• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH IRIGASI DAN BANGUNAN AIR

N/A
N/A
3TA06@ Muhammad Ravi Fadhilah

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH IRIGASI DAN BANGUNAN AIR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

IRIGASI DAN BANGUNAN AIR

Nama : M Ravi Fadhilah NPM : 10321238

Dosen : 1. Dr. Haryono Putro, S.T., M.T 2. Kartini Halief, S.T., M.T.

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

2023

(2)

KATA PENGANTAR

(3)

DAFTAR ISI

Cover ... 1 Kata Pengantar ... 2 Daftar Isi ... 3 Daftar Tabel ...

Daftar Gambar ...

BAB 1 PENDAHULUAN ...

1.1 LATAR BELAKANG ...

1.2 TUJUAN ...

1.3 RUANG LINGKUP ...

1.4 METODOLOGI ...

BAB 2 DATA PERENCANAAN ...

BAB 3 DATA PERENCANAAN ...

2.1 LOKASI PERENCANAAN ...

2.2 DATA KLIMATOLOGI ...

(4)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kota Sukabumi, merupakan kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat pada bagian selatan tengah Jawa Barat. Dikarenakan kota ini adalah kota kecil, ini menyebabkan peningkatan permintaan akan sumber daya air untuk kebutuhan domestik, industri, dan pertanian. Irigasi dan bangunan air menjadi komponen kritis dalam memastikan ketersediaan air yang memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, penyusunan laporan mengenai irigasi dan bangunan air di Kota Sukabumi menjadi suatu kebutuhan penting untuk mengelola dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air yang tersedia.

1.2 Tujuan

1. Evaluasi Ketersediaan Sumber Daya Air: Menganalisis dan mengevaluasi ketersediaan sumber daya air yang ada di Kota Sukabumi dari segi kualitas dan kuantitasnya.

2. Peningkatan Efisiensi Penggunaan Air: Mengevaluasi efisiensi penggunaan air oleh sistem irigasi dan bangunan air yang ada dan menyusun rekomendasi untuk peningkatan efisiensi tersebut.

3. Penyusunan Kebijakan Pengelolaan Air: Memberikan dasar informasi untuk mengembangkan kebijakan pengelolaan sumber daya air di Kota Sukabumi, termasuk perencanaan dan pengembangan infrastruktur irigasi dan bangunan air yang berkelanjutan.

1.1 Ruang Lingkup

1. Analisis Data Kuantitatif: Menganalisis data kuantitatif terkait sumber daya air, termasuk volume air yang tersedia, kebutuhan air, dan penggunaan air saat ini.

(5)

2. Pemetaan Infrastruktur Irigasi: Menyusun peta infrastruktur irigasi dan bangunan air yang ada di Kota Jakarta, termasuk lokasi, jenis, dan kapasitasnya.

3. Studi Kelayakan Teknis dan Ekonomis: Melakukan studi kelayakan teknis dan ekonomis terhadap proyek-proyek pengembangan irigasi dan bangunan air yang diusulkan.

1.2 Metodologi

1. Pengumpulan Data: Mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif terkait sumber daya air, infrastruktur irigasi, dan bangunan air dari berbagai sumber, termasuk data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sukabumi.

2. Analisis Data: Menganalisis data menggunakan metode statistik dan teknik analisis lainnya untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang kondisi sumber daya air dan efisiensi penggunaan air di Kota Sukabumi.

(6)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Irigasi

Irigasi adalah suatu sistem teknik yang digunakan untuk memasok air tambahan ke tanaman secara buatan guna meningkatkan produksi pertanian. Praktik irigasi telah ada sejak zaman kuno dan terus berkembang seiring waktu. Sistem irigasi melibatkan penyaluran air ke lapangan pertanian untuk mendukung pertumbuhan tanaman, terutama ketika pasokan air alami tidak mencukupi. Irigasi memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

a. Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menyediakan air secara terencana untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil pertanian.

b. Manajemen Risiko: Mengurangi risiko kekeringan dan memastikan keberlanjutan produksi pertanian.

c. Pengendalian Banjir: Mengarahkan air ke lahan pertanian untuk mencegah banjir dan mengelola distribusi air secara efisien.

2.2 Kebutuhan Air Irigasi

Kebutuhan air irigasi berkaitan dengan jumlah air yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman. Faktor-faktor berikut mempengaruhi kebutuhan air irigasi:

a. Jenis Tanaman: Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda.

Tanaman yang berbeda membutuhkan volume air yang berbeda pula untuk mencapai hasil maksimal.

b. Fase Pertumbuhan Tanaman: Kebutuhan air tanaman bervariasi selama siklus hidupnya. Fase pertumbuhan awal mungkin memerlukan lebih banyak air dibandingkan fase matang.

c. Kondisi Iklim: Faktor-faktor iklim seperti suhu, kelembaban udara, dan intensitas sinar matahari memengaruhi laju penguapan dan, oleh karena itu, kebutuhan air tanaman.

d. Kondisi Tanah: Jenis tanah, struktur tanah, dan tingkat drainase juga memainkan peran penting dalam menentukan kebutuhan air irigasi.

e. Teknologi Irigasi: Jenis sistem irigasi yang digunakan, seperti irigasi tetes, sprinkler, atau kanal tradisional, dapat memengaruhi efisiensi penggunaan air.

(7)

BAB 3

DATA PERENCANAAN

2.1 Lokasi Perencanaan

Lokasi perencanaan pada tugas besar ini Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat serta bagian barat daya dari wilayah Priangan pada koordinat 106° 45' 50'' Bujur Timur dan 106° 45' 10'' Bujur Timur, 6° 49' 29'' Lintang Selatan dan 6° 50' 44'' Lintang Selatan.

Gambar 2.1.1 Peta Kota Sukabumi

2.2 Data Klimatologi

Data klimatologi yang diperlukan untuk perencanaan pada tugas besar ini adalah data suhu, data kelembaban, data kecepatan angin dan data penyinaran matahari.

2.2.1 Data suhu

(8)

Data suhu diambil dari Cadin PSDA Sukabumi pada tahun 2021.

Berikut adalah data suhu pada tahun 2021.

Tabel 2.1 Data Suhu

2.2.2 Data kelembaban

Data kelembaban diambil dari Website WeatherSpark Kota Sukabumi pada tahun 2021. Berikut adalah data kelembaban pada tahun 2021.

Tabel 2.2 Data Kelembaban

(9)

2.2.3 Data kecepatan Angin

Data kecepatan Angin diambil dari Website WeatherSpark Kota Sukabumi pada tahun 2021. Berikut adalah data kecepatan angin pada 2021.

Tabel 2.3 Data Kecepatan Angin

2.2.4 Data Penyinaran Matahari

Data Penyinaran Matahari diambil Website WeatherSpark Kota Sukabumi pada tahun 2021. Berikut adalah data kecepatan angin pada 2021.

Tabel 2.4 Data Penyinaran Matahari

Referensi

Dokumen terkait

Bandar Sidoras berdasarkan pola tanam yang diterapkan, diperlukan data hidrologi, klimatologi, topografi yang kemudian akan dianalisa untuk mendapatkan curah hujan efektif,

Bandar Sidoras berdasarkan pola tanam yang diterapkan, diperlukan data hidrologi, klimatologi, topografi yang kemudian akan dianalisa untuk mendapatkan curah hujan efektif,

Pengaruh Kecepatan Angin, Kelembaban dan Suhu Udara Terhadap Konsentrasi Gas Pencemar Sulfur Dioksida (SO 2 ) Dalam Udara Ambien di

Inti General Yaja Steel, data jumlah kendaraan yang melewati persimpangan Jrakah, data suhu, arah dan kecepatan angin, kelembaban udara selama pemantauan, data

Smirnov Test menunjukkan data-data terdistribusi normal dan uji korelasi Pearson hubungan konsentrasi timbal (Pb) dengan jumlah kendaraan, suhu, kelembaban dan kecepatan angin

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan iklim mikro (suhu, kelembaban udara, dan kecepatan angin) yang terjadi pada areal terbuka dan bervegetasi, membuat

A Transformasi Box-cox suhu udara B Transformasi Box-cox kelembaban udara C Transformasi Box-cox kecepatan angin Berdasarkan gambar 2 diketahui bahwa data telah stasioner

Faktor yang mempengaruhi tingkat keanekaragaman adalah kondisi fisika–kimia lingkungan yang mencakup suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan kecepatan angin. Data kondisi