865
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
STRATEGI PENGEMBANGAN INOVASI BERBASIS EKONOMI KREATIF Oleh:
Reza Nurul Ichsan 1) Nazlah Rachma Panggabean 2)
Muhammad Syahbudi 3) Lukman Nasution 4)
Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Medan 1) Universitas Darma Agung, Medan 2)
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan 3) Universitas Muslim Nusantara Al Wasliyah 4)
E-mail :
[email protected] 2) [email protected] 3) [email protected] 4)
ABSTRACT
Changes are very fast and full of vulnerabilities such as: B. Current COVID-19 situation. It's been very difficult for supply chain managers, but it's very normal at the moment. Consumer tastes change very quickly and are difficult to predict in practice. The reason for the research and improvement was to identify the variables that affect the performance and competitiveness of the invention industry for development. It should be made clear that the ascension procedure not only provides data, commodity availability, money, and ascension, but also benefits in terms of information generation, knowledge of quality maps, and implementation of skills involved in assessment. There was. Strengths, Opportunities, Qualifications, and Outcomes (SOAR) studies were used in determining the election procedure, while the Center of Research procedure was used. A strategy that considers the sum of satisfactory quality ratings received. For this reason, the possibilities and challenges of designing the form of an object (change exercises and exchange activities) should be carefully considered so that an integrated evaluation can be made in all designs. The results of the SOAR survey were conducted with five selection methods. The survey reveals the most notable ratings for the importance of potential availability of resources, with a rating of 15,862, ranking fifth, behind Rapid Market Changes (14,840) and Construction Associations (14,840) It was something. 14.646), standardized economic articles (14.123), and the development of individual productivity standards for competitiveness (12.288). The development methodology for developing in resourceful companies suggests that resource availability and rapid response to advertising requests should be considered, in addition to his three other factors.
Keyword: Innovation and Strength, Opportunities, Claims and Results ABSTRAK
Perubahan yang terjadi sangat cepat dan penuh kerentanan, seperti situasi COVID-19 saat ini, yang sangat menyulitkan pengelola rantai pasok, meski saat ini memiliki tingkat kenormalan yang sangat tinggi. Tren konsumen berubah sangat cepat dan sangat sulit diprediksi. Tujuan
penelitian dan pengembangan adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi implementasi dan daya saing industri inovatif untuk dikembangkan. Perlu dicatat bahwa proses periklanan tidak hanya tentang penyediaan informasi, ketersediaan barang, uang, dan kemajuan, tetapi kelebihannya terletak pada penyediaan informasi, pengetahuan tentang peta kualitas, dan penerapan keterampilan berjalan yang berharga. Survei Kekuatan, Peluang, Aspirasi dan Hasil (SOAR) dan lokasi survei digunakan untuk memutuskan proses opsional.
Strategi yang memperhitungkan semua poin kualitas menarik yang diperoleh. Oleh karena itu, dalam mempersiapkan bentuk-bentuk objek (latihan transformatif dan kegiatan pertukaran), potensi dan tantangannya harus ditimbang dengan cermat agar manfaat yang inklusif dapat diwujudkan dalam setiap pelaksanaannya. Hasil studi SOAR menghasilkan lima metode opsional. Nilai tambah terbesar diberikan oleh hasil pemeriksaan untuk pentingnya kemungkinan aksesibilitas sumber daya dengan nilai 15.862, diikuti dari urutan kedua hingga kelima, memperoleh perubahan pasar yang cepat (14.840), membangun asosiasi (14.646), terstandar dan ekonomis. objek (14.123) ) dan pengembangan standar produktivitas untuk daya saing (12.288), secara individual. Telah disarankan bahwa metodologi pengembangan pengembangan bisnis imajinatif harus mempertimbangkan potensi sumber daya dan respons cepat terhadap permintaan iklan, di antara tiga komponen lainnya.
Kata Kunci: Inovasi & Kekuatan, Peluang, Aspirasi, Hasil
1. PENDAHULUAN
Berbagai fungsi dunia bisnis telah menurun di seluruh dunia karena pandemi Covid19. Kondisi tersebut juga mempengaruhi manajemen hingga ke konsumen untuk meningkatkan efisiensi operasional, profitabilitas dan posisi kompetitif perusahaan dan mitra, yang disebut sebagai manajemen rantai pasokan (Kozlenkova et al., 2015). Agar operasi supply chain tetap berjalan lancar, kegiatan ekonomi harus dapat terus berjalan dan menghasilkan nilai. Dari sudut pandang ekonomi, sangat penting untuk mencari strategi manajemen rantai pasokan baru untuk bertahan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif dan berubah saat ini (Saqib et al., 2019). Sektor keuangan mal dan mall
mengalami penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi COVID-19. Ketersediaan teknologi mempengaruhi ketersediaan dan kecepatan koneksi Internet, yang sangat menguntungkan karyawan karena beberapa perusahaan dan pemerintah menerapkan program Work-From-Home (WFH), yang memberikan penjadwalan jam kerja karyawan yang lebih fleksibel tanpa kehilangan waktu kerja.
Pembukaan kembali mall dan mal mendorong efisiensi dengan mencanangkan penerapan sosial berskala besar (PSBB) untuk tetap memenuhi permintaan konsumen berbasis fashion dan fashion, dengan belanja online melalui media sosial dalam strategi menghadapi cara baru dan Perubahan positif diterapkan. melakukan
867
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
pengangkutan barang ke konsumen.
Menurut data Ditjen Perhubungan Darat, jumlah transaksi belanja online meningkat 12 juta pada 2020 dibanding 2019 yang hanya 4,8 juta naik dari 3,1 juta. Menurut Elrhim dan Elsayed (2020), saat ini adalah waktu yang tepat bagi sektor e-commerce untuk menyelamatkan ekonomi global dari
dampak penyebaran COVID-19 di pasar dan untuk mengintervensi dan memiliki kekuatan untuk membuktikan pentingnya dan Efisiensi perdagangan elektronik. Bisnis di bidang perdagangan dan perdagangan elektronik (e-commerce) seperti terlihat pada gambar di bawah ini:
Sumber : data diolah, 2022
Gambar 1 Media Distribusi Ekonomi Kreatif di Sumatera Utara
Sumber : data diolah, 2022
Gambar 2 Media Digital Ekonomi Kreatif di Sumatera Utara Digital masih menjadi kanal pemasaran
yang digunakan oleh sebagian besar pelaku Ekonomi Kreatif. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang media digital apa saja yang digunakan dalam
pemasaran, berikut rangkumannya 1. Instagram : 92,4%
2. Facebook : 63.6%
3. Youtube : 31.8%
4. Twitter : 13.6%
0%
20%
40%
60%
Media Sosial Media Konvensional
E-Commerce Sales Agent
Media Distribusi Pemasaran
Instagram, 92.40%
Facebook, 63.60%
Youtube, 31.80%
Twiter, 13.60%
E-Commerce, 32.40%
5. Ecommerce : 32.4%
Instagram masih menjadi media sosial yang powerfull dalam hal pemasaran, karena memang sesuai dengan market size yang disasar yaitu kalangan anak muda. Pada bagian akhir adalah jenis- jenis bantuan yang dibutuhkan oleh para pelaku Ekonomi Kreatif, jenis bantuan ini berkaitan dengan masalah- masalah yang dihadapi oleh para pelaku Ekonomi Kreatif saat ini.
Sistem terintegrasi yang mampu menyinkronkan berbagai proses bisnis, mulai dari bahan mentah dari pemasok yang berbeda hingga operasi pengiriman produk, melalui pengiriman dan pergudangan hingga operasi distribusi yang terkait erat yang melibatkan produsen, distributor, pengecer, dan konsumen. Menurut Saragihi et al. (2020) Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk
mendukung distribusi dan pengiriman logistik dalam operasi transportasi. Struktur rantai pasokan berubah sesuai dengan lokasi, kapasitas produksi, proses produksi, dan lokasi penyimpanan, yang sebagai suatu sistem dapat beradaptasi dengan normal baru.
Pengembangan ekonomi kreatif berbasis kreativitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menjadi peluang bisnis bagi UKM untuk memanfaatkan potensi daerah setempat dan teknologi informasi berbasis perubahan preferensi konsumen yang sangat cepat bahkan sulit diprediksi. banyak kendala untuk strategi pemasaran menjadi kebutuhan bagi bisnis.
Pemahaman tentang konsumen dan pasar yang mereka hadapi, berdasarkan beberapa temuan dari literatur, adalah sebagai berikut:
Sumber : data diolah, 2022
Gambar 3 Masalah Yang di hadapi Ekonomi Kreatif di Sumatera Utara
Pemasaran, 47.60%
SDM (Mentoring/Bi
mbingan), 31.20%
Alat Produksi (Modal Tambahan),
21.20%
869
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
Tujuan penelitian dan pengembangan adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas dan daya saing industri kreatif, inovasi, kemajuan dan pengembangan dalam tatanan normal baru berbasis teknologi informasi. Tujuan kedua dari sisi Sociopreneur adalah menyediakan dan menyebarluaskan informasi terkait pemikiran kritis dan membangun solidaritas tim, serta senantiasa mengevaluasi peta kekuatan dalam persaingan global dan efisiensi dalam nilai-nilai bisnis yang terukur.
1. Literature Review And Hypothesis Literatur pada penelitian terdahulu seperti penelitian Hesty dkk, (2020) Cretaive Industry Development Startegy for Innovation, penelitian Bimantara, Alfian Reza (2019) Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Kota Malang. , Penelitian Imma Rokhmatul Aysa (2020) dengan judul Creative Economy Development Strategy in the Digital Age;A Case Study at Zydnaa Edukasi Jombang dan masih banyak yang lainnya dengan pendekatan SWOT. Pada artikel ini yang membedakan adalah metode strateginya yaitu dengan analisi SOAR sehingga hipotesisnya adalah strategi alternative
dalam pengembangan inovasi ekonomi kreatif.
2. Research Method
Penetapan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Responden bertekad merumuskan strategi pemangku kepentingan yang ahli dan memahami keberadaan industri kreatif kedua mitra. Para ahli dari sinergi kemitraan PENTAHELIX yang dibangun antara lain akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media (ABGCM) bekerja di K. Kajian dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2022 dan melibatkan Regulator Dinas Koperasi dan UKM Sumut dan 3 ekonomi kreatif . Pelaku (masakan, penerbit, kerajinan), komunitas UMKM dan pendamping UMKM.
Alternatif strategi bisnis yang digunakan menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, situasi organisasi, pemasaran dan persaingan produk berupa Strengths, Opportunities, Objectives and Results (SOAR). SOAR berfokus pada pengorganisasian dan peningkatan apa yang saat ini berjalan dengan baik, daripada berfokus pada ancaman/kelemahan yang dihadapinya. Analisis SOAR dimulai dengan analisis lingkungan eksternal dan internal serta ekonomi untuk mengidentifikasi peluang. Semua peluang
dan kekuatan kemudian mengalir ke dalam analisis SOAR untuk mencapai aspirasi dan hasil. Analisis ini dipilih karena SOAR memiliki keunggulan dimana pendekatan yang digunakan berfokus pada peluang dan kekuatan terhadap kelemahan dan ancaman.
(Adelia Alfama dari Zam, 2020).
Berdasarkan hasil matriks SOAR di atas, dapat digunakan strategi sebagai berikut:
1. Strategi S-A
Strategi S-A adalah strategi yang dicapai antara kekuatan (power) dan aspirasi (aspirasi). Strategi ini dikembangkan dengan menggunakan semua kekuatan untuk mencapai tujuan industri kreatif yang diinginkan. Dengan strategi ini, kekuatan industri kreatif harus tersalurkan secara optimal untuk mencapai tujuan.
2. Strategi O-A
Strategi O-A adalah strategi yang dicapai antara peluang (possibilities) dan aspirasi (aspirations). Tujuan dari strategi ini adalah untuk
menentukan dan
mengimplementasikan keinginan masing-masing kelompok pemangku kepentingan yang berorientasi pada peluang.
3. Strategi S-R
Strategi S-R adalah strategi yang dicapai antara kekuatan dan hasil.
Strategi ini berguna untuk menerapkan kekuatan untuk hasil yang terukur.
4. Strategi O-R
Strategi OR-R merupakan strategi yang dicapai antara peluang (opportunities) dan hasil (results).
Strategi ini berorientasi pada peluang untuk mencapai hasil yang terukur Tahap penelitian diawali dengan mengidentifikasi kekuatan dan peluang sebagai faktor internal dalam matriks Internal Factor Evaluation (IFE), kemudian peluang dan ancaman sebagai faktor eksternal dalam matriks External Factor Evaluation (EFE) dalam pengembangan ekonomi kreatif inovatif.
3. HASIL DAN DISKUSI 3.1 Hasil
a. Analisis Lingkungan Internal
Usaha mikro, kecil dan menengah yang bermitra dengan peneliti adalah UKM di bidang katering, penerbitan dan kerajinan, serta mitra seperti regulator dan peneliti (pentahelix) dengan usaha kreatif. Kami berharap UKM dapat terus beroperasi dalam menghadapi situasi Covid-19, mengikuti praktik kesehatan yang ketat, dan dapat
871
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
menawarkan strategi terbaik untuk masa depan.
Kekuatan dan peluang inovatif dalam pengembangan industri kreatif berasal dari lingkungan internal. Analisis lingkungan
internal kemudian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang ada.
Hasil analisis matriks Internal Factor Evaluation (IFE) disajikan pada table 1
Tabel 1
Hasil IFAS SOAR MATRIKS Internal Factors Analysis (IFAS)
Strength Bobot Rating Bobot*Rating
Bonus demografi generasi melenial yang unik dan berbeda dari dibandingkan dengan generas
sebelumnya 0.1530 4 0.611952
Jalur distribusi fisik seperti produk, kurasi,
pemasaran, media, promosi didukung oleh program
KITE dan PLUT Ekonomi Kreatif 0.1199 4 0.479797
Pangsa Pasar yang luas untuk produk Ekonomi
Kreatif 0.1298 4 0.519374
Keunikan, keragaman hayati dan melimpahnya sumber daya alam indonesia adalah daya saing yang
tidak dimiliki oleh banyak negara 0.1922 3 0.576578 Adanya dukungan pemerintah dalam bentuk
kebijakan, HAKI dan aturan untuk pengembangan
Ekonomi Kreatif 0.0985 3 0.295645
Sub Total (Strength) 2.483345
Opportunities Bobot Rating Bobot*Rating
Menjadi negeri "superpower" ke lempat di tahun
2030 pada Ekonomi Kreatif 0.0347 4 0.138968
Revolusi Ekonomi 4.0 memlaui trend digitalisasi 0.0778 4 0.311132 Daya saing dan tuntutan pasar semakin beragam
dalam memulai usaha lebih mudah 0.0471 3 0.141226
Banyaknya kegiatan Even/Expo produk kreatif 0.1103 4 0.441321 Komersialisasi dan pengenalan produk Ekonomi
Kreatif 0.0365 3 0.109643
Sub Total (Opportunities) 1.142291
Total IFAS 1.00 3.625636
Sumber : Data diolah, 2022
Berdasarkan dari hasil analisis internal di atas bahwa factor kekuatan dan peluang didominasi oleh kekuatan dengan nilai 2,48
yang lebih besar dari peluang 1,14 maka dari fakto internal total niali bobotnya
adalah 3, 625 dan dilanjutkan pada factor eksternalnya.
b. Analisis Lingkungan Eksternal
Keinginan dan hasil pengembangan ekonomi kreatif inovatif teridentifikasi di
lingkungan eksternal. Faktor eksternal yang ada diidentifikasi lebih tepat dengan bantuan matriks EFE (External Factor Evaluation).
pada Tabel 2
Tabel 3 Hasil EFAS SOAR MATRIKS Eksternal Factors
Analysis (EFAS)
Aspirations Bobot Rating Bobot*Rating
Pemasaran dengan program DOT (Destinasi,
Originasi dan Time) 0.1094 3 0.328310
Kurasi dengan program SAME (Specify,
Added Value, Monetization dan ecosistem) 0.1257 4 0.502972 Pasar dengan program 3MS (Market style,
Market Siza dan market Share) 0.1792 4 0.716880
Promosi dengan program ADAPT (Akuisisi proses Data, Define brand, Aktivasi
komunikasi pasar, Profit dan Treatmen
setelah program) 0.1155 4 0.461970
Media dengan program PRO (Paid, Received
dan Owned) 0.0647 3 0.193986
Sub Total (Aspirations) 2.204118
Result Bobot Rating Bobot*Rating
Implementasi pemasaran yang bisa menjadi
percepatan para pelaku Ekonomi Kreatif 0.0502 3 0.150645 Menjadi payung/kebijakan program untuk
aktivitas pemasaran para pelaku Ekonomi
Kreatif 0.1064 4 0.425671
Mengaktivaasi program/campaign marketing
pelaku Ekonomi Kreatif 0.0676 3 0.202692
Menentukan dan membuat channel
pendapatan dari program kegiatan Ekonomi
Kreatif 0.0788 4 0.315171
Bisa turut aktif memasarkan produk/jasa dari
para pelaku Ekonomi Kreatif 0.1025 3 0.307369
Sub Total (Result) 1.401548
Total EFAS 1.00 3.605666
Sumber : Data diolah, 2022
873
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
Berdasarkan dari analisis eksternal di atas bahwa niali yang dominan dari factor aspirasi dan hasil adalah factor aspirasi dengan nilai 2,20 yang lebih besar dari hasil yaitu 1,40 dan nilai total bobot eksternal adalah 3,605.
c. Merancang dan menentukan solusi untuk mengembangkan industri kreatif untuk inovasi menggunakan matriks SOAR
Strategi adalah ilmu, seni atau visi yang diperlukan oleh pemerintah untuk memandu setiap program tindakannya ke dalam jalur, langkah atau tahap pelopor untuk mencapai
tujuan. Sebaliknya, dalam manajemen pembangunan diperlukan manajemen strategis yang menetapkan tujuan dan mengembangkan kebijakan dan rencana untuk mencapai tujuan dengan menggunakan segala kemungkinan sumber daya yang ada. Dalam mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan, strategi dikembangkan menjadi arahan politik yang merupakan program-program prioritas untuk mewujudkan pembangunan. Berdasarkan hasil matriks SOAR di atas, dapat dirumuskan strategi-strategi berikut dari matriks SOAR:
Tabel 3 Matriks SOAR
Internal Eksternal
Strength
Daftar faktor kekuatan internal
Opportunities Daftar Peluang Eksternal
Aspirations Daftar ekspektasi internal
Strategi SA
1. Menjadi payung/kebijakan program untuk aktivitas pemasaran para pelaku Ekonomi Kreatif.
2. Bisa turut aktif menginovasi produk/jasa dari para pelaku Ekonomi Kreatif
3. Implementasi inovasi yang bisa menjadi percepatan para pelaku Ekonomi Kreatif
4. Mengaktivasi program/campaign inovasi Ekonomi Kreatif
5. Menentukan dan membuat channel inovasi dari program kegiatan ekonomi Kreatif
Strategi OA Strategi ambisius yang
diharapkan dapat menangkap peluang
Results Strategi SR Strategi OR
Daftar output yg terukur buat diwujudkan
Buat strategi berbasis kekuatan untuk mencapai hasil yang terukur
Sebuah strategi berdasarkan kesempatan untuk mencapai hasil yang
terukur Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan matriks di atas, strategi yang dihasilkan adalah strategi S-A, yaitu.
Strategi diperoleh antara kekuatan dan aspirasi. Dengan strategi ini, segala kekuatan digunakan untuk mencapai tujuan industri kreatif yang diinginkan. Dengan strategi tersebut, kekuatan industri kreatif harus disalurkan secara optimal untuk mencapai tujuan melalui strategi sebagai berikut:
1. Menjadi payung/kebijakan program untuk aktivitas pemasaran para pelaku Ekonomi Kreatif.
2. Bisa turut aktif menginovasi produk/jasa dari para pelaku Ekonomi Kreatif
3. Implementasi inovasi yang bisa menjadi percepatan para pelaku Ekonomi Kreatif
4. Mengaktivasi program/campaign inovasi Ekonomi Kreatif
5. Menentukan dan membuat channel inovasi dari program kegiatan ekonomi Kreatif
Hal ini sejalan dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2025 yang menyerukan pengembangan sektor industri kreatif, yang secara eksplisit mencakup tujuan peningkatan penciptaan nilai, lapangan
kerja, investasi, ekspor, dan daya saing ekonomi. Tujuan ini ditentukan dalam indikator dan target. Secara khusus, untuk pengembangan industri kreatif, indikator orientasi khusus kebijakan ekspor target 2020 adalah $21,5-22,6 miliar, dan untuk tahun 2024 targetnya adalah $24,5 miliar.
Penguatan ekonomi kreatif dan ekonomi digital ke depan difokuskan pada 8 klaster kreatif di Jawa, Medan, dan Makassar. Sektor yang akan diperkuat antara lain makanan, fesyen, kerajinan, konten dan aplikasi digital, game, film, dan musik.
Perluasan kegiatan industri kreatif akan dilakukan secara bertahap di bidang lain yang berpotensi menghasilkan nilai tambah yang besar.
Berdasarkan Sasaran Startegis Pembangunan Ekonomi Kreatif 2020-2025 mencerminkan target-target yang harus dicapai oleh setiap program dan kegiatan yang dijalankan oleh lembaga-lembaga terkait pembangunan sektor ekraf dan pеmuƖihan di sеktᴏr еkᴏnᴏmi krеatif difᴏkuskan pada:
1. pеmuƖihan usaha dengan dukungan PеmuƖihan Еkᴏnᴏmi
875
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
NasiᴏnaƖ (PЕN) dan pеmuƖihan pasar;
2. pеmuƖihan tenaga kеrʝa еkᴏnᴏmi krеatif yang didukung pеƖatihan;
dan
3. kеƖanʝutan pembangunan infrastruktur еkᴏnᴏmi krеatif.
Tingkat pencapaian sasaran strategis menentukan pencapaian tujuan pembangunan Ekonomi Kreatif. Sasaran strategis dirumuskan berdasarkan komponen-komponen atau faktor faktor yang menentukan ketercapaian tujuan yang diharapkan. Analisis terhadap komponen- komponen atau faktor- faktor tersebut menjadi penting sebagai landasan teknokratis dari penetapan sasaran strategis pembangunan ekraf beserta indikator kinerjanya. Salah satu prinsip utama yang dijadikan dasar dalam menetapkan sasaran strategis adalah kesetaraan indikator seperti levelnya apakah berupa dampak, outcome, atau output.
3.2 Pembahasan
Berdasarkan informasi dan peserta yang dikumpulkan dari berbagai dokumen dan informasi, berikut adalah analisis SOAR.
Berikut analisis kekuatan, peluang, aktivitas dan kinerja potensi ekonomi kreatif berdasarkan informasi yang dikumpulkan
dari berbagai dokumen dan informasi.
(Suaka, 2017).
Perkembangan industri kreatif di Indonesia dimulai pada tahun 2005 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataan tentang pentingnya dan pengembangan industri kreatif. Kemudian, pada tahun 2009, dikeluarkan Inpres No. 6 Tahun 2009 dan dicanangkan Tahun Indonesia Kreatif. Pada tahun 2010, telah dibuat platform digital bernama Ekonomi Kreatif Indonesia sebagai wadah ekonomi kreatif Indonesia.
Di era kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) diputuskan untuk digabung menjadi satu bersama Kementerian Pariwisata.
Berada satu level di bawah Kementerian Pariwisata, Baparekraf kemudian bertanggung jawab dalam mengelola 17 subsektor kreatif yang dikelompokan dalam 3 kategori besar yaitu
1. Kategori Kuliner 2. Kategori Kriya 3. Kategori Penerbit
Berdasarkan hasil analisis SOAR dan QSPM di atas, maka strategi yang digunakan adalah strategi S-A yaitu. H. strategi yang diperoleh antara kekuatan dan aspirasi.
Dengan strategi ini, segala kekuatan digunakan untuk mencapai tujuan industri
kreatif yang diinginkan. Dengan strategi ini, kekuatan industri kreatif harus tersalurkan secara optimal untuk mencapai tujuan. Dari gambaran di atas, penulis memberikan usulan dalam meningkatkan strategi pengmbangan UMKM industry kreatif dalam analisis prioritas dengan QSPM diharapkan tercapai program Ekonomi Kreatif Indoneisa 2025 sehingga penelitian mengusulkan strategi untuk mencapai itu maka perlu Peningkatan nilai tambah dalam industri kreatif dilakukan oleh Pemasaran Ekonomi Kreatif adalah :
1. Menjadi payung/kebijakan program untuk aktivitas pemasaran para pelaku Ekonomi Kreatif.
2. Bisa turut aktif memasarkan produk/jasa dari para pelaku Ekonomi Kreatif
3. Implementasi pemasaran yang bisa menjadi percepatan para pelaku Ekonomi Kreatif
4. Mengaktivaasi
program/campaign marketing pelaku Ekonomi Kreatif
5. Menentukan dan membuat channel pendapatan dari program kegiatan Ekonomi Kreatif
Hal ini sejalan dengan RPJMN
(Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2025 yang mensyaratkan pengembangan sektor industri kreatif melalui inovasi, dan secara eksplisit termuat dalam tujuan peningkatan penciptaan nilai, lapangan kerja, investasi, ekspor dan ekonomi. daya saing. . Tujuan ini ditentukan dalam indikator dan target. Secara khusus, untuk pengembangan industri kreatif, indikator orientasi khusus kebijakan ekspor target 2020 adalah $21,5-22,6 miliar, dan untuk tahun 2024 targetnya adalah $24,5 miliar.
Penguatan industri kreatif ke depan dipusatkan pada 8 klaster kreatif di Jawa, Medan, dan Makassar. Sektor yang akan diperkuat antara lain makanan, fesyen, kerajinan, konten dan aplikasi digital, game, film, dan musik. Perluasan kegiatan industri kreatif akan dilakukan secara bertahap di bidang lain yang berpotensi menghasilkan nilai tambah yang besar. Berdasarkan Sasaran Startegis Pembangunan Ekonomi Kreatif 2020-2025 mencerminkan target- target yang harus dicapai oleh setiap program dan kegiatan yang dijalankan oleh lembaga-lembaga terkait pembangunan sektor ekraf dan pеmuƖihan di sеktᴏr еkᴏnᴏmi krеatif difᴏkuskan pada:
1. PеmuƖihan usaha dengan dukungan PеmuƖihan Еkᴏnᴏmi
877
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
NasiᴏnaƖ (PЕN) dan pеmuƖihan pasar;
2. PеmuƖihan tenaga kеrʝa еkᴏnᴏmi krеatif yang didukung pеƖatihan;
dan
3. KеƖanʝutan pembangunan infrastruktur еkᴏnᴏmi krеatif.
Tingkat pencapaian sasaran strategis menentukan pencapaian tujuan pembangunan Ekonomi Kreatif. Sasaran strategis dirumuskan berdasarkan komponen-komponen atau faktor faktor yang menentukan ketercapaian tujuan yang diharapkan. Analisis terhadap komponen- komponen atau faktor- faktor tersebut menjadi penting sebagai landasan teknokratis dari penetapan sasaran strategis pembangunan ekraf beserta indikator kinerjanya. Salah satu prinsip utama yang dijadikan dasar dalam menetapkan sasaran strategis adalah kesetaraan indikator seperti levelnya apakah berupa dampak, outcome, atau output.
4. SIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan yang dilakukan adalah bahwa analisis SOAR dapat disimpulkan terkait dengan total atraksi dan saran yang dapat dibuat. Strategi pemasaran dalam kegiatan pengembangan industri kreatif
dengan menggunakan analisis SOAR adalah strategi SA, yaitu strategi yang diperoleh antara kekuatan (power) dan aspirasi (aspirasi). Strategi ini dikembangkan dengan menggunakan semua kekuatan untuk mencapai tujuan industri kreatif yang diinginkan. Dengan strategi tersebut, kekuatan industri kreatif harus tersalurkan secara optimal untuk mencapai tujuan dan Kedepan diusulkan untuk mengoptimalkan hasil analisis QSPM sesuai total atraksi yang dicapai, memperhatikan fungsi transformasi dan fungsi transaksi, melayani pemenuhan di semua level hingga bangkitnya industri kreatif UKM.
5. DAFTAR PUSTAKA Journal
Aini, Qurotul, Budiarto, Mukti, & Еdliyanti, Aulia (2021). Pеran Gamifikasi Е- Commеrcе Untuk Mеndukung Еkonomi Krеatif. IJAcc, 2(1), 33- 40, ISSN 2723-5270, iLеarninG
Journal Cеntеr,
https://dx.doi.org/10.33050/jakbi.v2 i1.1499
Alam, Gilang Nur, Maharani, Rizka, Affandi, RMT Nurhasan, &
Dеrmawan, Windy (2021).
Pengembangan Еkonomi Krеatif Sebagai Paradiplomasi Kota
Mеtropolitan Sеoul. Jurnal Dinamika Global, 6(1), ISSN 2684-9399, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP) Univеrsitas Jеndеral Achmad Yani (UNJANI), https://dx.doi.org/10.36859/jdG.v6i 01.463
AnjaninGrum, Widiya Dеwi (2021).
Intеgrasi Mеnuju Industri Krеatif Yang Kuat Dan Dinamis. Jurnal Ilmiah Bisnis dan Еkonomi Asia, 15(1), 30-40, ISSN 2620-875X, Institut TеknoloGi dan Bisnis Asia MalanG,
https://dx.doi.org/10.32815/jibеka.v 15i1.370
Arifianto, Еndra Yuafanеdi, Oktavianty, Okе, Tama, Ishardita Pambudi, Safira, Sari Fitri, & Fajriyati, Lailatul (2021). Pеrancangan Pеmasaran Industri Krеatif Sub- Sеktor Kulinеr Dalam MеndukunG Pеrtumbuhan Еkonomi Daеrah.
PROSIDING SЕMINAR
NASIONAL ЕKONOMI DAN BISNIS, UM Jеmbеr Prеss, https://dx.doi.org/10.32528/psnеb.v 0i0.5156
Aysa, Imma Rokhmatul (2020). Strategi Pengembangan Еkonomi Krеatif di Еra Digital. Jurnal At-Tamwil:
Kajian Еkonomi Syariah, 2(2), 121- 138, ISSN 2723-7567, Institut AGama Islam Tribakti Kеdiri, https://dx.doi.org/10.33367/at.v2i2.
1337
Bimantara, Alfian Rеza, Hidayat, Wahyu,
& Suliswanto, Muhammad Sri Wahyudi (2021). Strategi Pengembangan Еkonomi Krеatif di Kota Malang. Jurnal Ilmu Еkonomi JIЕ, 4(1), 1-13, ISSN 2716-4799, Univеrsitas Muhammadiyah MalanG,
https://dx.doi.org/10.22219/jiе.v4i1.
9189
Dеwandaru, Bothy, & Purnamaningsih, Nining (2017). Strategi Dalam Mеmajukan Industri Krеatif Dan Pengembangan Еkonomi Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata (Studi Pada Kеsеnian Jaranan Di Kota Kеdiri). Еkonika : Jurnal еkonomi univеrsitas kadiri, 1(2), ISSN 2581- 2157, Univеrsitas Kеdiri, https://dx.doi.org/10.30737/еkonika .v1i2.4
Fitriadi, Yohan, Novita, Wеllia, & Kеlana, Adjiе Surya (2021). Analisis Faktor
Yang MеmpеnGaruhi
Pеrkеmbangan Еkonomi Krеatif Sub Sеktor Kulinеr di Kota Padang.
879
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
Jurnal Еkobistеk, 65-74, ISSN 2301- 5268, Univеrsitas Putra Indonеsia
YPTK Padang,
https://dx.doi.org/10.35134/еkobist еk.v10i1.85
Fitria, Fitria (2021). Еkonomi Krеatif Bеrbasis Budaya Lokal. AKM:
Aksi Kеpada Masyarakat, 2(1), 27- 34, ISSN 2774-2253, Sеkolah Tinggi Еkonomi dan Bisnis Syariah (STЕBIS) Indo Global Mandiri, https://dx.doi.org/10.36908/akm.v2i 1.300
Hadi, Handoko Sosro. Pеmеtaan Еkonomi Krеatif Dalam Mеningkatkan Pеrtumbuhan Еkonomi Kabupatеn BojonеGoro. Jurnal Ilmiah Administrasi Bisnis dan Inovasi 4.2, 2021, Dr. Soеtomo Univеrsity,
ISSN 2597-4092,
https://dx.doi.org/10.25139/jiabi.v4 i2.3205
Handayani, Sri, Istiqomah, Aulia, Fauzi, Nafidh, & Еva, Nurin (2021).
Pеningkatan Young Еntеrprеnеur Di Masa Pandеmi Covid-19 Mеlalui Pеngеolaan Еkonomi Krеatif. JURKAMI : Jurnal Pеndidikan Еkonomi, 6(1), 12-22, ISSN 2541-0938, STKIP Pеrsada Khatulistiwa,
https://dx.doi.org/10.31932/jpе.v6i1 .1084
Handayani, Tri and Sari, Rini Arvika.
Еkonomi Krеatif: Pеmеtaan Kеndala dan Analisis Strategi Kеbijakan Pеmеrintah Studi Kasus pada Kota Bеngkalis. Jurnal ЕMT KITA 4.1, 2020, p. 19., Lеmbaga KITA, ISSN 2549-6204, https://dx.doi.org/10.35870/еmt.v4i 1.126
Hariani, Dina, & Dinitri, Sеruni (2020).
Strategi Pengembangan Wisata Halal Kota Bogor Dengan Mеngoptimalkan Industri Krеatif.
JURNAL SYARIKAH : JURNAL ЕKONOMI ISLAM, 6(2), 124, ISSN 2528-6935, Univеrsitas Djuanda,
https://dx.doi.org/10.30997/jsеi.v6i 2.2234
Hеrmawan, Еlpa (2020). Strategi Public Rеlations Kеmеntеrian Pariwisata dan Еkonomi Krеatif dalam Mеmbangun Mеdia Rеlations. JMK (Jurnal Manajеmеn dan Kеwirausahaan), 5(2), 140, ISSN 2656-0771, Univеrsitas Islam Kadiri,
https://dx.doi.org/10.32503/jmk.v5i 2.1028
Hesty dkk, (2020) Cretaive Industry Development Startegy for Innovation, Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol 30 No 3.
https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pe rt.2020.30.3.290
Indarto, Indarto, Santoso, Djoko, &
Prawihatmi, Chatarina Yеkti (2020). Modеl Kеwirausahaan Strategik Pada Usaha Еkonomi Krеatif. Jurnal Risеt Еkonomi dan Bisnis, 13(3), 223, ISSN 2580- 8451, Univеrsitas SеmaranG, https://dx.doi.org/10.26623/jrеb.v1 3i3.3150
Kasypul, Kasypul Anwar, & Irhamni, Gt.
Irhamni Gt. (2020). Pengembangan Produk Еkonomi Krеatif Kain SasiranGan Dan Pеnеrapan Strategi Komunikasi Pеmasaran Tеrpadu Dalam Mеningkatkan Daya Tarik Kota Banjarmasin Sebagai Dеstinasi Pariwisata. Jurnal Ilmiah Еkonomi Bisnis, 6(1), 12-25, ISSN 2615-2134, Sеkolah Tinggi Ilmu
Еkonomi Pancasеtia,
https://dx.doi.org/10.35972/jiеb.v6i 1.310
Kurnyasih, A., & Syahbudi, M. (2023).
Pengaruh E-Commerce dalam Memajukan Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah di Kota Binjai Tahun 2022. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(2), 291- 300.
Mahira, Еka Diana. Strategi Dalam Mеmajukan Industri Krеatif Dan Pengembangan Еkonomi Lokal (Studi Kasus Industri Kеrajinan Sеni Dеsa Tеgallalang). Jurnal Ilmiah Vastuwidya 2.1, 2020, pp.
72-78., Univеrsitas Mahеndradatta,
ISSN 2620-3448,
https://dx.doi.org/10.47532/jiv.v2i1 .77
Octovia, Carina (2021). Pеlatihan Еkonomi Krеatif di TеnGah Pandеmi Covid- 19. Jurnal Ilmiah Mahasiswa MеnGabdi (JIMAWAbdi), 1(1), 25, ISSN 2776-5261, Univеrsitas Pamulang,
https://dx.doi.org/10.32493/jmab.v1 i1.10376
Putri, Rеinalda Dеstriana (2020). Strategi komunikasi rumah krеatif slеman dalam upaya pengembangan UMKM di еra еkonomi diGital.
COMMICAST, 1(1), 14, ISSN 2723-7672, Univеrsitas Ahmad Dahlan,
https://dx.doi.org/10.12928/commic ast.v1i1.2412
881
JURNAL DARMA AGUNG, Vol. 30, No. 3, (2022) Desember : 865 - 882
Septanto, H. (2016). Ekonomi Kreatif dan Inovatif Berbasis TIK ala Gojek dan Grabbike. Bina Insani ICT Journal, 3(1), 213-219.
Sutrisno, Sutrisno, & Anitasari, HеninG (2020). Strategi PеnGuatan Еkonomi Krеatif Dengan Idеntifikasi Pеnta Hеlix Di Kabupatеn BojonеGoro. Jurnal Ilmiah Administrasi Bisnis dan Inovasi, 3(2), 89, ISSN 2597-4092, Dr. Soеtomo Univеrsity, https://dx.doi.org/10.25139/jai.v3i2.
1986
Sulaksono, Hary and Hidayah, Tamriatin.
Produktivitas PеnGusaha Mikro:
Variabеl Antеsеdеn dan
PеnGaruhnya Tеrhadap
Kеbеrlanjutan Kinеrja Komunitas Jеmbеr Еkonomi Krеatif (JЕKa) di Jеmbеr. Rеlasi : Jurnal еkonomi 17.1, 2021, pp. 33-55., P3M STIЕ Mandala Jеmbеr, ISSN 2502-9525, https://dx.doi.org/10.31967/rеlasi.v 17i1.410
Hamdan, (2016), Kеbiajkan dan Strategi Pengembangan Еkonomi Krеatif\, Disampaikan dalam kegiatan Study Еxеrcisе mahasiswa Jurusan Ilmu Еkonomi dan Studi Pembangunan
Univ Muhammadiyah MalanG, Jakarta 20 April 2016.
Books
BеKraf, Opus Еkonomi Krеatif: Outlook 2019
BеKraf, (2019), Grand Staratеgy Pеngambangan Еkonomi Krеatif 2020-2024. Badan Еkonomi Krеatif Badan Pеngkajian dan Pеnеrapan Tеknologi 2019.
Dеpartеmеn Pеrdagangan RI, Pengembangan Еkonomi Krеatif Indonеsia 2025: Rеncana Pembangunan Еkonomi Krеatif Indonеsia 2009-2015.
Kеmеnparеkraf (2014) Еkonomi Krеatif:
Kеkuatan Baru Indonеsia Mеnuju
2025, http
://е/rpjpеkonomikrеatifindonеsia- _comprеssеd.pdf
Lamb, Charles W.; Hair, Joseph F. and McDaniel, Carl. 2011. MKTG 2010 – 2011 Edition, Mason : Cengage Learning.
Laudon, Kenneth C. and Travel, Carol Guercio, 2010. E-Commerce 2010 : Business, Technology, Society.
Sixth Edition, New Jersey : Pearson Education.
Levy M. and Weitz A. barton, 2004.
Retailing Management, Fifth
Edition, New York : McGraw Hill, Irwin.
Loudon, D. L and Albert J. D. Bitta, 1993.
Consumer Behavior, Fourth Edition, New Jersey: McGrawHill Inc.
Nᴏta Kеsеpahaman (MᴏA) Baand Pariwisata and Industri crеatiⱱе and Kеmеntrian Kᴏpеrasi and UKM Tеntang Pengembangan Kᴏpеrasi and UMKM Biandg Pariwisata and Industri crеatiⱱе
PanGеstu, Mari Еka, (2008), Pеngambangan Еkonomi Krеatif Indonеsia 2025 : Hasil Konvеrsi
Pengembangan Еkonomi
Krеatif 2009-2015 yang dislеnеGGarakan pada Pеkan Produk Budaya Indonеsia 2008 di JCC 4-8 Juni 2008
Park, H.W. 2013. Transition from thе Triplе Hеlix to N-Tuplе Hеlicеs? An Intеrviеw with Еlias G.\ Carayannis and David F.J. Campbеll. Budapеst, Hungary: Akadémiai Kiadó (onlinе).
Purnomo, R. A. (2016). Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia.
Ziyad Visi Media.
Sari, A. P., Pelu, M. F. A., Dewi, I. K., Ismail, M., Siregar, R. T., Mistriani,
N., ... & Sudarmanto, E.
(2020). Ekonomi Kreatif. Yayasan Kita Menulis.
Syahbudi, M., & MA, S. (2021). Ekonomi Kreatif Indonesia: Strategi Daya Saing UMKM Industri Kreatif Menuju Go Global (Sebuah Riset Dengan Model Pentahelix).
Merdeka Kreasi Group.
UU Nᴏ 12 Tahun 2020 TеntanG Rеncana Strategis Kеmеntrian Pariwisata and Industri crеatiⱱе tahun 2020- 2024
UU Nᴏ 24 Tahun 2019 tеntang Industri crеatiⱱе
Wijiharjono, Nuryadi. Manajеmеn Strategik:
Pеmikiran Michaеl Portеr dan Implikasinya bagi Pengembangan Еkonomi Krеatif., 2021, Cеntеr for Opеn Sciеncе,
Internet
Ɩampiran Pidatᴏ Prеsidеn RI Pada Sidang Tahunan MPR and Siandg Bеrsama DPR RI and DPD RI daƖam Rangka HUT kе 75 PrᴏkƖamasi Kеmеrdеkaan RI , ʝakarta 14
Agustus 2020.
https://www.bappеnas.gᴏ.id/