PERTEMUAN 6
Mendaur Ulang Sampah
Sampah-sampah yang dihasilkan manusia dapat digunakan kembali melalui sebuah proses daur ulang. Tujuan proses daur ulang itu adalah untuk mengurangi penumpukan sampah di lingkungan. Jenis sampah terbagi menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Contoh sampah organik adalah sisa sayur yang tidak dimasak dan kulit buah, sedangkan contoh sampah anorganik adalah plastik, wadah produk, maupun sobekan kertas. Lalu, bagaimana cara daur ulang sampah? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
1. Apa itu Daur Ulang Sampah
Dilansir situs Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut, daur ulang adalah proses pembuatan barang bekas menjadi bahan baru. Jadi, barang-barang yang sudah tidak digunakan akan diproses ulang agar menjadi produk lain. Daur ulang merupakan proses untuk menghancurkan barang yang sudah tidak digunakan, untuk kemudian diolah lagi menjadi sesuatu yang baru dan memiliki manfaat, sehingga bisa kembali digunakan. Daur ulang juga disebut sebagai recycle.
Proses Daur Ulang Sampah Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan untuk mendaur ulang sampah sampai bisa digunakan kembali. Proses itu terdiri dari pemisahan sampah, penyimpanan sementara, hingga dikirim ke tempat daur ulang sampah. Berikut penjelasannya.
1. Pemisahan
Tahap pertama dari proses daur ulang adalah pemisahan. Pada tahap ini, sampah harus dipisahkan antara limbah yang akan didaur ulang dan limbah yang akan dibuang.
2. Penyimpanan
Setelah dipisahkan, limbah bisa disimpan dalam kotak. Setiap kotak harus berisi satu jenis limbah, tidak boleh dicampur karena setiap jenis limbah memiliki proses daur ulang berbeda-beda. Misalnya, limbag kertas dengan kertas, dedaunan dengan dedaunan, botol kaca dengan botol kaca, dan lain-lain.
3. Pengiriman ke Tempat Daur Ulang Sampah bisa langsung dikirim ke tempat daur ulang terdekat atau diberikan kepada pemulung maupun pengumpul barang bekas. Nantinya, sampah-sampah tersebut akan dikirim ke tempat daur ulang.
Selanjutnya pendaur ulangan sampah yang terbagi menjadi sampah organik dan sampah anorganik
Cara Daur Ulang Sampah Organik
Dilansir situs Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar, sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia. Sampah organik terbagi menjadi
dua jenis, yaitu:
-
Sampah Organik Basah: sampah organik yang banyak mengandung air, contohnya adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang dan sejenisnya.-
Sampah Organik Kering: sampah organik yang sedikit mengandung air, contohnya kayu, ranting pohon, kayu dan daun-daun kering.Sampah organik dapat didaur ulang menjadi kompos. Dikutip dari situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, cara-cara pengolahan sampah organik adalah sebagai berikut.
1. Mengumpulkan Sampah
Sampah yang bisa digunakan dan didaur ulang menjadi pupuk kompos adalah sampah organik. Kumpulkan sampah-sampah organik untuk dibuat menjadi kompos.
2. Proses Pencacahan
Setelah mengumpulkan sampah organik, lakukan proses pencacahan agar sampah organik tersebut menjadi lebih lembut. Buatlah sampah sayur organik menjadi berukuran 1 sampai dengan 2 cm.
3. Proses Pendiaman
Masukkan sampah-sampah itu ke dalam sebuah wadah. Agar bisa menjadi pupuk kompos, Anda harus mendiamkan sampah organik yang sudah dicacah. Tujuannya agar terjadi pembusukan. Proses pembusukan bisa dipercepat jika menggunakan larutan EM4 atau bisa juga menunggu sampah organik yang sudah dicacah. Tujuannya agar terjadi pembusukan.
Proses pembusukan bisa dipercepat jika menggunakan larutan EM4 atau bisa juga menunggu sampah tersebut membusuk sendiri.
4. Tutup Rapat
Sampah organik harus didiamkan di tempat yang tertutup rapat dan kedap udara. Udara bisa membuat proses pembusukan tidak berjalan dengan sempurna.
5. Tunggu Sampai 2 Minggu
Diamkan pupuk tersebut selama dua minggu agar pembusukan sempurna.
Selama dua minggu tersebut, aduk pupuk di dalam wadah selama tiga
hari sekali. Selama dua minggu tersebut, akan dua jenis pupuk kompos yang dihasilkan yaitu padat dan cair.
Cara Daur Ulang Sampah Anorganik
Sampah anorganik adalah jenis sampah berasal dari benda tak hidup (anorganik), contohnya plastik, kardus, botol, kaleng, dan lain-lain. Berikut ini adalah cara-cara mendaur ulang sampah anorganik.
1. Pengumpulan Sampah
Kumpulkan material atau plastik yang akan didaur ulang. Tujuannya untuk mempermudah proses pemisahan sampah nantinya.
2. Sortir
Setelah dikumpulkan, sampah plastik perlu disortir berdasarkan jenis- jenisnya (bahan pembuatan), warna, kandungan resin, atau bahkan cara pembuatannya. Proses ini menjadi salah satu bagian penting karena jenis sampah yang berbeda harus diproses dengan cara yang berbeda pula.
3. Pencucian
Pencucian bertujuan untuk menghilangkan sisa kotoran dan segala sesuatu yang menempel pada sampah. Contohnya sampah palstik di mana sebagian besar kemasan plastik memiliki label, perekat, atau bahkan sisa makanan yang tidak dapat didaur ulang.
4. Resizing
Sampah yang sudah di sortir dan dicuci, kemudian dipotong menjadi serpihan-serpihan kecil. Hal ini akan membantu memudahkan proses pembentukan dan menjadi kesempatan kembali untuk dibersihkan agar tidak tercampur dengan bahan non-plastik.
5. Pemilahan Plastik
Langkah selanjutnya adalah pemilahan. Pada saat pemilihan, serpihan- serpihan sampah diuji untuk menentukan kualitasnya sebelum digunakan kembali.
6. Panggabungan
Langkah terakhir adalah penggabungan, dimana serpihan-serpihan sampah plastik dihancurkan dan dileburkan menjadi pelet. Kemudian, pelet plastik tersebut akan diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat lainnya.
Ada juga Proses daur ulang sampah yang bisa kita lakukan adalah dengan teknik 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Apa itu 3R dan apa contohnya?
Kita bahas satu per satu, yuk!
1.Reduce (Mengurangi)
Reduce adalah mengurangi pemakaian barang-barang yang bisa menimbulkan sampah. Teknik daur ulang sampah ini adalah cara yang paling mudah dilakukan supaya jumlah sampah nggak semakin meningkat.
Contohnya, ketika belanja, kita bisa membawa tas belanja sendiri dari rumah sehingga kita tidak perlu tas plastik dari toko. Selain itu, kita juga bisa membawa botol minum sendiri dari rumah ketika bepergian. Jadi, kalau tiba- tiba haus dan pengen beli boba, kita bisa minta penjualnya untuk mengisikan boba pesanan kita ke dalam botol minum yang kita bawa sendiri.
Kamu juga boleh banget membawa kotak makan sendiri dari rumah ketika makan di restoran, lho! Jadi, kalau makanan kamu nggak habis, kamu nggak perlu minta wadah pembungkus dari restoran untuk membawa pulang sisa makanan kamu, karena kamu bisa meletakkannya ke dalam kotak makan yang kamu bawa. Dengan cara-cara tersebut, kamu sudah turut membantu untuk mengurangi jumlah sampah.
2. Reuse (Menggunakan Kembali)
Setelah reduce, kita juga harus melakukan reuse. Seperti namanya, reuse adalah menggunakan kembali barang-barang yang ada di sekeliling kita dengan semaksimal mungkin. Artinya, kalau barangnya masih layak pakai, jangan keburu dibuang ya, guys. Contohnya, saat kita belanja online, biasanya paket kita akan dibungkus dengan bubble wrap dan kardus, kan? Nah, bubble wrap dan kardus itu bisa kita simpan untuk digunakan kembali. Jadi, kalau belanja online, bubble wrap dan kardusnya jangan langsung dibuang, ya!
Selain itu, kita juga bisa mengurangi penggunaan barang-barang yang mudah rusak atau barang yang hanya sekali pakai dan beralih ke barang-barang yang lebih reusable. Contohnya, untuk membersihkan wajah dari debu atau make up, biasanya kita akan menggunakan kapas sekali pakai, kan? Nah, saat ini sudah tersedia lho, kapas yang bisa digunakan berkali-kali atau biasa disebut sebagai reusable cotton pads. Kapas ini bisa dicuci dan digunakan berulang kali, sehingga tidak banyak menimbulkan sampah dan tentunya kita bisa jadi lebih hemat juga karena kita jadi nggak perlu beli kapas terus-menerus.
3.Recycle (Mendaur Ulang)
Apa sih yang dimaksud dengan daur ulang? Daur ulang atau recycle adalah proses pengolahan limbah menjadi barang baru yang memiliki manfaat dan bisa digunakan kembali. Paham, kan? Nah, terus apa saja ya contoh daur ulang itu?
Contohnya, kalau kita punya kain perca atau kain-kain bekas yang biasanya berupa potongan dari kain utuh, bisa dijahit dengan kain perca lainnya menjadi gorden. Contoh lainnya yaitu plastik bungkus bekas makanan atau deterjen bisa dikumpulkan dan dijahit menjadi taplak meja anti air.
Selain itu, kita juga bisa mengolah botol plastik bekas air mineral menjadi vas bunga atau wadah alat tulis. Bisa juga mengolah sedotan plastik dan kertas bekas menjadi hiasan berbentuk bunga.
Oh iya, kamu tahu nggak sih di Tokyo, Jepang ada tempat pengumpulan dan daur ulang sampah anorganik lho, khususnya sampah kaca dan plastik. Jadi, pertama-tama, sampah-sampah anorganik dari berbagai wilayah di Tokyo dikumpulkan dan dibawa ke tempat pengolahan. Lalu, sampah-sampah tersebut akan dipilah sesuai jenisnya.
Eits, sampah plastik juga bisa didaur ulang menjadi paving block, lho! Caranya adalah dengan melelehkan sampah plastik, lalu dicetak menjadi paving block.
Meskipun terbuat dari sampah plastik, bentuk dan kekuatannya sama lho, seperti paving block pada umumnya. Tapi, paving block ini lebih ringan dan warnanya lebih terang.
Itu dia penjelasan tentang 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle untuk mengurangi dan mendaur ulang sampah. Teknik 3R ini juga bermanfaat dalam menghemat penggunaan sumber daya alam, lho! Selain itu, bisa juga untuk mendapatkan penghasilan, karena hasil dari daur ulang tadi bisa kita jual ke masyarakat. Nah, mulai sekarang, yuk lakukan teknik 3R ini!