NAMA : THERESA DIANA SONIA TANTRI
NIM : 2010020029
MENGANALISIS DAMPAK YANG
DITIMBULKAN DI KONDISI NEW NORMAL
PADA PERUSAHAAN DAGANG
1. Pengertian Perusahaan Dagang
Secara umum perusahaan dagang adalah perusahaan yang tidak membuat produk sendiri.
Melainkan hanya menjualkan produk milik produsen kepada masyarakat atau
konsumen.Perusahaan ini tidak melakukan produksi dalam artian mengolah bahan baku menjadi produk jadi, Perusahaan ini juga tidak melakukan perubahan sedikitpun pada produk jadi.Artinya perusahaan dagang adalah perusahan yang murni hanya menjual produk yang sudah disediakan oleh pemasok atau produsen.
Secara khusus perusahaan dagang adalah perusahaan yang di dalamnya ada kegiatan membeli, menyimpan,dan menjual kembali produk tanpa mengubah untuk menciptakan nilai tambah dan jual pada produk.
2. Jenis – Jenis Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang Berdasarkan Konsumen
Perusahaan Dagang Berdasarkan Produk
Perusahaan Dagang dapat di bedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
Perusahaan Dagang Berdasarkan Produk
• Perusahaan Dagang Barang Produksi
• Perusahaan Dagang Barang Jadi
Perusahaan Dagang Berdasarkan Konsumen
• Perusahaan Dagang Besar
• Perusahaan Dagang Perantara
• Perusahaan Dagang Pengencer
3. Tujuan Utama Perusahaan Dagang
Keseimbangan antara kedua unsur tersebut sangat penting untuk menjaga likuiditas perusahaan
Tercapainya keseimbangan antara apa yang dibayarkan kepada produsen untuk pembelian barang dagangan dan arus kas masuk dari penjualan kepada pelanggan.
4. Ciri – Ciri Perusahaan Dagang
Ciri – Ciri Perusahaan Dagang
Membeli dan Menjual Produk tanpa
Mengolah
Pendapatan Utama Murni
dari Penjualan
Modal Berasal dari
Harga Produk Terjual
Sebagai Perantara
antara Konsumen dan Produsen
Tidak Terjadi Perubahan
Barang Dibeli dan
Dijual
Laba Didapatkan dengan Cara
Menjual Produk Lebih
Tinggi dari Harga Beli
5. Macam – Macam Transaksi Perusahaan Dagang
Pembelian Barang Dagang secara Kredit
Pembelian Barang Dagang secara Tunai
Retur Pembelian
Potongan Pembelian
Beban Angkut Pembelian
Penjualan Barang Dagang secara Kredit
Penjualan Barang Dagang secara Tunai
Retur Penjualan
Potongan Penjualan
6. Kegiatan Utama Perusahaan Dagang
Kegiatan Utama Perusahaan Dagang
Pembelian
Kegiatan pembelian pada perusahaan
dagang meliputi pembelian aktiva perusahaan, pembelian
barang dagang, dan pembelian barang lainnya yang berkaitan dengan kegiatan usaha
tersebut.
Pengeluaran Uang
Pengeluaran uang digunakan untuk membeli barang dan jasa, membayar pajak, melunasi utang, beban-
beban, dan lain-lain.
Penjualan
Perusahaan menjual barang dagang, maka
perusahaan akan memperoleh
pendapatan.
Penerimaan Uang
Penjualan barang dagang akan di ikuti
dengan penerimaan uang. Transaksi penerimaan uang di dapat dari pelunasan
piutang, penjualan barang dagang, dan
lain-lain.
7. Syarat Pembayaran dalam Perdagangan
3/10, n/60, berarti apabila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari sejak tanggal jual beli, maka akan diberikan potongan sebesar 3% dan apabila tidak memanfaatkanpotongan tersebut, maka pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari sejak tanggal transaksi jual beli dan tanpa potongan (diskon).
n/30, berarti pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal transaksi jual beli.
EOM (End of Month), berarti harga neto faktur harus di bayar pada akhir bulan.8. Dampak Kebijakan New Normal pada Masa Pandemi terhadap Perusahaan Dagang
1.
Pemulihan akan berjalan lebih lambat2.
New normal terburu –buru dapat membuat ketimpangan semakin lebar.3.
Bisnis akan berubah4.
Protokol kesehatan menjadi ketat didunia usaha5.
Pengusaha optimis new normal pulihkan perekonomian6.
Pabrik perlu sesuaikan jam kerja saat new normal9. Strategi yang Digunakan untuk Menangani Dampak Kebijakan New Normal
1.
New normal ini dapat menjadi kabar baik bagi perekonomian Indonesia. Hal itu tergantung kesiapan Indonesia untuk hidup berdampingan dengan Virus Corona yang hingga kini belum ada vaksinnya. Perlu diingat bahwa hidup berdampingan dan berdamai dengan Corona tidak berarti kita menyerah dengan virus tersebut.2.
new normal memang bisa mendorong perekonomian meskipun sangat lambat. Hal itu karena aktivitas bisnis sangat dibatasi, Sehingga ukuran keberhasilan new normal bukan pada ekonomi yang kembali ke posisi sebelum wabah. Ukurankeberhasilannya adalah masyarakat bisa beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga ekonomi bisa secara bertahap berjalan kembali, sementara penyebaran wabah tetap bisa dikendalikan.