• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah kearifan lokal nusantara

N/A
N/A
Nida Sausan

Academic year: 2024

Membagikan "makalah kearifan lokal nusantara "

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MENCAPAI DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

MAKALAH

OLEH

ARUM DESWITA PUTRI F1082231002

CASANDRA F1082231006

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2023

(2)

Dengan mengucapkan puji dan syukur, penulis persembahkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Oleh karena itu, penulis berhasil menyusun sebuah Makalah Konsep Dasar IPS SD tentang Perjuangan Bangsa Indonesia Mencapai dan Mempertahankan Kemerdekaan.

Maksud dan tujuan dari penysunan makalah ini adalah untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Kajian Konsep Dasar IPS SD.

Pada kesempatan kali ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rio Pranata , S.Pd.,M,Pd. Selaku dosen Mata Kuliah Konsep Dasar IPS SD . Tak lupa juga penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu, penulis mengarapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Pontianak, 27 Agustus 2023

Penulis

i

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI... ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah...2

C. Tujuan Penulisan... 2

BAB II PEMBAHASAN TENTANG PERJUANGAN BANGSANDONESIA MENCAPAI DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN...3

A. Negara Penjajah Bangsa Indonesia...3

B.Konflik – Konflik Negara Indonesia dengan Penjajah...4

C. Bentuk Perlawanan Bangsa Indonesia Pada Masa Penjajahan...6

D. Perjanjian-Perjanjian Indonesia dengan negara penjajah...13

E. Keadaan Indonesia Setelah Kemerdekaan...16

BAB III PENUTUP...20

A. Kesimpulan...20

B. Saran...21

DAFTAR PUSTAKA...22

ii

(4)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Memperjuangkan kemerdekaan suatu negara bukanlah perkara mudah.

Perjuangan ini memerlukan pengorbanan yang besar. Penjajah berusaha menguasai negara lain demi keuntungan negaranya sendiri, tanpa mempedulikan penderitaan yang dijajah. Indonesia adalah negara merdeka yang mengandalkan perjuangannya sendiri tanpa campur tangan negara lain. Kemerdekaan ini merupakan hasil perjuangan para pahlawan nasional. Sejarah Indonesia penuh dengan perjuangan melawan kolonialisme. Perjuangan kemerdekaan Indonesia merupakan rangkaian peristiwa panjang yang didasari oleh dukungan berbagai sektor masyarakat yang dilandasi oleh nasionalisme. Semangat nasionalisme yang ditampilkan oleh berbagai komponen negara kita dilandasi oleh kesadaran bahwa kemerdekaan merupakan hak yang wajib dimiliki setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia.

Hal ini juga sejalan dengan persamaan, martabat dan hak, serta persamaan hak dan kewajiban sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Pengumuman tersebut merupakan puncak perjuangan bertahun-tahun bangsa Indonesia melepaskan diri dari kolonialisme. Pada akhirnya harapan kemerdekaan terwujud dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia lahir sebagai negara dan bangsa yang merdeka. Kekosongan kekuasaan yang dialami bangsa Indonesia ketika Jepang dikalahkan dalam Perang Besar Asia Timur menjadi awal dari deklarasi tersebut. Namun Indonesia yang memiliki wilayah yang luas dan minimnya sarana komunikasi menjadi kendala dalam mensosialisasikan Proklamasi Kemerdekaan. Inilah celah yang dimanfaatkan Belanda untuk merebut kembali kekuasaan atas Indonesia.

1

(5)

2

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan paparan pada latar belakang, maka rumusan masalaha dapat dirincikan sebagai berikut.

1. Apa saja negara yang menjajah Indonesia?

2. Apa saja konflik-konflik Indonesia dengan penjajah?

3. Apa saja bentuk perlawanan Indonesia terhadap penjajah?

4. Apa saja perjanjian Indonesia dengan penjajah?

5.Bagaimana keadaan Indonesia setelah kemerdekaan?

6. Apa saja upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan?

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan paparan pada rumusan masalah, maka tujuan penulisan dapat dirincikan sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui negara apa saja yang menjajah Indonesia .

2. Untuk mengetahui apa saja konflik-konflik Indonesia dengan penjajah.

3. Untuk mengetahui bentuk perlawanan Indonesia dengan penjajah.

4. Untuk mengetahui apa saja perjanjian Indonesia dengan penjajah 5. Untuk mengetahui keadaan Indonesia setelah kemerdekaan.

6. Untuk mnegetahui apa upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan.

D. Manfaat Penulisan

Berdasarkan paparan pada tujuan penulisan, maka manfaat penulisan dapat dirincikan sebagai berikut.

1. Bagi Prodi

Mengembangkan materi pengajaran dan meningkatkan reputasi prodi serta memberikan daya tarik bagi calon mahasiswa dan dosen.

2. Bagi Mahasiswa

(6)

Mengasah kemampuan diri dalam melakukan kerja pikir profesional dan membantu menemukan ide-ide baru yang mungkin berguna dalam kemajuan pendidikan.

(7)

BAB II

PEMBAHASAN TENTANG PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MENCAPAI DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

A. Negara Penjajah Bangsa Indonesia

Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia penuh liku-liku dan pertumpahan darah. Nama “Indonesia” pertama kali digunakan pada Kongres Pemuda Kedua pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun jauh sebelum itu, tanah Indonesia ini dikenal dengan nama “Nusantara”. Karena melimpahnya sumber daya alam yang langka, tanah nusantara tidak pernah lepas dari penjajahan asing.Berikut ulasan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia:

1. Penjajahan oleh Bangsa Portugis

Tanah nusantara telah menjadi incaran berbagai kekuatan asing sejak abad ke-16, termasuk Portugis yang pertama kali berhasil menguasai Malaka, Ternate, dan Madura. Salah satu perjuangan yang dilakukan saat itu adalah Fatahillah dari Demak yang berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis pada tahun 1602.

2. Penjajahan oleh Bangsa Belanda

Setelah Portugis, Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Hautemann memasuki wilayah Banten dan Batavia sehingga membentuk Vereenigde Oostindische Compagnie yang menguasai seluruh rempah-rempah di Indonesia. Banyak perjanjian yang dibentuk oleh Belanda seperti perjanjian Bongaya dan perjanjian Giyanti yang dibentuk dengan kerajaan- kerajaan yang ada di Nusantara Perjanjian dan Giyanti yang tentu saja merugikan masyarakat lokal Indonesia. Perjanjian Giyanti mempunyai dampak yang beragam terhadap masyarakat lokal. Dalam konteks sejarah, perjanjian tersebut mengakibatkan terpecahnya Kesultanan Mataram menjadi dua bagian, yaitu Kesultanan Solo dan Kesultanan Yogyakarta.

Pembagian ini dapat dianggap merugikan penduduk setempat yaitu :

4

(8)

a. Pemisahan Wilayah

Perjanjian tersebut membagi wilayah Kesultanan yang tadinya terpusat, sehingga mengakibatkan pemisahan administratif, ekonomi, dan sosial.

Hal ini dapat mengurangi efisiensi koordinasi dan pengelolaan sumber daya.

b. Persaingan Ekonomi

Keberadaan dua kesultanan baru (Solo dan Yogyakarta) dapat menimbulkan persaingan ekonomi antar kedua wilayah. Persaingan seperti ini dapat merugikan masyarakat lokal, yang mungkin terlibat dalam perdagangan, produksi atau pekerjaan yang terkena dampak persaingan.

c. Konflik Internal

Pembagian wilayah juga dapat memicu konflik internal antara pendukung kedua kesultanan. Konflik semacam ini dapat mengganggu ketentraman dan stabilitas masyarakat lokal.

d. Ketidakpastian Politik

Proses pembagian wilayah dan peralihan kekuasaan juga bisa menciptakan ketidakpastian politik. Perubahan dalam kebijakan, peraturan, atau perlakuan terhadap rakyat lokal dapat mempengaruhi kehidupan sehari- hari mereka.

e. Penjajahan oleh Bangsa Jepang

Setelah Jepang menguasai nusantara selama kurang lebih 350 tahun, Jepang menyerang Belanda sehingga mengakibatkan Belanda menyerah tanpa syarat. Pendudukan Jepang selama 3,5 tahun di Indonesia berakhir dengan pemboman Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II. Setelah mengalami kekalahan dalam melawan sekutu, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI) yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat.

B.Konflik – Konflik Negara Indonesia dengan Penjajah 1. Konflik Indonesia dengan Portugis

(9)

6

Setelah berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511 M, Portugis melanjutkan perjalanan ke Maluku. Tujuan utamanya adalah menguasai rempah-rempah Ternate atau Maluku. Kedatangan Portugis awalnya disambut hangat oleh raja dan rakyat Ternate. Bahkan Portugis berkesempatan membangun benteng dan memonopoli perdagangan cengkeh.

Keserakahan bangsa Portugis dan rendahnya harga cengkeh membuat masyarakat Ternate atau Maluku sengsara. Jadi timbullah kebencian di antara keduanya. Akibatnya Portugis harus mengalihkan kegiatan perdagangannya ke Nusa Tenggara.Perlawanan terhadap Portugis didasari oleh keserakahan Portugis dan monopoli perdagangan yang terjadi di wilayah seperti Aceh dan Maluku. Ada alasan penolakan, yaitu Portugis berusaha memperluas daerah kekuasaanya dengan cara menaklukkan banyak kerajaan yang ada di Indonesia. Antara lain kerajaan Demak, Kerajaan Ternate, dan Tidore serta Kerajaan Aceh. Portugis melarang bangsa Indonesia untuk berlayar ke laut merah dan berdagang rempah-rempah. Dan hal inilah merupakan salah satu contoh monopoli pedagangan Portugis. Dan Portugis juga menangkap kapal dagang milik masyarakat Indeonesia untuk memonopoli perdagangan.

2. Konflik Indonesia dengan Belanda

Meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, hal ini tidak mengehentikan keinginan Belanda untuk kembali menguasai Indonesia. Pasukan Belanda datang kembali ke Indonesia pada bulan September 1945 , yang tak lama setelah proklamasi kemerdekaan.

Konflik antara Indonesia dan Belanda banyak berkaitan dengan masa kolonial Belanda di Indonesia.

Salah satu titik penting adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang kemudian diikuti oleh serangkaian peristiwa seperti Agresi Militer Belanda I dan II yang mencoba mengembalikan kekuasaan kolonial. Konflik ini berakhir dengan Pengakuan Kemerdekaan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949. Agresi Militer Belanda 1 terjadi pada tahun 1947-1949, di mana Belanda mencoba untuk mengembalikan kekuasaannya di Indonesia setelah proklamasi kemerdekaannya. Dan Agresi Militer Belanda 2 terjadi pada tahun 1961-1962, ketika Belanda mencoba

(10)

untuk merebut kembali Papua (sebelumnya bernama Irian Barat) dari Indonesia.

3. Konflik Indoensia dengan Jepang

Konflik antara Indonesia dan Jepang umumnya terkait dengan periode pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia II. Jepang menduduki Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Meskipun awalnya Jepang memanfaatkan nasionalisme Indonesia untuk mendukung perang mereka, banyak orang Indonesia yang berharap bahwa pengusiran penjajah Jepang akan mengarah pada kemerdekaan.Paca bom atom hiroshima dan nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Jepang menyerah pada tanggal 14 Agustus 1945, Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaannya.

Namun, Jepang belum sepenuhnya mundur dan memberikan kendali kepada sekutu Belanda. Konflik pun muncul ketika Belanda berusaha untuk mengembalikan kekuasaannya di Indonesia, sementara para pemimpin Indonesia berjuang untuk meraih kemerdekaan yang telah mereka deklarasikan. Ini memicu Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1949), yang melibatkan pertempuran antara tentara Indonesia dan Belanda. Elain itu, keberadaan tentara penjajah yang tersisa membuat mereka ingin kembali berkuasa di Indonesia.Hal ini dapat dibuktikan ketika Sekutu mulai mengambil alih daerah kekuasaan Jepang pasca-berakhirnya Perang Dunia II.Kala itu, Belanda, yang beraliansi dengan Sekutu, berusaha untuk merebut kembali Indonesia.Pada 29 September 1945, AFNEI yang dipimpin oleh Letjen Sir Philip Christison mendarat di Tanjung Priok.

Ternyata, pasukan Sekutu datang dengan diboncengi NICA yang dipimpin Van der Plass. Tujuan AFNEI datang ke Indonesia adalah untuk menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang, melucuti dan memulangkan tentara Jepang, dan membebaskan tentara Sekutu.

C. Bentuk Perlawanan Bangsa Indonesia Pada Masa Penjajahan 1. Perlawanan Indonesia dengan Portugis

(11)

8

Selama pada masa penjajahan Indonesia melakukan perlawanan terhadap Portugis yang dilakukan oleh daerah-daerah setempat yang ada di Indonesia antara lain :

a. Aceh melawan Portugis

Saat itu perlawanan masyarakat Aceh terhadap Portugis dipimpin oleh Sultan Alauddin yang didukung sekitar 3000 tentara. Aceh Bersiap Melawan Portugis Meski cara masyarakat Aceh melawan Portugis masih gagal, tetapi Sultan tidak menyerah. Aceh menyusun ulang strateginya melawan Portugis. Ada pun beberapa persiapan Aceh menghadapi Portugal. yang pertama Lengkapi kapal dagang dengan senjata, meriam, dan prajurit. kedua Impor senjata, tentara dan spesialis dari Turki Ottoman, dan bantuan dari Kalikut dan Japara. Dan setelah kegagalan serangan pertama, Aceh melancarkan serangan lanjutan pada tahun 1547, 1568, 1573, 1574 dan 1577, namun gagal mengusir Portugis. Ketika Aceh dipipin oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607-1636, kerajaan ini kembali membombardir Malaka. Walaupun sempat unggul di awal perperangan, untuk kesekian kalinya Aceh harus mengakui kekalahannya dengan Portugis.

b. Demak melawan Portugis

Pada saat Malak jatuh ke tangan Portugis, aktivitas perdangan khususnya pedangan Muslim , menajdi terganggu. Maka dari itu kerajaan Demak mengirim pasukannya untuk mengusir bangsa Portugis. Demak beberapa kali melawan Portugis di bawah pimpinan Pati Unus dan Fatahillah. Namun perlawanan Pati unus tidak berhasil menyerang posisi Portugis di Malaka. Setelah kegagalan tersebut, perjuangan Demak akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Pada tahun 1527, gabungan tentara Demak, Cirebon dan Banten berangkat untuk mencegah pasukan Portugis menyusup ke Sunda Kelapa. Akhirnya pada tanggal 22

(12)

Juni 1527, Sunda Kelapa direbut oleh Fatahilllah yang kemudian berganti nama menjadi Jayakarta.

c. Maluku melawan Portugis

Di kalangan masyarakat Maluku, masyarakat Hitu yang pertama kali berperang melawan Portugis pada tahun 1520-1525. Setelah mengalami kekalahan, delapan tahun kemudian Portugis berusaha mempengaruhi Hatiwe, selatan Hitu, untuk menyerang masyarakat Hitu. Namun sebelum rencana tersebut terlaksana, tentara Hitu bersama pasukan bantuan dari Jepara menyerang Hatiwi terlebih dahulu. Dalam pertempuran ini, Portugis kembali dikalahkan, banyak tentara terbunuh, dan senjata disita oleh para pejuang Hettu. Setelah berhasil dipukul mundur oleh pasukan Portugis, hitu akhirnya mengusir Portugis pada tahun 1574 dengan bantuan tentara Seram Barat.

d. Ternate dan Tidore melawan Portugis

Perlawanan antara Portugal dengan Ternate dan Tidore terjadi pada abad ke-16 dan 17 di wilayah Maluku. Portugal ingin mengendalikan perdagangan rempah-rempah di wilayah ini, sementara Ternate dan Tidore adalah dua kerajaan yang memiliki pengaruh besar dalam perdagangan tersebut. Pertempuran dan perundingan berlangsung selama bertahun-tahun karena persaingan atas monopoli rempah-rempah.

2. Perlawanan Indonesia dengan Belanda

Pada abad ke-19, berbagai tindakan pemerintah Hindia Timur Belanda merugikan bangsa Indonesia, dan perlawanan Indonesia pun pecah di india. Apa ciri-ciri perlawanan di Indonesia pada abad ke-19? Pada abad ke-19, pemerintah kolonial Belanda menerapkan sistem wajib bertani, sistem politik liberal, dan sistem politik etis. Setelah merebut kembali kekuasaan dari Inggris, sejumlah utusan Belanda dikirim ke seluruh nusantara. Utusan tersebut bertugas memperbarui perjanjian dengan para pemimpin daerah termasuk pengakuan atas pemerintahan kolonial Belanda. Setelah pertengahan abad ke-19, terjadi

(13)

10

penyimpangan penerapan sistem wajib bertani. Berikut adalah perlawanan Indonesia terhadap Belanda yaitu :

a. Perang Padri

Perang Padri bermula dari konflik antara kaum Padri dan masyarakat adat terkait pemurnian Islam di Sumatera Barat. Masyarakat Aborigin masih sering melakukan kebiasaan yang bertentangan dengan Islam, seperti berjudi dan minum-minum. Maka Padre, sekelompok ulama, menyarankan agar penduduk asli menghentikan praktik tersebut, namun penduduk asli menolak, yang menyebabkan perang dari tahun 1803 hingga 1821. Perang berakhir dengan kekalahan penduduk asli. Belanda memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajak pemimpin Padri Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai pada tahun 1825 melalui Perjanjian Marsang. Namun siasat Belanda gagal total bagi kaum Padres dan Adat.

b. Perang Pattimura

Pada tahun 1817, Belanda berusaha menguasai Maluku melalui monopoli perdagangan. Pihak Maluku yang dipimpin oleh Thomas Matulesi (Patimura) menolak hal tersebut dan melawan Belanda. Pertempuran sengit terjadi di Benteng Durstede di Saparua. Pengerahan pasukan secara besar-besaran oleh Belanda memberikan tekanan terhadap masyarakat Maluku. Perlawanan Maluku melemah dengan tertangkapnya Pattimura dan Martha Christina Tiahahu.

c. Perang Diponogoro

Pertempuran Dibonegoro merupakan perang terbesar yang pernah dialami Belanda. Gerakan perlawanan ini dipimpin oleh Pangeran Di Bonegro yang mendapat dukungan dari pihak keraton, ulama dan masyarakat Yogyakarta. Pertempuran itu terjadi karena Belanda memasang plang di makam leluhur Pangeran Dibonegoro. Perang Dibonegoro terjadi pada tahun 1825 hingga 1830. Belanda mengangkat Jenderal de Kock sebagai panglima perang Belanda di Jawa. Belanda kesulitan menghadapi pasukan Pangeran Di Bonegoro sehingga mengirimkan pasukan tambahan dari Belanda. Namun, pasukan tambahan juga bisa dihilangkan Akhirnya pada tahun 1827, Belanda memutuskan strategi perang yang disebut Fort

(14)

Stelsel, yaitu membangun benteng di setiap zona kendali untuk mengawasi wilayah sekitarnya. Benteng yang satu dihubungkan dengan benteng yang lain oleh pasukan yang bergerak cepat, sehingga ruang gerak pasukan Dibonigoro semakin sempit.

d. Perang Bali Jagaraga

Perang tersebut merupakan akibat protes Belanda terhadap hak-hak Karantawan. Tawan Karang Kanan merupakan aturan yang memberikan hak kepada Kerajaan Bali untuk menyita kapal asing beserta muatannya yang terdampar di Bali. Protes ini tidak memungkinkan Bali menghapus hak Tawan Karang, sehingga Belanda menyerang dan terjadilah perang besar-besaran antara Kerajaan Bali yang dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik dengan Belanda. Dengan kekuatan militer yang unggul, Belanda akhirnya memenangkan perang dan menguasai Bali.

e. Perang Banjar

Latar belakang terjadinya Perang Banjar adalah keinginan Belanda untuk menguasai kekayaan alam Banja dan sikap Belanda yang ingin ikut campur dalam urusan kesultanan. Akibatnya rakyat yang dipimpin Pangeran Hidayatura dan Pangeran Antasari berperang melawan Belanda sekitar tahun 1859. Serangkaian pertempuran terus berlanjut hingga Belanda meningkatkan kekuatan militernya. Alasan kegagalan pasukan Pangeran Hidayatura adalah karena tentara Belanda mempunyai keunggulan dalam hal jumlah pasukan, teknologi tempur, dan peralatan perang. Perlawanan masyarakat Banjar akhirnya mulai melemah ketika Pangeran Hidayatura ditangkap dan diasingkan ke Jawa, sedangkan Pangeran Antasari melanjutkan perlawanan gerilya dan dotengah-tengah perjuangannya wabah cacar yang menyebar di seluruh Banjar. Pangeran Antasari yang juga sedang sakit paru-paru ini pun akhirnya wafat karena penyakit paru-paru dan cacar pada 11 Oktober 1862 atau 139 tahun silam.

Perjuangan Pangeran Antasari pun terpaksa berakhir. Padahal saat itu dia sedang mempersiapkan perang Banjar.

f. Perang Aceh

(15)

12

Perang Aceh dipicu oleh Perjanjian Sumatera (1871) yang memberikan kebebasan kepada Belanda untuk memperluas wilayah kekuasaannya di Sumatera, termasuk Aceh. Hal ini ditentang oleh Panglima Teuku Cik Ditiro, Cut Mutia, Teuku Umar, Cut Nyak Dien dan Polim. Belanda akhirnya mendapat perlawanan sengit dari masyarakat Aceh. Masyarakat Aceh ikut terlibat dalam jihad sehingga semangat mereka melawan Belanda sangat kuat. Untuk mengatasi masalah tersebut, Belanda mengirimkan Snouck Hurgronje untuk mempelajari budaya dan karakter masyarakat Aceh. Ia menyarankan pemerintah. Belanda untuk berulang kali menyerang benteng pertahanan di provinsi Aceh. Hal ini dilakukan untuk semakin mengikis mentalitas kerakyatan, memecah belah masyarakat Aceh menjadi beberapa faksi dan melemahkan perlawanan masyarakat Aceh. Taktik Snook Hegronne berhasil melemahkan perlawanan masyarakat Aceh. Hal ini memungkinkan Belanda secara perlahan menguasai Aceh pada awal tahun 1900-an. Pada tahun 1903, perang di Aceh berakhir dan beberapa tokoh perang ditangkap.

g. Perang Rakyat Batak

Gerakan perlawanan Batak dipimpin oleh Sisingamanga Raja XII.

Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh upaya Belanda untuk menguasai seluruh tanah Batak yang dibarengi dengan penyebaran agama Kristen.

Sisingamangaraja XII masih berperang melawan Belanda hingga akhir abad ke-19. Namun aktivitas tentara Sisinga Mangalaja XII dipersempit.

Pada akhirnya Sissinga Mangalaja XII tertembak dan dibunuh oleh tentara Massos, dan Belanda menguasai tanah Batak

.

3. Perlawanan Jepang dengan Indonesia

Jepang menguasai Indonesia dengan menerapkan suatu sistem kerja paksa yang di sebut Romusha. Sistem kerja paksa ini membuat rakyat Indonesia tersiksa karena kekejamannya pada masa itu.Perlawanan di lakukan Indonesia terhadap Jepang dengan tujuan untuk mendapatkan kemerdekaan. Adapun beberapa perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah Jepang.

a. Perlawanan Aceh

(16)

Aceh merupakan salah satu wilayah yang dikuasai Jepang. Masyarakat Aceh diperlakukan dengan sewenang-wenang dan mengalami penderitaan yang cukup lama karena banyak rakyat Aceh yang dikerahkan untuk romusha. Pada tanggal 10 November tahun 1942 terjadi penyerangan terhadap Jepang di daerah Cot Plieng Aceh . Sabanyak dua kali Jepang berusaha untuk menaklukan wilayah Cot Plieng,dan dua-duanya pun berhasil digagalkan oleh rakyat Aceh dengan serangannya, dan berhasil memukul mundur Jepang ke daerah Lhokseumawe.Kemudian pada serangan ketiga, Jepang berhasil merebut Cot Plieng, dan Tengku Abdul Jalil harus gugur di tempat saat sedang beribadah.

b. Perlawanan Singaparna (Tasikmalaya)

Singaparna, Tasikmalaya, menjadi salah satu wilayah yang berhasil dikuasi oleh Jepang. Pada masa itu, rakyat Singaparna dipaksa untuk mengikuti Seikerei, yaitu upacara penghormatan kepada kaisar Jepang dengan cara membungkuk kearah matahari terbit. Dengan cara seperti ini, masyarakat Singaparna merasa sangat dipermalukan dan dilecehkan.

Selain itu, mereka juga merasa menderita karena diperlakukan secara sewenang-wenang dan kasar oleh Jepang. Akibatnya, pada bulan Februari 1944, rakyat Singaparna melakukan perlawanan terhadap Jepang. Pasukan perlawanan dipimpin oleh Kiai Zainal Mustofa. Akan tetapi Jepang berhasil menangkap Kiai Zainal Mustofa pada tanggal 25 Februari 1944, dan pada tanggal 25 Oktober 1944, Kiai Zainal harus menghentikan perjuangannya setelah beliau dihukum mati.

c. Perlawanan Indramayu

Indramayu mendapatkan perlakuan yang sama oleh Jepang, yaitu dipaksa menjadi romusha, bekerja di bawah tekanan, dan diperlakukan secara sewenang-wenang.Pemberontakan dari masyarakat Indramayu terjadi di Desa Kaplongan pada bulan April 1944. Selanjutnya beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 30 Juli 1944 terjadi pemberontakan di Desa Cidempet, Kecamatan Loh Bener.

d. Perlawanan di Blitar (Pemberontakan PETA)

(17)

14

Perlawanan juga terjadi di Blitar. Pada tanggal 14 Februari 1945 terjadi pemberontakan yang dilakukan para tentara PETA (Pembela Tanah Air) di bawah pimpinan Supriyadi. Pemberontakan ini merupakan pemberontakan terbesar pada masa pendudukan Jepang.

D. Perjanjian-Perjanjian Indonesia dengan negara penjajah

Dalam perjalanan menuju kemerdekaan, Indonesia mencapai sejumlah kesepakatan. Dicapai kesepakatan antara Indonesia dan penguasa kolonial untuk mengakui kemerdekaan Indonesia dan menyatakan penghentian pendudukan wilayah Indonesia. Berikut perjanjian-perjanjian paling bersejarah dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

1. Perjanjian Lingajati

Perjanjian Lingajati merupakan salah satu bukti perjuangan nasional di Indonesia. Linggajati merupakan perjanjian bersejarah pada tanggal 25 Maret 1942 mengenai status masa depan negara Indonesia. Isi perjanjian Linggarjati terdiri dari beberapa hal. Pertama, Belanda secara de facto mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia yang wilayahnya meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Madura. Kedua, Belanda mempunyai waktu sampai dengan tanggal 1 Januari 1949 untuk meninggalkan wilayah NKRI. Ketiga, baik Belanda maupun Indonesia sepakat membentuk Negara Republik Indonesia Serikat (RIS).

Keempat, Indonesia harus bergabung dengan Federasi Indonesia-Belanda di bawah pimpinan Kerajaan Belanda dalam bentuk Republik Indonesia Serikat.Pejanjian ini dilatarbelakangi oleh dua pendapat yakni Belanda yang masih ingin menguasai Indonesia dan untuk menyelesaikan konflik Indosesia – belanda yang berkepanjangan.

2. Perjanjian Renville

Perjanjian Renville bisa dikatakan adalah kelanjutan dari Perjanjian Linggarjati. Perjanjian yang terjadi pada 17 Januari 1948 ini dibuat karena tindakan Belanda yang tidak mematuhi isi persetujuan Linggarjati. Pada Agresi Militer I yang terjadi serentak di kota-kota besar di wilayah Jawa dan Sumatera,

(18)

Belanda terlibat di dalamnya. Namun pada Agresi Militer I itu tindakan Belanda melanggar isi perundingan Linggarjati. Isi Perjanjian Renville sangat merugikan negara, karena Indonesia tidak diperbolehkan memasuki wilayah yang diduduki tentara Belanda. Perjanjian Renville memuat beberapa unsur. Pertama, Belanda tetap berdaulat hingga berdirinya RIS. Kedua, Indonesia dan Belanda mempunyai kedudukan yang setara. Ketiga, RI menjadi bagian dari RIS dan akan diadakan pemilihan umum pembentukan Konstituante RIS. Pada akhirnya pasukan

Indonesia yang ditempatkan di Belanda atau enclave harus dipindahkan ke wilayah Indonesia.

3. Perjanjian Rom Royen

Perjanjian Roem Royen masih melibatkan Indonesia dan Belanda.

Tujuan perjanjian tersebut adalah untuk menyelesaikan persoalan kemerdekaan Indonesia menjelang Konferensi Meja Bundar Den Haag.Perjanjian ini dimulai pada tanggal 17 April 1949 dan ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949.

Kesepakatan Rohm Royen dimulai dengan memerintahkan "pengikut bersenjata Partai Republik" untuk menghentikan perang gerilya. Kedua, bekerja sama memulihkan perdamaian dan memelihara ketertiban dan keamanan. Terakhir, tujuan keikutsertaan KMB adalah untuk mempercepat penyerahan kedaulatan Negara Indonesia Serikat.

4. Konferensi Meja Bundar (KMB)

Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah lanjutan dari Perjanjian Roem Royen.Perjanjian ini ditandatangai pada 2 November 1949 di Den Haag, Belanda.

Isi daro Konferensi Meja Bundar antara kain, Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, dengan pengakuan kedaulatan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949. Kemudian, terkait masalah Irian barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu satu tahun setelah pengakuan kedaulatan Indonesia dengan menandatangani pengakuan kedaulatan RIS yang dilakukan di Belanda.

5. Perjanjian Kalijati

Perjanjian Kalijati adalah sebuah perjanjian antara Jepang dan belanda terkait penyerahan penjajahan Indonesia. Perjanjian Kalijati ditandatangani jepang dan Belanda pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Dalam Perjanjian

(19)

16

Kalijati, Belanda menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang.

Perjanjian ini sekaligus menjadi tanda berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia, berganti dengan pendudukan Jepang. Jepang masuk ke Asia Tenggara, berkat dominasi Jerman dan Italia di Eropa. Serangan Jerman ke Belanda membuat pemerintahan Belanda melemah termasuk di wilayah jajahannya seperti Indonesia. Pintu masuk Jepang ke Indonesia dimulai saat Jerman memberikan izin kepada Negeri Matahari Terbit itu untuk membangun pangkalan militer di Asia Tenggara.Berdasarkan jurnal Sistem Ketatanegaraan Indonesia pada Pendudukan Jepang (2019), Jepang pertama kali mendarat di Indonesia, tepatnya di Tarakan pada Januari 1942. Sejak saat itu, Jepang mulai menekan dan merebut wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia.Untuk mengambil kepercayaan orang Indonesia, Jepang melancarkan semboyan propaganda tiga A yakni Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Cahaya Asia.

Penduduk Indonesia yang saat itu sudah lelah dengan penjajahan Belanda percaya dengan semboyan tersebut.Belanda yang kian terdesak kemudian terpaksa menyerah tanpa syarat di tangan Jepang. Belanda pun menandatangani Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942. Itulah Perjanjian Kalijati antara Jepang dan Belanda yang menjadi awal masa penjajahan Jepang di Indonesia. Isi Perjanjian Kalijati tergolong singkat. Belanda diminta menyerahkan seluruh wilayah kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang tanpa syarat. Letnan Jenderal Ter Poorten menyerahkan kekuasaannya kepada tentara ekspedisi Jepang yang dipimpin Jenderal Hitoshi Imamura.Jepang pun mulai merombak pemerintahan sipil Hindia Belanda. Di bawah pendudukan Jepang, terdapat tiga pemerintahan militer Jepang. Pemerintahan militer itu berpusat di Batavia, Bukittinggi, dan Makassar. Pusat dari pemerintahan militer ini dipimpin oleh kepala staf yang bergelar Gunseikan.Dampak perjanjian Kalijati ternyata tidak membawa Indonesia ke kondisi yang lebih baik. Janji manis yang diucapkan Jepang saat mengambil simpati rakyat Indonesia dengan semboyan 3A tidak pernah direalisasikan. Jepang tetap menjajah dengan bengis dan kejam. Masa penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung selama 3,5 tahun

(20)

E. Keadaan Indonesia Setelah Kemerdekaan

Setelah proklamasi, perjuangan bangsa Indonesia ternyata masih belum selesai. Bangsa kita masih harus berhadapan dengan sisa-sisa tentara Jepang yang masih ada di tanah air karena diminta oleh sekutu untuk menjaga Indonesia yang dalam keadaan status quo. Sementara itu para pejuang bangsa kita berupaya untuk melucuti senjata tentara Jepang. Hal ini menyebabkan terjadinya pertempuran- pertempuran yang memakan banyak korban jiwa. Di samping menghadapi tentara Jepang, bangsa kita juga harus berhadapan dengan tentara Inggris yang datang ke tanah air kita atas nama blok sekutu, dan juga Belanda atau NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang berhasil datang kembali ke Indonesia dengan membonceng Inggris.Tentara Inggris memiliki tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya.

Selain itu misi lain yang dibawa Inggris adalah mengembalikan Indonesia kepada pemerintahan Belanda. Belanda ingin menguasai dan menjajah Indonesia lagi. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di manamana untuk melawan tentara Inggris dan NICA. Aksi-aksi tentara Belanda semakin mengancam kehidupan dan kelangsungan Republik Indonesia. Keadaan negara semakin terancam setelah datangnya tentara Sekutu yang diboncengi tentara NICA. Berikut adalah berbagai peristiwa perlawanan rakyat Indonesia terhadap kedatangan sekutu. Berikut adalah berbagai peristiwa perlawanan rakyat Indonesia terhadap kedatangan sekutu.

1. Pertempuran Surabaya

Pertempuran Surabaya merupakan pertempuran rakyat Surabaya dengan tentara sekutu. Puncak pertempuran Surabaya terjadi pada tanggal 10 November 1945. Pertempuran ini merupakan pertempuran terbesar pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan menjadi simbol nasional perlawanan rakyat Indonesia terhadap kolonialisme. Pertempuran mulai pecah pada tanggal 30 Oktober 1945 setelah komandan pasukan Inggris, Brigadir Mallaby tewas dalam baku tembak dengan para pejuang di Surabaya. Inggris

(21)

18

melakukan serangan balasan pada 10 November 1945 dengan bantuan pesawat tempur. Pertempuran ini menyebabkan ribuan rakyat gugur sehingga tanggal 10 November oleh bangsa Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tokoh yang terkenal karena perjuangannya dalam pertempuran Surabaya adalah Bung Tomo.

2. Pertempuran Palagan Ambarawa

Pertempuran Palagan Ambarawa adalah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Ambarawa. Ambarawa merupakan kota kecil yang terletak di sebelah selatan Semarang, Jawa Tengah.

Pertempuran ini terjadi pada tanggal 29 November dan berakhir pada 15 Desember 1945 antara pasukan TKR dan pemuda Indonesia melawan pasukan Inggris. Pertempuran dimenangkan oleh pasukan Indonesia yang dipimpin oleh Kolonel Sudirman sehingga namanya semakin populer sebagai komandan dan pimpinan TKR. Kemenangan ini menunjukkan bahwa Republik Indonesia masih memiliki pasukan yang kuat dan rakyat yang menolak kembalinya penjajah di tanah air Indonesia. Untuk mengenang pertempuran Ambarawa dibangun monumen Ambarawa, dan tanggal 15 Desember dijadikan sebagai Hari Infanteri.

3. Pertempuran Medan Area

Pertempuran Medan Area adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Medan, Sumatra Utara. Pertempuran diawali dengan mendaratnya pasukan Sekutu di Sumatera Utara pada 9 Oktober 1945 di bawah Brigadir Jenderal TED Kelly yang diboncengi oleh NICA. Sekutu dan NICA mempersenjatai para bekas tawanan dan membentuk Medan Batalyon KNIL yang bertugas mengambil alih kekuasaan di Kota Medan. Hal ini menimbulkan perlawanan dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Barisan Pemuda Indonesia (BIP) pimpinan Achmad Tahir.

4. Pertempuran Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat pada akhir Maret tahun 1946.

Pada tanggal 24 Maret 1946 Kolonel Abdul Haris Nasution sebagai

(22)

Komandan Divisi III Siliwangi menginstruksikan rakyat untuk mengungsi.

Sekitar 200.000 warga meninggalkan kota dan mengungsi ke Bandung Selatan. Malam harinya bangunan-bangunan penting mulai dibakar.

bangunan-bangunan besar diledakkan, dan instalasi militer dihancurkan, salah satunya adalah gudang mesiu, yang diledakkan oleh Mohammad Toha yang gugur bersamaan dengan ledakan. Peristiwa ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara Pertempuran demi pertempuran yang terjadi di daerah-daerah untuk melawan sekutu merupakan salah satu usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah berhasil diraih pada tanggal 17 Agustus 1945. Rakyat di berbagai daerah tidak memiliki ketakutan sedikitpun untuk melawan kezaliman kolonialisme. Mereka berani dan rela mengorbankan jiwa dan raga demi tetap tegaknya tanah air Indonesia.

F. Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Perjuangan yang telah dilakukan oleh para pejuang Indonesia telah membuahkan kemerdekaan yang harus di pertahankan oleh seluruh warga negara Indonesia.Berikut beberapa upaya mempertahankan Kemerdekaan NKRI, yaitu:

1. Cinta tanah air

Cinta tanah air artinya berbakti kepada negara dan bersedia berkorban membela negara. Cinta tanah air menjadi sikap penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

Cinta tanah air perlu ditanamkan dan dikembangkan dalam jiwa setiap individu sejak dini.

2 . Melestarikan budaya Indonesia

Dengan melestarikan budaya milik kita sendiri, maka budaya itu akan bertahan dan tetap menjadi identitas suku. Selain itu, budaya juga bisa menjadi warisan leluhur untuk belajar dan memahami berbagai makna hidup.

Misalnya saja pada tarian tradisional, ada berbagai filosofi atau makna kehidupan yang bisa kita terapkan sehari-hari. Begitu juga dengan pakaian adat, rumah adat, atau berbagai kebudayaan lain yang bisa menjadi identitas.

3. Menerapkan sikap toleransi kepada sesama

(23)

20

Sikap toleransi kepada sesama juga penting dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Memiliki sikap toleransi dan menghargai kepada sesama, seperti teman, orang asing, hingga keluarga akan menumbuhkan persatuan. Kalau persatuan di antara setiap orang kuat, maka hal ini tidak akan menimbulkan perpecahan yang memecah persatuan antar masyarakat. Hal ini juga membuat masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh pihak lain untuk memecah bangsa. Terlebih Indonesia adalah negara yang memiliki banyak suku dengan berbagai kebudayaan di setiap daerahnya.

4. Mengetahui sejarah dan perjuangan leluhur

Untuk mencapai kemerdekaan saat ini, leluhur kita berjuang untuk mengusir penjajah yang menguasai Indonesia. Dengan mengetahui sejarah Indonesia dan perjuangan leluhur untuk mencapai kemerdekaan, maka hal ini akan membuat kita lebih menghargai berbagai upaya yang sudah dilakukan. Hasilnya, generasi kita akan menjadi lebih menghargai kemerdekaan yang sudah didapatkan dan berusaha untuk selalu mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih sekarang.

5. Rela berkorban

Rela berkorban yaitu bersedia dengan senang hati, ikhlas, dan tidak mengharapkan imbalan. Bersedia memberikan segala sesuatu yang dimiliki untuk kepentingan bangsa dan negara. Sikap yang mencerminkan rela berkorban, yakni: a). Menghindari sikap egois; b). Melakukan kegiatan kemanusiaan demi bangsa dan negara ; c). Mengedepankan kepentingan sosial dibandingkan kepentingan pribadi.

(24)

A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah yang dipaparkan maka, kesimpulan dari penulisan dirincikan sebagai berikut.

1. Negara yang pernah menjajah Indonesia yaitu Portugis, Belanda dan juga Jepang.

2. Konflik antara Protugis dan Indonesia yaitu tujuan utamanya adalah menguasai rempah-rempah Ternate atau Maluku.Konflik antara Belanda dan Indonesia yaitu tujuannya ingin menguasai Indonesia. Konflik antara Indonesia dan Jepang umumnya terkait dengan periode pendudukan Jepang di Indonesia selama Perang Dunia I

3. Perlawanan Indonesia dengan Portugis antara lain yaitu; Aceh melawan Portugis , Demak melawan portugis, Maluku melawan Portugis, Ternate dan Tidore melawan Portugis. Perlawanan Indonesia dengan Belanda yaitu Perang Padri, Perang Pattimura, Perang Diponegoro, Perang Bali Jagaraga, Perang Banjar, Perang Aceh, Perang Rakyat Batak. Perlawanan Jepang dengan Indonesia yaitu: Perlawanan Aceh, Perlawanan Singaparna, Perlawanan Indramayu, dan Perlawanan di Blitar (Pemeberontakan PETA).

4. Perjanjian antara Indonesia dengan negara penjajah antara lain; Perjanjian Lingajati, Perjanjian Renville, Perjanjian Rom Royen, Konferensi Meja Bundar (KMB), Perjanjian Kalijati.

5. Keadaan Indonesia setelah kemerdekaan masih terdapat berbagai ancaman sehingga terjadi perlawanan kembali yaitu : Pertempuran Surabaya;

Pertempuran Palagan Ambarawa; Pertempuran Medan Area; Pertempuran Bandung Lautan Api;

6. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kermerdekaan adalah cinta tanah air, Melestarikan budaya Indonesia, Menerapkan sikap toleransi kepada sesama, Mengetahui sejarah dan perjuangan leluhur, . Rela berkorban.

21

(25)

22

B. Saran

1. Pada materi kemerdekaan kita sebagai warga negara hendaknya mengetahui negara apa aja yang pernah menjajah negara Indonesia.

2. Perlu dipelajari konflik-komflik yang menyebabkan menyebabkan negara asing ingin menguasai negara Indonesia.;

3. Hendaknya memhami perlawanan bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan

4. Didalam usaha memperjuangkan kemerdekaan terdapat perjanjian- perjanjian yang harus di pahami terkit isi dari perjanjian tersebut.

5. Setelah kemerdekaan Indonesia perlawanan masih terjadi dan kita harus mengetahui perlawanan apa saja yang terjadi pasca kemerdekaan.

6. Perlu terapkan upaya-upaya untuk mempetahankan kemerdekaan Indonesia

(26)

Peavey Merisha. (2020).Bakti untuk Negeri, Jakarta : Direktorat Pendidikan Masyarakat

Anwar Hairil Adam (2022) https://titro.id/sejarah-pemeberontakan-peta-di-blitar- penyebab-akhir-supriyadi-gqWp

Kompas.com(2022)https://www.kompas.com/stori/read/2022/08/04/170000979/di- mana-saja-perlawanan-rakyat-indonesia-terhadap-portugis

Gramedia official (2022) https://www.kopsiana.com/gramediaofficial/begini- kondisi-indonesia-pasca-kemerdekaan-menurut-sejarah-yang-ada

23

Referensi

Dokumen terkait

Usaha lain terkait dengan Islamisasi budaya dan agama di Jawa yang dilakukan oleh kalangan elite muslim Jawa adalah mentradisikan ritual- ritual terkait dengan usaha Islamisasi

Tiram (Sei Bejangkar), dan Pangkalan Susu, untuk menguasai Sumatera daerah perkebunan dan minyak. Tentara Sekutu/Belanda juga memakai.. daerah-daerah pantai tersebut, untuk

Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi

Tanggal 2 September 1947, di desa Sidobunder Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen terjadi pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia Markas Tentara

Abbas Buntet Cirebon untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari tentara sekutu dalam peristiwa Resolusi Jihad.. Kata “Kiai” dalam bahasa Jawa memiliki arti

Peristiwa yang terjadi di Eropa ikut mempengaruhi keadaan di Indonesia. Napoleon Bonaparte berhasil dikalahkan dalam pertempuran di Leipzig dan kemudian

Perubahan akan selalu terjadi disetiap hal apalagi dengan perkembangan globalisasi di era sekarnag ini sperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seni mural telah banyak dimanfaatkan untuk branding kampung sebagai salah satu usaha yang dibuat oleh pemangku kepentingan seniman, tokoh