Pengujian beton dilakukan dengan cara mengambil contoh beton berbentuk kubus atau silinder, kemudian dilakukan pengujian kekuatan pada umur yang disyaratkan, dari hasil pemeriksaan tersebut akan diketahui seberapa besar tegangan dan regangan yang terjadi. Untuk menguji baja, diambil sampel baja, dipotong kurang lebih 20 cm, kemudian dilakukan uji tarik dan tekan untuk menghasilkan nilai tegangan baja setelah ditekan atau ditarik. Ada tiga jenis balok yang menentukan letak tulangan, yaitu balok tumpu sederhana (a), balok kantilever (b), dan balok kontinu (c).
Gambar (a) menunjukkan perilaku balok yang ditumpu secara sederhana pada kedua ujungnya ketika beban terpusat diterapkan pada pertengahan bentang. Dimana L = panjang bentang dari titik tumpu ke titik tumpu. Jika nilai ketinggian minimum ini terpenuhi, pemeriksaan defleksi tidak dilakukan. Temperatur yang tinggi dapat menyebabkan penurunan/hilangnya kekuatan baja tulangan). Jarak tulangan yang dibutuhkan seperti terlihat pada gambar.
Menurut SNI beton pasal 12.5.1), tulangan minimum untuk empat balok persegi (komponen struktur lentur) diambil dengan nilai terbesar dari dua rumus berikut.
Underreinforced
Overreinforced
Campuran beton yang memadai memberikan sifat anti-penyerap beton yang cukup untuk mencegah karat pada baja. Kuat tekan beton ditentukan dengan menetapkan perbandingan semen, agregat kasar dan halus, air dan berbagai jenis bahan tambahan. Rasio air terhadap semen (f.a.s atau faktor air semen) merupakan faktor utama dalam menentukan kekuatan beton.
Kuat tekan beton dinyatakan dalam f’c yaitu kuat tekan beton dalam satuan MPa dari hasil pengujian benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm pada hari ke 28 saat benda uji dibuat. . .
BEDA MASING-MASING BENDA UJI??
Beban hujan (R): genangan air hujan di atap 5. Beban Angin (W)
Beban gempa (E): beban ekivalen yang bekerja pada struktur akibat pergerakan tanah pada peristiwa gempa
Kombinasi Pembebanan???
Bidang penampang rata sebelum terjadi lenturan, tetap rata setelah terjadi lenturan dan berkedudukan tegak lurus pada
Tegangan sebanding dengan regangan hanya sampai kira- kira beban sedang. Apabila beban meningkat sampai beban
Dalam memperhitungkan kapasitas momen ultimit komponen struktur, kuat terik beton tidak diperhitungkan dan seluruh gaya
KUAT LENTUR BALOK PERSEGI
Mencari luas tulangan dan dimensi balok
Atau tegangan adalah “perbandingan gaya tarik atau tekan yang bekerja pada luas penampang suatu benda”. Respon tahanan suatu unsur terhadap beban yang bekerja padanya akan menyebabkan unsur tersebut menjadi kaku dan meregang akibat adanya pergeseran internal pada tingkat atom pada partikel-partikel penyusun unsur tersebut. Besarnya pertambahan yang terjadi pada setiap keadaan tergantung pada elastisitas bahan dan besarnya gaya yang bekerja padanya: semakin elastis suatu benda, maka semakin mudah untuk memanjang atau memendek (istilah Jawa: mudah meregang).
Semakin besar gaya yang bekerja pada suatu benda maka semakin besar pula tegangan dan regangan yang terjadi pada benda tersebut, sehingga pemanjangan atau pemendekan benda tersebut semakin besar. Jika gaya yang bekerja berupa gaya tekan maka benda akan mengalami pemendekan, sedangkan jika gaya yang bekerja berupa beban tarik maka benda akan mengalami pemanjangan. Jika hubungan tegangan dan regangan dibuat dalam bentuk grafik, yang menunjukkan setiap nilai tegangan dan regangan yang terjadi padanya dalam bentuk titik-titik, maka titik-titik tersebut berada.
Hubungan tegangan-regangan ini bersifat linier (Gambar 1), dimana regangan berbanding lurus dengan tegangan. Bahan yang mempunyai diagram tegangan-regangan seperti ini disebut bahan elastis linier, dimana bahan tersebut mempunyai modulus elastisitas yang konstan. Hubungan tegangan-regangan ini bersifat non-linier, dimana regangan tidak berbanding lurus dengan tegangan. Bahan yang mempunyai diagram tegangan-regangan seperti ini disebut bahan elastis non-linier, dimana bahan tersebut tidak mempunyai modulus elastisitas yang tetap. tidak punya .
CARA MENDAPATKAN GRAFIK HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN UNTUK PENGUJIAN BETON
Namun kenyataannya tegangan tidak selalu berbanding lurus dengan regangan, dimana jika nilai tegangan dan regangan dipetakan dalam bentuk titik-titik maka tidak terbentuk hubungan linier di dalamnya (Gambar 2). Meskipun beton terbuat dari bahan yang bersifat elastis linier, namun pada kenyataannya hubungan tegangan-regangan cenderung non-linier meskipun memikul beban kecil. Untuk keperluan pengujian kuat tekan beton, perlu disiapkan campuran beton dengan volume 10% lebih banyak dari volume yang dibutuhkan.
Melapisi permukaan atas dan bawah benda uji dengan mortar belerang (penutup) dengan cara sebagai berikut; (1) lelehkan mortar belerang dalam panci peleburan yang dinding bagian dalamnya diolesi minyak tipis-tipis, (2) letakkan benda uji tegak lurus dengan cetakan, (3) angkat benda uji dari cetakan, lalu beri ventilasi. Retakan lekat yang terbentuk sebelum pembebanan akan tetap stabil dan tidak berubah selama tegangan tekan kerja masih dibawah 30% f'c (f'c adalah kuat tekan ultimit beton. Bila tegangan mencapai 75-90% kuat tekan batasnya, retakan perekat merambat dalam mortar untuk membentuk pola retakan yang terus menerus.
CARA MENDAPATKAN GRAFIK HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN UNTUK PENGUJIAN BAJA
Tegangan yang digunakan pada kurva merupakan tegangan longitudinal rata-rata hasil uji tarik yang diperoleh dengan membagi beban dengan luas penampang awal benda uji. Regangan yang digunakan untuk kurva regangan teknik adalah regangan linier rata-rata yang diperoleh dengan membagi panjang ukur benda uji, ΔL, dengan panjang awalnya, L0. Regangan maksimum terjadi pada titik patah, sedangkan pada kedua ujung benda uji regangannya paling kecil.
Pada zona YY', benda kerja tampak meleleh dan beban naik turun, yang disebut zona luluh. Melebihi batas proporsional hingga benda kerja patah biasa disebut daerah plastis dan tegangan disebut regangan plastis. Jika setelah benda kerja dipatahkan dan disambung kembali (diluruskan) kemudian diukur pertambahan panjangnya (ΔL), maka regangan yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut adalah regangan plastis (AF').
MEKANIKA TERAPAN NAMA
NIM DOSEN
ASI LOK TULA NGAN
TERDAPAT TIGA JENIS BALOK YANG MENENTUKAN LOKASI TULANGAN, YAITU BALOK YANG DITUMPU SEDERHANA (A),
LOKASI
TULANGAN
SELIMUT BETON ADALAH BAGIAN BETON
TERKECIL YANG MELINDUNGI TULANGAN Selimut beton ini diperlukan untuk
MENURUT SNI BETON PASAL 12.5.1)., TULANGAN MINIMUM BALOK EMPAT PERSEGI (KOMPONEN STRUKTUR LENTUR) DIAMBIL
NILAI TERBESAR DARI DUA RUMUS BERIKUT
UNDERREINFOR CED
AGAR DAPAT DIJAMIN BAHWA JENIS KERUNTUHAN BALOK BETUL-BETUL PADA KERUNTUHAN TARIK, MAKA SNI BETON
BRIEF
Secara umum yang dipelajari tentang struktur beton bertulang adalah prinsip dasar dalam perencanaan dan penyelidikan elemen beton bertulang yang dibebani :.
T KUA PERL U
SECARA UMUM, ADA 6 MACAM BEBAN (JIKA ADA) YANG PERLU DIPERHITUNGKAN PADA PERANCANGAN STRUKTUR
Bidang penampang rata sebelum terjadi lenturan, tetap rata setelah terjadi lenturan dan berkedudukan tegak lurus pada
Tegangan sebanding dengan regangan hanya sampai kira- kira beban sedang. Apabila beban meningkat sampai beban
Dalam memperhitungkan kapasitas momen ultimit komponen struktur, kuat terik beton tidak diperhitungkan dan seluruh gaya
Oleh karena itu, nilai regangan pada komponen struktur berdistribusi linier atau berbanding lurus dengan jarak ke garis netral. Untuk komposisi balok tertentu, balok tersebut memikul beban sedemikian sehingga deformasi tekan lentur beton mencapai . maks. Kuat lentur suatu balok beton tersedia sebagai akibat adanya mekanisme tegangan dalam yang terus menerus yang timbul di dalam balok yang dalam kondisi tertentu dapat diwakili oleh gaya-gaya dalam.
N D atau C c adalah resultan gaya tekanan dalam, yang merupakan resultan seluruh gaya tekanan pada daerah di atas garis netral. N T atau T s adalah resultan gaya traksi internal, yang merupakan resultan seluruh gaya traksi pada daerah di bawah garis netral. Kedua gaya ini, yang garis kerjanya sejajar, mempunyai besar yang sama tetapi berlawanan arah dan dipisahkan oleh jarak z, sehingga membentuk beberapa momen hambatan dalam yang nilai maksimumnya disebut kuat lentur atau momen hambatan penampang. komponen struktur fleksibel.
Dalam perencanaan suatu balok pada kondisi pembebanan tertentu, komposisi dimensi balok beton serta jumlah dan ukuran tulangan harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga tercipta momen tahanan paling sedikit sama dengan momen lentur maksimum yang ditimbulkan oleh beban tersebut. . Kesulitan timbul pada saat menentukan besarnya Cc namun juga pada penentuan letak Cc karena bentuk balok tegangan tekan berbentuk garis lengkung.
DENGAN NOTASI SEBAGAI BERIKUT
Suatu penampang disebut seimbang apabila jumlah tulangan baja tarik sedemikian rupa sehingga garis netral terletak pada posisi dimana tegangan luluh baja dan tegangan tekan maksimum beton akan terjadi secara bersamaan. Jika penampang balok mempunyai tulangan tarik yang lebih banyak daripada yang diperlukan untuk mencapai kesetimbangan tegangan, maka penampang balok tersebut dikatakan mengalami perkuatan berlebih. Penguatan yang berlebihan menyebabkan garis netral bergeser ke bawah, beton mencapai regangan maksimum 0,003 sebelum baja tarik mencapai luluh.
Jika suatu bagian mempunyai tulangan tarik yang kurang dari jumlah tulangan tarik yang diperlukan untuk mencapai kesetimbangan tegangan, maka bagian tersebut dikatakan mempunyai tulangan kurang. Posisi garis netral relatif lebih tinggi terhadap kondisi kesetimbangan, baja tarik mencapai tegangan luluh sebelum beton mencapai regangan 0,003. Keruntuhan struktur terjadi secara perlahan, didahului dengan peningkatan lentur yang tajam (keruntuhan ulet).
Untuk mengantisipasi keruntuhan struktural yang tiba-tiba, dilakukan upaya untuk memastikan bahwa penampang tersebut tidak berada dalam kondisi penguatan yang berlebihan. Batas minimum ini diperlukan untuk menjamin tidak terjadi kerusakan mendadak, seperti yang terjadi pada balok tanpa perkuatan.
BALOK BERTULANGAN TUNGGAL (BERTULANGAN TARIK SAJA)
ANALISA BALOK TULANGAN TUNGGAL
Tentukan keadaan tulangan balok yang ditinjau keadaan
Bila keadaan underreinforced, kapasitas momen balok dihitung
Hitung luas tulangan dalam kondisi seimbang
DESAIN HIDUNG BERTULANG TUNGGAL Ada dua syarat dalam perancangan gelagar, yaitu 1. hanya melihat pada bidang tulangan saja. Pada metode ini, dimensinya diketahui dan Anda hanya perlu mencari luas tulangan yang diperlukan untuk menahan momen tersebut.
2.MENCARI LUAS TULANGAN DAN DIMENSI BALOK
DESAINTULANGAN TUNGGAL
MEKANIKA TERAPAN ELDISAM PUTRA 192710031