• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGUKUR KECEPATAN AIR SUNGAI KLP 1 FIX

N/A
N/A
maulidiah 12

Academic year: 2025

Membagikan "MENGUKUR KECEPATAN AIR SUNGAI KLP 1 FIX"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

DRAINASE LINGKUNGAN

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Alamat : Jalan Daeng Tata Raya, Parang Tambung, Makassar, Tlp.(0411)864935-861507

MENGUKUR KECEPATAN AIR SUNGAI

A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Debit (kecepatan air) merupakan komponen penting yang berhubungan dengan permasalahan DAS seperti erosi, sedimentasi, banjir, dan longsor. Oleh karena itu, pengukuran debit dan sedimen harus dilakukan monitoring DAS. Debit merupakan jumlah air yang mengalir didalam saluran atau sungai perunit waktu. Metode yang umum ditetapkan untuk menentukan debit sungai adalah metode profil sungai. Pada metode ini debit merupakan hasil perkalian antara luas penampang vertikal sungai (profil sungai) dengan kecepatan aliran sungai/aliran air.

2. Maksud dan Tujuan

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengukur debit air (jumlah air yang mengalir dari suatu sungai tertentu persatuan waktu). Manfaat dri percobaan ini yaitu agar mahasiswa mengerti dan mengetahui cara mengukur debit air menggunakan botol plastik.

B. ALAT DAN BAHAN 1. Meteran

2. Botol (1,5 L) 3. Alat tulis 4. Stopwatch

KELOMPOK 1

(2)

C. LANGKAH KERJA

1. Pilih lokasi pengukuran pada bagian sungai yang relative lurus dan tidak banyak pusaran air.

2. Tentukan dulu panjang saluran/lintasan (P) sungainya dan batasi titik awal (start) dan akhirnya (finish). (catat dalam buku tulis).

3. Mengisi air hingga penih pada botol plastik yang berukuran 1,5 L

4. Bagilah panjang saluran/lintasan menjadi beberapa bagian (misal 3 bagian/titik), ukur lebar sungai (L) pada titik-titik tersebut; dan ukur juga kedalamannya (H) pada bagian tepi kanan, tepi kiri dan tengah aliran.

Kemudian hitung masing-masing rata-ratanya. (catat dalam buku tulis).

5. Lepaskan botol plastik pada titik awal lintasan (start) bersamaan dengan menekan stop watch (tanda start) dan tekan kembali stop watch (tanda stop) pada titik akhir lintasan (finish) dan hitung waktunya (T).

6. Ulangi pengukuran waktu tempuh 3 kali ulangan.

7. Catat waktu tempuh benda apung dan hitung waktu rata-ratanya.

D. PEMBAHASAN

E. PERHITUNGAN LUAS PENAMPANG

Luas penampang (A) merupakan hasil perkalian antara Lebar rata-rata (L) saluran/aliran  dengan Kedalaman rata-rata (H) saluran/aliran air.

A = L rata-rata x H rata-rata

Dimana :

A         = Luas Penampang (m2) KELOMPOK 1

H1 (tepi kanan) H2 (tengah aliran) H3 (tepi kiri) H rata-rata

P1 12.7 1.42 1.45 1.44 1.44 meter

P2 13.7 1.44 1.46 1.44 1.45 meter

P3 12.8 1.45 1.48 1.46 1.46 meter

P1 12.8 1.43 1.47 1.44 1.45 meter

P2 12.9 1.44 1.46 1.45 1.45 meter

P3 12.1 1.46 1.48 1.47 1.47 meter

P1 12.1 1.45 1.48 1.44 1.46 meter

P2 12.1 1.46 1.47 1.45 1.46 meter

P3 12.12 1.47 1.5 1.48 1.48 meter

Jumlah 113.32 13.11 meter

Rata - rata 12.59 1.46 meter

Titik Patok Lebar (m) Titik A

Titik B

Titik C

Satuan Kedalaman (H)

(3)

L rata-rata = Lebar rata-rata (meter) H rata-rata = Kedalaman rata-rata (meter)

 A = L rata-rata x H rata-rata = 12.59 x 1.46

= 18.38 meter2 1. Perhitungan Kecepatan

Kecepatan (v) adalah hasil pembagian antara panjang saluran/aliran (P) dibagi dengan waktu rata-rata (T rata-rata).

V= P

T ratarata

dimana :

V = Kecepatan (meter/detik) P = Panjang saluran (meter)

T rata-rata = Waktu rata-rata (detik)

V= P T ratarata = 10meter

34.6detik = 0.3 m/s

2. Perhitungan debit air

Debit air (Q) merupakan hasil perkalian antara luas penampang (A) saluran/aliran  dengan kecepatan (v) aliran air.

Q = A.V dimana:

KELOMPOK 1

Tepi kanan Tengah aliran Tepi kiri

Pengukuran 1 35 33 34 34 detik

Pengukuran 2 36 34 36 35.3 detik

Pengukuran 3 36 35 33 34.6 detik

Ʃ Rata-Rata 34.6 detik

Satuan Waktu pengukuran (T)

Pengulangan Rata-Rata

(4)

Q = Debit aliran (m3/detik)

A = Luas penampang saluran (m2) V = Kecepatan aliran air (m/detik)

 Q = A.V

= 18.38 x 0.3 = 5.51 m3/s

F. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa debit aliran air sungai adalah 5.51 m3/s.

KELOMPOK 1

Referensi

Dokumen terkait

Data yang digunakan dalam analisis adalah kecepatan aliran air (VAv), luas penampang saluran (A), debit aliran di saluran (Q), kebutuhan air untuk tanaman dan kebutuhan air tiap

Selain luas penampang kecepatan aliran juga sangat diperlukan dalam menghitung debit sesaat dan membantu untuk kalibrasi dalam hitungan pada program HEC-RAS nantinya. Untuk

Apabila kedua sungai adalah sungai yang bermeander dan mempunyai karakteristik sungai (kecepatan aliran, penampang sungai, dan material sedimen) yang berbeda pula,

Gambar saat pengukuran luas penampang sungai... Gambar saat pengukuran kecepatan aliran

Perancangan dan Penerapan Alat Ukur Kecepatan Aliran Air Sungai pada Sungai Sebenarnya dengan Menggunakan Efek Doppler; Hendra Bagus Arie Wicaksana; 081910201031;

penampang sungai krueng Langsa yaitu saluran alamiah bentuk sembarang dimana penampang sungai terbentuk akibat distribusi kecepatan aliran, sedimentasi dan proses

Metode pengamatan langsung di lapangan melalui pengukuran-pengukuran seperti kecepatan air sungai dan luas penampang tegak lurus aliran air sungai untuk mendapatkan

Dengan memanfaatkan data debit yang masuk ke dalam badan sungai, maka dapat ditelusuri perilaku variabel aliran air seperti kecepatan aliran, elevasi muka air dan debit di daerah hilir