MAKALAH
“JUAL BELI MURABAHAH”
MATA KULIAH FIQIH MUAMALAH Dosen pengampu :
Moh. Asep Zakariya Ansori, Lc.,M.H.
Disusun oleh:
Farhan Al-Masum NIM. I.202207314
Rangga Firmansyah NIM. I.202209302
Muhamad Rifaldi NIM. I.202209357
PRODI PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT UMMUL QURO AL-ISLAMI BOGOR
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur terhadap Allah SWT yang sudah memberikan rahmat serta hidayah- Nya, sehingga kami dapat menuntaskan tugas makalah yang berjudul “Jual Beli Murabahah
” dan tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Fiqih Muamalah. Selain itu, makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca terkhusus kami sebagai penyusun makalah. Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Moh. Asep Zakariya Ansori, Lc.,M.H. sebagai pembimbing pada mata kuliah ini, karena sudah memberikan tugas ini, sehingga bisa menambah pengetahuan serta wawasan kami. Kami juga menyadari, bahwa makalah yang kami susun ini masih jauh dari kata sempurna dikarenakan keterbatasan kemampuan serta pengetahuan yang kami miliki. Saya mengharapkan segala bentuk saran serta masukkan bahan kritik yang membangun dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini. Dan kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Bogor, 13 November 2023
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I...1
PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...2
C. Tujuan Pembahasan... 2
BAB II...3
PEMBAHASAN...3
A. Pengertian Murabahah...3
B. Dasar Hukum Murabahah...3
C. Limit Keuntungan...4
D. Syarat-Syarat Murabahah dan Ketentuan Umum Murabahah...5
E. Aplikasi Murabahah di Lembaga Keuangan Syariah (LKS)...5
BAB III... 7
PENUTUP... 7
Kesimpulan...7
DAFTAR PUSTAKA... 8
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Jual beli murabahah adalah transaksi keuangan yang diatur oleh prinsip syariah Islam. Dalam transaksi ini, penjual membeli barang yang diminta oleh pembeli dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang telah disepakati sebelumnya. Harga jual kembali tersebut mencakup biaya pembelian barang, biaya pengiriman, dan keuntungan yang diinginkan oleh penjual.
Praktik jual beli murabahah berasal dari prinsip-prinsip syariah Islam yang mengatur tentang keadilan dan kebersamaan dalam bertransaksi. Dalam Islam, transaksi jual beli harus dilakukan dengan cara yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu, transaksi murabahah dianggap sebagai salah satu bentuk transaksi yang adil dan sesuai dengan prinsip syariah.
Praktik jual beli murabahah juga dianggap sebagai alternatif yang lebih baik daripada sistem bunga yang digunakan dalam sistem keuangan konvensional. Dalam sistem bunga, pihak yang meminjam uang harus membayar bunga yang tinggi, yang dapat menyebabkan beban finansial yang berat. Dalam transaksi murabahah, harga jual kembali sudah disepakati sebelumnya, sehingga tidak ada unsur bunga yang terlibat.
Praktik jual beli murabahah telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya bertransaksi dengan cara yang sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, praktik jual beli murabahah juga telah diadopsi oleh lembaga keuangan Islam, seperti bank syariah, sebagai salah satu produk keuangan yang ditawarkan kepada nasabah.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dari Murabahah?
2. Bagaimana Dasar Hukum Murabahah?
3. Bagaimana Limit Keuntungan Jual beli Murabahah?
4. Bagaimana Syarat-Syarat Murabahah dan Ketentuan Umum Murabahah?
5. Bagaimana Aplikasi Murabahah di Lembaga Keuangan Syariah?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk Mengetahui Pengertian dari Murabahah.
2. Untuk Mengetahui Dasar Hukum Murabahah.
3. Untuk Mengetahui Limit Keuntungan Jual beli Murabahah.
4. Untuk Mengetahui Syarat-Syarat Murabahah dan Ketentuan Umum Murabahah.
5. Untuk Mengetahui Aplikasi Murabahah di Lembaga Keuangan Syariah.
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Murabahah
Murabahah adalah akad dalam syariah Islam yang menetapkan harga produksi dan keuntungan ditetapkan bersama oleh penjual dan pembeli. Sehingga skema akad murabahah adalah transparansi penjual kepada pembeli. Pembiayaan murabahah membuat pembeli mengetahui harga produksi suatu barang dan besaran keuntungan penjual. Sedangkan akad murabahah dalam perbankan syariah yaitu perjanjian antara nasabah dan bank dalam transaksi jual beli dimana bank membeli produk sesuai permintaan nasabah, kemudian produk tersebut dijual kepada nasabah dengan harga lebih tinggi sebagai profit bank. Dalam hal ini, nasabah mengetahui harga beli produk dan perolehan laba bank.
B. Dasar Hukum Murabahah QS.Al-Baqarah ayat 275
اۘوبٰ رِّ ل لُ ثْ مِ لُ ثْ بَلثْ ابَ بَ مِ وثْوْٓللُابَ ثْ لُ بَ ابَمِ بَ لمِبٰ رِّسِّۗ بَ لثْ بَ مِ لُ بٰثْ!بَل "لُ لُبَ#بَ$بَ%بَ &ثْ'مِلبَ (لُوثْ)لُ%بَ ابَ *بَ ا,بَمِ -بَوثْلُ وثْ)لُ%بَ ا,بَ وبٰ رِّ ل -بَوثْ.لُ*لُا/ثْ%بَ بَ %ثْ'مِلبَبَ
0لُ1بٰ2ثْبَ بَ 34مِلبٰلٰۤوالُ7بَ 8بَا9بَ ثْ بَ وبَ :سِّۗ"مِ.بٰل ىلبَمِ <=وْٓلُ ثْ بَوبَ >بَسِّۗ.بَ?بَ ابَ "=.بَ7بَ ىبٰ $بَثْ ا7بَ "هٖرِّ Aبَ ثْ رِّ BةٌDبَ9مِوثْبَ <=EبَالٰۤFبَ ثْ بَ 7بَ سِّۗوبٰ رِّ ل (بَبَ Gبَوبَ بَ ثْ بَلثْ "لُ.بٰل بَ Gبَبَوبَ
-بَوثْHلُ.مِIبٰ ابَ ثْ7مِ ثْ Jلُ : ۚAمِاLبَل
“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
QS. An-Nisaa’ ayat 29
ابَ %لُابَ%بٰوْٓ
بَ %ثْ'مِلبَ
وثْLلُبَبٰ
وثْوْٓ.لُ*لُا/ثْMبَ ا,بَ
ثْ Nلُلبَ وبَثْ بَ
ثْ NلُLبَثْ بَ
مِ Oمِابَلثْامِ
اوْٓ,بَمِ
-ثْبَ
-بَوثْNلُMبَ
PةًAبَاRبَMمِ
ثْ 9بَ
Sضٍ بَ Mبَ
ثْ NلُLثْرِّ
سِّۗ ا,بَوبَ
وثْوْٓ.لُ$لُ)ثْMبَ
ثْ NلُUبَVلُثْ بَ
سِّۗ
-بَمِ
"بَ.بٰل -بَا*بَ
ثْ Nلُمِ
اةً ثْGمِAبَ
”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.”
Al-Ma'idah Ayat 1
ابَ لُ Nلُ1ثْ%بَ "بَ.بٰل -بَمِ (ةٌسِّۗلُ Gلُ ثْ $لُثْ بَوبَ HمِثْWبَل ى.رِّ1مِلُ بَ ثْXبَ ثْ Nلُثْ.بَ9بَ ى.بٰ$ثْ%لُ ابَ ا,بَمِ (مِاYبَثْ ابَ,ثْ Bلُبَ ثْ مِ بَ ثْ Nلُلبَ Zثْ.بَGمِلُ 8مِسِّۗوثْ)لُYلُلثْامِ وثْ7لُوثْبَ وثْوْٓLلُبَبٰ بَ %ثْ'مِلبَ ابَ %لُابَ%بٰوْٓ
Hلُ%ثْمِ %لُ
”Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah).
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.”
Al-Baqarah Ayat 280
-بَوثْلُ .بَYثْMبَ ثْ $لُLثْ*لُ -ثْمِ ثْ Nلُلبَ ةٌ ثْIبَ وثْلُ HبَWبَMبَ -ثْبَوبَ :سِّۗPضٍبَ Uبَثْ بَ ىلبٰمِ Pةٌبَ DمِLبَ7بَ Pضٍبَ Uثْ9لُ وثْلُ -بَا*بَ -ثْمِ وبَ
”Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
C. Limit Keuntungan
Murabahah adalah salah satu jenis transaksi jual beli dalam sistem keuangan syariah. Dalam transaksi murabahah, keuntungan yang diperoleh oleh penjual haruslah jelas dan tidak berlebihan. Oleh karena itu, terdapat batasan keuntungan yang dapat diperoleh dalam transaksi murabahah.
Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah, batasan keuntungan yang dapat diperoleh dalam transaksi murabahah adalah sebesar 10% dari harga pokok barang. Artinya, jika harga pokok barang yang dibeli oleh penjual adalah Rp 1.000.000,- maka keuntungan maksimal yang dapat diperoleh adalah Rp 100.000,-.
Namun, perlu diingat bahwa batasan keuntungan ini dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan masing-masing lembaga keuangan syariah. Selain itu, batasan keuntungan ini juga dapat berubah seiring dengan perkembangan kondisi pasar dan inflasi yang terjadi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu memperhatikan informasi terbaru mengenai batasan keuntungan dalam transaksi murabahah dari lembaga keuangan syariah yang Anda gunakan.
D. Syarat-Syarat Murabahah dan Ketentuan Umum Murabahah
Murabahah adalah salah satu jenis transaksi jual beli dalam sistem keuangan syariah. Berikut adalah syarat-syarat dan ketentuan umum Murabahah:
Syarat-syarat Murabahah:
1. Barang yang dijual harus halal dan dapat dimiliki secara sah oleh penjual.
2. Harga jual harus jelas dan disepakati oleh kedua belah pihak.
3. Barang yang dijual harus sudah ada dan dapat dilihat secara fisik.
4. Pembayaran harus dilakukan secara tunai atau dengan cara yang diatur dalam perjanjian.
Ketentuan umum Murabahah:
1. Murabahah harus dilakukan secara transparan dan jujur antara kedua belah pihak.
2. Harga jual harus adil dan sesuai dengan harga pasar.
3. Penjual harus memberikan informasi yang jelas dan lengkap mengenai barang yang dijual.
4. Pembeli harus membayar harga jual sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
E. Aplikasi Murabahah di Lembaga Keuangan Syariah (LKS)
Aplikasi Murabahah adalah salah satu produk keuangan syariah yang banyak ditawarkan oleh Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Murabahah sendiri merupakan transaksi jual beli antara LKS dengan nasabah dengan prinsip keuntungan yang dihasilkan dari markup harga jual. Dalam konteks LKS, aplikasi Murabahah dapat diartikan sebagai aplikasi yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi jual beli
dengan prinsip Murabahah.Aplikasi Murabahah di LKS biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi jual beli dengan prinsip Murabahah. Beberapa fitur yang biasanya tersedia di dalam aplikasi Murabahah di LKS antara lain:
1. Informasi produk: Aplikasi Murabahah di LKS biasanya dilengkapi dengan informasi produk yang lengkap dan jelas. Hal ini bertujuan untuk memudahkan nasabah dalam memilih produk yang sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan finansialnya.
2. Kalkulator Murabahah: Fitur kalkulator Murabahah biasanya tersedia di dalam aplikasi Murabahah di LKS. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk menghitung estimasi biaya yang harus dibayarkan dalam transaksi jual beli dengan prinsip Murabahah.
3. Pembayaran online: Aplikasi Murabahah di LKS biasanya dilengkapi dengan fitur pembayaran online. Hal ini memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran atas transaksi jual beli yang dilakukan dengan prinsip Murabahah.
4. Monitoring transaksi: Aplikasi Murabahah di LKS biasanya dilengkapi dengan fitur monitoring transaksi. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk memantau perkembangan transaksi jual beli yang dilakukan dengan prinsip Murabahah.
BAB III PENUTUP Kesimpulan
Jual beli murabahah adalah bahwa transaksi ini merupakan salah satu bentuk transaksi jual beli dalam sistem keuangan syariah yang memungkinkan terjadinya keuntungan bagi kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli. Dalam transaksi murabahah, penjual membeli barang yang diminta oleh pembeli, kemudian menjualnya kembali kepada pembeli dengan harga yang telah disepakati sebelumnya. Harga jual yang ditawarkan oleh penjual pada pembeli biasanya sudah termasuk keuntungan yang diinginkan oleh penjual.
Dalam transaksi murabahah, harga jual yang ditawarkan oleh penjual pada pembeli biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli yang dikeluarkan oleh penjual. Perbedaan antara harga jual dan harga beli inilah yang menjadi keuntungan bagi penjual. Namun, keuntungan yang diperoleh oleh penjual dalam transaksi murabahah harus didasarkan pada markup harga yang wajar dan tidak berlebihan.
Dalam konteks lembaga keuangan syariah, transaksi murabahah sering digunakan sebagai salah satu produk keuangan yang ditawarkan kepada nasabah.
Dalam hal ini, lembaga keuangan syariah bertindak sebagai penjual yang membeli barang yang diminta oleh nasabah, kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga yang telah disepakati sebelumnya. Dalam transaksi murabahah di lembaga keuangan syariah, nasabah biasanya membayar harga jual yang telah disepakati dalam beberapa kali cicilan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Saeed, Bank Islam dan Bunga, Studi Kritis dan Interprestasi Kontemporer tentang Riba dan Bunga Ctk. Pertama, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2003.
Ah Azharuddin Lathif, Konsep Dan Aplikasi Akad Murabahah Pada Perbankan Syariah Di Indonesia, jurnal http://www.academia.edu/6497439/Konsep_dan_Aplikas i_Akad_Murabahah_pada_Perbankan_Syariah_di_Indonesia
Fatwa DSN-MUI NO: 04/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Murabahah.