• Tidak ada hasil yang ditemukan

manajemen lintas budaya ( 2 – 4 )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "manajemen lintas budaya ( 2 – 4 )"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN

LINTAS BUDAYA ( 2 – 4 )

Kristina Wardhani , S.E., M.M.

(2)

Kriteria Penilaian dan Indikator

1.

Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan berempati terhadap perbedaan karakter manusia

2.

Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan berempati terhadap perbedaan prinsip hidup manusia

3.

Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan berempati terhadap perbedaan Bahasa lain

4.

Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan berempati terhadap perbedaan budaya

masyarakat lain

5.

Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, dan berempati terhadap perbedaan

kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan budaya masyarakat yang berbeda

(3)

Berbeda Bahasa Berbeda Dunia

Para ahli antropologi, sosioligi dan budaya serta antrolinguistik menyatakan pada awalnya manusia

hidup berkelompok pada suatu daerah tertentu (enclave) yang berbeda dengan kelompok manusia yang lain. Kondisi geografis menjadikan mereka hidup terisolasi antara yang satu dengan yang lain. Berkaitan dengan kondisi geografis, Boas dalam Girvin, dkk (2001) mengatakan bahwa setiap kelompok

masyarakat yang berbeda dan terisolasi, pada awalnya dicirikan oleh satu jenis kelompok masyarakat- dengan bahasa yang satu, budaya yang satu dan direpresentasikan dengan bahasa dan budaya yang berbeda dan budaya yang berbeda. Sejalan dengan itu, Lewis (1996) menambahkan bahwa bahasa yang dimiliki oleh suatu masyarakat menjadikan mereka ’mendirikan’ suatu dunia tersendiri untuk penutur bahasa tersebut yang berbeda dengan dunia yang lain. Di samping kondisi geografis, faktor genetika atau biologis juga berperan penting dalam konteks berbeda bahasa berbeda dunia. Boas

(1911) dalam Duranti (1997) mengatakan bahwa kelompok orang tertentu yang mempunyai hubungan darah akan memiliki bahasa tertentu dan jenis budaya tertentu yang berbeda dengan kelompok

masyarakat lain. Kondisi ini membuat mereka memiliki pandangan tentang realitas dunia yang berbeda- beda. Perbedaan budaya tersebut dalam realitas sosial dapat dilihat secara nyata misalnya dalam

sistem religi, sistem nilai, seni, mata pencaharian, prilaku, tradisi, bahasa dan lain sebagainya. Dengan

perbedaan tertsebut lahirlah bahasa dan bangsa seperti Indonesia, German, Inggris, China dan Jepang,

Mesir, Arab, dan lain-lain.

(4)

LINK VIDEO : https://www.youtube.com/watch?v=78haKZhEqcg

(5)
(6)

Konsep dan Gagasan yang Berbeda pada Tiap Bangsa

Parochialism adalah kecenderungan untuk melihat dunia dengan pandangan dan perspektif. Hal itu akan menjadi masalah yang sulit bagi banyak manajer

internasional yang sering berasal dari negara maju dan mempunyai keyakinan bahwa pengetahuan mereka lebih dari cukup untuk mengatasi masalah yang timbul dari

negara yang lebih terbelakang ekonominya. Banyak manajer mempunyai pandangan itu karena didukung dengan latar belakang pengetahuan dalam mempelajari ilmu management di negara maju.

Simplification adalah proses yang menunjukkan orientasi yang sama terhadap

kelompok budaya yang berbeda. Sebagai contoh cara manajer Amerika berinteraksi

dengan manajer Inggris sama caranya dia berinteraksi dengan eksekutif Asia. Di sini,

lebih diarahkan pada penyesuaian terhadap keadaan lingkungan guna menghindari

pertentangan atau konflik dalam organisasi . Para manajer dituntut untuk mengerti

berbagai kebudayaan setempat.

(7)
(8)

Many Differences Across Culture

(9)

Dari studi tersebut, cukup jelas bahwa karyawan di masing-masing negara sangat berbeda prioritasnya dalam menerapkan kegiatan operasional management. Perbedaan lain sumber daya manusia adalah masalah gaji, kompensasi, kesamaan pembayaran, dan cuti melahirkan. Berikut ini contohnya.

1.

Konsep pembayaran gaji per jam tidak berperan besar di Meksiko. Hukum tenaga kerja mengharuskan perusahaan untuk membayar gaji karyawan 365 hari per tahun.

2.

Di Austria dan Brasil, karyawan yang bekerja lebih dari setahun secara otomatis diberikan cuti 30 hari.

3.

Di Kanada mempunyai aturan kesamaan menerima pembayaran gaji antara pria dan wanita.

4.

Di Jepang, tingkat kompensasi ditentukan oleh faktor objektif, antara lain umur, lama pengabdian, latar belakang pendidikan, kemampuan pribadi, dan kinerja. Kinerja tidak dihitung sampai karyawan mencapai usia 45 tahun.

5.

Di Inggris, karyawan mengijinkan cuti melahirkan sampai 40 minggu, dan perusahaan harus membayar gaji 18 minggu dari jumlah tersebut.

6.

Dalam 87 % perusahaan Swedia, Kepala SDM adalah salah satu direktur perusahaan.

Hal tersebut sangatlah berbeda dengan kondisi di USA. Perusahaan USA perlu menyesuaikan gaya bila ingin masuk ke negara tersebut dengan sukses. Perencanaan kompensasi merupakan hal yang sangat penting dalam masing-masing budaya yang berbeda. Berikut ini disajikan gaya kebudayaan yang

digunakan pada negara kawasan Asia dan Eropa.

(10)
(11)

Tabel tersebut memperlihatkan kelompok host yang berbeda budayanya, termasuk negara Asia, EU dan Anglo.

Setiap kelompok memerlukan pendekatan yang berbeda untuk memformula strategi kompensasi yang efektif dan setelah menganalisa setiap kelompok, disarankan sebagai berikut.

1. Di negara Pasifik Rim, strategi insentifnya adalah memberi gaji tertinggi pada manajer tingkat senior.

2. Di Eropa, strategi kompensasi harus sama. Bagaimanapun juga, di Italia dan Belgia, gaji yang lebih tinggi harus dibayarkan pada manajer lokal tingkat senior. Portugal dan Yunani, profit sharing lebih efektif

dibandingkan salary tinggi. Denmark, Belanda, dan Jerman, rencana insentif perorangan akan lebih tinggi kegunaannya karena budaya individualisme yang tinggi.

3. Inggris, Irlandia, dan USA penilaian terhadap prestasi individu, penghargaan dan tantangan lebih meningkatkan motivasi. Kompensasi harus sesuai dengan kebutuhan.

(12)
(13)

Elemen Budaya yang Mempengaruhi Pasar Internasional

1. Materi Hidup (Material Life) 2. Bahasa (Language)

3. Interaksi Sosial 4. Estetika

5. Agama

6. Pendidikan

7. Sistem Nilai

(14)

Konsep Tentang Kebenaran

(15)

Konsep Tentang Kontrak dan Etika bagi Berbagai Bangsa

Konsep Mengenai Etika

Secara etimologi: berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang artinya kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika merupakan norma-norma, nilai-nilai dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Definisi:

Etika adalah pandangan manusia dalam berperilaku menurutnilai-nilai/ukuran-ukuran yang baik.Etika atau budi pekerti disebut juga norma moral. Norma moral/etikadalah norma yang paling dasar yang merupakan kebiasaan atau carapandang/hidup suatu (lingkungan) masyarakat dengan melakukan perbuatan baik(kesusilaan) dan

menghindari hal-hal yang buruk.Etika terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni meta-

etika (studi konsepetika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan

(studipenggunaan nilai-nilai etika)

(16)

Konsep Tentang Kontrak dan Etika bagi Berbagai Bangsa

Konsep mengenai Kontrak / Bisnis menurut para ahli diantaranya:

1.Keseluruhan dari aktifitas yang diorganisir oleh orang yang tidakberurusan di dalam bidang industri dan perniagaan yang menyediakanbarang dan jasa agar terpenuhinya suatu kebutuhan dalam perbaikankualitas hidup. (Musselman)

2.Keseluruhan yang lengkap pada berbagai bidang seperti industri danpenjualan, industri dasar dan industri manufaktur dan jaringan, distribusi,perbankan,

transportasi, insuransi dan lain sebagainya; yang kemudianmelayani dan memasuki dunia bisnis secara menyeluruh. (Hooper)

3.Serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pembelian ataupunpenjualan barang dan jasa yang dilakukan berulang-ulang, menurutnyapenjualan barang atau jasa yang hanya terjadi satu kali saja bukanlahpengertian bisnis. (Paterson and

Plowman)

(17)

Konsep Tentang Kontrak dan Etika bagi Berbagai Bangsa

Etika Bisnis menurut H. Budi Untung adalah pengetahuan tentang tatacara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma danmoralitas yang berlaku secara

universal dan secara ekonomi atau social

Etika bisnis dalam prinsipnya yang dikemukakan oleh Sonny Keraf (1998)adalah sebagai berikut:

1.Prinsip Otonomi Sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan danbertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baikuntuk dilakukan.

2.Prinsip Kejujuran Prinsip kejujuran dapat disebut sebagai prinsip dasar yang menjadi ukuranbertahan lama atau berhasil tidaknya suatu perusahaan. Kejujuran yangdimaksud ialah jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak, jujur dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding, dan jujur dalam hubungan kerja intern suatu perusahaan.

3.Prinsip Keadilan Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

4.Prinsip Saling MenguntungkanMenuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa agar menguntungkan semua pihak.

5.Prinsip Integritas Moral Sebuah tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan agarperlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik perusahaan,pimpinan, dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

(18)
(19)

Konsep tentang kebenaran,kontrak, akal sehat, gossip, dan bungkam di beberapa bangsa

Doing Business in China Budaya yang dapat mempengaruhi bisnis di China dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Orang Cina menekankan kepercayaan dan koneksi bersama.

2. Pertemuan bisnis biasanya dimulai dengan minum teh dan percakapan umum tentang perjalanan tamu, penginapan, dan keluarga. Biasanya tuan rumah telah diberikan informasi tentang latar belakang tamu.

3. Jika pertemuan sudah ingin dimulai, tuan rumah akan memberikan tanda, demikian juga jika pertemuan sudah selesai.

4. Jika orang Cina telah menentukan siapa dan terbaik, mereka cenderung berpegang pada

keputusannya. Oleh karena itu, mereka lamban dalam merencanakan tindakan tetapi jika sudah dimulai mereka membuat suatu kemajuan yang cukup baik.

5. Dalam negosiasi, asas timbal balik penting. Jika orang Cina memberikan kesepakatan, mereka juga mengharap balasannya. 6. Karena negosiasi dapat membuat mereka kehilangan muka maka orang Cina biasanya menggunakan perantara untuk mengemukakan idenya tanpa merasa malu.

(20)

Doing Business in Rusia Ada beberapa saran dalam berbisnis di Rusia.

1. Berusaha membangun hubungan pribadi dengan partner bisnis. Kontrak bisnis dan hukum tidak seperti yang berlaku di negara barat, jika terjadi perselisihan tidak terdapat perlindungan yang cukup untuk pihak yang dirugikan karena memerlukan waktu dan usaha membawa ke pengadilan, sehingga yang dapat diandalkan adalah persahabatan.

2. Gunakanlah konsultan lokal karena semua aturan bisnis telah berubah banyak dalam tahun belakang ini. Sebaliknya, gunakan konsultan yang selalu berada di Rusia sepanjang waktu dan mengerti iklim bisnis setempat.

3. Perhatikan etika bisnis. Etika bisnis di Amerika tidak selalu sama dengan etika bisnis di Rusia. Sebagai contoh, di Rusia sudah merupakan tradisi untuk memberikan hadiah kepada rekan bisnisnya, sedangkan di Amerika hal ini merupakan penyogokan.

4. Bersabarlah. Jika ingin mengerjakan sesuatu di Rusia, akan memakan waktu berbulan-bulan. Orang yang biasanya mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa biasanya mengalami kekecewaan.

5. Tekankan pada eksklusivitas. Orang Rusia biasanya menyukai pertemuan eksklusif dan biasanya bernegosiasi dengan banyak perusahaan sebelum memutuskan salah satunya.

(21)

Doing Business in India Jika melakukan bisnis di India, ada beberapa kebiasaan yang sangat berguna, antara lain sebagai berikut.

1. Dalam pertemuan harus datang tepat waktu.

2. Sebaiknya tidak menanyakan pertanyaan pribadi kecuali kalau rekan bisnis merupakan rekan dekat atau teman.

3. Gelar merupakan hal yang penting sehingga orang yang mempunyai gelar doktor atau profesor harus dicantumkan.

4. Penunjukkan kasih sayang terhadap sesama dipertimbangkan tidak sopan sehingga tidak disarankan untuk menepuk punggung atau menyentuh orang lain.

5. Menunjuk seseorang biasanya menggunakan dagu.

6. Ketika makan atau menerima barang biasanya menggunakan tangan kanan karena tangan kiri dipertimbangkan sebagai tangan yang kotor.

7. Menawar barang dan jasa merupakan hal yang biasa, lain dengan tradisi barat yang menganggap penawaran sebagai tindakan yang kasar.

(22)

Terdapat banyak perbedaan kebudayaan antarnegara sehingga bagi para menajer yang berskala internasional, perlu melengkapi dengan pengetahuan tentang berbagai kebudayaan di berbagai negara. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pengembangan industri atau usaha yang akan memberi hasil yang optimal dalam hal return yang akan diperoleh. Dengan banyaknya pengetahuan mengenai berbagai kebudayaan antara negara akan memperkaya seorang manegement tarai internatinal dalam membuat keputusan yang sesuai dengan kondisi lingkungan dia berada untuk mempermudah komunikasi dan interaksi antara personil ditempat manager tersebut berada .

Kemampuan memahami berbagai latar belakang kebudayaan akan menciptakan satu situasi kerja yang kondusif di tempat kerja. Dengan adanya suasana kerja yang konduksif akan memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan. Bagi manajer yang berhasil menerapkan kebijakan perusahaan di berbagai negara, akan memperoleh image positif dari berbagai perusahaan berskala dunia sehingga sangat dapat dipastikan menghasilkan pribadi eksekutif yang akan diburu oleh para pemilik modal untuk mengelola perusahaan mereka.

(23)

Kristina Wardhani, S.E.,M.M.

Gambar

Tabel tersebut memperlihatkan kelompok host yang berbeda budayanya, termasuk negara Asia, EU dan Anglo

Referensi

Dokumen terkait

Setiap jenis Orimoi mempunyai tata kerja yang berbeda, jika kelompok Orimoi kerja pertanian di bagi dalam kelompok yang terdiri dari jumlah anggota 10 sampai

Hasil penelitian mengenai manajemen budaya akademik yang diduga mempunyai hubungan dengan kompetensi siswa adalah suatu penelitian yang mengembangkan teori yang

Menurut Hasibuan (2006) mengatakan bahwa NPL adalah suatu rasio yang dimiliki sebuah bank yang menyatakan kemampuan bank tertentu dalam mengatasi utang yang mempunyai masalah

perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas.1. Jenis kelaminPada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda

Presentasi mahasiswa (kelompok) dan diskusi OHP/ infocus + laptop/ papan tulis Mahasiswa membuat tulisan di blog yang menganalis is dua budaya ditinjau dari salah satu

Mahasiswa mampu memahami berkomunikasi berdasarkannilai-nilaivalue dari berbagai kebudayaan yang berbeda MahasiswaMampu Memahami Komunikasi Lintas Budaya dalam Masyarakat plural dan

Robert J. Clements melihat sastra bandingan sebagai disiplin akademis yang memiliki pendekatan yang mencakup aspek (1) tema, (2) jenis/bentuk, (3) gerakan/trend, (4) keterhubungan sastra dengan disiplin dan media seni lain, dan (5) sejarah teori sastra. Obyek (1), (2), (3) dan (5) sebenarnya merupakan wilayah sastra. Teori-teori sastra dapat dimanfaatkan, terutama teori struktural, formalisme, semiotik, untuk membandingkan beberapa karya sastra. Yang diharapkan, kelak dapat menyusun pula sejarah sastra, kritik sastra, dan teori baru tentang sastra. Adapun obyek (4) merupakan analisis yang terkait dengan interdisipliner sastra. Bangunan teoritik yang dikehendaki merupakan studi sastra dalam multidisiplin. Sastra bandingan adalah studi sastra yang memiliki perbedaan bahasa dan asal negara dengan suatu tujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan dan pengaruhnya antara karya yang satu terhadap karya yang lain, serta ciri-ciri yang dimilikinya (dalam Endraswara, 2011: 192). Pendapat ini lebih menekankan bahwa penelitian sastra bandingan harus berasal dari negara yang berbeda sehingga mempunyai bahasa yang berbeda pula. 3. Sapardi Djoko Damono Menurut Damono (2009:1) sastra bandingan adalah pendekatan dalam ilmu sastra yang tidak menghasilkan teori tersendiri. Boleh dikatakan teori apapun bisa dimanfaatkan dalam penelitian sastra bandingan juga disebut sebagai studi dan kajian. Dalam langkah-langkah yang dilakukannya, metode perbandinganlah yang utama. Lanjut Damono (2009:1) perbandingan yang sebenarnya merupakan salah satu metode juga selalu dilaksanakan dalam penelitian seperti halnya memberikan dan menguraikan, tetapi dalam sastra bandingan metode itu merupakan langkah utama. Jadi menurut Damono, sastra bandingan bukan hanya sekedar mempertentangkan dua sastra dari dua negara atau bangsa. Sastra bandingan juga tidak terpatok pada karya-karya besar walaupun kajian sastra bandingan sering kali berkenaan dengan penulis-penulis ternama yang mewakili suatu zaman. Kajian penulis baru yang belum mendapat pengakuan dunia pun dapat digolongkan dalam sastra bandingan. Batasan sastra bandingan tersebut menunjukkan bahwa perbandingan tidak hanya terbatas pada sastra antarbangsa, tetapi juga sesama bangsa sendiri, misalnya antarpengarang, antargenetik, antarzaman, antarbentuk, dan

Esai ini membahas konsep identitas dari perspektif sosial dan sosiologis, menekankan bahwa identitas mencakup karakteristik unik individu dan hubungannya dengan kategori atau kelompok sosial tertentu. Identitas dapat bervariasi tergantung pada aspek atau perspektif tertentu, dan merupakan faktor penting dalam membentuk pemahaman seseorang tentang dirinya. Secara sosiologis, identitas juga terkait dengan nilai-nilai, etnis, bahasa, dan elemen-elemen lain yang menciptakan rasa "we-ness." Esai mencatat stabilitas identitas dari waktu ke waktu berdasarkan penelitian empiris, namun, juga menggarisbawahi perdebatan tentang hubungan antara identitas, memori kolektif, dan warisan. Studi ini menggunakan pendekatan sirkuit budaya untuk menganalisis identitas dalam konteks produk budaya populer, mengidentifikasi lima elemen yang saling berinteraksi: representasi, identitas, produksi, konsumsi, dan regulasi. Elemen terlihat adalah representasi dan identitas, sementara produksi, konsumsi, dan regulasi bekerja secara tidak terlihat, memberikan pengaruh halus pada produk budaya