MAKALAH
DASAR DASAR SAINS
Tokoh – tokoh Sains dan Temuannya
Dosen Pembimbing : Silvi Yulia Sari, S. Pd, M. Pd
Disusun oleh:
Kelompok 12:
1. Arina Putri (22033009)
2. Asa Faizatur Rohimah (22033010) 3. Suci Ramatillah (22033114)
PENDIDIKAN FISIKA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN AJARAN 2022/2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan nikmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Dasar dasar sains tepat pada waktu. Terima kasih juga kami ucapkan kepada guru pembimbing yang selalu memberikan dukungan dan bimbingannya Makalah ini kami buat dengan tujuan untuk
memenuhi nilai tugas dasar dasar sains. Tak hanya itu, kami juga berharap makalah ini bisa bermanfaat untuk penulis dan pembaca. Walaupun demikian, kami menyadari dalam
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini. Akhirnya kata, kami berharap semoga makalah Dasar dasar sains ini bisa memberikan informasi dan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Kami juga mengucapkan terima kami kepada para pembaca yang telah membaca makalah ini hingga akhir.
Padang, 5 September 2022
Penyusun
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Sains sangat erat hubungannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan teknologi terjadi karena adanya penggunaan akal dari para penemu sains dalam menyelesaikan masalah yang di hadapi. Pada saat ini perkembangan teknologi terjadi begitu pesatnya yang mana berbagai penemuan baru muncul setiap harinya.
Semua ilmu pengetahuan yang ada dan yang kita ketahui sekarang tidak semata- mata ada begitu saja, namun semua itu ditemukan dengan berbagai proses panjang oleh penemu dan ilmuwan, mereka sangat berjasa karena apa yang mereka temukan sangat berguna bagi kehidupan manusia kedepanya
Penemu dan ilmuwan adalah orang-orang hebat yang telah berhasil menemukan sesuatu yang bermanfaat yang dapat digunakan untuk perkembangan kehidupan manusia.
Seorang penemu adalah orang yang menciptakan penemuan baru. Meskipun penemu bisa juga seorang ilmuwan, tetapi biasanya penemu menemukan sesuatu berdasarkan berbagai pengetahuan dari ilmuwan lainnya.
Banyak sekali penemu dan ilmuwan dunia yang telah berhasil menemukan sesuatu yang bermanfaat. Penemuan yang ditemukan terdapat diberbagai bidang seperti kimia, fisika, kedokteran, elektronik, mesin, kendaraan, alat komunikasi, alat rumah tangga, teori dan lain-lain.
Pada makalah ini akan membahas tentang tokoh-tokoh sains dan penemuannya, Tokoh tokoh yang akan dibahas termasuk juga tokoh ilmuwan dari kalangan muslim, perempuan dan tokoh ilmuwan dari Indonesia khususnya Sumatera Barat.
B. Tujuan
1. Mengenal para tokoh sains dan penemuannya 2. Mengetahui para tokoh sains yang ada di Indonesia
C. Rumusan Masalah
1. Mencari 5 tokoh sains Indonesia selain yang ada dalam materi ini yang karyanya diakui dunia dan jelaskan apa hasil temuannya.
2. Mencari 5 Tokoh sains yang berasal dari Sumatera Barat dan penemuannya yang
diakui dunia
BAB II PEMBAHASAN
A. Tokoh Sains Indonesia 1. Muhammad Nurhuda
Nama : Muhammad Nurhuda
Tempat Tanggal Lahir : Mojokerto, 10 September 1964
Dr. Muhammad Nurhuda adalah seorang dosen dan peneliti di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Nurhuda telah membuat beberapa penemuan, salah satunya adalah kompor biomass yang diberi nama Kompor Biomass UB-03.
Semakin sulitnya masyarakat menengah ke bawah akibat mahalnya bahan bakar minyak dari hari ke hari menjadikan Nurhuda tergerak mencari solusi pemanfaatan energi yang mudah dan murah. Setelah melakukan uji coba selama sebulan, dosen Jurusan Fisika Fakultas MIPA ini berhasil menemukan kompor biomas ramah lingkungan.
Kompor ini berbahan bakar biomass seperti potongan kayu kecil atau ranting-ranting pohon yang terbuang, bonggol jagung, dan sebagainya. Kompor Biomass ini sangat efisien karena menggunakan sistem pembakaran turbulen, sehingga dapat menghemat penggunaan biomass sampai 80% dibanding jika menggunakan kompor lain yang menggunakan kayu bakar.
Kompor Biomass UB-03 ini telah menjalani serangkaian perubahan desain, dan saat ini diproduksi dalam dua tipe yakni Tipe RT (Rumah Tangga) dan Tipe UKM (Usaha Kecil dan Mikro).
Dosen yang tergabung dalam Kajian Sumber Energi Baru dan Terbarukan UB tersebut menambahkan, jika diproduksi massal, sebuah kompor biomas tanpa blower bisa dijual dengan harga Rp 60.000 per buah. Jika memakai blower, kompor tersebut bisa dipasarkan dengan harga Rp 100.000 per buah.
Inovasi Teknologi yang Didaftarkan ke HAKI:
Instalator esterifikasi biodiesel metode kontimnu menggunakan gelombang mikro (2007)
Desain reaktor kompak transesferifikasi kontinu untuk biodiesel berbasis gelombang mikro (2007)
Kolektor pemanas air tenaga matahari pelat datar tanpa tabung (2007)
Tangki air berbasis mekanisme self insulating (2008)
Kompor tenaga matahari dan alat pemasaknya (2008)
Kompor biomass multifungsi (2008)
Kompor biomass dengan mekanisme preheated gasification dan self regulating (2009)
Kompor biomass dengan gasifikasi terpanaskan dan pembakaran turbulen (2009)
2. Adi Utarini
Nama : Adi Utarini
Tempat Tanggal Lahir : 4 Juni 1965
Utarini adalah seorang pengajar dan peneliti di Universitas Gadjah Mada dengan
spesialisasi pengendalian penyakit dan kualitas pelayanan kesehatan. Ia juga menjabat sebagai kepala Eliminate Dengue Project (Proyek Pemberantasan Dengue]] di
Yogyakarta, sebuah kota berpenduduk 400.000 orang yang memiliki tingkat
penularan dengue yang tinggi. Pada 2018, ia mengisi sebuah seminar TEDx tentang upaya-upaya pengurangan dengue di kota tersebut.
Utarini menjadi salah satu pimpinan uji terkontrol secara acak untuk meneliti teknik penggunaan nyamuk ber-Wolbachia untuk pengurangi penyebaran penyakit yang dibawa oleh nyamuk, termasuk demam berdarah dengue, yang dilakukan sejak 2016 di Yogyakarta. Pada Agustus 2020 ia mengumumkan bahwa metode ini berhasil mengurangi kasus dengue sebesar 77% selama periode penelitian. Wolbachia adalah sebuah bakteri yang jika diberikan pada nyamuk dapat mencegah penyebaran virus dari nyamuk tersebut kepada manusia. Metode ini telah dikembangkan sejak tahun 1990an di Universitas Monash, tetapi sebelum penelitian Utarini belum ada penelitian acak terkontrol yang dilakukan untuk membuktikannya, sehingga jurnal
ilmiah Nature menyebut penelitian ini sebagai "bukti terkuat" untuk membuktikan metode Wolbachia.
Pada 2020, Utarini terpilih sebagai salah satu dari Nature's 10, yaitu daftar
sepuluh ilmuwan paling berpengaruh sepanjang tahun tersebut, berkat upayanya
merintis uji nyamuk ber-Wolbachia di Indonesia. Kepada surat kabar Kompas, ia
berkisah bahwa sempat terkejut namanya masuk. Untuk memastikan, ia menghubungi
Direktur WMP di Vietnam Scott O'Neill. Semula ia menduga namanya dimasukkan
orang lain, rupanyalah Nature punya cara sendiri untuk memilih. Sebelum itu, kata
Utarini, ia telah diwawancarai dan difoto khusus 2 pekan sebelum namanya masuk
laporan jurnal.
3. Tri Mumpuni
Nama : Tri Mumpuni Wiyatno
Tempat Tanggal Lahir : Semarang 6 Agustus 1964
Tri Mumpuni dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) yang telah diakui baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dirinya tidak jarang berhari-hari tinggal di satu desa yang jauh dari akses infrastruktur dan informasi, hanya untuk memastikan kesiapan masyarakat membangun listrik mikro hidro. Tri Mumpuni ikut mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan-kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Sampai saat ini, IBEKA telah membangun setidaknya 65 PLTMH di desa-desa terpencil.
4. Miftahussurur
Nama : Muhammad Miftahussurur Tempat, Tanggal Lahir : Sidoarjo, 29 September 1979
Miftahussrur biasa dikenal dengan sapaan Miftah yang konsisten meneliti helicobacter pylori sejak 2011. Dari 99 publikasi terindeks scopus, 80 publikasi membahas helicobacter pylori. Hal itu membawa nama Miftah kian dikenal sebagai ilmuwan asal Indonesia yang masuk jajaran top 100 ilmuwan Indonesia di bidang Kesehatan. Helicobacter pylori ditemukan pada 1982 dan menjadi salah satu penyebab infeksi yang dapat menyerang lambung (mag). Penelitian yang dilakukan Miftah Bersama seluruh peneliti Indonesia yang melibatkan hamper 23 center melakukan publikasi dan penelitian tentang helicobacter pylori. Yang menarik dari helicobacter pylori di Indonesia memilki resiko cukup tinggi pada etnis etnis tertentu.
Bersama dengan tim-tim nya di seluruh Indonesia Miftah mempublikasikan bahwa suku timur adalah suku yang memilki resiko tertinggi kanker lambung di Indonesia. Beberapa capaian yang diraih Miftah
Penghargaan Artikel Ilmiah Berkualitas Tinggi RISTEK-BRIN (2020), Dosen dengan Sitasi Terbanyak di Fakultas Kedokteran (2020), Top 16 Peneliti Terbaik Versi Google Scholar (2020), Dosen dengan Sitasi Terbanyak (2020), Dosen dengan Status Penulis Pertama dan Korespondesi Terbanyak (2020), Publikasi Ilmiah Q1 Terbanyak (2019), Dosen Terbaik (2018), dan Dosen Paling Produktif di Scopus (2017)
Universitas Airlangga
Poster Oral Award di 26th Annual Meeting of the Korean College of Helicobacter and Upper Gastrointestinal Research (2018)
Simadibrata Award PGI (2018), Daldiyono Award PGI (2019)
5. Mezak Arnold
Nama : Mezak Arnold Ratag
Tempat, Tanggal Lahir : Malang, 24 September 1962
Pria bergelar professor doktor ini menggeluti disiplin ilmu astronomi dan telah berkontribusi dalam penemuan planetary nebula. Planetary nebula adalah bintang seukuran Matahari yang memasuki masa akhir hidupnya.
Berkat kontribusinya tersebut, namanya abadi dalam planetary nebula. Sudah ada total 120 planetary nebula cluster yang menjadi campur tangannya. Melalui katalog penemuan planetary nebula terbitan Observatorium Strasbourg, nama-nama yang menjai camput tangannya seperti Ratag-Ziljstra-Pottasch-Menzies dan Ratag- Pottasch cluster.
Pada 1999, Mezak menuai hasil kerja keras dengan menjadi pengajar dalam Program Magister dan Program Doktor Pascasarjana ITB untuk mata kuliah Dinamika Atmosfer, Monsun, Klimatologi Global, Perubahan Iklim, Iklim, dan Cuaca Ekstrem. Selain itu, ia juga menjadi dosen tamu pada beberapa perguruan tinggi Amerika Serikat, Australia, Jepang, Belanda, Italia, India, Thailand, Taiwan, dan Malaysia.
Mezak juga pernah mendapat penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Presiden RI untuk jasa-jasa dan keberhasilannya melakukan penelitian dan membuat model iklim yang berhasil diterapkan untuk peramalan iklim dan cuaca. Tahun 2001, Presiden RI mengangkat Mezak sebagai Ahli Peneliti Utama dan Profesor dalam bidang Astronomi dan Astrofisika.
B. Tokoh Sains Di Sumatera Barat 1. Zamrisyaf
Yang lahir pada 19 September 1958 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Seorang ahli kelistrikan Indonesia. Penemu teknologi listrik yang berasal dari Tenaga Gelombang laut- sistem Bandulan (PTGL-SB). Penghargaan yang pernah di raih Zamrisyaf antara lain:
1. Kalpataru dari Pemerintah RI (1983)
2. Pionir Pembangunan dari Pemerintah Daerah Sumatra Barat (1983) 3. Perintis Lingkungan Hidup dari Menteri Sosial Indonesia (1991)
4. Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan dari Presiden Indonesia (2002) 5.Dharma Karya Pertambangan dan Energi 2005 dari Menteri ESDM Indonesia (2005) 6.Tuah Sakato 2008 dari Pemerintah Daerah Sumatra Barat (2008)
7. 100 Inovator Indonesia 2008 dari Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (2008) 2. Zahlul Badaruddin
Lahir di Bukittinggi,Sumatra Barat pada 18 september 1951.adalah seorang ilmuan dan pakar ilmu kimia Indonesia.ia merupakan penemu Zaghlul Integrated Unit (ZIU),suatu sistim
reactor sistensis kimia organik dengan memadukan pendekatan ilmu fisika,matematika,kimia,elektronik dan biologi. Dan pertama di Indonesia.
3. Prof.Dr.H.Matthias Aerof,MSIE,IPM
Lahir pada 20 september 1930 di padang,Sumatra barat. Ia pernah mengajar sebagai guru besar Teknik industry di Institut Teknologi Bandung (ITB). Matthias Aerof juga dikenal sebagai bapak Teknik industry Indonesia karena jasanya yang besar dalam pengembangan ilmu Teknik industry di Indonesia. Pada tahun 1971 berdirilah secara resmi Dapartemen Teknik industry pertama di Indonesia. prof Matthias Aerof juga menerina berbagai penghargaan diantaranya tercantum dalam who’s who in the world (1985),Men of achievement (1985).
Ia pernah mengajar sebagai Guru Besar Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB). Matthias Aroef juga dijuluki sebagai Bapak Teknik Industri Indonesia karena jasanya yang besar dalam pengembangan ilmu teknik industri di Tanah Air.
Matthias menamatkan pendidikan di Bagian Teknik Mesin, Universitas Indonesia (UI) (kini Institut Teknologi Bandung) dengan meraih gelar sarjana muda pada tahun 1954. Gelar doktor (S3) bidang industrial engineering kemudian ia peroleh dari Ohio State University, Columbus, Amerika Serikat.
Ia memulai karier sebagai dosen di ITB, hingga kemudian menjadi guru besar teknik industri pada perguruan tinggi tersebut. Matthias dikenal sebagai pencetus lahirnya jurusan teknik dan manajemen industri di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Namanya juga sering diasosiasikan sebagai pemikir paling representatif Gerakan Membangun Produktivitas.
Putri pertamanya, Arita, menikah dengan Jusman Syafii Djamal, mantan Menteri Perhubungan pada Kabinet Indonesia Bersatu.
Matthias meninggal dunia pada 28 Maret 2018 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta pada usia 87 tahun.
4. Ricky Elson
Lahir pada 11 juni 1980 di padang, Sumatra Barat,Adalah seorang teknokrat Indonesia yang ahli dalam teknologi motor penggerak listrik. Ia merancang bangunan mobil selo Bersama Danet Suryatama yang merancang bangun tucuxi dianggap sebagai pelopor mobil listrik nasional.
Tertarik dengan kemampuan Ricky untuk pengembangan teknologi mobil listrik, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan meminta Ricky dan beberapa praktisi pengembang teknologi mobil listrik lainnya untuk bersinergi bersama Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia, lembaga penelitian, beberapa universitas dan lembaga
pemerintahan terkait, demi mempercepat pengembangan mobil listrik Indonesia. Bahkan Dahlan Iskan rela menghibahkan gajinya sebagai menteri kepada Ricky.
Di pertengahan tahun 2013, Ricky dan timnya bekerja menyelesaikan beberapa purwarupa mobil listrik yang diberi nama Selo dan Gendhis yang digunakan pada KTT APEC yang telah dilaksanakan pada Oktober 2013 di Denpasar, Bali. Namun kemudian proyek mobil listrik nasional itu menghadapi hambatan, karena peraturannya tidak segera keluar. Lelah menunggu kepastian tentang proyek tersebut yang tak kunjung jelas statusnya, ia kemudian kembali ke perusahaan tempat ia semula bekerja di Jepang.
Kabar terakhir dari tokoh ini, ia telah kembali ke Indonesia dan pada kisaran 2011-2012 ia menggagas sebuah pusat riset yang ia namakan Lentera Bumi Nusantara, bertempat di Dusun Lembur Tengah, Desa Ciheras, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
5. Rizal Satria,Ph.D
Dosen biologi FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP), Rizal Satria, Ph.D yang merupakan lulusan dari Tokyo metropolitan university menjadi penemu jenis semut terbaru di Kawasan ekosistem leuser, perbatasan antara provinsi sumut dan aceh. Semut yang ditemukannya terdiri atas dua jenis yaitu, Genus myrmecina andalas sartria & Yamane, myrmecia nitidius ula satria
& Yamane.
Dilansir dari Zoostematica Rossica Vol 28.2019 dituliskan bahwa Myrmecina adalah genus semut dari suku Myrmecinini dari subfamili Myrmecinini( Formicidae), Myrmecin aandalas Satria & Yamane., ditandai dengan kombinasi karakteristik berikut, kepala pahatan punggung dengan daerah ventrolateral halus dan mengkilap, propodeal spine pendek segitiga menunjuk dorsad dan dengan basis yang luas, kemiringan propodeal vertikal dengan sudut posterodorsal hampir 90 °. Myrmecina nitidiusculas Satria & Yamane. ditandai dengan kombinasi karakteristik yaitu kepala dorsum sebagian besar halus dan mengkilap, propodeal spine triangular dan posteriad pointing dengan basis yang sangat luas.
Rijal berharap penemuannya ini dapat membantu siswa ataupun anak-anak untuk belajar dan memahami keanekaragaman serangga dan semut di Sumatera, serta menumbuhkan rasa penasaran tentang pengetahuan baru, menambah informasi tentang dunia semut atau sains ilmiah, serta memberikan informasi kepada para petani untuk memahami tentang serangga yang berperan sebagai predator utama atau hanya sebagai agen pengendalian hayati. Dengan penemuan terbaru nya ini menambah koleksi jenis semut di Pulau Sumatera dengan jumlah 600 jenis
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
Ilmuwan adalah orang yang ahli atau memiliki banyak pengetahuan mengenai suatu ilmu.
Dalam arti yang lain, ilmuwan adalah orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan.
Saintis adalah seorang ilmuwan yang menekuni bidang sains atau ilmu pengetahuan alam (IPA) disebut sebagai Saintis. Meskipun penyebutan saintis ini juga berlaku secara umum karena sebagian kalangan ada yang membagi Santis ke dalam dua area berdasarkan bidang ilmunya yaitu Saintis dalam bidang Ilmu Alam dan Saintis dalam bidang Ilmu Sosial.
Para saintis bertujuan untuk menghasilkan model yang dapat berguna tentang realitas dan memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan alam. Saintis mengenal beberapa metode ilmiah yang digunakan dalam berpraktik yakni: Observasi, Hipotesis, Prediksi, Riset, Konklusi.
Dari makalah ini ditemukan bahwa perjalanan para tokoh ilmuwan sehingga menemukan penemuannya itu dapat menginspirasi kita sebagai mahasiswa untuk menuntut ilmu se tinggi tingginya dan menumbuhkan sikap ilmiah yaitu :ingin tahu, jujur, obyektif, kritis, terbuka, disiplin, dan teliti.
DAFTAR PUSTAKA
id.m.wikipedia.org www.academia.edu d.scribd.com
www.wearemania.net news.unair.ac.id www.detik.com tokoh.id
m.merdeka.com