• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KEARIFAN LOKAL NUSANTARA (4)

N/A
N/A
Nida Sausan

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH KEARIFAN LOKAL NUSANTARA (4)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KEARIFAN LOKAL NUSANTARA Dosen Pengampu:

Haris Firmansyah,M.Pd

Disusun Oleh :

Henny Muldia (F122121003) Mita Harniawati (F122121007)

Nur Sutari (F122121009) Rani (F1221211013) Adelia Salwa (F1221211014) Fransisca Yesianti (F1221211017)

Hesti Wulandari (F1221211021) Zenifer Kristianita Tarigas (F1221211026)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2021/2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karunianya kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya.

Makalah yang kami tulis ini berjudul “Kearifan Lokal Nusantara”.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Kearifan Lokal dari Dosen pengampu mata kuliah. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan bagi kami sebagai penulis dan bagi para pembaca. Khususnya dalam hal Kearifan Lokal Nusantara.

Kami selaku penulis tidak lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada Bapak Haris Firmansyah, M.Pd selaku Dosen pengampu mata kuliah Kearifan Lokal di Universitas Tanjungpura.

Terakhir, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu kami membutuhkan kritik dan saran yang bisa membangun kemampuan kami, agar kedepannya bisa menulis makalah dengan lebih baik lagi. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca, dan bagi kami khususnya sebagai penulis.

Pontianak, 7 Februari 2022

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...

KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI...

BAB I PENDAHULUAN...

1.1.Latar Belakang Masalah...

1.2.Rumusan Masalah...

1.3.Tujuan Penulisan...

BAB II PEMBAHASAN PERMASALAHAN...

2.1.Kearifan Lokal Nusantara...

2.2.Contoh Kearifan Lokal di Indonesia...

2.3.Makna Yang Terkandung dalam Kearifan Lokal di Indonesia………

BAB III PENUTUP...

3.1.Kesimpulan...

3.2.Saran...

DAFTAR PUSTAKA

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kearifan lokal merupakan sistem dimana sebuah komunitas mewujudkan cita- cita masyarakat tentang kohesi dan perdamaian.dan kearifan lokal sebagai sebuah sistem terdiri dari dua elemen seperangkat nilai berprinsip dan seperangkat praktik.dan nilai-nilai itu di warisi dari nenek moyang mereka dan masih dianggap bernilai bagi generasi sekarang dan komunitas tertentu. Kearifan lokal nusantara termanifestasikan dalam unsur-unsur kebudayaan .Indonesia sangat kaya dengan berbagai kearifan lokal,yang salah satunya dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan hidup berbangsa dan bernegara.kearifan lokal memiliki suatu tonggak yang menjadi panutan dan pegangan seluruh masyarakat indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus sebagai modal dalam membangun peradaban yaitu pancasila. Dan dapat di katakan bahwa pancasila itu adalah mahkota dari hasil pemikiran seorang bapak pendiri bangsa Bung Karno,yang bersumber dari kearifan lokal bangsanya sendiri. Pancasila pula yang kemudian itu menjadi modal dasar untuk membangun karena membangun sangat membutuhkan ikatan yang kuat antara manusia dengan beragam suku bangsa dan beragam agama yang hidup secara bersama-sama dari wilayah yang sangat luas dengan penduduk yang mana saat ini telah mencapai 250 juta jiwa.

Suku-suku di indonesia mempunyai kearifan yang sangat lokal bahkan juga kebijaksanaan lokalnya yang tinggi sebagai pelajaran hidup dalam masyarakat yang sering disebut masyarakat adat dan masyarakat tradisional.yang mana masyarakat adat mengatur kehidupannya sendiri dengan apa yang mereka pelajari secara turun menurun dari nenek moyang mereka dari dulu.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana Kearifan Lokal Nusantara?

2. Apa saja contoh kearifan local di Indonesia?

3. Apa makna yang terkandung dalam kearifan local di Indonesia?

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui kearifan lokal Nusantara.

2. Untuk mengetahui contoh kearifan lokal di Indonesia.

3. Untuk mengetahui makna kearifan lokal diberbagai wilayah di Indonesia.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 KEARIFAN LOKAL NUSANTARA

Negara Indonesia tercinta ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai budaya luhur yang ada di negara kita merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Indonesia. Kearifan lokal di Indonesia banyak mengandung nilai-nilai yang patut kita teladani. Misalnya cinta tanah air, mengutamakan kebersamaan, saling menghargai dan saling tolong menolong.

Terbukti, di masa pandemi seperti sekarang ini, meski pergerakan kita terbatas, masih ada gerakan sosial atau aksi saling membantu di Indonesia.

Memahami Kearifan Lokal di Indonesia

Berdasarkan literatur yang berkembang, kearifan lokal berasal dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Lokal berarti lokal, sedangkan kearifan berarti bijaksana. Jadi, kearifan lokal dapat dikatakan sebagai suatu gagasan atau pandangan yang berasal dari suatu tempat, yang di dalamnya terdapat sifat-sifat bijaksana atau nilai-nilai kebaikan yang tertanam, diyakini, dan dianut oleh suatu masyarakat secara turun-temurun. Singkatnya, kearifan lokal di Indonesia adalah suatu hal atau tindakan yang dianggap baik oleh masyarakat setempat. Makna kearifan lokal dapat terbentuk dan tercermin dalam etika dan nilai-nilai luhur yang diyakini. Nilai-nilai yang tertanam dalam kearifan lokal dapat menjadi modal utama dalam membangun suatu masyarakat tanpa merusak atau mengubah tatanan sosial yang berkaitan dengan lingkungan alam sekitarnya.

Kearifan lokal dapat dikatakan sebagai budaya unggulan masyarakat setempat, karena nilai-nilai yang dipegang masih erat kaitannya dengan kondisi geografis dan lingkungan alam sekitarnya. Uniknya, meski bernilai lokal, nilai tersebut diyakini bersifat universal. Artinya, nilai-nilai tersebut dapat mengatur segala aspek kehidupan masyarakat.

Wujud dari kearifan lokal ada dua macam, yaitu:

1. Tangible (Berwujud Fisik) a. Tekstual

Tekstual adalah peninggalan yang berbentuk tulisan. Bukti tulisan ini bermacam-macam bentuknya dan tidak hanya menggunakan media kertas. Misalnya tulisan di daun lontar, batu (prasasti), kain, kulit hewan, dan bahan lainnya yang bercerita tentang satu atau beberapa hal yang penting pada saat bukti tekstual tersebut dibuat.

(6)

b. Bangunan/Arsitektur

Masyarakat tradisional menggunakan pengetahuan yang telah terjadi turun temurun untuk membangun bangunan tradisionalnya dan pengetahuan ini mengalami perbaikan (trials and errors) dan perubahan sesuai dengan kondisi alam, simbol, kemajuan teknologi dan lain lain.

Contoh bangunan/arsitektur peninggalan jaman dahulu adalah gedung sate yang ditinggalkan pemerintah Belanda.

c. Cagar Budaya

Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu. Contoh benda cagar budaya adalah seperti keris,dan kerajinan atau karya seni pada masa lalu.

2. Intangible (Tidak Berwujud), kearifan lokal yang tidak berwujud ini dapat ditemui seperti dalam petuah-petuah yang disampaikan secara verbal dan turun- temurun dapat berupa nyanyian, kidung yang mengandung ajaran-ajaran tradisional.

Ciri-ciri Kearifan Lokal di Indonesia

Menjadi benteng yang menjaga eksistensi budaya asli dari pengaruh zaman dan terpaan budaya asing. Mampu menampung unsur budaya asing. Artinya, kearifan lokal mampu memilih budaya asing mana yang cocok dan masih sesuai dengan budaya aslinya. Karakteristik ini menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak selalu bersifat tradisional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan budaya. Mampu mengintegrasikan unsur budaya asing ke dalam budaya asli. Kearifan lokal mampu menyatukan budaya asing dan budaya asli di masyarakat sehingga berpotensi menciptakan budaya nasional. Kearifan lokal sebagai alat kontrol sosial artinya kearifan lokal merupakan alat yang mampu menjaga masyarakat bertanggung jawab atas kelangsungan hidupnya dan agar hubungan sosial dalam masyarakat tidak terputus.

Pemberi arah perkembangan budaya. Artinya, kearifan lokal mampu menjadi alat untuk menjadi benteng pertahanan masyarakat dari terpaan budaya luar. Artinya, kearifan lokal mengarahkan masyarakat untuk tetap berperilaku sesuai dengan budayanya.

(7)

2.2 CONTOH KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA

Kearifan lokal sangat banyak terdapat di Indonesia, terutama di daerah yang masih kental adatnya. Biasanya daerah-daerah tersebut masih melestarikan nilai-nilai kuat nenek moyang. Contoh kearifan lokal di Indonesia yang bisa Anda temukan antara lain:

1. Masyarakat Papua

Terdapat kepercayaan te aro neweak lako (alam adalah aku). Tanah dianggap sebagai bagian hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya alam harus hati-hati.

2. Serawai, Bengkulu

Terdapat keyakinan celako kumali. Kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan tata nilai dalam berladang dan tradisi tanam.

3. Dayak Kenyah,Kalimantan Timur

Terdapat tradisi tana' ulen. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat.

4. Awig-Awig di Lombok Barat dan Bali

Awig-awig adalah patokan tingkah laku yang dibuat masyarakat berdasarkan rasa keadilan dan kepatutan masyarakat setempat. Awig-Awig bahkan dianggap sakral dan memiliki pengaruh yang lebih kuat dari hukum yang berlaku. Contoh penerapan Awig-Awig di Bali dapat dilihat dari sikap masyarakat terhadap seseorang yang melanggar aturan setempat, misalnya melakukan pencurian, penipuan, pemanfaatan sumber daya alam, bahkan penyalahgunaan narkoba.

5. Hutan Terlarang Adat di Riau

Kearifan lokal ini berlaku di daerah Riau. Tujuannya agar masyarakat setempat dapat bersama-sama melestarikan hutan di kawasan tersebut dengan melarang penebangan hutan secara liar atau sembarangan.

6. Masyarakat Baduy

Mempunyai kearifan lokal yang mendasari mitigasi bencana dalam bentuk pikukuh (ketentuan adat pokok) yang mengajarkan antara lain: gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak (gunung tidak boleh dihancurkan, sumber air tidak boleh dirusak, Bagi masyarakat yang kedapatan melanggar akan diberikan sanksi berupa Mengaksama (meminta maaf), Dedosaan (denda uang), Kerampang (harta yang disita), Kasepekang (dikucilkan atau tidak diajak bersosialisasi dalam jangka waktu tertentu), Kaselong (pengusiran dari desanya), Upacara Prayascita (ritual pembersihan desa secara spiritual).

7. Cingcowong di Jawa Barat

(8)

Cingcowong merupakan upacara adat sunda yang bertujuan untuk meminta hujan dan berlangsung secara turun temurun sebagai bentuk pelestarian budaya.

Hingga saat ini, ritual Cingcowong masih sering dilakukan oleh masyarakat di Jawa Barat.

8. Bebie

Bebie merupakan salah satu contoh kearifan lokal yang berkembang di daerah Muara Enim, Sumatera Selatan. Kearifan lokal ini berupa menanam dan memanen padi secara bersama-sama dengan tujuan agar panen cepat selesai.

2.3 MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA

Local Wisdom atau Kearifan Lokal adalah gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam, menjadi tradisi (ajeg) dan diikuti oleh anggota masyarakatnya (Keraf, 2002; Gobyah, 2003; Ridwan, 2007;

Antariksa, 2009; Irsan, 2009; Sartini, 2009). Keanekaragaman budaya di Indonesia merupakan modal sosial untuk membentuk karakter dan identitas budaya dari masing- masing daerah, selain sebagai kekayaan intelektual dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Kearifan lokal merupakan entitas yang menentukan identitas, harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya (Geertz, 1992). Hukum adat, nilai-nilai budaya dan kepercayaan, tata kelola, serta tata cara dan prosedur merupakan contoh bentuk kearifan lokal. Didalamnya terdapat kaidah-kaidah yang bersifat anjuran, larangan maupun persyaratan-persyaratan adat yang ditetapkan sesuai peruntukannya dalam kehidupan masyarakat setempat. Jadi makna kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat modern adalah sebagai motivasi kebaikan dari perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai luhur yang ada dan pantas menjadi pegangan hidup. Selain itu sebagai ketahanan budaya, kearifan lokal menjadi bagian penting dalam menghadirkan identitas daerah itu sendiri (Antariksa, 2009).

Fungsi Kearifan Lokal

Pada dasarnya kearifan lokal bersifat dinamis, yaitu dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Jadi, meski kehidupan masyarakat sudah memasuki era modernisasi, nilai-nilai kearifan lokal tetap ada karena menyimpan nilai-nilai yang sudah mengakar di masyarakat luas. Dalam perkembangannya, kearifan lokal terus menjadi pedoman dalam kehidupan agar masyarakat dapat bertahan hidup dengan aman, nyaman dan sejahtera. Hal ini dilakukan atas dasar fungsi kearifan lokal sebagai berikut:

(9)

1. Sebagai pengembangan sumber daya manusia, misalnya terkait upacara daur hidup, konsep Kanda Pat Rate.

2. Pemberdayaan budaya dan ilmu pengetahuan, misalnya upacara Saraswati, kepercayaan dan pemujaan terhadap Candi Panji.

3. Sebagai nasihat, kepercayaan, sastra, dan tabu. Sebagai penyatuan masyarakat atau kerabat serta upacara siklus pertanian.

4. Sebagai makna etika dan moral, misalnya dalam upacara Ngaben dan penyucian arwah leluhur.

5. Sebagai makna politik, misalnya dalam upacara adat langluk mendekam di Bali.

Dari fungsi di atas terlihat bahwa pelestarian kearifan lokal sangat penting agar masyarakat dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya secara aman, damai dan sejahtera. Fungsi kearifan lokal juga untuk melindungi masyarakat dari pengaruh negatif zaman dan budaya luar.

(10)

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kearifan lokal di Indonesia adalah suatu hal atau tindakan yang dianggap baik oleh masyarakat setempat. Makna kearifan lokal dapat terbentuk dan tercermin dalam etika dan nilai-nilai luhur yang diyakini. Kearifan lokal mampu menampung unsur budaya asing, mampu mengintegrasikan unsur budaya asing ke dalam budaya asli, sebagai alat kontrol sosial, kearifan lokal dapat menjadi modal utama dalam membangun suatu masyarakat tanpa merusak atau mengubah tatanan sosial. Dalam perkembangannya, kearifan lokal terus menjadi pedoman dalam kehidupan agar masyarakat dapat bertahan hidup dengan aman, nyaman dan sejahtera. Keanekaragaman budaya di Indonesia merupakan modal sosial untuk membentuk karakter dan identitas budaya dari masing- masing daerah, selain sebagai kekayaan intelektual dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Kearifan lokal merupakan entitas yang menentukan identitas, harkat dan martabat manusia dalam komunitasnya.

3.2 SOLUSI

Kearifan lokal akan selalu terhubung dengan kehidupan manusia yang hidup dalam lingkungan yang arif. Karena lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan segala benda yang ada di dalamnya, baik makhluk hidup maupun benda mati. Dengan mewariskan pengetahuan secara turun-temurun, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa budaya lokal. Hal ini terlihat dari ekspresi kearifan lokal dalam kehidupan sehari- hari karena telah terinternalisasi dengan sangat baik. Setiap bagian dari kehidupan masyarakat lokal akan selalu berhubungan dengan lingkungan.

Produktivitas masyarakat di lingkungan dapat dilakukan secara lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya alam dalam ekosistem secara produktif dan melestarikan lingkungan secara bijaksana, dimungkinkan untuk menciptakan lingkungan yang produktif dengan kearifan lokal yang berkelanjutan.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

https://pahamify.com/blog/kearifan-lokal-di-indonesia-dan-pemberdayaan-komunitas/

https://www.academia.edu/33067873/

ELEMEN_ELEMEN_PENDORONG_KEARIFAN_LOKAL_PADA_ARSITEKTUR_

NUSANTARA

https://katadata.co.id/iftitah/berita/6200d042cf539/kearifan-lokal-adalah-nilai-luhur- pahami-ciri-ciri-dan-fungsinya

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kearifan_lokal

https://amp.tirto.id/pengertian-kearifan-lokal-fungsi-karakteristik-dan-ciri-cirinya-f9mi

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu dari bentuk kebudayaan tercermin dalam suatu kearifan lokal (local wisdom). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat

Tulisan ini berupaya menggali wawasan Islam nusantara dengan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal di beberapa daerah di Indonesia meliputi budaya lokal dalam

Kearifan lokal merupakan manifestasi kebudayaan yang terjadi dengan penguatan-penguatan dalam kehidupannya sekaligus dapat menunjukkan sebagai salah satu bentuk humanisasi manusia

Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan lokal sebagai salah satu strategi dalam menjaga kelestarian lingkungan penting untuk dipertahankan dan disebarluaskan, karena

Dalam kearifan lokal terdapat unsur-unsur yang cukup berharga untuk mendukung program penyelamatan sumber daya genetik tanaman obat di Indonesiaa. Dasar kemandirian

Oleh karena itu kebijakan dan implementasi pendidikan yang berbasis karakter di sekolah menjadi sangat penting dan strategis dalam rangka membangun bangsa ini.. Kearifan

Faktor lain yang mendukung dilakukannya resolusi konflik dengan pendekatan kearifan budaya lokal adalah karena masyarakat Indonesia sangat plural dalam berbagai aspek dan

menggali kearifan lokal yang terdapat pada kebudayaan penutur bahasa tutur tersebut. untuk dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif untuk