MAKALAH PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM KOMEDI TELEVISI: PENGARUHNYA DALAM KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Dosen Pembimbing:
Hj. Sukarelawati, Dra., M.Si.
Disusun Oleh:
Hardi Maulana G.2310767
M. Nushoir Arrofih G.2210498
Muhamad Ridwan G.2310683
Muhammad Ripaldi G.2310216
Yudistira Pratama A G.2310849
PROGRAM STUDI SAINS KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR
2024
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...i
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...3
BAB III METODE ANALISIS DESKRIPTIF KEPUSTAKAAN...5
BAB IV PEMBAHASAN...9
A. Program Komedi Sebagai Hiburan Televisi yang Lebih Diminati...9
B. Acara Komedi Televisi Lapor Pak!...10
BAB V KESIMPULAN...13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Komunikasi media televisi ialah proses komunikasi antara komunikator dengan komunikan (massa) melalui sebuah sarana yaitu televisi. komunikasi massa media televisi bersifat periodik. Dalam komunikasi massa media tersebut, lembaga penyelenggara komunikasi bukan secara perorangan, melainkan melibatkan banyak orang dengan organisasi yang kompleks serta pembiayaan yang besar.1 Karena media televisi bersifat “transitory” (hanya meneruskan) maka pesan-pesan yang disampiakan melalui komunikasi massa media televisi, hanya dapat didengar dan dilihat secara sekilas. Pesan-pesan di televisi bukan hanya didengar, tetapi juga dapat dilihat dalam gambar yang bergerak (audio visual).2
Pun demikian, selain sebagai media komunikasi dan sumber informasi masyarakat, keberadaan televisi juga memberikan sarana hiburan yang murah dan tidak sulit diakses. Maka dari itu pengaruhnya teknologi televisi sebagai media massa bisa dikatakan sangat kompleks dan beriringan dengan perkembangan teknologi itu sendiri.3
Dengan kondisi generasi remaja sekarang yang mengaku mulai kurang minat menonton siaran televisi karena keberadaan gadget dan internet yang lebih dinamis serta mudah diakses tanpa kabel, tapi ada beberapa program siaran televisi yang masih menjadi highlight dan disukai oleh pemirsanya. Hal ini juga mendorong industri pertelevisian dalam menyajikan siaran yang cocok bagi masyarakat dan bagaimana cara mereka membuat program televisi yang relatable dengan mem-frame ulang tayangan atau kejadian yang sedang hangat (viral) di sosial media.
1 Kuswandi, Komunikasi Massa, Sebuah Analisi Media Televisi, (jakarta : Rineka Cipta, 1996), hlm. 16
2 Abdul Rachman, M. Si. Dasar-dasar penyiaran, (Unri Press: 2009), hlm. 10
3 Teguh Imanto. 2011. Antara Televisi dan Gaya Hidup. Pengaruh Media Televisi Terhadap Gaya Hidup (Forum Ilmiah Vol 8 Nomor 2). Hlm. 157
B. Rumusan Masalah
Berikut adalah rumusan masalah yang kami analisa dari latar belakang mesalah yang telah kami jelaskan, yaitu:
1. Bagaimana usaha industri pertelevisian dalam menjaring minat remaja untuk menonton televisi?
2. Bagaiamana program komedi di televisi mempengaruhi konstruksi sosial dan komunikasi masyarakat?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya .Media massa elektronik terbagi ke dalam 3 golongan yaitu, media massa radio, media massa televisi, dan internet. Perkembangan zaman saat ini menuntut media massa untuk dapat memberikan informasi secara luas dan dengan waktu yang singkat. Salah satu kelebihan media elektronik adalah sifatnya yang real time atau disiarkan secara langsung apabila ada peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi. Dari hal tersebut kemudian menjadi faktor pendorong terbentuknya media massa elektronik yaitu salah satunya televisi. (Ismojo Herdono,2021).
Televisi adalah media dari jaringan komunikasi dengan ciri-ciri yang dimiliki komunikasi massa, yaitu berlangsung satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, sasarannya menimbulkan keserempakan dan komunikasinya bersifat heterogen. Televisi juga merupakan media massa yang sangat besar manfaatnya, karena dalam waktu yang singkat dapat menjangkau wilayah dan jumlah penontonnya yang tidak terbatas, dan juga peristiwa yang terjadi pada saat itu juga dapat segera diikuti sepenuhnya oleh penonton di belahan bumi yang lain. (Effendy, 2002).
Di era perkembangan teknologi, media massa terus melahirkan perubahan bagi media media baru yang dapat menyaingi televisi. Hasil survey Nielsen pada tahun 2019 menunjukkan bahwa terjadi penurunan terhadap penonton televisi sekitar 2-5%. Faktor yang mempengaruhi minat menonton menurut De Fluer yaitu durasi siaran, Frekuensi siaran, dan program siaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis. (Wilda Sofia,2022).
Humor atau komedi merupakan suatu kebutuhan yang dapat membuat manusia merasa senang dan hidup. Humor pada hakikatnya adalah rangsangan yang menyebabkan seseorang tertawa atau tersenyum dalam kebahagiaan (Wijana, 2013:21).
Pada dasarnya ketika berkomunikasi manusia akan selalu menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh penutur dan mitra tutur. Bahasa merupakan sarana pengungkap humor. Karena bahasa adalah alat komunikasi sosial. (Wijana, 2004: 12).
Trans 7 merupakan jaringan televisi swasta nasional Indonesia yang dimiliki oleh trans media. Situs lembaga televisi Trans 7 selain menyiarkan acara dalam saluran televisi Indonesia media ini juga menampilkan berbagai video program acara pada situs aplikasi youtubenya seperti acara komedi Lapor Pak!. Program Lapor Pak! berkonsep kriminal yang dibintangi secara reguler oleh Andre Taulany, Wendi Cagur, Andhika Pratama, Surya Insomnia, Kiky Saputri, Hesti Purwadinata, Ayu Ting Ting, dan Gilang Gombloh. Topik-topik yang diangkat memiliki konsep yang berbeda-beda, dengan bintang tamu yang berbeda di setiap episode acara tersebut.
Kesuksesan yang diraih oleh acara Lapor Pak! tidak luput dari kepiawaian para pemandu acara dalam menggunakan permainan bahasa dan penyimpangan kebahasaan di setiap kalimat tuturannya. Pemandu acara Lapor Pak! selalu menggunakan permainan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah kebahasaan ketika melakukan komunikasi antar sesamanya untuk memunculkan komedi pada penontonya.(Jayana, 2023).
BAB III
METODE ANALISIS DESKRIPTIF KEPUSTAKAAN
Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya .Media massa elektronik terbagi ke dalam 3 golongan yaitu, media massa radio, media massa televisi, dan internet. Perkembangan zaman saat ini menuntut media massa untuk dapat memberikan informasi secara luas dan dengan waktu yang singkat. Salah satu kelebihan media elektronik adalah sifatnya yang real time atau disiarkan secara langsung apabila ada peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi. Dari hal tersebut kemudian menjadi faktor pendorong terbentuknya media massa elektronik yaitu salah satunya televisi. (Ismojo Herdono,2021).
Televisi adalah media dari jaringan komunikasi dengan ciri-ciri yang dimiliki komunikasi massa, yaitu berlangsung satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, sasarannya menimbulkan keserempakan dan komunikasinya bersifat heterogen. Televisi juga merupakan media massa yang sangat besar manfaatnya, karena dalam waktu yang singkat dapat menjangkau wilayah dan jumlah penontonnya yang tidak terbatas, dan juga peristiwa yang terjadi pada saat itu juga dapat segera diikuti sepenuhnya oleh penonton di belahan bumi yang lain. (Effendy, 2002).
Pengaruh media massa sendiri merupakan fenomena yang kompleks dan dapat memengaruhi masyarakat secara luas. Beberapa pengaruh media massa melibatkan aspek-aspek berikut:
1. Pembentukan Opini Publik: Sumber: McQuail, D. (2010). McQuail's Mass Communication Theory. SAGE Publications. Penjelasan: Media massa dapat membentuk opini publik dengan menyajikan informasi, analisis, dan sudut pandang tertentu terkait suatu isu. Pengaruh ini dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap suatu topik atau peristiwa.
2. Pengaruh Terhadap Perilaku Konsumen: Sumber: Katz, E., Blumler, J. G., &
Gurevitch, M. (1973). Uses and gratifications research. Public Opinion Quarterly, 37(4), 509-523. Penjelasan: Media massa dapat memengaruhi
perilaku konsumen melalui iklan, review produk, dan pengaruh budaya populer. Konsumen dapat terpengaruh oleh tren dan preferensi yang disajikan melalui media.
3. Pembentukan Identitas Budaya: Sumber: Hall, S. (1997). Representation:
Cultural Representations and Signifying Practices. SAGE Publications.
Penjelasan: Media massa memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya suatu masyarakat. Melalui representasi dalam film, musik, dan program televisi, media membentuk cara individu dan kelompok mengidentifikasi diri mereka.
4. Pengaruh Politik: Sumber: Lasswell, H. D. (1927). Propaganda Technique in World War I. MIT Press. Penjelasan: Media massa memiliki pengaruh politik yang signifikan dengan menyajikan berita, kampanye politik, dan analisis politik. Media dapat membentuk persepsi masyarakat terhadap pemimpin, partai politik, dan kebijakan.
5. Pengaruh Sosial: Sumber: Bandura, A. (2001). Social cognitive theory: An agentic perspective. Annual Review of Psychology, 52, 1-26. Penjelasan:
Media massa dapat memengaruhi perilaku sosial melalui representasi model- model perilaku, baik positif maupun negatif. Contohnya, tontonan kekerasan dalam media dapat berpotensi memengaruhi perilaku agresif.
6. Agenda Setting: Sumber: McCombs, M., & Shaw, D. L. (1972). The agenda- setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176-187.
Penjelasan: Media massa memiliki peran dalam menentukan agenda pembicaraan masyarakat dengan menyoroti isu-isu tertentu. Isu yang sering muncul di media cenderung menjadi perhatian utama masyarakat. Penting untuk diingat bahwa pengaruh media massa tidak selalu bersifat satu arah;
masyarakat juga memiliki peran dalam memilih, menafsirkan, dan merespons informasi yang diterima dari media.
Pengaruh media massa televisi mencakup berbagai aspek yang dapat memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek pengaruh media massa televisi beserta sumbernya:
1. Pembentukan Opini Publik dan Persepsi Realitas: Sumber: Gerbner, G.
(1998). Cultivation analysis: An overview. Mass Communication & Society, 1(3-4), 175-194. Penjelasan: Teori Cultivation Analysis mengemukakan bahwa tontonan televisi secara berkelanjutan dapat membentuk persepsi realitas yang dimiliki oleh penonton. Jika suatu tema atau situasi sering muncul dalam program televisi, penonton cenderung mempercayai bahwa hal tersebut merefleksikan realitas yang sebenarnya.
2. Pengaruh Terhadap Perilaku Agresif: Sumber: Anderson, C. A., &
Bushman, B. J. (2001). Effects of violent video games on aggressive behavior, aggressive cognition, aggressive affect, physiological arousal, and prosocial behavior: A meta-analytic review of the scientific literature.
Psychological Science, 12(5), 353-359. Penjelasan: Meskipun sumber ini lebih berfokus pada video game, ada banyak penelitian yang menyelidiki hubungan antara paparan kekerasan di televisi dan perilaku agresif.
Penonton yang terpapar secara konsisten dengan konten kekerasan cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk menunjukkan perilaku agresif.
3. Pengaruh Terhadap Gaya Hidup dan Perilaku Konsumen: Sumber: Shapiro, S., & Krishnan, H. S. (2001). Memory-based measures for assessing advertising effects: A comparison of explicit and implicit memory effects.
Journal of Advertising, 30(2), 1-13. Penjelasan: Iklan televisi memiliki pengaruh besar terhadap perilaku konsumen. Penggunaan selebriti dalam iklan, presentasi gaya hidup tertentu, dan penggunaan strategi pemasaran lainnya melalui televisi dapat memengaruhi preferensi dan keputusan konsumen.
4. Pengaruh Terhadap Identitas Budaya dan Citra Sosial: Sumber: Liebes, T.,
& Katz, E. (1990). Patterns of Involvement in Television Fiction: A Comparative Analysis. Communication Research, 17(5), 601–621.
Penjelasan: Program televisi dapat membentuk identitas budaya dan citra sosial dengan cara menyajikan cerita, karakter, dan nilai-nilai tertentu.
Program yang populer dapat memengaruhi bagaimana masyarakat melihat diri mereka sendiri dan kelompok mereka.
5. Agenda Setting dan Framing: Sumber: Iyengar, S., & Kinder, D. R. (1987).
News that matters: Television and American opinion. University of Chicago Press. Penjelasan: Media televisi memiliki peran penting dalam menetapkan agenda pembicaraan masyarakat dengan menentukan topik dan isu yang mendapat perhatian lebih. Framing, atau cara penyajian informasi, juga dapat memengaruhi cara masyarakat memahami suatu isu.
6. Pengaruh Terhadap Perilaku Politik:Sumber: Graber, D. A. (2001).
Processing Politics: Learning from Television in the Internet Age.
University of Chicago Press. Penjelasan: Media televisi memainkan peran dalam membentuk persepsi politik masyarakat. Pemberitaan politik, wawancara kandidat, dan debat politik di televisi dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap pemilihan umum dan kebijakan politik.
Penting untuk diingat bahwa dampak media televisi dapat bervariasi tergantung pada jenis program, konteks budaya, dan cara individu menafsirkan informasi yang diterima.
BAB IV PEMBAHASAN
A. Program Komedi Sebagai Hiburan Televisi yang Lebih Diminati Sebelum berkembang pesatnya gadget telekomunikasi seperti smartphone dan jaringan internet yang semakin luas. Masyarakat umumnya menjadikan televisi sebagai media massa elektronik yang menjadi sumber berita dan informasi. Namun seiring berkembangnya teknologi, masyarakat pada umumnya lebih tertarik mencari informasi lewat gawai komunikasi genggam, selain karena lebih praktis dan murah, masyarakat pengguna gadget yang notaben dari kalangan remaja yang mana memiliki tingkat analisa dan objektifitas lebih kritis dapat mencari dan memilih berita atau informasi sesuai kebutuhan dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.
Maka demikian, televisi sekarang ini lebih banyak ditonton sebagai media hiburan dan advertasi. Berdasarkan survey indikator politik Indonesia, sebanyak 36,1% responden Indonesia masih suka menonton televisi. Di antara responden tersebut, mayoritas atau 45,7% paling menikmati acara hiburan, seperi sinetron, variety show, komedi, dan
olahraga.
Lainnya Siraman rohani/keagamaan Tidak tahu/tidak jawab Pendidikan/pengetahuan Berita Hiburan dan Sinetron
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
1 5.8 5.8
7.9
34.3
45.7
Sumber:
https://indikator.co.id/rilis-survei-online-20-april-2022/
Komedi atau sebutan lainnya humor yang ditujukan sebagai hiburan adalah sesuatu hal yang menimbulkan perasaan senang atau menggelikan bahkan tertawa sebagai respon. Komedi memiliki beberapa tipe, yaitu superioritas (kondisi meremehkan atau menertawakan kesulitan orang lain), ketidaksesuaian (hal-hal dimana suatu kondisi terjadi tidak semestinya atau keganjalan), dan pembebasan dari ketegangan (ingin terlepas dari tekanan). Ketiga tipe humor tersebut merupakan stimulus bagi penonton komedi untuk merasakan kebahagiaan. Dengan begitu, respon senyum atau tawa merupakan tanda keberhasilan komedi.
Komedi kemudian sangat erat kaitannya dengan isu dan fenomena sosial. Dengan mengaitkan isu dan fenomena sosial yang benar-benar terjadi di kehidupan masyarakat, para penonton komedi akan merasa
diperlukan oleh penonton komedi agar dapat memahami dan menikmati pertunjukan tersebut. Oleh karena itu, industri televisi, sekarang ini berlomba-lomba menayangkan program komedi sebagai program yang trend sebagai usaha dalam menjaring minat remaja untuk menonton televisi sebagai sarana hiburan.
Acara televisi merupakan salah satu media penyampaian komedi. Di Indonesia, cukup banyak acara televisi dengan konsep berbeda yang menyuguhkan tayangan bergenre komedi. Acara komedi di televisi memiliki beberapa jenis, diantaranya sketsa, situasi komedi, pencarian bakat, talkshow, dan variety show. Jenis acara ini merupakan yang paling banyak diminati di masyakat sebagaimana yang telah dijelaskan pada diagram survey di atas.
B. Acara Komedi Televisi Lapor Pak!
Lapor Pak! Merupakan sebuah acara varietas komedi yang memiliki konsep pengguanaan setting kantor kepolisian. Melalui konsep ini, para pemain mengenakan seragam polisi ala Lapor Pak! Dan mendapatkan peran sebagai anggota kepolisian dengan jabatannya masing-masing, antara lain Komandan, Intel, Penyidik, dan Polantas. Para bintang tamu yang hadir juga kerap diberikan peran seperti pelapor, tersangka, ataupun korban. Lapor Pak! menyajikan cerita yang berbeda di setiap episodenya dan selalu mengangkat isu dan fenomena yang sedang terjadi di Indonesia, baik politik, sosial, kriminal, maupun gosip artis. Adapun aspek kantor kepolisian diperkuat dengan dibuatnya adegan ruangan interogasi, berita acara pemeriksaan (BAP), dan gimmick lainnya seperti proses penyergapan dan pengungkapan kasus.
Tayang perdana di chanel Trans 7 pada februari 2021, Program acara Lapor Pak! menjadi menjadi salah satu acara televisi dengan penggemar terbanyak pada tahun tersebut. Hal ini dibuktikan dengan penerimaan penghargaan Indonesian Television Awards 2021 dengan kategori Program Prime Time Non Drama Terpopuler dan mengalahkan program
acara unggulan lainnya. Lapor Pak! yang saat itu belum genap satu tahun berhasil mendapat penghargaan dari acara ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh RCTI.
Lapor Pak! menyuguhkan plot cerita yang tersusun rapi dengan mengangkat kasus kriminal, isu, hingga gosip artis yang berbeda yang sedang beredar dan ramai diperbincangkan di setiap episodenya. Beberapa masalah yang pernah diangkat dalam episode-episode Lapor Pak! antara lain kemunculan hacker, pemusnahan barang bukti narkoba, gembong narkoba, dan lain sebagainya. Masalah-masalah lingkup kecil seperti pencopetan dan bullying juga sering menjadi kasus yang ditangani di Lapor Pak!.
Gambar 1 : Set lobby Lapor Pak!
Lapor Pak! merupakan salah satu acara yang berani menyinggung topik-topik sensitif yang berkaitan dengan isu sosial dan politik dan membawakannya dalam bentuk komedi. Banyak adegan dan kalimat tersirat yang dimainkan oleh para pemain Lapor Pak! berupa kritik sosial dengan tanpa mengarahkan atau menyudutkan pihak tertentu.
Hal ini menjadi daya tarik bagi para penontonnya karena banyak yang memikirkan hal yang sama dengan apa yang diucapkan oleh para pemain. Beberapa kritikan yang disampaikan dalam konteks bercanda para pemain juga dirasa relate dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu contohnya ketika Surya Insomnia membahas tentang kehidupan
Karena ke-relate-an inilah, bisa dikatakan bahwa program Lapor Pak! sebagai salah satu program komedi televisi selain sukses menarik minat penonton tapi juga berhasil memberikan pengaruh kepada masyarakat akan kritis kepada suatu fenomena sosial yang sedang terjadi dengan dibalut oleh ragam hiburan komedi yang mudah dicerna oleh masyarakat.
Maka dalam segi komunikasi, penyampaian informasi yang dibawakan dalam program komedi seperti acara Lapor Pak! menjadi salah satu alternatif kegiatan komunikasi yang baik dan lebih mudah diterima dengan humor inforfatif dari komunikator (komedian) kepada komunikan (penonton).
BAB V KESIMPULAN
Dari sini kami membahas pengaruh program komedi televisi, khususnya
"Lapor Pak!", dalam komunikasi dan informasi. Program komedi televisi dianggap lebih diminati sebagai hiburan daripada sumber informasi, namun industri pertelevisian berusaha menarik minat remaja dengan menampilkan program komedi yang relevan dengan isu dan fenomena sosial. "Lapor Pak!" merupakan contoh sukses dari program komedi televisi yang mengangkat berbagai isu kriminal, sosial, dan gosip artis.
Acara "Lapor Pak! diakui sebagai acara komedi yang berani menyinggung topik-topik sensitif dalam isu sosial dan politik. Para pemain acara ini memberikan kritik sosial tanpa menyudutkan pihak tertentu, sehingga banyak penonton merasa terkait dengan apa yang disampaikan. Melalui hiburan komedi, acara ini berhasil memberikan pengaruh kepada masyarakat dalam hal kritik terhadap fenomena sosial yang sedang terjadi. Dalam segi komunikasi, acara ini diakui sebagai salah satu alternatif kegiatan komunikasi yang baik dan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Dengan demikian, kesimpulan dari program komedi televis ini yang berjudul seperti "Lapor Pak!", memiliki potensi besar dalam menyampaikan informasi dan kritik sosial kepada masyarakat. Meskipun dianggap sebagai hiburan, program komedi televisi mampu menjadi sarana komunikasi yang efektif dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Oleh karena itu, peran program komedi televisi dalam menyebarkan informasi dan menyuarakan kritik sosial tidak boleh diabaikan, karena program semacam ini mampu memengaruhi pandangan dan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu penting dalam masyarakat.