• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi dan Contoh Soal Sinonim, Antonim, Padanan Kata, dan Analogi

N/A
N/A
Alaika Madhani Rayzel

Academic year: 2025

Membagikan "Materi dan Contoh Soal Sinonim, Antonim, Padanan Kata, dan Analogi"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

SINONIM, ANTONIM, PADANAN KATA, ANALOGI BAB 1

1. SINONIM

Sinonim adalah kata yang mempunyai arti paling mendekati atau memiliki makna sama.

Contoh Soal:

INSOMNIA = … A. Ragu-ragu B. Tidak bisa tidur C. Cemas

D. Tidur

Kunci Jawaban: B. Tidak bisa tidur

Didalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Insomnia merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat istirahat karena gangguan jiwa). Maka arti yang paling mendekati adalah jawaban tidak bisa tidur.

2. ANTONIM

Antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain.

Contoh Soal:

INSOMNIA ≠ … A. Ragu-ragu B. Tidak bisa tidur C. Cemas

D. Tidur

Kunci Jawaban: D. Tidur

Setelah mengetahui bahwa sinonim dari INSOMNIA adalah Tidak bisa tidur maka itu berarti antonimnya adalah Tidur. (hati-hati pada soal antonim, biasanya peserta sering lalai atau lupa bahwa soalnya adalah soal antonim yang berarti berlawanan kata dan terjebak pada kata sinonim)

3. PADANAN KATA

Padanan kata adalah kata yang hampir sama dengan makna sinonim hanya saja pertanyaan didalam soal biasanya berhubungan dengan kata yang menyerupai kata kiasan, kata asing, atau sebuah kata yang samar-samar diketahui banyak orang.

Contoh Soal:

DIMENSI : … A. Ruang B. Bentuk C. Ukuran D. Tempat

Kunci Jawaban: C. Ukuran

Didalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia, DIMENSI merupakan bagian dari panjang, lebar, tinggi, luas, dan sebagainya). Maka yang sangat padan atau berhubungan dengan hal itu adalah ukuran.

(2)

4. ANALOGI

Analogi adalah hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain. Biasanya kata- kata tersebut memiliki hubungan yang sama.

Contoh Soal:

Kuman : Penyakit = ... : … A. Terang : Gelap B. Kenyang : Lapar C. Api : Kebakaran D. Ngantuk : Risau

Kunci Jawaban: C. Api : Kebakaran

Api dan kuman merupakan sebuah penyebab. Kuman menyebabkan penyakit, sedangkan api menyebabkan kebakaran.

Kesimpulan 1: Jika dalam pilihan jawaban ada lebih dari satu pilihan yang memiliki kemiripan hubungan dengan soal, maka carilah pendekatan hubungan yang lebih sempit.

Kesimpulan 2: Apabila masih belum menemukan jawaban maka pikirkanlah makna lain dari kata-kata tersebut selain dari arti yang umum

(3)

WACANA BAB 2

Wacana terdiri atas satu atau lebih dari satu paragraf. Bagian ini menguji kemampuan anda dalam memahami, menginterpretasikan dan menganalisa bacaan pada bagian topik.

Pertanyaan yang biasa ditanyakan pada wacana antara lain:

 Ide pokok, gagasan utama atau judul yang cocok dari bacaan

 Informasi langsung yang terdapat dalam bacaan

 Informasi tersirat, terkesan atau yang dapat disimpulkan

 Mengemukakan aplikasi terhadap ide penulis

 Mengevaluasi bagaimana penulis membangun dan menyajikan bacaan

 Mengemukakan gaya bahasa atau sifat dari bacaan A. Ide Pokok

Ide pokok merupakan suatu pernyataan tersirat yang mewakili keseluruhan wacana. Dari ide pokok kita dapat menentukan judul bacaan.

Cara mencari ide pokok:

 Membaca kalimat pertama setiap paragraf

 Membaca kalimat terakhir pada paragraf terakhir B. Kalimat Utama

Kalimat utama biasanya terdapat pada kalimat pertama paragraf (paragraf deduktif), atau kalimat terakhir pada paragraf (paragraf induktif) atau campuran keduanya (paragraf campuran).

Cara mencari kalimat utama:

 Membaca kalimat pertama dan kalimat terakhir paragraf

 Apabila masih belum menemukan juga (atau kurang yakin), silahkan baca kalimat kedua. Apabila kalimat kedua menjelaskan sesuatu mengenai kalimat pertama, berarti kalimat utamanya terletak pada kalimat pertama. Apabila kalimat kedua tidak menjelaskan satu hal pun berkaitan dengan kalimat pertama, berarti kalimat utamanya terdapat pada kalimat terakhir paragraf.

C. Kesimpulan

Kesimpulan biasanya terletak pada akhir wacana. Tapi dalam wacana tertentu, kesimpulan dapat diartikan sebagai ide pokok atau sesuatu hal yang pasti dan benar dan mewakili seluruh wacana.

TIPS & TRIK MENGERJAKAN SOAL WACANA;

 Garis bawahi kalimat pertama pada setiap paragraf serta kalimat terakhir pada paragraf terakhir

 Mendahulukan untuk membaca soal daripada membaca paragraf

 Pahami bacaan dengan cepat, jangan membuang-buang waktu.

 Sering-sering latihan mengerjakan soal wacana baik melalui latihan soal tryout maupun melalui soal-soal usm stan tahun-tahun sebelumnya.

(4)

BILANGAN DAN PECAHAN BAB 3

A. Bilangan

 Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri atas bilangan bulat positif, bilangan nol, dan bilangan bulat negatif. Contoh : {…, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, …}

 Bilangan cacah adalah bilangan bulat positif yang diawali dari angka 0 (nol) sampai tidak terhingga. Contoh : {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, …}

 Bilangan asli adalah bilangan bulat positif yang diawali dengan angka 1 (satu) sampai tidak terhingga. Contoh : {1, 2, 3, 4, 5, 6, …}

 Bilangan prima adalah bilangan bulat positif yang hanya dapat dibagi dengan angka 1 dan dirinya sendiri. Contoh : {2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, …}

 Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai sesuatu pembagian antara dua bilangan bulat. Hal ini dapat dinyatakan sebagai a/b dimana a dan b adalah bilangan bulat. Contoh : {3/4 , 1/2 , 4/3 , …}

B. Pecahan

1. Operasi Pecahan

a. Penjumlahan dan Pengurangan

b. Perkalian

c. Pembagian

2. Pecahan Desimal

a. Per sepuluh : 0, p = b. Per seratus : 0, pq =

Contoh Soal: USM STAN 2013

Jika p = 12 + 2 + 21 dan q = ( × 1

) : 1 maka nilai p + q = … A. 36

B. 36 C. 36 D. 36 E. 36 Kunci Jawaban: B. 36 p = 12 + 2 + 21 = 35

, sedangkan q = ( ×

)

=

p + q = 35

+

=

atau kalau disederhanakan menjadi Maka, p + q = 36

(5)

AKAR PANGKAT RASIONAL BAB 4

Bentuk umum dari akar pangkat rasional adalah . Rumus-rumus tersebut adalah:

1.

= 2.

= 3.

=

4.

5.

= 6. = 1

Bentuk-bentuk operasi di dalam akar pangkat rasional adalah sebagai berikut : a. Penjumlahan dan pengurangan

Bentuk akar yang sejenis dapat dijumlahkan atau dikurangkan.

Contoh : a √ √ = (a ± b) √ b. Perkalian bentuk akar

√ √ √

Jika indeksnya berbeda, maka di dalam perkalian bentuk akar lebih baik digunakan pangkat pecahan dengan terlebih dahulu menyamakan penyebut pangkat pecahannya.

Contoh:

√ √

c. Pembagian bentuk akar

=

Jika indeksnya berbeda, maka di dalam operasi pembagian bentuk akar lebih baik digunakan pangkat pecahan dengan terlebih dahulu menyamakan penyebut pangkat pecahannya.

Contoh:

d. Merasionalkan akar

Untuk merasionalkan, pecahan tersebut dikalikan dengan penyebutnya.

=

Contoh Soal: SOAL USM STAN 2010

= …

A. 27 B. 24 C. 21 D. 19

Kunci Jawaban: B. 24

=

=

= 24

(6)

BIDANG DATAR DAN BANGUN RUANG BAB 5

1. Bidang Datar

A. Luas dan keliling bidang datar

SEGITIGA

Luas = ½ (alas x tinggi) Keliling = jumlah semua sisi

BUJUR SANGKAR Luas =

Keliling = 4a

PERSEGI PANJANG Luas = panjang x lebar Keliling = 2 (panjang + lebar)

TRAPESIUM

Luas = ½ ( jumlah sisi sejajar x tinggi) Keliling = jumlah semua sisi

LINGKARAN

Luas = dimana r = jari-jari Keliling = r = d dimana d = diameter = 2r B. Segitiga

Jenis-jenis segitiga

 Segitiga sama sisi : segitiga yang semua sisinya sama panjang sehingga sudut sudutnya sama besar yaitu 60

 Segitiga sama kaki : segitiga yang dua sisinya sama panjang sehingga kedua sudut di kakinya sama besar

 Segitiga siku-siku : segitiga yang salah satu sudutnya 90 . 2. Bangun Ruang

a. Kubus Volume =

Luas permukaan = 6 b. Balok

Volume = p x l x t

Luas permukaan = 2 (pl + pt + lt) c. Silinder

Volume =

Luas permukaan : 2 r ( r + t) d. Kerucut

Volume = 1/3

(7)

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN BAB 6

1. PERSAMAAN

Persamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan sama dengan. Persamaan dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu :

 Persamaan linear

 Persamaan kuadrat

 Persamaan tingkat tinggi

Terdapat beberapa macam cara menyelesaikan sistem persamaan :

 Metode eliminasi

 Metode substitusi A. Persamaan Linear

Adalah suatu persamaan yang mempunyai variabel (peubah) berpangkat satu )

Dimana :

 A dan b = bilangan yang diketahui

 x = variabel ( peubah )

Untuk mengetahui besarnya variabel dari persamaan dapat digunakan rumus berikut (x =

)

Contoh : 5x + 2 = 0 maka x = -2/5

B. Persamaan Linear dengan dua variabel (peubah) Bentuk umum : (ax + by = c)

Dimana :

 a = koefisien X

 b = koefisien Y

 x, y = variabel (peubah)

Setiap nilai x dan y dapat diganti dengan sembarang bilangan, akan diperoleh pasangan bilangan x dan y yang tidak terhingga. Pasangan bilangan pengganti x dan y dalam bentuk himpunan disebut Himpunan Penyelesaian {HP}.

Cara menyelesaikan sistem persamaan dengan dua peubah;

METODE ELIMINASI Contoh :

Persamaan 1» 2x + 3y = 7 <Dikalikan 7>

Persamaan 2» 7x – 2y = 12 < Dikalikan 2 >

Maka, 14x + 21y = 49 14x - 4y = 24 - 25y = 25 y = 1

Kemudian masukan y = 1 ke salah satu persamaan, misal 2x + 3y = 7 2x + 3(1) = 7

2x = 4, maka x = 2 Jadi HP {2,1}

(8)

METODE SUBSTITUSI Contoh:

Persamaan 1» 2x + 3y = 7 Persamaan 2» 7x – 2y = 12

Dari persamaan 1 didapat x = ( 7-3x ) / 2 Kemudian substitusi ke persamaan 2

7x – 2y = 12

7(7 - 3y) / 2 – 2y = 12

(49 - 21y) / 2 – 2y =12 kemudian kedua sisi kali 2 agar pembaginya hilang 49 – 21y – 4y = 24

-25y = 24 – 49

-25y = - 25, Maka y = 1

lalu, y = 1 substitusi kesalahsatu persamaan tuk mencari nilai x, misal ke persamaan 1 2x + 3(1) = 7

2x + 3 = 7, Maka x = 2 Jadi HP {2,1}

2. PERTIDAKSAMAAN

Pertidaksamaan merupakan kalimat terbuka yang menyatakan hubungan tidak sama dengan atau dilambangkan dengan notasi { < , > , Di dalam pertidaksamaan terdapat batasan-batasan sebagai berikut :

Suatu bilangan dikatakan lebih besar dari bilangan b, jika selisih antara a dan b mempunyai nilai positif atau lebih besar dari nol demikian juga sebaliknya

 Bila a > b , maka a- b > 0, sebaliknya

 Bila a – b > 0, maka a > 0

Suatu bilangan a dikatakan lebih kecil dari bilangan b, jika selisih antara a dan b mempunyai nilai negatif demikian juga sebaliknya.

 Bila a < b, maka a- b < 0

 Bila a- b < 0 , maka a<b

(9)

WAKTU, JARAK, DAN KECEPATAN BAB 7

A. Hubungan antara waktu, jarak, dan kecepatan dIrumuskan dengan :

Keterangan :

s = jarak yang ditempuh (m), v = kecepatan (m/s), t = waktu yang digunakan (s) B. Kasus-kasus yang penting

1. B menyusul A

A A’

B B’

………….

Jika A dan B bergerak dari tempat yang sama, maka : Sa = Sb

va. ta = vb. tb

va (tb + = vb. tb (dimana merupakan selisih waktu) 2. A dan B saling mendekati

B’ B

A A’

Sa + Sb = AB

Va . ta + Vb . tb = AB C. Kecepatan rata-rata

D. Waktu Total

Misal : si A menyelesaikan sebuah pekerjaan dalam waktu ta dan si B menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu tb. Waktu total si A dan si B bekerja bersama adalah tab dan dirumuskan:

𝑠 𝑣 𝑡 𝑣 𝑠

𝑡 𝑠 𝑡 𝑣

V s1 s

1 u V v1 1 v 1

t

t

t

(10)

PELUANG DAN UMUR BAB 8

A. PELUANG 1. Faktorial

Bentuk umum faktorial dinyatakan dengan notasi n! (dibaca n faktorial)

2. Permutasi dan Kombinasi a. Permutasi

Permutasi adalah suatu cara penyusunan unsur-unsur dari sekumpulan unsur yang berbeda dengan memperhatikan urutannya.

Rumus : =

 Permutasi dengan beberapa unsur yang sama dari n objek terdapat n₁ objek yang sama, n₂ objek yang sama dan seterusnya, maka:

 Permutasi siklis

Banyak permutasi siklis dari n unsur adalah :

s 1

b. Kombinasi

Kombinasi adalah pencacahan (urutan) yang mungkin dari elemen-elemen suatu himpunan dengan tidak memperhatikan urutannya.

Rumus :

3. Peluang

Peluang terjadinya A dalam suatu percobaan yang menghasilkan ruang sampel s adalah :

B. UMUR

Strategi mengerjakan soal-soal USM STAN yang berhubungan dengan perbandingan umur yaitu dengan membuat model persamaan kemudian diselesaikan dengan metode eliminasi atau substitusi. Contoh:

Sepuluh tahun yang lalu usia Al adalah sepertiga dari usianya sekarang. Lima belas tahun yang akan datang perbandingan usia El dan usia Al adalah 3 : 5. Berapa tahunkah usia El 5 tahun yang akan datang?

A. 15 B. 20

C. 30 D. 40

Penyelesaian:

Misal;

Usia Al sekarang = A, dan usia El sekarang = E Usia Al 10 tahun lalu = A - 10

Usia Al 5 tahun akan datang = A + 5 Usia El 5 tahun akan datang = E + 5 n ! = n (n-1). (n-2). (n-3)…..

(11)

Persamaan 1 » A - 10 =

(dari kalimat 1)

Persamaan 2 »

(dari kalimat 2)

Persamaan 1 » A – 10 =

(dikalikan 3 kedua sisi) Maka, 3A - 30 = A

2A = 30 A = 15 tahun

Usia Al 15 tahun akan datang adalah 15 + 15 = 30 tahun

=

maka

1 1 1 Jadi usia El 5 tahun akan datang adalah 35 + 5 = 40 tahun.

(12)

STATISTIKA BAB 9

1. MEAN (Nilai Rata-Rata)

Mean (x) adalah nilai rata-rata dari suatu suatu data.

Rumus rata-rata

 Data tunggal

, , , (diurutkan) X =

n = banyak data

xi = data ke- i i = 1, 2, 3, 4, 5, … ,n

 Data frekuensi tunggal Xi X1 X2 ... Xn Fi f1 f2 ... fn

2. MEDIAN (Nilai Tengah)

Median (Me) adalah nilai tengah dari data yang telah disusun secara berurutan, melalui dari datum terkecil.

, , , Rumus median:

 Me = X

,

jika n ganjil

 Me = , jika n genap 3. MODUS (Nilai Frekuensi Tertinggi)

Modus (Mo) adalah nilai dari suatu data yang memiliki frekuensi tertinggi atau nilai yang paling banyak ditemukan dalam suatu kelompok atau data.

Contoh A. 2, 3, 5, 7, 4, 3, 2, 3, 4, 6, 2, 3

Modus dari data contoh A adalah angka 3 dengan frekuensi 4 bilangan Contoh B. 2, 3, 5, 7, 4, 3, 2, 3, 4, 6, 2, 9

Modus dari data contoh B adalah angka 2, dan 3 dengan frekuensi 3 bilangan

(13)

HITUNG DAGANG DAN PERSENTASE BAB 10

A. HITUNG DAGANG

1. Keuntungan / kerugian

Rumus keuntungan dan kerugian

Dari rumus diatas :

 Jika hasilnya > 0 maka disebut keuntungan atau dengan kata lain penjualan >

pembelian

 Jika hasilnya < 0 maka disebut kerugian atau dengan kata lain penjualan <

pembelian

 Jika hasilnya = 0 maka disebut impas atau balik modal Rumus Presentase Keuntungan

% Keuntungan/ Kerugian = t

1

2. Rabat, bruto, tara, dan netto

 Rabat (diskon) adalah potongan harga suatu barang

 Bruto adalah berat kotor suatu barang

 Tara adalah potongan berat

 Netto adalah berat bersih suatu barang B. PERSENTASE

Persentase adalah metode untuk menuliskan bentuk lain dari pecahan yang menyatakan bagian dari sebuah objek. Pecahan berarti a bagian dari sebuah objek yang dibagi menjadi b bagian. Untuk merubah pecahan menjdi bentuk persen cukup hanya mengalikan pecahan dengan 100%. Contoh:

=

1

Jadi, bentuk persen dari adalah 75%

Untung /rugi = hasil penjualan – hasil pembelian

(14)

PERBANDINGAN, SKALA, DAN KESEBANGUNAN SERTA HIMPUNAN BAB 11

1. PERBANDINGAN

A. Perbandingan Senilai

Perbandingan senilai adalah perbandingan yang apabila nilai awalnya diperbesar, maka nilai akhir juga akan semakin besar, dan apabila nilai awalnya diperkecil maka nilai akhirnya juga kecil.

Contoh : A B C X

Maka,

B. Perbandingan Berbalik Nilai

Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan yang apabila nilai awalnya diperbesar, maka nilai akhirnya menjadi lebih kecil dan apabila nilai awalnya diperkecil maka nilai akhirnya akan menjadi lebih besar.

2. SKALA

Skala adalah perbandingan antara ukuran pada gambar dengan ukuran benda / objek yang sebenarnya.

Suatu skala dinyatakan dalam

: s

3. KESEBANGUNAN

Dua bangun datar dinyatakan sebangun jika memenuhi sifat sebagai berikut : A. Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama

B. Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar

SEGITIGA SEBANGUN KETERANGAN

R’

P’ Q’

Sudut yang bersesuaian sama besar, yaitu

< P = P’

< Q = Q’

< R = R’

R’

P’ Q’

Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama, yaitu

(15)

4. HIMPUNAN

A. Jenis-jenis himpunan 1. Himpunan Semesta

Merupakan suatu himpunan yang anggota-anggotanya meliputi semua anggota himpunan yang dibicarakan

2. Himpunan Komplemen

= = yang bukan anggota himpunan A B. Operasi himpunan

A B = { X │X A dan X B } A B = { X X │ A atau X B }

Rumus-Rumus Himpunan

n (s) = n ( A B ) – n n (A B) = n (A) + n(B) – n (A B)

n (A B) = n (A) + n(B) – n (A B) = n (A- ) n (A + B) = n (A B) – n (A B)

(16)

LOGICAL REASONING (ANALISA ARGUMEN) BAB 12

A. SILOGISME 1. Proporsisi

Proporsisi adalah suatu pernyataan atau kalimat yang menandai kebenaran atau kepalsuan.

Proporsisi terbagi menjadi 4 macam : a) Alternative Universal

Contoh : Semua makhluk hidup adalah fana b) Alternative Particular

Contoh : Beberapa makhluk hidup adalah fana c) Negative Universal

Contoh : tiada/tidak ada makhluk hidup adalah fana d) Negative Particular

Contoh : Beberapa makhluk hidup tidaklah fana 2. Silogisme

Silogisme yaitu menarik kesimpulan dari premis umum menuju premis khusus dengan melibatkan beberapa fakta, kemudian dilakukan pembeberan fakta-fakta tersebut.

Kemungkinan bentuk-bentuk silogisme:

 Susunan I

 M – P Semua manusia dapat mati (A)

 S – M Atlit beladiri adalah manusia (A)

 S – P Atlit beladiri dapat mati (A)

 Susunan II

 P – M Tidak ada penyair besar yang berjiwa budak (E)

 S – M Penjilat adalah orang yang berjiwa budak (A)

 S – P Jadi, tak ada penjilat adalah penyair besar (E)

 Susunan III

 M – P Semua mahasiswa pernah menjadi siswa SLTA (A)

 M – S Semua mahasiswa pencari ilmu (A)

 S – P Sebagian pencari ilmu pernah menjadi siswa SLTA ( I )

 Susunan IV

 P – M Sifat pengecut adalah sifat yang berbahaya (A)

 M – S Semua sifat yang berbahaya harus dijauhi (A)

 S – P Sebagian yang harus dijauhi adalah sifat pengecut (I)

Jadi, yang terpenting dalam mencari silogisme yang tepat adalah kita harus memahami arti/makna kalimat tersebut kemudian menganggap setiap pernyataan tersebut adalah suatu hal yang benar, sekalipun kalimat tersebut tidak rasional.

(17)

Contoh Soal:

Semua hewan memamah biak makan rumput. Sementara kucing termasuk hewan memamah biak. Kesimpulan:

A. Kucing tidak makan rumput B. Kucing makan rumput

C. Hewan memamah biak tidak bertelur D. Tidak ada kesimpulan

Kunci : B

Berdasarkan soal di atas, kucing adalah hewan memamah biak, dan semua hewan memamah biak makan rumput. Karena itu, kesimpulannya adalah kucing makan rumput.

B. ARGUMEN

TIPS DAN TRIK MENYELESAIKAN LOGICAL REASONING DALAM BENTUK ARGUMENT;

1. Baca pertanyaan terlebih dahulu sebelum anda membaca argumen 2. Pahamilah jenis pertanyaan dari logical reasoning

3. Beri perhatian khusus pada kata sambung yang digunakan di dalam pertanyaan juga di dalam argumen

4. Untuk soal yang menanyakan “asumsi” pertama kali tentukanlah kesimpulan dan alasan-alasan yang mendasari argumen tersebut

5. Untuk soal yang menanyakan “yang melemahkan atau yang mendukung argument” periksalah asumsi yang tidak tegas dari argumen

6. Waspadalah terhadap kesalahan logika sederhana.

(18)

ANALYTICAL REASONING BAB 13

Salah satu cara terbaik menyelesaikan masalah analytical reasoning adalah membuat diagram sederhana. Masalah analitycal reasoning bentuk ini dapat berbentuk network, family relationships, dan lain-lain.

Berikut ini adalah problem tentang lima buah komputer pada sebuah kantor.

P, Q, R, S, T adalah komputer-komputer pada lima buah kantor sebuah perusahaan besar. Komputer-komputer tersebut berhubungan dengan cara yang tidak biasa dengan maksud untuk meningkatkan keamanan data. Data dapat diminta secara langsung hanya dari:

P oleh Q P oleh T Q oleh P R oleh P S oleh Q S oleh T T oleh R

Jika sebuah komputer dapat secara langsung meminta/menerima data dari komputer lain, maka komputer tersebut juga dapat mengirimkan data tersebut kepada komputer lain yang memintanya.

Dari informasi diatas dapat disusun diagram panah sebagai berikut:

Contoh Soal:

Jika hanya komputer-komputer Q, R, S, dan T yang beroperasi, manakah yang berikut ini mengenai permintaan data yang dapat dilakukan, baik secara langsung maupun melewati satu atau lebih komputer lainnya?

A. Permintaan data oleh Q dari R B. Permintaan data oleh Q dari T C. Permintaan data oleh R dari P D. Permintaan data oleh S dari R Penyelesaian:

P tidak berfungsi. Maka dari itu, P dihilangkan dan juga tanda panah yang berhubungan dengan P harus dihilangkan sehingga diagramnya menjadi:

Secara sekilas dapat ditentukan bahwa dari opsi jawaban yang diberikan, Opsi D merupakan yang paling mungkin.

Q P T

R S

Q T

S

R

(19)

TIPS DAN TRIK MENYELESAIKAN ANALYTICAL REASONING :

 Kelompok analytical reasoning adalah satu kesatuan. Selesaikan satu kelompok kemudian pindah ke kelompok berikutnya.

 Sederhanakan data dengan singkatan atau dengan simbol lainnya.

 Tandai singkatan yang membatasi keadaan kritis.

 Pertama kali, buanglah pilihan jawaban yang tidak cocok dengan batasan, kemudian pikirakanlah jawaban dari sisa pilihan jawaban.

 Telitilah keadaan yang tersurat dan yang tersirat.

 Susunlah data dengan daftar atau dengan tabel.

 Susunlah data dalam bentuk peta atau diagram.

 Jangan membuat asumsi yang tidak berasalan.

(20)

POLA BARISAN BILANGAN DAN HURUF BAB 14

Pola barisan bilangan dan huruf merupakan bentuk deretan angka dan huruf yang belum selesai. Cara paling cepat untuk menyelesaikan soal-soal deret angka dan huruf adalah dengan mengetahui polanya.

Ketika polanya sudah diketahui, maka dengan mudah soal dapat diselesaikan. Pola diketahui dari perbedaan antar nilai deretnya. Bentuk- bentuk deret dalam soal antara lain penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, kuadrat, dan kombinasi dari operasi-operasi dasar tersebut.

Contoh Soal:

A, M, N, B, O, P, C, … , … , … , … A. Q, R, D, S

B. Q, S, D, R C. S, Q, R, D D. R, Q, S, D Kunci : A. Q, R, D

Huruf 1 adalah “A” berhubungan dengan huruf “B” (huruf ke 4) dan berhubungan dengan huruf “C” (huruf ke 7). Disederhanakan : A, B, C, D, … dst (huruf ke 1, 4, 7, 10).

Maka hal yang sama pada huruf ke 2, 5, 8, 11,… dst yaitu M, O, Q (berselang 2 huruf).

Pada huruf ke 3, 6, 9, … dst yaitu N, P, R Maka jawabannya yang benar adalah Q, R, D, S A. Barisan Fibonacci

Adalah barisan bilangan yang suku selanjutnya diperoleh dengan cara menjumlahkan 2 suku sebelumnya.

Contoh:

a) 3, 4, 7, 11, 18, 29 b) -2, 3, 1, 4, 5, 9, ...

c) 1, -3, -2, -5, -7, ...

B. Irama Bilangan

Adalah barisan bilangan yang memilih pola yang lebih bebas dan bervariasi.

Contoh:

a) 1, 3, 2, 6, 5, 15, 14 Pola : kali 3, kurang 1, ...

b) 3, 4, 6, 9, 13, 18, ...

Pola : tambah 1, tambah 2, tambah 3

(21)

BARIS DAN DERET ARITMATIKA BAB 15

BARISAN ARITMATIKA

Barisan aritmatika atau barisan hitung adalah suatu barisan bilangan dengan setiap suku-suku yang berurutan memiliki selisih tetap (konstan). Selisih yang tetap ini disebut beda dan dilambangkan dengan “b”. perhatikan contoh berikut:

2,4,6,8, ... (b = 2)

13,17,21,24, ... (b = 4)

Secara umum dapat dituliskan sebagai berikut:

Apabila Un adalah rumus suku ke-n dari suatu barisan aritmatika, berlaku:

Un – Un – 1 = b 1. Suku ke – n

Misal barisan : U₁, U₂, U₃, U₄, … Un adalah barisan aritmatika. Dengan beda = b , suku pertama U₁ = a, maka sesuai dengan pengertiannya dapat dirumuskan bahwa:

U₂ = U₁ + b atau a+b

U₃ = U₂ + b atau (a+b) + b = a + 2b U₄ = U₃ + b atau (a+2b) + b = a + 3b

Un = Un – 1 + b atau { a+ (n-2)b} + b = a + (n-1)b Rumus suku ke-n barisan aritmatika adalah : 2. Deret aritmatika

Deret aritmatika (Sn) atau deret hitung adalah suatu deret yang diperoleh dengan menjumlahkan suku-suku barisan aritmatika.

Rumus-rumus penting :

3. Sisipan di barisan aritmatika

Bila diantara dua bilangan x dan y disisipkan k buah bilangan yang membentuk barisan aritmatika, maka beda barisan dapat diperoleh dari rumus :

Beda barisan yang baru

4. Suku tengah

Jika banyak suku-suku suatu barisan aritmatika adalah ganjil maka akan terdapat satu suku tengah. Misal banyak suku-suku suatu barisan aritmatika sama dengan n, dengan n bilangan ganjil, maka suku tengah dari barisan tersebut adalah suku ke (n+1).

Un = a + (n-1) b

y 1

U½ (n + 1) =

Un = a + (n-1) b

Sn = 𝑛 (a+Un) atau Sn = 𝑛 { 2a + (n-1) b } Un = Sn – Sn-1

(22)

DERET GAMBAR BAB 16

Deret gambar merupakan susunan gambar yang membentuk pola tertentu dan teratur.

Contoh Soal 1:

dfdfdf

Kunci : D

Di atas termasuk deret gambar sederhana. Perhatikan jumlah lingkaran di dalam persegi atas.

 Gambar Pertama : 1

 Gambar Kedua : 6

 Gambar Ketiga : 3

 Gambar Keempat : 5

Pola angkanya : 1 – 6 – 3 – 5 – …. Berarti dapat kita simpulkan angka berikutnya adalah : 5 karena fokus ke gambar pertama yaitu 1, gambar ketiga yaitu 3 dan gambar kelima yaitu seharusnya adalah 5.

Yang terpenting adalah jangan lihat suatu gambar secara keseluruhan, tapi lihat terperinci objek apa saja yang terdapat di dalam gambar.

Contoh Soal 2:

Kunci : A

Perhatikan gambar di atas. Asumsi kan seluruh bangun datar di dalam sebuah persegi itu berdiri sendiri dengan memiliki gerak sendiri yang teratur dan mungkin saja berbeda gerak dengan bangun datar yang lain.

Kesimpulan 1: Setiap bangunan yang berada di tengah akan bergerak ke kiri atas

Kesimpulan 2: Selalu gambar baru yang akan muncul di kanan bawah dengan warna yang tetap Kesimpulan 3: Gambar yang ada di tengah selalu bergantian antara warna hitam dan putih.

?

B

A C D

A B C D

?

Referensi

Dokumen terkait

Kunci Jawaban Soal Mengurutkan Kata Dengan Jumlah 3 Pilihan Kata 1.. Bayu

Kunci jawaban: B Contoh Soal Sbmptn No.4 Faktor–faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan : (1) pendidikan (2) interaksi dengan masyarakat lain (3) sikap toleransi

40+ Contoh Soal UTS Bahasa Inggris Kelas 7 SMP/MTs dan Kunci Jawaban Terbaru - Bagi sahabat bospedia dimana saja berada yang ingin sekali.. mempelajari Soal UTS Bahasa

40+ Contoh Soal UAS Bahasa Inggris Kelas 8 SMP/MTs dan Kunci Jawaban Terbaru - Bagi Adik adik dimana saja berada yang ingin sekali mempelajari Soal UAS Bahasa Inggris Kelas

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di artikel tips Contoh Soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) Lengkap Dengan Kunci Jawabannya2. Contoh Soal Tes Karakteristik

Contoh Soal Dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 SD semester

Soal Ujian Bahasa Jawa Kelas 3 yang lengkap dengan berbagai soal tata bahasa, kosa kata, dan struktur kalimat untuk tingkat sekolah

Contoh soal pilihan ganda bidang Bahasa Indonesia kelas 10 semester 1 lengkap dengan jawaban serta pembahasan terkait laporan