• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Studi Kasus File - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Makalah Studi Kasus File - Spada UNS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KASUS NARKOTIKA, KASUS COKI PARDEDE Disusun untuk Memenuhi Tugas

Tindak Pidana Narkotika

Dosen Pengampu : Dr. Rehnalemken Ginting, S.H., M.H.

Disusun Oleh

Yudi Syahputra/ NIM E0019442 Muhammad Faza Alfalah/ NIM: E0019458

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2021

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Penyalahgunaan Narkoba (Narkotika dan obat-obat berbahaya) adalah kejahatan Internasional dan extra ordinary crime. Pada zaman era globalisasi saat ini masyarakat turut berkembang secara dinamis, yang diikuti proses penyesuaian diri yang terkadang terjadi secara tidak merata, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi paling mutakhir dan canggih dalam bidang telekomunikasi dan transportasi, sehingga (akan) memudahkan akses berbagai macam termasuk didalamnya tentang alur masuk dan keluar (transaksi) narkoba.

Penyalahgunaan penggunaan obat-obat terlarang (narkoba), termasuk penggunaan alkohol, terus meningkat dalam masyarakat terutama para remaja, dan di beberapa tempat, obat-obatan terlarang tersebut telah menarik pemuda dalam dunia kejahatan dan kecanduan yang mematikan. Setiap orang, masyarakat, keluarga, dan individu-individu bahkan publik figure (pejabat) harus memproteksi diri dengan penanaman nilai-nilai agama yang kuat, yang berakar dari kepercayaan agama yang merupakan faktor perlindungan yang efektif guna mencegah dampak penggunaan narkoba sebagai tindakan yang beresiko tinggi.

Berbicara tentang publik figur yang melakukan penyalahgunaan narkoba, baru baru ini jagat indonesia dihebohkan dengan penangkapan salah satu komedian, dan konten kreator tanah air, yaitu Coki Pardede. Walaupun dikenal sebagai publik figur yang berpikiran kritis tak membuat Coki lolos dari godaan obat-obatan terlarang. Tekanan perkerjaan serta pengaruh lingkungan menjadi faktor sosok Coki tergoda akan barang haram tersebut. Dengan maksud guna mendalami kasus penyalahgunaan narkoba tersebut penulis berinisiatif untuk menyusun makalah dengan judul “Analisis Kasus Narkotika Kasus Coki Pardede”, untuk melakukan sebuah analisa, yang mana dari analisa ini, penulis akan membedah kasus tersebut, dan melihatnya dari sudut pandang secara yuridis.

(3)

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas maka penulis menyusun beberapa rumusan masalah antara lain:

1. Bagaimana kronologi kasus narkotika yang dialami oleh Coki Pardede?

2. Bagaimana perkembangan serta akhir dari kasus tersebut?

3. Bagaimana analisa kasus tersebut jika dilihat dari sudut pandang yuridis?

C. Pembahasan

Kronologi, Perkembangan, dan Akhir Kasus

Reza Pardede, atau lebih dikenal sebagai Coki Pardede, adalah pelawak tunggal dan aktor berkebangsaan Indonesia . Ia merupakan salah seorang kontestan ajang pencarian bakat Stand Up Comedy Indonesia Season 4 yang diselenggarakan oleh Kompas TV dan Stand Up Comedy Academy 2 yang diselenggarakan di salah satu saluran televisi swasta di indonesia. Sebelum akhirnya diringkus Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota, coki diketahui berprofesi sebagai konten kreator, bersama Tretan Muslim serta beberapa komika membentuk sebuah kelompok bernama Majelis Lucu Indonesia atau MLI yang bergerak sebagai kelompok yang menyajikan acara stand up comedy dengan berbagai genre.Muslim dan Coki juga memopulerkan konten Pemuda Tersesat yang menghadirkan sosok Habib Husein Ja'far Al-Hadar .

Pada Hari Rabu malam, tanggal 1 Sepetember 2021 Coki ditangkap Satnarkoba Polres Metro Tangerang Kota di perumahan di daerah Pagedangan, Kota Tangerang. Ketika ditangkap, Coki disebut masih dalam pengaruh sabu.

Selain Coki, dalam kasus ini, polisi juga menangkap seorang perempuan berinisial WLI yang merupakan seorang penyuplai sabu. Dari hasil tes urine, keduanya dinyatakan positif ampetamin dan metampetamin. Penangkapan Coki merupakan hasil pengembangan dari informasi masyarakat. Dari informasi itu, dilakukan penyelidikan hingga ditemukan seorang kurir yang kemudian mengarah kepada Coki.

(4)

Setelah menjalani proses pemeriksaan, terungkap fakta bahwa Coki Pardede mengkonsumsi sabu dengan menyuntikannya lewat dubur. Hal tersebut disampaikan Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima. Dari hasil penyidikan dan interogasi diketahui bahwa Coki mengetahui cara tersebut setelah menonton video dari Youtube. Cara tersebut sengaja dipilih Coki karena dirasa lebih efektif. Yang mana cara tidak lazim dalam penggunaan narkoba tersebut biasanya dilakukan oleh pengguna di luar negeri.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka Coki secara terbuka didepan awak media menyampaikan permintaan maafnya, kepada masyarakat indonesia, akan kasus yang dialaminya tersebut. Selain itu coki juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya dan meminta agar sabar menunggu hasil karya selanjutnya, diakhir wawancara Coki juga mengungkapkan, saat ini dirinya harus menghadapi urusan yang lebih penting, yakni menyembuhkan kecanduan konsumsi barang haram.

Coki Pardede akhirnya menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Putusan rehabilitasi diberikan karena Coki dinilai sebagai korban penyalahgunaan narkoba. Kepala Satuan Narkoba Polrestro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan oleh pihak Coki.

ANALISIS KASUS

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwasanya comedian kondang coki pardede termasuk kedalam golongan pecandu, hal ini sesuai dengan Pasal 1 angka 13 Undang-undang Narkotika yang menyebutkan bahwasanya

“Pecandu Narkotika adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun psikis.” coki masuk kategori pecandu dikarenakan dirinya hanya menggunakan Narkotika dan tidak terkait dengan sindikat perdagangan narkotika manapun, selain itu coki juga telah menggunakan Narkotika dalam jangka waktu

(5)

yang lama dan sudah dapat dipastikan bahwasanya saudara coki pardede mengalami ketergantungan terhadap narkotika jenis sabu-sabu tersebut. Selain itu coki pardede juga masuk kategori orang yang menyalahgunakan narkotika seperti yang diterangkan dalam Pasal yang sama angka 15 yang berbunyi “Penyalah Guna adalah orang yang menggunakan Narkotika tanpa hak atau melawan hukum.”.

Mengenai hukuman yang harus diterima oleh coki pardede terkait penggunaan narkotika, Undang-undang mengatur tersebut dalam Undang-undang Narkotika Pasal 54 yang menyebutkan bahwasanya “Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial” Dalam hal ini pengguna narkotika golongan berapa yang harus mendapatkan rehabilitasi tidak disebutkan dalam Pasal 54 Undang-undang Narkotika. Dalam hal ini coki yang sebagai pecandu memang seharusnya mendapatkan rehabilitasi baik medis maupun sosial seperti yang disebutkan dalam pasal 54 Undang-undang Narkotika. Pecandu harus mendapatkan rehabilitasi dikarenakan mereka hanyalah sebagai korban dari peredaran gelap narkotika yang sulit diatasi oleh negara manapun. Dalam Peraturan Bersama antara Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Menteri Sosial republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dengan Nomor 01/PB/MA/III/2014, Nomor 03 Tahun 2014, Nomor 11 Tahun 2014, Nomor 03 Tahun 2014, Nomor Per-005/A/JA/03/2014, Nomor 1 Tahun 2014 dan Perber 01/III/2014/BNN tentang Penanganan Pecandu Narkotika Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Ke Dalam Lembaga Rehabilitasi, yang diundangkan di Jakarta pada tanggal 11 April 2014, dan dimuat dalam berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 465. Dimana inti dari peraturan bersama tersebut adalah pecandu narkotika, penyalahguna narkotika dan korban penyalahguna narkotika haruslah diberikan pengobatan,

(6)

perawatan dan pemulihan pada lembaga rehabiltasi medis atau lembaga rehabilitasi sosial dengan cara terlebih dahulu dilakukan proses assesmen oleh tim assesmen yang terdiri dari tim dokter yang meliputi dokter dan psikologi dan tim hukum yang terdiri dari unsur Polri, BNN, Kejaksaan dan Kemenkumham.

Mengenai Pelaksanaan rehabilitasi sendiri diatur dalam Pasal 56 ayat (1) dan (2) Undang-undang Narkotika yang mana isi dari pasal tersebut adalah

“Rehabilitasi medis Pecandu Narkotika dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk oleh Menteri” (1) dan “Lembaga rehabilitasi tertentu yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau masyarakat dapat melakukan rehabilitasi medis Pecandu Narkotika setelah mendapat persetujuan Menteri.” (2). Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, merupakan rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan rehabilitasi kepada komedian Coki Pardede yang pasti sudah mendapat izin dari pemerintah terkait instansi yang berhak melakukan rehabilitasi.

(7)

Kesimpulan

● Pasal 1 angka 13 Undang-undang Narkotika yang menyebutkan bahwasanya “Pecandu Narkotika adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun psikis.” coki masuk kategori pecandu dikarenakan dirinya hanya menggunakan Narkotika dan tidak terkait dengan sindikat perdagangan narkotika manapun.

● Dalam hal ini coki yang sebagai pecandu memang seharusnya mendapatkan rehabilitasi baik medis maupun sosial seperti yang disebutkan dalam pasal 54 Undang-undang Narkotika. Pecandu harus mendapatkan rehabilitasi dikarenakan mereka hanyalah sebagai korban dari peredaran gelap narkotika yang sulit diatasi oleh negara manapun.

SARAN

Perlu adanya kesadaran dan kerja bersama antara masyarakat dan penegak hukum terkait dengan pemberantasan peredaran Narkoba dikarenakan peredaran Narkoba telah sampai di berbagai lapisan masyarakat. Jika mengandalkan kinerja aparat hukum maka tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal dikarenakan keterbatasan SDM sehingga perlu adanya peran aktif masyarakat untuk menutupi keterbatasan yang dimiliki oleh aparat penegak hukum.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

● 2021. “Wikipedia Bahasa Indonesia, Coki Pardede”,

https://id.wikipedia.org/wiki/Coki_Pardede, Diakses pada Rabu, 8 Desember 2021, pukul 17:00 WIB

● Tim CNN Indonesia. 2021. “Kronologi Coki Pardede Suntik Sabu hingga Sikap MLI”,https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20210906124920-234-

690299/kronologi-coki-pardede-suntik-sabu-hingga-sikap-mli-soal-tur/2, Diakses pada Rabu, 8 Desember 2021, pukul 17:15 WIB

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian tersebut, maka disarankan agar sebaiknya didalam Undang-Undang Jabatan Notaris dimasukkan salah satu pasal yang berbunyi kepada penitera pengadilan negeri agar

Menurut penulis, kewenangan absolut Pengadilan Agama terhadap Itsbat Nikah adalah berdasarkan penjelasan Pasal 49 huruf (a) angka 22 Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009

tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang - undang (Pasal 1 angka 5 KUHAP) adalah jelas mengungkap tindak pidana dilanjutkan dengan penyidikan

Diversi menurut Pasal 1 angka 7 Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak merupakan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum,

Menimbang bahwa yang dimaksud dengan unsur “Setiap Penyalah Guna” dalam pasal 1 angka 15 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika adalah semua orang

Menurut Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang selanjutnya disingkat menjadi UUPK menegaskan bahwa “segala upaya

Apabila dianalisis dari ketentuan Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 5/1999 diketahui bahwa kualifikasi pihak yang dapat digolongkan sebagai pelaku usaha adalah:

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan telah ditemukan bahwa golongan jasa aeronautika tidak dimasukkan kedalam objek Pajak Penghasilan Pasal 23 atas jasa penunjang di bidang