PENYEMPURNAAN SOP PENDAFTARAN
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN (LAI) PADA APLIKASI PELITA
Sesuai Ketentuan pada PMK 186/PMK.01/2021 dan SE-6/PPPK/2024
1
Fajar Sri Wahyuni
Kepala Subbidang Analisis dan Pelaporan Profesi Akuntansi
SISTEMATIKA
2
A. KEWAJIBAN PENDAFTARAN LAI B. DAMPAK PENERAPAN KODE QR
C. LATAR BELAKANG DAN POIN PERUBAHAN PADA SE-6/PPPK/2024 D. PENDAFTARAN LAI : MEKANISME LAMA VS BARU
E. TINDAK LANJUT
PASAL 39 AYAT (2)
PASAL 39 AYAT (8)
Akuntan Publik wajib mencantumkan kode QR sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) pada lembar yang sama dengan lembar tanda tangan opini Akuntan Publik dalam laporan auditor independen.
Akuntan Publik yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dikenai sanksi administratif berupa
pembekuan izin paling singkat selama 1
(satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun.
KETENTUAN PENDAFTARAN LAI PADA PMK 186
3
PASAL 39 AYAT (4)
PASAL 39 AYAT (5)
a. mengisi nomor laporan auditor independen dengan memenuhi ketentuan penomoran laporan sesuai pedoman penomoran yang ditetapkan Kepala Pusat
b. mengisi data klien; dan
c. mengunggah dokumen laporan keuangan auditan yang telah disetujui klien.
KAP wajib mengunggah dokumen laporan auditor independen sebagaimana dimaksud pada ayat (4) yang telah ditandatangani dan dicantumkan kode QR pada saat laporan auditor independen
diterbitkan .
PERSYARATAN DAN TATACARA PENDAFTARAN LAI (PMK 186)
4
• Peningkatan signifikan atas jumlah klien audit yang
dilaporkan pada LKU setiap tahun
• Beberapa kondisi yang mengindikasikan risiko dalam penugasan audit:
⚬ Pendaftaran LAI dilakukan sebelum proses audit selesai
⚬ Pendaftaran LAI dilakukan jauh setelah proses audit selesai
⚬ Jumlah personil yang ditugaskan beserta jam audit tidak diinput secara lengkap
⚬ Klien tidak setuju mengunggah laporan keuangan auditan
⚬ Koreksi atas data laporan keuangan atau upload revisi laporan keuangan auditan setelah penerbitan LAI
• Data yang tersedia dalam
laporan tahunan menjadi lebih lengkap dan akurat untuk dapat menjadi pertimbangan dalam perbaikan pola pembinaan dan pengawasan profesi.
DAMPAK
PENERAPAN KEBIJAKAN QR CODE
5
• PPPK juga telah secara aktif
mensosialisasikan penggunaan Kode QR ke para pengguna
laporan keuangan seperti LPSE dan beberapa unit
kementerian/lembaga
• Masih banyak KAP yang belum melengkapi isian Pelita sebelum 7 hari kerja setelah didaftarkan.
• KAP sering menyampaikan permohonan revisi atas ketidaklengkapan dan ketidakakuratan isian Pelita.
LATAR BELAKANG DAN POIN
PERUBAHAN
(SE-6/PPPK/2024)
6
• Kewajiban untuk upload laporan keuangan auditan untuk semua jenis klien tanpa terkecuali.
• Revisi secara mandiri oleh KAP dalam kurun waktu tertentu dan pembatasan revisi secara sistem setelah melewati batas waktu tertentu.
• Mekanisme pembatalan nomor LAI secara otomatis jika data isian tidak dilengkapi sampai batas waktu tertentu.
• Perlunya mekanisme dan kedisiplinan di KAP untuk mengecek akurasi dan kelengkapan isian Pelita secara berkala sebelum terkunci secara permanen
LATAR BELAKANG
POIN PERUBAHAN
LAI Terbit Daftar LAI
di Pelita QR Code
diperoleh Upload LAI
dengan QR Pendaftaran LAI Selesai
Penyelesaian Proses Audit dan penerbitan LAI
Memperoleh Kode QR untuk dicantumkan di lembar LAI KAP menginput data LAI dan
mengunggah LK auditan atau surat pernyataan tidak setuju dari klien (SE no 2 Tahun 2019)
Upload LAI yang sudah ditandatangani dan
tercantum kode QR. KAP diberi waktu 7 hari setelah tanggal pendaftaran untuk mengunggah LAI dan atau
melakukan perbaikan data yang diinput
PROSES PENDAFTARAN DAN REVISI LAI ( EXISTING )
Permohonan Revisi Pelita Unlock Pelita
oleh PPPK
Unlock dilakukan apabila permohonan revisi disetujui
Revisi data Revisi Selesai LAI
7
PENYEMPURNAAN SOP PENDAFTARAN LAI (SE-6/PPPK/2024 TANGGAL 18 APRIL 2024)
• KAP hanya bisa mendaftarkan LAI yang proses auditnya telah selesai dilakukan (final).
• KAP diberi waktu 7 (tujuh) hari untuk melengkapi data termasuk upload LAI
sebelum sistem akan terkunci secara otomatis
• Apabila jarak tanggal LAI (penyelesaian audit) dan tanggal pendaftaran LAI di Pelita lebih
dari 14 hari akan diberi penanda khusus untuk diberi catatan dan diperhitungkan sebagai
salah satu faktor dalam penetuan profil risiko profesi AP.
• Dalam hal terdapat kondisi yang mengakibatkan KAP terpaksa melakukan revisi atas data LAI
maupun dokumen yang diunggah, KAP dapat melakukan revisi secara mandiri tanpa meminta persetujuan dari PPPK.
• KAP diberi waktu 23 (dua puluh tiga) hari untuk melakukan revisi. Sistem akan
terkunci secara permanen 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal pendaftaran LAI.
8
LAI Terbit Daftar LAI
di Pelita QR Code
diperoleh Upload LAI
dengan QR Pendaftaran LAI Selesai
Penyelesaian Proses Audit
dan penerbitan LAI Memperoleh Kode QR untuk
dicantumkan di lembar LAI KAP menginput data LAI dan
mengunggah LK auditan yang telah disetujui oleh klien
Upload LAI yang sudah ditandatangani dan
tercantum kode QR. KAP diberi waktu 7 hari setelah tanggal pendaftaran untuk mengunggah LAI dan atau
melakukan perbaikan data yang diinput
MEKANISME PENDAFTARAN DAN REVISI LAI (BERLAKU EFEKTIF 1 JUNI 2024)
Revisi Pelita Unlock Pelita
oleh KAP Revisi data
LAI
Upload LAI dengan QR Code
baru
Revisi dapat dilakukan dalam batas 30 hari setelah tanggal pendaftaran LAI
Revisi Selesai
Data sudah final dan tidak bisa
direvisi jika melewati 30 hari
9
TIMELINE PROSES PENDAFTARAN LAI (SESUAI SE-6/PPPK/2024 )
PROSES AUDIT
Tanggal Pendaftaran LAI
SISTEM TERKUNCI
Tanggal LAI
7 Hari
Revisi oleh KAP (QR Code
tidak berubah) Revisi oleh KAP (QR Code berubah)
SISTEM TERKUNCI
23 Hari
Nomor dianggap batal, tidak bisa devisi, nomor
tidak dapat digunakan kembali
✓ Tanggal opini tidak boleh lebih besar dari tanggal input (maksimal sama)
✓ Tanggal opini maksimal berjarak 14 hari dari tanggal input.
Periode revisi yang diperkenankan
10
KETENTUAN UPLOAD DOKUMEN
❖ Wajib upload Laporan Keuangan Auditan klien untuk setiap pengambilan QR Code tanpa terkecuali
▪ Kewajiban LKA ini selaras dengan kewajiban lapor untuk SPT tahunan bagi klien yang diaudit dan PMK 186
▪ Tidak bertentangan dengan Kode Etik Akuntan Publik 2021 (Subseksi 114-Kerahasiaan)
▪ Kerahasiaan data klien yang disampaikan terjaga sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik.
❖ LKA yang diupload adalah satu set laporan keuangan lengkap, yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi, Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dengan ketentuan:
✓ LKA yang sudah final/disetujui klien dan bentuk mekanisme/dokumentasi persetujuan diserahkan ke KAP dan klien.
✓ format file harus PDF yang dapat ditelusuri (searchable pdf) dan bukan gambar
✓ ukuran maksimal 10 MB.
(NB: dokumen yang tidak sesuai kriteria akan ditolak sistem)
11
❖ Surat persetujuan klien tetap dibuat untuk kepentingan administrasi KAP
✓ Surat tersebut tidak diupload ke Pelita.
✓ Bentuk persetujuan dari klien dapat juga dimasukkan dalam klausul di surat perikatan audit/kontrak.
❖ LAI yang akan diupoad harus:
✓ Telah ditandatangani oleh AP
✓ Mencantumkan Kode QR dari Pelita sesuai perubahan terakhir
✓ File PDF dengan format searchable dan bukan gambar
✓ Ukuran file maksimal 2 MB NB:
- dokumen yang tidak sesuai kriteria akan ditolak sistem
- Penanggalan LAI disesuaikan dengan ketentuan Standar Audit
- Akurasi dan keabsahaan dari Kode QR dapat dicek melalui aplikasi find-profkeu dan scan barcode
secara langsung 12
KETENTUAN UPLOAD DOKUMEN
TINDAK LANJUT SEBELUM PENERAPAN SE- 6/PPPK/2024
❖ Semua revisi data LAI tahun 2023 dan 2024 harus diselesaikan maksimal di 31 Mei 2024 ( (surat permohonan revisi akan dibatasi paling lambat disampaikan pada minggu ke-3 Mei 2023).
❖ Admin aplikasi Pelita dan AP/tim audit harus berkoordinasi untuk memastikan akurasi dan kelengkapan data yang telah diinput di Pelita.
❖ Admin dapat menghubungi PIC KAP masing-masing untuk memperoleh hasil analisis atas LKU 2023 yang telah disampaikan.
13
TERIMA KASIH
14
PEMANTAUAN AP/KAP BERBASIS DATA QR CODE PELITA
Jakarta, 13 Mei 2024
Ario Supharinja – Analis Subbid Kepatuhan Profesi Akuntansi
JUMLAH KLIEN TIDAK WAJAR
Akuntan Publik(AP) yang memiliki pertumbuhan klien tidak wajar.TEMUAN DARI PENERAPAN QR CODE PADA PELITA
LAI diterbitkan tanpa kode QR.
LAI TANPA QR CODE
RE-AUDIT
Memberikan jasa audit pada periode yang sama yang telah diaudit oleh AP lain.KAP menggunakan auditor yang sedang bekerja sebagai auditor di KAP/Cabang KAP lain.
PENGGUNAAN AUDITOR ' FREELANCE'
AP yang sedang dikenakan sanksi pembatasan jasa entitas tertentu memberikan jasa audit kepada
entitas yang sedang dilarang.
PEMBERIAN JASA AUDIT PADA PERIODE
SANKSI
Pemantauan: Pendampingan Tindak Lanjut
Informasi Output
Tindak lanjut atas pengaduan masyarakat, profil risiko dan informasi indikasi
pelanggaran Pendampingan prosedur dan
kertas kerja
Laporan Hasil Pemantauan, Update profil risiko dan usulan pemeriksaan
PEMANTAUAN VS PEMERIKSAAN
Pemeriksaan: Tidak harus diawali dengan
Pemantauan
Memeriksa
Kepatuhan AP Output
Memeriksa kepatuhan AP terhadap standar dalam memberikan jasa
Laporan Hasil Pemeriksaan, Update profil risiko dan Sanksi administratif
Jenis
Pemeriksaan
Pemeriksaan reguler, tematik, dan khusus
Kegiatan Pemantauan
45 Profesi (AP/KAP dan
AB/KJA)
11 Profesi (AP/KAP)
2023
STATISTIK PEMANTAUAN KEPATUHAN TAHUN 2023 & 2024
2024*
Pemantauan Khusus
Tindak Lanjut
13 Profesi (AP/KAP)
11 Profesi (AP/KAP)
2023 2024*
Pemantauan kepatuhan AP/KAP khusus dalam rangka tindak lanjut
indikasi pelanggaran dalam penerapan kebijakan kode QR LAI
dan pelaporan data klien dan auditor pada aplikasi PELITA
Total : 24 Profesi
13 Profesi (AP/KAP)
Ditindaklanjuti dengan Pemeriksaan
1 AP dikenakan sanksi pembekuan maksimal 24 bulan
4 AP dikenakan sanksi pencabutan izin
Sebelum penerapan kode QR LAI, terdapat beberapa AP yang
terindikasi tidak melaporkan seluruh kliennya ke PPPK.
PPPK melakukan pemeriksaan terhadap AP-AP tersebut selama tahun 2022 s.d.
2023
Setelah penerapan kode QR LAI pada Mei 2022, terdapat
sejumlah AP yang mengalami
pertumbuhan jumlah klien sangat signifikan dibanding tahun
sebelumnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, ditetapkan sanksi pencabutan izin AP
untuk 4 AP.
TEMUAN:
Pertumbuhan
Jumlah Klien yang Tidak Wajar
Sebelum penerapan kode QR LAI, terdapat beberapa AP yang
terindikasi tidak melaporkan seluruh kliennya ke PPPK.
a.
b.
c.
d.
Selain pemeriksaan, PPPK juga
melakukan pemantauan terhadap para AP yang memiliki
pertumbuhan klien tidak wajar.
Pengecekan kertas kerja dilakukan secara sampel dengan beberapa klien dengan jenis bidang usaha dan besaran fee yang berbeda sehingga merepresentasikan
populasi. Untuk setiap sampel akan dipilih akun-akun utama sebagai sampel yang akan dicek kondisi kertas kerjanya.
Prosedur pemantauan difokuskan kepada pemenuhan ketentuan UU AP: kertas kerja yang
menggambarkan proses dan hasil kerja akuntan publik, karena
terbatasnya durasi pemantauan.
Kertas Kerja Tidak menggambarkan proses dan hasil kerja AP.
Hasil pemantauan seperti ini,
diprioritaskan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dalam rangka melindungi kepentingan publik.
TEMUAN:
Pertumbuhan
Jumlah Klien yang Tidak Wajar
a.
b.
c.
d.
Ditemukan LAI yang tidak menggunakan QR code dari aplikasi PELITA dari PPPK.
Modus-modus tersebut akan diketahui oleh PPPK karena PPPK telah memberikan akses user findprofkeu kepada instansi- instansi seperti Pokja Pengadaan,
Kementerian PUPR, Mitra BUMN dan BUMD, instansi swasta dan pihak-pihak pengguna LAI yang memiliki NPWP. Sehingga PPPK
sering menerima pengaduan LAI-LAI tanpa kode QR.
Ditemukan nomor LAI yang sama namun digunakan
untuk 2 LAI yang berbeda dan salah satu LAI nya tidak didaftarkan di aplikasi
PELITA dan tidak
mencantumkan kode QR. AP yang tidak mencantumkan kode QR di LAI dapat dikenakan sanksi pembekuan 12 s.d. 24 bulan berdasarkan Pasal 39 PMK 186 /PMK.01/2021
TEMUAN:
LAI Terbit Tanpa Qr Code
a.
b.
c.
Terdapat AP melakukan audit kembali terhadap Laporan
Keuangan Klien audit dengan tahun buku yang sama yang telah diaudit oleh AP lain, padahal KAP tersebut telah
memiliki akun findprofkeu yang dapat digunakan untuk
mengecek suatu klien telah diaudit AP lain atau belum.
(1) Akuntan Publik dilarang:
..
c. memberikan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1), untuk jenis jasa pada periode yang sama yang telah dilaksanakan oleh Akuntan Publik lain, kecuali untuk
melaksanakan ketentuan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya”
Pelanggaran atas ketentuan di atas dapat dikenakan Sanksi Pembekuan Izin berdasarkan PP 20/2015
TEMUAN:
RE-AUDIT
(memberikan jasa audit pada periode yang
sama yang telah diaudit AP lain)
Dasar hukum Larangan reaudit dalam
pasal 30 ayat (1) huruf c mengatur bahwa:
APLIKASI FIND-PROFKEU
https://find-profkeu.kemenkeu.go.id/
Fitur menu “Pastikan LAI” untuk pengecekan keabsahan Laporan Auditor Independen (LAI) (Input nama klien dan tahun buku, klik cari).
Hak akses ke Aplikasi Find-Profkeu:
Mengajukan surat resmi kepada PPPK terkait permohonan pendaftaran akses
Aplikasi Find-Profkeu (format pdf) dengan menyertakan alamat email sebagai user, kirim ke alamat email [email protected]
Panduan penggunaan aplikasi dapat diakses melalui tautan:
https://pppk.kemenkeu.go.id/in/post/manual-aplikasi-find-profkeu
Mitigasi: Admin KAP dapat menghubungi Admin
Pelaporan PPPK
(1) KAP dan cabang KAP wajib mempunyai paling sedikit 2 (dua) orang tenaga kerja profesional pemeriksa di bidang akuntansi.
(2) KAP atau cabang KAP wajib
menggunakan tenaga kerja profesional pemeriksa sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) yang tidak sedang menjadi tenaga kerja profesional pemeriksa pada KAP
atau cabang KAP lain.
(3) KAP atau cabang KAP yang melanggar
ketentuan pada ayat (1) atau ayat (2) dikenai sanksi administratif berupa peringatan
tertulis
TEMUAN:
Penggunaan Auditor
‘Freelance’
Dasar hukum: PMK 186/PMK.01/2021 tentang Pembinaan dan Pengawasan
Akuntan Publik, Pasal 33 mengatur bahwa:
Beberapa auditor yang
terdaftar di suatu KAP dan
memberikan jasa audit, namun juga memberikan jasa audit
melalui KAP lain.
(auditor yang sedang bekerja sebagai auditor di KAP/Cabang
KAP Lain)
Dari hasil beberapapemantauan lainnya, banyak ditemukan auditor yang
dilaporkan di Pelita tidak sesuai dengan Surat Tugas Audit Lapangan.
a.
b.
c.
d.
Ketika sedang dilakukan desk monitoring tindak lanjut
pengenaan sanksi, ditemukan AP tidak melaporkan klien
secara benar.
Dasar hukum: Pasal 40 PMK
186/PMK.01/2021 tentang Pembinaan dan Pengawasan Akuntan Publik mengatur bahwa:
(1) KAP wajib menyampaikan laporan secara lengkap dan benar melalui sistem elektronik paling lambat setiap akhir bulan April setiap tahunnya, yang terdiri atas:
a. laporan kegiatan usaha KAP untuk tahun takwim sebelumnya;
..
(3) KAP yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis.
TEMUAN:
KAP Tidak
Melaporkan Data Klien Dengan
Benar
AP tersebut melaporkan klien bidang usaha properti dan kontruksi dilaporkan bidang usaha industri lainnya.Padahal AP tersebut sedang dikenakan sanksi pembatasan jasa entitas properti dan
kontruksi, namun memberikan jasa audit kepada entitas yang sedang dilarang tersebut.
a.
b.
c.
TERIMA KASIH