Hakikat dan prinsip-prinsip pertumbuhan ,perkembangan dan kematangan Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Psikologi Perkembangan
Disusun Oleh:
1. Muhammad Fathur Rohman Azzuhdi ( 202210058 ) 2. Muhammad Mu’adhom Irsyadi ( 202210060 ) 3. Niken Puspa Kirana ( 202210064 )
4. Nur Ardira Uzma ( 202210067 )
Dosen Pengampu:
Ika Rusdiana, S.Pd.I.,M.A.
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
FEBRUARI 2021
ii
KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum wr. Wb.
Alhamdulillah, segala puji dan rasa syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
hidayah dan inayah-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap bantuan dari teman-teman semua yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan yang diampu oleh
beliau ibu Dosen Ika Rusdiana, S.Pd.I.,M.A.. Melalui makalah ini, kami ingin memaparkan bagaimana hakikat dan prinsip-prinsip pertumbuhan ,perkembangan dan kematangan sebagai materi permulaan perkuliahan Mata Kuliah Psikologi Perkembangan. Mudah-mudahan kehadiran makalah ini dapat menambah khazanah keilmuan terutama di bidang studi Pancasila.
Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari teman-teman semua demi kesempurnaan makalah ini. Sekian.
Wassalamu’alaikum wr. Wb.
Ponorogo, 27 Februari 2022
Kelompok 1
iii DAFTAR ISI
Judul
Kata pengantar ……….ii Daftar Isi………...iii BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………..iv B. Rumusan Masalah………iv C. Tujuan Pembahasan……….iv BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Perkembangan………5 B. Prinsip Perkembangan……….7 BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan ………..11 DAFTAR PUSTAKA………...12
iv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Psikologi perkembangan merupakan salah satu lapangan dalam ilmu psikologi yang membahas tentang perubahandanfaktor-faktor umum yang mempengaruhi perubahan pada manusia baik yang bersifat fisik maupun psikis akibat adanya proses kematangan dan interaksi lingkungan.
Perkembangan ini bersifat sistematis,progresif,dan berkesinambungan.
Sistematis:Berarti adanya keterkaitan antara factor fisik dengan aspek kejiwaan atau tingkah laku yang ditimbulkan.Contoh:anak bayi bisa berjalan karena kematangan otot yang sudah kuat untuk berjalan.
Progresif: Berarti bahwa perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna seiring dengan bertambahnya umur manusia . Contoh:perubahan anak dari kecil menjadi dewasa serta perubahan pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik.
Berkesinambungan: Berarti proses perubahan itu sifatnya bertahap.Contoh: untuk bisa berjalan seorang bayi pasti melalui tahapan melata , merangkak, dan berdiri.Begitupun berjalan adalah merupakan syarat tahapan anak untuk bisa berlari.
B. Rumusan Masalah
1. Apa hakikat perkembangan,pertumbuhan dan kematangan?
2. Apa prinsip-prinsip perkembangan ,pertumbuhan dan kematangan?
C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui hakikat perkembangan,pertumbuhan dan kematangan
2. Mengetahui prinsip-prinsip perkembangan,pertumbuhan dan kematangan
BAB II
PEMBAHASAN A. Hakikat Perkembangan
Istilah “perkembangan” (development) dalam psikologi merupakan sebuah konsep yang rumit dan kompleks. Oleh sebab itu perlu memahami beberapa konsep lain yang terkandung di dalamnya, diantaranya: perkembangan , pertumbuhan , dan kematangan.
1. Perkembangan(development)
Secara sederhana seifert & hoffnungmen dedifinisikan perkembagan sebagai “long-term changes in a person’s growth, feelings, patterns of thingking, social relationship, and motor skills” sementara itu chaplin mengartikan perkembangan sebagai:
a. Perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, dari lahir sampai mati.
b. Pertumbuhan
c. Perubahan dalam bentuk dan dalam intergrasi dari bagian bagian jasmaniah kedalam bagian bagian fungsional
d. Kedewasaan dan kemunculan pola pola asasi dari tingkah laku yang tidak di pelajari.
Menurut reni akbar hawadi “perkembangan secara luas merujuk pada keseluruhan proses perubahan dari potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas kemampuan, sifat dan ciri-ciri baru. Dalam istilah perkembangan ini juga tercakup konsep usia, yang di awali dari saart pembuahan dan berakhir dengan kematiaan”
Menurut F.J. Monks , dkk. Pengertian perkembangan merujuk pada “ suatu proses kearah yang lebih sempurna dan tidak dapat di ulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali. Perkembangan juga dapat di artikan sebagai
“ proses yang kekal dan tetap menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan pertumbuhan,pematangan dan belajar.
Kesimpulan umum yang dapat di tari dari definisi di atas adalah bahwa perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkain perubahan yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi- fungsi jasmaniah adan rohaniah. Perkembangan itu bergarak secara berangsur angsur tetapi pasti, melalui sebuah tahap ketahap selanjutnya, mulai dari masa pembuahan berakhir dengan kematian.
Ini menunjukkkan bahwa esejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan- perubahan secara progresif dan berkesinambungan.
2. Pertumbuhan (Growth)
6
Dalam konsep perkembangan juga terkandung pertumbuhan. Pertumnuhan sebenarnyasebuah kata yang lazi dalam biologi, sehingga pengertiannya lebih biologi. C. P. Chaplin, mengartikan pertumbuhan sebagai satu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari bagian- bagian tubuh atau dari organisme sebagi suatu keseluruhan. Menurut A. E. Sinolungan, pertumbuhan menunjuk pada perubahan kuantitatif ,yaitu yang dapat dihitung dan di ukur, seperti panjang dan berat badan. Sedangkan menurut ahmad thonthowi, pertumbuhan sebagai perubahan jasad yang meningkat dalam ukuran (size) sebagai akibat dari adanya perbanyakan (multiplication) sel-sel.
Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa istilah pertumbuhan dalam konteks perkembangan merujuk merujuk pada perubahan kuantitatif, yaitu peningkatan dalam ukuran dan struktur, seperti pertumbuhan badan. Dengan demikian, tidak dapat dikatakan pertumbuhan ingatan, pertumbuhan berfikir sebab itu merupakan perunahan secara rohaniah. Demikian juga tifak tepat ikatakan perumbuhan berjalan, pertumbuhan menulis dan sebagainya sebab semuanya perkembangan fungsi fungsi jasmaniah.
Pertumbuhan fisik bersifat meningkat, menetap dan kemudian mengalami kemunduran sejalan dengan bertumbuhmnya usia. Ini berarti pertumbuhan fisik ada puncaknya. Sesudah masa tertentu fisik mengalami kemunduran dan berakhir pada keruntuhan hari tua. Berbeda perkembangan aspek mentalatau psikis yang relatif berkelanjutan.
Dengan demikian ,istilah “ pertumbuhan” lebih cenderung menunjuk pada kemajuan fisik atau pertumbuhan tubuh yang melaju sampai pada stu titik optimumdan kemudian menurun menuju keruntuhan. Sedangkan istilah “perkembangan” lebih menunjuk pada kemampuan mental atau perkembangan rohani yang melaju terus menerus sampai akhir hayat.
3. Kematangan (maturation)
Istilah’ kematangan’yang adalam bahasa inggris disebut dengan maturation,sering dilawankan dengan immaturation, yang artinya tidk matang. Seperti perumbuhan, kematangan juga berasal dari istilah yang sering digunakan dalam biologi, yang menunjuk pada keranuman atau kematangan.
Chaplin mengartikan kematangan sebagai : (1) perkembangan, prosesmencapai kemasakan/usia masak. (2) proses perkembangan, yang dianggap berasal dari keturunan, atau merupakan tingkah lakun khusus spesies (jenis, rumpun)
Sementara itu, davidoff menggunakan istilah kematangan untuk menunjuk pola perilaku tertentu yang tergantung pada pertumbuhan jasmani dan kesiapan susunan saraf. Proses ini juga tergantung pada gen. Jadi kemtangan ini merupakan suatu potensi yang dibawa individu sejak lahir. Timbul dan bersatu dengan pembawaannya serta turut mengatur pola perkembangan tingkah lajku individu. Namun demikian kemtangan tifdak dapat dikategorikan sebagai faktor keturunan. Karna kematangan merupakan suatu sifat tersendiri.
Kematangan mula- mula merupakan hasil dari adanya perubahan tertentu dan penyasuaianstruktur pada diri individu. Kematngan juga terjadi pada aspek- aspek psikisyang meliputi keadaan berfikir, rasa kemauan dan lain- lain.
7 B. Prinsip Perkembangan
Perkembangan individu berlangsung sepanjang hayat, dimulai sejak masa pertemuan sel ayah dengan ibu dan berakhir pada saat kematiannya. Seperti telah disebutkan pada uraian sebelumnya bahwa perkembangan individu manusia itu dinamis, perubahannya kadang-kadang lambat tetapi bisa juga cepat, hanya berkenaan dengan salah satu aspek atau beberapa aspek berkembang serempak1. Dari beberapa penelitian dapat disimpulkan bahwa prinsip
perkembangan, Antara lain adalah berikut ini;2
1. Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek. Perkembangan bukan hanya berkenaan dengan spek-spek tertentu tetapi semua aspek. Perkembangan aspek-aspek tertentu mungkin lebih terlihat dengan jelas, sedang aspek yang lainnya tersembunyi.
2. Setiap individu memiliki kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda. Seseorang mempunyai kemampuan berpikir dan membina hubungan sosial yang sangat tinggi dan perkembangannya dalam segi itu sangat cepat, sedangkan kemampuan lainnya kurang dan perkembangannya lambat, walaupun individu pada umumnya berada pada situasi sedang berkembang. Pada aspek lain, kualitas dan kecepatan perkembangannya lain pula.
3. Perkembangan secara relatif beraturan, mengikuti polapola tertentu. Perkembangan suatu segi didahului atau mendahului segi yang lainnya.
4. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit. Secara normal perkembangan itu berlangsung sedikit demi sedikit, tetapi dalam situasisituai tertentu dapat juga terjadi lompatan-lompatan atau bahkan kemacetan.
5. Perkembangan berlangsung dari kemampuan yang bersifat umum menuju ke arah yang lebih khusus, mengikuti proses diferensiasi dan integrasi. Perkembangan dimulai dengan dikuasainya kemampuan-kemampuan yang bersifat umum.
6. Secara normal perkembangan individu mengikuti seluruh fase, tetapi karena faktor-faktor khusus, fase tertentu dilewati dengan cepat atau sangat lambat.
7. Sampai pada batas-batas tertentu, perkembangan sesuatu aspek dapat dipercepat atau diperlambat.
8. Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya.
9. Pada saat tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu, perkembangan pria dan wanita berbeda Prinsip Pertumbuhan
Hurlock ( 1991 ) mengemukakan prinsip-prinsip yang merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan sebagai berikut:
1 Elfi Yuliana Rochmah, Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang Hidup), (Ponorogo: Stain Po Press, 2014), 43
2 Elfi Yuliana Rochmah, Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang Hidup), (Ponorogo: Stain Po Press, 2014), 44
8 1. Ada perubahan
Manusia tidak pernah dalam keadaan statis. Manusia selaul beubah dan megalami peubahan sejak masa pembuahan hingga datangnya kematian. Perubahan tesebut bisa menanjak,kemudian berada di titik puncak kemudian megalami kemunduran.
2. Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan berikutnya
Lingkungan tempat anak meghabiskan masa kecilnya memiliki pengaruh yang sangat kuat tehadap kemampuan bawaan mereka. Bukti-bukti ilimiah telah menunjukkan bahwa dasar awal cenderung bertahan serta mempengaruhii sikap dan perilaku individu sepanjang hidupnya. Bukti- bukti yang medukung teori ini antara lain:
a. Hasil belajar dan pengalaman merupakan hal yang dominan dalam perkembangan individu
b. Dasar awal lebih cepat menjadi pola kebiasaan. Hal ini tentu akan bepengaruh sepanjang hidup dalam penyesuaian social dan pribadi individu
c. Dasar awal sangat sulit berybah meskipun hal tersebut dianggap salah
d. Semakin dini dilakukan upaya perubahan,maka semakin mudah bagi individu untuk mengadakan perubahan terhadap dirinya
3. Perkembangan merupakan hasili proses kematangan dan belajar
Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya karakteristik yang secara potesial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan genetic
4. Pola perkembangan dapat diramalkan ( diprediksi )
Perkembangan motoric akan megikuti hukum chepalocaudle yaitu perkembangan yang meyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki yang baerarti bahawa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama tejadi di bagian kepala kemudian badan dan teakhir kaki. Hukum yang kedua yaitu proxmodistle perkembangan dari tabg dekat kea yang jauh. Kemampuan jari-jemari seseorang didahului oleh ketrampilan lengan
5. Pola perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan (diprediksi )
Karakteistik tertentu dalam perkembangan ,baik perkembangan fisik maupun metal dapat diramalkan. Semua anak megikuti pola perkembangan yang sama dari satu tahap berikutnya.
Perkembangan tegantung kepada pematangan dan pembelajaran. Pematangan mengacu pada karakteristik sekuensial pertumbuhan biologis dan perkembangannya. Perubahan biologis tejadi dalam urutan dan memberikan individu kemampuan baru. Perubahan otak dan system syaraf sebagian besar menetukan pematangan. Perubahan-perubahan dalam otak dan system syaraf individu meningkatkan kemampuannya dalam berpikir (kognitif ) dan motorik( fisik )atau keterampilan. Individu harus terlebih dulu matang dalam keterampilan tertentu sebelum dapat bekembang megakuisisi keterampilan baru3
3(Danim, 2011: 13-14).
9
6. Terdapat perbedaan individu dalam pertumbuhan dan perkembangan
Walaupun pola perkembangan sama bagi semua individu ,namun setiap individu akan mengikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatannya sendiri. Sebagian individu berkembang dengan normal, bertahap langkah demi langkah,sementara itu sebagian yang lain berkembang degan kecepatan yang melebihi batas normal,dan sebagiannya berkembang sangat lambat atau terjadi penyimpangan. Perbedaan tejadi karena setiap individu memiliki unsur biologis dan genetic yang berbeda. Selain itu factor lingkungan yang berbeda-beda juga turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan individu
7. Setiap perkembangan memiliki bahaya potensial
Pola perkembangan tidak selamanya berjalan mulus, pada setiap usia mengandung bahaya yang dapat mengganggu pola yang normal. Gangguan dapat terjadi karena factor intenal ( dari dalam diri individu sendiri (dan ada pula factor ekstenal (lingkungan). Bahaya ini dapat megakibatkan terganggunya penyesuaian fisik, psikologis dan social sehingga pola perkembangan individu tidak meningkat tapi datar atau tidak ada peningkatan. Jika ini yang terjadi ,maka dapat dikatakan bahwa individu yang bersangkutan sedang mengalami gangguan penyesuaiam atau ketidakmatangan.
Prinsip Kematangan
Istilah kematangan adalah suatu keadaan dalam diri manusia yang menggambarkan bahwa organ atau potesi yang dimiliki telah siap untuk menerima perlakuan atau melakukan sesuatu.
Misalnya kematanganfisik anak yang berupa organ kaki,sebelum organ kaki tesebut matang untuk dipakai berjalan,maka latihan apapun yang dilakukan orang tua si anak tetap belum mampu berjalan. Upaya pelatihan tersebut hanyalah untuk mempercepat proses kematangan.
Demikian juga dengan aspek lainnya, seperti kematangan untuk berpikir,berhitung, berbahasa dan lain sebagainya. Semua potensi yang ada dalam diri anak hanya akan berfungsi sebagai mana mestinya tergantung pada aspek kematangan ini
10 BAB III PENUTUP KESIMPULAN
Perkembangan itu bergerak secara berangsur angsur tetapi pasti, melalui sebuah tahap ketahap selanjutnya, mulai dari masa pembuahan berakhir dengan kematian. Ini menunjukkkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan- perubahan secara progresif dan berkesinambungan. Sedangkan
kematangan adalah suatu keadaan dalam diri manusia yang menggambarkan bahwa organ atau potensi yang dimiliki telah siap untuk menerima perlakuan atau melakukan sesuatu. Kematangan mula-mula merupakan hasil dari adanya perubahan tertentu dan penyasuaian struktur pada diri individu. Kematangan juga terjadi pada aspek-aspek psikis yang meliputi keadaan berfikir, rasa kemauan dan lain-lain.
11
DAFTAR PUSTAKA Mustakim.2003.Psikologi Pendidikan.Jakarta :Rineka Cipta
Syamsul Yusuf.2002.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Elfi Yuliana Rochmah, Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang Hidup), (Ponorogo: Stain Po Press, 2014), 43
Elfi Yuliana Rochmah, Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang Hidup), (Ponorogo: Stain Po Press, 2014), 44
(Danim, 2011: 13-14).