TUGAS MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN
“ Pengembangan Strategi dan Rencana Pemasaran “ Dosen Pengampuh : Muhammad Awal, S.E., M.M
Disusun Oleh Kelompok 1 : Ari Wiyanti Bahari (202162201011) Cindy Stevania (202162201006)
Rindi (202162201101)
Yeni Arma Haruni (202162201019)
Universitas Musamus Merauke Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Jurusan Akuntansi 2023
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha kuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengembangan Strategi dan Rencana Pemasaran” tepat waktu.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak ” Muhammad Awal, S.E,.
M.M” selaku Dosen Mata Kuliah Manajemen Pemasaran. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.
Merauke, 16 Oktober 2023
Tim Penulis
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 1
BAB II ... 2
PEMBAHASAN ... 2
A. Pemasaran dan Nilai Pelanggan ... 2
B. Perencanaan Strategi Korporat dan Divisi ... 3
C. Perencanaan Strategi Unit Bisnis ... 4
D. Peran Pemasaran Dalam Rencana Strategis Pemasaran ... 6
BAB III ... 8
PENUTUP ... 8
DAFTAR PUSTAKA ... 9
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas usahanya selalu menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukannya dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan. Rencana yang disusun memberi arah terhadapa kegiatan yang akan dijalankan untuk pencapaian tujuan. Rencana kegiatan perusahaan yang menyeluruh harus didukung dengan rencana pelaksanaan yang lebih rinci dalam bidang-bidang kegiatan yang terdapat dalam perusahaan tersebut. Dalam hal ini, sering ditemui adanya rencana produksi, rencana keuangan dan rencana pemasaran. Rencana pemasaran yang disusun suatu perusahaan tidak lepas dari rencana kegiatan perusahaan secara menyeluruh, baik untuk jangka pendek dan jangka panjang.
Strategi pemasaran mempunyai peranan penting untuk mencapai keberhasilan usaha, oleh karena itu bidang pemasaran berperan penting dalam merealisasikan rencana usaha. Hal ini dapat dilakukan jika perusahaan ingin mempertahankan dan meningkatkan penjualan produk atau jasa yang mereka produksi. Dengan menerapkan strategi pemasaran yang akurat melalui pemanfaatan peluang dalam meningkatkan penjualan, sehingga posisi atau kedudukan perushaan dipasar dapat ditingkatkan atau dipertahankan.
Penjualan merupakan bagian penting penentu berkembangnya di dalam sebuah bisnis. Penjualan menjadi suatu fokus yang ditingkatkan karena proses penjualan menjadi suatu tolak ukur apakah bisnis bisa berjalan lancar atau tidk. Penjualan merupakan penentu apakah suatu perusahaan atau bisnis memiliki perputaran keuangan yang baik.
B. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan pemasaran dan nilai pelanggan?
b. Bagaimana perencanaan strategi korporat dan divisi?
c. Bagaimana perencanaan strategis unit bisnis?
d. Apa yang dimaksud dengan peran pemasaran dalam rencana strategis pemasaran?
2 BAB II PEMBAHASAN A. Pemasaran dan Nilai Pelanggan
Pengertian Pemasaran
Pemasaran menurut Kotler (2000:4) merupakan salah satu bentuk dari proses sosial dan bagian dari memanajemen diri ataupun kelompok untuk mendapatkan kebutuhannya dengan menciptakan sebuah peluang, pertukaran, maupun penawaran terhadap sekelompok orang yang juga turut memiliki kebutuhan dan keinginan dari permintaan tersebut.
Pengertian Nilai Pelanggan
Menurut Kotler dalam Hurriyati (2005:103), nilai pelanggan adalah selisih nilai pelanggan total dan biaya pelanggan toral, maka nilai pelanggan total adalah sekumpulanmanfaat yang diharapkan oleh pelanggan dari produk atau jasa tertentu dan biaya pelanggan total adalah sekumpulan biaya yang diharapkan oleh konsumen yang dikeluarkan untuk mengevaluasi, mendapatkan, menggunakan dan membuang produk atau jasa
Butz & Goodstein menegaskan bahwa nilai pelanggan adalah ikatan emosional yang terjalin antara pelanggan dan produsen setelah pelanggan menggunakan produk atau jasa yang dihasilkan pemasok tersebut dan mendapati bahwa produk bersangkutan memberikan nilai tambah.
Pemasaran Dan Nilai Pelanggan
Penghantar nilai adalah melakukan investasi penting dalam infrastruktur dan kemampuan perusahaan harus memiliki kecakapan dalam hubungan manajemen pelanggan, manajemen sumber daya internal dan manajemen kemitraan bisnis.
Pendangan tradisional dari pemasaran adalah perusahaan membuat sesuatu lalu menjualnya. Disni pemasaran berperan pada tahap kedua dari proses ini. Pendangan kedua adalah urutan penciptaan dan pengantar nilai dibagi menjadi 3 fase yaitu:
- Fase Pertama :
Memilih nilai, merupakan tugas besar yang harus dikerjakan pemasaran sebelum produk muncul. Staf pemasaran harus mensegmentasi pasar, memilih pasar sasaran yang sesuai dan menyusun penentuan posisi nbilai tawaran. Rumusan segmentasi, penentuan sasaran dan penentuan posisi adalah esensi dari pemsaran strategis.
- Fase Kedua :
Memberikan nilai. Pemasaran harus menentukan fitur, harga dan distribusi produk secara spesifik sebagai bagian dari pemasaran strategis
- Fase Ketiga :
Mengkomunikasikan nilai. Disini berlangsung taktis selanjutnya yang meliputi penggunaan tenaga penjual, promosi penjualan, periklanan dan alat promosi lainnya untuk menginformasikan produk tersebut.
3 B. Perencanaan Strategi Korporat dan Divisi
Perusahaan yang menjalankan bisnis memerlukan perencanaan yang strategis untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya. Perencanaan strategis berhubungan dengan rencana jangka panjang yang akan berimplikasi cukup besar pada perusahaan. untuk itu perencanaan strategis harus dimatangkan. Perencanaan strategis ini juga bisa mencakup bagian divisi perusahaan.
Perencanaan Strategis Untuk Korporasi dan Divisi
Perusahaan-perusahaan korporasi atau perusahaan yang mempunyai beberapa divisi perlu menetapkan perencanaan strategis yang handal, agar perusahaan tersebut dapat survive (bertahan) dari berbagai kondisi perekonomian yang ada. Adapun kegiatan perencanaan ini terdiri dari 4 kegiatan,yakni:
- Menetapkan misi perusahaan
Langkah ini adalah suatu penetapan rencana tentang tujuan dan sasaran dari perusahaan itu. Misi ini dibuat dan direvisi secara berkala disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan pasar sehingga akan memicu para manager dan bawahannya untuk tetap memfokuskan pada misi tersebut.
- Menetapkan unit usaha strategis (strategic business unit-sbu)
Semakin berkembang dan membesarnya perusahaan maka membentuk unit usaha yang startegis mutlak diperlukan. Hal ini menjaga dan membantu core business yang utama tetap berjalan. Dan setiap SBU memiliki 3 karakteristik, yaitu:
1. Merupakan kelompok usaha terkait yang terpisah dari bagian usaha 2. Memiliki kolompok persaing tersendiri
3. Memiliki manager yang bertanggung jawab dalam perencanaan strategis dan kinerja laba serta pengendaliannya
- Mengalokasikan sumber daya untuk tiap SBU
Apa yang dimaksud sumber daya adalah sumber dana, SDM, dan perangkat yang berkaitan dengan SBU tersebut, sehingga SBU tersebut dapat survive dan memberikan kontribusi bagi korporasi usaha
- Merencanakan usaha baru
Dalam merencanakan usaha baru, perusahaan biasanya memiliki tiga pilihan alternatif bisnis, diantaranya adalah :
1. Pertama, dengan mengidentifikasi peluang yang tumbuh dalam bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan intensif),
2. Kedua, dengan mengidentifikasi peluang untuk membangun atau memperoleh bisnis yang berkaitan dengan bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan integratif),
3. Ketiga, dengan mengidentifikasi peluang untuk menambah bisnis menarik yang tidak ada kaitannya dengan bisnis perusahaan saat ini (peluang pertumbuhan diversifikasi).
- Organisasi dan Budaya Organisasi
Perencanaan strategi terjadi dalam konteks organisasi. Organisasi perusahaan terdiri dari struktur, kebijakan dan budaya korporatnya. Manajer dapat mengubah struktur dan kebijakan (meskipun sulit), namun budaya perusahaan sangat sulit diubah. Penyesuaian budaya sering menjadi kunci begi keberhasilan penerapan
4
strategi baru. Budaya korporat didefinisikan oleh beberapa orang sebagai npengalaman, serita, kepercayaan dan norma yang dimiliki bersama dan menentukan karakter organisasi. Budaya yang berpusat pada pelanggan dapat mempengaruhi semua aspek organisasi. Budaya adalah DNA perusahaan, dari atas ke bawah.
C. Perencanaan Strategi Unit Bisnis
Keberhasilan suatu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya tergantung pada kemampuan menjalankan fungsi pemasaran sebagai departemen yang penting karena merupakan fungsi bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen. Pemasaran lebih dari hanya sebagai salah satu departemen dalam perusahaan, namun memerlukan suatu proses yang tertib dan berwawasan untuk berpikir tentang perencanaan pasar.
Proses yang dapat diterapkan hanya pada produk dan jasa. Apapun dapat dipasarkan, ide, kejadian, organisasi, tempat, dan personal. Proses yang dimulai dengan meriset pasar untuk memahami karakteristik dan perilaku konsumen dan untuk mengidentifikasi peluang guna memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
Perencanaan strategis yang berorientasi pasar adalah proses menajerial untuk mengembangkan dan mempertahankan agar tujuan, keahlian, dan sumber daya perusahaan sesuai dengan peluang pasar yang terus berubah. Tujuan dari perencanaan strategis adalah untuk membentuk serta menyempurnakan bisnis dan produk perusahaan sehingga memenuhi tujuan laba dan pertumbuhan. Perencanaan strategis dapat dilakukan pada tiga tingkat yaitu korporasi atau perusahaan, divisi dan unit bisnis.
Strategi perusahaan menjadi kerangka kerja bagi divisi dan unit bisnis dalam menyiapkan rencana strategis masing-masing. Perencanaan strategis perusahaan meliputi mendefinisikan misi perusahaan, menyusun unit bisnis strategis, mengalokasikan sumber daya, merencanakan bisnis baru dan mengurangi bisnis yang ada. Perencanaan atas bisnis tertentu mencakup kegiatan-kegiatan antara lain mendefinisikan misi bisnis unit, analisa peluang dan ancaman bisnis, analisa kekuatan dan kelemahan internal, perumusan sasaran, perumusan strategi , perumusan program pendukung, pelaksanaan program, mengadakan umpan balik dan pengendalian.
Perencanaan strategis dalam proses pemasaran meliputi analisa peluang pasar, pengembangan meliputi analisa peluang pasar, pengembangan strategi pemasaran, perencanaan program pemasaran, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengendalian usaha pemasaran.
Proses perencanaan strategis terhadap bisnis perusahaan terdiri dari delapan langkah yaitu :
1. Misi Bisnis
Setiap unit bisnis perlu mengidentifikasikan misi khususnya dalam lingkup misi perusahaan yang lebih luas.
2. Analisa Swot
Evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), disebut analisa swot. Analisa ini menyangkut pada faktor-faktor lingkungan internal perusahaan.
3. Perumusan sasaran
5
Setelah perusahaan membuat analisa SWOT, perusahaan dapat mengembangkan sasaran khusus untuk suatu periode perencanaan.
4. Perumusan strategi
Sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai ileh suatu bisnis; strategi adalah suatu rencana permainan untuk mencapainya. Setiap bisnis harus merancang strategi untuk mencapai tujuannya, yang terdiri dari strategi pemasaran dan strategi teknologi serta strategi penetapan sumber yang cocok.
5. Perumusan program
Setelah unit bisnis mengembangkan strategi utamanya, unit bisnis tersebut harus mengembangkan program pendukung yang lebih terinci.
6. Pelaksanaan (implementasi)
Strategi yang jelas dan program pendukung yang baik mungkin tidak akan bermanfaat jika perusahaan gagal untuk melaksanakannya dengan baik.
Dengan kata lain, kegiatan implementasi menjadi faktor pendukung bagi berhasilnya kegiatan pemasaran perusahaan.
7. Umpan Balik dan Pengendalian
Selama perusahaan melaksanakan strateginya, perusahaan perlu menelusuri hasil yang telah dicapai dan memantau perkembangan baru dilingkungan internal dan eksternal. Perusahaan harus yakin akan satu hal yaitu lingkungan kan berubah, dan perusahaan harus meninjau ulang dan merevisi kegiatan pelaksanaan, program, strategi atau bahkan tujuannya.
Departemen pemasaran memiliki empat peran strategis sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi kebutuhan konsumen
2. Memuaskan kebutuhan pelanggan 3. Menjaga loyalitas
4. Membangun hubungan dengan pelanggan
Pemasaran berperan esensial bagi sebuah bisnis. Tanpa departemen ini, bisnis tidak bisa menjual produk. Bahkan, produk perusahaan tidak laku karena tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Departemen pemasaran berperan penting dalam menjaga hubungan kuat dengan pelanggan. Departemen ini juga membutuhkan dukungan dari departemen lain untuk beroperasi. Kerjasama ini vital untuk memastikan tim pemasaran berisi orang-orang kompeten.
Beberapa alasan menjelaskan mengapa departemen pemasaran adalah vital bagi sebuah perusahaan.
1. Departemen Pemasaran mengidentifikasi kebutuhan pelangga, baik kebutuhan saat ini atau kebutuhan masa depan. Dari tugas ini, tim kemudian memutuskan bauran pemasaran yang tepat. Mereka mengambil keputusan tentang produk apa yang dijual, berapa harganya, bagaimana mempromosikannya dan mengirimkannya ke pelanggan,
2. Tim pemasaran berusaha untuk meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap produk perusahaan. Sehingga mereka tertarik untuk membeli.
6
3. Tim pemasaran berjuan untuk menjual sebanyak mungkin produk. Sehingga perusahaan bisa memperoleh pendapatan yang maksimal. Departemen pemasaran adalah sumber dimana uang berasal.
4. Departemen pemasaran bertugas meningkatkan atau mempertahankan pasar. Tugas ini terkait dengan bagaimana uang terus mengalir ke perusahaan.
5. Departemenn pemasaran bertugas untuk mempertahankan atau meningkatkan citra perusahaan dan produknya. Selain itu, departemen ini bertugas untuk mempertahankan hubungan kuat dengan pelanggan. Jika berhasil, pelanggan loyal dan terus membeli, mengalirkan secara kesinambungan ke prusahaan.
Tim pemasaran mengidentifikasikan peluang baru untuk menghasilkan uang.
D. Peran Pemasaran Dalam Rencana Strategis Pemasaran
Peran Pemasaran Dalam Organisasi
Dalam organisasi, baik organisasi nonlaba maupun perusahaan, yang mempunya beberapa jenjang manajerial, peran pemasaran untuk masing-masing jenjang pasti berbeda. Sebuah perusahaan yang besar misalnya mempunyai tiga jenjang manajerial, yaitu manajemen puncak, manajemen madya dan manajemen operasional. Jika dilihat pada jenjang paling atas disebut jenjang korporat, jenjang menengah disebut jenjang unir bisnis strategik dan jenjang paling dalam disebut jenjang operasional. Pemasaran dibuthkan oleh setiap jenjang dalam perusahaan dengan peran yang berbeda seperti dikemukakan oleh Webster. Jr (1992).
1. Jenjang Korporat
Pada jenjang iuni, nama pemasarsnnya disebut pemasaran korporat (corporate marketing) dengan peran sebagai berikut
a. Mengampanyekan orientasi pelanggan dengan selalu mengutamakan pandangan pelanggan: filosofi seperti ini disebut Konsep Pemasaran
b. Memperkirakan daya tarik pasar dengan cara menganalisis kebutuhan dan persyaratan pelanggan, penawaran-penawaran kompetitif yang sangat potensial bagi perusahaan dan memperkirakan efektivitas kompetitif yang potensial c. Mengembangkan patokan nilai keseluruhan perusahaan yang mencerminkan
kebutuhan pelanggan dan menjabarkan ke seluruh perusahaan maupun pasarnya.
Dari ketiga peran utama tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai kultur atau budaya lebih diutamakan. Budaya di sini mencakup sejumlah nilai- nilai dan keyakinan dasar tentang kepentingan pokok pelanggan.
2. Jenjang Unit Bisnis Strategis
Nama pemasaran untuk jenajng ini disebut pemasaran strategis (strategic marketing), dengan peran :
a. Menentukan bagaimana melakukan persaingan (mengsegmentasikan pasar, menentukan pasar sasaran dan memosisikan produk) di bisnis tertentu dengan
7
melakukan analisis pesaing dan sumber-sumber perusahaan secara lebih detail dan cermat
b. Memutuskan kapan dan bagaimana cara melakukan kemitraan 3. Jenjang Operasional atau Fungsional
Dalam jenjang yang paling bawah ini peran pemasarannya disebut manajemen pemasaran (marketing management). Pemasaran berperan:
a. Merumuskan dan mengimplementasikan program-program pemasaran yang didasarkan pada bauran pemasaran (marketing mix), yaitu: produk (product), penetapan harga(price), distribusi (place0distribution) dan promosi (promotion) atau disingkat 4P.
b. Mengelola hubungan-hubungan yang harmonis dengan pelanggan dan penyalur. Pada jenjang operasional ini pemasaran diutamankan sebagai taktik.
8 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Penghantar nilai adalah melakukan investasi penting dalam infrastruktur dan kemampuan perusahaan harus memiliki kecakapan dalam hubungan manajemen pelanggan, manajemen sumber daya internal dan manajemen kemitraan bisnis.
Perusahaan yang menjalankan bisnis memerlukan perencanaan yang strategis untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya. Perencanaan strategis berhubungan dengan rencana jangka panjang yang akan berimplikasi cukup besar pada perusahaan. untuk itu perencanaan strategis harus dimatangkan
Keberhasilan suatu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya tergantung pada kemampuan menjalankan fungsi pemasaran sebagai departemen yang penting karena merupakan fungsi bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen.
Pemasaran berperan esensial bagi sebuah bisnis. Tanpa departemen ini, bisnis tidak bisa menjual produk. Bahkan, produk perusahaan tidak laku karena tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Departemen pemasaran berperan penting dalam menjaga hubungan kuat dengan pelanggan.
9
DAFTAR PUSTAKA
Dharmmesta, Basu Swastha. 2015. Manajemen Pemasaran.
https://www.scribd.com/document/473085241/EKMA4216-EDISI-2-pdf-pdf . Diakses 16 Oktober 2023
Simorangkir, Paolo Valentino. 2021. Perencanaan Strategi Korporat dan Divisi , https://www.studocu.com/id/document/sekolah-tinggi-ilmu-ekonomi-
indonesia/manajemen/perencanaan-strategi-korporat-dan-divisi/48627507 . Diakses 16 Oktober 2023
Aska. 2018. Perencanaan Strategis Untuk Korporat dan Divisi.
https://www.studocu.com/id/document/sekolah-tinggi-ilmu-ekonomi-
indonesia/manajemen/perencanaan-strategi-korporat-dan-divisi/48627507 . Diakses 16 Oktober 2023
Widiandra, Michael. Perencanaan Strategis Unit Bisnis. Perencanaan Strategis Unit Bisnis
| PDF (scribd.com) . Diakses 16 Oktober 2023