Bahan Ajar Mekanika Tanah Dasar Dr.Heni Pujiastuti
Materi Peremuan ke 4: KOMPOSISI TANAH
1 Hubungan antara Volume dan Berat
Tanah terdiri dari tiga bagian (fase), yaitu : butiran padat (solid), air, dan udara.
Segumpal tanah minimal terdapat dua bagian dari tiga bagian tanah tersebut. Pada tanah kering tanah terdiri dari dua bagian yaitu butiran padat dan pori-pori udara. Pada tanah jenuh juga terdiri dari dua bagian yaitu butiran padat dan air pori dan pada tanah basah (tidak jenuh) terdiri dari tiga bagian yaitu butiran padat, pori-pori udara dan air pori. Bagian-bagian tanah dapat digambarkan dalam bentuk diagram fase, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.1.
Udara
(a) (b)
Gambar 2.1. (a). Elemen tanah dalam keadaan asli; (b). Tiga fase elemen tanah
Gambar 2.1.a memperlihatkan elemen tanah yang mempunyai volume V dan berat total W, sedangkan pada Gambar 2.1.b memperlihatkan hubungan berat dan volumenya. Dari gambar tersebut dapat dibentuk persamaan berikut :
Volume total contoh tanah (V) : V = Vs + Vv = Vs + Va + Vw Berat total contoh tanah (W) adalah :
W = Ws + Ww +Wa
Apabila udara dianggap tidak mempunyai berat, maka berat total contoh tanah (W) adalah : W = Ws + Ww
Dimana :
Vs = Volume butiran padat Vv = Volume pori
Va = Volume udara di dalam pori Vw = Volume air di dalam pori
Volume total = V Berat
total = W
Ww
Ws W
Va
Vw Vv
Vs
V
Butiran padat Air
Bahan Ajar Mekanika Tanah Dasar Dr.Heni Pujiastuti
Ws = Berat butiran padat Ww = Berat air
Wa = Berat udara
Hubungan volume yang umum dipakai untuk suatu elemen tanah adalah :
1. Angka pori (void ratio = e), adalah perbandingan antara volume pori (Vv) dengan volume butiran padat (Vs).
Vs e Vv
2. Porositas (n), adalah perbandingan antara volume pori dengan volume total tanah V
n Vv
3. Derajad kejenuhan (S), adalah perbandingan antara volume air di dalam pori (Vw) dengan volume pori (Vv) yang dinyatakan dalam persen.
Vv S Vw
Hubungan antara angka pori (e) dan porositas (n) :
n 1
n V
1 Vv V Vv Vv
V Vv Vs
e Vv
dan
e 1 n e
Istilah yang umum dipakai untuk hubungan berat dalam suatu elemen tanah adalah :
1. Kadar air (water content = w), adalah perbandingan antara berat air dengan berat butiran padat dari volume contoh tanah dan dinyatakan dalam persen.
Ws w Ww
2. Berat volume basah (moisture unit weight = ), adalah berat tanah per satuan volume tanah.
V
W
Berat volume basah ini dapat juga dinyatakan dalam berat butiran padat, kadar air dan volume total, sebagai berikut :
V w) (1 Ws V
Ws 1 Ww Ws V
Ww Ws V
W
Bahan Ajar Mekanika Tanah Dasar Dr.Heni Pujiastuti
3. Berat volume kering (dry unit weight = d), adalah berat tanah kering per satuan volume tanah.
V Ws
d
Berdasarkan persamaan-persamaan diatas diperoleh hubungan antara berat volume, berat volume kering dan kadar air sebagai berikut :
w
d 1
2 Hubungan antara Berat Volume (), Angka Pori (e), Kadar Air (w) dan Berat Spesifik (Gs)
Udara
Gambar 2.2. Tiga fase elemen tanah dengan volume butiran padat sama dengan 1
Berdasarkan anggapan bahwa suatu elemen tanah dengan volume butiran padat sama dengan 1 seperti pada gambar diatas, maka volume dari pori adalah sama dengan angka pori e. Sehingga berat dari butiran padat dan berat air dapat dinyatakan sebagai berikut :
Ws = Gs . w
Ww = w . Ws = w . Gs . w
Dimana :
Gs = berat spesifik butiran padat w = kadar air
w = berat volume air
Hubungan antara berat volume (), angka pori (e), kadar air (w) dan berat spesifik (Gs) dinyatakan sebagai berikut :
V = 1 + e
Vs = 1 Vw = w.Gs W Ww= w.Gs.
w
w.Gs.w
Ws= Gs. w
Vv = e
Air
Butiran padat
Bahan Ajar Mekanika Tanah Dasar Dr.Heni Pujiastuti
1. Berat volume basah
e 1
. Gs w) (1 e
1 . w.Gs .
Gs V
Ww Ws V W
w w w
2. Berat volume kering e 1
. Gs V
Ws
w
d
3. Volume air (Vw), dimana berat air dalam elemen yang ditinjau = w.Gs. w
. w.Gs Ww w.Gs
Vw
w w
w
4. Derajad kejenuhan e
. w.Gs Vv
S Vw atau
S . e = w . Gs
5. Berat volume tanah yang jenuh air (sat), dimana ruang pori terisi penuh oleh air seperti pada gambar berikut ini, maka :
e 1
. e) (Gs e
1 . . Gs V
Ww Ws V W
w w w
sat
e
Gambar 2.3. Elemen tanah yang jenuh air dengan volume butiran padat Vs = 1.
V = 1 + e W
Ww= e. w
Ws= Gs. w Vs = 1
Vv = Vw = e
Air
Butiran padat
Bahan Ajar Mekanika Tanah Dasar Dr.Heni Pujiastuti
3 Hubungan antara Berat Volume (), Porositas (n) dan Kadar Air (w).
Udara
Air
Butiran padat
Gambar 2.4. Elemen tanah dengan volume total V = 1
Berdasarkan gambar diatas, elemen tanah mempunyai volume 1, maka : 1. Porositas (n)
1 Vv Vv V
n Vv , sehingga Vs = 1 - n
2. Berat butiran padat (Ws) dan berat air (Ww), dinyatakan sebagai berikut : Ws = Gs . w . (1 – n) dan Ww = w . Ws = w . Gs . w . (1 – n) 3. Berat volume kering (d)
n) (1 . 1 Gs
) n 1 ( . Gs V
Ws
w w
d
4. Berat volume tanah
w) (1 n) (1 . V Gs
Ww
Ws
w
5. Untuk tanah dengan kondisi jenuh air seperti pada gambar berikut, maka :
Gambar 2.5. Elemen tanah yang jenuh air dengan volume total V = 1
V = 1
Vs = 1 - n Ww= w.Gs. w (1-n)
Ws= Gs. w (1-n)
Vv = n
V = 1
Vs = 1 - n Ww= n . w
Ws= Gs. w (1-n)
Vv = n
Butiran padat Air
Air
Butiran padat
Bahan Ajar Mekanika Tanah Dasar Dr.Heni Pujiastuti
Berat volume tanah jenuh air :
ww w
sat
(1-n)Gs n.
1 . n . n).Gs (1
V Ww
Ws
Kadar air dari tanah jenuh air (w) : Gs n) - (1
n Gs
) n 1 (
n Ws
w Ww
w w
4.Kerapatan Relatif (Relative Density)
Kerapatan relatif adalah tingkat kerapatan dari tanah berbutir (granular soil) di lapangan., yang dinyatakan dalam persamaan berikut ini :
min maks
maks
e e
e Dr e
dimana :
Dr = kerapatan relatif yang dinyatakan dalam persen e = angka pori tanah di lapangan
emaks = angka pori tanah dalam keadaan paling lepas emin = angka pori tanah dalam keadaan paling padat Tabel 2.1. Harga kerapatan relatif tanah berbutir
Kerapatan Relatif (%)
Penjelasan mengenai deposit tanah
0 – 15 Sangat lepas
15 – 50 Lepas
50 – 70 Menengah
70 – 85 Padat
85 - 100 Sangat padat
Kerapatan relatif dinyatakan dalam berat volume kering maksimum dan minimum dengan persamaan sebagai berikut :
d maks d d
maks d
d d
maks d d
d
Dr d
( )
(min) )
(
(min)
) ( (min)
(min)
1 1
1 1
Bahan Ajar Mekanika Tanah Dasar Dr.Heni Pujiastuti
dimana :
d(maks) = berat volume kering tanah dalam keadaan paling padat (pada angka pori minimum, emin)
d(min) = berat volume kering tanah dalam keadaan paling lepas (pada angka pori maksimum, emaks)
d = berat volume tanah asli di lapangan (pada angka pori e)
5. Contoh Soal dan Penyelesaian Contoh Soal
Pada kondisi asli di lapangan, tanah mempunyai volume 12 cm3 dan berat basah 24 gram.
Berat tanah kering oven adalah 20 gram. Jika berat jenis tanah 2,65, hitunglah : (a). kadar air, (b).berat volume basah, (c).berat volume kering, (d).angka pori, (e).porositas dan (f).derajat kejenuhannya.
Penyelesaian
(a). Kadar air : 100% 20%
20 20
24
x
Ws Ws W Ws w Ww
(b). Berat volume basah: 2 / 3
12
24 gram cm V
W
b
(c). Berat volume kering : 1,66 / 3 12
20 gram cm V
Ws
d
(d). Angka pori :
59 . 547 0 . 7
453 . 4
453 . 4 547 . 7 12
547 . 1 7 65 . 2
20
3 3
s v
s v
w s
s s
V e V
cm V
V V
x cm G
V W
(e). Porositas : 0.37
59 . 0 1
59 . 0
1
e n e
(f). Derajad kejenuhan :
% 82 . 89
% 453 100
. 4
4 1 4
) 20 24
( 3
V x S V
W cm V
v w w
w
w