Harvest), yaitu strategi untuk mengurangi investasi dan mencoba untuk mendapatkan uang tunai (cash) semaksimum mungkin dari produk atau meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan.

Strategi ini biasanya digunakan pada produk-produk atau unit bisnis yang berada di kategori Sapi Perah.

 Melakukan Divestasi (Divest), yaitu strategi yang melakukan penutupan usaha atau likuidasi terhadap unit bisnis atau produk yang mengalami kerugian atau produk yang memiliki pangsa pasar rendah.

Strategi Divestasi ini biasanya dilakukan pada produk atau unit bisnis yang berada di kategori dogs.

d. Cara melakukan analisis BCG

 Langkah 1. Pilih Unit atau Produk yang ingin dianalisis

Analisis Matriks BCG dapat digunakan untuk menganalisis bisnis unit strategis, merk,produk atau bahkan perusahaan itu sendiri.Langkah

(15)

pertama adalah menentukan pilihan terhadap unit mana yang akan dianalisis.

 Langkah 2. Tentukan Pasar (Market)

Menentukan Pasar merupakan hal yang paling penting dalam melakukan analisis. Kesalahan menentukan pasar akan menyebabkan klasifikasi yang tidak tepat. Sebagai contoh, jika kita menganalisis mobil bermerk BMW di pasar pengangkutan umum maka akan mendapatkan hasil di kategori Anjing. Karena mobil bermerk BMW lebih dominan dan kuat di pasar mobil mewah.

 Langkah 3. Menghitung Pangsa Pasar Relative (Relative Market Share) Relative Market Share dapat dihitung berdasarkan Pangsa Pasar ataupun Pendapatan. Perhitungannya adalah dengan membagi Pangsa Pasar atau Pendapatan merk kita sendiri dengan Pangsa Pasar atau Pendapatan merk pesaing terbesar kita dalam industri yang sama.

 Langkah 4. Ketahui Tingkat Pertumbuhan Pasar (Growth Market)

Tingkat Pertumbuhan pasar dapat dihitung dengan melihat pertumbuhan pendapatan rata-rata dari perusahaan terkemuka.

 Langkah 5. Menggambar Siklus di Matriks BCG

Setelah melakukan perhitungan pada setiap variabel pengukuran, gambarkan posisi merk atau produk ke dalam matriks dengan bentuk lingkaran. Gambarkan juga merk atau produk lainnya dengan bentuk lingkaran sesuai dengan proporsi pendapatan atau pangsa pasar yang didapat oleh merk yang bersangkutan.

(16)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Perencanaan strategi tidak hanya membantu organisasi dalam mengalokasikan sumber daya tetapi juga membantu organisasi dalam stabilitas keuangan organisasi.

Jika strategi tepat dirumuskan dan diimplementasikan maka akan menghasilkan keberhasilan organisasi jika tidak akan menghasilkan kegagalan organisasi (Ramaisa Aqdas Rana, et.al, 2017).

Beberapa tantangan dihadapi oleh organisasi. Tujuan setiap organisasi adalah ditentukan oleh perencanaan yang baik. Ada banyak sekali manfaat dari perencanaan strategis salah satunya adalah mendorong manajemen organisasi dan karyawan untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan. Kekuatan manajemen strategis adalah untuk memikirkan tentang organisasi mereka di masa depan dan juga untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Hal ini juga memotivasi organisasi untuk menanggapi kondisi lingkungan eksternalnya. Pada akhirnya organisasi akan menjadi lebih efektif dan efisien dalam mengkomunikasikan nilai-nilai mereka, visi dan misi

Metode analisis BCG (Boston Consulting Group) merupakan metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan. Matriks BCG atau BCG Matrix adalah alat analisis bisnis yang digunakan untuk membantu.

perusahaan dalam mempertimbangkan peluang pertumbuhan dengan perencanaan strategis jangka panjang dan meninjau portofolio produk perusahaan tersebut agar dapat mengambil keputusan untuk berinvestasi, mengembangkan atau menghentikan produknya.

(17)

Tujuan utama Matriks Boston Consulting Grup (BCG)adalah untuk mengetahui produk manakah yang layak mendapat perhatian dan dukungan dana agar produk tersebut bisa bertahan dan menjadi kontributor terhadap kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Setiap produk memiliki siklus hidup produk, dan setiap tahap dalam siklus hidup-produk mewakili profil risiko yang berbeda.

Group Matriks BCG terdiri dari matriks yang berukuran 2 baris x 2 kolom atau terdiri dari 4 sel (4 kuadran). 4 sel tersebut pada dasarnya mewakili 4 kategori portofolio produk perusahaan dari 2 dimensi klasifikasi bisnis unit yaitu tingkat pertumbuhan pasar ( Market Growth Rate ) dan pangsa pasar relatif ( Relative Market Share ). Karakteristik tersebut masing-masing diwakili oleh Bintang (Star), Tanda Tanya (Question Marks), Sapi Perah (Cash Cows), dan Anjing (Dogs)

B. Saran

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini dapat dikatakan masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Oleh sebab itu penulis harapkan kritik dan sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di atas.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Analisis Strategi Pemasaran Sarinira Enriko. Hotchocolate dengan Metode BCG. SWOT dan Benchmarking, Surakarta, 2014

Assauri, Sofjan. 2010. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep,Strategi. Jakarta: PT.

Indeks Universitas Muhammadiyah

Referensi

Dokumen terkait

Kategori key activities pada Depot Selaris termasuk dalam kategori production, artinya aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan berhubungan dengan membuat dan

Adalah kondisi bisnis perusahaan yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan rendah tapi pangsa pasarnya tinggi.. Perusahaan dapat mengeruk keuntungan tanpa memerlukan investasi

Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat

SWOT, terdapat beberapa hal yang perlu untuk dievaluasi terkait model bisnis dari Kafe Fruitea Holic, di antaranya adalah lebih mempersempit segmen pasar agar fokus pada

Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah kaum milenial menambah pengetahuan baru mengenai penggunaan metode bisnis apa yang tepat untuk di pilih pada saat akan melakukan sebuah

Dengan mengutamakan kualitas produk dan pelayanan pelanggan yang baik, bisnis Croissant sandwich memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang besar dan memperluas pangsa

Hasil analisis ini akan memberikan pemahaman yang komprehensif untuk mengembangkan strategi y Business Model Canvas yang efektif dalam memperluas pangsa pasar dan memenuhi kebutuhan

Beberapa cara dalam meningkatkan strategi Unit Distrik Serdang II :  Memperluas pangsa pasar dengan melakukan promosi yang efektif dan efisien Strategi in memfokuskan unit bisnis